137686 research outputs found
Sort by
Prioritas Arahan Peningkatan Kinerja Terminal Kambang Putih Kabupaten Tuban
Terminal Kambang Putih merupakan terminal penumpang tipe A yang berada di
Kabupaten Tuban. Berdasarkan hasil survei tahun 2023, masih ditemukan permasalahan pada
Terminal Kambang Putih yaitu sepinya pengunjung terminal dan masih banyak fasilitas yang
belum tersedia serta fasilitas yang belum optimal penggunaannya. Tujuan utama dari penelitian
ini adalah untuk membuat arahan rencana peningkatan yang dapat dilakukan di Terminal
Kambang Putih. Metode analisis yang dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik terminal
adalah deskriptif evaluatif dan untuk karakteristik pengguna yaitu distribusi frekuensi. Kinerja
operasional menggunakan metode deskriptif evaluatif yang terdiri dari analisis kesesuaian
lokasi terminal, analisis sirkulasi dalam dan luar, analisis LOS, analisis kesesuaian fasilitas
terminal, dan analisis evaluasi ruang, selain itu juga analisis headway dan load factor. Metode
analisis yang digunakan untuk kinerja pelayanan adalah IPA dan untuk penentuan prioritas
arahan peningkatan kinerja menggunakan metode analisis QFD yang didapatkan dari hasil
analisis sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa terminal kambang putih masih
memiliki permasalahan seperti ketidaksesuaian sirkulasi dalam, fasilitas yang belum sesuai
dengan standar, masih ada trayek yang belum sesuai headway-nya, dan load factor yang masih
belum mencapai nilai minimum dan maksimum. Selain itu, berdasarkan persepsi penumpang
terdapat 4 atribut yang dianggap penting namun belum memberikan kepuasan bagi pengguna.
Arahan peningkatan kinerja operasional maupun pelayanan merujuk pada House of Quality
yang menghasilkan atribut prioritas peningkatan kinerja dengan prioritas pertama untuk kinerja
operasional adalah perbaikan dan penambahan fasilitas terminal dan untuk kinerja pelayanan
adalah penyediaan fasilitas yang ramah untuk disabilitas
Pengaruh E-servqual terhadap Kepuasan Pengguna Layanan Aplikasi SATUSEHAT Mobile
Perkembangan di era revolusi industri 4.0 telah menghadirkan kemajuan
teknologi digital mendorong pemerintah untuk terus berinovasi dalam
meningkatkan kualitas layanan, salah satunya adalah dengan implementasi
electronic service quality (E-servqual). Saat ini telah banyak lembaga pemerintah
yang mengadopsi E-servqual dalam penyediaan layanan, salah satunya
Kementerian Kesehatan yang mengembangkan layanan aplikasi SATUSEHAT
Mobile. Penerapan elemen E-servqual pada aplikasi SATUSEHAT Mobile menjadi
salah satu strategi yang dijalankan oleh Kementerian Kesehatan sebagai penyedia
layanan publik untuk memberikan kualiatas layanan yang baik kepada masyarakat.
Kualitas layanan yang baik adalah yang mampu memberikan kepuasan kepada
masyarakat pengguna layanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
Pengaruh E-servqual terhadap Kepuasan Pengguna Layanan Aplikasi
SATUSEHAT Mobile. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode explanatory reseach. Data diambil dari 122 orang responden pengguna
aplikasi SATUSEHAT Mobile di Indonesia. Berdasrkan kriteria populasi, sampel
dari penelitian ini diambil dengan menerapkan purposive sampling dimana sampel
merupakan masyarakat Indonesia berusia di atas 17 tahun, serta pernah
menggunakan aplikasi SATUSEHAT Mobile. Data diperoleh melalui penyebaran
kuesioner melalui Google Form, dengan skala likert 1-5. Data yang dikumpulkan
dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan path analysis menggunakan
software SmartPLS 4.1.0.3. Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa
E-servqual berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna.
Penyedia layanan aplikasi SATUSEHAT Mobile perlu mempertimbangkan kualitas
layanan khususnya pada keamanan (security) dan effisiensi (efficiency). Selain itu,
untuk penelitian selanjutnya diharapkan mempertimbangkan variabel lain di luar
variabel dari penelitian ini
Efektivitas Inovasi Layanan On The Road (Studi Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang)
Inovasi layanan Dispendik On The Road merupakan inovasi layanan keliling
atau jemput bola yang digagas Dinas Pendidikan Kabupaten Malang sebagai
tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan cara
mendekatkan akses layanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis bagaimana efektivitas dalam pelaksanaannya terutama ditinjau
dari dimensi efektivitas oleh Richard M. Steers. Teknik analisis dalam
penelitian ini menggunakan model Creswell berupa pengkodean data
penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis efektivitas serta
mengetahui terkait faktor pendukung dan penghambatnya. Hasil penelitian
menunjukan inovasi pelayanan jemput bola dalam Dinas Pendidikan
Kabupaten Malang belum efektif dikarenakan tidak memenuhi semua unsur
efektivitas sesuai teori efektivitas pelayanan oleh Steers. Fakta yang
dihasilkan menyatakan bahwa inovasi layanan Dispendik On The Road dalam
pelaksanaannya mampu memberikan jenis pelayanan yang baru bagi
masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan lebih dekat bagi masyarakat.
Namun dalam unsur efektivitasnya, inovasi layanan ini belum memenuhi,
dikarenakan unsur-unsur dalam dimensi efektivitas yang melengkapi seperti
pencapaian tujuan yang meliputi target sasaran, fasilitas, dan sumber daya
manusia masih belum memenuhi syarat dan standar pelayanan yang ada.
Sehingga, dibutuhkan peningkatan lebih lanjut untuk memperbaiki inovasi
layanan ini
Pengaruh Penambahan Surfaktan Lerak dan Static Magnetic Field Terhadap Produksi Hidrogen Pada Elektrolisis Air
Pemanfaatan bahan bakar fosil secara besar-besaran mengancam lingkungan melalui
habisnya sumber daya, emisi polutan, dan perubahan iklim. Kekhawatiran ini meningkat
seiring pertumbuhan populasi dan gaya hidup boros energi, sehingga pengembangan
energi terbarukan menjadi krusial untuk mencapai netralitas karbon global. Hidrogen
muncul sebagai pembawa energi bersih dan berkelanjutan, hanya menghasilkan air sebagai
produk sampingan tanpa emisi karbon. Hidrogen dapat dihasilkan dari berbagai sumber,
baik terbarukan maupun tidak terbarukan, seperti bahan bakar fosil melalui steam
reforming metana, reformasi minyak, gasifikasi batubara, biomassa, sumber biologis, dan
elektrolisis air. Elektrolisis air dianggap sebagai metode sederhana untuk menghasilkan
hidrogen dengan kemurnian tinggi menggunakan peralatan yang relatif sederhana.
Tantangan terbesar dalam elektrolisis air adalalah rendahnya efisiensi yang berada dalam
kisaran 40 – 60 %. Masalah seperti ini dapat diatasi dengan menambahkan surfaktan pada
media elektrolisis. Surfaktan lerak menjadi katalis yang digunakan karena memiliki
saponin untuk mengurangin tegangan permukaan pada elektrolisis air, dan penambahan
medan magnet statis dapat merubah konduktivitas larutan elektrolit dan jumlah air yang
menguap dari larutan.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk elektrolisis air dengan
menambahkan NaCl, aquades, dan surfaktan lerak. Variasi surfaktan terdiri dari 6 ml, 12
ml, dan 18 ml, pada suhu 25°C, voltase 5V, elektroda karbon, dan tekanan 1 atm. NaCl dan
surfaktan dicampur dalam aquades dan diaduk rata. Proses elektrolisis dilakukan selama
10 menit untuk setiap variasi surfaktan, dengan pengujian gugus fungsi menggunakan
FTIR. Laptop, Arduino, Sensor MQ-8, dan Sensor Hall Effect digunakan untuk
monitoring.
Hasil Elektrolisis dengan menggunakan surfakatan lerak dan medan magnet ini
menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan elektrolisis secara konvensional dengan
produksi tertinggi sebesar 342.485 ppm dan meningkatkan produktivitas sebesar 299,13%
Analisis Kualitas Air dan Daya Tampung Beban Pencemaran pada Waduk Jatibarang Kota Semarang
Waduk merupakan bendungan buatan manusia yang berfungsi untuk
menyimpan air hujan dan air sungai guna memenuhi berbagai kebutuhan, seperti
irigasi, penyediaan air minum, dan pembangkit listrik tenaga air. Selain itu, waduk
juga dapat digunakan untuk mengendalikan banjir. Waduk Jatibarang yang
terletak di Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang mulai beroperasi pada tanggal
5 Mei 2014. Waduk Jatibarang yang berfungsi sebagai penyedia air baku dan
pengendali banjir ini memiliki memiliki luas genangan mencapai 189 Ha dengan
daya tampung air sebesar 20,4 Juta meter kubik. Penelitian ini memiliki tujuan
untuk mengetahui status mutu perairan dan alokasi daya tampung beban
pencemaran air waduk sebagai dampak dari aktivitas manusia di seitar waduk
menyebabkan penurunan kualitas air dan peningkatan pencemaran air. Penelitian
dilakukan selama bulan Januari 2024 di area Waduk Jatibarang Kota Semarang
pada musim kering dengan standar elevasi atau tinggi muka air normal. Parameter
kualitas air yang diuji yaitu fisika, kimia dan biologi. Adapun parameter fisika yaitu
suhu, parameter kimia yaitu pH, Chemical Oxygen Demand, Biological Oxygen
Demand, Total Fosfat, Nitrat dan Nitrit sedangkan parameter kimia yang di uji yaitu
total coliform. Teknik pengambilan data yang digunakan menggunakan data
primer yang melibatkan partisipasi aktif, observasi, dan dokumentasi dan
penggunaan data sekunder sebagai data pendukung. Metode skorring kualitas air
yang digunakan yaitu metode Indeks Pencemaran dengan baku mutu sesuai
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Adapun perhitungan alokasi
daya tampung beban pencemaran mengacu pada Peraturan Menteri Negara
Lingkungan Hidup Nomor 28 Tahun 2009 tentang Daya Tampung Beban
Pencemaran Air Danau dan/atau Waduk.
Hasil analisis status mutu perairan berdasarkan penelitian menunjukan
bahwa perairan Waduk Jatibarang masih tergolong baik dengan nilai indeks
pencemaran sebesar 2,7 dan mengindikasikan bahwa status mutu air waduk
jatibarang termasuk dalam perairan yang tercemar ringan.Hal tersebut dapat
disebabkan oleh aktivitas antropogenik masyarakat di sekitar waduk seperti
aktivitas rumah tangga, aktivitas pariwisata, kegiatan pertanian maupun perikanan
dan lain sebagainya yang menyebabkan pencemaran pada badan air terkhusus di
perairan sungai. Hasil perhitungan daya tampung beban pencemaran air juga
menunjukan bahwa Waduk Jatibarang masih dalam keadaan normal. Total beban
limbah dari daerah aliran sungai sebesar 2.597,61 kg/th yang masuk ke perairan
waduk Jatibarang masih dibawah daya tampung beban pencemaran pada
perairan waduk Jatibarang yaitu sebesar 426.121 kg/tahun. Oleh karena itu,
berdasarkan hasil perhitungan daya tampung beban pencamaran maka perairan
waduk Jatibarang dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Berdasarkan hasil
telah disimpulkan maka saran yang dapat diberikan yaitu perlu adanya monitoring
secara berkelanjutan guna memastikan kondisi waduk tetap stabil
Analisis Klorofil-a sebagai Penduga Produktivitas Primer Perairan dan Potensi Perikanan di Waduk Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur
Waduk Selorejo terletak di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang,
Kabupaten Malang, Jawa Timur. Fungsi waduk ini adalah sebagai pengendali banjir,
irigasi, pembangkit listrik (PLTA), sektor perikanan serta pariwisata. Waduk ini
membendung tiga sungai, yaitu Sungai Konto, Sungai Pinjal, dan Sungai Kwayangan.
Aliran air yang masuk ke Waduk Selorejo membawa bahan organik yang
mempengaruhi nilai klorofil-a dalam fitoplankton. Tinggi rendahnya nilai klorofil-a
mempengaruhi tingkat produktivitas primer perairan. Nilai produktivitas primer dapat
diketahui dengan menggunakan pendekatan nilai klorofil-a. Nilai produktivitas primer
tersebut selanjutnya dapat menentukan nilai potensi perikanan. Potensi perikanan
penting untuk diketahui agar dapat menentukan upaya pengelolaan sumber daya
perairan yang tepat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis komunitas
fitoplankton yang terdapat di Waduk Selorejo, menganalisis nilai produktivitas primer
melalui pendekatan klorofil-a dan juga menganalisis potensi perikanan di Waduk
Selorejo. Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Februari 2024. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Pengumpulan data
menggunakan data primer dan data sekunder. Penentuan lokasi pengambilan sampel
menggunakan purposive random sampling. Stasiun 1 adalah inlet Sungai Kwayangan,
stasiun 2 adalah dekat permukiman, stasiun 3 adalah inlet Sungai Pinjal dan Konto,
stasiun 4 adalah tengah waduk, dan stasiun 5 adalah outlet waduk. Parameter kualitas
air yang diukur yaitu suhu, oksigen terlarut, klorofil-a, kecerahan, pH, karbondioksida,
nitrat serta fosfat. Pengukuran produktivitas primer perairan menggunakan metode
klorofil-a. Pendugaan potensi perikanan menggunakan pendekatan produktivitas
primer berdasarkan pada tabel konversi Beveridge 1984. Analisis data potensi
perikanan menggunakan uji One-Way ANOVA. Penelitian ini menghasilkan 3 divisi
fitoplankton yang terdiri dari 16 genus berbeda. Kelimpahan relatif tertinggi yaitu
Cyanophyta, dengan keanekaragaman jenis fitoplankton sedang, keseragaman jenis
yang tinggi, dan tidak ada dominansi dari suatu genus. Hasil pengukuran klorofil-a di
Waduk Selorejo yaitu sebesar 16,76 g/L, produktivitas primer perairan sebesar 4,631
gC/m3/hari, potensi perikanan pada Waduk Selorejo sebesar 786,768 ton/tahun.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kualitas fitoplankton di Waduk Selorejo memiliki
keanekaragaman jenis sedang, keseragaman fitoplankton tinggi, dan tidak adanya
dominansi suatu genus fitoplankton pada Waduk Selorejo. Produktivitas primer
perairan di Waduk Selorejo bekisar 4,631 gC/m3/hari. Potensi perikanan pada Waduk
Selorejo yaitu 786,768 ton/tahun. Nilai potensi perikanan setelah dilakukan uji OneWay ANOVA menghasilkan tidak ada perbedaan nyata antar kelima stasiun tersebut.
Saran yang dapat diberikan yaitu pihak pengelola Waduk Selorejo dan warga sekitar
dapat menjaga kualitas perairan agar kesuburan perairan tetap sedang serta tidak
menambahkan keramba jaring apung agar tidak menambah masukan nutrien yang
berlebih sehingga mengakibatkan terjadinya eutrofikasi. Selain itu, perlu adanya
penelitian lanjutan mengenai produktivitas primer dan potensi perikanan pada musim
kemarau untuk mendapatkan data yang lebih lengkap serta mendapatkan data
produksi ikan agar dapat membandingkan dengan nilai potensi perikanan yang
diperoleh
Optimasi Ukuran Partikel, Konsentrasi HCl dan Konsentrasi CaCl2 Terhadap Karakteristik Fisikokimia Alginat Dari Rumput Laut Cokelat (Padina sp.)
Padina sp. adalah salah satu spesies rumput laut cokelat penghasil alginat
yang tersebar pada zona intertidal sampai subtidal. Alginat merupakan
polisakarida dalam dinding sel rumput laut cokelat yang terdiri dari polimer
guluronat dan mannuronat. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas alginat
yaitu saat proses produksi. Ukuran bahan baku, konsentrasi HCl dan CaCl2
merupakan faktor yang diduga mempengaruhi kualitas alginat yang dihasilkan.
Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai optimasi produksi alginat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui optimasi ukuran partikel,
konsentrasi HCl, dan konsentrasi CaCl2 terhadap karakteristik fisikokimia alginat
rumput laut cokelat (Padina sp.) Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga
Mei 2024 di Laboratorium Ilmu Teknologi Hasil Perairan Divisi Perekayasaan Hasil
Perikanan, Laboratorium Ilmu Teknologi Hasil Perairan Divisi Nutrisi Ikan,
Laboratorium Eksplorasi Sumberdaya Perikanan dan Kelautan, dan Badan Riset
dan Inovasi Nasional (BRIN). Metode yang digunakan adalah metode eskperimen.
Optimasi dilakukan menggunakan software Design Expert, metode Respon
Surface Methodology (RSM) menggunakan desain Box Behnken Design (BBD).
Penelitian ini terdiri dari dua tahapan, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian
utama. Penelitian pendahuluan diawali dengan menentukan titik tengah dari
masing-masing faktor, yaitu ukuran partikel, konsentrasi HCl, dan konsentrasi
CaCl2. Pada penelitian utama dilakukan penentuan proses optimasi produksi
alginat dengan Design Expert versi 13 menggunakan metode RSM dengan desain
BBD. Setelah itu, dilakukan analisis karakteristik alginat yang meliputi rendemen,
viskositas, derajat putih, kadar air, kadar abu, kadar abu tak larut asam, kadar
lemak, kadar protein dan pH serta analisis gugus fungsi alginat ATR-FTIR.
Nilai titik tengah yang didapatkan pada penelitian pendahuluan, ukuran
partikel 12 mesh, konsentrasi HCl 0,75%, dan konsentrasi CaCl2 0,75M. Hasil
ANOVA pada penelitian utama dari 17 formula yang disarankan, nilai p-value
respon rendemen, viskositas, kadar air dan kadar abu (p<0,05) yang artinya
keempat faktor memberikan pengaruh yang nyata. Namun, nilai p-value respon
derajat putih, kadar abu tak larut asam, kadar lemak, kadar protein dan pH
(p>0,05) yang artinya kelima faktor tidak memberikan pengaruh yang nyata.
Formula optimum yang disarankan Design Expert v. 13 yaitu ukuran partikel 12
mesh, konsentrasi HCl 0,83%, dan konsentrasi CaCl2 0,97M dengan nilai
desirability 0,66. Alginat pada tahap verifikasi telah diperoleh hasil sesuai dengan
prediksi yang disarankan Design Expert. Namun, belum memenuhi FCC pada
respon kadar abu
Upaya Pengendalian Kualitas Pada Produk RTD ABC Kacang Hijau Dengan Pendekatan Six Sigma di PT Heinz ABC Karawang Indonesia
Penelitian ini dilakukan pada sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri pengolahan
pangan dengan sektor makanan dan minuman. Penelitian ini berfokus pada produk minuman
RTD (Ready To Drink) jenis ABC Kacang Hijau karena produk ini merupakan salah satu
produk yang menghasilkan Defect produk tertinggi dengan persentase 6,64%. Data tersebut
didapatkan dari data historis pada bulan Januari – Agustus 2023. Oleh karena itu, perlu
diketahui penyebab permasalahan timbulnya produk Defect dan dilakukan perbaikan sehingga
dapat mengurangi produk Defect yang dihasilkan
Analisis Kualitas Air dan Profil Darah Ikan Keting (Mystus sp.) di Hilir Sungai Gembong Kota Pasuruan Jawa Timur
Sungai Gembong merupakan salah satu sungai dengan aliran terpanjang di
Pasuruan. Sungai ini mengalir mulai dari Kabupaten hingga Kota Pasuruan.
Kondisi Sungai Gembong khususnya wilayah hilir diketahui mengalami penurunan
kualitas air akibat banyaknya masukan limbah yang diterima mulai dari limbah
domestik hingga industri. Penurunan kualitas air yang terjadi tentu tidak boleh
dibiarkan begitu saja. Perlu dilakukannya pemantauan atau monitoring secara rutin
untuk dapat menjaga keberlanjutan ekosistem dan kehidupan biota yang ada di
dalamnya. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan mulai bulan Desember 2023-
Februari 2024 di Hilir Sungai Gembong. Metode penelitian menggunakan metode
survei dengan analisis secara deskriptif, dengan tujuan untuk dapat mengetahui
status pencemaran Sungai Gembong berdasarkan kondisi kualitas air dan profil
darah dari ikan keting (Mystus sp.) yang merupakan salah satu jenis ikan yang
paling banyak ditemui di Sungai Gembong untuk mengetahui status kesehatannya.
Hasil pengukuran parameter kualitas air menunjukan bahwa hilir Sungai Gembong
memiliki kisaran suhu sebesar 27-29,85℃ dengan kecepatan arus yang lambat
yaitu berkisar antara 0,06-0,35 m/s. Kadar Total Suspended Solid (TSS) berkisar
antara 117-132 mg/L dan kadar oksigen terlarut berkisar antara 4,35-6,5 mg/L.
Tingkat keasaman air yang didapatkan berkisar antara 6,89-7,67. Kadar Chemical
Oxygen Demand (COD) berkisar antara 28,88-49,78 mg/L, dan logam timbal (Pb)
berkisar antara 0,15-2,26 mg/L. Hasil yang diperoleh tersebut menunjukkan bahwa
terdapat beberapa parameter yang sudah melampaui baku mutu jika berdasarkan
baku mutu kelas III menurut PP Nomor 22 Tahun 2021 yaitu parameter Total
Suspended Solid (TSS), Chemical Oxygen Demand (COD), dan logam timbal (Pb).
Berdasarkan hasil perhitungan indeks pencemaran hilir Sungai Gembong
diketahui sudah berada dalam status tercemar sedang. Hasil perhitungan
parameter darah ikan didapatkan jumlah sel darah merah sebanyak 980.000-
1.280.000 sel/mm3 dan jumlah rata-rata sel darah putih dengan kisaran 67.400-
108.000 sel/mm3. Kadar hemoglobin didapatkan dengan kisaran 4,8-7,4 g%.
Kadar hematokrit yang didapatkan berkisar antara 20-24,6%. Kelainan mikronuklei
yang didapatkan berjumlah antara 11-34 sel/1000. Dilihat berdasarkan hasil yang
diperoleh pada pengamatan profil darah ikan keting (Mystus sp.) diketahui bahwa
rata-rata ikan yang ditangkap memiliki profil darah yang normal, walaupun
beberapa sampel ikan tergolong anemia. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu status
pencemaran di hilir Sungai Gembong sudah tergolong tercemar sedang.
Banyaknya masukan limbah yang diterima dapat terlihat dari beberapa parameter
yang sudah melebihi baku mutu. Status kesehatan ikan keting berdasarkan ratarata hasil pengukuran profil darahnya diketahui masih tergolong normal, namun
berdasarkan perubahan hasil yang didapatkan setiap samplingnya diketahui
bahwa jumlah profil darahnya mengalami kenaikan dan penurunan beriringan
dengan perubahan kondisi kualitas air terutama keberadaan logam timbal yang
tinggi. Penelitian yang lebih mendalam seperti montoring kualitas air lebih lanjut
dan melakukan pengamatan kerusakan jaringan dan organ tubuh ikan sangat
diperlukan untuk dapat mengetahui sejauh mana pencemaran hilir Sungai
Gembong khususnya logam timbal dapat mempengaruhi kesehatan ikan keting
Kelayakan Usaha Bandeng C73 Desa Tambaksari Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang
UMKM di Jawa Barat sangat beragam salah satunya di Kabupaten
Karawang terdapat UMKM pengolahan ikan bandeng. Ikan bandeng adalah ikan
yang ekonomis dan disukai karena harganya terjangkau, ketersediaannya cukup
melimpah, serta memiliki rasa yang lezat dan gizi yang baik.Ikan bandeng memiliki
banyak protein yang menjadi bahan dasar utama UMKM Bandeng C73. UMKM
Bandeng C73 berdiri sejak tahun 2011 yang terletak di Tambaksari, Kecamatan
Tirtajaya, Karawang, Jawa Barat. UMKM Bandeng C73 memiliki dua produk
unggulan yaitu bandeng gepuk dan bandeng presto. UMKM Bandeng C73 memiliki
produk unggulan yang digemari oleh masyarakat karena produk bandeng tersebut
memiliki duri yang lunak sehingga dapat menarik perhatian. Tujuan dari penelitian,
yaitu mendeskripsikan dan menganalisis kelayakan usaha dari aspek finansial dan
nonfinansial pada usaha Bandeng C73, Kabupaten Karawang dan menganalisis
tingkat sensitivitas usaha Bandeng C73, Kabupaten Karawang.
Penelitian dilakukan pada bulan Maret – April 2024. Jenis metode
penelitian menggunakan penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel
menggunakan sampling jenuh. Metode pengumpulan data menggunakan
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan yaitu
analisis kelayakan usaha dan analisis sensitivitas.
Hasil dari penelitian ini adalah aspek nonfinansial aspek teknis sudah
sesuai, aspek manajeman sesuai, pemasaran tidak sesuai dengan bauran
pemasaran 9P, hukum sudah sesuai dengan dokumen izin usaha, lingkungan
sesuai dengan AMDAL, dan sosial ekonomi sudah sesuai dengan maanfaat usaha
terhadap masyarakat. Aspek finansial jangka pendek memperoleh keuntungan
sebesar Rp62.854.415, R/C Ratio 1,08 > 1, dan rentabilitas 37% > 12%. Aspek
finansial jangka panjangnya layak yaitu NPV 89.667.311, Net B/C 3,6, IRR 100%,
dan PP 2,35. Pada tingkat sensitivitas dilihat dari tiga skenario, yaitu skenario 1
pada asumsi biaya naik 5% dan benefit tetap, skenario 2 pada asumsi benefit turun
5% dan biaya tetap, dan skenario 3 pada asumsi biaya naik 5% dan benefit turun
5%. Usaha dikatakan sangat sensitif dengan adanya perubahan harga.
Saran dari penelitian ini bagi perusahaan yaitu usaha perlu meningkatkan
produksi pada setiap bulannya agar mendapatkan keuntungan yang maksimal.
Bagi pemerintah sebaiknya diadakan pelatihan khusus bagi UMKM di Jawa Barat
berupa cara megelola usaha dengan baik. Bagi mahasiswa diharapkan melakukan
pengkajian yang lebih lanjut pada usaha pengolahan produk hasil perikanan agar
memiliki wawasan bagaimana mengelola usaha dengan baik