137686 research outputs found
Sort by
Bauran Fuzzy C-Means Dengan Support Vector Machine (Svm) Dalam Klasifikasi Nasabah Kredit Pemilikan Rumah (Kpr)
Penelitian ini menggunakan analisis bauran cluster fuzzy c-means
dengan support vector machine (SVM) untuk mengetahui
mengklasifikasian nasabah KPR berdasarkan watak. Data yang
digunakan merupakan data sekunder dengan nasabah Bank BNI
sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan dengan
menggunakan metode fuzzy c-means memberikan hasil pada cluster
1 tergolong cluster dengan watak baik sebanyak 78 dan cluster 2
tergolong cluster dengan watak kurang baik sebanyak 72.
Penggolongan watak baik dan kurang baik tersebut digunakan untuk
kategori pada analisis klasifikasi SVM Kernel RBF yang
menghasilkan nilai performa accuracy, precision, dan recall
dihasilkan kernel RBF sebagai kernel yang optimal dalam
mengklasifikasikan watak nasabah Bank X dengan besar accuracy
data testing sebesar 83%, precicion sebesar 89%, dan recall sebesar
84
Pemurnian Biogas Berbasis Teknologi Pressure Swing Adsorption Menggunakan Bahan Adsorben Zeolit dan Zeolit Aktif
Kebutuhan energi mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan teknologi
dan populasi penduduk. Secara umum, energi yang paling banyak digunakan di Indonesia
adalah bahan bakar fosil (bahan bakar tidak terbarukan) seperti minyak bumi, batubara,
dan gas bumi. Oleh karena itu, digunakan biogas kotoran sapi sebagai energi alternatif
yang ramah lingkungan. Komposisi gas yang terkandung pada kotoran sapi adalah metana
(CH4) sebesar 54-70%, karbondioksida (CO2) sebesar 27-45%, nitrogen (N) sebesar 0,5-
3%, karbonmonoksida (CO), dan oksigen (O2) sebesar 0,1% serta kandungan hidrogen
sulfida (H2S) <0,1%. Proses pembuatan biogas dilakukan secara anaerobic digestion
dengan teknologi Pressure Swing Adsorption (PSA) yang berfungsi untuk menghasilkan
gas methane (CH4) murni dengan cara mengadsorpsi karbon dioksida (CO2), pada proses
adsorpsi tersebut dibutuhkan adsorben sebagai bahan penyerap yaitu zeolite. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik feedstock serta adsorben sebelum dan sesudah
proses adsorpsi, mengevaluasi pengaruh jenis adsorben yang digunakan (zeolit tidak aktif
dan zeolit aktif), massa, dan ukuran partikel terhadap pemurnian biogas berbasis teknologi
PSA. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tersarang dengan
faktor A adalah jenis adsorben yaitu zeolit aktif dan zeolit tidak aktif, X adalah ukuran
partikel yaitu 100 mesh dan 120 mesh, dan Y adalah massa adsorben yaitu 50 gram, 100
gram, 150 gram, dan 200 gram. Faktor X dan Y tersarang pada faktor A, sehingga total unit
percobaan yang akan dilakukan adalah sebanyak 49.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, telah didapatkan hasil analisa
data statistik menggunakan metode one-way anova yang menunjukkan adanya perbedaan
nilai varians secara signifikan antara hasil pemurnian gas metana dengan faktor ukuran
partikel dan massa adsorben, namun tidak didapatkan adanya perbedaan secara signifikan
untuk nilai rata-rata antara hasil gas metana dengan ukuran partikel maupun dengan massa
adsorben yang digunakan. Hasil perlakuan terbaik untuk proses pemurnian gas metana
pada jenis adsorben A2X2Y4 sebesar 99,3% serta mampu menghasilkan penurunan gas
karbondioksida dengan nilai sebesar 36,3%. Sedangkan, nilai terbaik untuk uji BET
didapatkan pada sampel A2X1 sesudah proses pemurnian sebesar 173,008 m2
/g, nilai
daya serap iodine terbaik pada sampel A2X2 sebelum proses pemurnian sebesar 296,1
mg/g, dan nilai daya serap metil biru terbaik pada sampel A2X2 sebelum dengan nilai
sebesar 19,911 mg/g. Hal tersebut menjadi indikator keberhasilan dalam proses pemurnian
gas metana menggunakan teknologi PSA, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
menggunakan adsorben yang berbeda serta menggunakan sistem kontinyu
Pemetaan Sebaran Emisi SO2 dari Unit Thermal Oxidizer pada PT XYZ di Jawa Tengah Menggunakan Model ADMS 6
Sulfur dioksida (SO2) merupakan salah satu jenis polutan yang memiliki peran
signifikan terhadap terjadinya pencemaran udara. Keberadaan SO2 di udara dapat menjadi
ancamaran serius bagi lingkungan serta kesehatan manusia. Oleh sebab itu, perlu
dilakukan pemantauan kualitas lingkungan secara kontinyu melalui pemodelan dan
pemetaan sebaran emisi SO2 guna memprediksi konsentrasi SO2 pada skala temporal dan
spasial yang berbeda-beda.
Dalam penelitian ini dilakukan pemetaan sebaran emisi SO2 dari sebuah unit thermal
oxidizer dengan tujuan untuk mengetahui pola sebaran emisi SO2 serta mengetahui tingkat
validitas hasil model jika dibandingkan dengan hasil pengukuran aktual. Adapun metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Gaussian menggunakan software
ADMS 6 untuk memetakan sebaran emisi SO2 dan metode Root Mean Squared Percent
Error (RMSPE) untuk memvalidasi model. Sementara itu, data mengenai laju emisi SO2
ditentukan berdasarkan metode neraca massa untuk sumber thermal oxidizer dan metode
Tier 2 yang dimodifikasi untuk sumber jalan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil yang menunjukkan
bahwa pola sebaran emisi SO2 mengikuti pola sebaran arah angin pada masing-masing
triwulan dengan kecenderungan pada arah tertentu yang sesuai dengan arah angin
dominan. Pada triwulan I, emisi SO2 cenderung menyebar ke arah tenggara, sedangkan
pada triwulan II dan triwulan III, emisi SO2 cenderung menyebar ke arah barat laut dan ke
arah utara untuk triwulan IV. Dari hasil simulasi sebaran emisi SO2, diperoleh nilai
konsentrasi tertinggi sebesar 102.51 µg/m3 untuk periode sebaran rata-rata per jam dan
36.96 µg/m3 untuk periode sebaran rata-rata harian. Sementara itu, berdasarkan validasi
akhir, hasil simulasi memiliki nilai RMSPE sebesar 10.6%
Analisis Yuridis Kedudukan Hasil Karya Ciptaan Artificial Intelligence: Dall-E Ditinjau Dari Undangundang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta
Pada skripsi ini, Penulis mengangkat permasalahan terkait kekosongan norma
terhadap kedudukan hukum serta bentuk pengakuan atas hasil karya ciptaan Artificial
Intelligence :DALL-E dalam ranah Hak Cipta. Pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi
dengan adanya ketidakmampuan UUHC dalam mengakomodasi bentuk
perkembangan teknologi di bidang Hak Cipta atas hasil ciptaan Artificial
Intelligence:DALL-E, mengingat saat ini manusia bukan lah lagi satu satunya pihak
yang mampu menghasilkan sebuah karya cipta. Dengan tidak adanya pengaturan
hukum terkait kedudukan atau status atas hasil karya ciptaan Artificial
Intelligence:DALL-E dalam kaitannya dengan Hak Cipta di Indonesia maka akan diteliti
dalam skripsi ini.
Berdasarkan hal tersebut diatas, skripsi ini mengangkat rumusan masalah sebagai
berikut: (1) Bagaimana Analisis Kedudukan Karya Ciptaan Artificial Intelligence: DALLE sebagai Objek Ciptaan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang
Hak Cipta? (2) Bagaimana Bentuk Pengaturan Yang Tepat Terkait Kedudukan Hasil
Karya Ciptaan Artificial Intelligence: DALL-E di Indonesia?
Kemudian penulisan skripsi ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode
pendekatan perundangan-undangan dan pendekatan konseptual. Dalam penelitian ini
akan digunakan teknik pengumpulan bahan hukum melalui studi kepustakaan, yang
dilakukan dengan cara mengkaji literatur dan peraturan perundang-undangan yang
relevan dengan topik pembahasan penelitian. Analisis bahan hukum dalam penelitian
ini menggunakan metode penafsiran gramatikal.
Dari penelitian ini, penulis membahas bahwa atas hasil karya ciptaan AI dapat
diberikan pengakuan sebagai objek ciptaan dalam Pasal 1 angka 3 UUHC apabila
AI:DALL-E dapat membuktikan adanya campur tangan manusia dalam proses
pembuatan hasil karya ciptaan AI:DALL-E sehingga bentuk pertanggungjawaban dan
pemegang hak cipta akan diberikan kepada pengguna AI atau user itu sendiri. Selain
itu, bentuk regulasi yang ideal atas kedudukan ciptaan AI:DALL-E saat ini dapat
dilakukan rekonseptualisasi atas UUHC untuk memberikan kejelasan status karya
ciptaan AI:DALL-E yang mampu memenuhi persyaratan orisinalitas, kreativitas, dan
fiksasi atas campur tangan manusia di dalamnya sehingga mampu mendapatkan
pengakuan atas hasil karya ciptaannya
Tinjauan Hukum Tanggung Jawab Notaris Terhadap Penandatangan Legalisasi Akta Perjanjian
Perjanjian adalah kesepakatan kedua belah pihak untuk melakukan suatu
perbuatan. Dalam isi perjanjian para pihak membuat sesuai dengan asas
kebebasan berkontrak. Perjanjian dibawah tangan sering saja terjadi
masalah santar pihak karena tidak kuatnya perjanjian itu mengikat. Untuk
itu diperlukannya peran Notaris dalam membuat akta perjanjian notariil
agar para pihak dapat mencapai tujuan masing-masing dan aman jika suatu
saat nanti ada salah satu pihak yang wanprestasi maka akta perjanjian
notariil tersebut dapat dijadikan sebagai alat bukti yang sah.
Tanggung jawab notaris dalam proses pembuatan akta notaris telah diatur
oleh Kode Etik notaris yang melarangnya melakukan tindakan yang
bertentangan dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak
berwenang. Penelitian ini fokus pada tanggung jawab notaris dalam
penandatangan akta notaris khususnya perjanjian.
Mengenai legalisasi adalah pernyataan Badan dan/atau pejabat
pemerintahan mengenai keabsahan suatu salinan surat atau dokumen
administrasi pemerintahan yang dinyatakan sesuai dengan aslinya, hal
tersebut berdasarkan Undang-undang nomor 30 Tahun 2014 Tentang
Administrasi Pemerintahan. Maksud dari legalisasi adalah pembuktian
bahwa dokumen yang dibuat oleh para pihak itu memang benar
ditandatangani oleh para pihak dan proses tersebut disaksikan oleh pejabat
umum yang dalam hal ini adalah Notaris pada tanggal yang sama dengan
waktu penandatanganan itu
Hubungan Attachment Terhadap Romantic Jealousy Pada Mahasiswa S1 Yang Menjalin Hubungan Romantis
Bentuk dari hubungan romantis yang terjalin ketika menjadi mahasiswa, salah
satunya berpacaran. Berpacaran di kalangan mahasiswa diawali dengan kelekatan dan
berlanjut pada komitmen dan kepercayaan sehingga menghasilkan sebuah hubungan
romantis. Kelekatan yang terjalin dapat memberikan reaksi berupa kecemburuan
romantis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara attachment
terhadap romantic jealousy pada mahasiswa S1 yang menjalin hubungan romantis.
Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Responden
penelitian ini berjumlah 150 mahasiswa yang sedang menjalin hubungan berpacaran.
Alat ukur dalam penelitian ini adalah The Experiences Close in Relationship-Revised
dan Romantic Jealousy-induction. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan
dengan menggunakan uji korelasi Spearman rho's, dapat disimpulkan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan antara attachment terhadap romantic jealousy pada
mahasiswa S1 yang menjalin hubungan romantis. Implikasi dari penelitian ini adalah
mahasiswa diharapkan dapat mengelola dan menjaga kelekatan yang telah dibangun
sehingga dapat meminimalisir pengalaman terkait kecemburuan dengan perilaku yang
positif, dan dapat saling menunjukkan umpan balik yang setara dalam hal emosi,
pikiran, dan perilaku ketika berpacaran
Perubahan Perilaku Perempuan Pengolah Ikan Trasak Kering (Escialosa Thoracata) Dalam Bidang Ekonomi Perikanan Sebagai Dampak Covid-19 Pada Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
Peningkatan perekonomian tidak lepas dari keterlibatan peran perempuan
dalam aktivitas ekonomi. Istri nelayan memiliki peran penting dalam mengatur dan
mengatasi kemiskinan yang dialaminya sebagai usaha yang dilakukan untuk
meningkatkan pendapatan keluarga demi kesejahteraan rumah tangganya. Peran
perempuan sangat dibutuhkan oleh masyarakat pesisir karena menjadi pilar
perekonomian pesisir. Covid-19 juga menjadi salah satu menjadi pemicu perubahan
perilaku perempuan yang terjadi. Perubahan peran sangat dirasakan, mulai dari
aktivitas produksi hasil perikanan tangkap yang menurun hingga mengakibatkan
penurunan pendapatan. Program pemberdayaan sangat diperlukan guna menunjang
kualitas hidup perempuan pesisir. Pengaruh covid-19 memberikan dampak terhadap
perubahan perilaku perempuan pengolah ikan trasak di Desa Jatirejo, Kecamatan
Lekok, Kabupaten Pasuruan.
Penelitian dilakukan di Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan,
Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Metode
penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri
dari dua sumber, yaitu data primer yang diperoleh langsung dari lokasi penelitian
berupa hasil wawancara dan pengamatan secara langsung terhadap informan atau
narasumber, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal atau dokumen yang
terdapat di internet. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini
adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Penelitian ini menggunakan
purposive sampling. Analisis data dengan menggunakan metode Harvard dan metode
Miles and Huberman. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perubahan
perilaku sosial sebelum, saat dan sesudah pandemi covid-19 terhadap bidang
ekonomi perikanan.
Peran perempuan pengolah ikan trasak kering di Desa Jatirejo, Kecamatan
Lekok, dibagi menjadi tiga yaitu produktif, reproduktif, dan kehidupan sosial.
Perempuan yang bekerja sebagai pengolah ikan trasak kering di Desa Jatirejo dapat
digambarkan sebagai pengolah hasil tangkapan, pemberdayaan ekonomi keluarga,
pengelolaan sumber daya alam. Perubahan perilaku perempuan sebelum, saat, dan
sesudah pandemi covid-19 pada aspek pendapatan adanya perubahan penghasilan
yang didapatkan. Pada aspek kesehatan tidak terdapat perubahan perilaku akibat
kulturasi yang terjadi di masyarakat. Perubahan interaksi sosial akibat pandemi covid-19 yaitu penurunan interaksi sosial dengan membatasi kegiatan berkumpul akibat dari
peraturan pemerintah. Dampak yang terjadi akibat pandemi Covid-19 yaitu perubahan
dalam aktivitas ekonomi, perubahan sistem pendidikan dan pembelajaran, perubahan
peran perempuan dalam keluarga, serta partisipasi dalam kegiatan sosial. Strategi
perempuan di Desa Jatirejo dalam mempertahankan perekonomian di masa pandemi
yaitu ikut berkontribusi untuk menambah penghasilan keluarga, mengikutsertakan
anggota keluarganya untuk bekerja, serta mengelola keuangan dengan baik
Status Kesehatan Jaringan Ginjal Ikan Keting (Mystus Gulio) dari Sungai Gembong dan Rejoso Berdasarkan Kadar Logam Berat Timbal (Pb)
Sungai Gembong adalah sungai yang letaknya di Kota Pasuruan, Hilir dari
Sungai Gembong ini bermuara di Selat Madura. Selain Sungai Gembong, di
Pasuruan juga terdapat sungai terbesar di wilayah Pasuruan yaitu Sungai Rejoso.
Sungai ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk aktivitas sehari - hari.
Seiring dengan pesatnya pertumbuhan dari penduduk dan meningkatnya aktivitas
penduduk mengakibatkan pertambahan jumlah limbah yang akan dihasilkan.
Pencemaran Perairan yang mengkhawatirkan adalah pencemaran yang
disebabkan oleh logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi
kesehatan Ikan Keting (Mystus gulio) berdasarkan profil histologi ginjalnya dan
menganalisis kualitas air yang ada di kedua sungai tersebut. Metode yang
digunakan yakni metode survei dengan penentuan stasiun penelitian
menggunakan metode purposive sampling sesuai dengan tata guna lahan.
Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali dengan 3 stasiun dalam setiap
sungainya. Dari penelitian ini didapatkan hasil Profil histologi pada ikan yang
tertangkap di Sungai Gembong memiliki persentase kerusakan berkisar antara 52-
63%, maka Ikan yang tertangkap di Sungai Gembong jenis kerusakannya
termasuk rusak sedang. Sedangkan ikan yang tertangkap di Sungai Rejoso
persentase kerusakannya berkisar antara 41-48%, maka ikan yang tertangkap di
Sungai Rejoso kerusakannya termasuk rusak ringan. Status pencemaran
menggunakan Indeks Pencemaran (IP) pada kedua sungai berkisar antara 6,11-
6,95 di sungai Gembong dan 6,27-6,96 di Sungai Rejoso. Dari kedua nilai tersebut
dapat diindikasikan bahwa kedua sungai tersebut termasuk sungai yang tercemar
sedang. Parameter yang melebihi baku mutu dalah kadar Pb di air dan TSS.
Semakin panjang ikan maka nilai Pb pada organ ginjal juga semakin meningkat
dilihat dari nilai signifikan sebesar 0,01, Semakin besar nilai Pb di perairan
mempengaruhi jumlah nilai Pb yang ada pada organ ginjal ikan dilihat dari nilai
signifikan sebesar 0,01, Semakin tinggi nilai Pb maka organ ginjal semakin rusak
dapat dilihat dari nilai signifikan sebesar 0,004, Kualitas air memiliki pengaruh
terhadap kerusakan ginjal dilihat dari nilai signifikans sebesar 0,4. Sehingga
masyarakat dan pelaku industri untuk lebih memperhatikan lagi masalah limbah
yang dibuang ke perairan, terlebih lagi limbah yang mengandung logam berat.
Agar tidak semakin memburuk kualitas perairan dimasa yang akan datang.
Dengan adanya informasi ini maka kedepan dapat dilakukan domestikasi ikan
keting agar masyarakat dapat mengkonsumsi Ikan Keting yang lebih sehat jika
dibandingkan dari hasil dari perairan umum yang sudah tercemar logam berat
Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Opini Audit Going Concern dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Good Corporate Governance
(Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, dan Komisaris Independen)
terhadap opini audit going concern, dengan ukuran perusahaan sebagai variabel
moderasi. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar
pada Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2020-2022. Penentuan sampel penelitian
menggunakan purposive sampling dengan jumlah yang memenuhi kriteria sebanyak 82
sampel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif
dengan menggunakan teknik analisis data regresi logistik. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa Komisaris Independen berpengaruh positif serta Kepemilikan
Manajerial dan Kepemilikan Institusional tidak berpengaruh terhadap opini audit going
concern. Ukuran perusahaan dapat memperkuat pengaruh komisaris independen
terhadap opini audit going concern, sedangkan ukuran perusahaan tidak dapat
memperkuat pengaruh kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional terhadap
opini audit going concern
Pengaruh Perlakuan Awal Pulsed Electric Field (PEF) dan Solid State Fermentation (SSF) menggunakan Jamur Tiram Putih terhadap Kadar dan Struktur Lignoselulosa pada Ampas Kelapa
Hemiselulosa merupakan salah satu komponen lignoselulosa yang terdiri
dari gula monomer berupa xilan sebagai bahan baku produk kimia furfural.
Lignoselulosa merupakan komponen yang memiliki struktur kompleks sehingga
penggunaan hemiselulosa secara murni perlu dilakukan delignifikasi untuk
memecah ikatan antar komponen lignoselulosa. Pada penelitian ini, dilakukan
kombinasi perlakuan awal berupa Pulsed Electric Field (PEF) dan Solid State
Fermentation (SSF) menggunakan jamur tiram putih pada ampas kelapa sehingga
meningkatkan kandungan hemiselulosa. Variabel perlakuan yang digunakan
dalam penelitian adalah ukuran substrat (20, 40, dan 60 mesh), lama waktu PEF
(30, 60, dan 90 detik), serta lama inkubasi (10, 20, dan 30 hari). Pada Penelitian
ini digunakan CCD (Central Composite Design) menggunakan software Design
Expert 12 yang menghasilkan 20 perlakuan percobaan.
Berdasarkan hasil analisa lignoselulosa, kadar hemiselulosa tertinggi
diperoleh pada variasi perlakuan ukuran substrat 40 mesh, lama waktu PEF 60
detik, dan lama inkubasi sebesar 28,64% dengan kadar lignin sebesar 9,67%. Jika
dibandingkan dengan sampel kontrol, terjadi peningkatan hemiselulosa dan
penurunan lignin setelah diberikan perlakuan awal. Hasil uji morfologi pada ampas
kelapa setelah perlakuan menunjukkan permukaan sampel terlihat lebih rusak,
pecah, dan membentuk pori-pori dengan diameter berbeda-beda berkisar 5,79 µm
– 13,83 µm. Berdasarkan analisa FTIR, terdapat pergeseran gugus fungsi yang
menunjukkan komponen lignoselulosa pada sampel ampas kelapa setelah
diberikan perlakuan. Selain itu, terdapat gugus fungsi yang terdeteksi pada sampel
setelah perlakuan tetapi tidak terbaca pada sampel tanpa perlakuan