137686 research outputs found
Sort by
Pengaruh Esg Disclosure, Transaksi Pihak Berelasi Dan Karakteristik Eksekutif Terhadap Penghindaran Pajak (Studi Pada Perusahaan Lq45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh ESG
disclosure, transaksi pihak berelasi, dan karakteristik eksekutif terhadap
penghindaran pajak, dengan ukuran perusahaan dan umur perusahaan sebagai
variabel kontrol. Objek penelitian ini adalah perusahaan LQ45 yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019-2022. Berdasarkan metode purposive
sampling dan kriteria yang telah ditentukan, terpilih 24 perusahaan sebagai sampel.
Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data dilakukan dengan
metode analisis regresi linear berganda dengan aplikasi SPSS. Penelitian ini
menghasilkan pengujian bahwa ESG disclosure berpengaruh negatif terhadap
penghindaran pajak. Transaksi pihak berelasi berpengaruh positif terhadap
penghindaran pajak. Karakteristik eksekutif tidak berpengaruh signifikan terhadap
penghindaran pajak. Secara keseluruhan, kemampuan model untuk menjelaskan
pajak adalah 38,8%. Secara keseluruhan penelitian berimplikasi mendukung
Agency Theory dan Legitimacy Theory. Penelitian berimplikasi menjadi bahan
pertimbangan perusahaan mengambil keputusan yang bijak pada pengeluaran ESG
dan transaksi pihak berelasi serta memperbaiki struktur tata kelolanya. Saran bagi
peneliti selanjutnya untuk menambah faktor lain seperti beban pajak tangguhan,
kebijakan dividen, atau kompensasi kerugian fiskal serta menguji pada objek lain
seperti Indeks JII70, IDX 80, atau Kompas 100
Pengaruh Penambahan Iron (Fe) Pada Produksi Biogas Melalui Two Phase Anaerobic Digestion Dari Limbah Keju
Biogas merupakan sumber energi alternatif yang dihasilkan melalui proses dekomposisi bahan
organik oleh bakteri secara anaerobik dan menjadikannya sebagai sumber energi yang dapat
diperbarui. Pada dasarnya biogas sebagian besar tersusun atas gas metana, karbon dioksida,
dan beberapa kandungan zat dengan kapasitas sedikit seperti hidrogen sulfida, amonia,
hidrogen, dan juga nitrogen. Pada penelitian ini dilakukan pembaharuan dalam proses
pembuatan biogas yang berasal dari limbah keju dengan penambahan iron (Fe) menggunakan
Two Phase Anaerobic Digestion. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh
konsentrasi Fe pada limbah keju terhadap proses produksi biogas melalui Two Phase
anaerobic digestion. Kemudian menjelaskan pengaruh konsentrasi limbah keju dalam
produksi biogas melalui Two Phase anaerobic digestion. Selain itu menentukan variasi dosis
terbaik Fe pada limbah keju terhadap proses produksi biogas melalui Two Phase anaerobic
digestion. Selama penelitian berlangsung, digunakan volume kerja dalam 1 konsentrasi
sebanyak 60 mL yang terdiri dari sludge sebanyak 10 mL dan ditambahkan aquades sebanyak
50 mL. Sedangkan untuk limbah keju yang digunakan terdapat beberapa variasi berat,
diantaranya dengan berat 0 g/L, 8.33 g/L, 16.67 g/L, 33.33 g/L dari total volume kerja 60 mL.
Adapun perlakuan dengan penambahan FeCl3 yang dilakukan dengan beberapa variasi
konsentrasi, diantaranya dengan konsentrasi 0 g/L, 1.0 g/L, 2.0 g/L, 3.0 g/L dari total campuran
bahan sebanyak 60 mL. Pada fase pertama, dosis terbaik terdapat pada variasi F2K2 dengan
penggunaan 2 g/L Fe dan 16.67 g/L keju yang menghasilkan akumulasi biogas sebanyak
2125.94 mL/L volume digester. Sedangkan pada fase kedua dosis optimal ditemukan pada
variasi F1K1 dengan penggunaan 1 g/L Fe dan 8.33 g/L keju menghasilkan akumulasi biogas
sebanyak 2919.13 mL/L volume digester. Hal ini dapat dibuktikan melalui pemantauan
konsentrasi pH, di mana pada hari ke-17 perlakuan F2K2 menunjukkan pH rendah sebesar
4.17 yang menunjukkan terjadinya degradasi VFA. Sementara pada hari ke-50, nilai pH pada
perlakuan F1K1 mencapai 6.79 yang menandakan kondisi pH mendekati netral
Pengaruh Restrukturisasi, Modal Intelektual, Dan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan BUMN Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel restrukturisasi, modal
intelektual, dan good corporate governance terhadap kinerja keuangan BUMN dengan
ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Metode penelitian ini menggunakan regresi
data panel dan metode sampel menggunakan purposive sampling yang menghasilkan 36
perusahaan sampel observasi dalam 3 tahun periode pelaporan. Data diolah menggunakan
eviews 12. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa restrukturisasi tidak berpengaruh
terhadap kinerja keuangan, modal intelektual tidak berpengaruh terhadap kinerja
keuangan, good corporate governance berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Ukuran
perusahaan dapat memperkuat pengaruh good corporate governance secara positif
terhadap kinerja keuangan, namun ukuran perusahaan tidak dapat memoderasi pengaruh
restrukturisasi dan modal intelektual terhadap kinerja keuangan
Analisis Faktor Fundamental Terhadap Return Saham Pada Bank Konvensional Dan Bank Syariah Di Indonesia
Perkembangan pasar saham dipengaruhi oleh faktor fundamental dan variabel ekonomi makro.
Sejumlah faktor fundamental perusahaan seperti kondisi Likuiditas, Aktivitas, Profitabilitas,
Solvabilitas, dan Nilai Pasar Keuangan Perusahaan telah diidentifikasi dalam penelitian
sebelumnya sebagai pengaruh kunci terhadap return saham. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis perbedaan pengaruh faktor fundamental, berupa Likuiditas yang diukur
menggunakan Current Ratio, Aktivitas menggunakan Total Assets Turnover, Profitabilitas
menggunakan Return on Assets, Solvabilitas menggunakan Debt to Equity Ratio, dan Nilai Pasar
Keuangan Perusahaan menggunakan Price Earning Ratio terhadap Return Saham antara Bank
Konvensional dan Bank Syariah di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis diketahui model yang
layak digunakan dalam analisis regresi data panel penelitian ini adalah Common Effect Model
(CEM). Penelitian ini menemukan bahwa Total Assets Turnover dan dan Price Earning Ratio
berpengaruh positif signifikan terhadap return saham bank konvensional. Sedangkan Debt to
Equity Ratio berpengaruh terhadap return bank syariah. Disisi lain, Return on Assets dan Current
Ratio, tidak berpengaruh terhadap return saham bank konvensional maupun syariah
Optimasi Kekuatan Tarik Sambungan Las Gesek AA6061 Dengan Variasi Sudut Chamfer Ganda, Waktu Gesek, Dan Gaya Tekan Akhir Menggunakan Box-Behnken Design.
Saat ini penggunaan aluminium dan logam paduan aluminium didunia industri terus
berkembang di era modernisasi karena merupakan elemen dasar untuk membuat suatu yang
berguna dalam bidang industri manufaktur, industri otomotif maupun konstruksi bangunan.
Salah satu material yang digunakan adalah Alumunium A6061. Alumunium A6061 merupakan
alumunium paduan yang mengandung Mg2Si yang memiliki kelemahan dalam proses
penyambungannya. Penelitian ini meneliti sifat-sifat las gesek pada material simillar
aluminium A6061.
Las gesek merupakan metode pengelasan logam dalam keadaan solid state dengan
memanfaatkan panas karena adanya gesekan dan pemberian tekanan. Keuntungan
menggunakan las gesek adalah dapat melakukan penyambungan dengan efisien waktu dan
memiliki kelebihan pada benda silinder. Dalam penelitian ini menggunakan logam Alumunium
A6061 dengan tujuan untuk mengoptimalkan dan menganalisis pengaruh sudut chamfer, waktu
gesek, dan gaya tekan akhir terhadap kekuatan tarik sambungan las. Rancangan percobaan
menggunakan metode box-behnken design dengan foto makrostruktur dan mikrostruktur untuk
mengamati luasan daerah pengelasan dan besar butiran yang terbentuk.
Hasil pengujian kekuatan tarik sambungan las didapatkan pada spesimen dengan kekuatan
tarik tertinggi yaitu pada spesimen maximum dengan nilai 147,16 MPa dengan variasi sudut
chamfer 30˚, waktu gesek 7s, dan gaya tekan akhir 28 kN. Pada spesimen optimasi yang
memiliki nilai kekuatan tarik 138,27 MPa dengan variasi sudut chamfer 30˚, waktu gesek 5s,
dan gaya tekan akhir 28 kN. Kemudia pada spesimen pembanding memiliki kekuatan tarik
sebesar 135,01 MPa dengan sudut chamfer 90˚, waktu gesek 5s, dan gaya tekan akhir 28 kN,
dan spesimen minimum yang memiliki nilai kekuatan tarik sebesar 56,01 MPa dengan variasi
sudut chamfer 60˚, waktu gesek 9s, dan gaya tekan akhir 15,75 kN
Pengaruh Teknik Budidaya Pada Pertanaman Hortikultura Terhadap Keanekaragaman, Kelimpahan, Dan Komposisi Laba-Laba
Pertanian organik merupakan teknik budidaya yang menerapkan bahan alami serta tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia dalam teknik budidaya. Perbedaan teknik budidaya dapat mempengaruhi keanekaragaman, kelimpahan, serta komposisi laba-laba. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kelimpahan, serta komposisi laba-laba dapat dipengaruhi oleh teknik budidaya yang berbeda.
Penelitian dilaksanakan pada Bulan September higga Oktober 2023. Pengamatan dilakukan pada lahan kubis konvensional dan lahan polikultur hortikultura organik. Kegiatan identifikasi laba-laba dilakukan di Laboratorium Hama Tanaman Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Kota Malang. Pengambilan data teknik budidaya dilakukan dengan wawancara pada masing-masing petani pengelola lahan. Pengumpulan data populasi dan keanekaragaman dilakukan setiap 5 hari sekali sebanyak 6 kali pengamatan. Pengambilan spesimen laba-laba dilakukan dengan metode pasif dan aktif, Identifikasi dilakukan menggunakan mikroskop untuk mengetahui morfospesies dan famili. Dilakukan tabulasi data pada Microsoft Excel, lalu dianalisis menggunakan Rstudio. Pada analisis Rstudio dilakukan uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui normalitas agar dapat memenuhi syarat uji parametrik suatu data, kemudian dilakukan uji lanjut BNJ taraf 5%. Analisis data yang dilakukan berupa analisis ragam atau dan ANOSIM menggunakan uji Bray-Curtis.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, jumlah laba-laba pada lahan organik lebih banyak yaitu 65 individu terdiri dari 5 ordo dan 9 morfospesies. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan teknik budidaya berpengaruh terhadap keanekaragaman dan kelimpahan laba-laba. Sedangkan hasil ANOSIM menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang cukup signifikan namun terdapat bagian beririsan yang menandakan adanya kesamaan pada komposisi laba-laba. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa lahan organik memiliki keanekaragaman, kelimpahan, serta komposisi laba-laba yang lebih beragam dibandingkan lahan konvensional
Keanekaragaman dan Kelimpahan Hymenoptera parasitika pada Perkebunan Kopi di Malang: Pengaruh Kondisi Habitat dan Pengelolaan Lahan.
Tanaman kopi merupakan komoditas tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomis relatif tinggi di pasaran dunia. Namun dalam melakukan budidaya tanaman kopi terdapat kendala yaitu serangan hama. Hama tanaman kopi tersebut sebagian besar merupakan serangga herbivora dimana serangga herbivora dapat menghadirkan parasitoid sebagai musuh alami bagi hama itu sendiri. Keanekaragaman musuh alami parasitoid dapat dipengaruhi oleh kondisi habitat di sekitar lahan. Selain itu, pengelolaan lahan juga dapat berpengaruh terhadap keanekaragaman dan kelimpahan parasitoid. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan keanekaragaman maupun kelimpahan Hymenoptera parasitika pada berbagai lokasi perkebunan kopi di Malang serta pengaruh kondisi habitat dan pengelolaan lahan terhadap keanekaragaman dan kelimpahan Hymnoptera parasitika pada perkebunan kopi di Malang.
Penelitian dilakukan pada bulan Agustus – Desember 2023 di 12 perkebunan kopi di Malang. Pengambilan sampel arthropoda dilakukan satu kali untuk setiap lokasi dengan metode pitfall dan yellow pantrap. Hasil serangga kemudian diidentifikasi hingga tingkat morfospesies. Selain itu juga dilakukan analisis vegetasi dengan menghitung jumlah spesies tanaman selain kopi di dalam plot, pengambilan data suhu dan kelembaban relatif, pengukuran tutupan kanopi, dan wawancara untuk mengambil data pendukung. Kondisi habitat yang meliputi suhu, kelembaban relatif, tutupan kanopi, dan keanekaragaman vegetasi. Sedangkan pengelolaan lahan meliputi pengaplikasian pestisida dan penggunaan pupuk. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan analisis persamaan (ANOSIM).
Hasil penelitian diperoleh 39 individu Hymenoptera parasitika yang terdiri dari 12 Famili dan 13 morfospesies. Lokasi dengan keanekaragaman dan kelimpahan tertinggi adalah pada lahan Dampit 3. Hasil analisis menunjukkan tidak semua faktor kondisi habitat berpengaruh terhadap keanekaragaman dan kelimpahan Hymenoptera parasitika. Komponen kondisi habitat yang diamati yaitu suhu dan kanopi tidak berpengaruh terhadap keanekaragaman dan kelimpahan Hymenoptera parasitika namun pada faktor kondisi habitat berupa kelembaban tidak berpengaruh terhadap keanekaragaman namun berpengaruh terhadap kelimpahan Hymenoptera parasitika, sedangkan keanekaragaman dan kelimpahan gulma tidak berpengaruh terhadap keanekaragaman namun sangat berpengaruh terhadap kelimpahan Hymenoptera parasitika. Faktor pengelolaan lahan berupa pengaplikasian pestisida dan pupuk dengan jenis yang berbeda tidak berpengaruh terhadap keanekaragaman dan kelimpahan Hymenoptera parasitika pada perkebunan kopi yang diamati. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan keanekaragaman maupun kelimpahan Hymenoptera parasitika di setiap lokasi dan terdapat pengaruh faktor kondisi habitat, namun tidak terdapat pengaruh pengelolaan lahan terhadap keanekaragaman dan kelimpahan Hymenoptera parasitika pada seluruh lokasi yang diamati
The Influence of Service Quality, Price and Location on Customer Satisfaction (Study on Three R Angkringan)
Kepuasan pelanggan merupakan prioritas utama dari suatu bisnis yang dapat
berpengaruh besar terhadap kesuksesan bisnis perusahaan. Tujuan penelitian ini
yaitu untuk menganalisis pengaruh secara parsial dan simultan kualitas pelayanan,
harga dan lokasi terhadap kepuasan pelanggan Angkringan Three R. Faktor-faktor
yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan yaitu kualitas pelayanan, harga dan
lokasi. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan
data primer dan data sekunder. Populasi pada penelitian ini adalah pelanggan yang
telah membeli di Angkringan Three R minimal sebanyak 2 kali yaitu sebanyak 155
orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive
sampling dan dihitung menggunakan rumus slovin yang menghasilkan sampel
sebanyak 112 orang. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data pada
penelitian ini yaitu dengan melakukan wawancara, observasi, kuesioner, dan studi
pustaka. Teknik analisis data yang diguanakan dalam penelitian ini yaitu analisis
deskriptif dan analisis statistik yang terdiri atas uji validitas, uji reliabilitas, uji
normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji linieritas, analisis
regresi linier berganda, uji hipotesis t dan f, serta uji koefisien determinasi. Hasil
penelitian ini dinyatakan bahwa secara parsial dan simultan variabel kualitas
pelayanan, harga, dan lokasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap
kepuasan pelanggan angkringan Three R
Pengaruh Kredibilitas Brand Ambassador Artificial Intelligence Merek Enzim Terhadap Sikap Dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
Enzim merupakan merek pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi
kecerdasan buatan (AI) sebagai brand ambassador untuk mempromosikan gagasan
serta meningkatkan pemahaman audiens mengenai informasi tentang menjaga
kesehatan gigi dan mulut. Namun, kredibilitas brand ambassador AI masih belum
teruji karena belum ada penelitian yang mengeksplorasi di bidang ini. Mengingat
pentingnya kredibilitas sumber terutama dalam menyampaikan informasi kesehatan,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kredibilitas brand ambassador AI
merek Enzim terhadap sikap dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut yang dianalisis
menggunakan teori kredibilitas sumber dalam model social media influencer value.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survey. Populasi
penelitian ini adalah pengikut akun media sosial Instagram Enzim Indonesia dengan
sampel sebanyak 100 responden melalui teknik purposive sampling. Teknik analisis
data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa terdapat pengaruh positif antara brand ambassador AI merek Enzim terhadap
sikap dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut yang dibuktikan dengan hasil nilai t
hitung 11,046 dan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Nilai regresi yang ditunjukkan
dengan nilai R Square 0,245 mengandung pengertian bahwa brand ambassador AI
merek Enzim memiliki pengaruh sebesar 24.5% terhadap sikap dalam menjaga
kesehatan gigi dan mulut. Selanjutnya, temuan ini tidak hanya menegaskan
keberhasilan inovasi merek Enzim yang pertama kali menggunakan brand ambassador
AI di Indonesia, tetapi juga memvalidasi prinsip-prinsip yang mendasari teori
kredibilitas sumber dalam bidang brand ambassador AI
Resiliensi Sosial Petani dalam Menghadapi Industrialisasi Desa di Desa Puseurjaya, Kabupaten Karawang
Penelitian ini membahas mengenai praktik yang dijalankan oleh petani dalam menghadapi
industrialisasi desa guna menjaga dan mempertahankan keberlangsungan usaha
pertaniannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana resiliensi yang
dijalankan oleh petani dalam menghadapi industrialisasi desa di Desa Puseurjaya,
Kabupaten Karawang. Desa Puseurjaya merupakan salah satu desa yang wilayahnya
menjadi bagian kawasan industri Karawang International Industrial City (KIIC). Penelitian
ini menggunakan konsep resiliensi menurut Neil Adger. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data
menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengolahan lembar kerja artikel
berita dan jurnal. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 10 informan.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kehadiran kawasan industri memberikan
serangkaian dampak yang mengarahkan petani pada kondisi yang rentan. Dampak tersebut
memberikan implikasi pada petani untuk menjaga keberlangsungan usahanya dengan
melakukan beberapa praktik mempertahankan usaha. Resiliensi sosial dapat terlihat pada
serangkaian praktik mempertahankan usaha yang dilakukan oleh petani, seperti sistem
gadai kepada saudara, sewa lahan, sistem petani penggarap, dan usaha sampingan.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberlangsungan usaha petani sangat tergantung
dengan sistem ekologi pertanian. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan gambaran
bahwa industrialisasi desa yang hadir memberikan dua kondisi bagi kehidupan petani, yaitu
resiliensi dan kerentanan