University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Perbandingan Cadangan Premi Asuransi Jiwa Berjangka Joint Life dan Last Survivor menggunakan Metode Zillmer untuk Dua Orang Tertanggung

    No full text
    Cadangan premi merupakan sebagian dana yang disisihkan oleh perusahaan asuransi yang digunakan untuk membayar uang pertanggungan yang dibayarkan kepada pihak tertanggung. Pada penelitian ini diterapkan metode Zillmer dalam perhitungan cadangan premi asuransi berjangka joint life dan last survivor dengan melibatkan premi kotor yang mencakup biaya operasional perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penentuan cadangan premi untuk kondisi joint life dan last survivor dengan metode Zillmer beserta hasil perbandingan keduanya. Dalam perhitungannya dilakukan penentuan nilai peluang hidup, Actuarial Present Value (APV) dari anuitas, APV dari asuransi berjangka, premi bersih, dan cadangan prospektif pada kondisi joint life dan last survivor. Perhitungan cadangan premi Zillmer dapat ditentukan dengan merekonstruksi rumus dan ditentukan biaya awal atau biaya akuisisi sebesar 50% dari premi bersih. Berdasarkan ilustrasi kasus, didapatkan bahwa cadangan premi Zillmer untuk kondisi joint life lebih besar daripada kondisi last survivor dengan selisih nilai yang signifikan antar keduanya. Cadangan premi yang kecil dapat merugikan perusahaan karena tidak cukupnya perusahaan untuk menutupi biaya operasional. Sementara itu, hasil cadangan premi dengan metode Zillmer pada tahun pertama memiliki hasil yang lebih kecil dibandingkan tahun-tahun berikutnya karena alokasi biaya akuisi pada tahun pertama lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun berikutnya

    Partisipasi Perempuan dan Strategi Pengembangan Area Model Konservasi Edukasi (AMKE) di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur

    No full text
    Area Model Konservasi Wisata (AMKE) adalah destinasi agrowisata di Desa Oro-oro Ombo, Batu, Jawa Timur. Dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Panderman sejak tahun 2018, AMKE berfokus pada wisata edukasi, observasi, dan penelitian oleh instansi lain. Selain lokasinya yang strategis di Kota Batu, AMKE menawarkan berbagai kegiatan seperti pertanian, perkebunan, perikanan, pertanian organik, dan peternakan. Meskipun masih baru dan belum terkenal secara luas, AMKE memiliki potensi besar. Fungsional AMKE tidak bisa dilepaskan dari peran perempuan didalamnya. Para perempuan tersebut merupakan petani dan ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan kesejahtaraan keluarganya. Dalam upaya pengembangan, partisipasi perempuan, terutama petani perempuan, perlu diperhatikan untuk memastikan kesetaraan dalam implementasi pengembangan AMKE. Terdapat dua tujuan utama dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi tingkat partisipasi perempuan dalam pengembangan AMKE dan menemukan strategi pengembangan AMKE berbasis gender. Lokasi penelitian ini adalah Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur dan dilaksanakan pada bulan September 2023 – Februari 2024. Penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi keikutsertaan perempuan dalam tiga tahap pengembangan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang nantinya akan diketahui tingkat partisiapsi berdasarkan keikutsertaan tersebut. Kemudian, akan dilakukan juga analisis SWOT yang diawali dengan identifikasi faktor internal dan eksternal yang nantinya akan dianalisis kedalam matrix grand strategy dan matrix swot. Hasil identifikasi tingkat partisipasi perempuan dalam pengembangan AMKE menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan tingkat partisipasi manipulatif/pasif baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dimana tingkat partisipasi tersebut adalah tingkat partisipasi yang berorientasi padaix partisipasi perwakilan dan bukan individu. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih terbatasnya partisipasi perempuan dalam tahap pengembangan AMKE. Hasil analisis dari matriks grand strategy menunjukkan bahwa nilai dari IFAS dan EFAS menempatkan AMKE pada kuadran II. Dalam konteks ini, strategi yang dianjurkan adalah Strategi Pemeliharaan Agresif, yang menggabungkan pendekatan agresif dalam memanfaatkan peluang yang ada dan memperbaiki kelemahan di AMKE. Selanjutnya, hasil analisis matriks SWOT menyarankan strategi WO (Weakness-Opportunity), yang menekankan pada pemanfaatan peluang dan perbaikan kelemahan. Dalam hal ini, fokus utama adalah untuk memanfaatkan peluang yang ada sambil secara proaktif memperbaiki kelemahan di AMKE. Strategi langkah pertama yang dapat diambil adalah menempatkan perempuan sebagai penggerak utama dalam pengembangan AMKE. Hal ini mencakup peran perempuan dalam semua tahapan dari perencanaan hingga evaluasi. Selain itu, penting juga untuk memulai proses mediasi guna membangun kolaborasi dengan pihak internal desa dan instansi lainnya, yang akan mendukung pengembangan AMKE secara holistik. Kemudian akan dirumuskan sebuah model strategi pengembangan AMKE berbasis gender. Model strategi pengembangan AMKE berbasis gender didasarkan pada hasi temuan penelitian yang menggabungkan hasil identifikasi partisipasi perempuan dan analisis SWOT pada AMKE. Kemudian, diperoleh model yang berfokus pada pengelolaan tiga input yaitu internal desa, KTH Panderman, dan stakeholder

    Keanekaragaman Lalat Buah (Diptera: Drosophilidae) Menggunakan Atraktan Ragi pada Penggunaan Lahan Agroforestri dan Hortikultura di UB Forest, Kabupaten Malang.

    No full text
    Lalat buah (Diptera: Drosophilidae) memiliki sebaran yang luas dan termasuk hama invasif yang berasal dari wilayah benua Asia, Australia, Afrika dan Pasifik Selatan. Salah satu lalat buah dari genus Drosophila yang dapat menyebabkan kerusakan karena lalat buah ini dapat menyerang buah-buahan pada fase pematangan yaitu Drosophila suzukii Matsumura. D. suzukii dapat menyebabkan kerugian tahunan hingga 500jutadengantingkatkerusakan7090500 juta dengan tingkat kerusakan 70- 90% dan 207 juta pada produksi tanaman stroberi, blueberry, ceri, blackberry dan rasberry di wilayah Kanada, AS dan Eropa. Lalat buah Drosophila memiliki penyebaran dan distribusi berbeda pada setiap masing-masing daerah di Indonesia dan diasumsikan juga termasuk di wilayah UB Forest, Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji keanekaragaman spesies lalat buah Drosophila pada beberapa penggunaan lahan agroforestri dan hortikultura di UB Forest Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai Januari 2024 yang dilakukan di wilayah UB Forest, Kabupaten Malang pada beberapa penggunaan lahan agroforestri dan hortikultura. Identifikasi sampel dilakukan di Laboratorium Hama Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari beberapa kegiatan yaitu a) persiapan perangkap; b) penentuan lokasi pengamatan; c) pengambilan sampel; d) identifikasi sampel. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan metode indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks kemerataan Pielou’s (E) dan indeks dominansi Simpson’s (D). Data dianalisis dengan bantuan perangkat R versi 4.3.3 dengan paket Agricolae dan Vegan. Total individu Drosophila yang tertangkap pada 8 lokasi penelitian yaitu 7.188 individu. Spesies yang tertangkap terdiri dari sembilan Drosophila biarmipes, D. immigrans, D. ananassae, Drosophila sp. 1, Drosophila sp. 2, D. quadrilineata, D. infuscata, D. melanogaster dan D. eugracilis. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) tertinggi pada penggunaan lahan agroforestri pinus (1,54), sedangkan terendah pada hortikulturan alpukat (0,69). Nilai indeks kemerataan Pielou’s (E) tertinggi pada penggunaan lahan agroforestri pinus (0,64), sedangkan terendah pada hortikultura alpukat (0,28). Nilai indeks dominansi Simpson’s tertinggi pada agroforestri pinus (0,75), sedangkan terendah pada hortikultura alpukat (0,49). Nilai indeks kesamaan Bray-Curtis terdapat kemiripan komunitas spesies Drosophila pada penggunaan agroforestri manisa dengan agroforestri kopi, diikuti oleh agroforestri pisang dan pinus, lalu hortikultura apel dan jeruk diikuti oleh jeruk yang dipolikuturkan dengan apel

    Perbandingan Luaran Klinis Pasien Insufisiensi Vena Kronis Yang Dilakukan Ablasi Laser Endovena Dengan Teknik Puncture Above The Knee And Below The Knee Berbasis Penilaian Venous Clinical Severity Score And Venous Disability Score

    No full text
    Latar Belakang Pasien dengan insufisiensi vena kronis menjalani puncture standar dengan teknik below the knee untuk mengakses vena safena magna (VSM) untuk ablasi laser endovena. Namun, dalam beberapa kasus, sulit untuk melakukan puncture below the knee; puncture above the knee untuk mengakses vena safena yang tidak kompeten adalah pilihan lain. Penelitian ini membandingkan luaran klinis pasien insufisiensi vena kronis setelah EVLA dengan puncture above the knee dan below the knee. Metode/Rancangan Penelitian studi kohort single-centre retrospektif ini membandingkan luaran klinis pasca dua teknik puncture EVLA (puncture above the knee dan below the knee). Pada semua kunjungan follow-up, luaran klinis, tingkat penutupan, dan komplikasi akan dinilai. Hasil Penelitian ini melibatkan 248 pasien, dengan 132 pasien pada kelompok puncture below the knee dan 116 pasien pada kelompok puncture above the knee. Hasil klinis serupa pasca prosedur terlihat pada kedua kelompok dengan peningkatan Venous Clinical Severity Score (VCSS) dan Venous Disability Score (VDS) (p <0,05). Tingkat penutupan pada kedua kelompok adalah 97% (p = 0,595). Komplikasi, termasuk trombosis, memar dan paresthesia tidak menunjukkan signifikansi statistik antar kelompok (p = 1.000, p = 0.101 dan p = 0.667 masing-masing). Cedera luka bakar tidak ada pada kedua kelompok. Kesimpulan EVLA untuk inkompetensi VSM menggunakan teknik puncture above the knee aman dan efektif dan harus dipertimbangkan sebagai metode alternatif jika puncture below the knee gagal pada pasien CVI Non Ulkus

    Pengaruh Perbesaran Luas Elektroda Terhadap Probabilitas Tegangan Tembus Pada Dielektrik Minyak Menggunakan Sumber Tegangan Tinggi DC

    No full text
    Elektroda merupakan suatu penghantar listrik yang digunakan untuk menentukan suatu tegangan tembus. Bentuk dari elektroda sangat beragam salah satunya elektroda batang-batang. Elektroda berfungsi sebagai media ujung dimana elektroda positif dan negatif ditempatkan pada sisi berlawanan yang akan menghantarkan muatan-muatan listrik hingga terjadinya tembus. Tembus pada elektroda dipengaruhi oleh beberapa hal. Pada penelitian ini akan diuraikan tentang pengaruh perbesaran luas elektroda terhadap probabilitas tegangan tembus pada dielektrik minyak menggunakan tegangan tinggi DC. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mengambil data melalui pengujian tegangan tembus, arus bocor, dan konduktivitas minyak di Laboratorium Tegangan Tinggi, Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya serta melakukan simulasi medan listrik pada setiap variasi perbesaran luas elektroda dengan software FEMM 4.2. Variasi elektroda yang digunakan dalam pengujian tegangan tembus dan arus bocor adalah A, 2A, 3A, 4A, dan 5A. Luasan eletroda awal (elektroda A) adalah sebesar 176 mm2. Elektroda yang digunakan dalam pengujian adalah eletroda batang-batang yang terbuat dari bahan satinless steel. Pengujian tegangan tembus dilakukan sebanyak 25 kali dengan jarak antar elektroda yang digunakan besarnya sama pada setiap variasi luasan yaitu 2 mm. Dieletrik yang diguakan adalah dieletrik cair yaitu menggunakan minyak Shell Diala B. Pada pengujian arus bocor dilakukan sebanyak 3 kali pada setiap variasi perbesaran luas eletroda. Variasi tegangan yang diberikan adalah 1 kV, 3 kV, dan 5 kV. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu adanya pengaruh perbesaran luas elektroda terhadap probabilitas tegangan tembus dan tingkat arus bocor. Dimana semakin besar nilai perbesaran luas maka nilai tegangan tembusnya semakin kecil dan tingkat arus bocornya semakin besar. Nilai resistansi pada kelima variasi elektroda meningkat selaras dengan bertambahnya luasan elektroda. Selain itu, berdasarkan hasil simulasi distribusi medan listrik menggunakan FEMM 4.2 kelima variasi perbesaran luas elektroda memiliki distribusi medan listrik yang merata. Sehinga dapat dikatakan bahwa kelima variasi perbesaran luas elektroda memiliki faktor homogenitas yang sama

    Hubungan Parameter Spinopelvis pada Radiografi dengan Derajat Herniasi Diskus Intervertebra Lumbosakral pada MRI

    No full text
    Latar Belakang: Nyeri punggung bawah paling sering disebabkan oleh instabilitas degeneratif tulang belakang. Orientasi dan morfologi sakropelvis dapat menyebabkan perubahan degenerasi diskus. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara parameter spinopelvis pada radiografi dengan derajat herniasi diskus intervertebra lumbosakral pada MRI Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik retrospektif dengan desain studi cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 52 pasien dengan nyeri punggung bawah yang melakukan pemeriksaan radiografi dan MRI lumbosakral di RSUD Saiful Anwar pada tahun 2022 sampai dengan 2023. Derajat herniasi diskus dinilai pada sagital dan axial MRI lumbosakral, dan sudut pelvic incidence (PI), sacral slope (SS), pelvic tilt (PT), lumbar lordosis (LL), lumbosacral angle (LSA), sacral table angle (STA), sacral kyphosis (SK) diukur pada radiografi lumbosakral. Dilakukan uji statistik pada 4 kelompok (normal, bulging, protrusi, dan ekstrusi). Hasil: Herniasi diskus lumbosakral paling banyak terjadi pada kelompok usia 51-60 tahun (30,76%), lebih sering pada perempuan (53,8%) dibandingkan laki-laki (46,2%), dan muncul tersering pada level L4-L5, L5-S1. Menggunakan uji Spearman, terdapat korelasi sudut lumbar lordosis dengan derajat herniasi diskus intervertebra lumbosakral, dengan nilai p = 0,011 (p < 0,05). Uji one-way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan sudut lumbar lordosis pada tiap derajat herniasi, dengan p=0,028 (p<0,05). Semakin kecil sudut lumbar lordosis, semakin besar resiko terjadinya herniasi diskus intervertebra lumbosakral. Kesimpulan: Lumbar lordosis sebagai salah satu parameter spinopelvis, dapat menjadi faktor prediktif terjadinya degeneratif herniasi lumbosakral

    Rancang Bangun Fermentor Berbasis Ohmic Heating Untuk Meningkatkan Kualitas Biji Kakao Hasil Fermentasi di UKM Kelompok Tani Mulyojati

    No full text
    Pertumbuhan sektor komoditas biji kakao yang mengalami peningkatan produksi sebesar 75,1% sejak 2015 hingga 2022, di wilayah Jawa Timur, tidak diiringi dengan kualitas hasil fermentasi yang baik terkhusus pada UKM Kelompok Tani Mulyojati. Biji kakao yang difermentasi selama 6 hari menggunakan kotak kayu kapasitas 5 kg memiliki karakteristik yang kurang optimal meliputi berjamur, biji tidak terfermentasi sempurna, pulp yang tidak terlepas dengan baik, dan warna biji yang tidak merata dengan akumulasi kerusakan > 20%. Berdasarkan tinjauan penelitian terdahulu, masalah ini diakibatkan oleh waktu fermentasi yang lama dan kapasitas fermentasi yang kecil, sehingga suhu untuk perkembangan mikroba yang telibat tidak optimal pada rentan suhu 40-45°C. Sebuah teknologi pengkondisian suhu yaitu Ohmic Heating yang dapat menciptakan panas akibat hambatan bahan diatara dua elektroda yang dialiri arus lisrik yang banyak ditinjau pada penelitian terkait. Sehingga penelitian ini mengadopsi teknologi tersebut melalui perancangan secara struktural dan fungsional serta fabrikasi untuk fermentasi kakao, yang dapat menciptakan suhu yang merata. Selain itu juga dilakukan uji performansi teknologi untuk mengetahui karakteristik elektrik, dan uji kualitas fisik dan biologis biji kakao. Teknologi yang berhasil dirancang memiliki kapasitas 7 kg dengan dimensi tabung 30 cm x 26 cm, dan diameter elektroda sebesar 18 cm. Bagian-bagian dari fermentor ini meliputi tabung fermentor, elektroda ohmic, pegas, sensor suhu, kran output, dan panel kontrol. Alat ini berekrja dengan menciptakan panas pada tumpukan biji kakao akibat aliran listrik, dimana bekerja secara otomatis, jika mencapai suhu set point 43°C, pemanas mati dan kipas DC akan membantu untuk proses penurunan suhu jika terjadi panas berlebih. Hasilnya didapatkan bahwa suhu fermentasi optimum 43°C dicapai selama 70 menit. Suhu berhasil dipertahankan hingga fermentasi selesai hanya dalam waktu 72 Jam (3 Hari) sedangkan dengan kotak kayu selama 6 hari. Konduktivitas listrik biji kakao kakao berada di rentang 0,018-0,031 S/m, dan energi panas yang dibutuhkan untuk mencapai suhu set ponit sebesar 362432 J, dengan efisiensi konversi energi sebesar 30,507%. Hasil uji kualitas fisik dan biologis fermentasi menunjukkan biji kakao dengan ohmic heating menghasilkan biji yang tidak terfermentasi sempurna (slaty) hanya sebesar 3% tanpa adanya kontaminasi biologis sedangkan fermentasi kotak kayu biji slaty sebesar 22,6% yang melebihi ambang batas SNI 2323-2008 dan ditemukan kontaminasi biologis sebesr 1,3%. Namun nilai kadar air biji kakao dengan ohmic heating lebih kecil dari kotak kayu dengan nilai masing-masing 6,15% dan 7,03%

    Pengaruh Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021)

    No full text
    Nilai perusahaan merupakan suatu indikator yang menggambarkan situasi perusahaan. Situasi nilai perusahaan yang baik dapat tercermin dari meningkatnya kemakmuran yang diperoleh pemegang saham, sehingga keadaan ini membuat investor menaruh kepercayaan terhadap perusahaan. Peningkatan nilai perusahaan mempertimbangkan dengan baik beberapa hal seperti leverage, growth dan kebijakan dividen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh Leverage yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan pertumbuhan perusahaan yang diproksikan dengan Total Asset Growth (TAG) terhadap Nilai Perusahaan yang diproksikan dengan Tobin’s Q dengan Kebijakan Dividen yang diproksikan dengan Dividend Payout Ratio (DPR) sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017- 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatif (explanatory research) dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 7 (tujuh) perusahaan dengan lama penelitian 5 (lima) tahun. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif, regresi data panel, uji asumsi klasik, uji hipotesis dan uji regresi moderasi dengan menggunakan software EViews versi 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Debt to Equity Ratio dan Total Asset Growth secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Tobin’s Q. Secara parsial, Debt to Equity Ratio dan Total Asset Growth berpengaruh signifikan dengan arah hubungan positif terhadap Tobin’s Q, sedangkan variabel Dividend Payout Ratio tidak mampu memoderasi pengaruh hubungan variabel Debt to Equity Ratio dan Total Asset Growth terhadap Tobin’s Q

    Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Panel Listrik Wall Mounting dengan Metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) (PT Prastiwahyu Tunas Engineering)

    No full text
    Penelitian ini dilakukan di perusahaan panel listrik di Bekasi. Penelitian ini berfokus pada pengendalian kualitas proses produksi pada jenis panel wall mounting. Hasil pengamatan pada Januari hingga September 2023, didapatkan persentase defect rata-rata sebesar 27,27% dimana batas maksimal defect perusahaan sebesar 15%. Maka, perusahaan membutuhkan pengendalian kualitas pada keseluruhan proses produksi untuk mengurangi defect atau kegagalan. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Pada FMEA, diidentifikasi mode kegagalan potensial, penyebab, efek, serta pengendalian saat ini. Setelah itu, menentukan nilai severity, occurrence, dan detection, kemudian akan didapatkan nilai RPN dari hasil kali ketiga nilai tersebut untuk dianalisis dan diberikan rekomendasi perbaikan. Hasil penelitian didapatkan 12 mode kegagalan potensial dan dari hasil analisis RPN didapatkan 7 mode kegagalan dengan kategori high. Hasilnya, yaitu kesalahan pemotongan, pembengkokan, atau pelubangan busbar; kurang kencang pemasangan busbar dan isolatornya; kesalahan wiring color code dan marking; bad crimping atau crimping tidak rapi; kesalahan pemasangan kabel tidak sesuai SLD; kurang kencang pemasangan baut dan kabel pada komponen circuit breaker, terminal, kontaktor, dan lainnya; dan cat box panel mengelupas. Rekomendasi perbaikan yang diberikan adalah jadwal pemeliharaan dan check sheet mesin busbar, menggunakan torque wrench, mengganti warna kabel sesuai dengan European Union (EU) (IEC 60446), menggunakan Wire Crimp Tool 22-10 AWG, warning sign untuk pengingat instalasi sesuai single line diagram, menggunakan impact drivers dan kalibrasi alat maksimal satu tahun sekali, penyangga box panel berbahan karet, menggunakan powder coating

    Perbandingan Metode Ensemble Rock Dan Ensemble K-Modes Dalam Pengelompokan Negara-Negara (Studi Kasus Kesejahteraan 195 Negara Tahun 2022)Perbandingan Metode Ensemble Rock Dan Ensemble K-Modes Dalam Pengelompokan Negara-Negara (Studi Kasus Kesejahteraan 195 Negara Tahun 2022)

    No full text
    Dalam melakukan analisis kelompok, seringkali dihadapi data yang memiliki skala campuran numerik dan kategorik. Dalam mengatasi hal tersebut, dapat digunakan metode ensemble ROCK dan ensemble K-Modes yang keduanya tersusun dari hasil analisis kelompok data numerik dan kategorik yang digabungkan. Indikator kesejahteraan negara pada 195 negara di dunia meliputi data campuran berskala numerik dan kategorik. Oleh karena itu, untuk mengetahui kesejahteraan suatu negara, dilakukan pengelompokan menggunakan analisis kelompok data campuran. Penilaian terbaik dari metode pengelompokan ini didasari dengan kriteria rasio antara simpangan baku dalam kelompok dan simpangan baku antarkelompok

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇