137686 research outputs found
Sort by
Pengaruh Transparansi Informasi tentang Kualitas Udara terhadap Pencemaran Udara dengan Mediasi Kesadaran Lingkungan (Studi pada Masyarakat Kelurahan Senayan, Jakarta Selatan)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh transparansi informasi
tentang kualitas udara terhadap pencemaran udara yang dimediasi oleh kesadaran
lingkungan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
metode survey. Penelitian ini menggunakan teknik sampling probabilitas dengan
metode simple random sampling yang memiliki jumlah sampel sebanyak 317
responden masyarakat Kelurahan Senayan. Analisis data menggunakan metode
analisis statistik PLS-SEM dengan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Berdasarkan
hasil pengujian hipotesis, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) variabel
transparansi informasi tentang kualitas udara berpengaruh positif terhadap
pencemaran udara; 2) variabel transparansi informasi tentang kualitas udara
berpengaruh positif terhadap variabel kesadaran lingkungan; 3) variabel kesadaran
lingkungan berpengaruh positif terhadap variabel pencemaran udara; 4) variabel
transparansi informasi tentang kualitas udara berpengaruh positif terhadap
pencemaran udara melalui mediasi variabel kesadaran lingkungan
Evaluasi Perpanjangan Runway pada Bandar Udara Kalimarau Berau Kalimantan Timur
Kabupaten Berau memiliki banyak sekali destinasi wisata alam sangat diminati oleh
para wisatawan. Oleh karena itu dalam mempermudah para wisatwan untuk berkunjung ke
Kabupaten Berau diperlukannya sebuah jalur transportasi yang mudah dan efisien. Yaitu jalur
transportasi udara. Untuk saat ini pesawat besar yang sudah beroperasi pada Bandar Udara
Kalimarau berjenis Airbus A320-200. Tujuan penelitian dari tugas akhir ini ialah menghitung
kebutuhan panjang dan tebal runway yang dibutuhkan oleh pesawat udara Airbus A320-200
dan Boeing 737-800NG agar dapat beroperasi 100% dengan aman pada Bandar Udara
Kalimarau. Tujuan dilakukan evaluasi ini adalah agar dapat mengetahui berapa kebutuhan
panjang dan tebal perkerasaan yang dibutuhkan oleh pesawat Airbus A320-200 dan Boeing
737-800 NG dalam beroperasi di Bandar Udara Kalimarau
Maka dari itu perlunya dilakukan evaluasi pada runway Bandar Udara Kalimarau.
Dalam evaluasi ini dibutuhakn data-data sekunder yang diperolah dari pihak Bandar Udara
Kalimarau, untuk data-data yang dibutuhkan ialah data layout bandar udara, data pergerakan
pesawat udara yang beroperasi, data karakteristik pesawat kritis, dan data tebal perkerasaan
fleksibel eksisting. Kemudian menghitung panjang landasan pacu berdasarkan tipe pesawat
kritis yaitu Airbus A320-200 dan Boeing 737-800NG, setalah itu merencanakan lapisan
perkerasaan lentur dengan metode FAA dan juga menggunakan aplikasi FAARFIELD sebagai
pembanding. Dan juga menggunakan aplikasi COMFAA digunakan untuk mengevaluasi
struktur perkerasaan terkait ketebalan dan kekuatan.
Fasilitas sisi udara yaitu runway yang dimiliki Bandar Udara Kalimarau memiliki
panjang 2250 meter, lebar 45 meter, dan ketebalan 52 cm. untuk saat ini bandar udara kalimarau
telah menampung pesawat yang terbesar berjenis Airbus A320-200 milik maskapai Batik Air,
akan tetapi menurut standar ICAO untuk kondisi runway saat ini tidaklah cukup aman untuk
beroperasi pesawat berjenis Airbus A320-200. Kebutuhan panjang untuk pesawat Airbus
A320-200 menurut perhitungan ARFL ialah sebesar 2455 meter dan lebar 45 meter yang
dimana itu itu telah terkoreksi oleh 3 faktor koreksi, 3 faktor koreksi tersebut ialah faktor
elevasi sebesar 10 mdpl, faktor temperature sebesar 32°C, dan faktor kelandaian sebesar 1%
sedangkan untuk pesawat Boieng 737-800 NG membutuhkan panjang sebesar 2650 meter.
Untuk ketebalan yang dibutuhkan pesawat Airbus A320-200 dan Boeing 737-800NG menurut
perhitungan metode FAA ialah sebesar 812,8 mm (32 inchi) yang dimana untuk nilai subbase
sebesar 279,4 mm, base sebesar 431,8 mm, dan surface 101,6 mm. Sedangkan untuk
pembanding nilai perhitungan dari metode FAA dengan menggunakan aplikasi FAARFIELD
yang dimana nilai yang didapat sebesar 728 mm. Untuk nilai subbase sebesar 349 mm, crushed
aggregate sebesar 150 mm, stabilized base dengan ketebalan sebesar 127 mm dan asphalt
surface dengan ketebalan sebesar 102 mm. Untuk penilaian kekuatan pada tebal perkerasaan
menggunakan aplikasi COMFAA ialah didapatkan untuk nilai PCN lebih besar daripada nilai
ACN. Nilai PCN pesawat kritis Airbus A320-200 sebesar 54,3 sedangkan untuk nilai ACN
pesawat kritis Airbus A320-200 sebesar 47
Pemanfaatan Iklan Berbayar Shopee dalam Meningkatkan Kunjungan Halaman Produk pada Toko Bee & Flower Official Shop
Pekembangan zaman saat ini telah banyak merubah pola hidup
masyarakat salah satunya adalah kegiatan jual beli yang saat ini sudah
banyak dilakukan secara online, kegiatan ini biasanya dilakukan di platform
yang bernama E-commerce penggunaan E-Commerce ini memberikan
banyak kemudahan bagi para pelaku usaha yang ingin menjual produk dan
jasa terutama dalam hal promosi, perusahaan yang bergerak dibidang ini
memberikan ruang tersendiri bagi pelaku usaha yang ingin menjual produk
mereka agar dapat menampilkan produknya di website E-commerce hal ini
yang menimbulkan terciptanya suatu pasar elektronik yang disebut dengan
marketplace. Di Indonesia salah satu marketplace yang paling banyak
digunakan adalah Shopee, di Shopee sendiri menyediakan banyak fiturfitur yang memudahkan pelaku usaha untuk mempromosikan produk
mereka dan salah satunya adalah layanan iklan berbayar shopee. Namun
dibalik kemudahan yang diberikan oleh Shopee para pelaku usaha tentunya
juga mengalami permasalahan dan juga tantangan tersendiri dalam
berjualan menggunakan Shopee dan salah satunya adalah persaingan yang
ketat antar pelaku usaha. Oleh karena itu perngerjaan tugas akhir ini
dilakukan untuk menjelaskan apakah penggunaan Iklan berbayar shopee
dapat meningkatkan kunjungan ke halaman produk. Setelah melakukan
pengerjaan dan oberservasi selama 28 hari, dapat disimpulkan bahwa
penggunaan iklan berbayar shopee dapat meningkatkan kunjungan
halaman produk
Penilaian Kualitas RTH (Taman) Berdasarkan Persepsi Masyarakat Dan Stakeholder Di Kelurahan Jatimulya, Kabupaten Bekasi
Tingginya kepadatan pada permukiman di Kelurahan Jatimulya menyebabkan ruang terbuka
hijau semakin lama semakin sedikit. Apabila ruang terbuka hijau tidak dikelola dengan baik
bisa menimbulkan rusaknya kualitas udara, air, tanah dan membahayakan masyarakat
sekitar. Taman yang menjadi lokasi wilayah studi pada penelitian ini meliputi taman aktif,
yaitu Taman Perumahan Sakura Regency 3, Taman Perumahan Puri Hutama, Taman
Perumahan Raflesia, dan Taman Perumahan Jatimulya. Peneliti ingin mengkaji dan menilai
mengenai kualitas taman berdasarkan persepsi masyarakat dan stakeholder. Tujuan
penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas taman yang terdapat di kawasan permukiman
Kelurahan Jatimulya dan mengidentifikasi taman, variabel dan sub-variabel yang menjadi
prioritas dalam peningkatan kualitas pada RTH (taman) menurut persepsi masyarakat dan
Stakeholder di kawasan permukiman Kelurahan Jatimulya. Penilaian kualitas taman
dilakukan dengan analisis persepsi menggunakan metode Mean Score Analysis dan AHP
(Analytial Hirarchy Process). Berdasarkan hasil dari semua analisis yang dilakukan,
didapatkan nilai kualitas setiap taman yang dipilih dalam penelitian berdasarkan persepsi
masyarakat dan stakeholder. Penentuan taman variabel, dan sub-variabel yang menjadi
prioritas dalam peningkatan kualitas ditinjau dari hasil analisis persepsi yaitu mean score
analisis dan nilai pembobotan AHP. Kedua nilai saling dikaitkan dengan cara membagikan
nilai mean score analysis dengan nilai pembobotan AHP, nilai yang paling rendah yang
menjadi prioritas dalam peningkatan kualitas RTH (Taman). Berdasarkan hasil pembagian
dari nilai mean score dan AHP di dapatkan sub-variabel yang nilainya paling rendah yaitu
jumlah jenis atau macam fasilitas penunjang kegiatan pengunjung di area taman dengan nilai
82,124. Dan taman yang nilainya paling rendah yaitu Taman Perumahan Jatimulya dengan
nilai sebesar 1139,736
Analisis Pergerakan Harga Eceran Bahan Pangan Pokok Di Pasar Kabupaten Madiun Triwulan 1 Tahun 2024
Bahan pokok merupakan kumpulan berbagai komoditas yang menjadi bahan
makanan utama dan kebutuhan dasar manusia untuk mempertahankan hidup.
Pemenuhan bahan pangan akan berkaitan dengan penetapan harga bahan pokok,
sehingga menjadi aspek penting yang harus diperhatikan guna perumusan kebijakan
stabilitas harga dan peningkatan produksi pangan serta membuat peramalan harga
pangan ke depan. Kabupaten Madiun sebagai salah satu kota di Jawa Timur disetiap
tahunya bertambah jumlah penduduknya, apabila permintaan bahan pangan
melebihi ketersediaannya maka harga di tingkat konsumen dapat meningkat. Maka
diperlukan adanya penilitian terkait perkembangan harga eceran beberapa jenis
bahan pangan pokok di Kabupaten Madiun.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif
dengan jenis penelitian deskriptif statistik. Penelitian terkait perkembangan harga
eceran beberapa jenis bahan pangan pokok di Kabupaten Madiun dilakukan pada
empat pasar di Kabupaten Madiun yaitu Pasar Dolopo, Pasar Dungus, Pasar
Pagotan dan Pasar Caruban. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini diperoleh dari data sekunder. Sumber data sekunder yang didapatkan berasal
dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok
(SISKAPERBAPO) Jawa Timur. Data sekunder yang digunakan berupa panel data
harga harian beberapa bahan pangan di Kabupaten Madiun dari bulan Januari –
Maret 2024. Terdapat dua puluh empat komoditas yang diuji dalam penelitian.
Dalam pengolahan data digunakan dengan aplikasi Microsoft excel untuk melihat
pola fluktuatif harga serta disparitas dan keterkendalian harga bahan pangan.
Secara keseluruhan tingkat disparitas pasar yang terjadi di Kabupaten Madiun
pada setiap komoditas menunjukan kecenderungan menurun, meningkat dan
mendatar. Kategori pertama yaitu komoditas yang menunjukan kecenderungan
menurun (50%) yakni beras premium, beras medium, gula kristal putih, minyak
goreng kemasan premium, daging ayam kampung, cabai rawit merah, kacang hijau,
kacang tanah, kubis, tomat merah, wortel dan buncis. kategori kedua yaitu
komoditas yang menunjukan kecenderungan meningkat (41,67%) yakni komoditas
seperti daging ayam ras, telur ayam ras, telur ayam kampung, kedelai impor, kedelai
lokal, cabai merah keriting, cabai merah besar, bawang merah, bawang putih dan
kentang. Kategori ketiga dengan komoditas yang memiliki tingkat disparitas pasar
tinggi (20%-30%) yakni komoditas daging sapi paha belakang dan tergi protein
sedang. perubahan harga bulanan hampir disetiap komoditas kecuali daging sapi
paha belakang dan terigu protein sedang. Dimana presentase perubahan harga
disepanjang periode sebesar 0% yang artinya komoditas tersebut memliki kondisi
harga yang stabil. menunukan bahwa perkembangan fluktuasi bulanan harga eceran
bahan pangan di Kabupaten Madiun Triwulan I Tahun 2024 pada komoditas cabai
merah dengan presentase sebesar 35,35% yang terjadi pada bulan Maret 2024 di
Pasar Pagotan. tingkat keterkendalian harga eceran pada setiap komoditas
dikatakan terkendali baik dari tingkat fluktuasi maupun dari tingkat harganya
Implementasi Media Sosial Instagram @gaffar.gorden sebagai Media Promos
Kemajuan teknologi informasi dan perubahan pola perilaku konsumen telah
mengubah model bisnis secara signifikan. Maka perusahaan dituntut untuk
dapat memanfaatkan teknologi informasi secara efektif dan efesien, salah
satunya mempromosikan produk menggunakan media sosial Instagram.
Penjualan pada Toko Gaffar Gorden mengalami penurunan dari tahun-tahun
ke tahun karena kurang matangnya strategi pemasaran yang dilakukan oleh
Toko Gaffar Gorden. Tujuan penelitian ini adalah untuk implementasi media
sosial instagram @gaffar.gorden sebagai media promosi. Metode penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan case study dengan tahap
pengolahan membuat konsep rancangan dan membaginya dalam 4 siklus
penerapan. Hasil dari penelitian ini adalah dengan adanya Instagram
@gaffar.gorden memiliki peluang agar Toko Gaffar Gorden lebih dikenal oleh
konsumen yang lebih luas. Pemanfaatan Instagram ads juga sangat penting
karena dapat menjangkau konsumen lebih luas lagi dan menarik para
konsumen untuk mengikuti dan mengunjungi Instagram @gaffar.gorde
Partisipasi Masyarakat dalam Program Pembangunan Pamsimas di Desa Jampet Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro
Sejak tahun 2008, di Indonesia melakukan berbagai upaya dan inovasi untuk
mengatasi bahaya krisis air bersih dan sanitasi yang tidak memadai adalah melalui Program
Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Program ini
dibangun berdasarkan partisipasi masyarakat di pedesaan dan kota-kota terpencil.
Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan Pamsimas khususnya di
Desa Jampet, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia . Berdasarkan Tangga
Partisipasi Arnstein, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi
masyarakat dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi program Pamsimas di \ud
Jampet. Desa. Penelitian ini memanfaatkan informasi yang diperoleh melalui observasi,
wawancara dan penyebaran kuesioner kepada 153 pengguna Pamsimas. Distribusi frekuensi
dengan pembobotan dan penilaian digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan tingkat
partisipasi. Selanjutnya, operasi tabulasi silang dilakukan untuk mengidentifikasi faktor�faktor yang mempengaruhi partisipasi.
Berdasarkan Analisa penulis Pamsimas di Desa Jampet penting untuk dibahas lebih
lanjut. Hasil analisis tingkat partisipasi masyarakat Desa Jampet dan faktor-faktor yang
mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan Pamsimas di Desa
Jampet Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, kesimpulan yang dapat diambil adalah
keterlibatan masyarakat atau partisipasi warga di Desa Jampet pada seluruh tahapan
Pembangunan Pamsimas telah mencapai rata-rata - Nilai skor rata-rata sebesar 511,8. Skor
ini termasuk dalam tingkat partisipasi bermakna keempat Konsultasi. Tingkat Konsultasi
Dengan demikian masyarakat mendapat ruang untuk mengemukakan pendapat dan
menyampaikan gagasan serta gagasannya, selain berperan dalam kegiatan dengan
memberikan masukan bahkan kritik melalui dialog terbuka atau jajak pendapat, namun tidak
mendapat jaminan kepastian bahwa gagasan tersebut telah dikemukakan akan dijadikan
bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan kebijakan selanjutnya. tingkat partisipasi
masyarakat dalam program pembangunan Pamsimas di Desa Jampet termasuk dalam
kategori Tokenisme atau partisipasi masyarakat sedang. Meskipun masyarakat banyak
dilibatkan dalam berbagai kegiatan di desa, namun pada kenyataannya kegiatan tersebut
tidak banyak dijadikan bahan pertimbangan atau acuan dalam pengambilan keputusan atau
kebijakan dalam program Pembangunan Pamsimas di Desa Jampet. maka dari itu faktor
tingkat umur, pendapatan, pekerjaan dan pendidikan mempunyai hubungan yang signifikan
terhadap kehadiran rapat, kegiatan diskusi, penyampaian pendapat dan pemberian
sumbangan baik dalam bentuk sumbangan atau dalam tahap perencanaan, tahap pelaksanaan
dan variabel pendayagunaan hasil. pada tahap pemanfaatan. Sedangkan faktor jarak dan
lama tinggal tidak mempunyai hubungan atau korelasi dengan kegiatan pembangunan
Pamsimas di Desa Jampet karena program ini bertujuan menyasar seluruh lapisan
masyarakat tanpa terkecuali
Perancangan Ulang Sistem Informasi Manajemen Risiko Individu pada PT Pupuk Kalimantan Timur
iRisk merupakan sistem informasi pelaporan identifikasi risiko setiap individu di PT Pupuk
Kaltim yang dilaksanakan secara real time oleh setiap karyawan PT Pupuk Kaltim. iRisk
bertujuan untuk mendukung penerapan manajemen risiko yang terintegrasi di setiap tingkatan
dan fungsi organisasi sehingga meningkatkan kesadaran seluruh karyawan atas risiko setiap
sasaran pekerjaannya. Pada kondisi saat ini, sistem informasi memiliki beberapa permasalahan,
diantaranya adalah beberapa aspek manajemen risiko pada sistem informasi tidak sesuai dengan
pedoman perusahaan, kebutuhan informasi belum bisa diakomodir oleh sistem informasi, aliran
informasi yang kurang baik sehingga terdapat informasi yang tidak tersampaikan ke pihak
terkait. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kebutuhan sistem dalam perancangan
ulang sistem informasi manajemen risiko individu pada PT Pupuk Kaltim, menentukan
rancangan sistem informasi manajemen risiko individu pada PT Pupuk Kaltim, mengetahui
hasil pengujian sistem informasi manajemen risiko individu pada PT Pupuk Kaltim.
Sistem informasi ini didasarkan pada analisis PIECES untuk mengidentifikasi masalah
pada sistem sebelumnya. Solusi yang diusulkan adalah merancang ulang sistem informasi iRisk
untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan model Waterfall. Langkah pertama
adalah menentukan fitur-fitur solusi, kemudian membuat analisis use case dan Data Flow
Diagram (DFD). Selanjutnya, dilakukan pembuatan Entity Relationship Diagram (ERD) dan
desain algoritma sistem. Rancangan tampilan aplikasi juga dibuat menggunakan low fidelity
wireframe. Implementasi dilakukan dengan Google Appsheet untuk membuat sistem informasi
berbasis web.
Hasil dari pengujian fungsionalitas sistem direpresentasikan oleh hasil dari pengujian unit,
pengujian integrasi, dan pengujian sistem yang telah dilakukan selama tahap perancangan
sistem. Pengujian unit dilakukan dengan melihat hasil dari salah satu pengolahan data pada unit
yang ada pada sistem infomasi. Pengujian integrasi dilakukan dengan menguji apakah sistem
dapat bisa menghasilkan output yang diharapkan. Pengujian sistem dengan performance check
dilakukan untuk mengevaluasi kinerja sistem dalam kondisi nyata. Sistem informasi baru
berhasil mengatasi masalah pada sistem sebelumnya, yaitu penyelarasan aspek sistem informasi
dengan pedoman perusahaan terkait manajemen risiko, pemenuhan kebutuhan informasi, dan
aliran informasi yang efisien kepada pihak terkai
Digitalisasi Media Pembelajaran Geometri Melalui Pemanfaatan Teknologi Imersif Untuk Pengalaman Pembelajaran Yang Interaktif Di Sdn Sumbersari 1 Kabupaten Pasuruan
Geometri adalah cabang matematika yang mempelajari tentang
bentuk, ukuran, posisi, dan dimensi benda dalam ruang. Keterampilan
visual-spasial penting dalam memahami dan menyelesaikan masalah
geometri. Namun, sebagian besar sekolah belum memiliki laboratorium
matematika, menyebabkan kesulitan dalam memberikan pengalaman
praktis kepada siswa. Untuk mengatasi hal ini, teknologi imersif seperti
augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) digunakan. Penelitian ini
menggunakan riset and development (RnD) dengan model pengembangan
ADDIE. Media pembelajaran ini dinamakan Geomersif dan dikembangkan
menggunakan model pengembangan ADDIE. Kualitas media pembelajaran
Geomersif dievaluasi berdasarkan kriteria valid, praktis, dan efektif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Geomersif terbukti efektif dalam
meningkatkan minat belajar siswa dalam berbagai aspek, yaitu perasaan
senang, keterlibatan, perhatian, dan ketertarikan. Validasi dari ahli media
dan ahli materi menunjukkan bahwa Geomersif sangat valid dan layak
digunakan dalam pembelajaran matematika. Skor rata-rata validasi adalah
91.11%. Kesimpulannya, Geomersif merupakan media pembelajaran yang
efektif dan bermanfaat untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam
pembelajaran matematika di sekola
Studi Eksperimental Lendutan Pelat Perkerasan Kaku dengan Variasi Mutu Beton
Pada jalan di pedasaan menggunakan tipe perkerasan (rigid pavement). Tipikal jalan di
pedesaan yaitu pengerjaannya melalui program padat karya atau cash for work yang dilakukan
secara swakelola. Sehingga campuran beton yang digunakan adalah in situ/site mix sehingga
untuk mencapai kuat tekan yang sesuai standar akan sulit. Dalam pelaksanaan pembangunan
perkerasan kaku (rigid pavement) pada jalan di pedesaan, sering kali didapat hasil mutu beton
yang tidak memenuhi kriteria atau spesifikasi sehingga pekerjaan beton pada perkerasan kaku
mengalami keretakan akibat lendutan yang besar. Oleh karena itu, dilakukan eksperimental
lendutan pelat perkerasan kaku dengan variasi mutu beton.
Pada penilitian ini digunakan variasi mutu beton sebesar 9,12 MPa; 20,22 MPa; 35,06
MPa dan nilai CBR 12,83%. Pada saat proses pembuatan spesimen dilakukan uji slump
kemudian dilakukan curing beton selama 16 hari. Pengujian spesimen dilakukan saat beton telah
berumur 28 hari. Pengujian spesimen dilaksanakan pada frame uji yang memiliki kapasitas 300
kN.
Pada penelitian ini mutu beton mempengaruhi hasil lendutan pelat perkerasan kaku.
Pada CBR 12,83% pembebanan dilakukan hingga beban maksimum 200 kN. Hasil lendutan
maksimum terletak pada titik tengah bentang pelat. Hasil lendutan eksperimental pada spesimen
dengan mutu 9,12 MPa sebesar 4,86 mm, mutu 20,22 MPa sebesar 3,16 mm, dan mutu 35,06
MPa sebesar 2,63 mm. Sedangkan hasil lendutan teoritis pada spesimen dengan mutu 9,12 MPa
sebesar 3,98 mm, mutu 20,22 MPa sebesar 3,64 mm, dan mutu 35,06 MPa sebesar 3,45 mm
Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar mutu beton, maka nilai lendutan akan semakin kecil