University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Analisis Polimorfisme Gen GH dengan Metode PCR-RFLP dan Asosiasinya dengan Sifat Pertumbuhan pada Ayam Sentul Arab dan Ayam Merawang Arab

    No full text
    Penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu diiringi dengan peningkatan produktivitas ternak melalui seleksi ataupun persilangan, dengan harapan mampu menggabungkan masing-masing keunggulan dari tetuanya untuk menghasilkan keturunan yang unggul. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji keragaman fenotipik dan genotipik pada ayam Sentul Arab dan ayam Merawang Arab. Materi yang digunakan adalah masing-masing 50 ekor ayam Sentul Arab dan ayam Merawang Arab pada umur 3 bulan. Metode yang digunakan adalah observasi dan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Penelitian dilakukan di Fakultas peternakan Universitas Jambi dan Laboratorium Bioteknologi Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Data ukuran tubuh dianalisis menggunakan korelasi Pearson, regresi linear berganda dan analisis komponen utama. Analisis data menggunakan software SPSS version 27. Hasil penelitian keragaman fenotipik menunjukkan nilai korelasi tertinggi pada ayam Sentul Arab adalah lingkar shank, sedangkan pada ayam Merawang Arab adalah panjang dada. Bobot badan dan ukuran tubuh ayam Sentul Arab maupun Merawang Arab memiliki koefisien regresi positif atau mempunyai hubungan yang positif. Analisis komponen utama menunjukkan nilai tertinggi pada PC1 ayam Sentul Arab adalah Panjang shank, sedangkan pada ayam Merawang Arab adalah Panjang dada. Hasil penelitian genotipik menunjukkan bahwa DNA yang diekstraksi memiliki kualitas yang baik, dikarenakan tidak terdapat kontaminasi dari protein, larutan fenol, maupun RNA. Pita DNA yang jelas dan terang, yang menandakan hasil uji kualitatif bernilai positif. Ayam Sentul Arab dan ayam Merawang Arab tidak menunjukkan adanya keragaman genetik atau memiliki sifat monomorfik dengan 100% memiliki genotype AA pada lokus GH-HaeIII dan TT pada lokus GH-Msp1. Tidak terdapat asosiasi sifat pertumbuhan dengan polimorfisme genetik gen GH pada ayam Sentul Arab dan ayam Merawang Arab. Artinya, gen GH pada ayam Sentul Arab dan ayam Merawang Arab tidak dapat dijadikan sebagai gen kandidat dalam Marker Assisted Selection (MAS) untuk sifat pertumbuhan

    Analisis Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (KUPAS) Badan Usaha Milik Kalurahan Panggungharjo Kapanewon Sewon Kabupaten Bantul dalam Perspektif Teori ‘ACTORS’

    No full text
    Permasalahan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta sudah semakin darurat hingga saat ini TPST Piyungan sebagai destinasi sampah terakhir bagi Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Sleman sudah ditutup. Penutupan ini dilakukan karena TPST Piyungan sudah tidak bisa lagi menampung sampah masuk. Salah satu kalurahan di Kabupaten Bantul kemudian memiliki Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (KUPAS) yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Panggung Lestari di Kalurahan Panggungharjo. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merupakan teori milik Sarah Cook & Steve Macauly yakni Teori ‘ACTORS’ yang merupakan kerangka kerja pemberdayaan. ‘ACTORS’ merupakan akronim dari Authority, Confidence and competence, Trust, Opportunities, Responsibility, Support. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa teori ‘ACTORS’ dilaksanakan pada pemberdayaan di KUPAS

    Pengaruh Substitusi Garam Dapur dengan Garam Himalaya terhadap pH, Kadar Abu, Salinitas, dan Organoleptik Cured Egg Yolk

    No full text
    Telur merupakan produk hewani unggas yang tinggi akan kandungan nutrisi. Kandungan nutrisi yang tinggi pada telur menjadikannya sebagai bahan pangan yang mudah rusak (perishable food). Penurunan kesegaran dan kualitas pada telur selama masa penyimpanan dapat dihambat dengan melakukan pengolahan dan pengawetan. Proses pengolahan dan pengawetan pada telur juga berguna untuk memberikan daya simpan dengan waktu yang lebih panjang. Metode pengolahan dan pengawetan yang dapat digunakan untuk menjaga kualitas dan memperpanjang daya simpan telur adalah dengan pengasinan atau penggaraman. Cured egg yolk adalah salah satu produk yang dibuat dengan menggunakan metode penggaraman kering. Cured egg yolk pada umumnya dibuat dari bagian kuning telur tanpa menggunakan bagian putih telurnya. Cured egg yolk dibuat dengan metode kering yaitu pemeraman menggunakan campuran garam dan gula yang secara perlahan akan mengalami difusi ke dalam kuning telur. Garam himalaya merupakan jenis garam yang dapat dimanfaatkan sebagai media pemeraman pada proses pembuatan cured egg yolk. Penggunaan garam himalaya pada pembuatan cured egg yolk dengan kandungan mineral yang cukup banyak serta baik bagi kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kualitas dari produk tersebut dan sehat dikonsumsi tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh substitusi garam dapur dengan garam himalaya terhadap pH, kadar abu, salinitas, dan organoleptik cured egg yolk. Penelitian dan pengambilan data dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang mulai bulan September - November 2023. Materi yang digunakan pada penelitian adalah cured egg yolk yang dibuat dari kuning telur ayam yang diberi perlakuan substitusi garam dapur dengan garam himalaya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian adalah eksperimental laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari P0 (Garam dapur 100% + garam himalaya 0%), P1 (Garam dapur 80% + garam himalaya 20%), P2 (Garam dapur 60% + garam himalaya 40%), P3(Garam dapur 40% + garam himalaya 60%), P4 (Garam dapur 20% + garam himalaya 80%), P5 (Garam dapur 0% + garam himalaya 100%). Variabel yang diteliti pada penelitian meliputi pH, kadar abu, salinitas, dan organoleptik. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari analisis ragam atau Analysis of Variances (ANOVA) dan apabila terdapat perbedaan yang sangat nyata diantara perlakuan (F Hitung > F Tabel) maka dianalisis lebih lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi garam dapur dengan garam himalaya pada pembuatan cured egg yolk tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap pH, kadar abu, salinitas, dan organoleptik. Nilai rataan pH cured egg yolk berkisar antara 5,92-5,9 dengan nilai rataan tertinggi yaitu P4 (garam dapur 20% + garam himalaya 80%) dan nilai rataan terendah yaitu P3 (garam dapur 40% + garam himalaya 60%). Nilai rataan kadar abu cured egg yolk berkisar antara 0,25-0,40% dengan nilai rataan tertinggi yaitu P5 (garam himalaya 100%) dan nilai rataan terendah yaitu P0 (garam dapur 100%). Nilai rataan salinitas cured egg yolk berkisar antara 0,28-0,38% dengan nilai rataan tertinggi yaitu P4 (garam dapur 20% + garam himalaya 80%) dan P5 (garam himalaya 100%), sedangkan nilai rataan terendah yaitu P0 (garam dapur 100%). Pengujian organoleptik cured egg yolk meliputi warna, rasa, aroma dan tekstur. Nilai rataan pada warna cured egg yolk berkisar antara 4,04-4,36 dengan nilai rataan tertinggi yaitu P5 (garam himalaya 100%) dan nilai rataan terendah yaitu P0 (garam dapur 100%). Nilai rataan pada rasa cured egg yolk berkisar antara 3,79-4,04 dengan nilai rataan tertinggi yaitu P3 (garam dapur 40% + garam himalaya 60%) dan nilai rataan terendah yaitu P1 (garam dapur 80% + garam himalaya 20%). Nilai rataan pada aroma cured egg yolk berkisar antara 4,08-4,26 dengan nilai rataan tertinggi yaitu P2 (garam dapur 60% + garam himalaya 40) dan nilai rataan terendah yaitu P0 (garam dapur 100%). Nilai rataan pada tekstur cured egg yolk berkisar antara 3,65-3,94 dengan nilai rataan tertinggi yaitu P1 (garam dapur 80% + garam himalaya 20%) dan nilai rataan terendah yaitu P0 (garam dapur 100%). Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan substitusi garam dapur dengan garam himalaya menggunakan konsentrasi yang berbeda tidak memberikan pengaruh sehingga garam himalaya dapat digunakan dalam pembuatan cured egg yolk sebagai pengganti garam dapur. Hal ini dikarenakan garam himalaya memiliki lebih banyak kandungan mineral serta baik bagi kesehatan dibandingkan dengan garam dapur. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh lama waktu penggaraman pada proses pembuatan cured egg yolk dengan substitusi garam dapur dengan garam himalaya agar dapat mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas fisik serta kimia dari cured egg yolk tersebut

    Uji Keragaman Tumbuh dan Respon Defoliasi (Regrowth) Tanaman Pakan Centro (Centrosema Pubescens) Sumberdaya Genetik Lokal Malang”

    No full text
    Tanaman centro (Centrosema pubescens) merupakan tanaman leguminosa yang tumbuh menyebar dan beradaptasi dengan baik di berbagai wilayah tropis maupun subtropis. Tanaman centro tumbuh pada ketinggian 600 – 900 m dpl dengan curah hujan tahunan 1500 mm. Tahan terhadap musim kemarau agak panjang dan juga tahan pada naungan 80 %. Tanaman Centro mempunyai kandungan protein cukup yaitu sekitar 22.45% dengan produktivitas mencapai 20 ton/ha/th. Penelitiaan ini dilaksanakan di Agrotechnopark Universitas Brawijaya yang terletak di Jalan Jatikerto, Selobekiti, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang yang dimulai tanggal 5 Agustus hingga 3 November 2023

    “Pengaruh Pengeringan Oven dan Matahari Terhadap pH, Kadar Lemak, dan Angka Peroksida Krecek Rambak Kulit Sapi”.

    No full text
    Kerupuk rambak memiliki karakteristik kering dan renyah, diproses melalui pengeringan yang merupakan bagian krusial dari pembuatan kerupuk. Proses pengeringan dapat dilakukan secara tradisional menggunakan sinar matahari atau secara modern dengan alat pengering seperti oven. Pengeringan menjadi faktor penting terlihat dalam kualitas rambak, di mana kesalahan dalam proses dapat menyebabkan penurunan mutu dan kerusakan produk akhir. Kandungan minyak dalam kulit sapi memainkan peran penting dalam karakteristik fisik rambak, dan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa suhu dan lama pengeringan memengaruhi kualitas kerupuk rambak. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan metode pengeringan terhadap pH, krecek kulit sapi di PT. Java Mandiri Wagir Kabupaten Malang, sebagai langkah untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk kerupuk rambak dari kulit sapi. Penelitian dimulai dari 15 Agustus hingga 10 November 2023. Lokasi penelitian berada di tiga lokasi berbeda yaitu di PT Java Mandiri untuk pengambilan sampel kerupuk rambak. Lokasi kedua yaitu di Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk pengujian kadar lemak dan angka peroksida. Lokasi ketiga yaitu di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya untuk pengujian pH. Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu krecek rambak kulit sapi, minyak goreng dan pelarut heksana. Metode uji pH menggunakan pH meter metode AOAC (1995) berdasarkan Pramono dan Nurwantoro (2019), pengujian kadar lemak menggunakan metode ekstraksi Soxhlet sesuai dengan SNI 01-2891-1992 berdasarkan Yuwana dan Leseni (2021), kemudian angka peroksida menggunakan metode volumetri (SNI 01-3555-1998). Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Lengkap Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dengan 6 ulangan. Variabel penelitian yang digunakan antara lain pH, kadar lemak, dan angka peroksida. Data yang diperoleh dari hasil penelitian pada uji pH, kadar lemak, dan angka peroksida kemudian dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA), apabila hasil uji menunjukkan adanya perbedaan antara perlakuan maka dilanjut dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) menurut Susilawati (2015).Hasil analisis ragam menunjukan pengaruh pengeringan menggunakan tiga metode terhadap kadar lemak, kadar air dan organoleptik menunjukan pengaruh yang berbeda. Nilai rata-rata pH P1 (6,48), P2 (6,03), dan P3 (7,20). Nilai pH memberikan perbedaan sangat nyata (P<0,01) dengan perlakuan terbaik pada P2 (6,03). Nilai rata-rata kadar lemak P1 (1,09%), P2 (1,05%) dan P3 (0,95%). Nilai rata-rata angka peroksida P1 (9,12mEq/kg), P2 (6,31mEq/kg), dan P3 (9,11mEq/kg). Perlakuan perbedaan pengeringan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kadar lemak dan angka peroksida (P<0,05). Perbedaan metode pengeringan pada krecek rambak kulit sapi tidak memberikan pengaruh pada kadar lemak dan angka peroksida (P>0,05) namun memberikan pengaruh sangat nyata pada kadar pH krecek rambak kulit sapi (P<0,01). Krecek yang baik menggunakan pengeringan oven akan tetapi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai masa simpan dari krecek rambak kulit sapi

    Optimasi Penambahan Kitosan dari Cangkang Rajungan (Portunidae) untuk Meningkatkan Kualitas Bioplastik Berbahan Dasar Pati Kulit Singkong

    No full text
    Pendahuluan: Sampah plastik adalah limbah yang sangat sulit terurai secara alami oleh alam. Limbah plastik dalam jumlah banyak akan mempengaruhi kondisi lingkungan alam disekitarnya, karena limbah plastik terbuat dari bahan polimer sintetis, dan proses penguraiannya berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Indonesia merupakan penyumbang buangan sampah plastik terbesar di laut kedua. Hingga saat ini masyarakat umum pada pengolahan sampah khususnya sampah plastik masih dilakukan secara tradisional yaitu dengan membakar maupun menimbun sampah plastik tersebut. Proses pengolahan sampah yang seperti ini memiliki banyak dampak negatif yang ditimbulkan baik dari segi lingkungan maupun kesehatan. Dengan munculnya berbagai macam masalah lingkungan akibat sampah plastik, maka salah satu solusi dari penanggulangan sampah plastik adalah dengan menggantikan plastik konvensional dengan plastik biodegradable. Plastik biodegradable dapat dihasilkan melalui beberapa cara, salah satunya adalah biosintesis menggunakan bahan yang mengandung pati atau selulosa. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan pembuatan bioplastik berbahan dasar pati kulit singkong dengan menggunakan selulosa sebagai zat penguat. Dari penelitian sebelumnya diperoleh bioplastik dengan mekanik kuat tari, dan nilai perpanjangan putus yang belum memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia (SNI), kitosan merupakan zat yang hidrofobik, menahan air dalam strukturnya dan mudah membentuk gel sehingga kitosan mampu meningkatkan sifat mekanik dari bioplastik, selain itu kitosan juga dapat digunakan sebagai agen antimikroba, mudah terdegradasi dan mudah bercampur dengan material lainnya. Pada penelitian ini penulis akan melakukan uji kuat tarik, uji perpanjangan putus, dan juga uji degradasi pada sampel dengan komposisi bahan yang sama dengan penelitian sebelumnya dan diuji dengan bahan yang ditambahkan dengan kitosan pada jumlah yang berbeda. hasil dari pengujian ini lalu akan diolah untuk mencari dosis optimum penambahan kitosan untuk meningkatkan kualitas bioplastik

    Karakteristik Kimiawi dan Aktivitas Antibakteri pada Kombucha Akar Ginseng Jawa (Talinum paniculatum) dan Ginseng Korea (Panax Ginseng) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

    No full text
    Ginseng merupakan rempah yang kurang diperhatikan. Akar Ginseng memiliki kandungan yang bersifat antioksidan, antiinflamasi, antikanker, antibakteri karena kandungan ginsenosida yang tinggi. Akar ginseng yang digunakan yaitu Ginseng Jawa (Talinum paniculatum) dan Ginseng Korea (Panax ginseng). Kombucha merupakan produk fermentasi dari larutan gula, teh, dan membentuk SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Kombucha mengandung asam-asam organik dan beberapa vitamin yang dimanfaatkan sebagai antibiotik, antioksidan, dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimiawi serta aktivitas antibakteri pada kombucha akar Ginseng Jawa dan Ginseng Korea terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menggunakan kertas cakram Konsentrasi Ginseng yang digunakan adalah 0,6% ; 0,8% ; 1% ; dan 1,2%. Analisis dilakukan menggunakan ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% dan dilakukan uji lanjut menggunakan uji BNT (tidak da interaksi) dan Uji DMRT (ada interaksi) dan dilakukan uji Multiple Decision Zeleny untuk mengetahui konsentrasi terbaik dalam kombucha ginseng. Konsentrasi kombucha ginseng jawa dan ginseng korea berpengaruh nyata terhadap uji total mikroba, nilai pH, nilai fenol, nilai gula, dan aktivitas antibakteri. Sedangkan uji total asam tidak berpengaruh nyata pada kombucha ginseng jawa, tetapi berpengaruh nyata terhadap ginseng korea setelah fermentasi. Konsentrasi terbaik untuk membuat kombucha ginseng jawa dan ginseng korea adalah konsentrasi 1% dengan total mikroba 0,89 x 109 CFU/ml, total asam 0,29%, , total gula 5,94%, total fenol 50,36 mg GAE/mL, dengan aktivitas antibakteri terhadap S.aureus 10,40 mm, serta aktivitas antibakteri terhadap E.coli 9,20 mm

    “Korelasi Antara Statistik Vital dan Bobot Badan dengan Volume Testis pada Domba Crossed Texel”

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di Mahardi Farm, Desa Selorejo, Kabupaten Blitar mulai pada bulan September – Oktober tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya korelasi antara statistik vital dan bobot badan dengan volume testis sehingga dapat digunakan untuk seleksi awal bibit unggul pejantan domba Crossed Texel. Materi penelitian adalah 32 ekor domba Crossed Texel jantan dengan umur 12 – 24 bulan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey secara langsung di Mahardi Farm dan pengukuran dilakukan secara langsung meliputi lingkar dada (LD), panjang badan (PB), tinggi badan (TB), bobot badan (BB), dan volume testis (VT). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah volume testis sebagai variabel terikat (Y), statistik vital dan bobot badan sebagai variabel bebas (X). Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui tingkat korelasi dan persentase pengaruh antar variabel serta tingkat signifikan kedua variabel

    Pengaruh Penambahan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dan EM4 Terhadap Parameter Fisik dan Kadar NPK Kompos Anaerob Berbahan Dasar Kotoran Kambing”.

    No full text
    Populasi kambing pada tahun 2022 mencapai 3.897.185 ekor. Dalam sehari, satu ekor kambing mampu menghasilkan kotoran sebesar 1,13 kg per hari. Jika diakumulasikan, maka jumlah kotoran kambing dalam sehari dapat mencapai 4403,819 ton. Permasalahan yang sama dapat dengan mudah ditemukan hampir di seluruh wilayah perairan air tawar yaitu eceng gondok (Eichhornia crassipes). Eceng gondok merupakan tanaman gulma yang memiliki laju pertumbuhan sangat cepat, sehingga dapat menutupi permukaan air dan menggangu aktivitas makhluk hidup disekitarnya. Salah satu waduk yang terdapat populasi eceng gondok yaitu waduk Selorejo. Pada tahun 2023, populasi eceng gondok telah memenuhi tepian waduk (detikNews, 8 Maret 2023). Oleh sebab itu, diperlukan suatu pengelolaan jangka panjang agar tidak menyebabkan permasalahan yang berkelanjutan bagi lingkungan. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu dengan pengomposan anaerob yang mengkondisikan kadar oksigen sangat rendah pada tumpukan kompos. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kematangan kompos dengan parameter fisik dan kualitas NPK yang dihasilkan sesuai standar SNI 19-7030-2004 dan SNI 7763-2018

    Perlindungan Hukum Pemegang Ppjb Terhadap Objek Satuan Rumah Susun Yang Masuk Kedalam Boedel Pailit

    No full text
    Pada skripsi ini penulis mengangkat permasalahan pada Perlindungan Hukum Pemegang PPJB Terhadap Objek Satuan Rumah Susun Yang Masuk Kedalam Boedel Pailit dimana posisi pemegang PPJB menjadi tidak pasti ketika perusahaan pengembang atau developer mengalami pailit. Adanya pertentangan posisi atau kedudukan pemegang PPJB pada Undang-Undang 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU dengan SEMA Nomor 4 Tahun 2016 menimbulkan ketidakpastian hukum sehingga pembeli pemegang PPJB menjadi dirugikan dan berpengaruh pada putusan hakim dalam perkara terkait. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka rumusan permasalahan hukum yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah : (1) Apakah objek saturan rumah susun pemegang PPJB dapat masuk ke dalam boedel pailit menurut Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU dengan SEMA Nomor 4 Tahun 2016? (2) Bagaimana perlindungan hukum terhadap pemegang PPJB yang hartanya masuk kedalam boedel pailit? Dari hasil penelitian tersebut, pada permasalahan yang pertama, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pada Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU dimana objek pemegang PPJB dianggap dapat dimasukkan ke dalam boedel pailit, karena perjanjian dianggap hapus dan upaya yang dapat dilakukan oleh pemegang PPJB atau pembeli hanya sebatas mendaftarkan diri sebagai kreditor konkuren dan berhak atas ganti rugi. Pada permasalahan yang kedua, dapat disimpulkan bahwa peraturan perundangundangan yang ada, baik dalam Undang-Undang mengenai Rumah Susun dan juga Kepailitan belum sepenuhnya memberikan perlindungan hukum terhadap hak-hak kreditor atau pembeli. Penulis memperoleh jawaban atas permasalahan yang ada bahwa adanya konflik norma antara Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 dan SEMA Nomor 4 Tahun 2016 yang memberikan ketidakpastian hukum sehingga terdapat perbedaan dalam pengambilan keputusan hakim terhadap perkara-perkara terkait, diperlukannya perbaikan pada klausul dalam pasal pada Undang-Undang Kepailitan dan PKPU agar ada perlindungan hukum yang lebih pasti terhadap status pemegang PPJB pada perkara kepailitan

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇