University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Optimalisasi Servicescape dan Personal Selling dalam Meningkatkan Loyalitas Nasabah pada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Taman Griya

    No full text
    Tujuan penelitian tugas akhir ini adalah untuk mengetahui penerapan servicescape dan personal selling pada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Taman Griya dalam upaya meningkatkan loyalitas nasabah, serta akan menghasilkan saran bagaimana cara mengoptimalkan servicescape dan personal selling dalam meningkatkan loyalitas nasabah. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah nasabah dan karyawan BRI Unit Taman Griya yang terdiri dari 1 orang staff bagian pemasar/mantri, 1 orang customer service, 1 orang teller, 1 orang satpam, serta 5 orang nasabah. Dari hasil penelitian yang telah penulis paparkan bahwa servicescape yang diterapkan oleh BRI Unit Taman Griya meliputi dimensi kondisi sekitar, tata ruang dan fungsionalitas, serta petunjuk dan simbol. Mengenai penerapan personal selling meliputi pendekatan, presentasi, pemecahan masalah, penutupan penjualan, dan pemeliharaan nasabah. BRI Unit Taman Griya telah menerapkan aspek pencahayaan, kualitas udara, kebersihan, desain interior dalam meningkatkan pengalaman nasabah. Disamping itu, terdapat aspek yang perlu dioptimalkan lebih lanjut dalam elemen warna, pencahayaan ruangan, tempat duduk, jumlah teller, implementasi sistem antrian, area parkir, dan tanaman indoor. Terkait penerapan personal selling BRI Unit Taman Griya telah memahami kebutuhan nasabah, memberikan presentasi produk yang menarik, mengatasi keberatan nasabah, menutup penjualan dengan menarik, serta melakukan tindak lanjut dan pemeliharaan hubungan dengan nasabah secara berkelanjutan. Penelitian ini menekankan pentingnya servicescape dan personal selling yang optimal dalam menumbuhkan hubungan yang kuat antara nasabah dan bank, yang pada akhirnya mengarah pada loyalitas nasabah jangka panjang

    Analisis Sebaran Nilai Erosi Lahan Dan Upaya Konservasi Pada Das Welang Kabupaten Pasuruan Jawa Timur

    No full text
    Bertambahnya jumlah manusia dan pemanfaatan sumber daya alam yang meningkat dengan tidak diiringi oleh tindakan konservasi yang seimbang akan menimbulkan kerusakan DAS. Perubahan tata guna lahan yang terjadi pada DAS Welang menyebabkan kawasan tersebut sering mengalami bencana banjir akibat meningkatnya erosi dan sedimentasi. Untuk menindaklanjuti permasalahan yang ada, maka dibutuhkan usaha konservasi lahan, baik berupa konservasi vegetatif maupun konservasi mekanis. Pada studi ini menggunakan model ArcSWAT untuk menghitung potensi erosi dan sedimentasi yang terjadi sehingga dapat memetakan sebaran Indeks Bahaya Erosi (IBE) pada DAS Welang sehingga dapat dilakukan usaha konservasi yang optimal. Berdasarkan hasil simulasi pada kondisi eksisting didapatkan rata-rata laju erosi eksisting sebesar 31,947 ton/ha/tahun dan sedimentasi 27,569 ton/ha/tahun. Hasil yang didapatkan dari analisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) terdapat 2 kriteria yaitu sedang dengan luas 29602,068 ha (61,3 % dari luasan lahan), kriteria tinggi dengan luas 18691,649 ha (38,7 % dari luasan lahan). Dengan menggunakan konservasi vegetatif berupa skenario penggunaan lahan yang baru berpedoman pada RLKT memperoleh nilai Indeks Bahaya Erosi (IBE) kriteria rendah dan kriteria sedang diperoleh hasil pemodelan berupa penurunan laju erosi pada DAS Welang yaitu dengan Indeks Bahaya Erosi (IBE) kriteria rendah dengan luas 5162,207 ha (10,69 % dari luasan lahan) dan kriteria sedang dengan luas 43131,510 ha (10,69 % dari luasan lahan). Hasil tersebut menunjukkan pelaksanaan usaha konservasi vegetatif (skenario) dapat mengurangi erosi maupun sedimen pada DAS Welang

    Reduksi Ripple Torsi pada Motor Induksi Tiga Fasa dengan Penyederhanaan Algoritma PI-DTC

    No full text
    Motor induksi menjadi jenis motor yang sering kali digunakan pada mobil listrik karena memiliki beberapa kelebihan dibandingkan jenis motor yang lain seperti harga yang lebih murah, kecepatan putar motor yang lebih tinggi dan memiliki konstruksi yang sederhana namun kuat. Namun, terdapat sebuah tantangan dalam mengendalikan torsinya. Pengendalian torsi pada motor induksi diperlukan sebagai suatu cara untuk memberikan kenyamanan saat berkendara. Proportional Integral Direct Torque Control (PI-DTC) dipilih sebagai salah satu metode yang mampu mengendalikan nilai torsi dengan kompleksitasnya yang rendah. Namun, penambahan Space Vector Pulse Width Modulation (SVPWM) pada PI-DTC dengan tujuan untuk menghasilkan ripple torsi yang lebih kecil membuat kompleksitas dari metode ini semakin meningkat. Dengan meningkatnya kompleksitas, akan menyebabkan sistem tidak dapat merespon perubahan torsi pada motor dengan cepat. Oleh karena itu, pada penelitian ini penulis melakukan simulasi untuk menyederhanakan algoritma SVPWM yang terdapat pada PI-DTC sehingga performa dapat ditingkatkan dengan tetap menjaga kompleksitasnya yang rendah. Pengujian dilakukan dengan menggunakan simulasi pada perangakat lunak MATLAB/Simulink. Dari hasil pengujian diketahui bahwa kecepatan eksekusi pada SVPWM yang telah disederhanakan 0,3 detik lebih cepat dibandingkan SVPWM konvensonal. Ripple torsi yang dihasilkan pun juga 53,87% lebih kecil. Namun, dari hasil pengujian didapatkan bahwa PI-DTC dengan SVPWM yang sudah disederhanakan memberikan settling time yang lebih lama dibandingkan dengan metode konvensional. Dari hasil seluruh pengujian penggunaan PIDTC yang sudah disederhanakan mampu mengurangi ripple torsi yang dihasilkan dan juga mengurangi kompleksitasnya

    Pengaruh Peran Media Sosial dan Adaptasi Peternakan Terhadap Kondisi Perubahan Iklim pada Pendapatan Peternak Sapi Potong di Kabupaten Sumenep

    No full text
    Perubahan iklim merupakan masalah global yang mempengaruhi banyak sektor, termasuk peternakan. Perubahan iklim berdampak pada kegiatan peternakan sapi potong melalui beberapa aspek, seperti menurunnya hasil produksi ternak, ketersediaan udara yang kurang, dan kelangkaan air yang buruk. Dampak perubahan iklim juga berpengaruh terhadap penurunan ketersediaan pakan ternak, kekurangan hijauan, serta terbatasnya sumber daya air. Dampak perubahan iklim menyebabkan degradasi lahan pertanian dan menurunkan produktivitas ternak dan tanaman pakan. Dampak perubahan iklim menyebabkan stres pada ternak akibat panas, mengganggu kesejahteraan ternak, dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit ternak. Cekaman panas yang diakibatkan oleh perubahan iklim dapat berdampak buruk pada produktivitas sapi potong, yang kemudian dapat berdampak pada pendapatan peternak dan ketahanan pangan. Dampak kerugian dari permasalahan perubahan iklim terhadap peternakan sapi potong di Indonesia sangatlah besar dengan penurunan hasil produksi ternak hingga 20% telah diproyeksikan akan terjadi pada tahun 2050 di Asia Tenggara. Perubahan iklim dapat menyebabkan kerugian ekonomi pada peternakan sapi potong seperti penurunan hasil produksi dan penurunan produktivitas ternak. Peternakan dalam Angka 2023, produksi daging sapi dan kerbau mencapai 524.760 ton, sementara konsumsi daging sapi dan kerbau di Indonesia mencapai 816.790 ton, dengan populasi sekitar 278.835.740 jiwa. Adanya kekurangan produksi sebesar 292.030 ton atau sekitar 35,8%, yang perlu dipenuhi untuk menjaga ketahanan pangan terhadap konsumsi protein hewani penduduk Indonesia (Badan Pusat Statistik, 2023). Meskipun jika tidak ada dampak perubahan iklim, produksi daging sapi di Indonesia mungkin tidak akan terganggu, namun kenyataannya ketersediaan daging sapi tetap menurun, terlebih dengan dampak perubahan iklim yang dapat menyebabkan penurunan yang sangat drastis. Tindakan pencegahan perlu dilakukan oleh peternak sapi potong dengan peran media sosial dan adaptasi dalam membantu pendapatan peternak sapi potong akibat permasalahan perubahan iklim. Strategi adaptasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peternak dapat membantu mengurangi dampak buruk yang diakibatkan oleh perubahan iklim. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat membantu peternak dalam mengidentifikasi masalah peternakan dan membantu penyuluhan. Penggunaan media sosial juga dapat membantu peternak dalam mengadopsi perkembangan teknologi yang berbasis media serta membantu pemilihan adaptasi peternakan untuk mencegah dampak perubahan iklim di sektor peternakan. Tujuan penelitian dari penulisan yaitu untuk menganalisis profil usaha peternak sapi potong di Kabupaten Sumenep dan menganalisis hubungan antara media sosial dan adaptasi peternakan terhadap pendapatan peternak sapi potong di Kabupaten Sumenep Jawa Timur yang diakibatkan adanya perubahan iklim. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2023 sampai Februari 2024 di Kecamatan Batuputih, Kecamatan Lenteng dan Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data dari 150 responden peternak sapi potong di Kabupaten Sumenep. Metode pengambilan sampel menggunakan dua metode yaitu multistage sampling dan purposive sampling. Metode tersebut menentukan desa setiap kecamatan yaitu Kecamatan Batuputih (Desa Aengmerah dan Gedang-gedang), Kecamatan Lenteng (Desa Lenteng Timur dan Daramista) dan Kecamatan Kalianget (Desa Kertasada dan Karanganyar). Jenis sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan dengan cara wawancara, pengamatan (observasi), pengisian kuesioner, dokumentasi dan focus group discussion sedangkan data sekunder bersumber dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep, Badan Pusat Statistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sumenep, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Trunojoyo Madura, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumenep dan penelitian serta kajian literatur, buku, data statistik pemerintah, media sosial dan jurnal. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial Least Square (PLS) menggunakan software SmartPLS versi 3.2.9. Partial Least Square (PLS) selain dapat mengkonfirmasi teori, namun juga untuk menjelaskan ada atau tidaknya hubungan antar variabel laten. PLS juga digunakan untuk mengkonfirmasi teori, sehingga dalam penelitian yang berbasis prediksi PLS lebih cocok untuk menganalisis data. Partial Least Square (PLS) juga dapat digunakan untuk menjelaskan ada tidaknya hubungan antar variabel laten. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik PLS yang dilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap pertama adalah melakukan uji measurement model, yaitu menguji validitas dan reliabilitas konstruk dari masing-masing indikator. Tahap kedua adalah melakukan uji structural model yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antar variabel/korelasi antara konstruk- konstruk yang diukur dengan menggunakan uji t dari PLS itu sendiri. Pemilihan metode Partial Least Square (PLS) didasarkan pada pertimbangan bahwa dalam penelitian ini terdapat 4 variabel laten yaitu variabel media sosial, variabel adaptasi, variabel perubahan iklim dan variabel pendapatan yang dibentuk dengan indikator refleksif terdapat 9 indikator seperti, indikator itensitas penggunaan dan manfaat media sosial, indikator perubahan iklim makro dan perubahan iklim mikro, indikator efesiensi teknologi dan ternak adaptif, indikator pengelolaan pakan ternak, indikator peningkatan kesehatan ternak, indikator pendapatan on farm dan pendapatan off farm dan kemudian varaibel diukur dengan pendekatan refleksif second order factor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil peternak sapi potong di Kabupaten Sumenep pada penelitian antara lain mayoritas responden adalah berusia 31-45 tahun, dengan memiliki pendidikan terakhir Sekolah Dasar. Sebagian besar responden memiliki pengalaman beternak selama 20-30 tahun. Kebanyakan jumlah anggota keluarga peternak sebesar 3 orang serta memiliki jumlah ternak sebanyak 3 ekor sapi potong. Hasil analisis dengan menggunakan analisis PLS (Partial Least Square) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 3.2.9 menunjukan bahwa uji hipotesis variabel eksogen yaitu media sosial dan ix perubahan iklim, sedangkan variabel endogen yaitu adaptasi dan pendapatan memiliki pengaruh positif dan signifikan. Pengaruh variabel media sosial terhadap variabel adaptasi diperoleh nilai t statistik (2,430) dengan nilai signifikansi (0,008). Pengaruh variabel perubahan iklim terhadap variabel adaptasi diperoleh nilai t statistik (2,862) dengan nilai signifikansi (0,002). Pengaruh variabel media sosial terhadap variabel pendapatan diperoleh nilai t statistik (3,734) dengan nilai signifikansi (0,000). Pengaruh variabel perubahan iklim terhadap variabel pendapatan diperoleh nilai t statistik (2,681) dengan nilai signifikansi (0,004). Pengaruh variabel adaptasi terhadap variabel pendapatan diperoleh nilai t statistik sebesar (3,175) dengan nilai signifikansi (0,001). Pengaruh variabel media sosial terhadap variabel pendapatan dengan variabel mediasi adaptasi diperoleh nilai t statistik sebesar (1,837) dengan nilai signifikansi (0,033). Pengaruh variabel perubahan iklim terhadap variabel pendapatan dengan variabel mediasi adaptasi diperoleh nilai t statistik (2,006) dengan nilai signifikansi (0,023). Profil peternak sapi potong di Kabupaten Sumenep mayoritas responden adalah berusia 31-45 tahun, dengan memiliki pendidikan terakhir Sekolah Dasar. Sebagian besar responden memiliki pengalaman beternak selama 20-30 tahun. Kebanyakan jumlah anggota keluarga peternak sebesar 3 orang serta memiliki jumlah ternak sebanyak 3 ekor sapi potong. Peternak di Kabupaten Sumenep yang aktif menggunakan media sosial merasakan banyak manfaat. Media sosial membantu meningkatkan pemasaran dan promosi produk, mendapatkan informasi terkait praktik peternakan serta mempermudah koneksi dengan peternak lainnya. Platform seperti browser, whatsApp, facebook, instagram, dan youtube menyediakan informasi penting tentang inovasi, teknologi, dan praktik terbaik dalam peternakan, membantu pengambilan keputusan strategis adaptasi. Peternak menggunakannya untuk adaptasi seperti inseminasi buatan, mengganti pakan dan masa tanam, menampung pasokan air minum ternak dan kerjasama dengan dokter hewan. Media sosial juga memfasilitasi transaksi jual beli dan promosi hasil ternak, menghemat biaya dan waktu, serta memungkinkan diskusi tanpa batasan jarak dan waktu, menjadi sumber solusi bagi masalah peternakan. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu peningkatan terhadap tingkat pendidikan dan akses internet yang merata perlu dilakukan oleh pemerintah ataupun pihak swasta sehingga keputusan penggunaan adaptasi dalam menghadapi perubahan iklim dapat meningkat sehingga tercipta ketahanan usaha sapi potong terhadap perubahan iklim. Pemerintah melalui pemerintah daerah membangun sekolah mulai tingkat SD hingga SMA dan akses internet secara merata di seluruh wilayah serta memberikan beasiswa terhadap peternak yang ingin melanjutkan pendidikan. Adapun saran untuk peneliti berikutnya dengan mempertimbangkan penggunaan sampel dan variabel yang lebih beragam yang mendukung penelitian khususnya dalam hal jenis peternakan dan lokasi di Kabupaten Sumenep agar hasil penelitian lebih akurat

    Rancang Bangun Sistem Informasi Penilaian Outcome-Based Education Berbasis Web (Studi Kasus: Program Studi S1 Teknik Arsitektur Uin Maulana Malik Ibrahim Malang)

    No full text
    Program Studi S1 Teknik Arsitektur UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mulai menerapkan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang tergolong masih baru di Indonesia. Kurikulum ini berorientasi pada hasil dan memiliki tiga tahapan dalam prosesnya, yaitu perencanaan, penerapan, dan evaluasi. Sistem informasi penilaian Outcome-Based Education berbasis web dibutuhkan untuk membantu staff pengajar dalam proses tersebut. Sistem ini dibangun menggunakan HTML, Bootstrap, Javascript, framework Laravel, dan database MySQL. Pengembangan sisitem ini menggunakan metode waterfall. Selain itu, metode pengujian sistem ini menggunakan pengujian black box. Sistem ini memiliki tiga aktor, yaitu admin, dosen, dan mahasiswa dengan sembilan belas kebutuhan. Sistem ini sudah diuji fungsionalitasnya dan bisa berjalan sesuai dengan permintaan penggun

    Evaluasi Marketing Melalui Promosi dan Sales Dalam Pencapaian Target Penjualan Produk (Studi Pada PT Pegadaian Cabang Magetan)

    No full text
    Promosi merupakan salah satu upaya penting dalam menghadapi dinamika perkembangan bisnis perusahaan yang semakin hari semakin kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi promosi yang dilakukan oleh tim sales dan marketing dalam mencapai penjualan produk di PT Pegadaian Cabang Magetan. Penulis menggunakan metode AIDCA (Attention, Interest, Desire, Conviction, dan Action) sebagai bahan evaluasi kegiatan pemasaran produk PT. Pegadaian Cabang Magetan. Namun, promosi yang dilakukan oleh tim sales dan marketing PT Pegadaian Cabang Magetan dirasa kurang optimal karena masih banyak masyarakat yang kurang mengenal produk PT Pegadaian Cabang Magetan. Sehingga cara promosi yang efektif seharusnya dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai target penjualan produk yaitu dengan mengoptimalkan seluruh rangkaian bauran promosi yang sudah dijelaskan pada kegiatan promosi sesuai dalam buku Kotler dan Keller antara lain iklan, promosi penjualan, penjualan pribadi, publisitas, pemasaran langsung, acara dan pengalaman, pemasaran interaktif, pemasaran dari mulut ke mulut, dan hubungan masyarakat

    Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Daun Maja untuk Menghambat Pertumbuhan Fusarium oxysporum secara In Vitro

    No full text
    Fusarium oxysporum merupakan jamur fitopatogen urutan kelima dari 10 jamur yang paling merugikan secara ekonomi di dunia. Penyakit layu Fusarium menyebakan kerugian ekonomi 30-80% atau lebih, sehingga dibutuhkan upaya untuk mengendalikannya. Ekstrak daun maja mengandung senyawa aktif yang dapat menghambat pertumbuhan jamur fitopatogen. Penelitian ini bertujuan membandingkan potensi antifungi ekstrak daun maja dari beberapa pelarut ekstrak terhadap pertumbuhan spora jamur. Tahap penelitian ini meliputi pembuatan ekstrak, uji aktivitas antifungi ekstrak daun maja, pengamatan mikroskopis spora dan hifa F

    Peningkatan Akurasi Sistem Pemisah Barang Otomatis dengan Metode Convolutional Neural Network pada PLC Siemens S7-300

    No full text
    Penelitian ini mengembangkan sistem pemisah barang otomatis dengan mengintegrasikan Convolutional Neural Network (CNN) dalam PLC Siemens S7-300 untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam proses distribusi. Sistem ini menggunakan konveyor sebagai media pengangkut barang dan sensor untuk mendeteksi karakteristik barang, yang kemudian diklasifikasikan dan dipisahkan secara otomatis berdasarkan kriteria tertentu seperti ukuran, bentuk, warna, atau material. Penggunaan PLC dalam sistem ini memungkinkan kontrol dan pengaturan yang efisien terhadap sensor, aktuator, dan komponen lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Desain eksperimental melibatkan implementasi sistem pemisah barang otomatis dengan menggunakan sensor kamera, mikrokontroler Arduino Uno, mikrokontroler ESP32, PLC Siemens S7-300, dan aktuator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan CNN dalam PLC dapat meningkatkan akurasi klasifikasi barang. bahasa pemrograman dapat meningkatkan kriteria pemisahan dengan mempertimbangkan fitur-fitur data barang yang relevan. Pengujian sistem menunjukkan bahwa penggunaan CNN pada PLC dapat mencapai akurasi klasifikasi hingga 99.35% pada 25 epoch. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi CNN dalam PLC Siemens S7-300 dapat meningkatkan kinerja sistem pemisah barang otomatis, mengurangi risiko kesalahan, dan meningkatkan efisiensi operasional dalam rantai pasok modern.Pengujian juga dilakukan menggunakan confusion matrix untuk mengevaluasi performa model dalam mengklasifikasikan objek pada dataset uji

    Hubungan Dimensi Kualitas Pelayanan ANC dengan Kepuasan dan Minat Kunjungan Ulang Pasien Poli KIA di Puskesmas Gondanglegi Kabupaten Malang

    No full text
    Latar Belakang: Antenatal care (ANC) direncanakan dengan tujuan mempersiapkan persalinan yang aman dan nyaman. Penilaian kualitas pelayanan yang diterima oleh pasien digunakan sebagai petunjuk untuk mengetahui dimensi kualitas pelayanan yang paling bagus dan yang paling lemah. Aspek kualitas pelayanan yang dinilai berdasarkan lima dimensi, yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan lima dimensi kualitas pelayanan ANC terhadap kepuasan dan minat kunjungan ulang pasien. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, besar sampel 86 orang ibu hamil. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Data dianalisis menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi tangible berpengaruh paling kuat terhadap kepuasan (OR 104.50) dan minat kunjungan ulang (OR 41.08) pasien poli KIA di Puskesmas Gondanglegi. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara dimensi kualitas pelayanan ANC meliputi dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy dengan kepuasan dan minat kunjungan ulang pasien poli KIA di Puskesmas Gondanglegi

    Evaluasi Metode Heat (Hear Them Out, Empathize, Apologize, Taking Proper Action, And Follow Up) Dalam Menangani Keluhan Tamu (Studi Pada Pt. Nitya Kelana Indah)

    No full text
    Penanganan keluhan tamu harus dapat dilakukan dengan baik untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para tamu. Sehingga penerapan Metode HEAT (Hear Them Out, Empathize, Apologize, Taking Proper Action, and Follow Up) dapat membantu dalam penanganan keluhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data kualitatif deskriptif yaitu dengan menarik kesimpulan dari hasil wawancara yang telah di rangkum dan juga dari tambahan literatur. Hasil penelitian menemukan bahwa penyebab terjadinya keluhan tamu yaitu baik dari factor internal maupun eksternal. Selain itu, hasil dari evaluasi Metode HEAT menunjukkan bahwa beberapa metode sudah dapat diterapkan dengan baik dan benar. Namun, terdapat satu metode khususnya pada Hear Them Out tidak dapat dilakukan dengan baik. Dari hasil evaluasi tersebut dapat disarankan: 1) Dapat mempertahankan penggunaan metode Heat dalam penanganan keluhan tamu. 2) Melakukan perekapan data keluhan tamu untuk menghindari terjadinya keluhan yang sama. 3) Pemberian Welcome Letter dan Greeting Card yang memuat informasi Whatsapp Emergency Number yang aktif 24 jam di setiap harinya. 4) Penyusunan SOP penanganan keluhan tamu menggunakan Metode HEAT secara tertulis. Sehingga diharapkan PT. Nitya Kelana Indah dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada para tamu

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇