University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Biji Labu Kuning (Cucurbita pepo L.) terhadap Ekspresi Reseptor Estrogen Beta dan Jumlah Epitel Endometrium Pada Tikus Model Hipoestrogen dengan DMPA,

    No full text
    Hipoestrogen adalah kondisi rendahnya kadar hormon estrogen yang banyak ditemukan pada akseptor kontrasepsi hormonal seperti Depot-Medroxyrogesterone Acetate (DMPA). DMPA mengandung progesteron sintetis yang dapat menekan produksi estrogen sehingga menyebabkan turunnya ekspresi estrogen reseptor dan perubahan pada endometrium. Pada penggunaan jangka Panjang DMPA dapat menyebabkan gangguan menstruasi, amenorea dan lamanya kembali kesuburan. Pengobatan untuk meningkatkan pemulihan pengembalian kesuburan saat ini melibatkan penggunaan Hormone Replacement Therapy (HRT) dengan estrogen sintetik, suplemen asam amino, dan vitamin sebagai antioksidan. HRT telah terbukti secara luas meningkatkan pemulihan kesuburan dengan memperbaiki sel endometrium, termasuk sel epitel dan stroma. Namun, penggunaan jangka panjang HRT meningkatkan risiko kanker payudara, endometrium, dan ovarium. Oleh karena itu, alternatif seperti fitoestrogen sedang dipertimbangkan sebagai pilihan yang lebih aman dalam mengembalikan kesuburan tanpa risiko yang sama. Fitoestrogen merupakan senyawa kimia yang memiliki struktur dan mekanisme kerja yang menyerupai estrogen. Biji labu kuning adalah tanaman yang mengandung fitoestrogen. Senyawa utama yang diidentifikasi dalam biji labu kuning adalah secoisolariciresinol (SDG) yang merupakan senyawa lignan. ERβ merupakan salah satu reseptor estrogen yang memiliki kemampuan berikatan dengan fitoestrogen lebih kuat dibanding reseptor lainnya. Lignan dalam biji labu kuning mampu berikatan dengan ERβ dalam menginduksi proliferasi sel sehingga mampu memberikan efek estrogenik dalam kasus hipoestrogen. Ikatan antara ERβ dan fitoestrogen mampu merangsang proliferasi sel epitel pada endometrium. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak etanol biji labu kuning (Cucurbita pepo L.) terhadap ekspresi ERβ dan jumlah epitel endometrium pada tikus wistar model hipoestrogen dengan DMPA. Penelitian ini merupakan penelitian true-eksperimental menggunakan 25 ekor tikus wistar yang dibagi dalam 5 kelompok sampel yaitu kelompok kontrol negatif (tanpa dipapar DMPA dan tanpa ekstrak biji labu kuning), kelompok kontrol positif (DMPA dengan dosis 2,7 mg), perlakuan 1 (dipapar DMPA dengan dosis 2,7 mg dan ekstrak biji labu kuning dosis 50 mg/200 g BB), perlakuan 2 (dipapar DMPA dengan dosis 2,7 mg dan ekstrak biji labu kuning dosis 100 mg/200 g BB), perlakuan 3 (dipapar DMPA dengan dosis 2,7 mg dan ekstrak biji labu kuning dosis 200 mg/200 gBB). Pada penelitian ini dilakukan swab vagina sebanyak 3 kali yaitu sebelum pemberian paparan DMPA untuk menentukan fase estrus, setelah pemberian paparan DMPA untuk penilaian klinis kondisi hipoestrogen dan sebelum pembedahan untuk menentukan fase proestrus. Sementara dilakukan pemeriksaan kadar estrogen dengan metode ELISA untuk menentukan model hipoestrogen. Setelah pembedahan dilakukan pemeriksaan ekspresi ERβ dengan menghitung jumlah sel yang mengekspresikan ERβ melalui pemeriksaan Imunohistokimia pada sel epitel permukaan endometrium yang dilihat menggunakan mikroskop Raxvision b550 dengan kamera panasonic G9 dengan pembesaran 400x pada 5 lapang pandang. Selanjutnya dilakukan penghitungan jumlah epitel endometrium dengan menghitung jumlah epitel permukaan pada endometrium yang dipotong secara transversal kemudian dibuat slide histopatologi dan dilakukan pewarnaan Hematoxylin eosin dengan menggunakan miksroskop dotSlide Olympus CX23 dengan pembesaran 400x pada 5 lapang pandang. Ekstrak etanol biji labu kuning (Cucurbita pepo L.) meningkatkan ekspresi ERβ dan jumlah epitel endometrium pada tikus model hipoestrogen secara signifikan (pvii value 0.000). Hasil uji Tukey HSD menunjukkan bahwa nilai rerata ekspresi ERβ dan sel epitel endometrium pada kelompok P3 lebih tinggi secara bermakna dibandingkan kelompok KP (p value < 0.05) pada dosis 200mg/kg/BB. Melalui Uji Pearson didapatkan korelasi yang kuat dan searah antara dosis ekstrak etanol biji labu kuning (Cucurbita pepo L.) dengan ekspresi ERβ (r = 0.775) serta antara dosis ekstrak etanol biji labu kuning (Cucurbita pepo L) dengan jumlah epitel endometrium (r = 0.916). Hasil peneliltian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji labu kuning mampu mengurangi gejala yang ditimbulkan akibat hipoestrogen melalui peningkatan ekspresi ERβ dan jumlah epitel endometrium pada tikus wistar model hipoestrogen dengan DMPA

    “Analisis Pengaruh Product, Price, Place, dan Promotion Terhadap Minat Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Yoghurt Cimory Di Kota Malang

    No full text
    Gaya hidup sehat saat ini sudah menjadi trend di masyarakat Indonesia. Perubahan dan perkembangan masyarakat pada gaya hidup sehat menghasilkan produk-produk fungsional dibidang pangan yang mendukung kesehatan. Permintaan akan produk healthy food yang meningkat menyebakan banyak perusahaan yang memproduksi produk sejenis. Persaingan kompetitif menyebabkan perusahaan harus dapat mengatur strategi pemasaran. Strategi pemasaran yang ditentukan perusahaan harus berorientasi pada jangka panjang. Konsumen sebelum memutuskan untuk membeli mempertimbangkan infomasi mengenai produk yang akan dibeli. Minat konsumen mempengaruhi keputusan untuk membeli produk. Konsumen memiliki minat pada produk yang memiliki nilai kualitas tinggi, memiliki berbagai macam pilihan, dan memiliki desain kemasan yang menarik. Selanjutnya dari segi harga, produk yang memiliki harga terjangkau, mampu bersaing, harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas dan manfaat akan meningkatkan minat konsumen. Perusahaan yang intens melakukan promosi akan membuat branding yang baik dan meningkatkan minat konsumen. Produk yang mudah ditemukan serta lingkungan strategis akan meningkatkan minat konsumen. Yoghurt Cimory memiliki berbagai varian jenis, ukura, dan rasa. Yoghurt Cimory dari segi harga dapat dijangkau oleh semua kalangan dan memiliki branding yang baik dengan aktif melakukan promosi salahsatunya melalui sosial media maupun event tertentu. Produk Cimory juga tersedia di seluruh minimarket terdekat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskipti dan kuantitatif. Responden pada penelitian ini yaitu konsumen yoghurt Cimory yang pernah mengonsumsi produk dengan jumlah 166 responden yang ditentukan dengan pendekatan Cohen. Teknik pengambilan sampel dengan non-probability sampling yaitu dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuisioner dengan mengisi googleform Selanjutnya, data yang telah didapatkan diolah dengan teknik SEM-PLS menggunakan alat analisis WarpPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk secara langsung mempengaruhi minat konsumen dan secara tidak langsung mempengaruhi keputusan pembelian. Konsumen setuju bahwa Cimory memiliki tekstur yang lembut, memiliki rasa yang khas, fresh, dapat menambah nutrisi, aman karena ada sertifikasi BPOM, memiliki desain yang menarik dan informatif, serta memiliki variasi rasa dan ukuran kemasan. Melalui penelitian dapat diketahui bahwa harga mempengaruhi minat konsumen secara langsung dan secara tidak langsung mempengaruhi keputusan pembelian. Konsumen setuju bahwa yoghurt Cimory memliki harga yang terjangkau, memiliki daya saing, harga sesuai dengan kualitas dan manfaat. Promosi memiliki pengaruh langsung terhadap minat konsumen dan secara tidak langsung terhadap keputusan pembelian. Konsumen merasa isi konten Cimory menarik, lengkap, informatif, dengan media yang sesuai. Lokasi memiliki pengaruh yang positif tetapi tidak signifikan terhadap minat konsumen namun secara tidak langsung mempengaruhi keputusan pembelian. Lokasi untuk memasarkan produk dapat dijangkau oleh semua kalangan dan berada pada lingkungan yang strategis. Minat konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dan dapat menjadi variabel mediasi antara produk, harga, lokasi, dan promosi terhadap variabel keputusan pembelian

    Mitigasi Risiko Pada Rantai Pasok Berkelanjutan Komoditas Tembakau Di Ud Sari Makmur.

    No full text
    Indonesia merupakan negara agraris yang dimana sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Di Indonesia sangat banyak perkebunan tembakau. Namun tembakau hanya dapat ditanam pada saatmusim kemarau dan tidak dapat ditanam pada saat musim penghujan. Oleh karena itu para pelaku bisnis tembakau harus bisa mempertahankan rantai pasoknya. Penelitian ini di lakukan di UD Sari Makmur Kabupaten Bojonegoro dengan responden petani, pengepul dan UD Sari Makmur. Penelitian ini dilatar belakangi oleh oleh rantai pasok tembakau yang tidak menentu.Hal ini membuat para pebisnis tembakau mengalami ketidak pastian stok tembakau di setiap waktu. Upaya menyelamatkan rantai pasok tembakau sangat dibutuhkan, karena dengan Upaya ini para pebisnis tembakau bisa memenuhi permintaan. Dalam Upaya ini, tentunya para pebisnis tembakau harus bisa menemukan cara yang efektif agar dapat menjaga pasokan tembakau yang telah didapatkan agar bisa memenuhi kebutuhan para mitranya. Para pebisnis harus bisa menimbun tembakau dengan baik dan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjaga kualitas timbunan tembakau, para pebisinis harus memperhatikan bagaimana kondisi tembakau yang ditimbun. Hal ini dilakukan untuk menjaga stok tembakau yang dimiliki agar dapat diterima oleh para mitra. Hasil penelitian, ada empat risiko yang ditemui oleh masing – masing pelaku bisnis dalam menjaga stok tembakau agar dapat diterima oleh mitra pada saat kapanpun, meskipun tidak sedang dalam musim tembakau. Risiko paling tinggi yang di alami oleh UD Sari Makmur yaitu risiko kerusakan / cacat produk akhir dengan nilai 8,565. Risiko yang di alami oleh pengepul yaitu ketidaktentuan iklim selama proses penanaman dengan nilai 6,663. Kemudian risiko tertinggi yang di alami oleh petani adalah risiko fluktuasi harga tembakau pada saat panen dengan nilai sebesar 9,861

    Analisis Minat Nasabah Dalam Penerapan Fitur Paylater BCA di BCA KCU Madiun

    No full text
    Kemajuan teknologi saat ini telah memberikan dampak yang besar dalam kehidupan bermasyarakat. Dampak tersebut dapat dirasakan dalam berbagai akses kehidupan, tidak terkecuali dalam sektor keuangan atau finansial. Dengan berbagai tuntutan kebutuhan, masyarakat akan mengambil beberapa cara yang disediakan oleh teknologi yang semakin maju seperti saat ini. Dalam hal ini, teknologi finansial akan semakin dimanfaatkan oleh masyarakat. Dengan adanya financial technology (fintech) akan semakin mempermudah masyarakat. Fintech mampu menciptakan metode beli dulu bayar nanti atau buy now pay later atau yang sering dikenal dengan istilah paylater. Perkembangan fintech yang semakin pesat membuat banyaknya inovasi mengenai paylater yang semakin marak berkembang di Indonesia. Dengan kemudahaan yang disediakan oleh paylater akan membuat masyarakat minat dalam menggunakannya. Perusahaan keuangan semakin gencar untuk menarik minat pelanggan mulai dari e-commerce ataupun perusahaan perbankan. Berbagai metode atau cara dilakukan perusahaan dalam menarik minat tersebut agar masyarakat dapat menggunakan paylater yang telah dibuat oleh suatu perusahaan

    Rancang Bangun Sistem Iot Untuk Monitoring Suhu Dan Pengendalian Kelembaban Dua Laboratorium Kalibrasi Pt Pal Indonesia Berbasis Esp32

    No full text
    Sistem monitoring suhu dan pengendalian kelembaban menjadi aspek kritis dalam menjaga kualitas lingkungan laboratorium kalibrasi. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem tersebut untuk dua laboratorium kalibrasi di PT PAL Indonesia. Sistem menggunakan ESP32 sebagai platform pengendali, dengan pengembangan dilakukan menggunakan bahasa pemrograman C++ yang cocok untuk aplikasi Internet of Things (IoT). Metodologi pengembangan sistem terdiri dari empat langkah utama: pertama, pengembangan perangkat keras dengan menghubungkan ESP32 dengan sensor suhu dan kelembaban DHT22; kedua, pemrograman perangkat menggunakan C++ untuk membaca data sensor dan mengontrol perangkat pengendali kelembaban; ketiga, pengaturan koneksi internet untuk mengirimkan data ke server; dan keempat, pengembangan antarmuka web untuk memantau dan menganalisis data. Sistem ini dapat mengukur suhu dan kelembaban di setiap laboratorium secara real-time dan secara otomatis mengendalikan perangkat untuk menjaga kelembaban dalam kisaran yang diinginkan. Data yang dikumpulkan dari sensor dikirimkan ke server web untuk visualisasi dan analisis lebih lanjut. Antarmuka web yang dikembangkan memungkinkan pengguna untuk melihat grafik suhu dan kelembaban laboratorium secara langsung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berhasil memantau suhu dan kelembaban dengan akurat, serta mampu mengendalikan kelembaban sesuai dengan target yang ditetapkan. Ini menghasilkan lingkungan laboratorium yang stabil dan sesuai dengan standar kalibrasi yang diperlukan oleh PT PAL Indonesia

    Analisis Pengaruh Omnichannel Marketing Maturity terhadap Brand Choice Intention melalui Customer Perceived Value Produk Olahan Jambu Kristal CV Bumiaji Sejahtera

    No full text
    CV Bumiaji Sejahtera adalah salah satu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berfokus dalam bidang industri agrikultur. Produk utamanya adalah buah jambu kristal. Selayaknya produk organik lain, jambu kristal terbagi ke dalam grade yang mengukur tingkat kualitasnya. Untuk meminimalisir kerugian akibat waste jambu kristal grade C, perusahaan berinisiatif memproduksi produk turunan berupa olahan jambu kristal yaitu rujak jambu kristal, keripik jambu kristal, dan puff pastry selai jambu kristal. Produk olahan ini dipasarkan melalui saluran pemasaran online dan offline. Namun di tengah berkembangnya teknologi dan permintaan terhadap UMKM go digital, penjualan produk olahan jambu kristal ini tidak mengalami perkembangan signifikan di saluran online. Hal ini menunjukkan kinerja multichannel marketing yang dimiliki CV Bumiaji Sejahtera belum maksimal. Lemahnya kinerja saluran pemasaran ini disebabkan oleh penerapan omnichannel marketing yang belum matang dan ketidakpahaman perusahaan akan perilaku pelanggan serta intensi mereka dalam memilih sebuah merek untuk dikonsumsi. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi faktor-faktor yang membentuk omnichannel maturity di saluran pemasaran produk olahan jambu kristal CV Bumiaji Sejahtera menggunakan omichannel maturity framework yang terdiri dari 6 dimensi makro yaitu omnichannel models, store, mobile app, data integration, back-end digital technologies, dan operations yang kemudian dinilai oleh pihak perusahaan melalui 64 item pengukuran. Selanjutnnya, dilakukan identifikasi faktor-faktor yang membentuk customer perceived value saluran pemasaran sebagai variabel yang diduga memediasi omnichannel maturity dan brand choice. Pengukurannya dilakukan dengan kuesioner pelanggan yang terdiri dari faktor perceived benefits dan perceived sacrifices. Setelah itu, diteliti pula brand choice intention pelanggan melalui kuesioner pelanggan. Terakhir, dilakukan analisis pengaruh omnichannel maturity terhadap brand choice intention melalui customer perceived value menggunakan metode analisis PLS-SEM (Partial Least Square - Structural Equation Modeling) sebagai dasar dalam mengevaluasi penerapan omnichannel marketing di CV Bumiaji Sejahtera. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan dari omnichannel maturity terhadap brand choice intention baik secara langsung maupun tidak langsung melalui customer perceived value. Pengaruh langsung ini dapat dilihat dari nilai path coefficient variabel OMA ke variabel BCI adalah sebesar 0,001 dengan p-value 0,641 > 0,05. Sementara pengaruh tidak langsung antara variabel OMA ke variabel BCI melalui CPV dilihat dari nilai F square yang hanya sebesar 0,012 menunjukkan pengaruh yang rendah. Namun, dapat diketahui dari nilai path coefficient variabel CPV ke variabel BCI sebesar 0,653 dengan nilai p-value 0,000 < 0,05 bahwa terdapat pengaruh positif signifikan dari customer perceived value terhadap brand choice intention. Dari hasil analisis tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kematangan omnichannel tidak signifikan memengaruhi intensi pelanggan dalam pemilihan merek CV Bumiaji Sejahtera. Namun, intensi pemilihan merek erat kaitannya dengan nilai yang dirasakan pelanggan terhadap saluran pemasaran yang disediakan. Dalam hal ini, pelanggan sangat mempertimbangkan nilai keuntungan yang mereka rasakan ketika menggunakan saluran pemasaran yang tersedia ditunjukkan dengan path coefficient faktor perceived benefits kepada variabel CPV sebesar 0,956 dengan p-value 0,00 < 0,05 yang menggambarkan pengaruh positif dan signifikan. Oleh karena itu, evaluasi xv peningkatan intensi pemilihan merek dapat dilakukan dengan meningkatkan indikatorindikator perceived benefits yang terdiri dari channel benefits; emotional beneftis; dan social beneftis. Sementara evaluasi omnichannel marketing di CV Bumiaji Sejahtera dapat ditindaklanjuti dengan mengevaluasi dari tiap faktor yang membentuknya yaitu omnichannel models, store, mobile app, back-end digital technologies, data integration, serta operations karena berdasarkan path coefficient dan nilai p-value faktor-faktor tersebut menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap omnichannel maturity perusahaan. Pengaruh terbesar diberikan oleh faktor data integration sebesar 0,366 dan pengaruh terkecil diberikan oleh omnichannel models sebesar 0,138. Selain itu, hasil penelitian ini memberikan gambaran untuk evaluasi penerapan omnichannel marketing CV Bumiaji Sejahtera kedepannya dapat ditinjau lebih luas melalui variabel omnichannel lainnya

    Model Vector Autoregressive (Var) Untuk Pemodelan Harga Komoditas Bahan Pokok Cabai Rawit Merah Dan Bawang Merah Di Jawa Timur

    No full text
    Model Vector Autoregressive (VAR) adalah bentuk model regresi yang beroperasi dengan menggunakan data deret waktu yang pertama kali diperkenalkan oleh Sims (1980), sebagai perluasan dari gagasan yang diperkenalkan oleh Granger (1969). Bahan pokok adalah kebutuhan mendasar bagi seluruh masyarakat, sehingga stabilitas harga bahan pokok menjadi harapan masyarakat, termasuk harga cabai rawit merah dan bawang merah. Kedua bahan pokok tersebut memiliki hubungan yang erat dan penting bagi masyarakat Indonesia, terutama di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model VAR pada data deret waktu harga cabai rawit merah dan harga bawang merah di Jawa Timur dari tanggal 1 April 2020 hingga 10 Agustus 2023, serta melakukan peramalan dari model VAR. Penentuan identifikasi orde p dilakukan menggunakan AIC (Akaike Information Criterion). Metode estimasi parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Ordinary Least Square (OLS). Selanjutnya, untuk melihat efek kejutan (shocks) dari variabel inovasi terhadap variabel endogen dalam model, digunakan Impulse Response Function (IRF). Berdasarkan hasil analisis, didapatkan model VAR (8), di mana model tersebut menunjukkan karakteristik white noise namun sisaan tidak berdistribusi normal multivariat. Sehingga hasil model VAR (8) menunjukkan nilai MAPE sebesar 54,012% dan 62,068%, sehingga disimpulkan bahwa model VAR (8) memiliki kemampuan kurang baik dalan memprediksi harga cabai rawit merah dan harga bawang merah

    nalisis Beban Kerja Menggunakan Metode Full Time Equivalent (FTE) Pada Proses Laundry

    No full text
    Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pembersihan pakaian dengan salah satu jenis layananya adalah cuci pakaian kiloan. Penelitian ini dilakukan pada seluruh pekerja pada Solusi Laundry Cabang Ratna. Pada rentang Oktober 2023 – Mei 2024, Solusi Laundry Cabang Ratna memiliki masalah dengan beban kerja dalam konteks jam kerja dan pekerjaan yang tidak rata. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Tingkat beban kerja menggunakan FTE, menentukan jumlah pekerja sesuai dengan indeks FTE, dan menentukan target pekerjaan yang sesuai pada perusahaan. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan didapatkan bahwa pada seluruh pekerja mengalami beban kerja overload berdasarkan indeks Full Time Equivalent (FTE). Berdasarkan analisis yang dilakukan pada data waktu kegiatan didapatkan proses yang memiliki beban kerja tinggi pada proses produksi adalah pada pekerjaan setrika dan cuci manual. Beban kerja yang dialami oleh setiap pekerja juga tidak rata pada proses pekerjaan tersebut. Sehingga, dilakukan penambahan pekerja bantuan tambahan hanya untuk proses kerja setrika dan cuci manual. Setelah dilakukan penambahan pekerja bantuan dan pemerataan beban kerja nilai indeks FTE dari seluruh pekerja menjadi normal. Dilakukan pengambilan waktu standar dari proses cuci kiloan untuk melakukan pemerataan beban kerja, waktu standar digunakan untuk menentukan target penyelesaian pekerjaan setrika setiap pekerja dimana target yang ditentukan adalah 30 Kilogram. Jumlah target yang diberikan sesuai dengan permintaan yang dilayani oleh perusahaan dan kapasitas mesin cuci dan pengering perusahaan

    Analisis Komparatif Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 pada PT X

    No full text
    Peraturan Pemerintah nomor 58 tahun 2023 tentang Tarif pemotongan pajak penghasilan pasal 21 sehubungan dengan pekerjaan, Jasa, atau pekerjaan bebas bagi Wajib Pajak Orang Pribadi merupakan bentuk penyesuaian tarif sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Dengan adanya peraturan ini diharapkan mempermudah dan menyederhanakan perhitungan pajak penghasilan pasal 21. penulis tertarik untuk menganalisis perbandingan antara peraturan terbaru dan peraturan sebelumnya dengan menggunakan pajak penghasilan pasal 21 dari PT X. Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan perbedaan antara PP Nomor 58 Tahun 2023 dengan UU Nomor 7 Tahun 2021 dan Pajak Penghasilan Pasal 21 dari PT X menggunakan UU Nomor 7 Tahun 2021 dan PP Nomor 58 Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, penggunaan metode ini dikarenakan penulis ingin menganalisa PP Nomor 58 Tahun 2023 dan UU Nomor 7 Thaun 2021 dengan menggunakan pajak penghasilan pasal 21 dari PT X. Pada PP Nomor 58 Tahun 2023 pajak yang dikenakan pada PT X pada masa januari, februari, dan april lebih kecil jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang menggunakan UU Nomor 7 Tahun 2021. Selain itu, PP Nomor 58 Tahun 2023 tarif yang digunakan sudah diatur berdasarkan penghasilan dan jumlah tanggungan dari Wajib Pajak, berbeda dengan UU Nomor 7 Tahun 2021 yang tarifnya diatur berdasarkan 5 tingkatan penghasilan. PP Nomor 58 Tahun 2023 mempermudah dalam perhitungan PPh pasal 21 dibandingkan dengan UU Nomor 7 Tahun 2021 dan Perhitungan yang dilakukan PT X telah sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu PER16/PJ/2016 dan PMK 168 Tahun 2023. PT X dapat mempertahankan dalam kewajiban pembayaran pajaknya dan dapat bekerjasama dengan Kantor Konsultan Pajak

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇