137686 research outputs found
Sort by
Perbandingan Cadangan Premi Asuransi Jiwa Berjangka Joint Life dan Last Survivor menggunakan Metode Zillmer untuk Dua Orang Tertanggung
Cadangan premi merupakan sebagian dana yang disisihkan oleh
perusahaan asuransi yang digunakan untuk membayar uang
pertanggungan yang dibayarkan kepada pihak tertanggung. Pada
penelitian ini diterapkan metode Zillmer dalam perhitungan cadangan
premi asuransi berjangka joint life dan last survivor dengan
melibatkan premi kotor yang mencakup biaya operasional perusahaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
penentuan cadangan premi untuk kondisi joint life dan last survivor
dengan metode Zillmer beserta hasil perbandingan keduanya. Dalam
perhitungannya dilakukan penentuan nilai peluang hidup, Actuarial
Present Value (APV) dari anuitas, APV dari asuransi berjangka, premi
bersih, dan cadangan prospektif pada kondisi joint life dan last
survivor. Perhitungan cadangan premi Zillmer dapat ditentukan
dengan merekonstruksi rumus dan ditentukan biaya awal atau biaya
akuisisi sebesar 50% dari premi bersih. Berdasarkan ilustrasi kasus,
didapatkan bahwa cadangan premi Zillmer untuk kondisi joint life
lebih besar daripada kondisi last survivor dengan selisih nilai yang
signifikan antar keduanya. Cadangan premi yang kecil dapat
merugikan perusahaan karena tidak cukupnya perusahaan untuk
menutupi biaya operasional. Sementara itu, hasil cadangan premi
dengan metode Zillmer pada tahun pertama memiliki hasil yang lebih
kecil dibandingkan tahun-tahun berikutnya karena alokasi biaya akuisi
pada tahun pertama lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun berikutnya
Partisipasi Perempuan dan Strategi Pengembangan Area Model Konservasi Edukasi (AMKE) di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur
Area Model Konservasi Wisata (AMKE) adalah destinasi agrowisata di
Desa Oro-oro Ombo, Batu, Jawa Timur. Dikelola oleh Kelompok Tani Hutan
(KTH) Panderman sejak tahun 2018, AMKE berfokus pada wisata edukasi,
observasi, dan penelitian oleh instansi lain. Selain lokasinya yang strategis di Kota
Batu, AMKE menawarkan berbagai kegiatan seperti pertanian, perkebunan,
perikanan, pertanian organik, dan peternakan. Meskipun masih baru dan belum
terkenal secara luas, AMKE memiliki potensi besar. Fungsional AMKE tidak bisa
dilepaskan dari peran perempuan didalamnya. Para perempuan tersebut merupakan
petani dan ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan kesejahtaraan keluarganya.
Dalam upaya pengembangan, partisipasi perempuan, terutama petani perempuan,
perlu diperhatikan untuk memastikan kesetaraan dalam implementasi
pengembangan AMKE.
Terdapat dua tujuan utama dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi
tingkat partisipasi perempuan dalam pengembangan AMKE dan menemukan
strategi pengembangan AMKE berbasis gender. Lokasi penelitian ini adalah Desa
Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur dan dilaksanakan pada
bulan September 2023 – Februari 2024. Penelitian ini diawali dengan
mengidentifikasi keikutsertaan perempuan dalam tiga tahap pengembangan yaitu
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang nantinya akan diketahui tingkat
partisiapsi berdasarkan keikutsertaan tersebut. Kemudian, akan dilakukan juga
analisis SWOT yang diawali dengan identifikasi faktor internal dan eksternal yang
nantinya akan dianalisis kedalam matrix grand strategy dan matrix swot.
Hasil identifikasi tingkat partisipasi perempuan dalam pengembangan
AMKE menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan tingkat partisipasi
manipulatif/pasif baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Dimana tingkat partisipasi tersebut adalah tingkat partisipasi yang berorientasi padaix
partisipasi perwakilan dan bukan individu. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih
terbatasnya partisipasi perempuan dalam tahap pengembangan AMKE.
Hasil analisis dari matriks grand strategy menunjukkan bahwa nilai dari
IFAS dan EFAS menempatkan AMKE pada kuadran II. Dalam konteks ini, strategi
yang dianjurkan adalah Strategi Pemeliharaan Agresif, yang menggabungkan
pendekatan agresif dalam memanfaatkan peluang yang ada dan memperbaiki
kelemahan di AMKE. Selanjutnya, hasil analisis matriks SWOT menyarankan
strategi WO (Weakness-Opportunity), yang menekankan pada pemanfaatan
peluang dan perbaikan kelemahan. Dalam hal ini, fokus utama adalah untuk
memanfaatkan peluang yang ada sambil secara proaktif memperbaiki kelemahan di
AMKE. Strategi langkah pertama yang dapat diambil adalah menempatkan
perempuan sebagai penggerak utama dalam pengembangan AMKE. Hal ini
mencakup peran perempuan dalam semua tahapan dari perencanaan hingga
evaluasi. Selain itu, penting juga untuk memulai proses mediasi guna membangun
kolaborasi dengan pihak internal desa dan instansi lainnya, yang akan mendukung
pengembangan AMKE secara holistik.
Kemudian akan dirumuskan sebuah model strategi pengembangan AMKE
berbasis gender. Model strategi pengembangan AMKE berbasis gender didasarkan
pada hasi temuan penelitian yang menggabungkan hasil identifikasi partisipasi
perempuan dan analisis SWOT pada AMKE. Kemudian, diperoleh model yang
berfokus pada pengelolaan tiga input yaitu internal desa, KTH Panderman, dan
stakeholder
Keanekaragaman Lalat Buah (Diptera: Drosophilidae) Menggunakan Atraktan Ragi pada Penggunaan Lahan Agroforestri dan Hortikultura di UB Forest, Kabupaten Malang.
Lalat buah (Diptera: Drosophilidae) memiliki sebaran yang luas dan
termasuk hama invasif yang berasal dari wilayah benua Asia, Australia, Afrika
dan Pasifik Selatan. Salah satu lalat buah dari genus Drosophila yang dapat
menyebabkan kerusakan karena lalat buah ini dapat menyerang buah-buahan pada
fase pematangan yaitu Drosophila suzukii Matsumura. D. suzukii dapat
menyebabkan kerugian tahunan hingga 207 juta pada produksi tanaman stroberi, blueberry, ceri, blackberry
dan rasberry di wilayah Kanada, AS dan Eropa. Lalat buah Drosophila memiliki
penyebaran dan distribusi berbeda pada setiap masing-masing daerah di Indonesia
dan diasumsikan juga termasuk di wilayah UB Forest, Kabupaten Malang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji keanekaragaman spesies
lalat buah Drosophila pada beberapa penggunaan lahan agroforestri dan
hortikultura di UB Forest Kabupaten Malang.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai Januari
2024 yang dilakukan di wilayah UB Forest, Kabupaten Malang pada beberapa
penggunaan lahan agroforestri dan hortikultura. Identifikasi sampel dilakukan di
Laboratorium Hama Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan,
Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari
beberapa kegiatan yaitu a) persiapan perangkap; b) penentuan lokasi pengamatan;
c) pengambilan sampel; d) identifikasi sampel. Data yang didapatkan dianalisis
menggunakan metode indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks
kemerataan Pielou’s (E) dan indeks dominansi Simpson’s (D). Data dianalisis
dengan bantuan perangkat R versi 4.3.3 dengan paket Agricolae dan Vegan.
Total individu Drosophila yang tertangkap pada 8 lokasi penelitian yaitu
7.188 individu. Spesies yang tertangkap terdiri dari sembilan Drosophila
biarmipes, D. immigrans, D. ananassae, Drosophila sp. 1, Drosophila sp. 2, D.
quadrilineata, D. infuscata, D. melanogaster dan D. eugracilis. Nilai indeks
keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) tertinggi pada penggunaan lahan
agroforestri pinus (1,54), sedangkan terendah pada hortikulturan alpukat (0,69).
Nilai indeks kemerataan Pielou’s (E) tertinggi pada penggunaan lahan agroforestri
pinus (0,64), sedangkan terendah pada hortikultura alpukat (0,28). Nilai indeks
dominansi Simpson’s tertinggi pada agroforestri pinus (0,75), sedangkan terendah
pada hortikultura alpukat (0,49). Nilai indeks kesamaan Bray-Curtis terdapat
kemiripan komunitas spesies Drosophila pada penggunaan agroforestri manisa
dengan agroforestri kopi, diikuti oleh agroforestri pisang dan pinus, lalu
hortikultura apel dan jeruk diikuti oleh jeruk yang dipolikuturkan dengan apel
Perbandingan Luaran Klinis Pasien Insufisiensi Vena Kronis Yang Dilakukan Ablasi Laser Endovena Dengan Teknik Puncture Above The Knee And Below The Knee Berbasis Penilaian Venous Clinical Severity Score And Venous Disability Score
Latar Belakang
Pasien dengan insufisiensi vena kronis menjalani puncture standar dengan teknik
below the knee untuk mengakses vena safena magna (VSM) untuk ablasi laser
endovena. Namun, dalam beberapa kasus, sulit untuk melakukan puncture below
the knee; puncture above the knee untuk mengakses vena safena yang tidak
kompeten adalah pilihan lain. Penelitian ini membandingkan luaran klinis pasien
insufisiensi vena kronis setelah EVLA dengan puncture above the knee dan
below the knee.
Metode/Rancangan
Penelitian studi kohort single-centre retrospektif ini membandingkan luaran klinis
pasca dua teknik puncture EVLA (puncture above the knee dan below the knee).
Pada semua kunjungan follow-up, luaran klinis, tingkat penutupan, dan
komplikasi akan dinilai.
Hasil
Penelitian ini melibatkan 248 pasien, dengan 132 pasien pada kelompok
puncture below the knee dan 116 pasien pada kelompok puncture above the
knee. Hasil klinis serupa pasca prosedur terlihat pada kedua kelompok dengan
peningkatan Venous Clinical Severity Score (VCSS) dan Venous Disability Score
(VDS) (p <0,05). Tingkat penutupan pada kedua kelompok adalah 97% (p =
0,595). Komplikasi, termasuk trombosis, memar dan paresthesia tidak
menunjukkan signifikansi statistik antar kelompok (p = 1.000, p = 0.101 dan p =
0.667 masing-masing). Cedera luka bakar tidak ada pada kedua kelompok.
Kesimpulan
EVLA untuk inkompetensi VSM menggunakan teknik puncture above the knee
aman dan efektif dan harus dipertimbangkan sebagai metode alternatif jika
puncture below the knee gagal pada pasien CVI Non Ulkus
Pengaruh Perbesaran Luas Elektroda Terhadap Probabilitas Tegangan Tembus Pada Dielektrik Minyak Menggunakan Sumber Tegangan Tinggi DC
Elektroda merupakan suatu penghantar listrik yang digunakan untuk menentukan
suatu tegangan tembus. Bentuk dari elektroda sangat beragam salah satunya elektroda
batang-batang. Elektroda berfungsi sebagai media ujung dimana elektroda positif dan negatif
ditempatkan pada sisi berlawanan yang akan menghantarkan muatan-muatan listrik hingga
terjadinya tembus. Tembus pada elektroda dipengaruhi oleh beberapa hal. Pada penelitian
ini akan diuraikan tentang pengaruh perbesaran luas elektroda terhadap probabilitas
tegangan tembus pada dielektrik minyak menggunakan tegangan tinggi DC. Metode
penelitian yang digunakan adalah dengan mengambil data melalui pengujian tegangan
tembus, arus bocor, dan konduktivitas minyak di Laboratorium Tegangan Tinggi,
Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya serta melakukan
simulasi medan listrik pada setiap variasi perbesaran luas elektroda dengan software FEMM
4.2. Variasi elektroda yang digunakan dalam pengujian tegangan tembus dan arus bocor
adalah A, 2A, 3A, 4A, dan 5A. Luasan eletroda awal (elektroda A) adalah sebesar 176 mm2.
Elektroda yang digunakan dalam pengujian adalah eletroda batang-batang yang terbuat dari
bahan satinless steel. Pengujian tegangan tembus dilakukan sebanyak 25 kali dengan jarak
antar elektroda yang digunakan besarnya sama pada setiap variasi luasan yaitu 2 mm.
Dieletrik yang diguakan adalah dieletrik cair yaitu menggunakan minyak Shell Diala B. Pada
pengujian arus bocor dilakukan sebanyak 3 kali pada setiap variasi perbesaran luas eletroda.
Variasi tegangan yang diberikan adalah 1 kV, 3 kV, dan 5 kV. Hasil yang didapatkan dari
penelitian ini yaitu adanya pengaruh perbesaran luas elektroda terhadap probabilitas
tegangan tembus dan tingkat arus bocor. Dimana semakin besar nilai perbesaran luas maka
nilai tegangan tembusnya semakin kecil dan tingkat arus bocornya semakin besar. Nilai
resistansi pada kelima variasi elektroda meningkat selaras dengan bertambahnya luasan
elektroda. Selain itu, berdasarkan hasil simulasi distribusi medan listrik menggunakan
FEMM 4.2 kelima variasi perbesaran luas elektroda memiliki distribusi medan listrik yang
merata. Sehinga dapat dikatakan bahwa kelima variasi perbesaran luas elektroda memiliki
faktor homogenitas yang sama
Hubungan Parameter Spinopelvis pada Radiografi dengan Derajat Herniasi Diskus Intervertebra Lumbosakral pada MRI
Latar Belakang: Nyeri punggung bawah paling sering disebabkan oleh instabilitas degeneratif tulang belakang. Orientasi dan morfologi sakropelvis dapat menyebabkan perubahan degenerasi diskus. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara parameter spinopelvis pada radiografi dengan derajat herniasi diskus intervertebra lumbosakral pada MRI
Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik
retrospektif dengan desain studi cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 52
pasien dengan nyeri punggung bawah yang melakukan pemeriksaan radiografi dan MRI lumbosakral di RSUD Saiful Anwar pada tahun 2022 sampai dengan 2023. Derajat herniasi diskus dinilai pada sagital dan axial MRI lumbosakral, dan sudut pelvic incidence (PI), sacral slope (SS), pelvic tilt (PT), lumbar lordosis (LL), lumbosacral angle (LSA), sacral table angle (STA), sacral kyphosis (SK) diukur pada radiografi lumbosakral. Dilakukan uji statistik pada 4 kelompok (normal, bulging, protrusi, dan ekstrusi).
Hasil: Herniasi diskus lumbosakral paling banyak terjadi pada kelompok usia 51-60
tahun (30,76%), lebih sering pada perempuan (53,8%) dibandingkan laki-laki (46,2%), dan muncul tersering pada level L4-L5, L5-S1. Menggunakan uji Spearman, terdapat korelasi sudut lumbar lordosis dengan derajat herniasi diskus intervertebra lumbosakral, dengan nilai p = 0,011 (p < 0,05). Uji one-way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan sudut lumbar lordosis pada tiap derajat herniasi, dengan p=0,028 (p<0,05). Semakin kecil sudut lumbar lordosis, semakin besar resiko terjadinya herniasi diskus intervertebra lumbosakral. Kesimpulan: Lumbar lordosis sebagai salah satu parameter spinopelvis, dapat menjadi faktor prediktif terjadinya degeneratif herniasi lumbosakral
Rancang Bangun Fermentor Berbasis Ohmic Heating Untuk Meningkatkan Kualitas Biji Kakao Hasil Fermentasi di UKM Kelompok Tani Mulyojati
Pertumbuhan sektor komoditas biji kakao yang mengalami peningkatan produksi
sebesar 75,1% sejak 2015 hingga 2022, di wilayah Jawa Timur, tidak diiringi
dengan kualitas hasil fermentasi yang baik terkhusus pada UKM Kelompok Tani
Mulyojati. Biji kakao yang difermentasi selama 6 hari menggunakan kotak kayu
kapasitas 5 kg memiliki karakteristik yang kurang optimal meliputi berjamur, biji
tidak terfermentasi sempurna, pulp yang tidak terlepas dengan baik, dan warna biji
yang tidak merata dengan akumulasi kerusakan > 20%. Berdasarkan tinjauan
penelitian terdahulu, masalah ini diakibatkan oleh waktu fermentasi yang lama dan
kapasitas fermentasi yang kecil, sehingga suhu untuk perkembangan mikroba
yang telibat tidak optimal pada rentan suhu 40-45°C. Sebuah teknologi
pengkondisian suhu yaitu Ohmic Heating yang dapat menciptakan panas akibat
hambatan bahan diatara dua elektroda yang dialiri arus lisrik yang banyak ditinjau
pada penelitian terkait. Sehingga penelitian ini mengadopsi teknologi tersebut
melalui perancangan secara struktural dan fungsional serta fabrikasi untuk
fermentasi kakao, yang dapat menciptakan suhu yang merata. Selain itu juga
dilakukan uji performansi teknologi untuk mengetahui karakteristik elektrik, dan uji
kualitas fisik dan biologis biji kakao. Teknologi yang berhasil dirancang memiliki
kapasitas 7 kg dengan dimensi tabung 30 cm x 26 cm, dan diameter elektroda
sebesar 18 cm. Bagian-bagian dari fermentor ini meliputi tabung fermentor,
elektroda ohmic, pegas, sensor suhu, kran output, dan panel kontrol. Alat ini
berekrja dengan menciptakan panas pada tumpukan biji kakao akibat aliran listrik,
dimana bekerja secara otomatis, jika mencapai suhu set point 43°C, pemanas mati
dan kipas DC akan membantu untuk proses penurunan suhu jika terjadi panas
berlebih. Hasilnya didapatkan bahwa suhu fermentasi optimum 43°C dicapai
selama 70 menit. Suhu berhasil dipertahankan hingga fermentasi selesai hanya
dalam waktu 72 Jam (3 Hari) sedangkan dengan kotak kayu selama 6 hari.
Konduktivitas listrik biji kakao kakao berada di rentang 0,018-0,031 S/m, dan
energi panas yang dibutuhkan untuk mencapai suhu set ponit sebesar 362432 J,
dengan efisiensi konversi energi sebesar 30,507%. Hasil uji kualitas fisik dan
biologis fermentasi menunjukkan biji kakao dengan ohmic heating menghasilkan
biji yang tidak terfermentasi sempurna (slaty) hanya sebesar 3% tanpa adanya
kontaminasi biologis sedangkan fermentasi kotak kayu biji slaty sebesar 22,6%
yang melebihi ambang batas SNI 2323-2008 dan ditemukan kontaminasi biologis
sebesr 1,3%. Namun nilai kadar air biji kakao dengan ohmic heating lebih kecil dari
kotak kayu dengan nilai masing-masing 6,15% dan 7,03%
Pengaruh Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021)
Nilai perusahaan merupakan suatu indikator yang menggambarkan situasi perusahaan. Situasi nilai perusahaan yang baik dapat tercermin dari meningkatnya
kemakmuran yang diperoleh pemegang saham, sehingga keadaan ini membuat investor menaruh kepercayaan terhadap perusahaan. Peningkatan nilai perusahaan mempertimbangkan dengan baik beberapa hal seperti leverage, growth dan
kebijakan dividen.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh
Leverage yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan pertumbuhan perusahaan yang diproksikan dengan Total Asset Growth (TAG) terhadap Nilai Perusahaan yang diproksikan dengan Tobin’s Q dengan Kebijakan Dividen yang
diproksikan dengan Dividend Payout Ratio (DPR) sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-
2021.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatif (explanatory research) dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 7 (tujuh) perusahaan dengan lama penelitian 5 (lima) tahun. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif, regresi data panel, uji asumsi klasik, uji hipotesis dan uji regresi moderasi dengan menggunakan software EViews versi 12.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Debt to Equity Ratio dan Total Asset Growth secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Tobin’s Q. Secara parsial, Debt to Equity Ratio dan Total Asset Growth berpengaruh signifikan
dengan arah hubungan positif terhadap Tobin’s Q, sedangkan variabel Dividend Payout Ratio tidak mampu memoderasi pengaruh hubungan variabel Debt to Equity Ratio dan Total Asset Growth terhadap Tobin’s Q
Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Panel Listrik Wall Mounting dengan Metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) (PT Prastiwahyu Tunas Engineering)
Penelitian ini dilakukan di perusahaan panel listrik di Bekasi. Penelitian ini berfokus
pada pengendalian kualitas proses produksi pada jenis panel wall mounting. Hasil
pengamatan pada Januari hingga September 2023, didapatkan persentase defect rata-rata
sebesar 27,27% dimana batas maksimal defect perusahaan sebesar 15%. Maka, perusahaan
membutuhkan pengendalian kualitas pada keseluruhan proses produksi untuk mengurangi
defect atau kegagalan.
Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Pada
FMEA, diidentifikasi mode kegagalan potensial, penyebab, efek, serta pengendalian saat ini.
Setelah itu, menentukan nilai severity, occurrence, dan detection, kemudian akan didapatkan
nilai RPN dari hasil kali ketiga nilai tersebut untuk dianalisis dan diberikan rekomendasi
perbaikan.
Hasil penelitian didapatkan 12 mode kegagalan potensial dan dari hasil analisis RPN
didapatkan 7 mode kegagalan dengan kategori high. Hasilnya, yaitu kesalahan pemotongan,
pembengkokan, atau pelubangan busbar; kurang kencang pemasangan busbar dan
isolatornya; kesalahan wiring color code dan marking; bad crimping atau crimping tidak
rapi; kesalahan pemasangan kabel tidak sesuai SLD; kurang kencang pemasangan baut dan
kabel pada komponen circuit breaker, terminal, kontaktor, dan lainnya; dan cat box panel
mengelupas. Rekomendasi perbaikan yang diberikan adalah jadwal pemeliharaan dan check
sheet mesin busbar, menggunakan torque wrench, mengganti warna kabel sesuai dengan
European Union (EU) (IEC 60446), menggunakan Wire Crimp Tool 22-10 AWG, warning
sign untuk pengingat instalasi sesuai single line diagram, menggunakan impact drivers dan
kalibrasi alat maksimal satu tahun sekali, penyangga box panel berbahan karet,
menggunakan powder coating
Perbandingan Metode Ensemble Rock Dan Ensemble K-Modes Dalam Pengelompokan Negara-Negara (Studi Kasus Kesejahteraan 195 Negara Tahun 2022)Perbandingan Metode Ensemble Rock Dan Ensemble K-Modes Dalam Pengelompokan Negara-Negara (Studi Kasus Kesejahteraan 195 Negara Tahun 2022)
Dalam melakukan analisis kelompok, seringkali dihadapi data yang
memiliki skala campuran numerik dan kategorik. Dalam mengatasi
hal tersebut, dapat digunakan metode ensemble ROCK dan ensemble
K-Modes yang keduanya tersusun dari hasil analisis kelompok data
numerik dan kategorik yang digabungkan. Indikator kesejahteraan
negara pada 195 negara di dunia meliputi data campuran berskala
numerik dan kategorik. Oleh karena itu, untuk mengetahui
kesejahteraan suatu negara, dilakukan pengelompokan menggunakan
analisis kelompok data campuran. Penilaian terbaik dari metode
pengelompokan ini didasari dengan kriteria rasio antara simpangan
baku dalam kelompok dan simpangan baku antarkelompok