University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Pengaruh Kualitas Pelayanan Kependudukan terhadap Kepuasan Masyarakat pada Aplikasi Alpukat Betawi

    No full text
    Pelayanan publik merupakan salah satu dari sekian tugas pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, kebutuhan masyarakat salah satunya adalah pelayanan administrasi kependudukan. Pelaksanaan pelayanan kependudukan di Provinsi DKI Jakarta memiliki beberapa permasalahan yang menyebabkan terhambatnya pemenuhan hak dari masyarakat dalam mendapatkan pelayanan publik yang baik. Permasalahan tersebut adalah masih terdapat pelayanan yang tidak efektif dan efisien, adanya pungutan liar, dan lambatnya proses pelayanan. Dalam menghadapi permasalahan tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta meluncurkan layanan Bernama ALPUKAT BETAWI. Layanan ini bertujuan untuk mewujudkan kualitas pelayanan kependudukan berjalan dengan efektif dan efisien sehingga terwujudnya kepuasan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh kualitas pelayanan kependudukan terhadap kepuasan masyarakat pada aplikasi ALPUKAT BETAWI dengan metode SERVQUAL dan dianalisis dengan SPSS versi 25. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data. Hal ini diketahui dari hasil hipotesis yang menghasilkan bahwa (rho) 1.000 terlihat angka signifikansi (Sig. 2- tailed) = 0,000 yang berarti angka signifikansi yang lebih kecil dari 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan masyaraka

    Kolaborasi Multiaktor dalam Meningkatkan Perekonomian Industri Kreatif (Studi pada Malang Creative Center Kota Malang)

    No full text
    Sektor ekonomi kreatif menunjukkan potensi yang signifikan dalam menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adil, dan sejahtera sesuai dengan target pembangunan nasional hingga tahun 2025. Kota Malang merupakan salah satu kota di Indonesia yang menunjukkan potensi pertumbuhan dalam sektor perekonomian industri kreatif didukung oleh keberadaan sumber daya manusia yang berlimpah dengan julukannya sebagai Kota Pendidikan. Pemerintah Kota Malang melakukan pembangunan infrastruktur pusat kreatif, yang dikenal dengan Malang Creative Center, sebagai upaya penciptaan kelembagaan dan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan ekonomi kreatif berdasarkan pada Road Map Pengembangan Ekonomi Kreatif Sub Sektor Unggulan dan Sub Sektor Prioritas Kota Malang Tahun 2018– 2022. Pemerintah Kota Malang melakukan kolaborasi dengan konsep hexa helix dalam pengelolaan Malang Creative Center. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis kerangka kerja kolaborasi multiaktor dalam meningkatkan perekonomian industri kreatif melalui Malang Creative Center. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang didapat adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini berlokasi di Kota Malang dengan situs penelitian Malang Creative Center. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan analisis model interaktif oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi multiaktor yang dilakukan dalam meningkatkan perekonomian industri kreatif Kota Malang belum berjalan dengan baik karena kurang memaksimalkan kolaborasi antar kolaborator dari 17 sub sektor ekonomi kreatif sehingga masih terjadi kendala dalam komunikasi dan manajemen pengelolaannya. Penelitian ini memberikan saran kepada pemerintah dan pihak pengelola MCC untuk menguatkan koordinasi melalui forum diskusi maupun penggunaan platform dan media sosial dalam penyampaian informasi

    Pengembangan UMKM Sebagai Sarana Pemberdayaan Ekonomi Ibu Rumah Tangga Di Desa Kasembon (Studi Pada UMKM B Gasa Light Di Kecamatan Kasembon)

    No full text
    Penelitian ini dilakukan di UMKM B Gasa Light yang berada di Dusun Bejirejo Desa Kasembon Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang. UMKM B Gasa Light ini terbentuk karena adanya program pemberdayaan serta memiliki kesamaan karakteristik dari anggota yang tergabung di dalamnya. UMKM B Gasa Light ini memproduksi barang yaitu sabun cuci piring dan sabun detergen cair secara home industry pertama di wilayah desa Kasembon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dengan metode ini data yang diperoleh secara akurat berasal dari dokumen, pengamatan, dokumentasi maupun wawancara. Data analisis menggunakan model analisis interaksi dari Miles, Huberman, dan Saldana. Kemudian ditarik menjadi sebuah kesimpulan tentang isi dari skripsi ini. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa tahapan dalam proses pengembangan UMKM B Gasa ini sebagai berikut: identifikasi peluang usaha, perencanaan usaha,pengumpulan modal, registrasi dan legalitas, produksi dan operasional, pemasaran dan penjualan, pengelolaan keuangan, serta evaluasi dan pengembangan. Dalam proses pengembangan UMKM ini terdapat faktor pendukung yaitu: akses terhadap sumber daya serta kesadaran dan dukungan masyarakat. Namun dalam proses pengembangannya juga memiliki faktor penghambat yaitu: keterbatasan akses terhadap sumber daya, infrastruktur dan akses teknologi, peraturan dan birokrasi, akses ke pasar dan jaringan, resiko keuangan, serta dukungan dan mentoring. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagi pemerintah Desa Kasembon perlu adanya monitoring, pelatihan dan pendampingan secara berkala terhadap UMKM yang berada di wilayah desa Kasembon. Sedangkan untuk masyarakat perlu meningkatkan keterampilan yang dimiliki, memperluas jaringan pasar, dan berkoordinasi dengan pemerintah desa Kasembon

    Inovasi Kebijakan Pelayanan Publik (Studi Pada Program SIMPONI di Satpas Polresta Malang Kota)

    No full text
    Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan bukti administratif yang menujukkan pengendara kendaraan bermotor memenuhi persyaratan secara administratif, sehat jasmani dan rohani, serta memahami aturan lalu lintas. Namun, masyarakat memiliki prespektif negatif terhadap layanan pembuatan SIM. Sehingga, masyarakat seringkali menunda kepemilikan SIM karena merasa layanan SIM sulit dan rumit. Oleh karena itu, Satpas Polresta Malang Kota membuat suatu inovasi yang dapat mempermudah layanan SIM melalui peranan Polisi RW dengan program SIM Polisi RW Melayani (SIMPONI). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Beradsarkan teori difusi inovasi dengan model Rogers, terdapat temuan yang didasarkan pada indikator model, yaitu (1) Tahap Pengetahuan, Komunikasi yang dilakukan untuk mendifusikan inovasi kebijakan ini dilakukan dengan beberapa cara, yaitu melalui interaksi intrepersonal maupun media sosial, (2) Tahap Persuasi, terdapat keuntungan relatif dan komplesitas yang menarik individu untuk mencari tahu lebih jauh terkait inovasi kebijakan program SIMPONI, (3) Tahap Keputusan, terdapat dorongan dan hambatan yang menjadi pertimbangan individu untuk mengadopsi inovasi kebijakan, (4) Tahap Implementasi, terdapat komitmen yang diberikan Satpas Polresta Malang Kota dalam meningkatkan kualitas dalam layanan melalui evaluasi, (5) Tahap Konfirmasi, masyarakat merespon positif adanya inovasi layanan SIMPONI sebagai layanan SIM. Penerimaan masyarakat terhadap adanya inovasi kebijakan melalui program SIMPONI sebagai layanan SIM sudah cukup baik. Dalam proses difusi inovasi kebijakan program SIM Polisi RW Melayani (SIMPONI) masyarakat menunjukkan meskipun terdapat beberapa kekurangan dalam beberapa aspek, yaitu terkait sosialiasinya yang kurang melibatkan masyarakat secara langsung, keterbatasan akses layanan, serta hambatan dalam penyaluran informasi dari Ketua RT ke masyarakat. Saran: Melibatkan adanya masyrakat dengan indikator individu min. 17 tahun belum memiliki SIM dan bisa berkendara, Polisi RW melakukan konfirmasi terhadap Ketua RT/RW terkait informasi kepada masyarakat, peningkatan layanan dengan memanfaatkan teknologi agar layanan dapat diakses warga Kota Malang yang berada di luar kot

    Analisa Laju Erosi dan Arahan Konservasi Lahan Berbasis Sistem Informasi Geografis pada Sub DAS Way Rarem, Provinsi Lampung,

    No full text
    Sub DAS Way Rarem merupakan bagian dari DAS Tulang Bawang yang terletak diantara Kabupaten Lampung Utara dan Lampung Tengah. Penggunaan lahan yang tidak menyesuaikan kaidah konservasi menjadi salah satu faktor penyebab kekritias DAS yang berakibat pada bencana banjir di Sub DAS Way Rarem. Studi ini bertujuan untuk menganalisa laju erosi, Indeks Bahaya Erosi, dan memberikan arahan konservasi berupa skenario tata guna lahan yang sesuai dengan kondisi Sub DAS Way Rarem. Data yang diperlukan pada studi ini diantaranya, data hujan bulanan, jumlah hari hujan, data hujan harian maksimum untuk menghitung nilai erosivitas, Peta Jenis Tanah untuk menghitung nilai erodibilitas tanah, Peta Kemiringan Lereng untuk mendapatkan nilai LS, dan Peta Tata Guna Lahan tahun 2019 dan 2023 untuk menentukan nilai CP. Diperluka dua tata guna lahan untuk mengevaluasi apakah sudah dilakukan arahan konservasi dalam kurun waktu lima tahun. Beberapa faktor tersebut kemudian dilakukan overlay dan dilakukan perhitungan laju erosi dengan menggunakan metode USLE dengan bantukan aplikasi ArcGIS 10.4. Laju erosi yang terjadi pada Sub DAS Way Rarem pada tahun 2019 adalah 21.933,9 ton/ha/tahun, sedangkan laju erosi yang terjadi pada tahun 2023 adalah 14.187,4 ton/ha/tahun. Hasil analisa Indeks Bahaya Erosi pada Sub DAS Way Rarem dikateogrikan menjadi 4 kategori, dimana pada kedua tata guna lahan didominasi oleh kategori ‘sangat tinggi’, pada tahun 2019 seluas 62,5% dari luas total DAS dan pada tahun 2023 seluas 46,54% dari luas total DAS. Arahan konservasi mempertimbangkan beberapa faktor, yaitu fungsi kawasan, Indeks Bahaya Erosi, dan hasil survey lapangan. Arahan konservasi yang dipertimbangkan adalah konservasi vegetatif, mekanis, dan vegetatif-mekanis. Dari hasil analisa dengan ketiga konservasi, didapatkan bahwa konservasi secara vegetative-mekanis paling efektif dalam mengurangi laju erosi, yaitu sebesar 66,98% dari kondisi eksisting

    Upaya Pengendalian Kualitas Defect Produk Sampo Menggunakan Metode FMEA pada Industri Kosmetik

    No full text
    Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang bergerak dalam bidang industri kosmetik dengan salah satu produksinya berupa sampo. Penelitian ini berfokus di salah satu divisi di perusahaan yaitu divisi produksi khususnya produksi Cultusia Shampoo Original Black With Extract Jahe & Minyak Zaitun. Pada rentang Juni hingga Agustus tahun 2023, PT Anugerah Familindo Utama memiliki masalah dengan adanya defect produk sampo tersebut yang melebihi standar yield yang sudah ditetapkan sebesar 2% pada setiap batch produksinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui defect produk tertinggi yang ada pada proses produksi, mengidentifikasi risiko kegagalan yang menjadi penyebab adanya defect produk, dan memberikan rekomendasi untuk dapat menanggulangi defect produk yang terjadi. Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 34 penyebab kegagalan dari seluruh proses produksi sampo yang bisa menimbulkan adanya defect produk. Berdasarkan hasil analisis FMEA didapatkan nilai RPN tertinggi pertama adalah mulut botol sampo yang terbuka akibat design mulut botol mudah longgar karena tidak sesuai dengan spesifikasi sehingga dapat menyebabkan kebocoran larutan sampo dari mulut botol. Nilai RPN tertinggi kedua adalah bottom cap kemasan sampo yang tidak mengunci sempurna karena design bottom cap yang tidak sesuai spesifikasi dimana pada saat ditekan ketika proses filling cairan sampo, bottom cap kerap rusak karena tidak kuat menahan tekanan mesin. Oleh karena itu diberikan\ud rekomendasi perbaikan berupa design improvement dari mulut botol yang menyambung dengan klep botol sampo dan bottom cap yang memiliki 3 ulir disertai dengan lapisan karet, selain itu terdapat penyusunan Standar Operasional Prosedur terhadap proses filling agar para pekerja bisa mengerti runtutan yang harus dilakukan dalam menjalani proses produksi khususnya pada proses filling, sehingga dengan demikian dapat menekan adanya defect yang muncul atas kelalaian para pekerja

    Pengaruh Paparan Sub Akut Mikroplastik Per Inhalasi terhadap Kadar Malondialdehyde (MDA) dan Ketebalan Endometrium Tikus Putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar Betina

    No full text
    Sampah plastik menyebabkan pencemaran lingkungan, plastik jenis polietilen dan polivinil klorin merupakan plastik yang mudah ditemui di kehidupan sehari-hari karena sering digunakan. Plastik mengalami degradasi menjadi ukuran yang lebih kecil yang disebut mikroplastik. Salah satu sumber eksogen seperti particular matter (PM) dapat menyebabkan menyebabkan reactive oxidative stress (ROS) karena dapat menyebabkan kerusakan mitokondria. Mikroplastik merupakan salah satu sumber particular matter (PM) karena memiliki ukuran yang kecil (< 5 mm). Mikroplastik dapat masuk melalui inhalasi dan berdampak pada tubuh dan menyebabkan terjadinya stres oksidatif. Pada organ uterus dapat menumpuk mikroplastik. Secara alami saat stres oksidatif relatif rendah, faktor transkripsi menginduksi penetralan racun (detoksifikasi) dan enzim antioksidan seperti superoksida dismutase (SOD), katalase (CAT) dan glutathione (GSH) yang berperan melawan reactive oxidative stress (ROS) untuk mencegah dampak dari ROS seperti kerusakan sel. Namun jika respon perlindungan gagal atau tidak mampu mengatasi peningkatan ROS, akan menyebabkan kerusakan oksidatif. Stres oksidatif menyebabkan reactive oxidative stress (ROS) berlebihan sehingga pro-oksidan dan oksidan tidak seimbang dan berdampak pada kerusakan sel dan menyebabkan terjadi perubahan histopatologi dan kinerja organ reproduksi. Malondialdehyde (MDA) digunakan sebagai biomarker stres oksidatif dalam menilai tingkat kerusakan sel atau jaringan. Mikroplastik memiliki kandungan ftalat yang mampu menurunkan konsentrasi estradiol dan berdampak pada ketebalan endometrium. Penelitian ini merupakan true experimental dengan pendekatan randomized post test only control group design. Sampel berjumlah 17 ekor tikus betina dibagi 3 kelompok secara acak dengan kelompok kontrol, kelompok PE (paparan mikroplastik polietilen dosis 15 mg/m3 ) dan kelompok PVC (paparan mikroplastik polivinil clorin dosis 15 mg/m3 ). Perlakuan dilakukan selama 28 hari di Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dengan memberikan paparan mikroplastik selama 4 jam/hari menggunakan inhaler chamber dan blower. Kemudian dilakukan pembedahan pada saat fase proestrus dan dilakukan pemeriksaan kadar malondialdehyde (MDA) dengan metode TBARs dan ketebalan endometrium dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE). Hasil penelitian ditemukan pengaruh signifikan pada kadar malondialdehyde (MDA) dengan nilai signifikansi 0.003 dilanjutkan dengan uji Post Hoc dan hasilnya adalah kelompok PE memiliki perbedaan signifikan antar kelompok. Pada ketebalan endometrium, tidak ditemukan pengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0.884. Mikroplastik PE berpengaruh terhadap peningkatan kadar malondialdehyde (MDA) karena dapat melepaskan senyawa antimoni trioksida yang menyebabkan stres oksdidatif. Selain itu, kadar MDA yang rendah pada paparan mikroplastik PVC disebabkan karena mikroplastik PVC dapat meningkatkan kadar SOD, CAT dan GSH. Sedangkan ketebalan endometrium pada kelompok perlakuan PE dan PVC dibanding dengan kelompok kontrol relatif berkurang, namun perbedaan tersebut tidak mencapai signifikansi statistik antar kelompok (p> 0.05). Ketebalan endometrium dipengaruhi oleh hormon estrogen karena menyebabkan lapisan endometrium yang menyuplai nutrisi ke endometrium. Peningkatan reactive oxidative stress (ROS) berdampak pada fungsi hipotalamus dalam memproduksi FSH sehingga mengganggu folikulogenesis serta mengurangi jumlah folikel antral. Penurunan jumlah folikel antral berdampak pada penurunan jumlah estrogen karena folikel antral merupakan tempat memproduksi hormon estrogen. Diketahui bahwa kandungan ftalat dalam mikroplastik memiliki peran penting dalam ketebalan endometrium karena ftalat dapat mengurangi kadar estradiol yang berdampak pada menipisnya endometrium. Setiap mikroplastik memiliki konsentrasi ftalat yang berbeda berdasarkan perilaku penyerapan ftalat pada jenis mikroplastik tersebut. Mikroplastik jenis polietilen (PE) lebih mudah menyerap ftalat dibandingkan dengan mikroplastik jenis polivinil klorin (PVC). Paparan sub akut mikroplastik per inhalasi mempengaruhi kadar malondialdehyde (MDA) uterus tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar betina. Sedangkan paparan sub akut mikroplastik per inhalasi tidak mempengaruhi ketebalan endometrium tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar betina. Saran untuk peneliti berikut agar dapat mengamati konsentrasi mikroplastik PE dan PVC yang masuk, biomarker stres oksidatif lain dan kadar estrogen setelah paparan mikroplastik PE dan PV

    Pengaruh Lagu Bahasa Jepang Terhadap Pembelajaran Keterampilan Bahasa Mahasiswa Pembelajar Bahasa Jepang Universitas Brawijaya

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh lagu Bahasa Jepang terhadap pembelajaran keterampilan bahasa, menggunakan tiga teori pembelajaran keterampilan bahasa melalui lagu Anggriani et all (2022, hal.52) sebagai teori pembelajaran keterampilan menyimak serta berbicara, Suseno (2018, hal. 180) sebagai teori pembelajaran keterampilan menyimak dan Lavery (2001, hal. 88) sebagai teori pembelajaran menyimak. Teori yang dipakai sebagai variabel x dan y sebagai hasil dari mendengarkan lagu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, telah diperoleh data sebanyak 63 responden dari dua jurusan Pendidikan Bahasa Jepang dan Sastra Jepang. Hasil penelitian didapatkan menyimak dan berbicara mendapatkan pengaruh terbesar dari mendengarkan lagu Bahasa Jepang. Hasil tersebut didapatkan dari pengujian menggunakan uji f 52,295 > 2,76, uji t 5,076 > 1,525 serta probabilitas, hasil ketiga pengujian didapatkan Ho ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat pengaruh lagu bahasa jepang pada pembelajaran Bahasa Jepang

    Perbandingan Model Hidden Markov, Gaussian Mixture, Dan Kalman Filter Dalam Klasifikasi Vorteks Pada Data Spasiotemporal Menggunakan Algoritma Ekspektasi-Maksimasi (Em)

    No full text
    Samudra Hindia adalah area yang sangat penting untuk perubahan iklim global karena berpengaruh terhadap sirkulasi atmosfer dan lautan di seluruh dunia. Pembentukan putaran vorteks di bagian selatan Samudra Hindia adalah salah satu fenomena yang dapat memengaruhi cuaca di Benua Maritim Indonesia (BMI) bagian barat (-19°LU–7°LS dan 75°–105°BT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik vorteks tersebut dan dampaknya terhadap aktivitas konvektif di BMI. Penelitian dilakukan dengan resolusi temporal dan spasial, yaitu tiap satu jam dan 0,25° × 0,25° selama periode monsun timur (Mei–September, 2022) dengan data Suhu Permukaan Laut (SPL), Potensi Vortisitas (PV), dan Kelembapan Relatif (RH) dari European Re-Analysis (ERA5). Pada penelitian ini diseleksi 15 sistem vorteks yang dibagi menjadi dua yaitu West di lokasi 75°– 90°BT dengan studi kasus sejumlah 9 dan East di lokasi 90°– 105°BT dengan studi kasus sejumlah 6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Kalman Filter lebih baik dari Model Hidden Markov dan Gaussian Mixture. Hal tersebut dikarenakan Model Kalman Filter memiliki nilai MAPE terbaik untuk wilayah West sebesar 0,167 dan East sebesar 0,009

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇