137686 research outputs found
Sort by
Analisis Peran Bumdes Pada Berbagai Kriteria Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa (Studi Kasus Bumdes Di Kecamatan Sumberejo Kabupaten Bojonegoro)
Aktifitas pembangunan nasional tercermin dalam tujuan pembangunan
berkelanjutan. Salah satunya adalah tercapainya kesejahteraan masyarakat. Desa
merupakan basis kekuatan sosial ekonomi dan politik dengan corak kehidupan
masyarakat di desa banyak dipengaruhi oleh sistem kekeluargaan. proses
interaksi sosial positif pada masyarakat pedesaan secara langsung akan
berdampak dalam pembangunan daerah dimana partisipasi masyarakat seperti
budaya gotong royong dan musyawarah bekerjasama dalam pelaksanaan
pembangunan desa akan berjalan secara langsung sehingga masalah yang
ditemukan dimasyarakat desa akan segera ditemukan solusi. Hal tersebut sangat
penting sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat pembangunan
dan kesejahteraan dapat dicapai. Dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan
desa, pemerintah pusat melalui kebijakan yang dibuat telah memberikan fasilitas
pemberian dana desa salah satunya adalah penyelenggaraan BUMDesa atau
BUMDesa bersama. Badan Usaha Milik Desa yang selanjutnya disebut BUMDes.
Adapun tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi kriteria usaha
BUMDes, mendeskripsikan kondisi kesejahteraan masyarakat, mengidentifikasi
gambaran pengetahuan masyarakat tentang keberadaan BUMDes, menganalisis
perbedaan kegiatan-kegiatan BUMDes berdasarkan kriteria jenis usaha yang
dijalankan, dan mengetahui hubungan peran BUMDes dari berbagai kriteria jenis
usaha terhadap kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Sumberejo. Model
analisis perbedaan dan hubungan yang digunakan pada penelitian ini adalah
menggunakan analisa SPSS dengan uji Kendal’s Tau, Kruskal Wallis yang dilanjut
dengan uji Post Hoc.
Hasil penelitian ini adalah terdapat 5 (lima) jenis usaha BUMDes dari 26
desa di Kecamatan Sumberejo yakni jenis usaha simpan pinjam, perdagangan,
jasa, wisata desa dan budidaya pertanian. Keberadaan BUMDes di Kecamatan
Sumberejo lebih dari 50% responden telah mengerti terkait pengertian BUMDes,
keberadaan, tujuan BUMDes, nama BUMDes dan jenis usaha BUMDes di desa
masing-masing. Akan tetapi jumlah keikutsertaan responden menjadi anggota
BUMDes masih dibawah 50% (29,7 %). Hasil perbedaan kegiatan-kegiatan
BUMDes dapat diketahui bahwa kegiatan langsung pada semua jenis usaha
BUMDes menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata, sedangakan kegiatan tidak
langsung BUMDes berbeda nyata. Selanjutnya parameter yang berbeda nyata
yakni kegiatan tidak langsung dilanjutkan dengan Uji Post Hoc dengan hasil yakni
adanya perbedaan pada jenis usaha perdagangan dan wisata desa; perdagangan
dan simpan pinjam; budidaya pertanian dan simpan pinjam; serta jasa dan simpan
pinjam.
Hasil analisis model BUMDes dari berbagai jenis usaha terhadap
peningkatan penghasilan masyarakat secara langsung adalah dari BUMDEs
dengan jenis usaha simpan pinjam, perdagangan dan peternakan sedangkan
xi
secara tidak langsung adalah BUMDes dengan jenis usaha simpan pinjam,
perdagangan, jasa, dan peternakan. Secara bersama-sama peran keseluruhan
BUMDes yang berdampak pada peningkatan penghasilan masyarakat di
Kecamatan Sumberejo adalah dari BUMDes dengan jenis usaha simpan pinjam
dan perdagangan. Hasil analisis peran BUMDes dari berbagai jenis usaha
terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat secara langsung adalah dari
BUMDEs dengan jenis usaha simpan pinjam dan jasa, sedangkan secara tidak
langsung adalah BUMDes dengan jenis usaha simpan pinjam, perdagangan, dan
jasa. Secara bersama-sama peran keseluruhan BUMDes yang berdampak pada
peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kecamatan Sumberejo adalah dari
BUMDes dengan jenis usaha simpan pinjam dan jasa. Hasil analisis peran
BUMDes dari berbagai jenis usaha terhadap pemenuhan kebutuhan pokok
masyarakat secara langsung adalah dari BUMDEs dengan jenis usaha simpan
pinjam, perdagangan dan peternakan, sedangkan secara tidak langsung adalah
BUMDes dengan jenis usaha simpan pinjam, perdagangan, jasa dan peternakan.
Secara bersama-sama peran keseluruhan BUMDes yang berdampak pada
pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat di Kecamatan Sumberejo adalah dari
BUMDes dengan jenis usaha simpan pinjam perdagangan dan jasa
Pemanfaatan Abu Layang dan Abu Dasar Batubara Pada Penyerapan Kandungan Zat Organik Asam Humat Dan Asam Fulvat
Seiring meningkatnya kebutuhan tenaga listrik, maka dilakukan diversifikasi energi dengan
memanfaatkan batubara sebagai bahan bakar untuk menghasilkan tenaga listrik. Akibat
dari proses pembakaran batubara yang berlangsung maka dihasilkan limbah berupa
material yang terdiri fly ash (abu layang) dan bottom ash (abu dasar). Dimana Hasil
pembakaran tersebut menghasilkan 80 s.d 90% abu layang dan 10 s.d 20% abu dasar.
Oleh karena itu, dibutuhkan solusi dalam mengatasi peningkatan limbah batubara dengan
memanfaatkannya sebagai adsorben. Dimana, struktur pori zeolit yang dimiliki oleh abu
layang dan abu dasar batubara dapat dimanfaatkan sebagai material adsorben. Pada
penelitian ini, akan dilakukan adsorpsi terhadap kandungan zat organik air gambut yakni
asam humat dan asam fulvat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan
kondisi optimum adsorpsi yang meliputi massa adsorben, waktu kontak, dan konsentrasi
adsorbat ; menentukan model isoterm adsorpsi pada proses adsorpsi asam humat dan
asam fulvat ; serta menentukan pemodelan kinetika adsorpsi pada proses adsorpsi asam
humat dan asam fulvat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum adsorpsi
asam humat dan asam fulvat terjadi pada massa fly ash dan bottom ash 6 gram dengan
waktu kontak 240 detik dan konsentrasi adsorbat 100 ppm. Jenis model isoterm adsorpsi
asam humat dan asam fulvat menggunakan fly ash adalah isoterm langmuir sedangkan
isoterm adsorpsi asam humat dan asam fulvat menggunakan bottom ash adalah Isoterm
Freundlich. Jenis pemodelan kinetika adsorpsi terbaik untuk proses adsorpsi asam humat
dan asam fulvat dengan fly ash dan bottom ash yang ditinjau berdasarkan nilai koefisien
korelasinya adalah model kinetika adsorpsi pseudo orde dua
Pengaruh Keunikan Budaya, Kualitas Layanan, dan Aksesibilitas Terhadap Minat Berkunjung Kembali Melalui Kepuasan Wisatawan Sebagai Variabel Intervening (Survei Pada Wisatawan Desa Wisata Patirtaan Ngawonggo Kabupaten Malang)
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan menganalisis pengaruh
variabel keunikan budaya, kualitas layanan, aksesibilitas terhadap kepuasan
wisatawan, (2) mengetahui dan menganalisis variabel keunikan budaya, kualitas
layanan, aksesibilitas, dan kepuasan wisatawan terhadap minat berkunjung
kembali, (3) mengetahui dan menganalisis variabel keunikan budaya, kualitas
layanan, aksesibilitas terhadap minat berkunjung kembali melalui kepuasan
wisatawan pada destinasi wisata Patirtaan Ngawonggo.
Jenis Penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan
kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah wisatawan Patirtaan Ngawonggo dalam
kurun waktu 2023-2024. Jumlah sampel yang digunakan adalah 135 orang. Metode
pengambilan sampel adalah non-probability sampling dengan teknik purposive
sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan SEM-PLS. Uji
variabel eksogen Keunikan Budaya (X1), Kualitas Layanan (X2), Aksesibilitas
(X3) terhadap variabel endogen Minat Berkunjung Kembali (Y) melalui Kepuasan
Wisatawan (Z) baik secara langsung maupun tidak langsung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keunikan Budaya (X1), Kualitas
Layanan (X2), dan Aksesibilitas (X3) memiliki pengaruh signifikan secara
langsung terhadap Kepuasan Wisatawan (Z). Keunikan Budaya (X1), Kualitas
Layanan (X2), Aksesibilitas (X3), dan Kepuasan Wisatawan (Z) memiliki pengaruh
signifikan secara langsung terhadap Minat Berkunjung Kembali (Y). Keunikan
Budaya (X1), Kualitas Layanan (X2), dan Aksesibilitas (X3) memiliki pengaruh
signifikan secara tidak langsung terhadap Minat Berkunjung Kembali (Y) melalui
Kepuasan Wisatawan (Z)
Desain Strategi Percepatan Pengembangan Industri Halal di Kabupaten Pasuruan (Studi Industri Pangan)
Jawa Timur berpotensi tinggi sebagai pusat industri halal terpadu berbasis produk
karena banyak sektor UMKM diantaranya 60% industri makanan dan minuman (Sjakoer et
al., 2022). Kabupaten Pasuruan, memiliki potensi komoditas unggulan produk olahan,
pangan siap saji dan olahan dalam kemasan yang dapat mendukung industri halal terpadu.
Penelitian ini bertujuan menganalisis produk unggulan pangan, menganalisis posisi
industri pangan sehingga dihasilkan rumusan strategi prioritas untuk percepatan
pengembangan industri halal di Kabupaten Pasuruan. terdapat 5 responden yaitu Dinas
Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perikanan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan
Menengah, Sekretaris Daerah, dan Ketua Satrya Emas (program pendamping UMK).
Analisis produk unggulan menggunakan metode ROC dan WASPAS diperoleh hasil
kategori pangan siap saji yaitu nasi punel dan kategori olahan dalam kemasan yaitu ikan
trasak. Analisis SWOT untuk perumusan strategi berdasarkan hasil evaluasi faktor internal
(strength dan weakness) dan faktor eksternal (opportunities dan threats). Hasil analisis
matriks IFE 2,756 dan EFE 2,590 sehingga posisi industri pangan di Kabupaten Pasuruan
berada di kuadran V (hold and maintenance) yaitu dengan membuat strategi menggunakan
analisis SWOT berupa optimasi dan menjaga program yang ada untuk sertifikasi halal.
melalui perhitungan Fuzzy-ANP diperoleh 5 strategi teratas yaitu ST4 (menanamkan
kesadaran melalui asosiasi pengusaha bahwa kewajiban sertifikasi halal sebuah peluang
bisnis) ; ST2 (melakukan forum diskusi dengan daerah lain yang telah akitf) ; ST1
(kolaborasi dengan daerah yang lebih maju dalam industri halal) ; SO2 (melaksanakan
sosialisasi dan pendampingan untuk membantu UMKM memperoleh sertifikasi halal) ; ST5
(aktif memantau perubahan peraturan dan memberikan pembaruan ke pelaku usaha)
Pengaruh Self-Efficacy dan Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention (Studi pada Driver Taksi Bluebird Group Pool Daerah Warung Buncit)
Tingkat turnover intention dapat menjadi gambaran bagaimana
sikap seseorang terhadap pekerjaannya. Driver taksi Bluebird Group Pool
Daerah Warung Buncit memiliki tingkat turnover intention yang fluktuatif.
Turnover intention driver taksi di Bluebird Group Pool Daerah Warung
Buncit dipengaruhi oleh self-efficacy dan kepuasan kerja. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh self-efficacy dan
kepuasan kerja terhadap turnover intention driver taksi Bluebird Group
Pool Daerah Warung Buncit. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian
eksplanasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini
adalah seluruh driver taksi Bluebird Group Pool Daerah Warung Buncit
sebanyak 686 driver. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan
kuesioner secara online. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis
statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil dari penelitian
yang dilakukan, yaitu self-efficacy berpengaruh cukup signifikan secara
negatif terhadap turnover intention dengan nilai sig. <0,05 yaitu 0,000,
kepuasan kerja berpengaruh cukup signifikan secara negatif terhadap
turnover intention dengan nilai sig. <0,05 yaitu 0,003, serta self-efficacy
dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh cukup signifikan terhadap
kepuasan kerja karyawan dengan sig. <0,05, yaitu 0,000
Pengaruh Good Corporate Governance, Profitabilitas, Dan Likuiditas Terhadap Penghindaran Pajak Pada Perusahaan Sektor Energi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2022
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh good corporate governance,
profitabilitas, dan likuiditas terhadap penghindaran pajak (tax avoidance) pada
perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2022.
Penelitian ini terdiri dari 5 variabel independen yaitu komite audit, dewan komisaris
independen, kepemilikan institusional, profitabilitas, dan likuiditas. Penghindaran
pajak pada penelitian ini diukur menggunakan metode Current Effective Tax Rate
(CuETR). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 63 sampel yang diperoleh dengan
menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah
analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dewan komisaris independen, profitabilitas, dan
likuiditas tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Sedangkan komite audit
dan kepemilikan institusional berpengaruh terhadap penghindaran paja
Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengunjung Di Kawasan Ekowisata Mangrove Taman Wisata Alam (Twa) Muara Angke, DKI Jakarta
Pariwisata adalah industri terbesar di dunia. Pariwisata berpotensi
menambah devisa negara dalam jumlah besar. Salah satu potensi keindahan alam
yang dimiliki Negara Indonesia adalah taman wisata alam, yang menyajikan
ekowisata mangrove. Berada di Kota Administrasi Jakarta Utara tepatnya di
Kelurahan Kamal Muara sebuah ekosistem mangrove yang masih rimbun dengan
luas 99,82 ha. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat Kualitas
Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengunjung, mengetahui aspek kinerja yang
dianggap penting oleh pengunjung Taman Wisata Alam (TWA) Muara Angke
mengetahui persepsi pengunjung terhadap kualitas pelayanan dan mengetahui
strategi pengelolaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada Taman Wisata
Alam (TWA) Muara Angke. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner,
dokumentasi, wawancara, dan observasi. Analisis data menggunakan Servqual,
Customer Satisfaction Index, dan Importance Performance Analysis. Kegiatan
pengumpulan data dan pengolahan dilakukan mulai dari bulan Februari 2024.
Hasil penelitian di Ekowisata Mangrove Taman Wisata Alam (TWA) Muara
Angke, DKI Jakarta didapatkan perhitungan kepuasan pengunjung menggunakan
Service Quality (Servqual) didapatkan nilai gap dari rata-rata keseluruhan dimensi
kualitas adalah 0,08 nilai servqual (>0) adalah puas. Pada perhitungan Importance
Performance Analysis (IPA) didapatkan hasil IPA dengan rata-rata tingkat kinerja
3,28 dan rata-rata tingkat kepentingan 3,52. Berdasarkan hasil analisis Importance
Performance Analysis dapat diketahui strategi pengelolaan kinerja dan atribut
yang memiliki kepentingan tinggi dan kinerja rendah untuk diperbaiki: Kebersihan
tempat wisata (Xb1.3), Pemberian informasi sesuai dengan kenyataan(Xb4.3),
Kemampuan kru memberikan solusi dan keluhan (Xb3.3), Kemampuan kru
menangani keluhan dengan cepat (Xb3.4), Kemampuan kru dalam melayani
wisatawan (Xb3.1), Kondisi fasilitas umum (Xb1.2), dan Kemampuan kru dalam
memberikan informasi (Xb3.2). Atribut yang memiliki prioritas rendah dalam
perbaikan kinerjanya adalah Memberikan pengalaman dan wawasan baru (Xb4.1),
Pengarahan wisata secata tepat dan jelas (Xb2.2), Pemberian pelayanan kepada
pengunjung (Xb5.1), Perhatian kru terhadap pengunjung (Xb5.2). Strategi
pengelolaan adalah Kebersihan tempat wisata, Pemberian informasi sesuai
dengan kenyataan, Kemampuan kru memberikan solusi dan keluhan,
Kemampuan kru menangani keluhan dengan cepat, Kemampuan kru dalam
melayani wisatawan, Kondisi fasilitas umum dan Kemampuan kru dalam
memberikan informasi
Analisis Keberlanjutan Usahatani Jagung Hibrida di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks keberlanjutan juga
factor-faktor yang berpengaruh pada usahatani jagung hibrida di Kecamatan
Grogol, Kabupaten Kediri, dengan fokus pada dimensi ekologi, ekonomi, dan
sosial. Dalam konteks pertanian berkelanjutan, keberlanjutan ekologi mencakup
aspek pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan dan mengurangi
degradasi lahan. Dimensi ekonomi melibatkan analisis produktivitas, efisiensi,
dan stabilitas pendapatan petani, sementara dimensi sosial menyoroti
kesejahteraan petani dan keadilan sosial dalam distribusi manfaat.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2024,
lokasinya berada di Desa Kalipang dan Desa Grogol, memilihan desa tersebut
didasari kaena dua desa tersebut merupakan desa dengan produktivitas serta luas
lahan yang paling tinggi di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling yaitu teknik penentuan
sampel dengan pertimbangan tertentu yang dianggap cocok dengan karakteristik
sampel yang ditentukan akan dijadikan sampel. Metode analisis yang digunakan
adalah analisis statististik deskrptif, Rapid Appraisal for Agricultural Projects
(RAP-Agro) dan pendekatan Multi Dimensional Scaling (MDS).
Hasil indeks keberlanjutan usahatani jagung hibrida di Kecamatan Grogol
Kabupaten Kediri secara multi dimensi sebesar 46,483 termasuk kriteria kurang
berkelanjutan. Indeks Keberlanjutan yang paling tinggi adalah dimensi ekonomi
sebesar 49,15 diikuti dimensi social sebesar 46,19 dan dimensi ekologi 44,11
seluruhnya termasuk kriteria kurang berkelanjutan. Faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap status keberlanjutan usahatani jagung hibrida di Kecamatan
Grogol Kabupaten Kediri, seperti pengendalian hama penyakit, perluasan wilayah
pemasaran, dan atribut sarana dan prasarana transportasi yang memadai,
menunjukkan pentingnya integrasi strategi dalam tiga dimensi: ekologi, ekonomi,
dan sosia
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage, Dan Kepemilikan Keluarga Terhadap Manajemen Laba (Studi Kasus Pada Perusahaan Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2022)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan,
leverage, dan kepemilikan keluarga terhadap manajemen laba. Populasi dalam
penelitian ini mencakup perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020 hingga 2022. Pemilihan sampel
ditentukan menggunakan metode purposive sampling dengan beberapa kriteria
yang telah ditentukan, sehingga menghasilkan total sampel sebanyak 72 sampel.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh
dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan. Teknik analisis data yang
digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS untuk
menguji setiap hipotesis dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa semakin besar ukuran perusahaan dan tingkat leverage dalam perusahaan
dapat meningkatkan praktik manajemen laba. Akan tetapi, struktur kepemilikan
keluarga dalam perusahaan tidak dapat memengaruhi praktik manajemen laba
Hubungan Asupan Protein terhadap Jumlah Leukosit pada pasien ICU di RSUD Dr. Saiful Anwar Provinsi Jawa Timur yang Mendapatkan Enteral Feeding.
Pasien kritis seringkali mengalami hiperkatabolisme protein sebagai
respon dari peningkatan kebutuhan setelah cedera atau penyakit inflamasi akut.
Respon inflamasi pada pasien kritis menyebabkan migrasi leukosit menuju lokasi
kerusakan jaringan dan meningkatkan jumlah leukosit di dalam darah. Di sisi lain,
tubuh manusia tidak memiliki simpanan protein cadangan karena semua protein
di dalam tubuh memiliki fungsi struktural atau fungsional, mengakibatkan pasien
kritis mengalami kehilangan massa tubuh tanpa lemak. Karena itu, asupan protein
menjadi faktor yang sangat penting bagi pasien kritis karena asam amino
memainkan peran utama dalam sintesis protein kekebalan tubuh, sitokin, antibodi,
dan enzim yang terlibat dalam respon inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh pemberian protein dalam bentuk enteral nutrition terhadap
status inflamasi yang ditunjukkan oleh jumlah leukosit pada pasien kritis di ICU.
Desain penelitian adalah analytic observational dengan pendekatan crosssectional study dengan jumlah sampel sebanyak 18 pasien ICU di RSUD Dr. Saiful
Anwar Provinsi Jawa Timur. Data asupan protein selama tiga hari pemberian
enteral nutrition diperoleh dari kardeks dan data jumlah leukosit pada hari ketiga
diperoleh dengan melihat rekam medik. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata
asupan protein responden adalah 46,22 gram/hari dan jumlah leukosit responden
adalah 13,48 x103/µl. Uji Pearson menunjukkan tidak ada hubungan yang
signifikan antara asupan protein terhadap jumlah leukosit pada responden
(p=0.309). Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti asupan protein
inadekuat akibat gejala gastrointestinal yang dialami responden, kandungan
energi dari protein yang tidak mencapai kebutuhan, dan penggunaan formula
berbasis protein intact yang membutuhkan waktu lebih lama untuk bereaksi di
dalam tubuh