University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Pengaruh Penambahan Tepung Rosella (Hibiscus Sabdariffa Linn) Pada Kornet Ayam Ditinjau Dari Kadar Lemak, Susut Masak, Vitamin C Dan Warna.

    No full text
    Daging ayam merupakan sumber protein hewani yang banyak diminati oleh masyarakat karena harganya yang relatif murah, rendah lemak dan kaya akan protein jika dibandingkan dengan daging sapi. Daging ayam dapat diolah menjadi berbagai produk olahan setengah jadi seperti kornet. Kornet merupakan produk olahan daging yang diawetkan melalui proses curing lalu ditambahkan bumbu-bumbu seperti tepung tapioka, susu skim, bawang putih, gula, garam, lada, sodium nitrat (NaO2) dan kemudian dilakukan pengukusan. Curing dalam pembuatan kornet bertujuan untuk mempertahankan warna, tekstur dan memperpanjang masa simpan produk daging olahan. Timbulnya warna merah pada kornet dikarenakan adanya penambahan zat pewarna sintetis yaitu senyawa nitrit. Penambahan nitrit dalam daging olahan harus sesuai standar yang ditetapkan apabila melebihi batas akan berdampak bagi kesehatan, oleh karena itu diperlukan alternatif lain untuk mengurangi dampak penggunaan nitrit dan mempertahankan warna merah yaitu dengan menambahkan tepung bunga rosella sebagai bahan pewarna alami. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penambahan tepung bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn) pada pembuatan kornet ayam ditinjau dari kadar lemak, susut masak, vitamin C dan warna. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2023. Pembuatan kornet daging ayam dengan penambahan tepung bunga rosella dan pengujian kadar lemak, susut masak dan warna dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Pengujian vitamin C dilaksanakan di Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Materi penelitian yang digunakan yaitu kornet ayam dengan penambahan tepung bunga rosella serta bahan pengisi lainnya seperti tepung tapioka, isolat protein kedelai, susu skim, garam, gula, bawang merah dan bawang putih. Metode yang digunakan adalah percobaan laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah penambahan tepung bunga rosella sebanyak P0 (0%), P1 (0,20%), P2 (0,40%), P3 (0,60%) dan P4 (0,80%). Variabel yang diukur adalah kadar lemak, susut masak, vitamin C dan warna. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Analysis of Variance dan jika terdapat perbedaan antar perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Ragam Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengujian kadar lemak pada kornet ayam dengan penambahan tepung rosella tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) dengan nilai rataan (17,73% - 20,57%). Pengujian susut masak pada kornet ayam dengan penambahan tepung rosella tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) dengan nilai rataan (24,32% - 25,84%). Pengujian vitamin C pada kornet ayam dengan penambahan tepung rosella berpengaruh sangat nyata (P<0,01) dengan nilai rataan (0 - 0,38 mg). Pengujian warna pada kornet ayam dengan penambahan tepung rosella tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) dengan nilai rataan warna L* (Lightness) (74,19 - 76,37), a* (Redness) (-0,06 - 1,91), b* (Yellowness) (12,28 - 13,02). Kesimpulan dari penelitian adalah penambahan tepung rosella pada kornet ayam tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar lemak, susut masak dan warna, namun dapat meningkatkan kandungan vitamin C. Saran dari penelitian ini yaitu perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai daya simpan kornet ayam dengan penambahan tepung bunga rosella

    Analisis Efisiensi Usahatani Melon (Cucumis melo L.) Pada Greenhouse Menggunakan Metode Data Envelopment Analysis (DEA) di Kecamatan Wates Kabupaten Blitar.

    No full text
    Melon (Cucumis melo L.) merupakan komoditas hortikultura dengan nilai ekonomis yang tinggi. Nilai komersial melon yang tinggi membawa prospek bagi petani dalam menjalankan usahatani melon. Perkembangan luas panen dan produksi di Indonesia tahun 2018-2022 cenderung fluktuatif, sehingga produktivitas melon tidak cukup stabil bahkan cenderung menurun setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh pengaruh iklim, hama penyakit tanaman dan pengelolaan teknis usahatani. Sebagai salah satu provinsi yang memberikan kontribusi terbesar yakni 52,5% terhadap produksi melon nasional adalah Provinsi Jawa Timur dengan total produksi 62.287 ton. Wilayah di Jawa Timur yang prospektif untuk pengembangan produksi melon adalah Kabupaten Blitar, tepatnya di Kecamatan Wates. Wilayah tersebut merupakan sentra melon yang diproduksi menggunakan teknologi greenhouse. Sebanyak 80% petani melon di Kecamatan Wates telah menggunakan teknologi greenhouse sebagai upaya menciptakan kondisi lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan dan produksi melon, namun kenyataannya produksi dan produktivitas melon di Kabupaten Blitar terus menurun mulai tahun 2020-2022. Hal ini diduga disebabkan karena adanya ketidakefisienan petani dalam pengalokasikan faktor produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Menganalisis tingkat efisiensi teknis usaha tani melon pada greenhouse di Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. (2) Mengidentifikasi faktor-faktor sosial ekonomi yaitu umur, pengalaman usaha tani melon, pendidikan, jumlah anggota keluarga, status kepemilikan lahan, dan kemitraan yang berpengaruh terhadap efisiensi teknis usaha tani pada greenhouse di Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-Januari 2024 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengambilan sampel yaitu Simple Random Sampling. Jumlah sampel yang digunakan adalah 56 petani responden. Penelitian ini menggunakan metode analisis Data Envelopment Analysis (DEA), Regresi Tobit dan analisis deskriptif. Hasil analisis DEA menunjukkan bahwa tingkat efisiensi teknis (VRSTE) usahatani melon greenhouse di Kecamatan Wates memperoleh nilai rata-rata efisiensi relatif sebesar 0,944. Artinya petani responden memiliki peluang untuk meningkatkan efisiensi teknis sebesar 5,6%. Sebanyak 29 petani respoonden telah mencapai tingkat efisiensi secara penuh dengan nilai efisiensi sama dengan satu. Selanjutnya, hasil analisis regresi tobit menunjukkan bahwa variabel anggota keluarga, pendidikan dan status kepemilikan lahan dinyatakan berpengaruh nyata signifikan pada (α = 5%) terhadap efisiensi teknis usahatani melon greenhouse, sedangkan variabel umur, pengalaman dan kemitraan tidak berpengaruh nyata signifikan terhadap efisiensi teknis usahatani melon greenhouse di Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Petani disarankan mengurangi penggunaan input produksi yang berlebihan terutama pupuk NPK, pestisida, pupuk kandang dan tenaga kerja dengan melakukan penghematan input produksi agar mencapai efisiensi teknis yang optimal. Selain itu diperlukan sistem pendidikan yang lebih baik dan sistem penyuluhan sesuai dengan kebutuhan petani. Pelatihan tenaga kerja terampil pada usia produktif dan pendampingan terhadap petani sangat diperlukan dalam mengakses adopsi inovasi baru untuk mempermudah mekanisasi budidaya dan efisien secara teknis

    Denoising Sinyal Suara Menggunakan Gerbang Spektrum Pada Sistem Pengenalan Emosi Stres

    No full text
    Perkembangan zaman yang pesat turut mendorong kemajuan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam konteks ini, pengukuran emosi stres manusia secara mobile telah menjadi fokus utama, namun metode tradisional yang melibatkan penggunaan website dan pengisian kuisioner terbukti kurang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan pendekatan baru dengan menggunakan pengukuran emosi stres berbasis suara untuk meningkatkan objektivitas pengukuran. Metode Convolutional Neural Network (CNN) dipilih karena kemampuannya untuk mengambil fitur, memungkinkan algoritma ini untuk beradaptasi dengan data baru secara lebih efisien. Proses denoising sinyal suara menggunakan gerbang spektrum adalah metode yang pengurangan kebisingan yang digunakan pada penelitian ini. Gerbang spektrum terpilih karena kemampuannya menghilangkan noise pada frekuensi yang sudah ditetapkan, meningkatkan kualitas sinyal dan keakuratan pengukuran. Meskipun tingkat akurasi yang diperoleh saat ini sebesar 60%, penelitian ini menyoroti pentingnya verifikasi data yang lebih luas dan penelitian lebih mendalam terkait pengurangan kebisingan suara untuk meningkatkan kinerja sistem. Sistem yang dikembangkan dapat dijalankan melalui platform Android, memudahkan akses dan penggunaan oleh pengguna. Dengan melibatkan pengukuran emosi stres berbasis suara dan teknologi pengurangan kebisingan, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan sistem yang lebih efektif dan dapat diandalkan dalam mendukung pemantauan kesejahteraan emosional manusia secara mobile

    Pengembangan Model Deteksi Glaukoma dengan Mengoptimalkan Convolutional Neural Network Menggunakan Weighted Loss

    No full text
    Kemajuan terkini dalam bidang deep learning telah diterapkan di berbagai bidang, termasuk bidang medis. Salah satu kelainan medis utama di dalam ranah oftalmologi adalah glaukoma. Glaukoma adalah kondisi kelainan medis, yang tidak dapat dipulihkan, yang terjadi karena kerusakan saraf optik mata yang berfungsi membawa informasi sensorik terkait penglihatan. Walaupun beberapa metode deep learning sudah dikembangkan untuk mendeteksi glaukoma, topik deteksi glaukoma ini masih menjadi tantangan dengan ketersediaan dataset citra fundus glaukoma yang tidak seimbang. Penelitian ini mengusulkan penerapan weighted loss pada Convolutional Neural Network (CNN) untuk mendeteksi glaukoma di dataset citra fundus yang tidak seimbang. Dataset yang digunakan pada penelitian ini adalah SMDG-19 yang terdiri dari 19 dataset publik yang sudah terstandarisasi. Penelitian ini menguji SMDG-19 beserta 8 dataset di dalamnya dan membandingkan performa deteksi glaukoma tanpa menggunakan weighted loss dan dengan menggunakan weighted loss. Setelah membandingkan dengan beberapa arsitektur model CNN, penelitian ini mengusulkan model CNN yang mendapatkan rata-rata peningkatan recall sebesar 44.75% dan rata-rata peningkatan f1 score sebesar 7.25% di dalam deteksi glaukoma. Dengan peningkatan recall dan f1 score yang memuaskan, performa precision dikorbankan dengan rata-rata penurunan sebanyak -6.53% di dalam deteksi glaukoma. Model CNN pada penelitian ini juga berhasil mendapatkan rata-rata peningkatan AUC sebesar 3.21%, tetapi dengan rata-rata penurunan akurasi sebesar −4.10%. Selain itu, penelitian ini menggunakan Gradient Class Activation Map (Grad-CAM) yang dapat menginterpretasikan bagian citra fundus yang mendapat perhatian model

    Evaluasi Desain Antarmuka Pengguna Sistem Surat Tugas Menggunakan Kerangka Kerja Goal-Directed Design: Kasus Filkom Apps

    No full text
    Filkom Apps adalah sebuah platform berbasis web yang dikembangkan oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Filkom Apps sendiri digunakan oleh civitas akademika untuk menunjang kegiatannya sehari-hari, salah satunya adalah kegiatan dalam pembuatan dan pendistribusian surat tugas. Antarmuka pengguna fitur surat tugas Filkom Apps memegang peran penting dalam menciptakan pengalaman pengguna yang baik. Sejak awal Filkom Apps dibuat, belum pernah dilakukan evaluasi yang dilakukan sistematik mengenai antarmuka pengguna Filkom Apps khususnya pada fitur surat tugas. Oleh karenanya dilakukan evaluasi antarmuka pengguna untuk mengetahui sejauh mana desain antarmuka mendukung tujuan pengguna dan juga mengukur tingkat kepuasan pengguna. Dengan menggunakan kerangka kerja goal-directed design yang terdiri dari tiga tahap research, modelling, dan requirement. Serta menggunakan kuesioner post-study system usability questionnaire (PSSUQ) untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna. Evaluasi dilakukan dengan pengisian kuesioner PSSUQ, wawancara, dan observasi kepada 5 dosen FILKOM UB yang pernah pengguna fitur surat tugas Filkom Apps. Berdasarkan hasil analisis kuesioner PSSUQ didapatkan nilai secara keseluruhan sebesar 71,17 dari skala 0 sampai 100 yang menunjukkan tingkat kepuasan pengguna sudah cukup baik. Wawancara dan observasi juga dilakukan terhadap partisipan yang menghasilkan 10 permasalahan yang terjadi salah satunya yaitu tidak adanya halaman dokumentasi. Adapun usulan perbaikan berupa penambahan fungsi, perubahan format penambahan anggota kegiatan, penambahan notifikasi serta penambahan halaman

    Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Lahan Sawah Yang Dilindungi Dalam Upaya Mendukung Kemandirian Pangan Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh

    No full text
    Perubahan lahan secara sederhana dapat dimaknai berubahnya penggunaan lahan sebelumnya menjadi penggunaan lahan baru disebabkan oleh keinginan pemilik lahan melakukan aktivitas kegiatan lainnya, maupun kebijakan pemerintah.Perubahan lahan sawah yaitu berkurangnya lahan sawah, dimana jika sawah berkurang maka akan berdampak berkurangnya produktifitas beras. Dengan mengetahui penyebab perubahan lahan sawah ini diharapkan dapat mengatasi atau mengurangi alih fungsi lahan sawah kedepannya. Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) merupakan kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, secara eksisting masih terdapat sebagian berada pada penggunaan lahan bukan sawah. Kesesuaian penggunaan lahan eksisting terhadap Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) perlu dilakukan sebagai bentuk verifikasi daerah terhadap kebijakan tersebut, sehingga daerah dapat melakukan pengembangan wilayah sesuai dengan potensi yang ada. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif diketahui bahwa selama kurun waktu 10 tahun lahan sawah di Kabupaten Malang berkurang yang mengakibatkan jumlah produksi beras berkurang, secara perhitungan berdasarkan luas sawah tahun 2022 diketahui masih mampu memenuhi kebutuhan penduduk akan beras hingga tahun 2031. Kebijakan Pemerintah Daerah yang tertuang dalam RTRW diharapkan mampu untuk menjaga kemandirian pangan kedepannya, dalam perhitungan berdasarkan luas rencana kawasan tanaman pangan jika terealisasi maka dapat memenuhi kebutuhan beras penduduk sampai tahun 2047

    Pertumbuhan Populasi dan Perkembangan Cadra cautella (Walker) (Lepidoptera: Pyralidae) pada Berbagai Jenis Beras

    No full text
    Beras termasuk salah satu komoditas pertanian yang menjadi bahan pangan utama masyarakat Indonesia. Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia berbanding lurus dengan peningkatan kebutuhan konsumsi beras. Pada tahun 2022, produksi beras di Indonesia meningkat 2,31% sebesar 55,67 juta ton dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kendala utama dalam kegiatan penyimpanan beras yang menyebabkan penurunan kuantitas dan kualitas beras ialah adanya infestasi hama pascapanen. Salah satu hama pascapanen yang dapat menyerang beras ialah Cadra cautella (Walker) (Lepidoptera: Pyralidae). Hama C. cautella termasuk hama kosmopolit yang telah menyebar ke seluruh dunia. Pakan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan populasi, perkembangan, dan perilaku serangga hama. Kualitas pakan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hama pascapanen terdiri dari faktor fisik dan kimia pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan C. cautella dan sebagai informasi dalam upaya pengendalian C. cautella pada jenis beras giling, merah, hitam, pecah kulit, ketan putih, dan ketan hitam. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya pada bulan Maret hingga Juli 2023. Penelitian ini terdiri dari dua percobaan yaitu pertumbuhan populasi dan perkembangan C. cautella pada berbagai jenis beras, dengan tujuh kali ulangan yang diatur dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan pertumbuhan populasi dilakukan dengan menimbang masing-masing beras sebanyak 10 g, kemudian dimasukkan ke dalam tabung perlakuan (d=8 cm, t=7 cm). Sebanyak 200 butir telur C. cautella yang berumur 1−2 hari diinfestasikan pada masing-masing pakan perlakuan. Variabel pengamatan yang dilakukan pada penelitian pertumbuhan populasi terdiri dari jumlah larva, pupa, imago baru (F1), perhitungan nisbah kelamin (sex ratio), dan penurunan berat pakan. Percobaan perkembangan C. cautella dilakukan dengan mengamati masing-masing fase perkembangan sebanyak sepuluh kali ulangan. Variabel pengamatan yang dilakukan pada perkembangan terdiri dari lama fase telur, larva, pupa, praoviposisi, oviposisi, pascaoviposisi, siklus hidup, fekunditas, dan lama hidup imago (longevity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi C. cautella pada perlakuan beras ketan hitam lebih tinggi dibandingkan dengan beras giling, beras merah, beras hitam, beras pecah kulit, dan beras ketan putih. Sementara itu perkembangan C. cautella pada beras ketan hitam lebih cepat dibandingkan dengan beras giling, beras merah, beras hitam, beras pecah kulit, dan beras ketan putih. Presentase penurunan berat pakan lebih tinggi pada beras ketan hitam dibandingkan dengan beras giling, beras merah, beras hitam, beras pecah kulit, dan beras ketan putih

    Deteksi Stres Berbasis Electroencephalography (EEG) menggunakan Metode Random Forest

    No full text
    Stres merupakan masalah fatal yang dapat mengakibatkan gangguan mental maupun kematian. Stres dapat mempengaruhi kinerja seseorang dan memberikan ketidaknyamanan pada orang tersebut. Metode yang biasa digunakan untuk mendeteksi stres yaitu pemeriksaan stres ke rumah sakit. Metode ini memerlukan biaya besar dan kurang fleksibel karena harus dilakukan di rumah sakit. Metode lain yang dapat digunakan untuk deteksi stres adalah menggunakan biosignal. Dengan biosignal, hasil deteksi stres yang didapatkan bersifat lebih objektif dan akurat. Terdapat beberapa biosignal yang dapat digunakan untuk deteksi stres, pada penelitian ini dipilih EEG karena terbukti dapat membedakan antara keadaan santai dan beban kognitif / mental dengan akurasi lebih tinggi dibandingkan biosignal lainnya seperti EKG dan EDA. EEG diproses menggunakan Random Forest karena model ini terbukti dapat mengklasifikan data dengan cepat, ringan, dan dapat mengolah data masukan yang banyak tanpa menyebabkan overfitting. Pembuatan model Random Forest menggunakan perbandingan data training dan testing sebesar 8:2. Random Forest mengklasifikasikan dengan kedalaman atau tingkatan tree sampai semua daun di pohon murni atau berisi kurang dari 2. Tree yang dibuat sebanyak 100 dan diakhir model disimpan dalam file berformat joblib. Model Random Forest tersebut dimuat dalam sistem yang portable dengan pemroses utama Raspberry Pi. Hasil prediksi dugaan tingkatan stres yaitu Not Stres, Mid Stres, dan High Stres ditampilkan di LCD 16x2. Prediksi stres didapatkan menggunakan 3 fitur hasil ekstraksi menggunakan Power Spectral Density (PSD) yaitu Delta_value, Alpha_value, dan Delta_power. Hasil akurasi training yang didapatkan sebesar 0.87, akurasi testing sebesar 1 dengan ratarata waktu komputasi pengujian sebesar 1.67 deti

    Pengembangan Sistem Pengaduan Masyarakat Berbasis Website (Studi Kasus : Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung)

    No full text
    Desa Karangtalun yang berada di Kabupaten Tulungagung merupakan desa yang sudah memperoleh nilai IDM (Indeks Desa Membangun) sebesar 0,9 yang berarti desa tersebut memperoleh predikat mandiri dari pemerintah sehingga dapat dipastikan bahwa Desa Karangtalun memiliki infrastuktur internet yang sangat baik, namun untuk saat ini namun mekanisme pengaduan masyarakat hanya dapat dilakukan dengan mengadu secara langsung kepada pamong desa atau datang secara langsung ke Balai Desa. Hal ini menyebabkan proses pengaduan masyarakat menjadi tidak efisien dan menyebabkan permasalahan tak kunjung selesai. Dari permasalahan tersebut dikembangkan sebuah sistem pengaduan masyarakat daring untuk mempermudah masyarakat dalam mengirim pengaduan dan membantu pemerintah desa dalam mengelola pengaduan dan memberikan pelayanan publik yang baik. Aplikasi berbasis website ini akan dikembangkan menggunakan metode waterfall dan framework laravel untuk bagian database akan menggunakan MySQL dan menggunakan API OpenStreetMap sebagai penyedia data lokasi dan penentuan koordinat lokasi yang akan divisualisasikan oleh leaflet. Pada tahap pengujian sistem akan menggunakan black-box untuk pengujian fungsional dan User Acceptance Testing untuk pengujian nonfungsional pada sistem. Hasil black-box mendapatkan hasil 100% yang menunjukkan bahwa sistem memenuhi kebutuhan fungsional sedangkan pada pengujian User acceptance testing (UAT) mendapatkan hasil 90.1% yang menunjukkan bahwa aplikasi dapat diterima oleh pengguna dan sudah memenuhi kebutuhan nonfungsional

    Pengaruh perbedaan jenis pupuk kandang dan PGPR terhadap ketahanan Turnip Mosaic Virus (TuMV) pada sawi (Brassica juncea L.)

    No full text
    Tanaman sawi menjadi salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan petani di Indonesia karena digemari masyarakat untuk dikonsumsi sehari-hari. Namum, dalam berbudidaya tanaman sawi memiliki kendala karena serangan penyakit salah satunya adalah serangan Turnip Mosaic Virus (TuMV). Serangan penyakit TuMV dapat menyebabkan kegagalan panen karena penyakit itu mampu menyerang pada semua fase pertumbuhan mulai dari benih, fase pembibitan, vegetative, sampai fase generative. Serangan TuMV pada tanaman sawi menyebabkan kerusakan berupa mosaik disertrai vein clearing pada daun, melepuh (blister), sampai dengan perubahan bentuk daun (malformasi). Upaya dalam meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman dapat dilakukan dengan pemberian pupuk kandang dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Oleh karena itu, dilakukan penelitian terkait pengaruh pupuk kandang dan PGPR terhadap pertumbuhan dan ketahanan tanaman sawi. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Oktober hingga Desember 2020. Adapun tahapan penelitian yang dilaksanakan adalah persiapan inokulum TuMV, persiapan media tanam dan penanaman, aplikasi PGPR, pembuatan sap TuMV, inokulasi TuMV pada tanaman sawi, dan perawatan tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk enam perlakuan termasuk kontrol dan setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Adapun variable yang diamati pada penelitian ini meliputi intensitas serangan TuMV, panjang tanaman, jumlah daun, dan biomassa tanaman. Penyakit yang disebabkan oleh TuMV pada tanaman sawi menghasilkan gejala yang bermacam-macam. Gejala yang dihasilkan pada daun tanaman sawi meliputi gejala klorosis berbentuk mosaik bewarna hijau kekuningan disertai dengan menunjukan gejala vein clearing, dan perubahan bentuk atau malformasi (daun berkerut) yang terjadi pada daun tanaman sawi. Hasil uji lanjut DMRT menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk kandang kambing dengan penambahan PGPR memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan intensitas penyakit TuMV jika dibandingkan dengan kontrol dan perlakuan dengan pupuk saja. Selain itu, bahwa pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk kandang kambing dengan penambahan PGPR memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan pertumbuhan tanaman sawi jika dibandingkan dengan kontrol dan perlakuan dengan pupuk saja meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, biomassa tanaman sawi. Pemberian pupuk kandang sapi dan kambing dengan penambahan PGPR mampu meningkatkan ketahanan tanaman sawi terhadap TuMV dan mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇