137686 research outputs found
Sort by
Efektivitas Pasta Kasein Susu Kambing Peranakan Etawa Terhadap Peningkatan Kekerasan Enamel Gigi Permanen Secara In Vitro
Latar belakang: Demineralisasi adalah proses pelarutan mineral yang
berpengaruh terhadap kekerasan enamel gigi. Kasein susu kambing
peranakan etawa memiliki kandungan peptida bioaktif yang dapat
meningkatkan kekerasan enamel gigi melalui proses remineralisasi,
yaitu pengembalian mineral yang terlarut. Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui efektivitas pasta kasein susu kambing
peranakan etawa dalam meningkatkan kekerasan enamel gigi
permanen. Metode: Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah
mengaplikasikan pasta kasein susu kambing peranakan etawa dengan
masing-masing konsentrasi 10%, 20%, dan 30% pada permukaan
bukal gigi premolar permanen pertama rahang atas yang telah
didemineralisasi, kemudian direndam dalam saliva artifisial dan
dimasukkan ke dalam inkubator dengan suhu 37°C selama interval
waktu 24 jam. Perlakuan dilakukan selama 14 hari. Pengukuran
kekerasan enamel pretest dan post-test dilakukan menggunakan
Digital Microhardness Vickers Tester. Hasil: Terdapat peningkatan
nilai kekerasan enamel gigi permanen setelah aplikasi pasta kasein
susu kambing peranakan etawa. Namun, uji Kruskal Wallis dan
korelasi Spearman tidak menunjukkan hasil yang signifikan.
Kesimpulan: Pasta kasein susu kambing peranakan etawa
menunjukkan potensi remineralisasi, namun tidak efektif terhadap
peningkatan kekerasan enamel gigi permanen
Analisis Sentimen terhadap Persepsi Pengguna dalam Meningkatkan Pengalaman Pelayanan Akademik pada Aplikasi Gapura UB dengan Labeling Lexicon Vader dan Metode Naive Bayes
Perkembangan teknologi terkini mendorong perguruan tinggi untuk memastikan aplikasi mereka memberikan pengalaman pelayanan akademik yang optimal bagi mahasiswa. Aspek penting dalam meningkatkan pengalaman pengguna adalah melalui analisis sentimen terhadap ulasan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan analisis sentimen menggunakan labeling Vader Lexicon dan metode Naive Bayes pada ulasan pengguna aplikasi Gapura UB. Pertanyaan penelitian mencakup desain implementasi analisis sentimen dan evaluasi tingkat akurasi serta efektivitas metode tersebut dalam mengidentifikasi sentimen positif dan negatif terhadap layanan akademik dalam Aplikasi Gapura UB.
Metodologi penelitian ini bersifat analitik dengan karakteristik non-implementatif. Pengumpulan data dilakukan melalui Google Play Store, Twitter, dan Instagram. Dataset ulasan diterjemahkan dan diberi label menggunakan Vader Lexicon, kemudian menjalani tahap preprocessing seperti filtering, stemming, stopword, dan tokenization. Pembobotan TF-IDF diterapkan pada dataset yang telah dibersihkan, diikuti oleh klasifikasi menggunakan metode Naive Bayes. Evaluasi model dilakukan dengan confusion matrix, dengan parameter accuracy, precision, recall, dan F1-Score.
Hasil penelitian menunjukkan Vader Lexicon memberikan hasil 79 data di label salah, sehingga perlu di label manual. Hasil akhir dari 428 dataset, didapat 188 data sentimen positif dan 240 data sentimen negatif. Pengujian dilakukan dengan variasi data 50:50, 60:40, 70:30, dan 80:20 yang kemudian dicari akurasi tertinggi. Akurasi tertinggi didapatkan pada perbandingan 80:20 dengan akurasi sebesar 88.6%
Studi Uji Kelaikan Fungsi Jalan Pada Jalan Provinsi Nomor Ruas 128 (Jalan Borobudur, Kota Malang) Nomor Ruas 018 (Jalan Raya Kasembon, Kabupaten Malang)
Dalam penelitian ini, dilakukan pengujian kelaikan jalan yang terdapat pada provinsi
Jawa Timur, yaitu pada jalan provinsi nomor ruas 128 (Jalan Borobudur, Kota Malang) –
nomor ruas 018 (Jalan Raya Kasembon, Kabupaten Malang). Berdasarkan Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 11/PRT/M/2010 uji laik fungsi jalan berlaku sampai
suatu keadaan dimana jalan tersebut dipandang perlu untuk dievaluasi kembali minimal 7
tahun. Kondisi ruas jalan pada tahun 2023 telah mengalami perubahan sehingga jalan
provinsi nomor ruas 128 (Jalan Borobudur, Kota Malang) – nomor ruas 018 (Jalan Raya
Kasembon, Kabupaten Malang) perlu untuk dievaluasi kembali. Pada tahun ini telah terbit
peraturan terbaru dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 5 Tahun
2023 Tentang Persyaratan Teknis Jalan dan Perencanaan Teknis Jalan dan pedoman baru
yang menggunakan teknis pemeringkatan bintang.
Hasil dari penelitian ini berupa analisis pemeringkatan bintang dengan pemaparan
masing-masing dari ruas jalan yaitu, Ruas Jalan Borobudur sepanjang 1.131 meter
memperoleh Bintang 3, Ruas Jalan Soekarno Hatta sepanjang 2.640 meter memperoleh
Bintang 3, Ruas Jalan Mayjen Hariyono sepanjang 1.829 meter memperoleh Bintang 2,
Ruas Jalan Tlogo Mas sepanjang 2.320 meter memperoleh Bintang 2, Ruas Jalan Panglima
Sudirman sepanjang 1.570 meter memperoleh Bintang 3, Ruas Jalan Trunojoyo sepanjang
4.708 meter memperoleh Bintang 2, Ruas Jalan Batas Kota Batu – Kab. Kediri sepanjang
39.530 meter memperoleh Bintang 2.
Terdapat beberapa penyebab atribut mendapatkan nilai buruk pada setiap segmen
penilaian. Yang pertama adalah atribut kekesatan dan kondisi perkerasan jalan, disebabkan
faktor umur aspal, banyaknya kendaraan bermuatan berat dan kurangnya pemeliharaan
rutin sehingga perlu dilakukan perbaikan berupa pengaspalan ulang pada ruas jalan yang
telah direkomendasikan. Untuk atribut kelengkapan rambu lalu lintas, disebabkan oleh
kurangnya rambu peringatan pada persimpangan, akses masuk properti, Zona Selamat
Sekolah, tikungan, dan pada fasilitas penyeberangan sehingga perlu dilakukan perbaikan
berupa penambahan rambu dan marka pada ruas jalan yang telah direkomendasikan.
Penyebab selanjutnya yaitu terkait dengan atribut penerangan jalan, disebabkan minimnya
penerangan pada jalan Batas Kota Batu – Kab. Kediri sehingga perlu dilakukan perbaikan
dengan menambah fasilitas Penerangan Jalan Umum pada ruas jalan yang telah
direkomendasikan. Untuk atribut fasilitas penyebrangan, yang disebabkan karena terdapat
fasilitas penyebrangan yang hanya menggunakan marka dan rambu tanpa dilengkapi
APILL pengendalian
Pengaruh Walkability Jalur Pejalan Kaki Kawasan Wisata Makam Bung Karno Terhadap Keramahan Jalur Pejalan Kaki
Pemakaman Ir. Soekarno menjadi ikon dan salah satu tujuan wisata religi di Kota Blitar
yang berskala nasional, sehingga kawasan ini memiliki daya tarik dan tingkat pergerakan
yang tinggi. Moda utama berwisata ke Makam Bung Karno adalah dengan berjalan kaki.
Namun, terdapat permasalahan pada jalur pejalan kaki berupa konflik pejalan kaki dengan
kendaraan bermotor, prasarana dan sarana jalur pedestrian yang kurang memadai, serta alih
fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kondisi trotoar
dibandingkan dengan standar, mengukur tingkat walkability, serta mengetahui variabel apa
saja yang berpengaruh terhadap keramahan jalur pejalan kaki pada koridor Jalan Ir. Soekarno
dan Jalan Dr. Moh. Hatta.
Peneliti menggunakan analisis kesesuaian jalur pejalan kaki, analisis tingkat
walkability, dan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian, jalur pejalan
kaki belum sesuai dengan Permen PUPR No 03-2014. Selain itu, jalur pejalan kaki
mempunyai tingkat walkability, somewhat walkable atau beberapa aktivitas bisa diakses
dengan berjalan kaki dan daerah tersebut dianggap cukup ramah bagi pejalan kaki. Untuk
meningkatkan walkability, maka perlu ditingkatkan kesesuaian dengan standar jalur pejalan
kaki. Variabel walkability berdasarkan buku Walkability and Pedestrian Facilities in Asian
Cities, yang berpengaruh terhadap keramahan jalur pejalan kaki dalam analisis regresi linier
berganda adalah perilaku pengemudi kendaraan bermotor. Ketiga koridor yang diteliti,
variabel tersebut mempengaruhi keramahan jalur pejalan kaki. Sehingga peletakkan fasilitas
perambuan dan pemasangan rambu-rambu batas kecepatan untuk pengemudi kendaraan
bermotor diperlukan untuk meningkatkan nilai variabel-variabel walkability yang
berpengaruh terhadap keramahan jalur pejalan kaki di setiap koridor per segmen
Penerapan Transformasi STFT (Short Time Fourier Transform) Pada Koefisien Frekuensi Mel untuk Mengenali Tipe Vocal Suara
Tipe suara vokal merupakan jenis suara yang menjadi tantangan untuk diketahui
oleh seorang penyanyi. Tipe suara vokal umumnya terbagi menjadi 4 kelas yakni
alto, tenor, bass, dimana proses identifkasi dari setiap kelas umumnya
menggunakan piano. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat pengklasifikasi
tipe suara vokal yang dapat digunakan dimana saja dan kapan saja. Alat tersebut
dirancang dengan menerapkan MFCC (Mel Frequency Cepctral Coeefficient) yang
diekstrak melalui penerapan Algoritma STFT (Short Time Fourier Transform) serta
diimplementasikan ke dalam Raspbbery Pi 4 Model B. Peneltian menggunakan
dataset EsmucChoir
yang telah dimodifikasi dengan durasi rekaman selama 3
detik. Setelah berhasil diekstraksi, tahapan klasifikasi untuk setiap kelas dilakukan
dengan menggunakan Algoritma CNN (Convolutional Neural Network). Alat
nantinya akan dioperasikan dengan menggunakan LCD dan GUI (Graphical User
Interface). Hasil penelitian menunujkkan bahwa model CNN berhasil mencapai
tingkat akurasi sebesar 97% sementara alat berhasil menunjukkan tingkat akurasi
sebesar 65% dari 20 kali percobaan dimana kelas alto mendapatkan akurasi 40%,
bass mendapatkan akurasi 100%, tenor mendapatkan akurasi sebesar 60%, dan
sopran mendapatkan akurasi sebesar 60% . Alat dan sistem secara keseluruhan
bekerja dengan baik sehingga membuka potensi untuk pengembangan lebih
lanjut
Pengembangan Aplikasi Perangkat Bergerak Sistem Pengenalan dan Belajar Wayang Kulit Berbasis Android: Studi Kasus Lingkungan MAN Insan Cendekia
Seni wayang kulit merupakan warisan budaya Indonesia yang telah ada sejak abad ke-10 dan terus berkembang hingga kini. Pemerintah berupaya menjaga keberlanjutan warisan ini dengan mengintegrasikan pembelajaran wayang kulit dalam kurikulum seni budaya di berbagai sekolah, termasuk di Sekolah MAN Insan Cendekia Jambi, sebagaimana diungkapkan melalui wawancara dengan para guru di MAN Insan Cendekia Jambi. Penelitian ini mengidentifikasi permasalahan utama, antara lain keterbatasan sumber aktual dan kurangnya contoh pertunjukan wayang dalam bahasa Indonesia, yang mengakibatkan rendahnya efektivitas pembelajaran wayang kulit. Walaupun terdapat alternatif aplikasi dan situs web pembelajaran wayang kulit, materi yang disajikan masih kurang lengkap. Pada penelitian ini, dikembangkan aplikasi sistem pengenalan dan belajar wayang kulit berbasis Android dengan menerapkan metode prototyping. Persona, skenario, dan user story digunakan untuk mendefinisikan kebutuhan aplikasi. Selanjutnya, penelitian menghasilkan satu buah prototipe dengan satu kali iterasi dan satu aplikasi berbasis Android. Hasil pengujian validasi menggunakan black box testing menunjukkan bahwa kerja fungsionalitas aplikasi 100% valid. Hasil pengujian usabilitas menggunakan metode SUS menunjukkan bahwa aplikasi masuk kategori excellent-acceptable dengan tingkat keberhasilan task scenario 100%. Sementara itu, hasil pengujian kompatibilitas menunjukkan bahwa aplikasi dapat digunakan pada sistem operasi Android dengan versi minimal 7.0 Nougat
Model Loyalitas Wisatawan terhadap Ekowisata Berkelanjutan pada Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur
Ekowisata berkelanjutan yang merupakan bagian dari pembangunan berkelanjutan adalah ekowisata yang memperhitungkan sepenuhnya kondisi perekonomian saat ini dan masa depan, dampak sosial dan lingkungan, mengatasi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan, dan penduduk sekitar. Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dipilih menjadi salah satu destinasi prioritas bagi Indonesia. Di Indonesia sendiri untuk promosi destinasi wisata seperti Taman Nasional masih dipegang kuat oleh pemerintah, namun promosi yang dilakukan masih belum mendapatkan pengaruh yang besar sehingga berpengaruh terhadap fluktuasi jumlah pengunjung di TNBTS. Di era digital ini, hampir setiap orang menggunakan internet untuk mengakses segala hal termasuk untuk pariwisata dimana masyarakat akan terpengaruh oleh hasil ulasan yang diberikan oleh wisatawan yang sudah pernah berkunjung ke suatu destinasi wisata secara Electronic Word Of Mouth (eWOM). Pemberian ulasan melalui eWOM memiliki dampak yang lebih luas karena dapat dilihat dengan mudah oleh siapa saja. Loyalitas wisatawan adalah salah satu aspek paling penting bagi pelaku usaha karena mampu mengurangi biaya pemasaran dibandingkan dengan menarik wisatawan baru. Dalam literatur, citra destinasi, kepuasan, dan perceived risk juga dianggap sebagai pengaruh utama wisatawan untuk mengunjungi kembali suatu destinasi dan merekomendasikan destinasi wisata kepada orang lain (Seetanah et al., 2020). Peran mediasi kepuasan, khususnya dalam industri pariwisata memiliki peran yang sangat penting dalam mempengaruhi loyalitas wisatawan. Mengkaji persepsi wisatawan terhadap citra destinasi dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan strategi pemasaran serta mampu meningkatkan citra destinasi. Dalam penelitian ini, citra destinasi diintegrasikan dengan ekowisata berkelanjutan menggunakan tiga dimensi (Lee & Xue, 2020): citra budaya, citra lingkungan, dan citra sosial ekonomi. Insiden kebakaran di savana Gunung Bromo telah menimbulkan dampak buruk terhadap citra TNBTS.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi pengaruh langsung eWOM terhadap kepuasan, citra destinasi, dan loyalitas; serta pengaruh tidak langsung eWOM terhadap loyalitas (2) menganalisis pengaruh langsung perceived risk terhadap kepuasan, citra destinasi, dan loyalitas; serta pengaruh tidak langsung perceived risk terhadap loyalitas (3) menganalisis pengaruh langsung kepuasan dan citra destinasi terhadap loyalitas, (4) Merumuskan model loyalitas wisatawan untuk strategi pengembangan ekowisata berkelanjutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Adapun penelitian ini menggunakan jenis explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei secara online dengan bantuan google form. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober 2023. Metode penentuan responden yaitu metode non probability sampling dengan teknik judgemental sampling. Jumlah responden yaitu 100 orang. Sedangkan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model persamaan struktural (SEM) dengan menggunakan software WarpPLS 7.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) EWOM memberikan pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan, citra destinasi, dan loyalitas; serta pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan terhadap loyalitas melalui mediasi variabel kepuasan. (2) Perceived risk memberikan pengaruh langsung negatif dan signifikan terhadap kepuasan dan citra destinasi. Sedangkan untuk pengaruh langsung perceived risk terhadap loyalitas adalah negatif namun tidak signifikan. Selanjutnya untuk pengaruh tidak langsung perceived risk terhadap loyalitas melalui mediasi citra destinasi adalah negatif dan signifikan. (3) Variabel kepuasan dan citra destinasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas. (4) Citra destinasi sebagai strategi pemasaran destinasi wisata untuk meningkatkan loyalitas wisatawan. Citra lingkungan yang paling kuat ditampilkan oleh TNBTS harus terus dikembangkan agar menciptakan citra yang baik di benak wisatawan. Pengembangan sektor ekowisata berkelanjutan dengan menunjukkan kekuatan lingkungan dapat dilakukan melalui klasterisasi penciptaan daya tarik wisata baru/ aktivitas wisata lain yang sesuai dengan konsep konservasi. Pemerintah dan pengelola destinasi wisata harus berupaya untuk mengembangkan penawaran wisata yang berkualitas dan terdiferensiasi/ unik seperti meningkatkan kegiatan budaya dan memfasilitasi interaksi wisatawan dengan budaya lokal untuk membangun kepuasan dan loyalitas wisatawan. Pengelola destinasi wisata juga dapat membuat komunitas pariwisata online sebagai wadah bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman perjalanan wisata mereka. Peraturan resmi mengenai stabilitas harga di TNBTS serta himbauan prediksi bencana alam harus ditetapkan. Pemerintah daerah juga harus membentuk tim cepat tanggap untuk membantu wisatawan yang berada dalam situasi sulit demi menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan dalam berwisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Litter Size Dan Bobot Lahir Dari Domba Galur Murni Dorper Dan Awassi Di Cv. Kambing Burja Kecamatan Karang Ploso Kabupaten Malang
Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu pada tanggal 07 Septemer – 07 November 2023 di CV Kambing Burja (Domba Dorsip) Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan litter size dan bobot lahir antara anakan domba galur murni (pure breed) berjenis Dorper dan Awassi.
Domba Dorper adalah persilangan dari Dorset Horn (South-west England) dan juga The Blackhead Persian (Persia). Domba Awwasi diyakini berasal dari wilayah Timur Tengah, terutama daerah Arab seperti Palestina, Yordania, Suriah, dan Irak. Bobot lahir merupakan indicator ukuran dan kekuatan anak domba pada awal perkembangan postanal dan merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan selanjutnya. Litter size pada domba mengacu pada jumlah anak domba yang dilahirkan oleh seekor induk domba dalam satu kelahiran. Ukuran beternak domba dapat bervariasi, tergantung pada faktor-faktor genetik, lingkungan, dan manajemen reproduksi. Litter size merupakan jumlah anak sekelahiran yang dihitung berdasarkan jumlah anak domba yang terlahir dari satu kali kelahiran. Litter size (tipe kelahiran) dapat mempengaruhi bobot lahir ternak, pada kelahiran tunggal akan memiliki bobot lahir yang lebih tinggi dibandingkan pada kelahiran kembar dua maupun tiga (triple).
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah catatan bobot lahir dan litter size dan bobot lahir dua jenis domba, yaitu Dorper dan Awassi sebanyak 41 ekor untuk Dorper serta 30 ekor untuk Awassi dengan jenis kelamin jantan dan betina di CV kambing Burja (Domba Dorsip) Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan melakukan pengamatan dan penimbangan secara langsung serta data primer yang diperoleh.
Persentase jenis kelamin jantan dan betina pada domba Dorper adalah 48,78% dan 51,22%, sementara pada domba Awassi adalah 46,67% dan 5,.34%. Analisis statistik dengan uji chi-square menunjukkan hasil sesuai dengan harapan (P > 0,05), dengan kenyataan bahwa kelahiran anak domba dari kedua jenis domba ini sekitar 50%. Rata-rata dan deviasi standar tipe kelahiran anak domba Dorper dan Awassi adalah 1,21 ± 0,42 dan 1,15 ± 0.,7. Uji t tidak berpasangan menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (P>0,05) antara litter size Dorper dan Awassi. Uji chi-square menunjukkan bahwa data observasi tidak sesuai dengan ekspektasi (P 0,05) pada tipe kelahiran ganda. Ditemukan hubungan negatif antara litter size dan bobot lahir pada kedua jenis domba, di mana semakin tinggi litter size akan menghasilkan anak domba dengan bobot lahir yang lebih rendah
Optimasi Penempatan Node Relai pada Jaringan WSN Menggunakan Algoritma A Star
Jaringan sensor nirkabel (WSN) saat ini berperan penting di berbagai bidang
(transportasi, medis, militer, dsb.). WSN sendiri terdiri dari sensor berbiaya rendah
yang mentransmisikan data secara nirkabel. Akan tetapi, jangkauan komunikasi
sensor terbatas sehingga memerlukan node relai sebagai perantara. Namun, biaya
node relai yang tinggi menjadi suatu masalah yang mengharuskan meletakkan
relai diposisi yang optimal. Penempatan pola relai terdiri dari dua model yakni
model single-tier dan multi-tier yang mempengaruhi cara relai menerima dan
mengirim data. Algoritma pencarian jalur seperti Dijkstra atau A Star membantu
menemukan penempatan node relai. Penelitian ini menerapkan algoritma A Star
dual home (dua jalur) untuk menemukan penempatan optimal node relai pada
pola acak dan terencana dibanding Algoritma Dijkstra. Tujuannya,
mengoptimalkan konektivitas jaringan WSN agar daripada agar dapat mengirim
data secara andal ke sink.
Penelitian ini mengeksplorasi tiga pola penempatan berbeda, yaitu acak,
persegi, dan segitiga, dengan mengimplementasikan algoritma A Star dual-home
dalam pencarian jalur pada jaringan sensor nirkabel (WSN). Setelahnya, dilakukan
pembuatan topologi dan pengujian menggunakan skenario yang beragam,
termasuk variasi luas area, jumlah sensor, dan relai. Parameter yang diuji
mencakup derajat konektivitas, jumlah hop, dan waktu eksekusi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Algoritma A Star berhasil mengoptimalkan derajat
konektivitas dan waktu eksekusi dibandingkan dengan Algoritma Dijkstra. Namun,
kinerjanya bervariasi tergantung pada pola penempatan relai. Secara khusus, pola
penempatan persegi menunjukkan derajat konektivitas optimal, sementara pola
acak memberikan kinerja yang lebih baik dalam hal waktu eksekusi dan jumlah
hop. Meskipun demikian, pola penempatan segitiga tidak menonjol pada setiap
parameter, tetapi menunjukkan nilai yang stabil
Rekomendasi Proses Bisnis Menggunakan Framework Lean Management (Studi Kasus: Penginapan XYZ)
Kota Malang dikenal sebagai lokasi yang terhubung dengan banyak destinasi pariwisata. Setidaknya terdapat 205 penginapan yang tersebar di Kota Malang pada tahun 2022. Tak hanya pariwisata, penginapan juga tak jarang dimanfaatkan demi memenuhi kebutuhan perjalanan bisnis dan pertemuan keluarga jauh mengingat Kota Malang juga dihuni oleh sejumlah besar perantau berkat menjadi lokasi dari sekitar 50 perguruan tinggi. Hal tersebut menjadikan penginapan sebagai sektor bisnis yang potensial dalam menangkap peluang yang diciptakan oleh wisatawan dan perantau. Pertumbuhan jumlah wisatawan juga menciptakan tantangan dalam mengembangkan bisnis penginapan. Tantangan dalam mengelola bisnis penginapan dapat berupa tekanan dari pasar yang kompetitif sehingga menuntut penginapan untuk dapat konsisten memberikan pelayanan terbaik bagi tamu dalam rangka memelihara kepuasan dan retensi tamu. Penginapan disarankan untuk mengadopsi framework lean management demi mengoptimalkan proses bisnis yang mereka miliki sehingga dapat terus bersaing dengan memberikan pelayanan yang baik bagi tamu. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi waste yang terdapat pada proses bisnis Penginapan XYZ. Prinsip lean management khususnya teknik Value Steam Mapping (VSM) dimanfaatkan untuk membantu mengeliminasi waste dan fokus pada aktivitas yang memberikan value. Analisis akar masalah pada penelitian memanfaatkan teknik Root Cause Analysis (RCA) khususnya 5 whys analysis yang didukung dengan pemodelan serta time analysis melalui Bizagi Modeler. Penelitian ini mengidentifikasi 4 jenis waste yang terdapat pada proses bisnis Penginapan XYZ yakni waiting, extra-process, defect, dan inventory. Melalui perumusan rekomendasi dan kalkulasi manfaat, penginapan XYZ berpotensi menerima efisiensi waktu hingga 38% atau setara dengan 11,33 menit