137686 research outputs found
Sort by
Keandalan Sistem Proteksi Kebakaran pada Gedung Teknik Industri Universitas Brawijaya
Penelitian ini mengkaji keseluruhan sistem proteksi kebakaran di Gedung Teknik Industri Universitas Brawijaya berdasarkan acuan Pedoman Pemeriksaan Keselamatan Kebakaran Gedung (Pd-T-11-2005-C), menjelaskan bahwa perancangan uji keselamatan suatu gedung terhadap bahaya kebakaran yang dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui tingkat keandalannya terhadap kelengkapan sistem proteksi terhadap bahaya kebakaran. Hasil akhir dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat keandalan bangunan terhadap risiko kebakaran agar memenuhi persyaratan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Pokok penelitian ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerja Umum Nomor 26 Tahun 2008, tentang persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan. Perkembangan yang terjadi pada bangunan gedung semakin kompleks dari segi perangkat, teknologi maupun kebutuhan prasarana dan sarana menunjukkan perlunya suatu sistem dengan keandalan tinggi yang dapat menangani risiko kebakaran. Keselamatan penghuni Gedung Teknik Industri Universitas Brawijaya dan dampak negatif terhadap lingkungannya menjadi pertimbangan utama dalam menjalankan aktivitas dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Penelitian ini menggambarkan kondisi kebakaran bangunan yang meliputi empat variabel yaitu kendaraan darurat, peralatan lokasi konstruksi, sistem proteksi aktif, dan sistem proteksi pasif. Menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, meliputi: observasi langsung terhadap infrastruktur dan instalasi aktual bangunan yang berkaitan dengan sistem proteksi kebakaran, melakukan wawancara semi terstruktur atau informal dan melakukan analisis dengan menggunakan ceklis penilaian risiko kebakaran yang dihubungkan dengan 4 variabel sesuai dengan kriteria yang ada
Analisis Kualitas Pelayanan Pelanggan Dengan Metode Servqual dan IPA pada Rumah Sakit Umum Daerah
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Yunus Bengkulu merupakan rumah sakit Tipe B yang menjadi rumah sakit rujukan tertinggi di Provinsi Bengkulu. Dalam penyelenggaraan pelayanannya, terdapat keluhan terkait pelayanan RSUD dr. M. Yunus Bengkulu khususnya pada instalasi rawat jalan yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung seperti melalui media sosial maupun kotak pengaduan. Keluhan-keluhan tersebut menunjukkan tingkat kepuasaan yang kurang terhadap pelayanan dan fasilitas yang diberikan oleh rumah sakit. Kepuasan pelanggan merupakan sesuatu yang penting untuk membantu perusahaan untuk menilai bagaimana pelayanan yang telah diberikan selama ini untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Pada penelitian ini, dilakukan analisis kualitas pelayanan pada instalasi rawat jalan RSUD dr. M. Yunus Bengkulu dengan menggunakan metode Service Quality untuk mengetahui kesenjangan (gap) antara ekspektasi dan persepsi pelanggan kualitas pelayanan pada RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Selanjutnya, dilakukan analisis tingkat kepentingan dan kinerja dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui atribut mana yang menjadi prioritas untuk dilakukan perbaikan.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa terdapat 35 atribut yang memengaruhi kepuasan pasien instalasi rawat jalan, dimana terdapat 23 atribut yang memiliki nilai negatif. Secara keseluruhan, seluruh dimensi memiliki nilai rata-rata gap yang negatif yaitu sebesar -0,25. Berdasarkan hasil pemetaan diagram Importance Performance Analysis (IPA), atribut pelayanan yang menjadi prioritas yang perlu ditingkatkan adalah atribut yang berada pada kuadran I concentrate here, yaitu A2, A3, A4, A5, A6, A8, B5, B6, C1, C2, E3, dan E4. Rekomendasi perbaikan yang dapat diberikan adalah menyediakan rambu parkir dan garis marka parkir, penambahan unit AC di ruang tunggu, penambahan slogan jagalah kebersihan pada area toilet dan ruang tunggu, menyederhanakan proses pelayanan dan mengintegrasikan antar proses dengan sistem informasi, memberikan informasi yang jelas terkai kehadiran dokter melalui papan informasi, serta menerapkan sistem reward dan punishment untuk kinerja pelayanan petugas
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kualitas Produk, Dan Persepsi Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Di Restu Buah, Pasar Gedhe, Kota Solo.
Pasar persaingan sempurna menjadi contoh dari masifnya persaingan antar
produsen yang terjadi baik di bidang jasa maupun barang. Pasar persaingan
sempurna adalah suatu kondisi pasar dimana terdapat banyak penjual dan pembeli
di dalamnya. Adanya kondisi tersebut menyebabkan persaingan harga di pasar
menjadi terkendali dan stabil karena tidak adanya kekuasaan salah satu pihak untuk
melakukan perubahan harga. Untuk mengantisipasi hal tersebut, produsen
menerapkan peningkatan faktor lain untuk menjaga agar konsumen tetap membeli
produk yang disediakan. Hal tersebut bertujuan agar konsumen mendapatkan
kepuasan terhadap apa yang diberikan produsen. Kepuasan konsumen merupakan
sebuah keadaan dimana konsumen merasa kinerja perusahaan yang mereka beli
barang atau jasanya sesuai dengan harapan mereka.
Pasar Gedhe merupakan salah satu lokasi ikonik yang berada di Kota Solo, dan
merupakan pasar buah terbesar yang ada di Kota Solo. Pasar Gedhe termasuk
kedalam pasar persaingan sempurna karena didalamnya terdapat banyak penjual
dan banyak pembeli. Restu Buah merupakan salah satu contoh kios dari sekian
banyak kios yang ada di Pasar Gedhe. Persaingan pasar sempurna di Pasar Gedhe
membuat Restu Buah tidak dapat menentukan harga sesuai dengan kehendaknya
dan harus menyesuaikan dengan harga pasar yang ditentukan oleh penjual dan
pembeli.
Terdapat tiga variabel independent dalam penelitian ini yaitu kualitas
pelayanan, kualitas produk, dan persepsi harga. Ketiga variabel independent
tersebut akan diujikan terhadap kepuasan konsumen yang menjadi variabel
dependent dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitan ini yaitu menganalisis
pengaruh kualitas pelayanan, kualitas produk, dan persepsi harga terhadap
kepuasan konsumen di Restu Buah. Target responden pada penelitian ini merupakan
pelanggan dari Restu Buah. Pemilihan responden tersebut berdasar adanya
beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh responden. Responden yang dilibatkan
dalam penelitian ini sejumlah 130 responden. Pada penelitian ini responden akan
diberikan kuesioner yang didalamnya terdapat pertanyaan dengan nilai skala 1-4
yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Penelitian ini akan
menggunakan dua pengambilan data, yaitu data primer dan data sekunder. Data
yang didapatkan akan diolah menggunakan metode analisis SEM-PLS
menggunakan perangkat Warp-PLS 8.0.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, kualitas produk,
dan persepsi harga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan
konsumen dengan nilai R-square sebesar 0,71. Nilai tersebut mengindikasikan
bahwa kualitas pelayanan, kualitas produk, dan persepsi harga memiliki pengaruh
sebesar 71% terhadap kepuasan konsumen, sedangkan 29% sisanya berasal dari
faktor lain yang tidak diujikan dalam penelitian ini. Kualitas pelayanan berpengaruh
secara positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen di Restu Buah dengan
nilai sebesar 0,14 dan p-value= 0,06. Kualitas produk berpengaruh secara positif
dan signifikan terhadap kepuasan konsumen di Restu Buah dengan nilai sebesar
vi
0,27 dan p-value<0,01. Persepsi harga berpengaruh secara positif dan signifikan
terhadap kepuasan konsumen di Restu Buah dengan nilai sebesar 0,51 dan pvalue<
0,01. Saran yang dapat diberikan kepada Restu Buah di Kota Solo untuk
menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan, kualitas produk, dan harga pada
produknya, serta melakukan inovasi produk baru yang belum pernah
diperdagangkan
Pengaruh Intensitas Pengairan Dan Dosis Pupuk Majemuk Terhadap Pertumbuhan, Produksi Serta Mutu Tembakau Madura (Nicotiana tabacum L.) Varietas Prancak-95 Dan Tarnyak Di Kabupaten Tuban.
Tembakau Madura (Nicotiana tabacum L.) merupakan tembakau semi
aromatis yang sangat dibutuhkan industri rokok kretek. Varietas tembakau yang
dominan dibudidayakan, yaitu Prancak-95 dan Tarnyak. Kebutuhan tembakau
Madura setiap tahun semakin meningkat tetapi produksi yang dihasilkan belum bisa
memenuhi kebutuhan pasar sehingga diperlukan ekstensifikasi lahan.
Ekstensifikasi lahan tembakau Madura dilakukan di Kabupaten Tuban yang
memiliki curah hujan rendah berkisar 1.100 — 1.500 mm per tahun dan pada bulan
Mei — Oktober terjadi musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan sehingga
dibutuhkan pengairan. Tembakau Madura membutuhkan unsur hara esensial dalam
pertumbuhannya hingga menghasilkan mutu yang baik, seperti nitrogen (N), fosfor
(P), dan kalium (K) sehingga diperlukan penambahan pupuk majemuk. Tujuan
dilakukan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh intensitas pengairan dan
dosis pupuk majemuk terhadap pertumbuhan, produksi, serta mutu tembakau
Madura varietas Prancak-95 dan Tarnyak di Kabupaten Tuban.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - September 2023. Penelitian
dilakukan di Desa Tluwe, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Analisa sifat fisik dan kimia tanah dilakukan di Laboratorium Fisika dan Kimia
Tanah Departemen Tanah FP UB. Analisa mutu tembakau dilakukan di
Laboratorium PT. Djarum. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak
Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 3 faktor, yaitu varietas P (Prancak95) dan T (Tarnyak), dosis pupuk majemuk 1 (pupuk 100%) dan 2 (pupuk 50%),
dan intensitas pengairan A (Air 100%) dan B (Air 50%). Perlakuan terdiri dari 8
kombinasi dan 3 ulangan sehingga terdapat 24 petak percobaan. Kombinasi
perlakuan terdiri dari P1A, P1B, P2A, P2B, T1A, T1B, T2A, dan T2B. Prosedur
penelitian meliputi pengambilan contoh tanah, budidaya tanaman tembakau
Madura, analisa laboratorium, pengukuran parameter pertumbuhan, produksi, dan
mutu tembakau.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan intensitas pengairan dan
dosis pupuk memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman. Tetapi
tidak memberikan pengaruh nyata terhadap produksi tembakau Madura. Perlakuan
T1B memberikan nilai rata-rata tertinggi terhadap pertumbuhan. Perlakuan P2B
menghasilkan mutu tembakau Madura terbaik secara fisik dan kimia (mutu I), yaitu
warna kuning kehijauan/cerah, pegangan elastis, aroma sangat segar, kadar nikotin
2,97%, dan kadar gula 14,46%
Pengaruh Adopsi Greenhouse terhadap Penggunaan Pestisida dan Pupuk Kimia pada Petani Melon di Kabupaten Blitar.
Penggunaan pestisida yang semakin tinggi dalam intensifikasi pertanian
telah menjadi salah satu tantangan serius dalam sektor pertanian (Andersson dan
Isgren, 2021). Meskipun penggunaan pestisida dapat mengendalikan hama dan
penyakit tanaman, dampak negatifnya tidak dapat diabaikan. Penelitian terdahulu
umumnya belum menyelidiki secara mendalam dampak adopsi greenhouse
terhadap penggunaan pestisida dan pupuk kimia di lingkungan pertanian yang
berbeda, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Adopsi
greenhouse akan berdampak pada penggunaan pestisida dalam sektor pertanian
dengan cara mengurangi ketergantungan petani pada pestisida kimia. Teknologi
greenhouse telah menjadi alternatif yang sangat berguna dalam mengatasi serangan
hama dan penyakit tanaman (Mulyani ez al., 2021).
Penelitian ini berusaha untuk mengisi gap pengetahuan ini dengan
menganalisis secara lebih rinci pengaruh adopsi greenhouse terhadap praktik
penggunaan pestisida dan pupuk kimia pada petani di Indonesia. Penelitian ini
dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui potensi teknologi greenhouse dalam
mengatasi masalah lingkungan, terutama dalam menekan penggunaan pestisida dan
pupuk kimia. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 127 responden, meliputi 95
petani melon greenhouse dan 32 petani melon non-greenhouse di Kabupaten Blitar.
Metode yang digunakan dalam penentuan sampel adalah metode random sampling.
Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuisioner
terstruktur yang diproses serta dianalisis menggunakan analisis regresi logit dan
Propencity Score Matching (PSM).
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat enam karakteristik sosiodemografis
yang memengaruhi adopsi greenhouse secara signifikan, yaitu usia, tingkat
pendidikan, kepemilikan lahan, keanggotaan dalam kelompok tani, status
kepemilikan lahan, dan akses internet. Selain itu, petani yang tidak mengadopsi
greenhouse cenderung menggunakan jumlah pestisida yang lebih tinggi, dibuktikan
dengan Nilai ATT untuk penggunaan pestisida adalah sebesar 2,16 V/ha dan pupuk
kimia sebesar 44,68 kg/ha, sehingga terdapat kecenderungan penggunaan bahan
kimia yang lebih rendah pada petani yang mengadopsi greenhouse. Hal ini
menandakan bahwa adopsi greenhouse cenderung mengurangi penggunaan
pestisida dan pupuk kimia.
Penelitian ini menemukan bahwa usia, pendidikan, ukuran lahan pertanian,
keanggotaan dalam kelompok tani, dan aksesibilitas internet petani adalah faktor-
faktor utama yang memengaruhi adopsi teknologi greenfiouse, sehingga diperlukan
pelatihan dengan sasaran petani muda, inisiatif subsidi atau insentif finansial untuk
petani dengan lahan besar, penguatan keanggotaan kelompok tani, fasilitas sewa
tanah, serta peningkatan aksesibilitas internet di pedesaan, terutama di Kecamatan
‘Wates, Kabupaten Blitar
Kelayakan Finansial dan Sensitivitas Usahatani Kopi Arabika di Desa Sumbersuko Kecamatan Wagir Kabupaten Malang
Usahatani memerlukan produktivitas yang optimal untuk mendapatkan
penerimaan yang maksimal. Provinsi Jawa Timur memiliki beberapa usahatani
tanaman tahunan yang memperlihatkan perkembangan positif salah satunya yaitu
tanaman kopi. Usahatani kopi dapat dengan mudah ditemukan di Desa
Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Desa ini terletak di bawah kaki
Gunung Kawi dengan ketinggian 850 meter di atas permukaan laut dengan kondisi
tanah dan wilayah yang cocok untuk melakukan penanaman kopi Arabika. Produksi
kopi di Desa Sumbersuko mengalami fluktuasi yang disebabkan oleh perubahan
cuaca yang tidak menentu. Kondisi cuaca yang tidak baik dapat membuat kualitas
pada buah kopi menjadi berkurang, sehingga hasil produksi perlu dipilah kembali
untuk diperjualbelikan di pasar. Selain itu, petani perlu untuk mengantisipasi
kemungkinan terburuk yang dapat mempengaruhi pendapatannya. Kemungkinan
yang dapat terjadi berupa penurunan harga jual, peningkatan upah tenaga kerja,
serta penurunan hasil produksi. Untuk memudahkan petani dalam mengambil
keputusan, perlu dilakukan evaluasi terhadap usahataninya. Evaluasi kelayakan
finansial dan sensitivitas dapat digunakan petani untuk melihat seberapa jauh
usahatani yang dijalankan bernilai layak dan menghasilkan keuntungan dengan
bantuan pembukuan finansial.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan
penentuan lokasi secara purposive atau sengaja di Desa Sumbersuko. Populasi yang
ditetapkan dalam penelitian ini yaitu petani kopi Arabika dengan sampel yang
dipilih secara purposive sampling. Kriteria yang ditetapkan yaitu petani yang telah
melakukan usahatani minimal 5 tahun dan berusahatani hingga proses roasting biji
kopi sehingga didapatkan sampel sebanyak 10 petani. Analisis data dilakukan
dengan analisis biaya usahatani, kelayakan finansial, serta sensitivitas yang
menggunakan 3 skenario.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kopi Arabika di Desa
Sumbersuko menunjukkan nilai yang layak dan menghasilkan keuntungan sehingga
dapat dijalankan kembali. Kemudian, usahatani kopi Arabika bernilai sensitif
terhadap perubahan yang terjadi sebesar 20-50%. Hal ini membuktikan bahwa
usahatani yang dijalankan peka terhadap perubahan yang mempengaruhi besar
pendapatan petani. Berdasarkan skenario yang telah ditetapkan, petani perlu untuk
menjalin kerja sama atau kemitraan untuk mendapatkan harga jual yang pasti,
meningkatkan penggunaan teknologi, serta mempertimbangkan faktor cuaca
selama masa penanaman kopi Arabika agar pendapatan yang diperoleh optimal.
i
Dampak Adopsi Greenhouse Terhadap Produktivitas Dan Tingkat Paparan Risiko Pada Usahatani Melon Di Kecamatan Wates Kabupaten Blitar Jawa Timur.
Kecamatan Wates merupakan salah satu kecamatan yang di Kabupaten Blitar yang memproduksi melon, akan tetapi pada tahun 2022 tingkat produksi melon menurun sebesar 8,08% berdasarkan produksi melon di tahun 2021. Penurunan produksi melon dapat disebabkan oleh berbagai permasalahan yang menjadi urgensi penelitian ini. Faktor-faktor yang menjadi pemicu penurunan produksi melon diantaranya ialah adanya perubahan iklim yang tidak menentu yang dapat menyebabkan lahan kering dan mengakibatkan lahan tidak sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan oleh tanaman, sehingga menyebabkan risiko kegalalan panen serta menurunkan produktivitas. Salah satu yang mungkin dapat mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunkan teknologi greenhouse. Penggunaan metode greenhouse dalam melalukan kegiatan mampu meningkatkan perlindungan tanaman terhadap adanya intensitas hujan, sinar matahari serta iklim mikro, selain itu dapat pula mengoptimalkan pemeliharaan tanaman, pemupukan dan irigasi mikro.
Penelitian ini memilik tujuan untuk mengetahui bagaimana dampak dari Adopsi greenhouse petani melon di kabupaten Blitar kecamatan Wates terhadap tingkat produktivitas dan paparan risiko hasil usahatani melon, karakteristik yang memengaruhi petani untuk mengadopsi teknologi greenhouse, serta dampak adopsi greenhouse terhadap Produktivitas dan tingkat paparan risiko. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 – 10 November 2023. Sampel responden menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 95 dan secara sensus sebanyak 32 responden. Metode analisis yang digunakan ialah analisis regresi probit dan analisis data Propensity Score Matching (PSM) yang memnggunakan software STATA-17. Hasil penelitian menunjukkan adopsi greenhouse mempengaruhi tingkat produktivitas dari usahatani melon sebesar 9,16 kg/m2. Karakteristik yang mempengaruhi keputusan mengadopsi greenhouse yaitu usia dengan nilai koefisien 0,362 dan nilai p value 0,041, kemudian luas lahan dengan nilai koefisien -0,787 dan nilai p value 0,010, pengalaman bertani dengan nilai koefisien -0,036 dan nilai p value 0,020, harga komoditas dengan nilai p value 0,001, dan jarak ke pasar dengan nilai koefisien 0,166 dan nilai p value 0,083. Selain itu adopsi greenhouse berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas dengan nilai t-stat 0,75 > ttable, sedangkan terhadap tingkat paparan risiko tidak berpengaruh secara signifikan dengan nilai t-stat sebesar 0,29 < ttable
Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Kedelai Menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.
Kedelai (Glycine max (L.) Merill) merupakan salah satu jenis komoditas palawija penting yang memiliki nilai ekonomi dan sosial yang tinggi di Indonesia. Komoditas kedelai memiliki banyak manfaat, baik sebagai bahan baku industri pangan maupun non pangan. Konsumsi kedelai semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk, namun tidak diikuti dengan peningkatan produksi kedelai dalam negeri. Hal ini disebabkan oleh berbagai tantangan global seperti perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, dan meningkatnya permintaan sehingga produksi kedelai menjadi kurang efisien. Akibatnya, Indonesia harus mengimpor kedelai dari negara lain. Terhitung pada tahun 2022, konsumsi kedelai mencapai 2.344.360 ton, namun produksi kedelai nasional hanya mencapai 301.518 ton. Salah satu daerah penghasil kedelai terbesar di Indonesia adalah Jawa Timur dengan menyumbang 301.518 ton pada tahun 2022. Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu sentra produksi kedelai di Jawa Timur. Produksi kedelai di Kabupaten Nganjuk mencapai 7.066 ton pada tahun 2022. Diketahui bahwa Kecamatan Rejoso menduduki posisi produksi kedelai tertinggi. Namun, dari segi produktivitas hanya menduduki posisi kelima, menunjukkan bahwa produktivitas di wilayah tersebut masih belum optimal.
Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani kedelai di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, dan (2) Menganalisis pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi terhadap efisiensi teknis usahatani kedelai di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Metode penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive terhadap petani kedelai di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, yang dilakukan pada Januari 2024. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan simple random sampling yaitu dengan perhitungan slovin dan ditemukan sampel sebanyak 53 responden. Metode pengumpulan data pada penelitian ini digunakan data primer dan sekunder. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu Data Envelopment Analysis (DEA) dengan asumsi Variabel Return to Scale (VRS).
Hasil analisis yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata efisiensi teknis petani kedelai di Desa Mlorah adalah sebesar 0,801 atau belum mencapai tingkat efisiensi penuh. Adapun jumlah petani yang sudah efisien sebanyak 17 petani dan yang belum mencapai tingkat efisiensi penuh sebanyak 36 petani. Faktor-faktor sosial ekonomi yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi teknis adalah tingkat pendidikan, pengalaman usahatani dan frekuensi penyuluhan. Sedangkan umur petani dan status kepemilikan lahan tidak berpengaruh signifikan
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terung (Solanum melongena L.) terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Kulit Pisang
Terung adalah tanaman sayuran yang ditanam untuk dimanfaatkan buahnya. Terung menjadi salah satu bahan pangan yang mudah dan murah harganya, terung juga mengandung banyak manfaat bagi kesehatan karena dapat menurunkan kolesterol darah, serta mengandung zat anti kanker. Komoditas sayuran dan buah memang diarahkan untuk menggairahkan pasar dalam negeri, tetapi pasar tentu saja memerlukan persediaan barang yang diperlukan, baik secara kuantitas maupun kualitas tertentu, untuk itu diperlukan sebuah pola pembudidayaan yang baik dan benar, agar persediaan barang tersebut memenuhi cakrawala harapan banyak pihak terkait, baik petani, tengkulak, pedagang, grosir,hingga konsumen pada umumnya.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan metode pemupukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam budidaya tanaman terung. Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan menurunnya kualitas tanah. Oleh karena itu, pupuk organik cair menjadi alternatif yang menarik karena dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman sekaligus memperbaiki struktur tanah. Kulit pisang merupakan salah satu bahan organik yang melimpah dan memiliki potensi kandungan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman terung. Penggunaan pupuk organik kulit pisang, terutama dalam bentuk cair, memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC kulit pisang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu POC kulit pisang dengan lima taraf K0 : Kontrol, K1 : 2 ml/l air setaradengan 1 l/1000 m², K2 : 3 ml/l air setara dengan 1,5 l/1000 m², K3 : 4 ml/l air setara dengan 2 l/1000 m², K4 : 5 ml/l air setara dengan 2,5 l/1000 m². Parameter pertumbuhan yang diukur adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun dan jumlah bunga sedangkan untuk parameter hasilnya meliputi bobot ton/ha, diameter batang, panjang buah, dan jumlah buah.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan respon pada masing masing umur pengamatan 14, 30, dan 60 HST. Terjadinya perbedaan respon disebabkan oleh ketersediaan nutrisi di tahap awal. Walaupun ada perbedaan respon parameter pertumbuhan dan hasil mulai dari tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, diameter batang dan jumlah bunga juga memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan terung. Perlakuan dengan konsentrasi pupuk organik kulit pisang tertinggi yaitu K4 : 5 ml/ l air atau setara dengan 2,5 1/1000 m2cenderung memberikan hasil yang lebih baik dibanding dengan perlakuan lainnya
Sikap Kesadaran Lingkungan dan Pengetahuan Guru Terhadap Pengelohan Sampah Oragnik Berbasis Eco-Enzyme (Pemberdayaan Sekolah Mendukung Program Adiwiyata Menuju Skeolah Hijau Berkelanjutan)
Kota malang sebagai salah satu kota besar di Jawa Timur, mengahadapi tantangan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, seperti halnya masalah limbah dan penggunaan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan. Dengan pertumbuhan populasi masyarakat, jumlah sampah organik juga terus mengalami peningkatan. Kesadaran akan pentingnya pengolahan sampah organik menjadi penting, terutama untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan dan mengoptimalkan potensi daur ulang. Upaya untuk mengatasi masalah lingkungan ini, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya bekerjasama dengan HPAI Kota Malang dalam menyukseskan Adiwiyata melalui Pemberdayaan Sekolah Mendukung Program Adiwiyata Menuju Sekolah Hijau Berkelanjutan. Salah satu pendekatan inovatif dan berpotensi dalam mendukung keberlanjutan lingkungan adalah penggunaan eco-enzyme. Eco-enzyme dapat menjadi pilihan yang ramah lingkungan dan efektif dalam mengurai bahan organik tanpa meninggalkan residu berbahaya bagi lingkungan.
Hasil dari kegiatan pemberdayaan ini dapat dilihat dari tingkat pengetahuan masyarakat terkait pengolahan sampah organik dengan eco enzyme dan tingkat kesadaran lingkungan masyarakat. Pada aspek pengetahuan masyarakat, mengalami peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 7%. Berdasarkan hasil uji t yang telah dilakukan pada aspek pengetahuan masyarakat mendapatkan nilai sebesar 0,044 yang membuktikan bahwa dengan adanya pemberdayaan berupa sosialisasi dan pelatihan terkait eco enzyme memberi dampak yang signifikam terhadap pengetahuan masyarakat terkait eco enzyme. Kemudian pada aspek sikap kesadaran lingkungan masyarakat mengalami peningkatan sebesar 14,65%. Berdasarkan hasil uji t pada aspek sikap kesadaran lingkungan mendapatkan nilai sebesar 0,043. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan ini memberikan pengaruh yang sinifikan terhadap sikap kesadaran lingkungan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan sekolah mendapatkan respon yang positif dari masyrakat. Kegiatan pemberdayaan sekolah dapat menigkatakan keterampilan atau skill peserta pemeberdayaan dengan adanya pelatihan dan praktik langsung yang dilakukan peseta dengan pembuatan eco enzym