University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Analisis Lebar Retak Pelat Beton Bertulang Satu Arah dengan Variasi Rasio Tulangan Menggunakan Permodelan Numerik

    No full text
    Dengan maraknya pembangunan infrastruktur di Indonesia, para pelaku pembangunan konstruksi dituntut untuk memiliki cara kerja yang efektif dan efisien tanpa mengurangi kualitas. Salah satu caranya adalah dengan penggunaan beton pracetak yang kualitasnya terjamin dan hemat waktu dalam pemasangan. Contoh bagian infrastruktur yang memanfaatkan beton pracetak adalah pelat lantai kendaraan pada jembatan. Dalam perencanaan beton pracetak untuk pelat lantai jembatan, perlu diperhatikan jumlah dan mutu tulangan serta beban yang bekerja pada pelat tersebut untuk mencegah keretakan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai pengaruh rasio tulangan terhadap lebar retak pada pelat beton bertulang satu arah. Analisis dilakukan dengan software ABAQUS dengan memodelkan benda uji serta memasukkan mutu material sesuai pengujian di laboratorium. Variasi rasio tulangan yang digunakan adalah 0,0235 ; 0,0201 ; 0,0168 dengan diameter tulangan 16 mm. Baja tulangan yang digunakan memiliki tegangan leleh (fy) 396 MPa dan tegangan ultimit (fu) 617 MPa. Mutu beton yang digunakan sebesar 20 MPa. Hasil analisis ABAQUS selanjutnya divalidasi dengan hasil perhitungan SNI 03-2847-2002 dan hasil eksperimen laboratorium. Berdasarkan hasil analisis ABAQUS, perhitungan SNI, dan eksperimen, terdapat pengaruh variasi rasio tulangan terhadap lebar retak pelat beton bertulang satu arah, dimana semakin besar rasio tulangan maka lebar retak akan semakin kecil. Pada rasio tulangan (ρ) 0,0126, lebar retak (w) analisis ABAQUS dan perhitungan SNI menunjukkan nilai yang sama. Pada ρ < 0,0126, nilai lebar retak ABAQUS lebih kecil dibandingkan lebar retak SNI, sedangkan pada ρ > 0,0126, nilai lebar retak ABAQUS lebih besar dibandingkan lebar retak SNI. Nilai lebar retak hasil eksperimen lebih besar dibandingkan hasil analisis ABAQUS dengan perbandingan wEks = (1,82-2,49) wAba

    Perancangan Desain Ui/Ux Aplikasi Nexzu Group Berbasis Mobile dengan Metode User Centered Design

    No full text
    Perkembangan teknologi informasi banyak memberikan keuntungan kemudahan dalam akses terhadap informasi di era digital. Salah satunya dalam penjualan yang menggunakan aplikasi mobile. Dengan pertumbuhan teknologi informasi penggunaan perangkat mobile, Nexzu Beauty berupaya untuk mengembangkan aplikasi mobile yang dapat memberikan pengalaman belanja yang lebih baik kepada pelanggannya. Untuk mencapai tujuan ini dalam merancang antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) aplikasi mobile Nexzu Beauty. Dalam metode yang digunakan dalam perancangan ini yaitu user centered design (UCD) yaitu memfokuskan kepada pengguna untuk mendapatkan yang maksimal sesuai kebutuhan pengguna. Dengan teknik pengambilan data secara wawancara dan observasi di Nexzu Beauty, penulis mendapatkan beberapa permasalahan dan hambatan yang dialami. Penulis mengumpulkan seluruh kebutuhan pengguna yang akan diterapkan pada desain aplikasi yang akan dibuat. Pengujian rancangan ini dilakukan menggunakan cara system usability scale (SUS) untuk mendapatkan hasil dan kepuasan pengguna dengan maksimal

    Verifikasi Dosis Titik Rencana Perawatan Radioterapi Kanker Payudara Teknik Imrt Menggunakan Detektor Ruang Ionisasi

    No full text
    Perencanaan IMRT kanker payudara merupakan perencanaan kompleks yang melibatkan segmentasi lapangan radiasi lebih banyak untuk menghasilkan intensitas radiasi yang berbeda. Hal ini memerlukan PSQA untuk memastikan kualitas perencanaan dari perawatan IMRT, salah satunya melalui sistem verifikasi dosis titik. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi hasil verifikasi dosis titik isocenter rencana IMRT pada kanker payudara kiri post-mastectomy dan mengetahui efek pergeseran isocenter terhadap distribusi dosis melalui uji kesalahan. Kelima perencanaan IMRT kanker payudara kiri menghasilkan selisih dosis masing-masing sebesar 4,99%; 3,54%; -0,14%; 11,07%; dan 1,52%. Verifikasi dosis titik pada 4 dari kelima perencanaan IMRT telah dinyatakan lulus verifikasi, 1 diantaranya mengalami ketidaklulusan verifikasi. Besarnya selisih dosis dihasilkan karena pengukuran dosis titik isocenter dilakukan pada wilayah dosis bergradien tinggi terutama di wilayah penumbra. Hal ini menyebabkan terjadinya respon detektor yang kurang baik akibat efek rata-rata volumetrik dan faktor gangguan fluensi dari berkas radiasi. Ketidaklulusan verifikasi dapat diatasi dengan membuat ulang perencanaan IMRT dan menempatkan posisi isocenter pada daerah dosis tinggi dan bergradien rendah atau dosis homogen. Pergeseran isocenter pada 2 pasien menujukkan bahwa terdapat variasi perbedaan selisih dosis. Penyimpangan selisih dosis pasien 3 lebih besar dibandingkan dengan pasien 1. Hal ini disebabkan oleh posisi titik isocenter perencanaan pasien 3 yang berada di wilayah dosis rendah dekat dengan gradien tinggi

    Evaluasi Performansi dan Analisa Ekonomi Pada Produksi Tepung Maggot (Hermetia illucens) dan Kompos Maggot

    No full text
    Jumlah sampah organik yang dihasilkan oleh masyarakat memiliki porsi yang besar dalam timbulan sampah. Sampah organik yang tidak diolah akan mengakibatkan pencemaran lingkungan dan dapat menimbulkan bau busuk. 80% dari sampah organik yang dihasilkan di kota Malang adalah berupa sampah makanan. Konsep biokonversi menjadi salah satu opsi dalam pengelolaan sampah yang didefinisikan sebagai proses yang melibatkan mikroorganisme atau larva untuk melakukan konversi terhadap sampah organik. Salah satu agen biokonversi yang umum digunakan untuk mengurai sampah organik adalah maggot atau larva dari lalat Black Soldier Fly. Selain berperan sebagai agen biokonversi, maggot memiliki banyak manfaat dan masih memiliki nilai ekonomi. Maggot fresh dapat digunakan secara langsung sebagai pakan ternak, maggot kering dan tepung maggot dapat digunakan sebagai pakan ikan tinggi nutrisi, residu dari maggot berupa kasgot (bekas maggot) dapat digunakan sebagai biofertilizer. Dalam penelitian ini dilakukan analisa terkait biaya yang dibutuhkan dan juga kelayakan terhadap usaha produksi tepung maggot yang akan dijalankan. Analisis tersebut diperlukan untuk mengetahui bagaimana kelayakan dari usaha maggot yang dijalankan. Untuk menganalisa kelayakan dari sisi ekonomi terhadap usaha produksi tepung maggot, penelitian ini menggunakan metode Break Event Point, Internal Rate of Return, Payback Period, Net R/C Ratio, dan Net present Value. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan nilai BEP yaitu 2.627,7 kg dalam unit dan Rp50.916.973 dalam Rupiah. Hasil perhitungan Internal Rate of Return (IRR) pada penelitian didapatkan nilai 40%. Payback Period dalam penelitian ini yaitu 1 tahun lebih 9,8 bulan dan Nilai Net R/C Ratio yaitu 1,4. Hasil perhitungan Net Present Value didapatkan nilai positif (+), sehingga usaha produksi tepung maggot layak untuk dijalanka

    Penanganan Pyometra Dengan Tindakan Bedah Ovariohisterectomy Pada Kucing Betina Di Klinik Soulmate Vet Semarang Periode 19 Februari – 08 Maret 2024

    No full text
    Pyometra adalah penyakit yang menyerang sistem reproduksi hewan betina yang dapat menyebabkan infeksi dan akumulasi nanah (pus) pada dinding uterus. Pada hewan kesayangan ada dua jenis pyometra, yaitu pyometra serviks tertutup dan pyometra serviks terbuka. Seekor kucing lokal betina, berusia satu tahun, dengan bobot badan 2,9 kg, berwana calico, datang ke klinik dengan keluhan sering menjilati leleran yang keluar dari saluran reproduksinya berwarna putih selama 2 minggu. Dilakukan pemeriksaan tes hematologi dan USG dilakukan untuk menegakkan diagnosis. Hasil pemeriksaan tes hematologi menunjukkan peningkatan sel darah putih dan neutrofil. Hasil pemeriksaan USG ditemukan pembesaran pada uterus dengan gambaran anechoic menandakan adanya penumpukan cairan. Dari hasil pemeriksaan USG dan tes hematologi, kucing didiagnosis mengalami pyometra dengan serviks terbuka dengan prognosis fausta. Penanganan dilakukan dengan ovariohisterectomy (OH) yaitu pengangkatan organ uterus dan ovarium. Pascaoperasi kucing diberikan antibiotik cefotaxime 25 mg/kg BB IM, dilanjutkan dengan pemberian hemostop 0,05 ml/kg BB dengan IM. Kucing juga diberikan bioplacenton dengan dioleskan tipis secukupnya pada area luka jahitan. Kucing menunjukkan nafsu makan yang normal, luka operasi yang telah mengering

    Biosynthesis Nanopartikel Perak dengan Ekstrak Air Tanaman Anting-Anting Termodifikasi Kitosan serta Uji Aktivitasnya sebagai Antikanker pada Sel Kanker Payudara T47D

    No full text
    Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang paling umum dan kedua paling mematikan. AgNPs menawarkan solusi dengan mekanisme antikanker berdasarkan luas permukaan nanopartikel. Pada penelitian ini dilakukan sintesis AgNPs menggunakan ekstrak tanaman anting-anting dengan variasi perbandingan ekstrak:AgNO3 sebesar 1:9, 2:9, 3:9 untuk mengetahui perbedaan ukuran partikel. Dilakukan pelapisan AgNPs dengan kitosan (AgNPs-cs) untuk meningkatkan stabilitas dan aktivitas antikanker dengan variasi konsentrasi kitosan sebesar 1%, 1.5%, dan 2%. Dilakukan karakterisasi dengan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan panjang gelombang maksimum UV-Vis pada 450 nm yang menandakan AgNPs berhasil disintesis dengan masing-masing konsentrasi memiliki perbedaan absorbansi. Karakterisasi FTIR menunjukkan interaksi antara AgNPs dan kitosan yang terjadi melalui gugus NH2 + pada kitosan ditandai dengan berkurangnya intensitas serapan pada 1565 cm-1 . Uji PSA menunjukkan distribusi ukuran partikel optimum variasi konsentrasi ekstrak anting�anting yaitu sebesar 28.5 nm untuk variasi ekstrak:AgNO3 1:9 serta konsentrasi kitosan optimal yaitu 2% dengan potensial zeta sebesar 27,01 mV. Hasil uji antikanker dengan metode CCK8 terhadap kanker payudara T47D menggunakan variasi optimal AgNPs-Cs menghasilkan nilai IC50 sebesar 89,5 ppm. Hasil uji menunjukkan bahwa AgNPs-Cs menunjukkan aktivitas antikanker terhadap kanker payudara T47D

    Analisis Sentimen Dengan Metode Support Vector Machine Terhadap Lrt Jabodebek Pada Media Sosial Twitter

    No full text
    Analisis sentimen merupakan metode untuk memahami pendapat, perasaan, dan emosi yang diekspresikan oleh individu dalam suatu teks. Salah satu metode untuk mengklasifikasikan adalah Support Vector Machine (SVM). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sentimen masyarakat terhadap Light Rail Transit terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (LRT Jabodebek) serta mengevaluasi performa model SVM dengan berbagai kernel dalam mengklasifikasikan sentimen tersebut. Data yang diperoleh sebanyak 15.179 tweets berbahasa Indonesia dengan kata kunci "LRT Jabodetabek" dari 28 Agustus 2023 hingga 31 Maret 2024. Setelah preprocessing, data direduksi menjadi 13.592 tweets. Hasil analisis menggunakan program Python menunjukkan bahwa sebanyak 47% tweets mengungkapkan sentimen negatif, 37% sentimen positif, dan 16% sentimen netral. Model SVM dengan kernel linier dan RBF menunjukkan kinerja yang optimal dengan akurasi dan F-measure tertinggi, masing-masing mencapai 79% dan 77% untuk kernel linier, serta 78% dan 76% untuk kernel RBF. Di sisi lain, kernel polinomial dan sigmoid menunjukkan performa yang lebih rendah. Hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun terdapat beberapa isu atau kekhawatiran yang dirasakan oleh sebagian masyarakat, banyak pula yang melihat aspek positif atau manfaat dari adanya LRT Jabodebek, serta SVM dengan kernel linier dan RBF merupakan pendekatan yang paling tepat untuk mengklasifikasikan sentimen publik terhadap LRT Jabodebek

    3D-Connector Microfluidic Paper-Based Analytical Devices Berbasis Jarak Rambatan Untuk Deteksi Logam Cr (VI) pada Limbah Industri Elektroplating dengan Reagen 1,5-Diphenylcarbazide

    No full text
    Kromium merupakan salah satu logam berat yang dapat berbahaya bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat di dunia. Kromium terdiri dari kromium trivalen (Cr(III)) dan kromium heksavalen (Cr(VI)). Kromium trivalen tidak berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan, sedangkan kromium heksavalen dapat mempengaruhi sistem pernafasan, imunologi, hematologi, reproduksi, dan perkembangan. Sehingga akan sangat berbahaya jika limbah yang mengandung kromium heksavalen dibuang secara langsung ke lingkungan. Salah satu industri yang menghasilkan limbah kromium dengan konsentrasi yang tinggi yaitu industri elektroplating. Pada penelitian ini, dilakukan pengukuran kadar logam Cr (VI) pada limbah elektroplating dengan menggunakan 3D-Connector Microfluidic Paper-Based Analytical Devices (3D-µPADs). Hasil analisis menggunakan 3D-µPADs dapat diamati secara langsung dengan mata. Pada penelitian ini digunakan reagen 1,5-diphenylcarbazide dengan campuran anhidrida ftalat untuk membentuk kompleks Cr(III)-DPCO berwarna ungu kemerahan. Kondisi optimum deteksi logam Cr (VI) dalam limbah elektroplating yaitu pada volume DPC 8 µL, konsentrasi DPC 150 mM, PEG 5%, EDTA 0,1 M, dan waktu reaksi 9 menit. Validasi metode yang dilakukan meliputi uji linieritas, presisi, dan akurasi juga diperoleh hasil yang baik yaitu nilai koefisien determinasi (R 2 ) sebesar 0,9823, nilai %RSD sebesar 2,63%, dan %akurasi sebesar 94,93%. - 97,33%

    Dinamika Model Penularan Kanker Kulit dengan Radiasi Ultraviolet

    No full text
    Pada skripsi ini dibahas model penularan kanker kulit dengan radiasi sinar Ultraviolet (UV). Model tersebut terdiri dari tiga subpopulasi manusia, yaitu subpopulasi rentan terhadap kanker kulit (S), terinfeksi kanker kulit (I), dan sembuh dari kanker kulit (R) , serta paparan radiasi UV (U ). Analisis dinamik yang dilakukan pada model meliputi penentuan titik kesetimbangan dan angka reproduksi dasar, analisis kestabilan lokal titik kesetimbangan serta analisis sensitivitas parameter model. Terdapat dua kasus dalam model penularan kanker kulit dengan radiasi UV, yaitu kasus bebas UV pada saat U = 0 dan kasus terkena UV pada saat U = 0. Pada kasus pertama, berdasarkan hasil analisis dinamik menunjukkan bahwa terdapat dua titik kesetimbangan bebas UV yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit bebas UV (E1) yang eksis tanpa syarat dan titik kesetimbangan endemik bebas UV (E2) yang eksis apabila R 1 0 > 0. Kestabilan titik kesetimbangan E1 bersifat stabil asimtotik lokal apabila R 1 0 < 1 dan kestabilan titik kesetimbangan E2 bersifat stabil asimtotik lokal apabila R 1 0 > 1. Pada kasus kedua terdapat dua titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit (E3) yang eksis tanpa syarat dan titik kesetimbangan endemik (E ) yang eksis apabila memenuhi syarat tertentu. Kestabilan titik kesetimbangan E3 ∗ bersifat stabil asimtotik lokal apabila R bersifat stabil asimtotik lokal apabila memenuhi syarat tertentu. Parameter yang paling sensitif adalah laju transmisi dari S ke I dan laju kesembuhan. Hasil simulasi numerik yang dilakukan mendukung hasil analisis dinamik yang diperoleh

    Pengaruh Konsentrasi Zat Warna Dan Lama Penyinaran Terhadap Degradasi Metilen Biru Menggunakan Fotokatalis TiO2-Kurkumin/Zeolit

    No full text
    kumulasi zat warna metilen biru di lingkungan dapat membahayakan kesehatan manusia dan kelangsungan hidup biota perairan. Penghilangan metilen biru dapat dilakukan secara fotokatalitik dengan bantuan fotokatalis yang aktif dibawah cahaya. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh penambahan pemeka warna kurkumin dan pengemban zeolit, konsentrasi limbah zat warna, lama penyinaran (UV dan tampak), dan sumber penyinaran sinar matahari, UV, dan tampak terhadap degradasi metilen biru menggunakan fotokatalis TiO2Kurkumin/Zeolit. Karakterisasi fotokatalis menggunakan DRS UV-Vis, FTIR, dan XRD. Ekstraksi kurkumin dari bubuk kunyit dan pelarut etanol 96% menggunakan metode maserasi. Zeolit alam diaktivasi asam dengan HCl 0,4 M. Sintesis TiO2-Kurkumin melalui metode impregnasi basah. TiO2-Kurkumin diembankan pada zeolit teraktivasi dengan massa 0,8 g/g zeolit. Pengaruh penambahan kurkumin dan zeolit pada fotokatalis dilakukan tanpa penyinaran, sinar UV, dan sinar tampak selama dua jam. Konsentrasi zat warna yang digunakan yaitu 25, 50, 75, dan 100 mg.L dan lama penyinaran yaitu 1, 2, 3, dan 4 jam. Hasil karakterisasi DRS menunjukkan celah pita energi TiO2 murni 3,60 eV; TiO2-Kurkumin sebesar 2,30 eV dan 2,99 eV; dan TiO2Kurkumin/Zeolit sebesar 1,89 eV, 3,02 eV, dan 3,65 eV. Karakterisasi FTIR fotokatalis TiO2-Kurkumin/Zeolit diperoleh pita serapan pada panjang gelombang 410 cm -1 -1 menunjukkan vibrasi ulur Ti-O, 998 cm -1 menunjukkan kerangka Si(Al)-O-Si(Al), dan 3412 cm menunjukkan vibrasi ulur OH. Hasil identifikasi XRD menunjukkan TiO2 fase anatase dan zeolit klinoptilolit. Hasil penelitian menunjukkan penambahan kurkumin dan zeolit menyebabkan fotokatalis aktif di daerah tampak dan UV. Degradasi optimum pada konsentrasi 75 mg.L -1 , lama penyinaran UV dan tampak selama 3 jam, dan sumber sinar optimum pada penyinaran matahari sebesar 58,79%

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇