University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Aktivitas antimikroba edible film berbasis kitosan dan whey protein isolate dengan berbagai level minyak atsiri bawang putih (allium sativum)

    No full text
    Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Februari 2024 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Permasalahan yang diambil pada penelitian ini adalah berapa level penambahan minyak atsiri bawang putih terbaik pada pembuatan edible film kitosan dan WPI (whey protein isolate) yang ditinjau dari aktivitas antimikroba terbaik pada bakteri Staphylococcus aureus, Salmonella sp. Escherichia coli, dan Lactobacillus bulgaricus. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui berapa level terbaik penambahan minyak atsiri bawang putih pada proses pembuatan edible film WPI (whey protein isolate) dan Kitosan yang ditinjau pada aktivitas antimikroba terbaik pada bakteri Staphylococcus aureus, Salmonella sp. Escherichia coli, dan Lactobacillus bulgaricus. Materi yang digunakan pada penelitian ini yakni edible film yang dibuat dari bahan kitosan dan WPI (whey protein isolate) yang ditambahi dengan minyak atsiri bawang putih dengan berbagai level sesuai dengan perlakuan yang diberikan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode percobaan laboratorium menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan 1 (P0) Edible film kitosan- whey protein isolate (WPI) tanpa penambahan minyak atsiri bawang putih, Perlakuan 2 (P1) edible film kitosan- whey protein isolate (WPI) + minyak atsiri bawang putih 0,5%, Perlakuan 3 (P2) Edible film kitosan- whey protein isolate (WPI) + minyak atsiri bawang putih 1%, dan Perlakuan 4 (P3) edible film kitosan- whey protein isolate (WPI) + minyak atsiri bawang putih 1,5%. Variabel yang diamati adalah aktivitas antimikroba edible film kitosan dan WPI (whey protein isolate) berbagai level minyak atsiri bawang putih terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Salmonella sp. Escherichia coli, dan Lactobacillus bulgaricus. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) apabila ditemukan nilai perbedaan yang nyata atau sangat nyata. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pada proses pembuatan edible film kitosan dan WPI (whey protein isolate) yang ditambahkan minyak atsiri bawang putih (Allium sativum) dengan level yang berbeda menghasilkan perbedaan aktivitas antimikroba yang sangat nyata (P<0,01) terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Pada pengujian aktivitas antimikroba bakteri Salmonella sp. dan Lactobacillusv bulgaricus menunjukkan hasil perbedaan yang tidak nyata (P>0,05). Rata – rata diameter pada zona hambat bakteri Escherichia coli yaitu 20,17 mm sedangkan untuk (P0) 1,80 ± 0,32 mm, untuk (P1) 7,4 ± 0,78 mm, untuk (P2) 7,91 ± 0,98 mm, dan untuk (P3) 9,78 ± 2,25 mm. Rata – rata diameter pada zona hambat bakteri Staphylococcus aureus adalah 17,83 mm sedangkan untuk (P0) 3,39 ± 1,64 mm, untuk (P1) 3,46 ± 0,86 mm, untuk (P2) 5,19 ± 2,32 mm dan untuk (P3) 11,73 ± 2,06 mm. Rata – rata diameter pada zona hambat bakteri Salmonella sp. yaitu 18,15 mm sedangkan untuk (P0) 6,25 ± 1,06 mm, untuk (P1) 6,27 ± 1,06 mm, untuk (P2) 5,15 ±0,20 mm, dan untuk (P3) 6,53 ± 0,79 mm. Rata – rata diameter pada zona hambat bakteri Lactobacillus bulgaricus yaitu 8,47 mm sedangkan untuk (P0) 1,80 ± 0,32 mm, untuk (P1) 2,63 ± 0,79 mm, untuk (P2) 3,0 ± 0,53 mm dan untuk (P3) 3,85 ± 1,20 mm. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat ditarik kesimpulan yakni pada proses pembuatan edible film kitosan dan WPI (whey protein isolate) yang ditambahi minyak atsiri bawang putih dengan level yang berbeda didapatkan hasil dengan perlakuan terbaik pada P3 yaitu penambahan minyak atsiri bawang putih sebanyak 1,5 %. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai uji daya simpan untuk edible film dan pengaplikasiannya ke produk makanan segar seperti telur, daging, karkas, bakso, keju dan sosis

    Analisis perilaku seksual rusa timor (Cervus timorensis) di Penangkaran Rusa Brigif (Kediri), Jawa Timur

    No full text
    Rusa timor (Cervus timorensis) adlaah spesies rusa yang berasal dari Indonesia. Mereka adalah hewan herbivora yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk makan dan beristirahat. Untuk melindungi spesies rusa yang terancam punah, upaya konservasi harus diimbangi dengan pelestarian ex-situ. Pelestarian ex-situ melindungi satwa dan tumbuhan dengan mengikuti habitat asli mereka di luar habitat aslinya. Rusa Timor biasanya hidup dalam kelompok kecil yang terdiri dari beberapa ekor hingga puluhan ekor. Mereka memiliki perilaku sosial yang kuat dan sering berkomunikasi dengan menggunakan suara dan gerakan tubuh. Rusa Timor juga memiliki perilaku territorial yang kuat, terutama pada saat musim kawin. Tujuan dilaksanakan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku seksual rusa timor di penangkaran rusa Brigif, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan di Penangkaran rusa yang berada di wilayah militer tepatnya di Brigade Infanteri (Brigif) terletak di lereng Gunung Klotok, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, merupakan salah satu upaya konservasi dan penangkaran satwa harapan di Jawa Timur yang potensial untuk terus dikembangkan. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan yaitu pada tanggal 10 Oktober 2023 sampai dengan 8 November 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang dapat memicu perilaku seksual rusa timor di Penangkaran. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh populasi rusa timor di penangkaran brigif. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi. Alat yang digunakan pada saat penelitian berupa Handphone dan CCTV. Variabel yang dianalisis berupa grooming, istirahat (resting), dan kopulasi (mating). Data yang dikumpulkan dianalisis lalu disatukan dengan bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa grooming, resting, mating, dan following berpengaruh pada perilaku seksual rusa timor. Pada saat musim kawin tiba rusa timor akan menunjukan sifat birahi seperti rusa jantan akan mengadu tanduk untuk menentukan rusa yang dapat mengawini betina, dan rusa betina sering menggosokan badan di pagar dan mengeluarkan suara yang khas untuk memancing rusa pejantan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah Hasil pengamatan menunjukkan bahwa bulan Oktober hingga November 2023 cukup produktif bagi Rusa Timor di Penangkarang Rusa Brigif dalam aktivitas seksual. Grooming, resting, dan mating adalah semua hal yang dilakukan rusa timor. Selama musim kawin, rusa timor sering menunjukkan perilaku seksual

    Klasifikasi Varietas Biji Kopi Indonesia Berdasarkan Indikasi Geografis Menggunakan Citra Digital dan Pemodelan Machine Learning

    No full text
    Kopi merupakan jenis tanaman tropis hasil perkebunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan salah satu tanaman budidaya di Indonesia dengan potensi yang cukup besar, sehingga kopi menjadi andalan yang mendukung perekonomian dengan menghasilkan devisa negara. Produksi kopi Indonesia pada tahun 2023 sebesar 789.609 ton, dimana angka ini membuat indonesia menduduki sebagai negara terbesar ketiga penghasil kopi setelah Brazil dan Vietnam. Harga kopi yang tinggi ditentukan oleh kualitas termasuk ciri khas dan karakteristik, terutama kopi yang telah tersertifikasi Indikasi Geografis (GI). Eksklusivitas kopi tersebut membuat harganya menjadi relatif tinggi sehingga menyebabkan terjadinya pemalsuan terhadap kopi biasa. Oleh karena itu, tidak sedikit dari petani maupun coffee expert kesulitan dalam membedakan varietas kopi berdasarkan green bean. Sehingga diperlukan standard dalam menentukan jenis kopi berdasarkan karakteristik kopi untuk menghasilkan jenis kopi yang akurat. Teknologi Computer vision dapat melihat dan menganalisis seperti layaknya manusia yang dapat menganalisis, dan mendeteksi objek dengan menggabungkan kamera, sistem komputasi, perangkat lunak, serta kecerdasan buatan untuk klasifikasi sehingga dapat mengidentifikasi jenis kopi. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun pemodelan machine learning dengan menerapkan fitur extraction menggunakan green bean robusta, arabika, dan liberika. Klasifikasi dilakukan dengan tiga label yakni label 1 berdasarkan varietas diantaranya arabika, robusta, dan liberika, label 2 berdasarkan geografis Indonesia diantaranya Indonesia barat dan Indonesia timur, serta lebel 3 berdasarkan pulau di Indonesia diantaranya pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa tenggara, Sulawesi, dan Papua menggunakan fitur warna, tekstur, dan bentuk. Penelitian ini dilakukan secara uji non desktruktif dengan pengambilan citra menggunakan computer vision berbasis reflektansi. Input data yang sudah didapatkan berupa hasil ekstrak fitur warna, tekstur dan bentuk kemudian diproses dan diolah menggunakan metode algoritma machine learning meliputi KNN (K-Nearest Neighbor), SVM (Support Vector Machine), dan Random Forest. Rekomendasi pemodelan algoritma machine learning terbaik model Random Forest dengan normalisasi min-max didapatkan hasil training test sebesar 1,000 dan accuracy test sebesar 1,000

    Penilaian Green Building Aspek Water Conservation (WAC) dan Indoor Health and Comfort (IHC) pada Masjid Al-Alam Kota Kendari Berdasarkan Kriteria Greenship Existing Building Versi 1.1

    No full text
    Untuk mengurangi konsumsi air berlebih pada bangunan masjid serta memastikan kenyamanan dan kesehatan penggunanya dapat diterapkan konsep green building. Konsep ini tidak hanya dapat diterapkan pada bangunan pencakar langit atau perkantoran tetapi juga pada fasilitas umum yang banyak terdapat di Indonesia yaitu masjid mengingat masyarakat Indonesia sebagian besar beragama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi yang dilakukan dengan mengidentifikasi kondisi gedung masjid Al-Alam Kota Kendari untuk dibandingkan dengan tolak ukur kriteria pada aspek water conservation dan indoor health and comfort dari greenship existing building versi 1.1 untuk mengetahui tolak ukur mana yang telah terpenuhi diikuti dengan pemberian poin dan tolak ukur yang belum terpenuhi untuk diberikan rekomendasi dalam meningkatkan penerapan konsep green building pada bangunan tersebut. Gedung Masjid Al-Alam terdiri dari 2 lantai yang digunakan untuk kegiatan keagamaan dan dapat menampung hingga 10.000 jemaah. Masjid Al-Alam memfasilitasi sholat 5 waktu setiap harinya, sholat jumat, sholat idul fitri dan idul adha, serta prosesi pernikahan dan pindah agama. Masjid ini ramai dikunjungi khususnya pada hari JumatMinggu. Perencanaan kedepannya yaitu menjadikan Masjid Al-Alam sebagai rumah penghapal Al-Quran. Selanjutnya, hasil asesmen menunjukkan telah terpenuhi 8 tolak ukur dari keseluruhan 26 tolak ukur dan mendapatkan 12 poin dari keseluruhan 40 poin untuk 2 aspek yaitu water conservation dan indoor health and comfort. Penerapan konsep green building dapat ditingkatkan dengan menerapkan rekomendasi diantaranya yaitu pembuatan kebijakan terkait konservasi air dan minimalisasi aktifitas merokok dalam gedung disertai seruan berupa kampanye tertulis, pembuatan SOP dan pendataan perawatan sistem plumbing dan pembersihan kipas angin, menggunakan torent penampung air hujan, melakukan pengukuran kualitas air dan udara bekerjasama dengan pihak ketiga, melakukan daur ulang grey water (air bekas wudhu), mengolah air minum dengan sistem filtrasi sederhana, mengganti keran dengan fitur auto-stop, memasang alat monitoring gas CO2 (e-nose), dan memastikan seluruh bukaan (jendela dan pintu) berfungsi dengan bai

    Affirmative Action Pengawas Pemilu Kecamatan Tahun 2022 Oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Malang

    No full text
    Ketimpangan gender mendorong diciptakannya Perbawaslu No.8 Tahun 2019 dengan pemberian kuota 30% untuk perempuan yang masih jadi minoritas pada aktivitas politik, khususnya pemilu. Regulasi tersebut menjadi harapan dan solusi akan masalah yang ada. Akan tetapi terdapat masalah dalam pelaksanaan regulasi tersebut. Bahwa Bawaslu Kota Malang sebagai perekrut Panwascam Kota Malang pada tahun 2022 belum mampu meraih kuota target yang diberikan. Kuota 30% hanya bisa dipenuhi pada tahap pendaftaran, akan tetapi pada tahap selanjutnya sampai akhir pelantikan, perempuan yang dinyatakan terlantik masih jauh dari kuota minimal 30% tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah keterwakilan perempuan yang belum bisa terpenuhi walaupun sudah diberikan kuota 30% sebagai pengaplikasian affirmative action sebagai upaya dalam permasalah ketimpangan gender. Dengan menggunakan pedoman pemikiran dari Teori New Institutionalism varian Sociological Institutionalism yang memiliki tiga pilar indikator yaitu : regulatif, normatif dan kultur kognitif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus. Hasil / Temuan dari penelitian ini dilihat dengan menggunakan pengaplikasian indikator teori new institutionalism varian sociological institutionalism Scott 2008. Indikator pertama regulasi, terkait peraturan suatu lembaga terdiri dari kebijakan dan kekuatan yang ada di suatu lembaga/ organisasi yang memiliki produk hukum yaitu Perbawaslu 8/2019. Dalam pelaksanaannya belum optimal menunjukkan keterwakilan perempuan dalam Panwascam hanya untuk sebatas pemenuhan formalitas tapi untuk meraih kuota 30% belum benar-benar diperhatikan dan perempuan masih dalam pandangan masyarakat ditemukan budaya patriarki walaupun kini sudah lebih melemah. Hambatan lain yaitu ditemukan dalam pemenuhan kuota 30% karena staf Bawaslu Kota Malang yang bermasalah dalam pelaksanaan dan penafsiran regulasi Perbawaslu No. 8 Tahun 2019 dalam menjalankan affirmative action pada perekrutan Panwascam Kota Malang 2022. Dari indikator kedua, normatif merupakan suatu konsep norma yang digunakan lembaga yang dapat membangkitkan suatu perasaan kuat untuk para anggotanya kearah kemajuan yakni affirmative action sebagai upaya atau usaha yang diberikan organisasi atau lembaga untuk menyelesaikan masalah ketimpangan gender yang ada. Indikator ketiga culture/cognitive, mempresentasikan hasil dari affirmative action mampu menekan budaya patriarki yang ada budaya yang ada di lembaga atau lingkungan lembaga, affirmative action mampu meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri perempuan dalam berpartisipasi menjadi pengawas pemilu. Kesimpulannya upaya yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah keterwakilan perempuan sebagai Panwascam adalah dengan perkuatan Perbawaslu No.8 Tahun 2019 pada pemberian kuota 30% harus masih dipenuhi sampai tahap akhir

    Evaluasi Kandungan Nutrien Dan Total Digestible Nutrien Pakan Lengkap yang Disubstitusi dengan Daun Lamtoro(Leucaena leucocephala, L.) pada Kambing Perah Laktas

    No full text
    Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan salah satu penyedia protein hewani berupa daging dan susu. Hijauan pakan ternak menjadi satu kebutuhan yang tidak terpisahkan dalam pengembangan peternakan terutama ruminansia. Pemanfaatan leguminosa untuk hijauan pakan ternak merupakan salah satu solusi mendapatkan pakan sumber protein murah dan berkualitas. Lamtoro (Leucaena leucocephala) merupakan salah leguminosa yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, namun pemanfaatan lamtoro sebagai pakan ternak perlu dibatasi karena lamtoro juga mengandung zat anti nutrisi. Jenis hijauan lain yang sering diberikan kepada ternak selain leguminosa adalah rumput, jenis rumput yang sering diberikan kepada ternak ruminansia salah satunya adalah rumput odot, namun ketersediaan pakan hijauan menjadi salah satu kendala yang cukup sering dirasakan oleh peternak saat musim kemarau. Kekurangan hijauan pada musim kemarau akan terjadi dan pada musim penghujan ketersediannya melimpah. Teknik pengawetan hijauan (silase) merupakan bagian dari sistem produksi ternak. Silase adalah metode pengawetan hijauan dengan cara fermentasi anaerob di dalam silo dengan kondisi asam dan kandungan air 60-70%.Pemberian hijauan pakan pada ternak harus diimbangi dengan pakan tambahan yang berupa konsentrat. Pemberian konsentrat umumnya di lakukan secara terpisah dengan pemberian hijauan, hal ini dapat menimbulkan seleksi pakan pada ternak yang dapat mempengaruhi kondisi rumen dan menyebabkan terjadinya fluktuasi rumen. Untuk mengantisipasi hal tersebut dapat dilakukan pemberian pakan dalam bentuk pakan lengkap. Pemberian pakan dengan sistem pakan lengkap akan terhindar dari seleksi pakan sehingga sebagian besar bagian pakan akan dapat dikonsumsi dan cenderung tidak selektif saat makan, sehingga banyaknya pakan yang dapat dikonsumsi oleh ternak akan berpengaruh pada produktivitas ternak. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi nutrisi pakan lengkap ditinjau dari kandungan nutrien dan TDN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2022-Maret 2023, percobaan pakan secara in-vivo dilakukan di kandang Kelompok Tani Karya Mulya yang berlokasi Dusun Sidomulyo, Desa Bangelan Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Analisis kandunganvii nutrien pakan dilakukan di LaboratoriumNutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi nutrisi pakan lengkap yang disubstitusi dengan daun lamtoro ditinjau dari kandungan nutrien dan TDN. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun lamtoro, rumput odot, silase tebon jagung, konsentrat SAE Pujon, onggok dan bungkil kedelai. Metode penelitian yang dilakukan adalah percobaan lapang untuk pengambilan sampel pakan dan percobaan laboratorium untuk analisis kandungan nutrien meliputi (BK,BO,PK,SK,LK) dan BETN yang didapatkan dari perhitungan serta TDN yang dihitung berdasarkan rumus regresi sesuai kelas bahan pakan, kemudian dihitung untuk mengetahui kandungan nutrien dan TDN dalan pakan lengkap sesuai perlakuan kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa pakan lengkap yang disubstitusi dengan daun lamtoro memberikan perbedaan pada kandungan nutrien dan TDN. Pakan lengkap dengan susunan lamtoro 50% + konsentrat 50% merupakan pakan perlakuan terbaik yang kandungan nutrien PK dan BETN lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya yaitu sebesar 16,83% dan 44,23% serta memiliki nilai TDN yang paling tinggi sebesar 63,91%

    Pengaruh Aksesibilitas, Atraksi, dan Kualitas Layanan Terhadap Minat Berkunjung Kembali Di Clungup Mangrove Conservation (CMC), Kabupaten Malang

    No full text
    Dalam sebuah perjalanan ekowisata, biasanya seorang wisatawan akan terlebih dahulu melakukan sebuah pencarian informasi terkait dengan objek wisata yang nantinya akan mereka kunjungi. Biasanya hal tersebut menyangkut keunggulan dari daerah tempat wisata yang akan mereka kunjungi, aksesibilitas, atraksi wisata yang ada di lokasi ekowisata, dan kualitas layanan dari lokasi wisata yang akan mereka kunjungi. Seorang wisatawan yang merasa puas terhadap terhadap suatu destinasi ekowisata akan melakukan sebuah kunjungan ulang pada waktu yang akan datang dan memberitahukan kapada orang lain atas jasa yang telah dirasakannya di lokasi tersebut. Kabupaten malang dinilai memiliki sebuah keanekaragaman baik dari potensi dan daya tarik wisata yang dapat membuat para wisatawan memilih untuk datang ke berbagai destinasi yang ada. Salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Malang adalah Kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna yang berlokasi di Kabupaten Malang. Kegiatan penelitian ini dilakukan di Kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna. Tujuan dari kegiatan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas terhadap minat berkunjung kembali di kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna, menganalisis pengaruh atraksi terhadap minat berkunjung kembali di kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna, menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap minat berkunjung kembali di kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna dan menganalisis pengaruh aksesibilitas, atraksi, dan kualitas layanan terhadap minat berkunjung kembali di kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna. Jenis penelitian ini menggunakan analisis regreasi linear berganda dengan penjelasan explanatory research, dan populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung Kawasan CMC Tiga Warna, dengan jumlah sebanyak 40 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara observasi langsung ke lokasi penelitian, wawancara dengan beberapa pengunjung, dan memberikan kuesioner kepada para pengunjung sesuai dengan jumlah sampel yang telah di tentukan. Berdasarkan dari uji analisis regresi linear berganda tersebut memperoleh hasil bahwa terdapat 2 variabel yang berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap minat berkunjung kembali di Kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna, dan terdapat 1 variabel yang tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung kembali di Kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna. Adapun variabel yang berpengaruh adalah Aksesibilitas (X1), dan atraksi (X2). Variabel yang tidak berpengaruh adalah kualitas layanan (X3). Adapun jika ke tiga variabel tersebut di uji secara bersamaan maka memperoleh hasil bahwa variabel aksesibilitas (X1), atraksi (X2), dan kualitas layanan (X3) berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap minat berkunjung kembali di kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna. Hal tersebut terbukti melalui nilai fhitung > ftabel, dengan nilai 16,453 > 2,85 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,005. Adapun saran yang diharapkan setelah di lakukan nya kegiatan penelitian ini yaitu pihak pengelola Kawasan diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas yang tersedia agar tercipta nya rasa nyaman kepada para pengunjung sehingga dapat meningkatkan minat pengunjung untuk berkunjung kembali ke Kawasan CMC Tiga Warna. Selain itu diharapkan bagi para peneliti selanjutnya untuk dapat menambah variabel yang lainnya sebagai bentuk pembaruan dalam penelitian selanjutnya

    Peran Student-Teacher Relationship Terhadap Iklim Sekolah Pada Siswa Sekolah Menengah Atas

    No full text
    k memaksimalkan potensi siswa SMA yang masih dalam tahap perkembangan remaja. Namun, saat ini banyak terjadi fenomena yang menunjukkan iklim sekolah yang kurang mendukung di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran student-teacher relationship terhadap iklim sekolah pada siswa sekolah menengah atas di Indonesia dengan metode kuantitatif korelasional. Penelitian ini memiliki sampel sebanyak 225 siswa menengah atas atau sederajat yang berada di kelas 10, 11, dan 12. Dalam mengumpulkan sampel, peneliti menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Teacher Student Relationship Inventory versi siswa (S-TSRI) untuk mengukur variabel student-teacher relationship dan The MDS3 Student Survey untuk mengukur iklim sekolah. Teknik analisis statistik yang digunakan dalam menguji hipotesis pada penelitian ini adalah simple linear regression. Berdasarkan hasil uji hipotesis didapatkan bahwa student-teacher relationship memiliki peran positif terhadap iklim sekolah pada siswa sekolah menengah atas. Berdasarkan hal tersebut, guru direkomendasikan untuk memiliki hubungan yang baik dengan siswa dalam menciptakan iklim sekolah yang positi

    Pengaruh Implementasi Kebijakan Larangan Suporter Tandang Oleh PSSI Terhadap Sikap Penerimaan Suporter “Studi Pada Perspektif Suporter Sepak Bola The Jakmania (Persija) dan Bobotoh (Persib)

    No full text
    Dalam implementasi kebijakan terdapat beberapa variabel yang mempengaruhi implementasi salah satunya adalah dukungan publik. Dalam kelanjutannya dukungan publik (public support) selalu berkaitan dengan penerimaan kebijakan. Implementasi kebijakan larangan suporter tandang yang diterapkan oleh PSSI penting untuk dilihat bagaimana penerimaannya dikalangan suporter sehingga keberhasilan kebijakan dapat terbentuk. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hubungan dan pengaruh implementasi kebijakan larangan suporter tandang oleh PSSI terhadap sikap penerimaan suporter The Jakmania (Persija) dan Bobotoh (Persib). Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Penelitian diajukan kepada suporter The Jakmania (Persija) dan Bobotoh (Persib) dengan total berjumlah 111 responden. Data yang diperoleh di analisis dengan analisis korelasi dan analisis regresi linear sederhana yang mengungkapkan implementasi kebijakan larangan suporter tandang berada di kategori rendah berdasarkan nilai rata-rata dari keseluruhan item yang berada pada nilai 2,56. Sementara itu pada sikap penerimaan suporter memiliki rata-rata 2,92 dalam kategori sedang. Kemudian berdasarkan analisis statistik antara implementasi kebijakan larangan suporter tandang dengan sikap penerimaan suporter terdapat hubungan positif dan signifikan (rhitung 0,590 > rtabel sebesar l0,186 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Analisis regresi sederhana juga dilakukan untuk mengetahui pengaruh implementasi kebijakan larangan suporter tandang dengan sikap penerimaan suporter, hasil uji t menunjukkan adanya pengaruh antara implementasi kebijakan larangan suporter tandang berpengaruh terhadap sikap penerimaan suporter (thitung7,630 > ttabel sebesar 1,658 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05). Sementara itu untuk mengetahui sikap penerimaan suporter yang lebih besar diantara dua kelompok sampel dalam hal ini The Jakmania (Persija) dan Bobotoh (Persib) peneliti melakukan uji independent sample t-test yang menunjukkan bahwa sikap penerimaan The Jakmania lebih besar dari Bobotoh (63,9606 > 61,2416). Berkenaan dengan hal tersebut di atas, terdapat 4 poin saran yang bisa diberikan oleh peneliti : (1) PSSI membuat sesi dialog rutin dengan perwakilan suporter, klub, dan semua stakeholders ;(2) memberikan aturan turunan lebih detail dan jelas yang memberikan hukuman atau sanksi terhadap perseorangan (3) PSSI harus mengatur edukasi yang tepat dan menyeluruh untuk suporter; (4) Merencanakan mekanisme mobilitas supaya jalur suporter tandang tidak beririsan dengan suporter tuan rumah

    Penggunaan sensor mq-8 pada sistem monitoring konsentrasi senyawa benzo[a]pyrene menggunakan Robotdyn Uno R3 Wi-Fi dan ditampilkan pada Ubiq

    No full text
    BaP (Benzo[a]Pyrene) termasuk senyawa yang berbahaya dan sangat mencemari lingkungan, BaP berdampak buruk bagi kesehatan manusia dengan penyakit yang ditimbulkan seperti ISPA (Iritasi Saluran Pernapasan) BaP berasal dari pembakaran bahan organik yang tidak sempurna seperti emisi kendaraan dan pembakaran fosil. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini diperlukan untuk memonitoring BaP secara real-time. Sistem menggunakan mikrokontroler Robotdyn Uno Wi-Fi R3, sensor gas MQ 8 yang dikalibrasi dengan BaP, LCD 20x4 dan platform visual Ubiq yang akan menampilkan data secara real-time. Sistem ini juga menggunakan database MySQL dan SD card untuk menyimpan data monitoring. Hasil monitoring yang dilakukan, sistem ini memiliki rentang pengukuran BaP 0-32 ppm dengan akurasi sensor 82% dan performa pengiriman data ke database MySQL didapatkan akurasi 92% dengan jangkauan antara sistem dengan router kurang dari10 meter. Kesimpulannya sistem ini dapat digunakan untuk memonitoring konsentrasi senyawa BaP dari emisi yang ada diudara secara real-time dan diketahui performa sistem dengan sensor MQ 8 terhadap pengukuran konsentrasi BaP

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇