University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Analisis Implementasi Kebijakan Program Keluarga Harapan Terhadap Kesejahteraan Keluarga di Desa Bumirejo Kecamatan Dampit Kabupaten Malang Tahun 2022

    No full text
    Penelitian ini membahas mengenai implementasi kebijakan pengentasan kemiskinan oleh Pemerintah yang sudah dilakukan sejak tahun 2007 berupa Program Keluarga Harapan. Penelitian dilakukan di Desa Bumirejo Kecamatan Dampit Kabupaten Malang dimana penerapan PKH sudah dilaksanakan sejak tahun 2013 di Kabupaten Malang. Namun dilihat dari tahun ke tahun jumlah keluarga penerima manfaat bukan berkurang namun justru semakin bertambah, pemberian bantuan yang kurang merata serta tidak terdatanya keluarga yang layak mendapatkan bantuan. Maka setelah melihat masalah di atas dapat dikatakan terdapat masalah dalam proses implementasi Program Keluarga Harapan ini. Untuk itu dalam menganalisis implementasi kebijakan Program Keluarga Harapan ini peneliti menggunakan teori implementasi kebijakan oleh George Edwards III sehingga dapat diketahui proses komunikasi kebijakan, sumber daya yang dimiliki pemerintah untuk menunjang implementasi kebijakan, disposisi pelaksana kebijakan dalam mengimplementasikan kebijakan serta struktur birokrasi pelaksana kebijakan PKH ini. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah dalam implementasi PKH di Desa Bumirejo adalah terbatasnya sumber daya yang menunjang implementasi kebijakan ini. Sumber daya menjadi poin yang krusial karena proses komunikasi tidak berjalan jika tidak didukung dengan sarana media komunikasi yang menunjang dan dimiliki semua target kebijakan. Hal ini menyebabkan kurangnya pemahaman dari keluarga penerima manfaat PKH sebagai sasaran kebijakan. Kemudian struktur birokrasi dari PKH ditemukan cukup berbelit-belit ditambah dengan kurangnya komunikasi antara pejabat atas hingga ke bawah menyebabkan masalah tidak terdatanya keluarga miskin yang layak menerima bantuan. Semua masalah di atas mengerucut pada tidak tercapainya tujuan PKH yaitu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaa

    Pemodelan Tsunami Di Pesisir Kecamatan Sumbermanjing Wetan Untuk Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Daerah Potensi Wisata Pantai

    No full text
    Sumbermanjing Wetan merupakan salah satu kecamatan yang berapa di bagian selatan Kabupaten Malang. Pada bagian selatan kecamatan ini merupakan daerah pesisir yang memiliki potensi tsunami tinggi karena berhadapan langsung dengan zona subduksi megathrust. Potensi gempa yang dapat terjadi di wilayah ini mencapai kekuatan maksimum 8,7 magnitudo momen berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pusat Studi Gempa Nasional (PusGeN). Tujuan diadakannya penelitian ini adalah membuat jalur evakuasi tsunami berdasarkan pemodelan yang dibuat dari skenario terburuk. Data yang digunakan dalam melakukan penelitian ini yaitu gempa magnitudo 8,7 Mw referensi dari PuSGeN Tahun 2017, data topografi DEM, dan data topografi batimetri BATNAS dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Dalam pembuatan pemodelan dilakukan dengan menggunakan software COMCOT v 1.7. Pemodelan tsunami yang dilakukan menggunakan tiga layer dengan resolusi yang berbeda – beda. Hasil dari pemodelan ini diperoleh estimasi waktu kedatangan gelombang tsunami di pesisir antara 8 sampai 46 menit setelah terjadinya gempa bumi pemicu tsunami terjadi. Pemodelan tsunami yang dibuat memiliki ketinggian gelombang maksimum mencapai 22 meter, dan untuk ketinggian minimumnya adalah kurang dari 1 meter, dengan jarak inundasi terjauh yang dijangkau oleh gelombang adalah 1400 meter. Berdasarkan peta jalur evakuasi tsunami yang dihasilkan terdapat tiga titik lokasi yang dijasikan sebagai Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan dua titik lokasi yang dijadikan sebagai Tempat Evakuasi Akhir (TEA) yaitu Masjid Muhammad Cheng Ho di sebelah barat dan Masjid Al – Ikhlas di sebelah timur

    Regresi Nonparametrik Birespon Truncated Spline Dengan Ordo Tingkat Kedua Pada Pemodelan Loyalitas Dan Keterikatan Petani

    No full text
    Analisis regresi merupakan suatu metode statistika yang mampu menggambarkan serta meramalkan hubungan sebab akibat antar individu. Dalam kehidupan nyata, tidak semua hubungan memiliki bentuk kurva yang diketahui seringkali ditemukan pola hubungan yang tidak dapat diketahui bentuk kurvanya, selain itu suatu sebab bisa berdampak pada lebih dari satu akibat, sehingga antar akibat juga bisa memiliki keeratan hubungan di dalamnya. Analisis regresi yang dapat dilakukan untuk mengetahui hubungan tersebut dapat didekatkan dengan regresi nonparametrik birespon truncated spline. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji penduga fungsi dan mengetahui model terbaik dari regresi nonparametrik birespon truncated spline. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas dan keterikatan petani melalui uji signfikansi parameter menggunakan resampling jacknife. Hasil penelitian data sekunder menunjukkan bahwa model terbaik yakni model dengan ordo kuadratik dan dua buah kno

    Pertanggungjawaban Pejabat Pembuat Akta Tanah (Ppat) Pada Proses Pendaftaran Pembebanan Hak Tanggungan Atas Tanah Dan Bangunan Secara Elektronik

    No full text
    Dalam penelitian tesis ini, peneliti mengangkat Pertanggungjawaban Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) mengenai Pendaftaran Hak Tanggungan Elektronik. Pilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh berlakunya Permen ATR/BPN Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pelayanan Hak Tanggungan Terintregasi Secara Elektronik, yang memuat peraturan baru kewajiban Surat Pernyataan Keabsahan dan Kebenaran Dokumen sebagai syarat pendaftaran Hak Tanggungan Elektronik yang wajib dilampirkan PPAT. Dimana dengan kewajiban yang baru ini menjadikan PPAT mengemban tanggung jawab baru yang bisa menimbulkan konsekuensi-konsekuensi profesi. Berdasarkan hal tersebut, terdapat ketidaklengkapan norma mengenai kondisi diatas, sehingga dikaji rumusan masalah: Bagaimana pertanggungjawaban PPAT atas penyertaan Surat Pernyataan Keabsahan dan Kebenaran Dokumen pada Pendaftaran Hak Tanggungan Elektronik ? dan Bagaimana perlindungan hukum terhadap PPAT selaku penanggungjawab atas kewajiban persyaratan Surat Keabsahan dan Kebenaran Dokumen ? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, dengan menggunakan bahan pustaka atau data sekunder. Penelitian ini akan mengkaji lebih dalam megenai batasan pertanggungjawaban PPAT selaku penjamin Surat Pernyataan Keabsahan dan Kebenaran Dokumen, mengingat penyertaan surat ini wajib berdasarkan pasal 10 ayat 2 Permen ATR/BPN karena merupakan bagian dari prosedur administratif dalam pendaftaran hak tanggungan eletronik yang terbaru

    Implementasi Pasal 56 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan Terkait Fungsi Pembimbingan Kemasyarakatan Terhadap Klien Dewasa Tindak Pidana Narkotika (Studi Di Balai Pemasyarakatan Kelas I Malang)

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi karena Jawa Timur menjadi wilayah darurat narkotika di Indonesia. Fungsi pembimbingan kemasyarakatan hadir untuk pendampingan di dalam dan di luar proses peradilan serta mempersiapkan proses reintgerasi yang diselenggarakan melalui pendampingan, pembimbingan, dan pengawasan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 56 ayat (1) UU Pemasyarakatan. Fungsi pembimbingan kemasyarakatan diberikan kepada Klien Pemasyarakatan baik Klien Anak maupun Klien Dewasa, tetapi pelaksanaannya di Bapas Kelas I Malang hanya diberikan Klien Anak Tindak Pidana Narkotika seharusnya fungsi pembimbingan kemasyarakatan juga diselenggarakan kepada Klien Dewasa Tindak Pidana Narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan kendala dalam pelaksanaan fungsi pembimbingan kemasyarakatan terhadap Klien Dewasa tindak pidana narkotika di Bapas Kelas I Malang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi serta data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumen, studi pustaka, dan kajian peraturan. Kedua data kemudian diolah menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ditemukan bahwa implementasi fungsi pembimbingan kemasyarakatan terhadap klien narkotika tidak terlaksana dengan optimal. Pada pendampingan Klien Narkotika dilakukan sejak tahap praadjudikasi, adjudilasi, hingga pascaadjudikasi, tetapi pada tahap praadjudikasi dan adjudikasi tidak pernah terselenggara sebagaimana mestinya. Pada pembimbingan baru terselenggara selama proses reintegrasi sosial seharusnya pembimbingan juga diberikan selama proses peradilan pidana sejak tahap praadjudikasi, adjudikasi, dan pascaadjudikasi. Serta pengawasan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan syarat dan program yang telah ditetapkan dapat berjalan. Dalam pelaksanannya terdapat beberapa kendala sehingga belum terlaksana dengan optimal seperti pendampingan yang sangat bergantung pada permintaan dan ketiadaan peraturan yang mengharuskan aparat penegak hukum lain untuk berkoordinasi dengan Bapas, pasifnya Bapas, ketiadaan peraturan pelaksana, kurangnya jumlah petugas pembimbing kemasyarakatan, sarana dan prasarana yang belum memadai, serta pandangan negatif masyarakat terhadap Klien Narkotika

    Analisis Putusan Ultra Petita Dalam Kasus Tindak Pidana Narkotika (Studi Putusan Nomor 241/Pid.Sus/2019/PN.Tjb)

    No full text
    Kekosongan hukum yang mengatur penggunaan ultra petita dalam hukum acara pidana merupakan pokok bahasan dalam skripsi ini. Dalam putusan nomor 241/Pid.Sus/2019/PN.Tjb, majelis hakim menjatuhkan hukuman melebihi apa yang dirumuskan dalam surat dakwaan dan melebihi ancaman maksimal pidana yang terdapat dalam pasal 112 ayat (2) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Rumusan masalah yang diangkat di dalam penelitian ini adalah bagaimana putusan ultra petita dalam hukum pidana di Indonesia dan apakah dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan ultra petita dalam kasus tindak pidana narkotika pada putusan No. 241/Pid.Sus/2019/PN.Tjb Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif dengan pendekatan penelitian berupa pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Jenis dan sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, berupa peraturan perundangan, bahan hukum sekunder berupa hasil karya hukum serta bahan hukum tersier berupa kamus. Teknik Analisa yang digunakan adalah interpretasi secara sistematis dan interpretasi gramatikal untuk melakukan analisa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis, terdapat kekosongan hukum dalam pengaturan ultra petita khususnya pada hukum pidana di Indonesia karena tidak diatur secara normatif, dan ultra petita yang dilakukan oleh hakim dalam putusan No. 241/Pid.Sus/2019/PN.Tjb merupakan sebuah pelanggaran hukum dan keberadaannya dalam hukum pidana merupakan suatu hal yang dilaran

    Perancangan Ulang Desain Kemasan dan Media Promosi Tahu Kress Sebagai Upaya Peningkatan Brand Awareness

    No full text
    Perancangan ini menggunakan Mix Method Teknik dengan pengumpulan data menggunakan primer dan sekunder bertujuan untuk meningkatkan Brand Awarenss Tahu Kress milik Ibu Tantri. Lokasi yang dilakukan pada penelitian di Gor Jayabaya Kota Kediri, berdasarkan wawancara, observasi, dan kuisioner pada Tahu Kress Kurangnya identitas visual dan media promosi yang dimiliki Tahu Kress disebabkan kemasan yang dimiliki kurang melindungi kualitas sebuah produk. Tak hanya itu, dalam berbisnis media promosi sangat penting dikarenakan dari media promosi produk Tahu Kress dapat dikenal oleh banyak orang. Desain kemasan juga mengacu harus pada perancangan yang telah dibuat dari pemilihan warna, font, bahan kemasan, dan segala elemen yang ada di desain grafis pada kemasan. Maka permasalahan diatas hasil akhir dalam Perancangan Ulang Desain Kemasan Dan Media Promosi Tahu Kress Sebagai Upaya Peningkatan Brand Awareness. Identitas visual yang baik merupakan suatu kunci dalam meningkatkan Brand Awareness bagi produk Tahu Kress. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1), Redesign visual identias produk Tahu Kress menggunakan pendekatan mix method dengan melakukan observasi, wawancara, studi literature, dan kuisioner,(2)Redesign ini menghasilkan sebuah kemasan primer, sekunder, serta GSM yang bertujuan sebagai pedoman dalam menggunakan identitas visual Tahu Kress,(3)Media implementasi yang digunakan dalam redesign yang sesuai dengan kebutuhan Tahu Kress yakni berupa, Poster, X-banner, Stiker, Merchendise dan media promosi Instagram

    Implementasi Pemeriksaan Oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil Dalam Kasus Pelanggaran Hukum Administrasi Bidang Kepabeanan Dan Cukai (Studi Di Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Perak)

    No full text
    Dalam karya ini penulis membahas implementasi pemeriksaan oleh PPNS dalam kasus pelanggaran hukum administrasi bidang kepabenan dan cukai Di Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Perak. Hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus pelanggaran administrasi yang terjadi, kemudian terkait penegak hukum yang dalam pengaturan hukumnya masih terdapat ketikdajelasan. Mengingat dalam aturan yang sudah ada hanya diberikan dijelaskan secara umum namun tidak secara spesifk menjadi kewenangan siapa dan mengakibatkan tumpang tindih kewenangan dan saling lempar tanggungjawab yang berakibat tidak cepat terselesaikannya penegakan hukum dengan maksimal. Berdasarkan hal tersebut diatas, penulis tertarik mengangakat dua rumusan masalah : (1) Bagaimana implementasi pemeriksaan oleh PPNS sebagai alaternatif penyelesaian perkara administrasi bidang kepabenan dan cukai ? (2) Bagaimana implikasi hukum berupa sanksi administrasi yang diberikan oleh PPNS terhadap orang yang terlibat? Dalam penulisan skripsi ini menggunakan metode hukum sosio-legal dengan pendekatan yuridis sosiologis. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan wawancara dengan Kepala Kantor, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Perak dan masyarakat. Dari hasil penelitian yang dilakukan menggunakan metode diatas, penulis mendapatkan jawaban atas permasalah yang ada bahwa penegakan hukum sanksi administasi belum terimplementasi denga baik. Adapun beberapa alasan yang mendasari hal tersebut . pertama, faktor hukum. Dimana peraturan yang ada kurang begitu jelas dan mengalami kekaburan dalam pelaksanaannya. Kedua, faktor penegak hukum. Jumlah PPNS yang ada masih relative sedikit dengan wilayah kerja yang sangat luas dan didukung dengan adanya pelabuhan Tanjung Perak yang merupakan pelabuhan terbesar kedua di Indonesia. Ketiga, faktor masyarakat. Dalam hal ini banyak masyarakat yang tidak mengetahui dengan adanya peraturan yang ada dikarenakan sering terjadinya perubahan. Sementara mengenai upaya yang dilakukan oleh pihak kantor melakukan pelatihan atau sertifkasi pegawai yang sudah memenuhi syarat untuk menjadi PPNS. Kemudian, pihak kantor selalu melaksanakan sosialisasi secara berkala kepada masyarakt setiap adanya perubahan peraturan yang terbaru

    Jenis dan Fungsi Deiksis dalam Dongeng Le Petit Chaperon Rouge karya Charles Perrault

    No full text
    k menunjukkan sesuatu, baik itu orang, benda, tempat, atau waktu. Sesuatu yang ditunjuk oleh deiksis (referen) bersifat deiktis atau tidak tetap sehingga dapat berpindah-pindah menyesuaikan dengan konteks tuturannya. Penggunaan deiksis dalam tuturan digunakan untuk menghindari pengulangan tuturan dan menjelaskan keterangan dari suatu situasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis jenis deiksis menurut teori Yule yang terdapat dalam dongeng Le Petit Chaperon Rouge karya Charles Perrault beserta fungsinya. Le Petit Chaperon Rouge adalah salah satu dongeng terkenal dunia yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan bahkan diadaptasi ke dalam berbagai film serta animasi. Dalam menceritakan alur dongeng, Perrault menggunakan peran deiksis untuk menggambarkan situasi cerita secara jelas, yang meliputi keterangan tokoh, tempat, dan waktu terjadinya kisah dongeng. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis deiksis sebagai langkah utama dalam meningkatkan pemahaman isi dongeng secara kontekstual. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan data berupa naskah dongeng Le Petit Chaperon Rouge karya Charles Perrault. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik simak catat yang mengelompokkan data sesuai dengan 3 jenis deiksis: persona, spasial, dan temporal. Data yang telah diklasifikasi kemudian dianalisis menggunakan teori deiksis oleh Yule untuk mengidentifikasikan fungsi dari setiap jenis deiksis yang telah dikelompokkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 102 data deiksis, dengan rincian jenis deiksis: 92 deiksis persona, 8 deiksis spasial, dan 2 deiksis temporal. Dari keseluruhan jumlah deiksis, deiksis persona menjadi jenis deiksis yang paling banyak digunakan karena hampir setiap tuturan dalam naskah mengandung keterangan persona. Selanjutnya, untuk fungsi deiksis, deiksis persona dalam dongeng ini digunakan dengan fungsi sebagai kata ganti orang yang merujuk kepada tokoh Le Petit Chaperon Rouge, Ibu, Nenek, dan Serigala, deiksis spasial berfungsi sebagai kata ganti keterangan tempat untuk rumah nenek, pabrik, dan jalan, dan deiksis temporal berfungsi sebagai keterangan waktu untuk menjelaskan waktu kisah ini terjadi dan hari ketika Le Petit Chaperon Rouge pergi ke rumah nenek. Peneliti merekomendasikan penelitian terkait deiksis dalam dongeng ini dilanjutkan dengan menganalisis deiksis berdasarkan bentuk dan penggunaanny

    Filantropi Gerakan Jumat Berkah pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara

    No full text
    Penelitian ini mengkaji tentang aksi filantropi gerakan Jumat Berkah yang berlokasi di wilayah RW 07 Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi gerakan Jumat Berkah dalam memobilisasi sumber daya di wilayah RW 07, Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara dan rintangan apa saya yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan teori mobilisasi sumber daya yang dicetuskan oleh John D. McCarthy dan Mayer N. Zald. Menurut John D. McCarthy dan Mayer N. Zald lebih menekankan kepada aspek penting dalam mobilisasi sumber daya, termasuk sumber daya material maupun non material dan kepemimpinan dalam menentukan keberhasilan gerakan. Penelitian ini menggunakan analisis metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini menjelaskan tentang strategi yang digunakan oleh gerakan Jumat Berkah dalam memobilisasi sumber daya di Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara. Dalam menjalankan aksinya, gerakan Jumat Berkah tentunya membutuhkan strategi dalam memobilisasi sumber daya yang ada. Strategi yang dijalankan adalah berupa partisipan gerakan Jumat Berkah yang berkomitmen untuk menjalankan organisasi gerakan Jumat Berkah, startegi untuk mendapatkan simpatisan dari masyarakat luas, dan strategi untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat kepada gerakan Jumat Berkah agar terjaga dan langgeng eksistensinya. Selain itu, aksi filantropi gerakan Jumat Berkah mengalami kendala internal dan eksternal yang dapat diatasi

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇