137686 research outputs found
Sort by
Keanekaragaman dan Kelimpahan Hama Pascapanen di Unit Pengelolaan Gabah Beras PT Sirtanio Organik Indonesia
Hama pascapanen merupakan hama yang menyerang komoditas simpan. Hama ini biasa ditemukan di gudang terutama pada bagian-bagian tersembunyi. Hama pascapanen dapat hadir dan ditemukan di dalam gudang karena faktor biotik dan faktor abiotik. Kedua faktor tersebut dapat mempengaruhi keanekaragaman dan kelimpahan hama pascapanen di dalam gudang. Beberapa hama pascapanen yang dapat menginfestasi gabah di gudang terdiri dari Sitophilus oryzae (Coleoptera: Curculionidae), Tribolium castaneum (Coleoptera: Tenebrionidae), Rhyzopertha dominica (Coleoptera: Bostrichidae), Cryptolestes pusillus (Coleoptera: Laemophloeidae), dan Sitotroga cerealella (Lepidoptera: Gelechiidae). Salah satu penyimpanan gabah yang memiliki potensi untuk diinfestasi oleh hama pascapanen ialah Unit Pengelolaan Gabah Beras PT Sirtanio Organik Indonesia. Adanya infestasi hama pascapanen dapat mempengaruhi keanekaragaman dan kelimpahan hama di dalam gudang. Upaya mencegah adanya infestasi hama pascapanen dapat dilakukan dengan pemasangan perangkap untuk mengetahui spesies hama yang menginfestasi gabah dalam simpanan. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui spesies hama pascapanen yang dapat menginfestasi gabah di Unit Pengelolaan Gabah Beras PT Sirtanio Organik Indonesia. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai spesies hama pascapanen yang menginfestasi gabah di Unit Pengelolaan Gabah Beras PT Sirtanio Organik Indonesia. Selain itu, hasil penelitian juga dapat digunakan sebagai dasar dalam pengelolaan dan pengendalian hama pascapanen di Unit Pengelolaan Gabah Beras PT Sirtanio Organik Indonesia.
Penelitian ini dilakukan di Unit Pengelolaan Gabah Beras PT Sirtanio Organik Indonesia, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dan Laboratorium Hama Tumbuhan Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT), Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya (FPUB). Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga Oktober 2023. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan yaitu tahapan persiapan dan pelaksanaan penelitian. Tahapan persiapan penelitian meliputi survei lokasi, persiapan alat penelitian, persiapan perangkap dan penanganan sampel serangga. Sementara itu, tahapan pelaksanaan penelitian meliputi pengambilan sampel gabah, pemasangan perangkap hama, pengumpulan data suhu dan kelembapan gudang. Jenis perangkap yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari perangkap cahaya ultraviolet (light traps), perangkap jatuhan (pitfall traps), dan perangkap umpan (bait traps). Pemasangan perangkap dilakukan setiap minggu selama delapan kali pengamatan. Sampel gabah diperoleh dari stapel gabah, ceceran gabah, dan tempat pembuangan gabah dari hasil pengeringan dan penggilingan gabah. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 100 g dan diulang sebanyak tiga kali. Pengambilan sampel dilakukan setiap minggu selama delapan minggu pengamatan. Serangga yang ditemukan selama pengamatan diidentifikasi menggunakan buku panduan identifikasi “Insects of Stored Products” oleh Rees (2004), “Atlas of Stored Insects and Mites” oleh Hagstrum et al. (2013) dan “Kunci Identifikasi Serangga Hama Pascapanen Coleoptera dan Lepidoptera” oleh Astuti et al. (2022). Setelah identifikasi serangga hama pascapanen, dilanjutkan dengan menghitung populasi hama menggunakan hand counter. Data populasi yang diperoleh dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dan indeks dominansi Simpson (D). Software yang digunakan untuk analisis data ialah R statistic versi 4.2.3.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan serangga hama pascapanen yang menginfestasi gabah di Unit Pengelolaan Gabah Beras PT Sirtanio Organik Indonesia, meliputi Sitophilus oryzae (Coleoptera: Curculionidae), Rhyzopertha dominica (Coleoptera: Bostrichidae), Tribolium castaneum (Coleoptera: Tenebrionidae), Alphitobius laevigatus (Coleoptera: Tenebrionidae), Cryptolestes pusillus (Coleoptera: Laemophloidae), Oryzaephilus surinamensis (Coleoptera: Silvanidae), Sitotroga cerealella (Lepidoptera: Gelechiidae) Ephestia cautella (Lepidoptera: Pyralidae), dan Liposcelis sp. (Psocoptera: Liposcelididae). Populasi hama pascapanen yang ditemukan mengalami fluktuasi dari pengamatan minggu pertama hingga minggu kedelapan. Nilai indeks keanekaragaman (H’) adalah 1,05 yang berarti keanekaragaman hama pascapanen yang ditemukan di Unit Pengelolaan Gabah Beras PT Sirtanio Organik Indonesia tergolong rendah. Sementara itu, nilai indeks dominansi (D) ialah 0,53 yang berarti bahwa dominansi spesies hama pascapanen di Unit Pengelolaan Gabah Beras PT Sirtanio Organik Indonesia tergolong tinggi dan terdapat satu spesies hama pascapanen yang mendominasi, yaitu Liposcelis sp.
Nilai Kandungan Nutrisi Dan Degradasi Pakan Sapi Madura Menggunakan Teknik In Vitro.
Penelitian ini didukung oleh adanya faktor yang mendukung keberhasilan pakan usaha
pemeliharaan dan produktivitas ternak adalah pakan, selain faktor genetika dan manajemen
peternakan itu sendiri pakan berfungsi sebagai sumber energi, produksi pembangun,
pemeliharaan dan proses-proses dalam tubuh ternak. pemberian yang tidak sesuai dengan
kebutuhan ternak akan berdampak terhadap penampilan produksi ternak tersebut. Pakan yang
sesuai dengan kebutuhan merupakan hal yang terpenting untuk meningkatkan produktifitas
ternak. tujuan dari penelitian ini adakah untuk mengetahui kandungan nutrisi bahan pakan
ternak sehingga dapat menjadi potensi pakan ternak untuk digunakan oleh peternak rakyat di
wilayah Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan. Materi penelitian adalah Pemberian pakan
konsentrat pada sapi madura dengan proporsi konsentrat yang berbeda. Bahan baku yang
digunakan adalah onggok, bungkil kopra, bungkil kelapa sawit dan mineral mix yang
diproduksi oleh Universitas Brawijaya. Rumput lapang yang diperoleh dari Kecamatan Socah
Kabupaten Bangkalan dan cairan rumen yang diambil dari sapi potong. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah perccobaan lapang dengan observasi serta wawancara
kepada para peternak, sehingga mendapatkan informasi-informasi yang berkaitan dengan jenis
dan jumlah pakan lokal yang disajikan seperti dari limbah pertanian dengan sumber protein
dari daun leguminosa. Setelah mendapatkan hasil survei dari peternak akan dilanjutkan dengan
penelitian bahan pakan tersebut dalam formula pakan dengan tujuan penggemukan percobaan
pakan menggunakan sapi madura dan sapi madrasin masing-masing 10 ekor. Variabel yang
diamati yaitu kandungan nutrisi hijauan dan konsentrat dengan uji proksimat bahan kering
(BK), bahan organik (BO), protein kasar (PK), lemak kasar (LK), serat kasar (SK), dan in vitro
degradabilitas (DBK dan DBO).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah dilakukan pengujian laboratorium dengan
metode analisis uji proksimat bahan pakan hijauan dan konsentrat yang terdapat di wilayah
Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan. Untuk jenis bahan pakan yang menjadi potensi
sumber serat telah diketahui kandungan nutrisi, rumput lapang memiliki kandungan nutrisi
BK 30,73%, BO 78,29%, PK 6,25, LK 4,40%, SK 30,91%. Kandungan nutrisi jerami padi
yaitu BK 88,12%, BO 75,29%, PK 6,17%, 3,32%, SK 31,54. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa hijauan dengan sumber serat tertinggi yang dapat digunakan peternak sebagai bahan
pakan adalah jerami dengan kandungan serat kasar (SK) sebesar 31,54% dan protein tertinggi
yang selalu digunakan oleh peternak adalah rumput lapang kandungan protein kasar (PK)
sebesar 6,25. Potensi bahan pakan yang menjadi sumber protein dari setiap jenis memiliki
kandungan nutrisi yang berbeda-beda. Bahan pakan dari Bungkil Kopra memiliki kandungan
protein kasar (PK) sebesar 95,99%, Bungkil Kelapa Sawit 15,52%. Berdasarkan hasil
pengujian diatas maka dapat dilihat bahwa jenis pakan dengan sumber protein tertinggi berasal
dari Bungkil Kopra dengan kandungan protein kasar (PK) sebesar 95,99%.
Nutrisi yang dikonsumsi oleh hewan ternak dipeternak rakyat wilayah Kecamatan
Socah Kabupaten Bangkalan masih cukup rendah. Kandungan nutrisi pakan yang di konsumsi
sapi Madura dengan hijauan rumput lapang memiliki kandungan nutrisi BK 30,73%, BO
78,29%, PK 6,25, LK 4,40%, SK 30,91%, dan kandungan nutrisi jerami padi yaitu BK
88,12%, BO 75,29%, PK 6,17%, 3,32%, SK 31,54.
Berdasarkan evaluasi pakan ternak yang telah dilakukan menghasilkan formulasi
ransum pakan dengan kandungan nutrisi yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI)
pakan ternak yang telah ditentukan oleh Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kementrian Pertanian Republik Indonesia. Jenis hewan ternak sapi madura dengan kandung
nutrisi hijauan rumput lapang dan jerami padi. Kandungan nutrisi rumput lapang BK 30,73%,
BO 78,29%, PK 6,25, LK 4,40%, SK 30,91%, dan kandungan nutrisi jerami padi yaitu BK
88,12%, BO 75,29%, PK 6,17%, 3,32%, SK 31,54%. Pakan tambahan konsentrat dengan
kandungan BK 88,51%, BO 88,54%, PK 12,07%, LK 3,48%, SK, 18,45%.
Nilai DBK tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan B (54,15%) diikuti dengan perlakuan
C (50,72%), D (46,07%), A (42,63%). Nilai DBK tertinggi pada perlakuan B berbeda sangat
nyata dengan perlakuan A , C dan D. Tingginya Nilai DBK pada B dapat diartikan bahwa
rumput lapang 40% dengan penambahan konsentrat 60% lebih efektif dalam melakukan
penggemukan pada sapi potong. Nilai DBO tertinggi pada rumput lapang dengan penambahan
konsentrat yaitu perlakuan B dan terendah A (RL 100%), dimana nilai DBO pada perlakuan
A (42,78 ± 1,348) berbeda sangat nyata dengan perlakuan B (55,53 ± 1,568), perlakuan C
(51,21 ± 2,195) dan perlakuan D (46,78 ± 1,553). Berdasarkan hasil penelitian dapat
diketahui bahwa nilai DBO berbanding lurus dengan nilai DBK, semakin meningkat nilai
DBK maka akan diikuti dengan peningkatan nilai DBO. Hal ini disebabkan karena komponen
bahan terbesar dari bahan kering merupakan bahan organik, koefisien cerna bahan organik
dapat menggambarkan ketersediaan nutrisi pakan yang mampu dicerna dan dimanfaatkan oleh
ternak.
Penggunaan preservatif dalam pemberian pakan lengkap hijauan dan konsentrat dapat
mempertahankan kandungan nutrisi, meningkatkan nilai produksi gas in vitro, nilai efisiensi
sintesis protein mikroba dan degradasi hijauan dan konsentrat dalam rumen. Penggunaan
ransum di perlakuan 40% rumput lapang dan 60% konsentrat paling efektif digunakan dalam
pemberian hijauan dan konsentrat
Pengaruh Tingkat Penggunaan Saccharomyces cerevisiae Pada Fermentasi Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca) Terhadap pH dan Kualitas Fisik.
Indonesia termasuk penghasil pisang terbesar di Asia dan setiap tahun
produksinya terus meningkat. Produksi nasional pisang tahun 2022 sebesar 9.245.427 ton.
Produksi pisang terbesar berada di provinsi Jawa Timur pada tahun 2022 sebesar
2.625.292 ton. Salah satu jenis buah pisang yang sering dikonsumsi adalah pisang kepok
(Musa paradisiaca). Kulit pisang merupakan salah satu limbah pertanian yang belum
digunakan secara maksimal. Pisang kepok (Musa paradisiaca) merupakan jenis pisang
yang pada umumnya sering diolah terutama dalam olahan makanan. Sepertiga dari bagian
buah pisang adalah limbahnya yaitu kulit pisang. Kulit pisang kepok mengandung protein
kasar 10,09%, serat kasar 18,01%, lemak 5,17%, calcium 0,36% dan Phospor 0,10% dan
gross energi 3727 kkal/kg.. Salah satu pengolahan limbah kulit pisang yaitu dengan cara
difermentasi. Limbah kulit pisang yang telah terfermentasi dapat digunakan sebagai
penambahan ransum hewan ternak atau pakan alternatif.
Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2021 sampai April 2022 yang bertujuan
untuk mengetahui pengaruh tingkat penggunaan Saccharomyces cerevisiae pada
fermentasi kulit pisang terhadap pH dan kualitas fisik di Laboratorium Nutrisi dan
Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang.
Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah kulit pisang kepok sebanyak 1500
gram yang telah dikeringkan dan Saccharomyces cerevisiae. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode percobaan di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0: Kulit
pisang + Saccharomyces cerevisiae 0%, P1: Kulit pisang + Saccharomyces cerevisiae
2%, P2: Kulit pisang + Saccharomyces cerevisiae 3%, dan P3: Kulit pisang +
Saccharomyces cerevisiae 4% yang difermentasi selama 72 jam. Variabel yang diamati
ialah pH dan kualitas fisik yang mencakup: warna, aroma, dan tekstur.
Hasil penelitian menunjukkan fermentasi kulit pisang yang diberi perlakuan
memberikan pengaruh yang nyata (P,0,05) terhadap pH fermentasi kulit pisang kepok
dengan hasil P0: 5,86; P1:5,52; P2:5,42; P3: 5,37, dan memberikan pengaruh yang tidak
nyata (P>0,05) terhadap kualitas fisik. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan
bahwa penggunaan Saccharomyces cerevisiae dengan tingkat yang berbeda pada
fermentasi kulit pisang mempengaruhi pH, akan tetapi tidak memberikan pengaruh pada
kualitas fisik. Nilai pH terbaik diperoleh dari penambahan Saccharomyces cerevisiae
sebanyak 4% yang memilki nilai 5,37, dan hasil nilai kualitas fisik terbaik ditunjukkan
pada variabel aroma dengan penambahan Saccharomyces cerevisiae sebanyak 4%
Evaluasi Nilai Produksi Gas Dan Energi Metabolisme Ransum Sapi Madura.
Penelitian ini didukung dengan adanya faktor yang mendukung keberhasilan pakan
usaha pemeliharaan dan produktivitas ternak adalah pakan, selain faktor genetika dan
manajemen peternakan itu sendiri pakan berfungsi sebagai sumber energi, produksi
pembangun, pemeliharaan dan proses-proses dalam tubuh ternak. pemberian yang tidak
sesuai dengan kebutuhan ternak akan berdampak terhadap penampilan produksi ternak
tersebut. Pakan yang sesuai dengan kebutuhan merupakan hal yang terpenting untuk
meningkatkan produktifitas ternak. tujuan dari penelitian ini adakah untuk mengetahui
kandungan nutrisi bahan pakan ternak sehingga dapat menjadi potensi pakan ternak untuk
digunakan oleh peternak rakyat di wilayah Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan. Materi
penelitian adalah Pemberian pakan konsentrat pada sapi madura dengan proporsi konsentrat
yang berbeda. Bahan baku yang digunakan adalah Onggok, Bungkil Kopra, Bungkil Kelapa
Sawit dan Mineral Mix yang diproduksi oleh Universitas Brawijaya. Rumput lapang yang
diperoleh dari Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan dan cairan rumen yang diambil dari
sapi potong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan obeservasi serta
wawancara kepada para peternak, sehingga mendapatkan informasi-informasi yang
berkaitan dengan jenis dan jumlah pakan lokal yang disajikan seperti dari limbah pertanian
dengan sumber protein dari daun leguminosa. Setelah mendapatkan hasil survei dari
peternak akan dilanjutkan dengan penelitian bahan pakan tersebut dalam formula pakan
dengan tujuan penggemukan percobaan pakan menggunakan sapi madura dan sapi madrasin
masing-masing 10 ekor. Variabel yang diamati yaitu kandungan nutrisi hijauan dan
konsentrat dengan uji Bahan Kering (BK), Bahan Organik (BO), Protein Kasar (PK), Lemak
Kasar (LK), Serat Kasar (SK), Produksi gas dan Energi metabolis (EM)
Analisis Korelasi Fixation dan Beban Kognitif Pada Pengguna Lansia Dengan Eye Tracking Pada Aplikasi Komunikasi dan Media Sosial
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap pengguna lansia yang menggunakan aplikasi perangkat bergerak untuk kegiatan sehari-hari dan permasalahan yang kerap mereka hadapi, muncul pertanyaan seberapa besar korelasi mengenai beban kognitif yang mereka alami ketika menggunakan aplikasi perangkat bergerak jika ditinjau dari segi penglihatan. Penelitian ini dilakukan dengan harapan untuk melihat kendala yang mereka alami dan menggunakan informasi ini sebagai masukan saat merancang aplikasi kedepannya, terutama yang akan digunakan oleh pengguna lansia. Metode eye tracking digunakan dalam penelitian ini karena sifatnya yang non-invasif, cocok untuk digunakan terhadap pengguna lansia. Untuk mengukur beban kognitif yang mereka alami, digunakan alat lapor beban kognitif mandiri, yaitu kuesioner NASA Task Load Index (NASA TLX). Setiap dimensi yang relevan (tuntutan mental, tuntutan temporal, kinerja, usaha, dan frustrasi) dianalisis secara terpisah dengan variabel fixation (count dan duration) menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat korelasi positif antara fixation count dengan tuntutan mental, upaya, dan frustrasi. Dimana korelasi ini memiliki kekuatan rendah hingga kuat. Terdapat korelasi negatif antara fixation count dengan kinerja yang memiliki kekuatan rendah. Ada dua korelasi yang berkaitan dengan fixation duration, yaitu dengan upaya dan frustrasi, keduanya merupakan korelasi positif berkekuatan sedang. Diantara faktor yang dapat mempengaruhi adanya korelasi antara pasangan variabel ini adalah, desain dari task, keahlian dan kebiasaan para lansia, serta desain dari aplikasi yang diujikan itu sendiri
Pengaruh Penambahan Enzim Transglutaminase Pada Daging Ayam Petelur Afkir Terhadap Kualitas Fisik Dendeng Ditinjau Dari Tekstur, Warna L*a*b, pH, dan Organoleptik.
Ayam petelur afkir merupakan ayam betina petelur
yang produksi telurnya rendah yaitu berkisar antara 20 – 25%
yang berumur ± 96 minggu. Ayam petelur afkir mempunyai
tesktur daging yang alot. Oleh karena itu, perlu adanya
diversifikasi produk berupa pembuatan dendeng untuk
mengolah daging ayam petelur afkir agar tetap diminati dan
meningkatkan nilai ekonominya. Dendeng merupakan produk
makanan yang berbentuk lempengan terbuat dari daging segar
yang ditambahkan bumbu, lalu dikeringkan. Pembuatan
dendeng dapat dilakukan dengan dua metode yaitu metode
sayat dan metode giling. Kelemahan dari dendeng giling adalah
bentuknya yang kurang kompak, maka dari itu diperlukan
bahan pengikat yang berfungsi untuk memperbaiki tekstur pada
dendeng. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan
pengikat adalah enzim transglutaminase. Transglutaminase
(TGA-ase, EC 2.3.2.12) adalah enzim yang mengkatalis
pembentukan ikatan silang antar molekul protein (pembentukan
polimer antar molekul protein). Enzim transglutaminase
digunakan sebagai penambah bahan protein yang digunakan
sebagai agen pengikat yang mampu memperbaiki kekenyalan
dan tekstur.
Penelitian ini dilakukan pada bulan September hingga
Oktober 2023 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Tujuan penelitian
untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim
transglutaminase pada pembuatan dendeng daging ayam petelur
afkir ditinjau dari tektur, warna L*a*b*, pH, dan organoleptik,
sehingga penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber
informasi dan menambah pengetahuan mengenai dendeng
daging ayam petelur afkir dengan penambahan enzim
transglutaminase sebagai sarana pembelajaran dan referensi
untuk penelitian berikutnya.
Materi penelitian yang digunakan pada penelitian ini
adalah dendeng yang dibuat dengan daging ayam petelur afkir
dengan penambahan enzim transglutaminase sesuai perlakuan
dan bumbu seperti garam, gula aren, bawang putih, lengkuas,
ketumbar, dan asam Jawa. Metode yang digunakan adalah
percobaan dengan penggunaan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dengan 4 perlakuan, 5 ulangan. Terdiri dari (P0)
perlakuan tanpa penambahan enzim transglutaminase (kontrol);
(P1) 0,3% enzim transglutaminase; (P2) 0,6% enzim
transglutaminase; (P3) 1% enzim transglutaminase. Data yang
dihasilkan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA)
dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan
memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap
tesktur, pH, dan mutu organoleptik tekstur. Rataan nilai tesktur
yaitu 203,85 N; rataan nilai pH yaitu 6,14; dan nilai rataan mutu
organoleptik tekstur yaitu 3,50, sedangkan, pada variabel warna
L*a*b dan mutu organoleptik warna, serta rasa tidak
memberikan perbedaan (P>0,05). Rataan nilai L* yaitu 6,90;
rataan nilai a* yaitu 0,64; rataan nilai b* yaitu 3,75. Nilai rataan
mutu organoleptik warna 3,84, sedangkan nilai rataan mutu
organoleptik terhadap rasa yaitu 3,41.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa perlakuan
penambahan enzim transglutaminase sebanyak (0,3 – 1%)
menurunkan nilai daya putus, dan meningkatkan pH, serta
meningkatkan taraf kesukaan panelis terhadap tekstur dendeng
ayam petelur afkir. Kualitas dendeng ayam petelur afkir dengan
penambahan enzim transglutaminase lebih baik dibandingkan
dengan dendeng ayam petelur afkir tanpa penambahan enzim
transglutaminase
Metode Backpropagation untuk Memprediksi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jawa Barat dengan Optimasi Adam
Pengangguran termasuk salah satu tantangan yang dihadapi negara berkembang,
termasuk Indonesia. Faktor penyebab utama yang mempengaruhi tingkat
pengangguran adalah kesenjangan antara lapangan pekerjaan yang tersedia
dibandingkan angka angkatan kerja yang tersedia Di samping itu, rendahnya
kebutuhan tenaga kerja di beberapa sektor di Indonesia juga berkontribusi pada
peningkatan jumlah pengangguran. Jawa Barat menjadi provinsi yang menempati
urutan pertama dengan populasi sekaligus Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
tertinggi di Indonesia. Prediksi yang akurat tentang Tingkat Pengangguran Terbuka
(TPT) akan menjadi alat penting dalam perencanaan dan kebijakan ekonomi yang
berorientasi pada tindakan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat serta
menciptakan peluang pekerjaan yang lebih luas. Dalam penelitian ini, metode
backpropagation dengan optimasi Adam diimplementasikan untuk memprediksi
TPT Provinsi Jawa Barat. Backpropagation merujuk pada metode yang efektif
digunakan untuk melakukan prediksi, sedangkan optimasi Adam akan digunakan
sebagai solusi untuk mengatasi masalah learning speed yang lambat dalam
metode backpropagation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode
backpropagation dengan optimasi Adam dapat diimplementasikan untuk
memprediksi TPT di Provinsi Jawa Barat dengan error yang cukup rendah. Nilai
MSE terendah didapatkan pada penggunaan parameter jumlah neuron hidden
layer sebanyak 2, nilai learning rate 0.001, jumlah epoch 1000, proporsi data
training 70%, dan nilai batch size 8 dengan rata-rata nilai MSE sebesar 2.9072
Eksperimen Penerapan Fingerprint Login dan Card Layout untuk Peningkatan User Experience Aplikasi Gapura UB Berbasis Mobile
Aplikasi Gapura UB merupakan aplikasi berbasis mobile yang memberikan
kemudahan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Universitas
Brawijaya untuk mengakses layanan serta informasi seputar Universitas
Brawijaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pengguna yang
tertarik dengan penggunaan fingerprint saat melakukan login serta mengetahui
dampak dari penggunaan card layout dibandingkan dengan list layout pada
aplikasi Gapura UB. Proses pengujian pada penggunaan card layout serta list
layout menggunakan A/B testing agar dapat membandingkan desain antarmuka
yang menggunakan card layout dengan desain antarmuka yang menggunakan list
layout pada fitur melihat berita. Pengujian implementasi fingerprint pada fitur
login dilakukan secara unmoderated dan pengujian card layout serta list layout
pada fitur melihat berita dilakukan secara moderated. Jumlah partisipan pengujian
pada implementasi fingerprint saat melakukan login sebanyak 30 mahasiswa dan
sebanyak 10 mahasiswa terkait pengujian card layout serta list layout pada fitur
melihat berita. Hasil dari pengujian adalah sebanyak 22 dari 30 partisipan
pengujian menggunakan fingerprint saat melakukan login. Dengan begitu,
partisipan lebih tertarik menggunakan fingerprint dibandingkan dengan
melakukan login menggunakan username dan kata sandi. Selain itu, penggunaan
card layout juga menarik perhatian partisipan pengujian karena partisipan
menggunakan waktu yang cukup banyak dalam mengeksplor desain antarmuka
fitur melihat berita menggunakan card layout dibandingkan dengan list layout.
Desain antarmuka fitur melihat berita menggunakan card layout juga memiliki
skor system usability scale yang lebih tinggi dibandingkan dengan desain
antarmuka menggunakan list layout
“Pengaruh Edukasi, Pelatihan dan Mentoring Kewirausahaan terhadap Kinerja UMKM binaan FACT (Focus Area Collaborative Team) Indonesia”
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah termasuk bentuk kewirausahaan yang berkontribusi signifikan bagi perekonomian negara dan merupakan benteng perekonomian yang tangguh untuk menghadapi berbagi macam dinamika perekonomian di Indonesia (Hendri, 2023). Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, jumlah pengusaha di Jawa Timur mencapai lebih dari 65 juta pada tahun 2019.Salah satu permasalahan dihadapi adalah kurangnya kemampuan keterampilan sumber daya manusia sehingga dapat menurunkan kinerja itu sendiri. Pada saat ini, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah yang paling banyak dan mampu bertahan di Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan pengembangan sumber daya manusia. Dikarena terus maju di era modern dengan memperoleh keahlian dalam pelatihan dan pengembangan, usaha akan terus maju dan produk akan bersaing dengan produk lainnya sehingga dapat meningkatkan kinerja usaha. Penulis ingin melakukan penelitian dalam konteks ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pelatihan, edukasi, dan mentoring kewirausahaan yang dilaksanakan oleh FACT Indonesia yaitu program HOPE sebagai wujud kontribusi terhadap perkembangan UMKM. Tujuan dari penelitian adalah 1.) mendeskripsikan aktivititas edukasi, pelatihan, dan mentoring kewirausahaan bagi UMKM binaan FACT Indonesia, 2.) menganalisis pengaruh antara edukasi, pelatihan dan mentoring kewirausahaan terhadap peningkatan kinerja UMKM, 3.) merumuskan strategi kewirausahaan guna meningkatkan kinerja UMKM. Penelitian ini dilakukan di tiga kota di Jawa Timur. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan Analisis SEM (Structural Equation Modelling). Pada hasil penelitian diketahui terdapat program kewirausahaan HOPE yang meliputi aktivitas edukasi yakni webinar kelas kewirausahaan, pelatihan kelas kewirausahaan dan mentoring kewirausahaan untuk pengusaha binaan yang mana terdapat pengaruh signifikan terhadap kinerja umkm binaan dari variabel edukasi sebesar 0,280, variabel pelatihan sebesar 0,237 dan variabel mentoring sebesar 0,383 dan merupakan yang paling dominan. Diharapkan FACT Indonesia dapat mengimplementasikan strategi yang telah dipaparkan pada penelitian ini agar dapat terus mendukung pembinaan kewirausahaan terhadap umkm binaannya
Pengaruh FoMO (Fear of Missing Out) dan Brand Ambassador Terhadap Impulsive Buying Produk Food and Beverage McDonald’s Featuring NewJeans Di Kota Malang
Perilaku konsumen dalam industri F&B mencakup perilaku pembelian
makanan dan minuman. Pemahaman ini krusial untuk mengembangkan strategi
pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen, serta
mempertahankan hubungan dengan produsen agribisnis. Keputusan pembelian
dapat dipengaruhi oleh bias kognitif, yakni Impulsive Buying. Fenomena FoMO
(Fear of Missing Out) diketahui mencapai 29% dalam kategori makanan. Brand
Ambassador, berkaitan dengan fenomena Korean Wave di Indonesia, seperti Idol
Group K-pop NewJeans, menjadi salah satu strategi pemasaran McDonald's dengan
merilis produk kolaborasi ‘K-Meals’. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh Brand Ambassador terhadap Impulsive Buying produk McDonald’s ft.
NewJeans melalui FoMO di Kota Malang.
Penelitian ini menggunakan teori S-O-R (Stimulus-Organism-Response)
untuk menjelaskan bagaimana stimuli (Brand Ambassador) memengaruhi keadaan
internal (FoMO) konsumen, yang pada akhirnya akan memengaruhi respon
(Impulsive Buying). Penelitian ini telah dilakukan pada bulan September –
November 2023 dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden pada penelitian
ini sebanyak 100 responden. Teknik purposive sampling digunakan dengan kriteria
yaitu responden pernah melakukan pembelian produk McDonald’s x NewJeans di
Kota Malang. Analisis statistik yang digunakan menggunakan alat analisis
Structural Equation Modeling – Generalized Structured Component Analysis
(SEM-GSCA) dengan bantuan software GeSCA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Brand Ambassador berpengaruh
positif signifikan terhadap FoMO. (2) Brand Ambassador berpengaruh positif
signifikan terhadap Impulsive Buying. (3) FoMO berpengaruh positif signifikan
terhadap Impulsive Buying. (4) Brand Ambassador berpengaruh positif signifikan
terhadap Impulsive Buying melalui FoMO (CR>1,96 dan p-value <0,001). Nilai
koefisien jalur dengan adanya FoMO sebagai variabel mediasi lebih besar daripada
koefisien jalur antara Brand Ambassador dan Impulsive Buying saja (0,59>0,34),
sehingga hal tersebut mendukung teori S-O-R. Berdasarkan hasil penelitian,
penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai perilaku pembelian konsumen
terhadap produk kolaborasi dengan NewJeans. Penggunaan Brand Ambassador
sebagai stimulus dengan visibilitas, kredibilitas dan daya tarik yang tinggi, serta
memiliki kekuatan untuk mengubah persepsi pembelian konsumen dapat
memengaruhi kondisi internal konsumen, yaitu perasaan FoMO, sehingga pada
akhirnya memberikan respon berupa Impulsive Buying