137686 research outputs found
Sort by
Pengaruh Layanan Aplikasi Epesanruangan Terhadap Efisiensi Penggunaan Ruang Rapat Dan Pertemuan Satuan Kerja Perangkat Daerah Menggunakan E-Govqual Studi Pada Balai Kota Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rapat dan pertemuan di instansi pemerintahan terhambat oleh keterbatasan ruang
rapat. Hal ini menghambat koordinasi dan pelayanan publik. Efisiensi pelayanan
publik di Balai Kota DKI Jakarta difokuskan pada optimalisasi ruang rapat melalui
aplikasi e-pesanruangan. Aplikasi e-pesanruangan memungkinkan pemesanan dan
manajemen ruang rapat secara digital, meningkatkan transparansi dan kemudahan
akses. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui implementasi aplikasi epesanruangan di Balai Kota DKI Jakarta dalam mendukung efisiensi penggunaan
ruang rapat dan pertemuan SKPD, (2) Menguji pengaruh layanan aplikasi epesanruangan terhadap efisiensi penggunaan ruang rapat dan pertemuan SKPD di
Balai Kota DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode E-GovQual. Hasil
penelitian ini menunjukkan faktor layanan aplikasi e-pesanruangan yang terdiri dari
kemudahan pengguna, kepercayaan, fungsional dari interaksi, keandalan, isi dan
tampilan informasi, dan pendukung berpengaruh secara bersama-sama terhadap
efisiensi penggunaan ruang rapat dan pertemuan SKPD namun pada hanya pada
variabel kemudahan pengguna dan keandalan yang berpengaruh signifikan
terhadap efisiensi penggunaan. Artinya, belum maksimalnya layanan aplikasi epesanruangan dalam menjalankan fungsinya di variabel tersebut
Pengaruh Pemasaran Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian (Survei Online Pengguna Aplikasi Instagram pada Mahasiswi Sarjana Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Angkatan 2020/2021, 2021/2022, 2022/2023, & 2023/2024 yang Membeli Produk Wardah)
Perkembangan teknologi digital dan hadirnya internet menciptakan perubahan bagi
bidang pemasaran yang semula bersifat tradisoinal kini menjadi pemasaran berbasis
digital. Kemajuan ini menciptakan peluang juga tantangan baru bagi para pelaku
bisnis. Salah satu bentuk strategi pemasaran melalui internet yang banyak
digunakan adalah Pemasaran Media Sosial. Salah satu perusahaan yang
menggunakan Media Sosial sebagai sarana pemasaran adalah Wardah. Berdasarkan
hal tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh
Pemasaran Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian (Survei Online Pengguna
Aplikasi Instagram pada Mahasiswi Sarjana Fakultas Ilmu Administrasi
Universitas Brawijaya Angkatan 2020/2021, 2021/2022, 2022/2023, & 2023/2024
yang Membeli Produk Wardah)”. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui dan
menjelaskan pengaruh Pemasaran Media Sosial yang terdiri dari variabel
Pembuatan Konten (X1), Pembagian Konten (X2), Koneksi (X3), dan Pembangunan
Komunitas (X4) terhadap Struktur Keputusan Pembelian (Y) secara simultan dan
parsial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
explanatory research. Populasi penelitian ini Mahasiswi S1 Fakultas Ilmu
Administrasi Universitas Brawijaya yang Menggunakan Aplikasi Instagram.
Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah
sampel 116 orang responden. Metode pengumpulan data dilakukan dengan
menyebarkan kuesioner. Pengolahan data menggunakan software SPSS versi 25.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel Pembuatan
Konten (X1), Pembagian Konten (X2), Koneksi (X3), dan Pembangunan Komunitas
(X4) berpengaruh signifikan terhadap variabel Struktur Keputusan Pembelian (Y).
Berdasarkan hasil pengujian, secara parsial terdapat pengaruh variabel Pembuatan
Konten (X1), Pembagian Konten (X2), Koneksi (X3), dan Pembangunan Komunitas
(X4 terhadap Struktur Keputusan Pembelian (Y
Pengaruh Persepsi Kemanfaatan dan Kemudahan Penggunaan Untuk Menggunakan Sistem Informasi Manajemen Aplikasi EPuskesmas (Studi di Puskesmas Cerme Kabupaten Gresik).
Puskesmas merupakan salah satu fasilitas kesehatan dari pemerintah dengan
kemudahan jangkauan untuk masyarakat. Setiap puskesmas wajib
menyelenggarakan sistem informasi puskesmas, seperti penerapan E-Puskesmas
oleh Puskesmas Cerme Kabupaten Gresik. Dalam penerapannya E-Puskesmas
terlihat belum optimal, seperti pelayanan kesehatan dilakukan secara manual
dengan frekuensi penggunaan rekam medis konvensional masih tinggi, belum
adanya operator khusus untuk input E-Puskesmas, adanya miskomunikasi antar
pegawai, pasien belum mengetahui aplikasi E-Puskesmas. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui penerimaan sistem teknologi informasi oleh pengguna
menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM) dari Davis (1989).
Terdapat 2 (dua) faktor utama yang mempengaruhi penerimaan teknologi
informasi, yakni persepsi kemanfaatan dan persepsi kemudahan penggunaan.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian
asosiatif dan desain penelitian cross sectional. Objek penelitian dilakukan di
Puskesmas Cerme Kabupaten Gresik dengan subjek penelitian pegawai puskesmas
sebanyak 83 pegawai dan pasien sebanyak 30 pasien. Penentuan jumlah subjek
penelitian dilakukan dengan teknik non probability sampling untuk pegawai dan
purposive sampling untuk pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya
hubungan antara persepsi kemanfaatan dan kemudahan penggunaan dengan sistem
informasi manajemen (0,000 < 0,05), adanya pengaruh dari persepsi kemanfaatan
(0,018 < 0,05) dan kemudahan penggunaan (0,000 < 0,05) dengan sistem informasi
manajemen, dan masyarakat merasa SIM telah membantu pelayanan antrian pasien.
Saran yang diberikan, yakni dilakukannya sosialisasi E-Puskesmas kepada pasien,
pencatatan riwayat kesehatan dilakukan secara elektronik saja, penambahan
operator yang berfokus pada input data pasien
Perancangan dan Implementasi Live Streaming pada Media Sosial Instagram dalam Eskalasi Brand Equity Wahana Flora Malang
Media sosial memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sistem
kerja pemasaran dalam skala nasional hingga internasional. Pengaruh
tersebut tentu memberikan peluang yang cukup besar bagi pelaku bisnis di
seluruh dunia, sehingga keterampilan dan menggunakan potensi dari media
sosial menjadi salah satu faktor penentu dari keberhasilan bisnis dalam
lingkup digital. Persaingan dalam hal kreatifitas menjadi nilai tambah bagi
bisnis untuk dapat perhatian pengguna media sosial yang nantinya akan
menaikan nama brand tersebut. Fokus media sosial dalam penulisan Tugas
Akhir ini adalah Instagram milik perusahaan pionir bunga potong segar di
Malang yaitu Wahana Kharisma Flora Malang.
Penulisan ini memiliki acuan urgensi dimana minimnya efisiensi
update and repurpose content atau pembaruan dan daur ulang konten pada
media sosial Instagram Wahana Flora Malang. Berlandaskan pada teori milik
Hovland pada tahun 1953 dengan menggunakan metode S-O-R (Stimulus
Organism Response). Metode penyelesaian bertahap dimulai dengan
perancangan yang sesuai hingga tahapan implementasi Live Streaming
pada media sosial Instagram milik Wahana Flora Malang. Hasil dan
kesimpulan yang di dapatkan bernilai positif berupa respon lingkungan yang
mendukung hingga kenaikan engagement yang cukup signifikan dalam 2
(dua) bulan penulisan ini dilakukan, sehingga faktor eskalasi dari brand
equity Wahana Flora Malang dapat tercapai. Diharapkan produk yang
dihasilkan dari penulisan ini dapat berguna bagi penulis, pembaca serta
pihak perusahaan Wahana Kharisma Flora Malang
Tingkat Keusangan Literatur Berdasarkan Pada Analisis Paro Hidup (Studi Pada Artikel Jurnal Bidang Administrasi Publik yang Terindeks SINTA 2 Tahun 2019-2023)
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan menganalisa paro hidup
literatur pada artikel Jurnal Bidang Administrasi Publik yang Terindeks SINTA 2
Tahun 2019-2023, (2) untuk mengetahui dan menganalisa tingkat keusangan
literatur pada artikel Jurnal Bidang Administrasi Publik yang Terindeks SINTA 2
Tahun 2019-2023. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan
pendekatan kuantitatif melalui teknik bibliometrika evaluatif yaitu analisis sitiran.
Populasi yang ada dalam penelitian ini yakni seluruh sampel berupa artikel Jurnal
Bidang Administrasi Publik yang Terindeks SINTA 2 Tahun 2019-2023. Adapun
pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dimana seluruh populasi
menjadi sampel. Total sampel didapat yakni 512 artikel yang berasal dari enam
jurnal. Pengumpulan data menggunakan teknik pengarsipan data digital. Hasil
temuan menunjukkan bahwa secara rata-rata keseluruhan paro hidup adalah 7
tahun. Hal itu sudah sesuai apabila dibandingkan dengan derajat sumber acuan
menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu 10 tahun. Secara
keseluruhan, artikel Jurnal Bidang Administrasi Publik yang Terindeks SINTA 2
Tahun 2019-2023 menunjukkan kemutakhiran karena dipengaruhi sitiran
mutakhir yang berjumlah 10.953 (56,13%) dan sitiran usang berjumlah 8558
(43,86%)
Evaluasi Pelayanan Educational Trip Pada PT. Campuhan Agung (Capung Bali Tour) Dalam Perspektif Teori SERVQUAL
Kegiatan educational trip memerlukan travel agent dalam mendapatkan
program acara yang sesuai dengan keinginan dari klien sekaligus
dibutuhkan pelayanan yang berkualitas untuk memenuhi persepsi klien.
Penelitian ini bersifat analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang
bertujuan untuk memberikan deskripsi atau gambaran berdasarkan data di
lapangan yang disajikan secara sistematis, faktual, dan akurat. Hasil
penelitian: 1) Kegiatan Green Village Tour dengan nilai sebesar 2,64 dan
kegiatan Chocolate Farm Tour dengan nilai sebesar 2,93; 2) Upaya
meningkatkan pelayanan educational trip pada PT. Campuhan Agung
(Capung Bali Tour) dengan melakukan perubahan kegiatan, seperti:
mengunjungi Sea Community at Les Village, Singaraja dengan nilai sebesar
4,06, menonton Dolphin Tour dengan nilai sebesar 4,05, serta
menambahkan kegiatan School Exchange Programme selama 1 hari dengan
nilai sebesar 4,04. Selain itu, hasil pengolahan data Bulan November 2023
dan Januari 2024 menunjukkan pada variabel assurance memiliki nilai ratarata paling dominan diantara variabel lainnya. Meskipun demikian, PT.
Campuhan Agung (Capung Bali Tour) tetap harus berusaha untuk
meningkatkan lagi kinerja pelayanan yang telah dicapai agar dapat
memenuhi persepsi klie
Pengaruh Penambahan Kadar Hidroksiapatit Terhadap Laju Korosi Pada Pelapisan Baja A36 dengan Nanokomposit Selulosa-Hidroksiapatit
Metode pelapisan dengan pelapis organik sangat popular untuk pengendalian dan
pencegahan korosi karena tidak mahal, sangat praktis untuk diaplikasikan, dan dapat
meningkatkan kekuatan mekanik dan ketahanan terhadap korosi. HA banyak digunakan
sebagai material pelapis implan tulang karena biokompabilitasnya yang baik. Tetapi HA
sebagai pelapis pelindung anti korosi memiliki daya rekat yang buruk sehingga mudah
terjadi porositas. Dengan begitu diperlukan kombinasi HA dalam nanokomposit yang
dapat memperkuat daya rekatnya agar dapat melindungi logam dari lingkungan korosif.
Pada penelitian ini, HA dikombinasikan dengan HEC sebagai pelapis nanokomposit yang
dilapisakan dengan metode pencelupan pada permukaan logam baja A36. HEC berperan
sebagai matriks dan HA sebagai filler. Variasi yang dipakai adalah perbandingan massa
komposisi HA 15-25% pada nanokomposit HEC/HA. Pengujian laju korosi menggunakan
metode elektrokimia pada larutan korosif HCl 1 M. Hasil pengujian menunjukkan pada
variasi HEC/HA 20% memiliki laju korosi terkecil dengan efisiensi laju korosi mencapai
88.9%. Pada pengujian EIS yang menunjukkan hambatan transfer muatan terbesar dimiliki
oleh spesimen HA 20%. Pada hasil uji UV-Vis menunjukkan komposisi HA 20% memiliki
nilai absorbansi tertinggi. Hal ini menunjukkan spesimen H20 memiliki kemampuan
merekat pada logam yang baik. Hasil pengujian FTIR menunjukkan adanya serapan
bilangan gugus fungsi O-H dan C=C pada pelapis nanokomposit HEC/HA yang
menunjukkan adanya senyawa polifenol dan senyawa aromatik dimana senyawa tersebut
berperan dalam pembentukan lapisan protektif yang menghambat korosi, sehingga mampu
menurunkan laju korosi. Penelitian ini membuktikan bahwa nanokomposit HEC/HA
merupakan alternatif pelapis yang baik untuk baja A36
Rasionalisasi Kerapatan Pos Stasiun Hujan dan Pos Duga Air Sub DAS Porong dengan Metode Stepwise,
Data curah hujan yang dibutuhkan dalam analisis hidrologi didapat dari pengukuran
pada lokasi hujan di DAS. Keakuratan data hidrologi dipengaruhi oleh kondisi hujan stasiun,
baik jumlah, lokasi, maupun pola persebarannya. Jumlah stasiun hujan harus ditentukan
secara optimal, apabila jumlahnya terlalu sedikit akan berpengaruh terhadap berkurangnya
data hujan yang tersedia untuk membuat perkiraan turunnya hujan di DAS. Di sisi lain, jika
jumlahnya berlebihan, akan membutuhkan banyak tenaga dan biaya yang mahal.
Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Porong terletak di wilayah administrasi Kabupaten
Sidoarjo dan masuk ke dalam wilayah DAS Brantas. Sub DAS Porong memiliki 16 stasiun
hujan di dalamnya serta 1 pos duga air. Pedoman luas yang direkomendasikan oleh WMO,
yakni suatu pos stasiun hujan pada wilayah Sub DAS Porong yang ciri khas situasi topografi
pegunungan tropis mediteran dan sedang ialah suatu alat penakar hujan guna lokasi DAS
dengan luas 100-250 km2. Sub Das Porong merupakan Sub DAS yang memiliki luas 494,06
km2. Sub DAS Porong memiliki 16 pos stasiun hujan di dalamnya. Hal tersebut dirasa
berlebihan karena jika dilihat berdasarkan aturan WMO 3 sampai 4 pos stasiun hujan saja
yang mana sudah bisa merepresentasi karakteristik Sub DAS Porong. Akibatnya, teknik
bertahap digunakan untuk merasionalisasi jaringan pos hujan di sub-DAS Porong kabupaten
Sidoarjo, memungkinkan untuk pengamatan pemerataan jaringan, jumlah stasiun hujan yang
ideal, dan jumlah pos dan pos hujan dan pos duga yang sesuai rasio. Rasionalisasi kerapatan
pos hujan dan pos duga air Sub DAS Pacal ini menggunakan metode stepwise dengan
bantuan software IBM Statistics SPSS 22.
Hasil analisis pada studi ini didapatkan rekomendasi dengan kombinasi 3 dan 4 pos
stasiun hujan. Kombinasi antara pos stasiun hujan janjing, pos stasiun hujan Trawas dan pos
stasiun hujan Gedang Rowo merupakan kombinasi yang paling rasional apabila
menggunakan 3 pos stasiun hujan dengan koefisien determinasi sebesar 81,6% dan dengan
kontribusi pengaruh sebesar 67,6% terhadap pos duga air. Kombinasi antara pos stasiun
hujan Janjing, Trawas, Krembung dan Talok merupakan kombinasi yang paling rasional
apabila menggunakan 4 pos stasiun hujan dengan koefisien determinasi sebesar 88,2% dan
dengan kontribusi pengaruh sebesar 77,8% terhadap pos duga air. Kedua kombinasi ini telah
memenuhi standar minimum WMO dan masing-masing pos hujan juga memiliki peran yang
sama-sama efektif dan efisien
Analisis Yuridis Pengecualian Hak Subjek Data Pribadi Atas Kepentingan Statistik Dan Penelitian Ilmiah Berdasarkan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (Studi Perbandingan Hukum Indonesia Dan Hukum Uni Eropa)
Dalam skripsi ini, penulis mengangkat sebuah sebuah permasalahan terkait
dengan adanya kekaburan norma dalam pengecualian hak Subjek Data Pribadi
atas kepentingan statistik dan penelitian ilmiah yang diatur di dalam Pasal 15 huruf
(e) Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Dimana adanya ketidaklengkapan dalam ketentuan-ketentuan maupun penjelasan
dari pasal tersebut. Cakupan dan batasan dalam ketentuan dan penjelasan belum
diatur di dalam Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi, maka hal ini
menimbulkan multitafsir mengenai statistika dan penelitian ilmiah yang seperti apa
yang dapat melakukan pengecualian hak Subjek Data Pribadi. Hal ini menjadi
sebuah permasalahan karena akan memberikan potensi risiko atas keamanan dari
data pribadi milik individu.
Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengangkat 2 (dua) rumusan
masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana pengaturan pengecualian hak Subjek
Data Pribadi atas kepentingan tertentu berdasarkan Undang-Undang Nomor 27
Tahun 2022 Tentang Pelindungan Data Pribadi? (2) Bagaimana ketentuan minimal
untuk hak Subjek Data Pribadi dapat dikecualikan atas dasar kepentingan statistik
dan penelitian ilmiah apabila dibandingkan dengan General Data Protection
Regulation (GDPR) di Uni Eropa?
Penulisan penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif dengan
didampingi 2 (dua) pendekatan yaitu pendekatan perundang-undangan (statute
approach) dan pendekatan perbandingan (comparative approach). Penelitian ini
juga menggunakan 3 (tiga) jenis bahan hukum dari primer, sekunder dan tertier.
Melalui metode yang digunakan di atas, penelitan ini mendapatkan jawaban dari
kedua rumusan masalah tersebut. Dimana di Pasal 15 huruf (1) huruf A-E sudah
mengatur terkait dengan pengecualian apa saja yang dapat dilakukan untuk
mengecualian Hak Subjek Data Pribadi. Namun, pengeculian yang dituliskan ini
belum mencakupi terkait dengan cakupan dan batasan dalam ketentuannya.
Terlebih lagi untuk Pasal 15 huruf (1) huruf E dimana pengecualian tersebut atas
dasar statistika dan penelitian ilmiah belum memiliki pengaturan maupun
penjelasan singkat di dalam Undang-Undangnya. Dengan menggunakan
pendekatan perbandingan, General Data Protection Regulation (GDPR) sebuah
hukum terkait dengan Pelindungan Data Pribadi di Uni Eropa sudah memiliki
pengaturan secara rigid dan ketentuan yang dibuat untuk memperketat
pengunaan pengecualian atas dasar statistika dan penelitian ilmiah. Melalui
ketentuan dalam General Data Protection Regulation (GDPR), ketentuanketentuan ini memberikan kelonggaran dalam pengunaan data pribadi yang dapat
bermanfaat demi pengembangan statistika dan penelitian ilmiah, tetapi ketentuan
ini juga memberikan batasan yang bermanfaat demi mempertahankan keamanan
dari data pribadi itu sendiri. Hal ini tentu penting untuk diimplementasikan di hukum Indonesia melalui Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi, dan ada
beberapa ketentuan yang dimiliki General Data Protection Regulation (GDPR) yang
bisa diimplementasikan di Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi pula
Pengaruh Penambahan Nanoselulosa Serat Sabut Kelapa (Cocos Nucifera L.) terhadap Kekuatan Tarik Diametral Bahan Tumpatan Glass Ionomer Cement
Glass Ionomer Cement merupakan suatu bahan yang digunakan
dalam kedokteran gigi sebagai pelapis atau alas maupun sebagai
restorasi penuh berdasarkan komposisinya. GIC bersifat
antikariogenik karena mampu melepaskan fluoride yang mampu
melindungi gigi dari karies, memiliki koefisien termal yang mirip
dengan gigi, serta memiliki biokompabilitas yang tinggi. Disamping
keunggulannya yang memiliki antikariogenik, GIC juga memiliki
kekurangan pada sifat mekanisnya yaitu bersifat rapuh, aus dan
rentan terhadap abrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh penambahan nanoselulosa serat sabut kelapa
(Cocos nucifera L.) terhadap nilai kekuatan tarik diametral bahan
tumpatan Glass Ionomer Cement. Penelitian ini termasuk desain
penelitian true experimental laboratories dengan rancangan
penelitian post-test only control group design. Terdapat empat
kelompok yang diuji yang terdiri dari 3 kelompok perlakuan dan 1
kelompok kontrol, yaitu kelompok GIC dengan penambahan 1%,
1,5%, 2% nanoselulosa serat sabut kelapa (Cocos nucifera L.), dan
kelompok GIC tanpa penambahan nanoselulosa serat sabut kelapa
(Cocos nucifera L.). Masing masing kelompok memiliki 7 sampel
berbentuk silindris dengan diameter 4 mm dan tinggi 6 mm. Hasil
penelitian menunjukkan rerata nilai kuat tarik diametral tertinggi
pada GIC dengan penambahan Nanoselulosa 1,5% dengan rerata
nilai kuat tariknya yaitu 11,37 MPa. Uji One Way Anova
menunjukkan nilai signifikansi (p) < 0,5 sehingga dapat disimpulkan
bahwa terdapat pengaruh penambahan nanoselulosa serat sabut
kelapa (Cocos nucifera L.) terhadap kekuatan tarik diametral bahan
tumpatan Glass Ionomer Cement. Hasil uji Post Hoc menggunakan
LSD menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada
kelompok dengan konsentrasi nanoselulosa 1%, 1,5%, dan 2%