University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Dampak Implementasi Kebijakan Pembangunan Wisata Kayutangan Heritage terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

    No full text
    Pembangunan suatu kawasan tentunya didasari oleh suatu kebijakan yang telah dirancang dan di implementasikan. Dalam pembangunan kawasan Kayutangan yang berdasarkan kebijakan Peraturan Daerah Kota Malang UU no 4 tahun 2011 dijelaskan bahwa Kayutangan merupakan kawasan potensial dan strategis terhadap tingkat sosial dan budaya . Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan dampak implementasi kebijakan pembangunan kawasan wisata kayutangan heritage terhadap UMKM di kawasan Kayutangan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode pendekatan kualitatif. Peneliti dalam hal ini akan mengutamakan kualitas, karakteristik dan keterkaitan antar kegiatan yang terjadi. Fokus dari penelitian ini adalah dampak implementasi kebijakan terhadap peningkatan jumlah pelaku usaha UMKM, peningkatan jumlah pendapatan UMKM, produktivitas usaha UMKM, sarana dan prasarana UMKM, peningkatan kualitas dan kreativitas UMKM. Lokasi penelitian ini berada di sepanjang kawasan wisata Kayutangan Heritage dan pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan para pelaku usaha UMKM dan pengurus UMKM sebanyak total 6 orang di kawasan wisata Kayutangan Heritage. Hasil dari penelitian ini adalah dampak implementasi kebijakan pembangunan di kawasan wisata kayutangan heritage yang dirasakan secara langsung oleh UMKM. Hal ini meliputi jumlah pelaku usaha, jumlah pendapatan dan ekonomi, produktivitas usaha, sarana dan prasarana serta tingkat kualitas dan kreativitas UMKM. Terdapat juga beberapa faktor-faktor yang menjadi kelemahan dan penghambat akibat adanya kebijakan pembangunan Kayutangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dampak kebijakan pembangunan kayutangan yang belum dirasakan secara signifikan bagi UMKM. Kemudian adanya beberapa faktor penghambat yang berpengaruh dalam perkembangan UMKM. Saran dari penelitian ini adalah pemerintah dan stakeholder harus mampu melakukan evaluasi terkait kebijakan bagi kondisi kawasan Kayutangan khususnya bagi para UMKM dikawasan ini

    Program Culling pada Peternakan Ayam Petelur Strain Isa Brown Umur 79 minggu dengan menggunakan Lama Days Off.

    No full text
    Culling pada ayam petelur merupakan usaha untuk memilih dan mengeluarkan ayam yang tidak diinginkan dari populasi peternakan. Ayam yang tidak efisien, mengalami penyakit, atau menghadapi masalah kesehatan lain akan dipilih untuk dikeluarkan. Program culling pada ayam petelur perlu dilakukan agar produktivitas ayam tetap terjaga. Salah satu faktor yang digunakan dalam pelaksanaan program culling adalah durasi istirahat bertelur (days off). Ayam petelur dengan periode days off yang terlalu lama dapat menjadi faktor utama yang menyebabkan kerugian dalam beternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah program culling dapat meningkatkan produktivitas ayam petelur dengan pendekatan lama days off ditinjau dari FCR dan konsumsi pakan. Metode penelitian yang digunakan yaitu non eksperimen dengan mengumpulkan data variabel yang ditentukan selanjutnya dilakukan analisis deskriptif terhadap berat telur, konsumsi pakan dan FCR. Materi yang digunakan yaitu 200 ekor ayam petelur strain Isa Brown berumur 79 minggu, kandang baterai untuk satu ekor ayam petelur umur 79 minngu, alat tulis untuk mencatat data, dan timbangan. Variabel yang diamati yaitu days off, FCR (Feed Conversion Ratio), berat telur, dan konsumsi pakan. Data yang diperoleh dari penelitian adalah jumlah days off, FCR harian, dan konsumsi pakan1,5 selama masa pengamatan. Didapatkan rata-rata days off dalam 20 hari penelitian dari 200 populasi ayam petelur yaitu 5,34 hari dengan days off tertinggi 20 hari dan terendah 0 hari. didapatkan juga rata-rata FCR dalah 20 hari penelitian yaitu 2,44 serta rata-rata konsumsi pakan satu populasi dalam 20 hari penelitian yaitu 22,75 kg. Hasil penelitian yang didapat dari simulasi program culling dengan days off 20 yaitu terdapat selisih nilai FCR sebesar 0,36 antara rata-rata FCR sebelum culling (2,44) dengan rata-rata FCR setelah culling (2,08). Pada konsumsi pakan terdapat selisih sebesar 3,37 kg antara konsumsi pakan per hari per populasi sebelum di culling (22,75 kg) dengan konsumsi pakan per hari per populasi setelah culling (21, 16 kg). Sedangkan, pada berat telur sebelum culling per hari (9,13 kg) menunjukkan selisih berat telur sebesar 0,24 dibanding dengan berat telur setelah culling (9,07 kg). Kesimpulan dari penelitian ini adalah program culling dapat meningkatkan produktivitas ayam petelur yang mana FCR dan konsumsi pakan dapat menurun sehingga tidak terjadi pemborosan pakan dan dapat menekan biaya produksi. Saran dari penelitian ini adalah peternak dapat melaksanakan program culling agar produktivitas ayam tetap terjaga dan dapat menekan biaya pakan

    Fungsi Sosial Ruang Terbuka Hijau bagi Masyarakat Perkotaan

    No full text
    Ruang Terbuka Hijau (RTH) tidak hanya digunakan untuk keperluan ekologis saja, melainkan memiliki peranan penting untuk kehidupan sosial masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di daerah perkotaan. Karakteristik masyarakat perkotaan yang cenderung individualistis dan memiliki tingkat stres yang tinggi. Kehadiran ruang terbuka hijau mampu memunculkan kontak sosial yang membantu kualitas hidup masyarakat perkotaan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan fungsi sosial yang dimiliki oleh ruang terbuka hijau kepada masyarakat. Menggunakan konsep sociospatial menurut Mark Gottdiener dan Ray Hutchison, penelitian ini membahas fungsi sosio-spasial dari Taman Layangan di Jakarta Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan peneliti melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Data kualitatif dianalisis berdasarkan lima elemen kunci dalam konsep socio-spatial menurut Gottdiener dan Hutchison, sebelum menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Layangan merupakan ruang yang memiliki konsekuensikonsekuensi sosial, baik nyata maupun laten. Konsekuensi nyata adalah antara lain tempat untuk silaturahmi, berolahraga, berkumpulnya keluarga kecil, tempat relaksasi dari kesibukan kota, tempat arisan, jalan sehat, tempat belajar anak sekolah, dan sebagai tempat bagi pasangan muda-mudi melakukan perbuatan tak senonoh. Konsekuensi laten meliputi kehadiran kelompok senam dan komunitas pengunjung Taman Layangan, memicu kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan pembangunan sosial taman, serta menimbulkan harapan untuk pemugaran taman lebih lanjut

    Uji Diagnostik Infrared thermography Berbasis Citra Digital Dalam Mendeteksi Neuropati Perifer Pada Kaki Diabetik Di Rumah Sakit Lavalette Kota Malang

    No full text
    Suhu kaki menjadi indikator dini terjadinya kaki diabetik. infrared thermography dapat menjadi alat yang efektif dan non-invasif untuk mencegah komplikasi kaki diabetik termasuk neuropati melalui skrinning perubahan suhu kaki. Penelitian ini bertujuan menguji nilai diagnostik Infrared thermography dengan biothesiometer, sebagai standar emas dalam mendeteksi neuropati perifer kaki diabetik. Penelitian cross sectional analitik ini melibatkan 140 responden DMT2 dan 100 responden sehat, menggunakan Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah infrared thermography dan biothesiometer, dengan analisis diagnostik. suhu infrared thermography diperoleh sensitivitas sebesar 72.9%, spesifisitas sebesar 60.4%, nilai duga positif sebesar 31.5%, nilai duga negatif sebesar 89.9%.dan akurasi sebesar 62.9%. Pada citra digtal warna merah infrared thermography diperoleh nilai sensitivitas sebesar 68.8%, spesifisitas sebesar 60.9%, nilai duga positif sebesar 30.6%, nilai duga negatif sebesar 88.6%dan akurasi sebesar 62.5%. Pada instrumen citra digtal warna hijau infrared thermography diperoleh sensitivitas sebesar 35.4%, spesifisitas sebesar 31.3 %, nilai duga positif sebesar 11.4% nilai duga negatif sebesar 65.9% dan akurasi sebesar 32.1%. Sedangkan pada instrumen citra digtal warna biru infrared thermography diperoleh hasil sensitivitas sebesar 64.6%, spesifisitas sebesar 60.4%, nilai duga positif sebesar 29%, nilai duga negatif sebesar 87.2% dan akurasi sebesar 61.3%. Infrared thermography memiliki potensi sebagai alat diagnostik alternatif dalam deteksi dini neuropati perifer kaki diabetik, dengan nilai sensitivitas dan spesifisitas yang cukup tinggi. Meskipun tidak secara signifikan lebih unggul dari standar emas biothesiometer. Infrared thermography menawarkan keamanan yang lebih karena non invasif

    Pengaruh Level Minyak Atsiri Kulit Jeruk Keprok (Citrus reticulata) Terhadap Perkembangan Vili Usus Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica)

    No full text
    Burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) merupakan salah satu unggas yang berpotensi dikembangkan dan dapat memenuhi kebutuhan protein hewani. Pakan memegang peranan terpenting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi burung puyuh. Hal ini mengakibatkan peternak harus memiliki cara alternatif dalam memanfaatkan pakan menjadi lebih efektif dan efisien. Salah satunya adalah memanfaatkan ekstraksi kulit buah (minyak atsiri). Kulit jeruk merupakan limbah yang potensial dimanfaatkan mengandung minyak atsiri yang dapat diaplikasikan sebagai feed additive pengganti Antibiotic Growth Promoter (AGP). Sebagian besar minyak jeruk mengandung limonene yang aktivitas biologisnya dikaitkan, termasuk antimikroba antioksidan, antiinflamasi, dan efek pada saluran cerna. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan minyak atsiri kulit jeruk sebagai feed additive untuk mengetahui level pemberian yang tepat terhadap perkembangan vili usus burung puyuh. Proses pembuatan ekstraksi kulit jeruk keprok dilaksanakan di Laboratorium Materia Medica, Batu menggunakan metode maserasi dan evaporasi dengan n-heksan (perbandingan sampel dengan pelarut yaitu 1:5). Selanjutnya pembuatan nano atsiri kulit jeruk hasil dari ekstraksi menggunakan pelarut acetate buffer dan bahan yang digunakan chitosan dan STTP dilakukan di Laboratorium Epidemiologi, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya. Proses pemeliharaan puyuh dilakukan di kandang puyuh Bapak Samsul RT 18, RW 06, Dusun Bunder, Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang dengan lama waktu selama 2 bulan terhitung mulai 14 September - 15 November 2023. Proses pembuatan preparat usus bagian ileum dilaksanakan di Laboratorium Satwa Sehat pada tanggal 20 - 27 November 2023. Penelitian yang dilaksanakan menggunakan burung puyuh Coturnix coturnix japonica, fase layer dengan jumlah 220 ekor berumur 18 - 26 minggu dan sampel preparat usus halus bagian ileum diambil sebanyak 20 ekor. Pakan puyuh yang digunakan merupakan pakan formulasi sendiri (selfmix) berbentuk mash. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (Pakan basal tanpa antibiotik) P0+ (Pakan basal dengan antibiotic zinc bacitrasin 0,15%) P1 (Pakan basal + minyak atsiri kulit jeruk keprok 0,10%) P2v (Pakan basal + minyak atsiri kulit jeruk keprok 0,20%) P3 (Pakan basal + minyak atsiri kulit jeruk keprok 0,30%). Variabel yang diamati adalah jumlah vili, tinggi vili, lebar basal dan apikal vili, kedalaman kripta, dan luas permukaan vili. Metode pada penelitian ini adalah percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan data dianalisis dengan analisis statistika menggunakan sidik ragam (ANOVA). Apabila terdapat hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan menggunakan uji jarak berganda Duncan’s. Hasil penelitian menujukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap perkembangan vili usus burung puyuh bagian ileum (jumlah vili, tinggi vili, lebar basal dan apikal vili, kedalaman kripta, dan luas permukaan vili). Rataan tertinggi pada jumlah vili diperoleh perlakuan PO+ (6,15 ± 1,71), Tinggi vili diperoleh perlakuan P3 (497,15 ± 142,94 ), lebar apikal vili diperoleh perlakuan PO+ (57,99 ± 11,05), lebar basal vili diperoleh perlakuan P2 (69,21 ± 11,01), kedalaman kripta diperoleh perlakuan P3 (92,56 ± 43,61), dan luas permukaan vili diperoleh perlakuan P3 (1308,94 ± 528,48). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan minyak atsiri kulit jeruk keprok pada level 0,30 % dalam pakan berpotensi untuk memperbaiki morfologi perkembangan vili ileum pada burung puyuh

    Efektivitas Ekstrak Dinding Sel Candida albicans Dalam Menurunkan Jumlah Koloni Salmonella Typhimurium DI HEPAR & LIEN MENCIT BALB/c

    No full text
    Demam tifoid, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Studi menggunakan Salmonella Typhi hidup pada hewan model memiliki berbagai tantangan. Salmonella Typhimurium, kerabat dekat Salmonella Typhi, menawarkan alternatif yang lebih aman karena memiliki virulensi yang serupa dan kemampuan menginfeksi mencit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ekstrak dinding sel Candida albicans yang mengandung β-glukan terhadap jumlah koloni bakteri Salmonella Typhimurium di hati dan lien mencit Balb/C. Penelitian in vivo ini menggunakan 20 mencit sebagai hewan coba dengan 5 kelompok perlakuan yaitu, kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif- mencit diinfeksi Salmonella Typhimurium, kelompok perlakuan 1- mencit yang diinfeksi Salmonella Typhimurium dan diberi dosis 150 µg ekstrak dinding sel C. albicans, kelompok perlakuan 2 - mencit yang diinfeksi Salmonella Typhimurium dan diberi dosis 300 µg ekstrak dinding sel C. albicans dan kelompok perlakuan 3 - mencit yang diinfeksi Salmonella Typhimurium dan diberi dosis 600 µg ekstrak dinding sel C. albicans selama 5 hari. Hasil dari uji One-way Anova, didapatkan nilai p di hepar = 0.022, nilai p di lien = 0.016 dan menjadi indikasi bahwa minimal ada dua kelompok yang rata-rata jumlah koloni Salmonella Typhimurium setelah perlakuan berbeda signifikan dan dapat disimpulkan bahwa pemberian dinding sel C.albicans yang mengandungi β-glukan dengan dosis 150 µg, diberikan kepada mencit Balb/C yang terinfeksi dengan Salmonella Typhimurium, efektif dalam menurunkan kolonisasi bakteri Salmonella Typhimurium di hepar dan lien

    Tindakan Pembebasan Bea Masuk Impor Mesin serta Barang dan Bahan dalam PMK 176/PMK. 011/2009 Berdasarkan Agreement on Subsidies and Countervailing Measures

    No full text
    Penelitian ini menganalisis indikasi pelanggaran Agreement on Subsidies and Countervailing Measures (SCM Agreement) oleh Pemerintah Indonesia yang diajukan Uni Eropa dalam Request for Consultation pada 22 November 2019 kepada Dispute Settlement Body (DSB). SCM Agreement merupakan salah satu perjanjian internasional di bidang perdagangan yang mengatur mengenai subsidi dan tindakan pembalasan. Indikasi pelanggaran oleh Pemerintah Indonesia tersebut adalah kebijakan pembebasan bea masuk yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 176/PMK.011/2009 tentang Pembebasan Bea Masuk atas Impor Mesin serta Barang dan Bahan untuk Pembangunan atau Pengembangan Industri dalam Rangka Penanaman Modal. Penulis menggunakan metode penelitian normatif dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Selanjutnya, penulis memperoleh bahan hukum primer, sekunder, dan tersier melalui teknik studi kepustakaan yang dilakukan secara daring ataupun luring. Dalam melakukan analisis, penulis menggunakan teknik interpretasi norma gramatikal, interpretasi norma sistematis, dan interpretasi perbandingan. Berdasarkan hasil analisis dan penelitian, penulis menemukan bahwa tindakan pembebasan bea masuk oleh Pemerintah Indonesia yang tertuang dalam PMK Nomor 176/PMK.011/2009 merupakan salah satu bentuk subsidi sebagaimana diatur dalam Pasal 1 SCM Agreement. Hal ini dikarenakan bahwa tindakan pembebasan bea masuk tersebut merupakan bentuk insentif fiskal, yakni sebagai pendapatan pemerintah yang seharusnya sudah jatuh tempo dan dapat dipungut namun tidak dipungut oleh pemerintah. Lebih lanjut, kebijakan pembebasan bea masuk tersebut juga telah memenuhi unsur-unsur insentif fiskal, yaitu adanya kontribusi keuangan, diberikan oleh pemerintah atau badan publik dalam wilayah negara anggota SCM Agreement, serta memberikan manfaat kepada penerimanya. Namun, penulis menemukan bahwa tindakan pembebasan bea masuk tersebut bukanlah suatu bentuk pelanggaran terhadap ketentuan subsidi yang dilarang sebagaimana diatur dalam Pasal 3 SCM Agreement. Hal ini dikarenakan subsidi tersebut tidak dapat dibuktikan telah menyebabkan penerima fasilitas pembebasan bea masuk lebih bergantung pada barang domestik dibanding barang impor. Berdasarkan hasil analisis tersebut, penulis menyimpulkan bahwa indikasi pelanggaran terhadap SCM Agreement oleh Pemerintah Indonesia sebagaimana diajukan oleh Uni Eropa kepada Panel DSB tidak dapat dibuktikan

    Peran Tim Kreatif Kids Tv Mnc Channels Dalam Upaya Mempertahankan Program Anak Di Pertelevisian Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran seorang tim kreatif Kids TV MNC Channels dalam upaya mempertahankan tayangan ramah anak di Indonesia baik itu tahap pra produksi, tahap produksi, dan tahap pasca produksi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif yang menekankan pada aspek analisis berpikir dengan tujuan untuk menjelaskan sebuah fenomena dengan mengumpulakn data sebanyak-banyaknya sesuai fakta di lapangan, yang kemudian disajikan dalam bentuk bahasa disertai dengan laporan yang rinci. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Dari penelitian yang telah dilakukan di lapangan, didapatkan hasil: (1) Tim Kreatif memiliki peran penting dalam tahap pra produksi, produksi, maupun pasca produksi. (2) Dalam tahap pra produksi, tim kreatif berperan dalam pengembangan ide dan berkoordinasi dengan seluruh crew yang terlibat. (3) Pada tahap produksi, tim kreatif berperan besar sebagai talent dan helper, selain itu seluruh proses syuting harus mengikuti arahan dari tim kreatif dikarenakan tim kreatif yang sangat memahami isi tayangan yang akan diproduksi (4) Di tahap pasca produksi, selain menyusun laporan keuangan tim kreatif juga akan membuat naskah voice over dan meminta grafis sebagai keperluan editing. Selain itu, tim kreatif juga akan melakukan preview editing untuk memastikan apakah tayangan layak dan ramah anak anak. (5) Tim kreatif dituntut untuk mampu mengatasi tantangan atau kendala yang terjadi selama proses produksi

    Keikutsertaan Psikolog Klinis Dalam Memberi Layanan Pada Anak Korban Kekerasan Di Kabupaten Jombang (Studi Efektivitas Pelaksanaan Pasal 7 Ayat (3) Huruf d Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Standar Layanan Perlindungan Perempuan Dan Anak)

    No full text
    Penulis megangkat masalah tidak adanya keterlibatan Psikolog Klinis dalam memberi layanan pada anak korban kekerasan di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Jombang (selanjutnya dapat disebut UPTD PPPA Kab.Jombang). Psikolog Klinis menjadi salah satu pihak yang memberi layanan pada anak korban kekerasan sebagaimana diatur pada Pasal 7 ayat (3) huruf d Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 2 Tahun 2022 tentang Standar Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak (selanjutnya disebut Permen PPPA No.2 Tahun 2022 tentang Standar Layanan PPA). Sehingga, terjadi ketidaksesuaian antara das sein dan das sollen. Didasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana efektivitas pelaksanaan Pasal 7 ayat (3) huruf d Permen PPPA No.2 Tahun 2022 tentang Standar Layanan PPA terkait keikutsertaan Psikolog Klinis dalam memberi layanan pada anak korban kekerasan di Kab.Jombang? (2) Apa hambatan dan upaya efektivitas pelaksanaan Pasal 7 ayat (3) huruf d Permen PPPA No.2 Tahun 2022 tentang Standar Layanan PPA terkait keikutsertaan Psikolog Klinis dalam memberi layanan pada anak korban kekerasan di Kab.Jombang?? Penulis menggunakan penelitian jenis sosio legal dengan pendekatan yuridis sosiologis. Data Primer, diperoleh dari UPTD PPPA Kab.Jombang melalui wawancara terbuka. Sedangkan Data Sekunder, diperoleh melalui artikel, buku, skripsi, jurnal, maupun internet, menggunakan teknis kepustakaan. Setelah itu dilakukan analisis deskriptif kualitatif. Setelah dilakukan penelitian, penulis memperoleh jawaban bahwa pelaksanaan Pasal 7 ayat (3) huruf d Permen PPPA No.2 Tahun 2022 tentang Standar Layanan PPA terkait keikutseraan Psikolog Klinis dalam memberi layanan pada anak korban kekerasan di Kab.Jombang tidak efektif karena 5 faktor yakni: faktor hukum: aturan belum terlaksana secara keseluruhan, faktor penegak hukum, tidak diikutsertakannya Psikolog Klinis pada dalam memberi layanan; faktor sarana prasarana, terbatasnya anggaran sehingga ketiadaan Psikolog Klinis yang seharusnya dilakukan dengan sistem jejaring atau mitra (membayar pihak luar) belum dilaksanakan; faktor masyarakat, adanya stigma apabila terjadi kekerasan terhadap anak tidak melaporkan melainkan diam saja; dan faktor kebudayaan, adanya budaya masyarakat di Kabupaten Jombang yang menutup-nutupi kasus kekerasan terhadap anak karena beranggapan suatu hal yang tabu atau sensitif

    Pengaruh Mulsa Plastik Hitam Perak dengan Sistem Irigasi Tetes pada Produksi Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) Varietas Inpari-32

    No full text
    Tanaman padi merupakan tanaman serealia yang berasal dari famili Poaceae dan menghasilkan biji-bijian atau biasa disebut dengan gabah. Padi dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi. Penanaman padi pada saat musim kemarau dapat menjadi lebih baik daripada musim hujan, namun harus memastikan bahwa irigasi selalu tersedia. Pemberian air yang efisien dapat dilakukan dengan menggunakan sistem irigasi tetes yang dapat menghemat air, terutama pada saat musim kemarau. Peningkatan produksi tanaman padi dilakukan dengan memodifikasi iklim mikro di sekitar tanaman menggunakan mulsa. Penggunaan mulsa plastik hitam perak ini baik untuk pertumbuhan tanaman padi, warna perak yang pada bagian atas dapat memantulkan cahaya matahari yang jatuh ke permukaan mulsa sehingga dapat meningkatkan proses fotosintesis pada tanaman, dan warna hitam yang diletakkan menghadap ke bawah dapat menjaga kelembaban tanah. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2023 sampai Februari 2024, bertempat di Kebun Percobaan Jatimulyo yang merupakan salah satu lahan FP UB. Metode penelitian ini disusun menggunakan Uji-T atau T-test yang terdiri dari satu faktor dengan ulangan berjumlah 20 kali. Perlakuan yang pertama adalah menggunakan metode konvensional, dan perlakuan yang kedua yaitu menggunakan teknologi mulsa plastik hitam perak (MPHPr) dengan sistem irigasi tetes. Pengamatan dilakukan pada 2 metode yang berbeda, yaitu secara non-destruktif yang dilaksanakan pada saat tanaman padi memasuki fase vegetatif dan vegetatif puncak, yaitu ketika tanaman berumur 30 HST dan 70 HST yang meliputi panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, jumlah anakan, dan jumlah anakan produktif. Metode kedua secara destruktif pada saat tanaman sudah berumur 110 HST yaitu saat panen, yang meliputi bobot gabah kering per tanaman, bobot gabah kering per m2, bobot gabah kering per hektar, dan total bobot kering per tanaman. Pengamatan dilakukan secara acak pada 20 tanaman sample pada setiap perlakuan. Data yang telah didapatkan dari hasil pengamatan pertumbuhan kemudian dianalisis menggunakan Uji-T dengan taraf 1% dan 5%. Hasil penelitian menunjukan pada parameter panjang tanaman, luas daun, dan indeks luas daun lebih tinggi pada perlakuan konvensional, namun pada parameter jumlah anakan dan jumlah anakan produktif menunjukkan hasil yang lebih tinggi pada perlakuan mulsa plastik hitam perak. Jumlah anakan produktif pada perlakuan MPHPr adalah 20,95 malai.tanaman-1 lebih tinggi 37,38% dibandingkan konvensional dengan jumlah anakan produktif 15,25 malai.tanaman-1. Pada perlakuan MPHPr dan konvensional berpengaruh nyata terhadap bobot kering total tanaman dan berpengaruh sangat nyata terhadap bobot kering hasil panen. Pada perlakuan MPHPr menghasilkan bobot kering sebesar 48,53 g.tanaman-1 sedangkan konvensional hanya 40,16 g.tanaman-1. Pada perlakuan MPHPr mampu memproduksi bobot gabah 20,5% lebih berat dibandingkan konvensional, yaitu pada mulsa plastik hitam perak sebesar 5,76 ton.ha-1 GKG, sedangkan bobot gabah pada plot konvensional hanya 4,78 ton.ha-1 GKG

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇