University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Perbedaan Ketebalan Epitel Dan Ekspresi Il-6 Oviduk Mencit (Mus Musculus) Sebagai Hewan Model Hipofungsi Ovarium Dengan Induksi Lipopolisakarida Dan Antagonis Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH)

    No full text
    Indonesia merupakan negara yang memiliki kondisi lingkungan yang ideal dalam memelihara hewan ternak, sehingga manajemen pemeliharaan ternak sangat diperhatikan bagi peternak. Hipofungsi ovarium merupakan salah satu gangguan pada ternak yang sering terjadi di Indonesia, gejala yang dialami yaitu siklus birahi ternak tidak teratur yang disebabkan penurunan fungsi ovarium. Penelitian bertujuan untuk membuat hewan model hipofungsi ovarium menggunakan LPS (lipopolisakarida) atau agen antagonis GnRH yaitu Ganirelix acetate dengan mengamati perubahan ketebalan epitel oviduk mencit dan ekspresi IL – 6 di oviduk. Penelitian dilakukan sesuai dengan surat persetujuan laik etik nomor surat 076- KEP-UB-2023. Penelitian dilakukan dengan rancangan kelompok perlakuan terdiri dari 3 kelompok, dengan masing kelompok terdiri dari enam ekor mencit betina galur Swiss Webster, usia 4 bulan dengan berat badan 23 – 30 gram. Kelompok sampel penelitian terdiri dari kelompok Kontrol negatif, kelompok P1 (Injeksi Lipopolisakarida 0.0115 mg/Ekor) dan kelompok P2 (Injeksi Antagonis GnRH 0.00195mg/Ekor). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan ketebalan epitel oviduk namun tidak terdapat perbedaan signifikan ekspresi IL-6 oviduk mencit perlakuan kontrol negatif dengan kelompok P1 dan P2. Kesimpulan penelitian menunjukkan pemberian Lipopolisakarida dan/atau antagonis GnRH dapat menyebabkan perbedaan ketebalan epitel namun tidak menyebabkan perbedaan signifikan terhadap ekspresi IL-6 oviduk, serta pembuatan hewan model hipofungsi ovarium belum berhasil

    Perbedaan Nilai Total Leukosit dan Diferensial Leukosit pada Darah Buaya Muara (Crocodylus porosus) yang Dipengaruhi oleh Lama Penyimpanan

    No full text
    Hasil pemeriksaan hematologi sangat dipengaruhi oleh akurasi dalam perhitungan sel darah. Salah satu faktor yang mempengaruhi akurasi perhitungan sel darah adalah rentang waktu antara koleksi dan perhitungan sel. Faktor tersebut menyebabkan sampel darah yang telah terkoleksi mengalami lama penyimpanan yang tidak terprediksi apabila hewan berlokasi di tempat yang jauh dari fasilitas laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai total leukosit, granulosit, limfosit, dan monosit pada darah buaya muara yang dipengaruhi oleh lama penyimpanan. Sampel darah diperoleh dari 30 ekor buaya muara yang berlokasi di Predator Fun Park Kota Batu. Darah diambil melalui vena coccygeal kemudian disimpan dalam tabung lithium heparin dalam lemari es pada suhu 4C. Pemeriksaan nilai total dan diferensial leukosit dilakukan secara manual, masing-masing menggunakan kamar hitung Neubauer dan ulas darah yang diwarnai menggunakan pewarna Giemsa, setiap 24 jam dari jam ke-0 hingga jam ke-96. Data kuantitatif yang diperoleh diolah menggunakan metode Repeated Measure ANOVA atau Friedman Test dengan tingkat kepercayaan 95% dan menggunakan bantuan aplikasi Statistical Package for the Social Science (SPSS). Hasil perhitungan nilai total leukosit pada jam ke-0 (kontrol) = 10.32 ± 2.2 x 103 sel/μL; ke-24 = 7.24 ± 1.7 x 103 sel/μL; ke-48 = 5.01 ± 1.3 x 103 sel/μL; ke-72 = 3.7 ± 0.9 x 103 sel/μL; dan ke-96 = 2.7 ± 1.1 x 103 sel/μL. Penurunan nilai total leukosit terjadi secara signifikan pada jam ke-24, 48, dan 72. Hasil perhitungan nilai granulosit pada jam ke-0 (kontrol) = 5.8 ± 1.3 x 103 sel/μL; ke-24 = 3.3 ± 0.8 x 103 sel/μL; ke-48 = 1.57 ± 0.48 x 103 sel/μL; ke-72 = 1.38 ± 0.3 x 103 sel/μL; dan ke-96 = 0.7 ± 0.2 x 103 sel/μL. Penurunan nilai granulosit terjadi secara signifikan pada jam ke-24, 48, dan 96. Hasil perhitungan nilai limfosit pada jam ke-0 (kontrol) = 3.3 ± 1.2 x 103 sel/μL; ke-24 = 2.9 ± 0.7 x 103 sel/μL; ke-48 = 2.7 ± 0.7 x 103 sel/μL; ke-72 = 31.8 ± 0.4 x 103 sel/μL; dan ke-96 = 1.6 ± 0.7 x 103 sel/μL. Penurunan nilai limfosit terjadi secara signifikan pada jam ke-72. Hasil perhitungan nilai monosit pada jam ke-0 (kontrol) = 1.15 ± 0.8 x 103 sel/μL; ke-24 = 1.02 ± 0.4 x 103 sel/μL; ke-48 = 0.67 ± 0.27 x 103 sel/μL; ke-72 = 0.5 ± 0.25 x 103 sel/μL; dan ke-96 = 0.2 ± 0.1 x 103 sel/μL. Penurunan nilai monosit terjadi secara signifikan pada jam ke-24 dan 48. Kesimpulan dari penelitian adalah terjadi penurunan nilai total leukosit, granulosit, limfosit, dan monosit pada darah buaya muara yang dipengaruhi oleh lama penyimpanan

    Analisis Jalur Logistik Ordinal Dengan Variabel Moderasi Pada Nasabah Kredit Pemilikan Rumah (Kpr) Bank X

    No full text
    Analisis jalur logistik digunakan untuk menganalisis hubungan sebab akibat secara langsung maupun tidak langsung antara variabel eksogen-endogen dengan tipe data kategori. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan analisis jalur logistik pada data kategorik ordinal dan memodelkan hubungan antara character dan capacity yang mempengaruhi loan to value dan status kolektibilitas kredit studi kasus Bank X. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari penilaian 5C pada Bank X. Namun, pada penelitian hanya memilih variabel Character, Capacity, Loan To Value, dan Status Kolektibilitas Kredit. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data hibah yang dilakukan pada suatu Bank X. Waktu pengambilan data yaitu pada tahun 2022-2023. Sampel yang digunakan pada penelitian yaitu berukuran 100 nasabah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive sampling yang menjadi bagian dari non-probability sampling. Hasil dari penelitian ini adalah pada variabel Character memberikan pengaruh langsung terhadap Status Kolektibilitas secara signifikan. Pada variabel Character memberikan pengaruh tidak langsung dan pengaruh total terhadap Status Kolektibilitas kredit yang dimediasi oleh Loan to Value yakni secara tidak signifikan. Pada variabel Capacity memberikan pengaruh langsung terhadap Status Kolektibilitas kredit secara signifikan. Selain itu, variabel Usia dapat menjadi pemoderasi dalam hubungan antara variabel Character, terhadap Status Kolektibilitas. Keragaman data yang dapat dijelaskan oleh model sebesar 79,36% sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model sebesar 20,64%

    Tingkat Keterkendalian Harga Bahan Pangan Pokok di Kabupaten Madiun Triwulan 1 Tahun 2023

    No full text
    Bahan pangan merupakan kebutuhan bagi setiap manusia yang merupakan hak dasar yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Selain itu ketersediaan dari bahan pangan tersebut menjadi faktor penting yang dapat menentukan tingkat kesehatan dan tingkat pengetahuan manusia sebagai sumber daya produktif Berdasarkan hal tersebut, maka keterkendalian harga pangan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Beberapa faktor yang dapat dilihat untuk mengetahui keterkendalian harga bahan pokok diantaranya adalah fluktuasi dan disparitas. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan harga eceran harian dan tingkat disparitas pasar, perkembangan harga eceran bulanan bahan pangan, perkembangan fluktuasi harga eceran bulanan bahan pangan serta mnganalisis tingkat keterkendalian harga eceran bulanan bahanpangan di Kabupaten Madiun pada triwulan 1 tahun 2023. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada 4 lokasi pasar yang berbeda, yaitu meliputi Pasar Dolopo, Pasar Pagotan, Pasar Dungus dan Pasar Caruban. Penentuan lokasi penelitian dilakukan berdasarkan ketersediaan data yang digunakan, yakni diambil dari website Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pangan Pokok (SISKAPERBAPO) Kabupaten Madiun Jawa Timur. Data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data pada Triwulan 1 Tahun 2023 yaitu Bulan Januari hingga Maret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disparitas harga tertinggi terjadi pada komoditas cabai merah besar dengan persentase mencapai 60,4% pada bulan Januari dan terendah terendah sebesar 0% terjadi pada komoditas beras medium, gula kristal putih, minyak goreng kemasan premium, daging sapi paha belakang, daging ayam kampung, telur ayam ras, tepung terigu, kedelai lokal, cabai merah keriting, bawang merah dan buncis. Komoditas dengan tingkat perubahan harga paling tidak stabil dialami oleh tomat merah. Pada komoditas tomat merah terjadi perubahan penurunan harga sebesar 27,63% pada periode Bulan Januari-Februari dan kenaikan harga sebesar 40,72% pada periode Bulan Februari-Maret. Perkembangan fluktuasi harga eceran bulanan bahan pangan di pasar Kabupaten Madiun terdapat 13 komoditas yang memiliki tingkat keterkendalian fluktuasi harga sebesar 100% yaitu gula kristal putih, daging sapi paha belakang, telur ayam ras, telur ayam kampung, tepung terigu, cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit merah, bawang putih, kubis, kentang, wortel dan buncis

    Pengaruh Imbangan Garam Dapur dan Garam Himalaya yang Berbeda terhadap Kadar Protein, Lemak, Asam Lemak Bebas dan Tekstur Cured Egg Yolk

    No full text
    Cured egg yolk merupakan produk olahan telur yang masih jarang produknya dibuat oleh masyarakat Indonesia. Pembuatan cured egg yolk dilakukan dengan metode penggaraman namun hanya bagian kuning telurnya saja. Proses penggaraman dilakukan dengan cara kering tentu akan berpengaruh pada kualitas fisik dan kimia pada cured egg yolk. Pada umumnya penggaraman dilakukan dengan garam dapur, namun penggunaan jenis dan konsentrasi garam merupakan faktor penting yang memengaruhi kualitas fisik dan kimia cured egg yolk. Penggunaan imbangan garam himalaya pada proses penggaraman dimungkinkan dapat memengaruhi kualitas fisik dan kimia cured egg yolk. Garam himalaya merupakan garam yang memiliki kandungan mineral tinggi dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Penggunaan garam himalaya sebagai imbangan garam dapur dalam proses penggaraman diharapkan menghasilkan cured egg yolk dengan kualitas yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh imbangan garam dapur dan garam himalaya yang berbeda terhadap cured egg yolk ditinjau dari kadar protein, lemak, asam lemak bebas, dan tekstur serta untuk mengetahui imbangan garam dapur dan garam himalaya terbaik pada proses pembuatan cured egg yolk ditinjau dari kadar protein, lemak, asam lemak bebas dan tekstur. Penelitian ini dilaksanakan bulan Oktober hingga Desember 2023. Proses pembuatan cured egg yolk, pengujian kadar lemak, asam lemak bebas, dan tekstur dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya. Pengujian kadar protein dilakukan di Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan, Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cured egg yolk yang terbuat dari kuning telur ayam ras yang diperoleh dari Teaching Farm Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya sebanyak 288 butir yang berumur 1 hari. Metode penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, yang meliputi: P0 (Penggaraman kuning telur dengan garam dapur 100%), P1 (Penggaraman kuning telur dengan garam dapur 80% dan garam himalaya 20%), P2 (Penggaraman kuning telur dengan garam dapur 60% dan garam himalaya 40%), P3 (Penggaraman kuning telur dengan garam dapur 40% dan garam himalaya 60%), P4 (Penggaraman kuning telur dengan garam dapur 20% dan garam himalaya 80%), P5 (Penggaraman kuning telur dengan garam himalaya 100%). Variabel yang diuji adalah kadar protein, lemak, asam lemak bebas, dan tekstur. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan jika terdapat perbedaan akan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan

    Pengaruh Pemasaran Media Sosial dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian pada Platform Kecipir.com, Tangerang Selatan.

    No full text
    Perkembangan era saat ini diiringi dengan peningkatan kualitas teknologi yang semakin canggih. Hal tersebut menciptakan teknologi yang sedang marak digunakan yaitu internet yang memudahkan manusia dalam banyak hal, salah satunya yaitu memasarkan produk atau merek yang bisa disebut dengan marketing 4.0. Dalam marketing 4.0, terdapat digital marketing yang dianggap Sebagai media terbaik dalam melakukan promosi menjadi lebih efektif dan efisien serta mampu meningkatkan penjualan. Digital marketing dapat bekerja lebih baik jika dibantu dengan media sosial atau yang bisa disebut dengan pemasaran media sosial. Instagram menjadi salah satu media sosial yang banyak digunakan untuk menerapkan pemasaran media sosial bagi suatu merek. Melalui instagram, secara tidak langsung konsumen akan menentukan sebuah citra suatu merek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemasaran media sosial terhadap keputusan pembelian, menganalisis pengaruh pemasaran media sosial terhadap citra merek, menganalisis pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian, dan menganalisis apakah citra merek dapat memediasi hubungan antara pemasaran media sosial dengan keputusan pembelian pada platform Kecipir.com. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023 – Februari 2024 di area JABODETABEK. Metode penentuan sampel dilakukan menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan yakni sebanyak 88 responden yang ditenteukan oleh pendekatan Cohen. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan alat analisis SEM-PLS dan bantuan software Smart PLS 4.0 dalam menganalisis data yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pemasaran media sosial memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Pemasaran media sosial juga berpengaruh positif terhadap citra merek. Selain itu, citra merek juga memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Begitu pula pemasaran media sosial berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian yang telah dimediasi oleh citra merek. Adapun saran pada penelitian ini yang dapat diberikan kepada Kecipir.com yakni dapat menambah variasi jenis konten yang interaktif, lebih responsif dalam menanggapi followers, serta meningkatkan efektivitas penggunaan media sosial yang dapat menonjolkan ciri khas atau keunggulan perusahaan. Selain itu, adapun saran untuk peneliti selanjutnya yaitu dapat memperhatikan indikator lain yang dapat memperkuat pemasaran media sosial dan citra merek terhadap keputusan pembelian, serta melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi citra merek platform Kecipir.com

    Pengaruh Perbesaran Luas Elektroda Terhadap Tegangan Tembus Pada Dielektrik Udara Menggunakan Sumber Tegangan Tinggi AC

    No full text
    Peristiwa tegangan tembus (breakdown) atau tembus listrik sering terjadi sebagai peristiwa kegagalan sistem isolasi pada suatu peralatan listrik baik dalam dielektrik cair berupa minyak maupun pada dielektrik gas berupa udara. Contoh fenomena tegangan tembus pada sistem tenaga listrik seperti gardu induk yaitu tegangan tembus antara dua kontak/konduktor circuit breaker (CB) atau Traformator di gardu induk. Perbedaan dimensi ukuran luas pada dua kontak/konduktor circuit breaker berpengaruh pada distribusi medan listrik sekitar kontak sehingga dapat mempengaruhi probabilitas terjadinya tegangan tembus antara dua kontak circuit breaker yang dapat diumpamakan sebagai dua elektroda dengan dimensi luas yang berbeda. Dalam perhitungan probabilitas terjadinya tegangan tembus dapat digunakan fungsi distribusi normal (gaussian) dengan menggunakan dasar hukum perbesaran luas elektroda (enlargement law). Pada penelitian ini akan diuraikan tentang pengaruh perbesaran luas elektroda terhadap karakteristik tegangan tembus menggunakan sumber tegangan AC (Alternating Current). Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mengambil data melalui pengujian tegangan tembus dan arus bocor di Laboratorium Tegangan Tinggi, Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya serta melakukan simulasi distribusi medan listrik pada setiap variasi perbesaran elektroda a, 2a, 3a, 4a, dan 5a menggunakan software FEMM 4.2. Variasi perbesaran luas elektroda a, 2a, 3a, 4a, dan 5a diuji tegangan tembus sebanyak 40 kali pemberian tegangan menggunakan metode Up and Down, dengan tegangan koreksi sebesar 1,5 kV. Pengujian arus bocor pada setiap perbesaran luas elektroda menggunakan sumber tegangan tinggi AC dengan variasi tegangan 5 kV, 10 kV, dan 15 kV. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu adanya pengaruh perbesaran luas elektroda terhadap karakteristik tegangan tembus dan arus bocor. Dimana semakin besar perbesaran luas elektroda maka probabilitas terjadinya tembus akan semakin besar pada tegangan dengan nilai yang sama, kelima variasi perbesaran memiliki tingkat homogenitas yang berbeda, serta tingkat arus bocor yang semakin besar atau linier dengan tingkat perbesaran luas elektroda

    Pengujian Keragaman Tumbuh dan Respon Defoliasi (Regrowth) Tanaman Pakan Kalopo (Calopogonium mucunoides) Plasma Nutfah Lokal Probolinggo

    No full text
    Tanaman kalopo (Calopogonium mucunoides) merupakan salah satu leguminosa yang dapat dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak sumber protein. Tanaman kalopo memiliki kemampuan untuk berkembang dengan baik di beragam jenis tanah, mulai dari tanah yang subur hingga tanah yang tidak terlalu kering, serta tanah berpasir dan tanah liat yang padat, sehingga diharapkan dapat tumbuh dengan baik pada berbagai kondisi lingkungan. Kemampuan daya tumbuh kembali setelah defoliasi cukup cepat dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hijauan untuk memenuhi kebutuhan hijauan pakan ternak. Penelitian ini dilaksanakan di Agrotechnopark Universitas Brawijaya dengan alamat Jalan Jatikerto, Seloekiti, Kec. Kromengan, Kab. Malang dari tanggal 5 Agustus hingga 4 Oktober 2023. Penelitian ini dilaksanakan guna mengetahui keragaman dan kemampuan tumbuh kembali pasca defoliasi pada beberapa parameter sifat tumbuh seperti berat daun, berat batang, berat tanaman, panjang batang, jumlah cabang, jumlah daun dan diameter batang. Materi Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah tanaman kalopo dari plasma nutfah lokal Probolinggo, dilakukan penyulaman, penyiraman setiap hari untuk pemeliharaan, defoliasi pada umur 60 hari setelah tanam, dan pemanenan pada umur 60 dan 90 hari setelah tanam. Penelitian ini menggunakan metode percobaan (eksperimen lapang) dengan bentuk Rancangan Petak Tunggal dimana perlakuan tanaman kalopo (Calopogonium mucunoides) lokal Probolinggo yang ditanam pada plot membentuk sebuah populasi dengan jumlah individu 86 tanaman. Analisis data dilaksanakan dengan mengolah tujuh parameter sifat tumbuh tanaman kalopo untuk dianalisis ragam dan standar deviasinya menggunakan aplikasi Microsoft excell dan Minitab 19 guna menentukan luas sempitnya keragaman pada parameter tumbuh. Hasil dari penelitian ini adalah ketujuh parameter tumbuh tanaman kalopo masing masing memiliki kriteria keragaman luas. Diketahui bahwa nilai ragam pada umur 90 hst beberapa parameter lebih besar dua kali dari standar deviasinya. Pada parameter panjang batang diketahui ragam tinggi batang 34653,05 > 372,31; jumlah daun 354,10 > 37,63; jumlah cabang 3,61 19,31; berat daun 66,48 > 16,31; berat tanaman 282,68 > 33,63 dan diameter batang 2,16 < 2,94 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tanaman kalopo (Calopogonium mucunoides) plasma nutfah lokal Probolinggo memiliki kriteria sebagai materi seleksi dan perbaikan genetik tanaman. Saran penulis untuk penelitian ini yaitu perlu dikembangan lebih lanjut ke tahap seleksi guna memperoleh individu produksi optimal dengan tujuan dikembangkan sebagai tanaman budidaya hijauan pakan ternak yang dapat memenuhi kebutuhan hijauan pakan ternak

    Hubungan Body Condition Score (BCS) dan Bobot Badan dengan Periode Laktasi Sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) di Peternakan Rakyat KAN Jabung Malang

    No full text
    Sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) merupakan sapi hasil persilangan antara sapi FH dengan sapi lokal. Produksi pada seekor sapi dalam menghasilkan susu dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor fisiologi dan faktor lingkungan. Faktor fisiologi dibedakan menjadi dua yaitu genetik dan non genetik. Faktor genetik ternak yang berpengaruh adalah bangsa sapi, karena setiap bangsa sapi perah memiliki potensi menghasilkan susu dalam jumlah yang berbeda. Faktor non genetik yang berpengaruh terhadap produksi seekor ternak sapi perah adalah umur sapi, periode laktasi, Body Condition Score (BCS), dan bobot badan. Penelitian dilaksanakan di peternakan rakyat yang berada di Desa Gading Kembar dan Desa Gunung Kunci. Penelitian dilakukan pada tanggal 12 Agustus sampai 11 Oktober 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih lanjut tentang hubungan Body Condition Score (BCS) dan bobot badan dengan periode laktasi sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) di peternakan rakyat KAN Jabung. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi kontribusi penting sebagai materi referensi untuk penelitian yang akan datang, dan juga sebagai sumber informasi mengenai hubungan BCS dan bobot badan dengan periode laktasi sapi PFH. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi PFH dengan jumlah 150 ekor dengan periode laktasi 1 – 5, penilaian BCS dilakukan melalui pengamatan dan perabaan secara langsung pada tubuh ternak dengan skor penilaian yaitu 1 – 5 dengan interval 0,25. Data bobot badan sapi PFH didapatkan melalui rumus pendugaan bobot badan yaitu rumus schoorl. Data periode laktasi didapatkan dari hasil wawancara dan observasi dengan peternak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan teknik purposive sampling. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Data dianalisis dengan regresi linear sederhana, koefisien korelasi, dan koefisien determinasi

    Analisis Efisiensi Saluran Irigasi pada Kejuron Slorok Daerah Irigasi Molek Kabupaten Malang Jawa Timur

    No full text
    Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan adalah dengan melakukan improvement di sektor pertanian. Air memiliki peran penting bagi sumber kehidupan dan merupakan unsur yang sangat berguna bagi pengelolaan serta pemeliharaan pertanian. Dengan demikian, diperlukan pula ketersedian air irigasi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hal yang perlu diperhatikan yaitu tentang kondisi saluran dan bangunan Daerah Irigasi yang harus dalam kondisi baik serta berfungsi dengan normal. Upaya ini dilakukan agar penyaluran air dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Daerah Irigasi Molek adalah daerah irigasi dengan menggunakan sistem irigasi teknis dan berguna untuk menghantarkan air dari Bendung Blobo ke lahan sawah milik warga sekitar. Air yang mengalir di daerah irigasi Molek ternyata berpotensi tidak mengalir dengan efisien sesuai dengan perencanaan yang ada. Hal tersebut dapat dikarenakan oleh beberapa penyebab seperti evaporasi, rembesan, dan pencurian air secara illegal. Pada studi ini, penulis ingin mengetahui tentang bagaimana kondisi eksisting, nilai efisiensi pengaliran yang ada pada bangunan dan saluran yang ada pada saluran Primer dan Sekunder Kejuron Slorok dengan menggunakan Peraturan Menteri PU No.12/PRT/M/2015, serta analisis debit inflow dan outflow. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa nilai kinerja irigasi pada saluran primer dan sekunder sebesar 87,375% dan 87,668%. Lalu, nilai efisiensi pada saluran primer yaitu 89,758% dan saluran sekunder 91,587%. Nilai kinerja irigasi kedua saluran tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang ada. Akan tetapi, nilai efisiensi saluran Primer masih belum memenuhi ketentuan, meskipun pada saluran Sekunder telah memenuhi ketentuan yang ada pada Kriteria Perencanaan Irigasi 03

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇