University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Populasi dan Pola Distribusi Merak Hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) di Taman Nasional Alas Purwo

    No full text
    Merak Hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) tersebar di China bagian selatan, Myanmar, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos dan Indonesia (Jawa). Catatan terakhir terkait populasi P. muticus menyatakan bahwa terdapat penurunan populasi pada awal abad ke-20 di beberapa negara yang disebabkan oleh fragmentasi habitat dan perburuan liar. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengkaji ulang status demografi dan area persebaran P. muticus secara komprehensif, serta diperlukan analisis komputasi untuk memprediksi pertumbuhan populasi P. muticus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Point Count secara audiovisual pada beberapa titik pengamatan di TNAP. Data populasi yang diperoleh dari observasi audiovisual dianalisis secara deskriptif. Selain itu, titik koordinat pengamatan yang diperoleh akan digunakan untuk pembuatan peta pola distribusi dan heatmap populasi P. muticus yang divisualisasikan dengan perangkat lunak QGIS v.3.30.0., serta visualisasi prediksi pertumbuhan populasi menggunakan perangkat lunak VORTEX versi 10.3.5.0. Populasi P. muticus diindikasikan mengalami peningkatan pada musim kawin yang berlangsung pada sebelum dan saat musim hujan. Jatipapak dan Sadengan memiliki jumlah individu P. muticus yang relatif tinggi. Population Viability Analysis menunjukkan bahwa Populasi P. muticus di Taman Nasional Alas Purwo akan terus mengalami penurunan selama 20 tahun dengan skenario kepunahan: P. muticus jantan terus mengalami penurunan atau tidak ada dalam populasi P. muticus

    Hubungan Favoritisme Orang Tua dengan Kejadian Sibling Rivalry pada Anak Usia Pra Sekolah (3-5 Tahun) di TK Negeri Pembina 1 Kota Malang

    No full text
    Favoritisme orang tua adalah pemberian perlakuan istimewa yang berlebihan oleh orang tua kepada salah satu anak dibandingkan dengan anak yang lainnya secara konsisten. Favoritisme orang tua dapat berpengaruh pada munculnya sibling rivalry atau persaingan antar saudara kandung dalam keluarga yang dapat berdampak pada perkembangan psikososial anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan favoritisme orang tua dengan kejadian sibling rivalry pada anak usia pra sekolah (3-5 tahun) di TK Negeri Pembina 1 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil melalui teknik non probability sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 59 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah memakai kuesioner dengan teknik analisa data Uji Spearmen Rank dengan nilai p signifikan jika nilai p < 0,05. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara favoritisme orang tua dengan kejadian sibling rivalry pada anak usia pra sekolah (3-5 tahun) di TK Negeri Pembina 1 Kota Malang (p-value=0,001). Diharapkan tenaga kesehatan dalam cakupan komunitas bisa meningkatkan pengetahuan orang tua melalui penyuluhan edukasi terkait pola asuh adaptif dan maladaptif dari orang tua dan tidak melakukan favoritisme orang tua kepada anaknya

    Analisis Risiko Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Menggunakan Metode HIRARC Pada Laboratorium Mekatronika Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

    No full text
    Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah domain yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan individu yang bekerja di sebuah lembaga. Tujuan dari implementasi kesehatan dan keselamatan kerja adalah untuk menjaga kesehatan dan keamanan lingkungan kerja, melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan pihak lain yang mungkin terpengaruh oleh kondisi lingkungan kerja. K3 sangat signifikan dalam aspek moral, legal, dan finansial. Risiko yang dapat terjadi dapat berasal dari unsafe condition dan unsafe action.. Contohnya pada Lab. Mekatronika Biosistem FTP UB yang masih memiliki kondisi yang tidak aman (unsafe condition) bagi para pengguna laboratorium, seperti sisa plat besi yang masih berserakan dengan kondisi sudut plat yang tajam, instalasi kabel/listrik yang berantakan, kebisingan, terpapar asap dan percikan las, dan lain-lain yang dapat menimbulkan bahaya kepada pengguna laboratorium. Oleh karena itu, diperlukan peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang standar, serta identifikasi potensi bahaya (Hazard) dan penilaian risiko yang mungkin timbul. Selanjutnya adalah melakukan perbaikan untuk meningkatkan keamanan dan manajemen yang efektif dengan menggunakan metode HIRARC sebagai acuan dalam melakukan penelitian ini. Metode ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengendalikan risiko yang mungkin timbul di Lab. Mekatronika Biosistem FTP UB. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu masih terdapat bahaya yang dapat terjadi pada Lab. Mekatronika Biosistem FTP UB yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja bagi seluruh pengguna laboratorium. Terdapat 13 jenis hazard yang 4 diantaranya memiliki rating tinggi dan 2 jenis hazard memiliki rating extreme. Hal ini perlu di mitigasi secara cepat dan tepat sehingga para pengguna laboratorium dapat merasakan keamanan dan kenyamanan saat menggunakan fasilitas yang diberikan oleh FTP UB. Risk control yang dapat dilakukan pada bahaya yang memiliki rating tinggi menggunakan pendekatan hirarki pengendalian risiko K3 yang terdiri dari 5 tahap yaitu : eliminasi, subtitusi, perancangan, administrasi, dan APD

    Kukis Bee Pollen dari Tepung Garut dan Tepung Kacang Tunggak Sebagai Camilan Fungsional Berantioksidan dan Bebas Gluten

    No full text
    Tepung umbi garut (Maranta arundinacea L.) dan tepung kacang tunggak (Vigna unguiculata L.) adalah alternatif tepung bebas gluten yang memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan dasar dalam produk makanan fungsional. Bee pollen mengandung nutrisi antara lain asam amino, serat kasar, vitamin, mineral Fe dan Zn. Selain itu, bee pollen juga mengandung senyawa polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rasio yang tepat tepung garut dan tepung kacang tunggak dengan penambahan bee pollen jagung untuk mendapatkan kukis dengan karakteristik fisiko-kimia dan organoleptik yang terbaik. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) pola faktorial 3x2 dengan 2 faktor dan 4 ulangan sehingga didapatkan 6 kombinasi perlakuan dengan total 24 satuan percobaan. Faktor pertama adalah proporsi tepung umbi garut dan tepung kacang tunggak (P) sebanyak 3 taraf perlakuan yakni P1 (60:40), P2 (50:50), dan P3 (40:60) dengan faktor kedua adalah penambahan bee pollen jagung (M) sebanyak 2 taraf perlakuan yakni M1 (10%) dan M2 (15%) dari total tepung (per 100 gram). Kukis yang dihasilkan dilakukan analisis kadar air, kadar total fenol, warna, daya patah, daya kembang, dan organoleptik. Data penelitian yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisa keragaman ANOVA dengan minitab dan menggunakan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) pada selang kepercayaan 95%. Penentuan perlakuan terbaik penelitian ini dengan metode Multiple Attribute Zeleny, dan selanjutnya dilakukan uji proksimat pada perlakuan terbaik. Substitusi tepung garut dan tepung kacang tunggak dan peambahan bee pollen jagung berpengaruh signifikan terhadap parameter kadar air, kadar total fenol, warna, daya patah, daya kembang, dan organoleptik. Parameter organoleptik yang memiliki perbedaan signifikan terletak pada parameter kenampakan, tetapi tidak signifikan terletak pada parameter aroma, rasa, tekstur, aftertaste, dan keseluruhan. Pada penelitian ini tidak terdapat interaksi antara proporsi tepung (tepung garut : tepung kacang tunggak) dengan penambahan bee pollen. Perlakuan terbaik adalah sampel dengan proporsi (tepung garut : tepung kacang tunggak) 60:40 (% b/b) dengan penambahan bee pollen jagung sebesar 10 (% b/b total tepung). Sampel dengan perlakuan terbaik memiliki karakteristik dengan nilai kadar air 2,23%, kadar total fenol 4,51 mg GAE/g, daya patah 4,73 N, daya kembang 21,49%, memiliki kecenderungan berwarna coklat muda agak gelap dan memiliki rata-rata organoleptik dengan skala 3,93. Sehingga dapat dilihat bahwa perlu dilakukan pengembangan terhadap tingkat organoleptik produ

    Pemurnian Biogas Menggunakan Teknologi Pressure Swing Adsorption dengan Arang dan Arang Aktif sebagai Adsorben

    No full text
    Penggunaan energi masih terbatas pada bahan baku fosil dan ketersediannya pun kian menipis. Banyak penelitian mengenai produksi energi berbasis biomassa yang ketersediannya sangat melimpah. Biomassa didapatkan dari limbah pertanian, peternakan, sisa hasil industri, dan lainnya. Salah satu contoh yaitu biogas mengandung CH4 sebagai komponen terbanyak, dan beberapa gas pengotor seperti CO2, H2S, O2 yang dapat mengurangi nilai kalor sehingga kualitas biogas menurun. Oleh karena itu, perlu adanya pengoptimalan penggunaan kotoran sapi menjadi biogas, salah satunya dengan proses pemurnian untuk menghilangkan gas pengotor sehingga dapat meningkatkan kualitas biogas. Proses pemurnian biogas dilakukan melalui metode adsorpsi menggunakan teknologi pressure swing adsorption dengan adsorben arang aktif dan arang yang memiliki kemampuan penyerapan terhadap CO2 yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, ukuran partikel, dan massa adsorben yang optimal dalam pemurnian biogas, serta mengidentifikasi potensi energi listrik yang dihasilkan dari biometana. Rancangan percobaan dalam penelitian ini yaitu RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan pola tersarang, dimana terdapat faktor jenis, ukuran partikel, dan massa adsorben. Faktor jenis adsorben yaitu arang dan arang aktif, dengan 2 level ukuran partikel (100 dan 120 mesh), dan 4 level massa (50, 100, 150, dan 200 g). Pada penelitian ini akan dilakukan karakterisasi kotoran sapi, karakterisasi adsorben sebelum dan setelah pemurnian, proses pemurnian biogas, dan pengukuran kandungan biogas sebelum dan sesudah pemurnian. Karakterisasi feedstock kotoran sapi meliputi uji kadar air, TS (total solid), dan VS (volatile solid). Karakterisasi adsorben meliputi analisa luas permukaan (BET), morfologi permukaan (SEM-EDX), daya serap iodin dan metil biru. Pengukuran kandungan biogas menggunakan alat Biogas 5000 Geotech Gas Detector. Analisa data statistik menggunakan one-way ANOVA dan untuk menentukan perlakuan terbaik digunakan metode multiple attribute zeleny. Hasil uji karakteristik kotoran sapi menunjukkan kadar air pada kotoran sapi lebih rendah daripada kadar air digestate, namun kadar abu, total solid dan volatile solid kotoran sapi lebih tinggi dibandingkan digestate. Dari karakterisasi adsorben baik sebelum maupun sesudah pemurnian yang meliputi uji luas permukaan, morfologi permukaan, daya serap terhadap iodin dan metil biru didapatkan adsorben terbaik yaitu A2P2 (arang aktif 120 mesh). Hasil pemilihan perlakuan terbaik adalah pemurnian menggunakan A2P2M4 (arang aktif 120 mesh, 200 g) yang meningkatkan kandungan CH4 menjadi sebesar 97% dan CO2 sebesar 3%. Saran pada penelitian ini yaitu perlunya pemilihan karakteristik bahan adsorben yang sesuai dengan SNI 06-3730-1995 serta penggunaan rasio massa adsorben yang disesuaikan dengan volume tabung PSA. Semakin besar volume tabung PSA, maka adsorben yang digunakan juga lebih banyak

    Pengaruh Penggunaan Jenis Starter Yogurt Komersial pada Sosis Ayam Fermentasi Ditinjau dari pH, Kadar Air, WHC, Susut Masak dan Tekstur

    No full text
    Daging ayam merupakan salah satu bahan makanan yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan gizi pada tubuh. Daging ayam banyak disukai masyarakat karena harganya lebih murah dibandingkan dengan daging sapi, selain itu daging ayam sudah banyak digunakan untuk membuat produk makanan seperti sosis. Sosis ayam merupakan produk olahan makanan yang dibuat dari daging ayam yang dihaluskan kemudian diberi bumbu, bahan pengisi, bahan pengikat, es batu serta bahan tambahan lainnya. Sosis dapat dibedakan menjadi beberapa macam yang dapat dilihat dari proses pengolahannya yaitu sosis segar, sosis masak dan sosis fermentasi. Sosis fermentasi adalah sosis yang difermentasikan oleh suatu bakteri probiotik yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas produk, memperpanjang masa simpan dan meningkatkan kesehatan pada salran pencernaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan jenis starter yogurt komersial pada sosis ayam fermentasi terhadap pH, kadar air, WHC, susut masak dan tekstur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2023 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya untuk pembuatan sampel sosis ayam fermentasi serta pengujian pH, kadar air, WHC, susut masak dan tekstur. Materi yang digunakan adalah sosis ayam dengan penambahan jenis starter yogurt komersial yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut adalah penggunaan jenis starter yogurt komersial, yaitu P0 tanpa penambahan jenis starter yogurt, penambahan jenis starter yogurt Premium sebesar 2% (P1), penambahan jenis starter yogurt Origin Denmark 2% (P2) dan penambahan jenis starter yogurt Yogourmet 2% (P3). Variabel yang diamati meliputi pH, kadar air, WHC, susut masak dan tekstur. Analisis data dengan menggunakan ANOVA dan apabila ada perbedaan dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Tesis (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jenis starter yogurt komersial pada pembuatan sosis daging ayam fermentasi tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap pH, kadar air, WHC, susut masak dan tekstur. Kualitas fisik dan kimia sosis ayam fermentasi dengan penambahan jenis starter yogurt komersial memiliki rata-rata nilai pH sebesar P0 3,62; P1 3,48; P2 3,44 dan P3 3,40. Nilai rata-rata kadar air sebesar P0 66,60%; P1 68,19%; P2 67,18% dan P3 66,43%. Nilai rata-rata WHC setiap perlakuan meliputi P0 17,82%; P1 17,02%; P2 17,36% dan P3 17,60 %. Nilai rata-rata susut masak sebesar P0 6,02%; P1 4,88%; P2 5,54% dan P3 5,20%. Nilai rata-rata tekstur setiap perlakuan sebesar P0 4,02 N; P1 3,64 N; P2 3,30 N dan 3,82 N

    Potensi Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica) terhadap Kadar Asam Urat dan Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus (Rattus norvegicus) Obesitas dengan Diet Tinggi Fruktosa

    No full text
    Obesitas merupakan akumulasi lemak berlebih pada jaringan adiposa yang disebabkan oleh ketidakseimbangan pola konsumsi, pengeluaran energi, serta akivitas fisik. Pemberian high fructose diet (HFD) 40% dapat mengakibatkan terjadinya obesitas dan peningkatan kadar asam urat tubuh. Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman herbal yang terdistribusi di Indonesia dan banyak dipakai sebagai alternatif pengobatan herbal karena diketahui mengandung flavonoid bersifat antioksidan yang memiliki potensi terapeutik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian terapi ekstrak etanol pegagan (Centella asiatica) dapat menurunkan kadar asam urat dan memperbaiki kerusakan gambaran histopatologi ginjal tikus (Rattus norvegicus) model obesitas dengan diet tinggi fruktosa. Hewan coba yang digunakan yaitu tikus (Rattus norvegicus) jantan dengan berat badan 150-180 gram. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol, kelompok obesitas, dan kelompok terapi ektstrak etanol pegagan dosis 200 mg/kg BB & 400 mg/kg BB. Asam urat diukur dengan alat pengukur kadar asam urat (Easy Touch®) dan pembuatan preparat histopatologi organ ginjal menggunakan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE). Data kadar asam urat dianalisis dengan uji non-parametrik Kruskal Wallis dan gambaran histopatologi ginjal dianalisa secara deskriptif kuantitatif dengan skoring. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan kadar asam urat secara signifikan (p<0,05) pada tikus obesitas yang diterapi ekstrak etanol pegagan. Penurunan kadar asam urat terbaik sebesar 51,35% terjadi pada kelompok terapi dosis 400 mg/kg BB dengan perbaikan jaringan dan sel. Hal itu ditandai dengan peningkatan struktur glomerulus dan tubulus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol pegagan berpotensi untuk pengobatan obesitas dalam menurunkan kadar asam urat darah

    Studi Pengenceran Tertinggi Antibodi TSH (Thyroid Stimulating Hormone) Dengan Metode ELISA Indirect dan Distribusi TSH Pada Hipofisis Mencit (Mus musculus) Hasil Induksi Protein TSH 25 kDa

    No full text
    Hipotiroid disebabkan kelenjar tiroid tidak dapat memproduksi hormon tiroid dengan kadar yang cukup. Penyebab tersering dari hipotiroidisme pada bayi disebabkan karena kongenital. Salah satu cara untuk mencegah hipotiroid kongenital adalah deteksi dengan penanda TSH. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari respon imun berdasar pengenceran tertinggi dengan metode Indirect ELISA dan distribusi antibodi TSH pada hipofisis mencit galur BALB/c yang diinduksi protein TSH 25 kDa. Penelitian ini terdiri dari dua perlakuan yaitu kontrol dan dengan induksi protein TSH. Sampel diperoleh dari serum darah tali pusar bayi manusia baru lahir, yang selanjutnya diisolasi protein 25 kDa dan dielektroelusi

    Hubungan Efikasi Diri dengan Kualitas Hidup (Quality of Life) Perempuan Menikah Dini pada Masa Pasca Salin di Kabupaten Probolinggo.

    No full text
    Efikasi diri adalah sebuah pemahaman dan kepercayaan pada diri seseorang bahwa dirinya memiliki kemampuan dalam mengatur dan melakukan sebuah kegiatan untuk memenuhi suatu pekerjaan. Kualitas hidup Ibu pasca persalinan dapat dipengaruhi oleh efikasi dirinya. Kualitas hidup berhubungan dengan standar, harapan, kepedulian, dan tujuan selama hidup. Efikasi diri, pendidikan, dan usia juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Desain penelitian ini ialah observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional yang kemudian diuji dengan menggunakan Chi Square. Seluruh perempuan menikah dini yang sedang dalam masa postpartum di Kabupaten Probolinggo, dengan jumlah 51 orang merupakan sampel melalui metode cluster random sampling pada studi ini. Hasil penelitian menerangkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan kualitas hidup perempuan menikah dini pada masa pasca bersalin di Kabupaten Probolinggo yang ditunjukkan dengan nilai p value 0,227 > 0,05. Oleh karena itu, disarankan pada penelitian berikutnya dapat dikembangkan dan diteliti lebih lanjut dengan melakukan observasi terkait keseharian ibu dalam pengasuhan anak

    Perkembangan Harga Eceran 23 Jenis Bahan Pangan Di Kota Batu Triwulan Ii Tahun 2023

    Get PDF
    Kebutuhan paling mendasar bagi sumber daya manusia suatu bangsa adalah pangan. Ketersediaan pangan dalam jumlah dan kualitas yang cukup, tersedia dan terdistribusi dengan harga terjangkau, serta aman untuk dikonsumsi akan memenuhi kebutuhan energi untuk beraktivitas sehari-hari. Jumlah penduduk yang besar dan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi menuntut ketersediaan pangan yang tinggi pula. Namun, kebutuhan tersebut seringkali tidak diimbangi dengan ketersediaan yang memadai. Hal ini mengakibatkan terjadinya fluktuasi harga komoditas pangan pokok di pasaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tingkat pengendalian harga pangan pokok dan harga pasar di Kota Batu melalui perkembangan tingkat harga dan fluktuasi harga. Tingkat harga diketahui dari harga acuan pangan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Sementara itu, fluktuasi harga diketahui dari koefisien variasi yang ditetapkan dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) oleh Kementerian Perdagangan. Tingkat dan fluktuasi harga yang diperoleh akan menggambarkan stabilitas harga komoditas pangan pokok dan pasar di Kota Batu selama periode triwulan 2 tahun 2023. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan data sekunder (data panel). Penelitian ini berfokus pada 23 komoditas pangan (beras premium, gula kristal putih, minyak goreng kemasan premium, daging sapi paha belakang, daging ayam ras, daging ayam kampung, telur ayam ras, telur ayam kampung, terigu protein sedang, cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit merah, kedelai impor, kedelai lokal, kacang hijau, kacang tanah, bawang merah, bawang putih, kubis, kentang, tomat merah, wortel, buncis) di 4 pasar di Kota Batu (Pasar Besar Batu, Pasar Pesanggrahan, Pasar Gentengan, dan Pasar Songgoriti). Data perkembangan harga diperoleh dari data SISKAPERBAPO (Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok) triwulan kedua, yaitu dari bulan April hingga Juni 2023. Identifikasi keterkendalian harga bahan pangan pokok dan harga pasar dibatasi dengan menggunakan harga acuan penjualan di tingkat konsumen dan koefisien variasi. Kategori terkendali memiliki persentase di atas 50%, sedangkan jika tingkat keterkendalian di bawah 50% dikatakan tidak terkendali. Berdasarkan target fluktuasi sebanyak 22 komoditas (Beras premium, gula pasir kristal putih, minyak goreng kemasan premium, daging sapi paha belakang, daging ayam kampung, telur ayam ras, telur ayam kampung, tepung terigu protein sedang, kedelai impor, kedelai lokal, cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit merah, bawang merah, bawang putih, kacang hijau, kacang tanah, kubis, kentang, tomat merah, wortel, dan buncis) sedangkan daging ayam ras tidak terkendali dengan persentase 46,67%.. Kemudian, bahan pangan yang terkendali berdasarkan harga acuan adalah beras medium, gula kristal putih, daging sapi paha belakang, daging ayam ras, cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit merah, dan bawang merah. Sementara itu, bahan pangan yang tidak terkendali adalah daging ayam kampung dengan persentase 26,67% dan kedelai impor dengan persentase 0,00%. Seluruhpasar terpilih di Kota Batu pada triwulan II tahun 2023 terkendali berdasarkan target fluktuasi dan harga acuan. Hal ini mengindikasikan bahwa di Kota Batu untuk 23 komoditas dan 4 pasar terpilih memiliki tingkat keterkendalian yang dikatakan baik

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇