University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Hubungan antara Pola Asuh Orang tua dengan Pertumbuhan dan Perkembangan pada Anak Usia Prasekolah di TK Dian Agung dan TK Hudan Cendikia.

    No full text
    Anak prasekolah pada rentang usia 3 – 6 tahun rentan terhadap masalah pertumbuhan dan perkembangan. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan tersebut dapat mempengaruhi kehidupan anak di masa depan. Pola asuh merupakan salah satu faktor yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak usia prasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia prasekolah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden pada penelitian ini terdiri dari 98 orang tua dan anak di TK Dian Agung dan TK Hudan Cendikia. Instumen penelitian yang digunakan adalah Parenting Style Dimension Questionnaire (PSDQ), Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), alat ukur berat badan dan tinggi badan digital. Hasil penelitian bahwa mayoritas orang tua menerapkan pola asuh demokratis, yaitu sebanyak 78 orang (79,6%). Hasil pengukuran pertumbuhan menunjukkan mayoritas anak memiliki status gizi baik sebanyak 83 orang (84,7%) dan perkembangan sesuai usia sebanyak 71 orang (72,4%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan pertumbuhan pada anak usia prasekolah (p value 0,005; r = 0,281) dan perkembangan anak usia prasekolah (p value < 0,001; r = 0,374). Dengan demikian, diharapkan orang tua dapat mempertimbangkan jenis pola asuh yang diterapkan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Kepada tenaga kesehatan diharapkan mampu berperan dalam membantu orang tua mengenal jenis pola asuh yang dapat diterapkan maupun dampaknya kepada pertumbuhan dan perkembangan anak

    Upaya Mitigasi Bencana Banjir Pada Sungai Rejoso di Kabupaten Pasuruan

    No full text
    Kawasan rawan bencana banjir di Kabupaten Pasuruan ditetapkan sebanyak 10 kecamatan, salah satunya adalah Sungai Rejoso. DAS Rejoso meliputi 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Rejoso, Grati, Winongan, Gondang Wetan dan Kecamatan Lekok. Hampir setiap tahun pada musim penghujan, Sungai Rejoso meluap dan mengakibatkan banjir berskala menengah maupun skala besar. Faktor penyebab terjadinya banjir di DAS Rejoso diantaranya adalah pendangkalan pada muara (terbentuknya pulau sedimen yang menyumbat muara) dan ruas sungai disekitar muara sampai dengan jembatan jalan nasional. Penyebab lainnya yaitu kapasitas anak sungai dan drainase di Kecamatan Rejoso maupun Kecamatan Grati yang kurang mampu mengalirkan aliran banjir beserta genangan airnya. Mengingat pentingnya Sungai Rejoso bagi kehidupan masyarakat, maka dibutuhkan suatu upaya mitigasi bencana banjir dengan rencana normalisasi sungai sebagai pengendalian banjir, serta membuat jalur evakuasi untuk mobilisasi penduduk dari ancaman bahaya ke tempat yang lebih aman ketika terjadi bencana. Studi ini bertujuan untuk mengetahui luas genangan pada Sungai Rejoso dengan debit banjir kala ulang 25 dan 50 tahun. Analisa hidrologi dilakukan untuk memperoleh debit banjir rancangan dengan Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu dengan Q25 = 718,726 m3 /det, dan Q50 = 805,087 m3 /det. Pemodelan hidraulik kondisi eksisting dilakukan dengan menggunakan analisa aliran 2D HEC-RAS 6.3.1 dengan unsteady flow kala ulang 25 dan 50 tahun untuk mengetahui pola genangan pada Sungai Rejoso. Hasil pemodelan aliran 2 dimensi dengan kondisi maksimum di Sungai Rejoso menggunakan HEC-RAS, menunjukkan bahwa Sungai Rejoso tidak mampu menampung debit banjir pada kala 25 tahun. Diperoleh luas genangan yang disebabkan oleh debit banjir rancangan kala ulang 25 dan 50 tahun adalah sebesar 1006,267 dan 1076,994 ha. Sementara pemodelan pengendalian banjir direncanakan dengan debit banjir kala ulang 50 tahun yaitu berupa tanggul dan normalisasi dilakukan dengan fitur channel modification pada RAS-Mapper. Untuk upaya non-struktural dilakukan dengan membuat jalur evakuasi menuju lokasi terdekat yang dianggap aman, seperti lahan kosong dengan elevasi yang relatif tinggi

    Pengukuran Konsentrasi NH3 dan Estimasi Energi Metabolis Secara In Vitro Terhadap Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius) dan Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) Sebagai Pakan Ruminansia

    No full text
    Daun pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius) merupakan alternatif hijauan yang memiliki potensi produksi, kualitas, serta kandungan nutrisi yang baik bagi ternak ruminansia. Tanaman ini mampu tumbuh dengan baik pada lingkungan tropis, dapat tumbuh sepanjang tahun, serta mudah untuk dibudidayakan. Hal ini sesuai dengan keadaan Indonesia sebagai negara tropis, bahwa diperlukan suatu inovasi berupa bahan pakan hijauan yang mampu tumbuh sepanjang musim. Kelengkapan nutrisi pada bahan pakan juga perlu diperhatikan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan ternak ruminansia. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Agro Techno Park Universitas Brawijaya, Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sebagai tempat penanaman bibit dan pengambilan sampel pepaya jepang, sedangkan analisis pengujian sampel dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengukuran konsentrasi NH3 dan estimasi energi metabolis secara in vitro terhadap daun pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius) dan rumput gajah (Pennisetum purpureum) sebagai pakan ruminansia. Penelitian ini menggunakan sampel daun pepaya jepang dengan umur panen berbeda, yaitu 50 hari dan 75 hari. Metode penelitian yang digunakan adalah pengujian secara in vitro dengan metode lapang secara rancangan acak lengkap (RAL) dari enam perlakuan dan empat ulangan dengan total 24 sampel. Perlakuan terdiri P1 = daun pepaya jepang 100% umur panen 50 hari, P2 = daun pepaya jepang 100% umur panen 75 hari, P3 = daun pepaya jepang 50% umur panen 50 hari + konsentrat 50%, P4 = daun pepaya jepang 50% umur panen 75 hari + konsentrat 50%, P5 = daun pepaya jepang 25% umur panen 50 hari + konsentrat 50% + rumput gajah 25%, P6 = daun pepaya jepang 25% umur panen 75 hari + konsentrat 50% + rumput gajah 25%. Data diolah dengan bantuan software Microsoft Excel. Data kemudian dianalisis secara statistik dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), v apabila diperoleh hasil perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan’s. Hasil penelitian ini tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsentrasi NH3 (mM) dan estimasi Energi Metabolis (MJ/kg BK). Rata-rata konsentrasi NH3 yang dihasilkan dari terendah ke tertinggi yaitu, P5: 5,241 ± 0,858, P3: 5,639 ± 0,766, P1: 5,817 ± 0,188, P6: 6,650 ± 3.259, P4: 6,783 ± 0,277; dan P2: 7,092 ± 1,626. Rata-rata estimasi energi metabolis yang dihasilkan dari terendah ke tertinggi yaitu, P6: 12,562 ± 0,242; P5: 12,747 ± 0,537; P4: 12,861 ± 0,277; P3: 12,965 ± 0,531; P1: 13,160 ± 0,332; P2: 13,344 ± 0,191. Kesimpulan dari penelitian ini adalah daun pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius) dan rumput gajah (Pennisetum purpureum) layak untuk dijadikan sebagai pakan ruminansia ditinjau dari konsentrasi NH3 dan estimasi energi metabolis (EM)

    Pengaruh Penambahan Tepung Sagu Sebagai Stabilizer pada Es Krim Susu Kambing Ditinjau dari Kadar Lemak, Total Padatan, Kadar pH, Overrun dan Warna L*a*b*.

    No full text
    Susu kambing merupakan bahan makanan yang mengandung zat-zat yang dibutuhkan dan mudah dicerna untuk dimanfaatkan oleh tubuh. Susu kambing merupakan bahan makanan yang mudah rusak sehingga diperlukan pengolahan untuk meningkatkan masa simpannya. Es Krim merupakan salah satu jenis makanan semi padat dengan cara pembekuan. Permasalahan yang sering terjadi dalam pembuatan es krim selain proses pengolahan adalah penggunaan stabilizer yang efisien dan efektif untuk mempertahankan es krim susu kambing agar tetap stabil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui presentase penggunaan tepung sagu yang efisien dan efektif untuk mempertahankan es krim susu kambing agar tetap stabil serta persentase penambahan tepung sagu yang memiliki pengaruh paling baik terhadap kualitas es krim susu kambing. Penelitian ini dilakukan di Laboraturium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya untuk proses pembuatan es krim dari susu kambing dan pengujian total padatan, overrun, pH dan warna L*a*b*. Pengujian kadar x lemak dilakukan di laboraturium Fakultas Teknologi Pertanian. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan September 2023 sampai Januari 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu perlakuan P0 (tanpa penambahan tepung sagu), P1 (2%), P2 (4% ), P3 (6%). Data analisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Variabel yang diamati adalah kadar lemak, total padatan, kadar pH, overrun dan warna L*a*b* dari es krim. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan warna L*a*b*, peningkatan pada total padatan, penurunan pada kadar lemak, pH, dan overrun. Penambahan tepung sagu sebanyak 6% dari volume total adonan memberikan perlakuan terbaik terhadap es krim susu kambing untuk kadar lemak, total padatan, kadar pH, overrun dan warna L*a*b*. Kesimpulan dari penelitian adalah penambahan tepung sagu sebagai stabilizer memberikan pengaruh terhadap kualitas es krim susu kambing dengan perlakuan terbaik pada P3 dengan penambahan tepung sagu sebesar 6% dengan kadar lemak 3.09%, total padatan 38%, pH 6.26, overrun 28.41%, dan warna L*a*b* secara berurutan adalah 78.37, -4.93 dan 8.2

    Peran Gaya Kepemimpinan Transaksional Dalam Meningkatkan Motivasi Dan Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada Karyawan Unit Bisnis Kur Pt. Bank X Cabang Probolinggo)

    No full text
    Kepemimpinan menjadi faktor krusial dalam sebuah organisasi. Peran pemimpin begitu sangat penting untuk mampu membimbing bawahannya dalam melaksanakan tugas organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan maksimal. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengungkap dan memahami peran gaya kepemimpinan transaksional, dan mengetahui hasil implementasi dari penerapan peran gaya kepemimpinan transaksional yang diterapkan pemimpin PT Bank X Cabang Probolinggo dalam meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakam pendekatan kualitatif metode studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, dokumentasi, dan wawancara karyawan unit bisnis KUR PT. Bank X Cabang Probolinggo. Teknik pengumpulan data yang dapat digunakan dalam studi deskriptif kualitatif yaitu partisipan observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil implementasi kepemimpinan transaksional dapat menjadi faktor yang mempengaruhi dalam meningkatkan motivasi kerja dan kinerja karyawan. Penerapan kepemimpinan transaksional dapat diidentifikasi dengan permasalahan karyawan mengalami penurunan motivasi kerja, penurunan kinerja, dan tidak terselesaikan pekerjaan dengan baik. Peran kepemimpinan transaksional memiliki dampak yang baik dan efektif untuk karyawan, karena dapat memberikan arahan dan bimbingan dalam bekerja. Peran kepemimpinan transaksional juga dapat menciptakan lingkungan kerja yang baik, dengan adanya sikap dukungan yang diberikan oleh pemimpin terhadap karyawan, pemberian nilai – nilai terhadap karyawan (sikap saling percaya, saling menjaga, dan menjalin kekompakan dalam satu team). Tindakan ini bermaksud untuk menjadikan karyawan memiliki rasa kebersamaan dan rasa tanggung jawab satu dengan lainnya maupun terhadap organisasi di PT. Bank X Cabang Probolinggo. Pengimplementasian peran gaya kepemimpinan transaksional juga dapat diidentifikasi melalui memberikan imbalan kontigen (contingent reward) seperti memberikan bonus, insentif, maupun kenaikan jabatan. manajemen eksepsi aktif (active management by exception) dengan melakukan pengawasan ke setiap karyawan melalui daily activity rencana kerja disertai dokumentasi foto, dan Manajemen eksepsi pasif (passive management by exception) dengan mengevaluasi kinerja karyawan untuk terhindar dari sanksi

    Rancang Bangun Sistem Monitoring Suhu Air, Ketinggian Air, Dan Kadar Tds Larutan Nutrisi Pada Tangki Hidroponik Berbasis Internet Of Things

    No full text
    Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, April 2024, Rancang Bangun Sistem Monitoring Suhu Air, Ketinggian Air, dan Kadar TDS Larutan Nutrisi Pada Tangki Hidroponik Berbasis Internet of Things, Dosen Pembimbing: Eka Maulana, S.T., M.T, M.Eng. dan Ir. Nurussa’adah, M.T. Dalam budidaya hidroponik, aspek penting yang harus diperhatikan adalah ketersediaan air, suhu air, dan kadar TDS (Total Dissolved Solids) dalam larutan nutrisi yang mengalir pada akar tanaman. Dalam penerapannya, pengawasan manual terhadap ketersediaan air, suhu air, dan kadar TDS larutan nutrisi dalam tangki hidroponik menjadi permasalahan bagi para petani di kebun Happy Tani. Pengawasan data yang dilakukan secara manual menyebabkan kurangnya data yang tercatat secara teratur menjadi hambatan dalam memaksimalkan produktivitas sistem hidroponik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan penelitian perancangan sistem monitoring berbasis Internet of Things yang mampu mendeteksi suhu air, ketinggian air, dan kadar TDS larutan nutrisi pada tangki hidroponik. Sistem ini melibatkan sensor DS18B20 untuk mendeteksi suhu air, sensor Ultrasonic AJ-SR04M untuk mendeteksi ketinggian air dan sensor DFRobot Gravity TDS untuk mendeteksi kadar TDS larutan nutrisi. Sistem ini dapat memberikan informasi terkait data pengukuran dan peringatan kondisi tangki secara real-time kepada para petani melalui aplikasi android atau website yang terhubung dengan jaringan internet. Sistem ini juga memiliki datalog pada website Google Spreadsheet untuk penyimpanan data pengukuran tiap waktu tertentu. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan perancangan sistem dan pengujian setiap sensor, kadar TDS larutan nutrisi, pengiriman data dan sistem peringatan terkait kondisi tangki hidroponik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu melakukan pengiriman data menuju aplikasi dan website, informasi peringatan kondisi tangki serta pengukuran data yang akurat dengan tingkat kesalahan untuk sensor DS18B20 sebesar 0.69%, sensor Ultrasonic AJ-SR04M sebesar 0.5%, sensor DFRobot Gravity TDS terhadap EC sebesar 3.16% dan TDS sebesar 3.37%

    Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Upah Minimum, Tingkat Pengangguran Terbuka, dan Bantuan Sosial terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur Tahun 2017-2022

    No full text
    Kemiskinan merupakan permasalahan sosial yang muncul dalam pembangunan ekonomi dan dapat menimbulkan permasalahan lainnya. Maka dari itu, perlu adanya solusi untuk mengatasi masalah kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), upah minimum dan belanja bantuan sosial terhadap tingkat kemiskinan di Jawa Timur. Sampel penelitian ini adalah 34 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur selama tahun 2017– 2022. Dalam penelitian ini hanya menggunakan 34 kabupaten dan kota saja karena terdapat dua kota yang tidak memiliki realisasi belanja bantuan sosial. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari BPS dan DJPK Kemenkeu. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan FEM (Fixed Effect Model). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing IPM berpengaruh negatif signifikan dan TPT berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Timur tahun 2017-2022. Sedangkan masing-masing Upah Minimum dan Bantuan Sosial tidak berpengaruh siginifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Timur tahun 2017-2022

    “Pengaruh Penambahan Serbuk Jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum) Ditinjau dari pH, Kadar Lemak, Aktivitas Air dan Warna L*a*b Dendeng Kelinci

    No full text
    Daging kelinci merupakan produk hewani yang memiliki kandungan protein yang tinggi dan lemak yang rendah, selain itu daging kelinci memiliki tekstur yang lebih lembut dibandingkan dengan daging sapi. Daging termasuk golongan perishable food atau mudah mengalami kerusaakan jika tidak disimpan dan diolah dengan benar. Salah satu upaya pencegahannya dapat dilakukan pengolahan yaitu restructured meat dan pengeringan seperti pembuatan dendeng, jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum) mengandung senyawa antioksidan, antimikroba, dan anti bakteri. Penambahan serbuk jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum) pada dendeng kelinci dapat mengubah karakteristik pada dendeng. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan serbuk jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum) (Zingiber officinale var Rubrum) pada dendeng daging kelinci ditinjau dari pH, kadar lemak, Aw dan warna L*a*b. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 4 September sampai 13 Oktober 2023 dan dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang untuk pembuatan dendeng daging kelinci dengan penambahan serbuk jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum) serta pengujian pH, kadar lemak, aktivitas air, serta warna L*a*b dendeng. Materi penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah dendeng yang dibuat dari daging kelinci kelinci New Zealand White, jenis kelamin jantan, berumur 4 bulan dan bagian tubuh yang diambil yaitu bagian punggung, serbuk jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum), bawang putih, garam, lengkuas, ketumbar, bawang putih, lada, asam jawa dan gula merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode laboratorium menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan menggunakan serbuk jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum) P0 (tanpa penambahan serbuk jahe merah), P1 (5% penambahan serbuk jahe merah), P2 (10% penambahan serbuk jahe merah), P3 (15% penambahan serbuk jahe merah). Variabel yang diukur adalah pH, kadar lemak, aktivitas air, dan warna L*a*b. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) jika terdapat perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serbuk jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum) memberikan penurunan pada nilai ph, kadar lemak, aktivitas air, warna L* (kecerahan) dan warna b* (kekuningan) serta meningkatkan nilai a* (kemerahan) pada dendeng kelinci. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan serbuk jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum) terhadap dendeng kelinci berpengaruh nyata terhadap warna L* (kecerahan) (33,61-35,22), dan warna a* (kemerahan) (5,21-6,62), namun tidak berpengaruh terhadap pH (5,48-5,57), kadar lemak (1,98-2,08%), aktivitas air (0,70-0,76), dan warna b* (kekuningan) (12,13-13,30). Kesimpulan penelitian yaitu penambahan serbuk jahe merah v (Zingiber officinale var Rubrum) terhadap dendeng kelinci dapat menurunkan warna L* sebesar 33,61 dan menaikkan nilai a* hingga 6,62. Disarankan untuk penelitian selanjutnya dilakukan penambahan serbuk jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum) sebanyak 15% pada dendeng kelinci ditinjau dari lama penyimpanan

    Korelasi Antara Statistik Vital Dengan Bobot Badan Domba Lokal Terkait Umur dan Jenis Kelamin di Desa Gucialit Kabupaten Lumajang

    No full text
    Kebutuhan pangan sumber protein hewani semakin meningkat seiring dengan meningkatnya populasi dan kesadaran pentingnya protein untuk pemenuhan gizi. Domba lokal dipilih oleh masyarakat di Indonesia terutama di daerah Jawa karena perkembangbiakannya yang cepat, memiliki perputaran modal yang cepat, dan dapat digunakan sebagai investasi. Desa Gucialit memiliki populasi domba yang cukup tinggi di Kabupaten Lumajang sehingga menjadi potensi untuk peningkatan peternakan domba di Desa Tersebut. Kurangnya fasilitas dari peternak seperti timbangan untuk mengetahui bobot badan domba sebagai seleksi ternak untuk dijual ataupun dijadikan calon bibit. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara ukuran tubuh dengan bobot badan pada domba lokal di desa Gucialit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gucilait, Kecamatan Gucilait, Kabupaten Lumajang pada tanggal 22 Januari hingga 21 februari 2024. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah domba lokal Gucialit sejumlah 108 ekor, terdiri dari berbagai umur dan jenis kelamin. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan pengukuran secara langsung statistik vital dan bobot badan pada ternak. Data sekunder diperoleh dengan melakukan wawancara lansgung kepada peternak. Penentuan lokasi berdasarkan purposive sampling. Teknik pengambilan data dilakukan dengan purposive sampling dengan penentuan sampel menggunakan kriteria tertentu. Kriteria yang digunakan dalam penelitian, yaitu domba lokal Gucialit jantan dan betina dengan kriteria khusus domba anak yang sudah lepas sapih dan domba betina dewasa yang tidak bunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi lingkar dada terhadap bobot badan pada semua umur dan jenis kelamin memiliki hubungan yang positif. Nilai koefisien korelasi (r) antara lingkar dada dengan bobot badan tertinggi viii diperoleh pada PI2a bernilai korelasi sangat kuat sebesar 0,83 dan koefisien determinasi (R2 ) sebeasar 70%. Nilai persamaan regresi Y = -46,67 + 1,02X, memiliki hasil memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01). Koefisien korelasi tinggi pundak terhadap bobot badan pada semua umur dan jenis kelamin memiliki hubungan yang positif dari sangat lemah hingga sangat kuat. Nilai koefisien korelasi (r) antara tinggi pundak dengan bobot badan tertinggi diperoleh pada PI1a bernilai korelasi sangat kuat sebesar 0,83 dan koefisien determinasi (R2 ) sebeasar 69,3%. Nilai persamaan regresi Y = -41,92 + 1,09X, memiliki hasil memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01). Sedangkan Koefisien korelasi panjang badan terhadap bobot badan pada semua umur dan jenis kelamin memiliki hubungan yang positif dari sangat lemah hingga sangat kuat. Nilai koefisien korelasi (r) antara panjang badan dengan bobot badan tertinggi diperoleh pada PI2a bernilai korelasi sangat kuat sebesar 0,68 dan koefisien determinasi (R2 ) sebeasar 47,1%. Nilai persamaan regresi Y = -40,64 + 1,39X, memiliki hasil memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dikesimpulan bahwa terdapat korelasi positif antara ukuran lingkar dada dengan bobot badan semua kelompok umur dan jenis kelamin domba. Sehingga lingkar dada merupakan parameter terbaik sebagai penduga bobot badan pada domba. Model regresi yang dapat digunakan dalam pendugaan bobot badan domba untuk seleksi pembibitan atau pedaging yaitu pada tinggi pundak pada domba dewasa jantan dengan model regresi Y = -70,29 + 1,63X. Saran untuk para peternak, untuk mengetahui bobot badan domba dapat menggunakan ukuran lingkar dada ternak sebagai parameter untuk pendugaan bobot badan domba dan apabila dilakukan penelitian lebih lanjut dapat menambahkan persamaan regresi bergand

    Pengujian Sistem Wisata Kuliner Nakula Sadewa Menggunakan Metode Boundary Value Analysis dan Equivalence Partitioning

    No full text
    Tugas akhir ini membahas Pengujian Sistem Wisata Kuliner Nakula Sadewa Menggunakan Metode Boundary Value Analysis dan Equivalence Partitioning. Keberadaan sistem wisata kuliner Nakula Sadewa yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga daya saing dan kepuasan pengguna. Sehingga dalam pengembangan dan pemeliharaan sistem wisata kuliner Nakula Sadewa diperlukan adanya tahapan pengujian. Pengujian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi kesalahan atau bug pada sistem wisata kuliner Nakula Sadewa dengan cara menguji validitas dan keandalan fungsionalitas sistem berdasarkan metode Boundary Value Analysis dan Equivalence Partitioning. Boundary Value Analysis adalah metode yang menguji batas-batas input untuk menemukan kesalahan di tepi rentang input. Sementara itu, Equivalence Partitioning membagi partisi input menjadi beberapa kelas ekuivalen yang diharapkan memiliki perilaku yang sama. Hasil pengujian berisi perbandingan dari hasil kasus uji dengan hasil aktual yang didapatkan dari sistem dengan total 91 kasus uji dan jumlah data yang tidak lolos uji sebesar 6,6%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem wisata kuliner Nakula Sadewa masih dibutuhkan pengujian lebih lanjut dengan melakukan pengujian menggunakan metode pengujian sistem lainnya atau menggabungkan metode lain dengan kedua metode yang digunakan dalam pengujian ini

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇