137686 research outputs found
Sort by
Optimasi Ukuran Partikel, Konsentrasi HCl dan Konsentrasi CaCl2 Terhadap Karakteristik Fisikokimia Alginat Dari Rumput Laut Cokelat Sargassum polyceratium
Alginat merupakan polisakarida yang ditemukan pada rumput laut cokelat.
Alginat dapat diperoleh dari rumput laut cokelat seperti Sargassum, Turbinaria, dan
Padina. Alginat dapat dimanfaatkan pada industri pangan sebagai pengemulsi,
pengental, pembentuk gel, stabilizer. Manfaat industri non pangan alginat bidang
farmasi dan kedokteran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi ukuran partikel, konsentrasi
asam klorida (HCl), dan konsentrasi kalsium klorida (CaCl2) terhadap karakteristik
fisikokimia alginat dari S. polyceratium berdasarkan ukuran partikel bahan baku,
konsentrasi HCl, dan konsentrasi CaCl2. Penelitian ini dilakukan dari januari hingga
mei 2024 di Laboratorium Perekayasaan Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan
Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya serta Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN).
Metode yang digunakan adalah metode eskperimen. Optimasi dilakukan
menggunakan software Design Expert, metode Respon Surface Methodology
(RSM) menggunakan desain Box Behnken Design (BBD). S. polyceratium yang
digunakan berasal dari Pesawaran, Lampung selatan. Penelitian ini terdiri dari 2
tahapan, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian
pendahuluan diawali dengan menentukan titik tengah dari masing-masing faktor,
yaitu ukuran partikel, konsentrasi HCl, konsentrasi CaCl2. Pada penelitian utama
dilakukan penentuan proses optimasi produksi karaginan dengan Design Expert
versi 12 menggunakan metode RSM dengan desain BBD. Setelah itu, dilakukan
analisis karakteristik fisikokimia alginat dilakukan uji terhadap rendemen,
viskositas, derajat putih, kadar abu, abu larut asam, protein, lemak dan FTIR.
Kombinasi perlakuan ukuran partikel, konsentrasi HCl, dan konsentrasi
CaCl2 memberikan pengaruh tehadap karakteristik fisikokimia alginat yaitu
rendemen 56,54%, viskositas 40,87 cP, kadar air 11,50%, kadar abu 60,00%, dan
telah mencapai standar FCC kecuali kadar abu. Perlakuan tidak memberikan
pengaruh karakteristik fisikokimia alginat yaitu derajat putih 73,38, kadar abu tak
larut asam 0,42%, protein 0,33% dan lemak 1,56
Studi Manajemen Pelaksanaan Proyek Pembangunan Main Dam Pada Bendungan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo Dengan Metode Fasttrack Dan Crashing
endungan Bulango Ulu yang terletak di di Sungai Mongiilo, Terletak di Desa Tuloa,
Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. adalah salah satu
upaya penanganan untuk mengatasi permasalahan banjir di provinsi Gorontalo. Dalam
pembangunan Main Dam pada Bendungan Bulango Ulu merupakan proyek perekayasaan yang
berskala besar. Oleh sebab itu dalam pembangunannya banyak aktivitas, biaya, sumber daya
dan instansi maupun individu yang terlibat di dalamnya. Sampai saat ini pelaksanaan
pembangunan Bendungan Bulango Ulu masih dalam tahap pelaksanaan. Sehingga diperlukan
adanya suatu metode pengaturan untuk mengkoordinasikan suatu kegiatan, sumber daya, dan
pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, agar proyek dapat mencapai waktu, biaya dan kualitas
secara optimal.
Dalam studi ini yang dianalisa adalah pelaksanaan Main Dam Bendungan Bulango Ulu.
Pekerjaan yang dikaji hanya pekerjaan sipil. Sebelum melakukan penjadwalan Langkah yang
dilakukan adalah menentukan metode pelaksaan perkerjaan untuk mendapat jenis-jenis sumber
daya yang dibutuhkan. Setelah didapatkan kebutuhan sumber daya maka dilakukan
perhitungan produktivitas alat, produktivitas pekerja serta kebutuhan material. Langkah
selanjutnya adalah menganalisis Harga Satuan Pekerjan yang digunakan untuk mendapatkan
Rencana Anggaran Biaya dengan cara mengalikan harga satuan dengan volume setiap
pekerjaan. Kemudian melakukan estimasi durasi dan dilanjutkan dengan membuah hubungan
ketergantungan tiap pekerjaan. Setelah itu menganalisis rencana kerja pelaksanaan proyek
dengan menggunakan dua alternatif. Alternatif yang dilakukan pada studi ini adalah Fasttrack
dan Crashing penambahan jam lembur. Kemudian melakukan dilakukan penjadwalan
menggunakan Microsoft Project Manager 2019. Hasil yang didapatkan adalah berupa kurva S,
waktu dan jumlah kebutuhan sumber daya yang akan dievaluasi kembali dan dipilih alternatif
mana yang paling optimal.
Berdasarkan hasil penjadwalan pelaksanaan konstruksi Main Dam Bendungan Bulango
Ulu didapat durasi selama 749 hari dengan biaya sebesar Rp 724,736,896,813. Setelah
dilakukan optimasi menggunakan alternatif Fasttrack didapat durasi selama 697 hari atau lebih
cepat 52 hari dari waktu kontrak dengan efektivitas durasi sebesar 6,9% dengan biaya sebesar
Rp 723,215,900,601 (dengan selisih biaya dari kontrak sebesar Rp1,520,996,212 dan efisiensi
biaya 0.21% dari biaya kontrak. Sedangkan dengan alternatif Crashing penambahan jam
lembur didapat durasi selama 722 hari atau lebih cepat 27 hari dari waktu kontrak dengan
efektivitas durasi 3,6% dengan biaya sebesar Rp 706,895,595,250 dengan selisih biaya dari
kontrak sebesar Rp17,841,301,563.70 dan efisiensi biaya 2.46% dari biaya kontrak.
Berdasarkan alternatif tersebut maka alternatif yang dipilih untuk percepatan jadwal
pelaksanaaan konstruksi Main Dam Bendungan Bulango Ulu adalah alternatif dengan
Crashing penambahan jam lembur
Evaluasi Program Pemberdayaan Kampung Keluarga Berencana (KB), (Studi pada Desa Senggreng Kabupaten Malang)
Program Kampung Keluarga Berencana (Kampung KB) merupakan suatu program
yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan
masyarakat di tingkat Desa. Desa Senggreng Kabupaten Malang merupakan salah
satu desa di Kabupaten yang melaksanakan program tersebut. Dengan terbentuknya
Program Kampung KB di Desa Senggreng diharapakn dapat meningkatkan
kesadaran warga masyarakat akan pentingnya ber-KB sehingga dapat berdampak
pada kualitas dan kesejahteraan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan Program Kampung KB serta
mengevaluasi keberhasilan program menggunakan model evaluasi formatif yaitu
evaluasi yang dilaksanakan ketika program masih berjalan. Penelitian ini adalah
penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian yang
digunakan mencangkup pelaksanaan program, faktor penghambat dan pendukung,
tujuan serta dampat yang dianalisis menggunakan evaluasi formatif. Data penelitian
diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif model Miles,
Huberman dan Saldana. Pelaksanaan program Kampung KB di Desa Senggreng
sudah berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan dari program Kampung KB tetapi
masih terdapat beberapa hambatan yang terjadi. Hambatan tersebut adalah
1) Kurangnya kesadaran warga masyarakat terkait program Kampung KB,
2) Kurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Kampung KB dikarenakan
adanya pengaruh eksternal dari warga masyarakat itu sendiri
Javanese Speech Levels of the Function Words Spoken by Farmers in Sraturejo Village
Bahasa Jawa merupakan bahasa Austronesia yang umumnya digunakan di
beberapa daerah di Pulau Jawa, Indonesia. Salah satu karakteristiknya yang
terkenal adalah penerapan tingkat tutur untuk menyiratkan beragam derajat
kesopanan. Tingkat tutur dapat dibedakan menjadi Ngoko (Ng), Madya (Md), dan
Krama (Kr). Tingkat tutur sebuah ujaran biasanya dapat diidentifikasi dengan
melihat kata fungsinya. Penelitian ini menganalisa tingkat tutur 4 petani di Desa
Sraturejo dengan mengamati kata fungsi ujaran mereka. Sebagai petani, di luar
masa tanam dan panen mereka perlu bekerja sampingan untuk mencukupi
kebutuhan hidup. Selama bekerja sampingan, besar kemungkinan untuk para
petani mengadopsi cara bicara orang-orang yang sering merek temui. Penelitian
ini menerapkan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data diperoleh
melalui wawancara dan observasi narasumber. Untuk menganalisa data, peneliti
menggunakan teori tingkat tutur Bahasa Jawa oleh Poedjosoedarmo dkk. (2013).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua petani yang berpartisipasi lebih suka
berbicara Ngoko (Ng) dan menggunakan Krama (Kr) hanya pada acara tertentu.
Mereka juga kurang familiar dengan istilah Madya (Md). Selain itu, petani yang
bekerja sampingan di sekitaran desa memiliki opini yang partikular mengenai
penggunaan Bahasa Jawa ngoko. Mereka beranggapan bahwa bahasa dan
tingkat tutur selain Bahasa Jawa ngoko tidak diperlukan saat berinteraksi dengan
orang yang familiar. Sementara itu, petani yang bekerja sampingan di kota besar
terdekat terlihat lebih fleksibel saat bergonta-ganti tingkat tutur dan lebih terbuka
pada perbedaan bahasa dibandingkan dengan petani yang bekerja sampingan di
sekitaran desa
Pengaruh Agile Governance Terhadap Kualitas Pelayanan Publik (Studi pada Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang)
Air merupakan salah satu kebutuhan primer yang memiliki peranan penting dan
strategis untuk mendukung segala aktivitas masyarakat. Kebutuhan layanan
berkualitas standar guna menghasilkan ekspektasi yang baik, seharusnya menjadi
suatu tujuan sebuah intitusi dalam melayani masyarakat. Pelayanan yang cepat dan
tepat merupakan salah satu harapan bagi masyarakat demi memenuhi kebutuhan
publik. Asumsinya, dengan adanya pelayanan yang cepat akan berdampak pada
kualitas layanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
menganalisis pengaruh agile governance terhadap kualitas pelayanan publik di
Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian explanatory research. Terdapat
dua variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas adalah agile governace serta
variabel terikat adalah kualitas pelayanan. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh masyarakat yang menerima layanan dari Perumda Tugu Tirta Kota Malang
dengan sampel sebanyak 100 orang responden. Analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial yakni uji regresi
linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai t hitung sebesar 6,436,
sedangkan nilai t tabel sebesar 1,984. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai t
hitung > t tabel, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah H0 ditolak dan Ha
diterima. Selain itu, nilai signifikansi t sebesar 0,000 lebih kecil daripada 0,05, yang
juga berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat
pengaruh antara agile governance dan kualitas pelayanan. Saran dari penelitian ini
adalah Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang dapat lebih responsif dan
cepat tanggap terhadap kebutuhan dan keluhan yang disampaikan oleh pelanggan.
Perlu adanya perbaikan prosedur pelayanan dan kapasitas aparatur dalam
meningkatkan kualitas pelayanan
Pemahaman Intonasi Modalitas Ne Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Angkatan 2020 Universitas Brawijaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman mahasiswa dalam
melafalkan intonasi dari modalitas ne bahasa Jepang. Penelitian yang dilakukan
fokus terhadap modalitas ne. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori
intonasi ne yang digagas oleh Koori Shiro pada tahun 2016. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan cara
penggambaran analisis secara rinci. Data dalam penelitian ini didapat dari
responden berupa mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang angkatan 2020 Universitas
Brawijaya untuk dianalisis pemahaman intonasinya dalam mengucapkan fungsi
yang dimaksud dengan total data sebanyak 20 data. Kemudian dalam penelitian ini
menggunakan teknik rekam, yang mana responden diminta untuk merekam suara
mereka sendiri dengan menggunakan kalimat yang diambil dari buku Minna No
Nihongo Chuukyuu 2. Data yang diperoleh peneliti sebanyak 20 data untuk
dianalisis intonasinya. Hasil menunjukkan bahwa 8 dari 10 responden sudah dapat
atau sudah memahami modalitas ne pada fungsi konfirmasi. Sedangkan pada fungsi
persetujuan, 7 dari 10 responden sudah dapat memahami intonasinya dengan benar
dan tepat. Jadi sebagian besar dari responden sudah memahami dari kedua fungsi
tersebut
Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kesuksesan Sistem Informasi Lapor Dik Melalui Kepuasan Pengguna (Studi Kasus Pada PKBM Permata Bangsa, PKBM Mekar Asri, Dan PKBM ICI)
Peningkatan yang terjadi pada anak putus sekolah setiap tahunnya menjadi
perhatian bagi pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Adanya
perkembangan sistem informasi menjadi langkah yang tepat untuk mengatasi
permasalahan anak putus sekolah oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya melalui
sistem Lapor Dik. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menilai
pengaruh yang diberikan kualitas layanan terhadap kesuksesan sistem informasi
Lapor Dik melalui kepuasan pengguna yaitu siswa outreach Kejar Paket.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan
metode survei. Pada penelitian ini digunakan skala pengukuran menggunakan Skala
Likert. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa outreach Kejar Paket di Surabaya
pada PKBM Permata Bangsa, PKBM Mekar Asri, dan PKBM Insan Cerdas
Indonesia (ICI) yang berjumlah 112 orang dengan sampel menggunakan rumus
Slovin didapatkan bahwa sampel berjumlah 53 sampel penelitian yang terdiri dari
siswa outreach Kejar Paket A, Paket B, dan Paket C. Teknik analisis data
menggunakan statistic deskriptif dan analis structural equation modelling (SEM).
Pada analisa inner model diperoleh hasil R Square sebesar 0,660 yang
berarti 66% tingkat kepuasan pengguna yang dipengaruhi oleh kualitas layanan
dengan kategori substansial dan 43,4% untuk manfaat-manfaat bersih yang
dipengaruhi oleh kualitas layanan dengan kategori moderat. Hasil uji hipotesis
menghasilkan p values 0,0001,96 dengan artian terdapat
adanya pengaruh yang signifikan antara kualitas layanan terhadap kesuksesan
sistem informasi melalui kepuasan pengguna pada studi kasus di PKBM terkait di
Surabaya
Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Penanganan Stuntig di Kelurahan Tlogomas Kota Malang
Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terhambat sehingga tinggi
badannya lebih pendek dibandingkan dengan standar usia anak seusianya. Stunting
menjadi kebijakan prioritas nasional. Kelurahan Tlogomas menjadi kelurahan
dengan pravelensi stunting tertinggi di Kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mendeskripsikan dan menganalisis tahapan pemberdayaan masyarakat dalam
upaya penanganan stunting di Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Penelitian ini
menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian
ini berlokasi di Kota Malang, sedangkan situsnya berada di Kelurahan Tlogomas.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari
hasil wawancara dan data sekunder yang diperoleh dari dokumen terkait. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Tahap pemberdayaan masyarakat dalam
penanganan penurunan stunting di Kelurahan Tlogomas ada 3 Tahap yaitu Tahap
Penyadaran, dengan melakukan sosialisasi dan penyuluhan terhadap keluarga
rentan mengenai pencegahan stunting. Tahap kedua tahap pengkapasitasan, dimana
kader dan masyarakat diberikan peningkatan kapasitas berupa pelatihan,
pembinaan, workshop, dan restrusktur organisasi untuk penguatan kader dalam
pemberdayaan, dan terakhir tahap pendayaan, dimana masyarakat sasaran diberikan
daya dengan pemberian PMT, pendampingan terhadap balita stunting dan Ibu
Hamil. Terdapat faktor pendukung dan penghambat juga dalam proses
pemberdayaan masyarakat ini
Studi Pemutakhiran GMPE dan Katalog Gempa Bumi Pada Wilayah Surabaya Sebagai Pengembangan Peta Gempa Untuk Mendeterminasi Bahaya Gempa Bumi.
Analisis seismik sangat penting seiring dengan perkembangan tata ruang suatu
wilayah, terlebih pada negara yang dilewati oleh jalur tektonik aktif seperti di Indonesia.
Kondisi geografis Indonesia yang berada di daerah pertemuan lempeng-lempeng besar dunia
yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik yang menyebabkan
wilayah Indonesia memiliki banyak potensi ancaman bahaya berupa gempa bumi. Bencana
yang diakibatkan oleh gempa bumi cukup beragam, diantaranya seperti kegagalan struktur
pada bangunan, tanah longsor, tsunami, bahkan fenomena likuifaksi.
Surabaya merupakan salah satu kota terbesar di Jawa Timur yang dilalui oleh dua
patahan bumi yang diperkirakan masih aktif dan diduga suatu saat besar kemungkinan
menimbulkan gempa bumi dengan kekuatan besar. Dua segmen patahan tersebut berasal dari
segmen patahan Kendeng, yaitu patahan Kendeng segmen Surabaya dan segmen Waru.
Usaha untuk memprediksi kapan, dimana dan berapa kekuatan gempa bumi sampai saat ini
masih belum tepat, maka usaha yang paling baik untuk diupayakan adalah dengan cara
mitigasi bencana gempa bumi (seismic hazard analysis) untuk mengkaji rencana tata ruang
dan wilayah.
Pembuatan peta bahaya gempa berskala nasional adalah salah satu bagian dari
mitigasi resiko guna meminimalisir kerugian materiil dan immaterial akibat kejadian gempa.
Sejarah perkembangan peta bahaya gempa di Indonesia diawali dengan pembuatan bahaya
gempa yang dimuat dalam SNI Beton Indonesia tahun 1966 hingga Peta Sumber Bahaya
Gempa tahun 2017. Namun, seiring berjalannya waktu dan kejadian gempa, maka perlu
dilakukan kajian pengembangan peta gempa sebagai upaya mitigasi. Dalam peta gempa
2017, katalog data gempa yang digunakan hanya sampai pada tahun 2016. Oleh karena itu
dalam penelitian ini mengusulkan data kegempaan hingga tahun 2022. Di sisi lain,
persamaan untuk mengestimasi tingkat goncangan tanah akibat gempa (GMPE) juga perlu
dikembangkan mengingat wilayah Indonesia belum memiliki persamaan GMPE tersendiri,
sehingga persamaan GMPE masih mengadopsi dari negara lain yang memiliki karateristik
tektonik yang mirip dengan wilayah Indonesia, seperti NGA-West2 (2014) untuk sumberx
gempa shallow crustal, BC-Hydro (2012) untuk subduksi megathrust, Zhao et al. (2006) dan
Abrahamson et al. (2018) untuk sumber gempa Benioff.
Studi ini menyajikan bahaya kegempaan dengan metode Probabilistic Seismic
Hazard Analysis (PSHA) di wilayah Jawa, khususnya Surabaya yang memiliki konsentrasi
penduduk dan bisnis terbesar di Jawa Timur. Analisis bahaya seismik mencakup sesar aktif,
subduksi, serta database sumber gempa background yang diperbarui dan penggunaan
persamaan GMPE terkini. Metode logic tree juga digunakan untuk mengukur ketidakpastian
epistemik komponen parameter sumber. Studi ini menghitung Peak Ground Acceleration
(PGA) di batuan dasar (bedrock) dengan periode ulang 2475 tahun.
Hasil analisis menunjukkan bahaya seismik didominasi oleh sumber gempa background
dengan rentang nilai PGA 0.25 – 0.4 g. Sebagai pembanding dengan peta gempa 2017,
besaran nilai PGA untuk wilayah Surabaya relatif sama. Namun, pada bagian Utara
penelitian adanya peningkatan nilai PGA sebesar 0.05 – 0.1 g. Adanya kenaikan nilai PGA
tersebut disinyalir dari penggunaan data katalog gempa bumi dimana dalam peta sebelumnya
yang digunakan hanya sampai kejadian sampai pada tahun 2016, sedangkan dalam penelitian
ini menggunakan data tambahan, yaitu dari catatan gempa BMKG sampai pada tahun 2022.
Di samping itu, studi ini juga menyajikan analisa bahaya gempa bumi seperti likuifaksi
dalam bentuk peta mikrozonasi dengan mengkuantifikasi dari data geoteknik. Hasil
mikrozonasi yang didapatkan dari nilai LPI menunjukkan bahwa wilayah Surabaya
umumnya mengalami likuifaksi seperti kerusakan pada struktur tanah, adanya penurunan
tanah, dan pergeseran lateral di beberapa wilayah area Surabaya