137686 research outputs found
Sort by
Pengaruh Formulasi Permen Jelly dengan Penambahan Serbuk Rempah Terhadap Kecerahan, Elastisitas, dan Total Fenol pada Permen Jelly
Rempah-rempah banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai bahan masakan hingga pengobatan tradisional. Jahe dan serai memiliki kandungan senyawa volatile dan fenolik yang tinggi. Fenol memiliki manfaat sebagai antiinflamasi, antibakteri dan antioksidan untuk tubuh. Dewasa ini, jahe dan serai banyak di olah menjadi minuman serbuk instan yang menghasilkan limbah serbuk rempah-rempah sebesar 10% per produksi. Pemanfaatan serbuk yang tidak lolos ayakan dapat melalui sebuah inovasi produk berupa permen jelly. Bahan baku dalam pembuatan permen jelly adalah air, high fructose syrup, gelatin, dan serbuk rempah-rempah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Untuk mendapatkan formulasi permen jelly serbuk rempah-rempah yang terbaik untuk menghasilkan permen jelly dengan tekstur, warna, dan kadar fenol terbaik. 2) Untuk mengetahui karakteristik formulasi permen jelly dengan formulasi terbaik. Penelitian ini dilakukan dengan formulasi menggunakan rancangan campuran metode Simplex Lattice Design dengan software Design Expert 13. Batas bawah dan batas atas pada high fructose syrup adalah 27% dan 32%. Batas bawah dan batas atas gelatin sebesar 6% dan 10%. Selanjutnya, dilakukan uji verifikasi menggunakan Minitab 19 dengan analisis Paired T-test selang kepercayaan 95%. Hasil optimasi formulasi permen jelly optimum dilakukan uji karakterisasi sifat fisikokimia menggunakan alat tensile strength, color reader, total fenol dengan metode folin ciocalteu dengan asam galat, aktivitas antioksidan IC50 metode DPPH. Proposi terbaik dari permen jelly serbuk rempah-rempah yang diprediksi oleh Design Expert 13 menggunakan konsentrasi high fructose syrup sebesar 29,188% dan konsentrasi gelatin sebesar 8,812% yang kemudian dilakukan verifikasi dan didapatkan hasil p-value >0,05 tidak berbeda nyata untuk respon warna dan total fenol. Hasil analisis akhir produk permen jelly serbuk rmepah-rempah memiliki karakteristik kecerahan (L*) 35,417 ± 0,45, kemerahan (a*) +3,06 ± 0,85, kekuningan (b*) 9,73 ± 0,47, elastisitas 15,73 ± 0,2, kekerasan 8,13 ± 0,15, total fenol 3,13 ± 0,1 mg GAE/g, dan aktivitas antioksidan IC50 5128 ppm
Perencanaan Jalur Evakuasi & Tempat Evakuasi Sementara (TES) Bencana Tsunami Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang
Indonesia merupakan negara dengan peringkat pertama dengan risiko tsunami tertinggi (Cahyono, 2018). Seluruh pantai selatan Kabupaten Malang merupakan kawasan rawan bencana tsunami dengan kecamatan terluas adalah Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Potensi ekonomi pada pantai Kecamatan Sumbermanjing Wetan menarik penduduk untuk bekerja disektor pariwisata, namun tidak diimbangi dengan ketersediaan jalur evakuasi dan TES. Berdasarkan kondisi tersebut maka perencanaan jalur evakuasi dan Tempat Evakuasi Sementara (TES) bagi masyarakat pesisir Kecamatan Sumbermanjing Wetan dianggap memiliki urgensi yang tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu membuat peta tingkat risiko tsunami, rekomendasi TES bencana tsunami pasca pandemi covid-19, dan menyusun rekomendasi jalur evakuasi bencana tsunami Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Metode yang digunakan berupa metode kuantitatif yang didukung dengan teknik analisis risiko tsunami, analisis kelayakan TES, analisis kebutuhan ruang, analisis service area, analisis location-allocation, analisis kelayakan jalan, waktu tempuh, dan network analyst. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat risiko tsunami yang tersebar di Desa Sitiarjo, Desa Tambakrejo, Desa Tambakasri, dan Desa Sidoasri. Desa Tambakasri tidak terdapat permukiman yang terdampak risiko tsunami, sehingga penelitian ini hanya fokus pada Desa Sitiarjo, Desa Tambakrejo, dan Desa Sidoasri. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi TES sejumlah 11 unit dengan rincian 9 unit TES bangunan publik, 1 Unit TES vertikal baru yang memanfaatkan tanah kas desa di Pantai Tamban Desa Tambakrejo, dan 1 unit TES horizontal yang memanfaatkan bukit hutan produksi. Rekomendasi perencanaan jalur evakuasi bencana tsunami di Kecamatan Sumbermanjing Wetan sejumlah 17 rute yang tersebar di Desa Sitiarjo, Desa Tambakrejo, dan Desa Sidoasri
Pengaruh Konsentrasi Cacing Tanah, Enzim Papain, Dan Jenis Pelarut Terhadap Protein Terlarut, Total Fenol, Dan Aktivitas Antioksidan Hidrolisat Protein Cacing Tanah (Eudrilus Eugeniae)
Permintaan protein hidrolisat global diperkirakan meningkat menjadi 160 kilo
ton pada tahun 2024 dengan nilai ekonomi sebesar 800 juta dollar amerika. Akan
tetapi bahan baku utama yang digunakan dalam produksi hidrolisat masih
didominasi oleh berbagai jenis sumber protein hewani dan sumber nabati,
sehingga dapat berpotensi menimbulkan persaingan sumber daya. Salah satu
bahan baku alternatif yang dapat digunakan untuk pembuatan hidrolisat protein
adalah cacing tanah Eudrilus eugeniae. Hal ini dikarenakan cacing tanah Eudrilus
eugeniae merupakan sumber protein dan antioksidan alami dengan
kertersediaannya yang melimpah. Sifat antioksidan dari ekstrak cacing tanah
dapat disebabkan oleh senyawa fenolik yang berperan penting dalam menetralisir
radikal bebas. Antioksidan yang terdapat pada cacing tanah sangat diminati
sebagai zat pelindung untuk membantu tubuh manusia dalam mengurangi
kerusakan oksidatif tanpa menimbulkan efek samping. Beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi proses hidrolisis protein secara enzimatis yaitu konsentrasi bahan
baku, konsentrasi enzim dan jenis pelarut yang digunakan.
Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama bertujuan untuk
mengetahui pengaruh konsentrasi cacing tanah dan konsentrasi enzim papain
terhadap rendemen, protein terlarut, total fenol, dan aktivitas antioksidan.
Rancangan Acak Kelompok (RAK) pada penelitian ini disusun mengunakan dua
faktor yaitu konsentrasi cacing tanah (20% (b/v), 30% (b/v) dan 40% (b/v)) dan
konsentrasi enzim papain (0% (b/v), 8% (b/v), 10% (b/v), 12% (b/v)) dengan 3 kali
ulangan. Pemilihan perlakuan terbaik tahap pertama dilakukan menggunakan
metode Zeleny. Penelitian tahap kedua yaitu membandingkan lima jenis berbeda
dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan perbedaan jenis
perlarut yaitu pelarut aquades, metanol, etanol, etil asetat, dan n-heksana
terhadap hasil uji rendemen, protein terlarut, total fenol, dan aktivitas antioksidan
berdasarkan kombinasi perlakuan terbaik yang dihasilkan pada tahap pertama.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi cacing
tanah dan enzim papain berpengaruh signifikan terhadap hasil uji rendemen,
protein terlarut, total fenol dan aktivitas antioksidan. Hasil uji rendemen, protein
terlarut, total fenol, dan aktivitas antioksidan tertinggi masing-masing sebesar
66,26%, 11,47%, 23,07 mg GAE/mL hidrolisat, dan 3301,41 ppm ditunjukkan pada
perlakuan penambahan konsentrasi cacing tanah 40% (b/v) dan konsentrasi enzim
papain 12% (b/v). Hasil penelitian pada tahap kedua menunjukkan perbedaan
pelarut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil uji rendemen, protein
terlarut, total fenol, dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian tahap kedua
menunjukkan bahwa pelarut etanol menghasilkan rendemen, protein terlarut, total
fenol, dan aktivitas antioksidan tertinggi masing-masing sebesar 69,42%, 13,05%,
29,54 mg GAE/mL hidrolisat dan 2421,24 ppm
Kinerja CPHMA terhadap Aplikasi Alternatif Modifier Asbuton Berbasis Minyak Kemiri Modifikasi.
Kebutuhan jalan yang semakin meningkat berdampak pada suplai bahan baku, utamanya
aspal. Kebutuhan aspal minyak setiap tahun diperkirakan sebesar 1.200.000 ton dan hanya
dapat terpenuhi sekitar 500.000 ton dari produksi dalam negeri sedangkan kekurangannya
masih dipenuhi oleh produsen luar negeri. Aspal minyak sebagai aspal konvensional hingga
saat ini masih merupakan prioritas utama dalam menyuplai kebutuhan bahan baku jalan.
Jumlah sumber daya dan kuantitas aspal minyak yang terbatas, belum dapat mencukupi
kebutuhan konstruksi jalan. Hal ini menunjukkan dibutuhkannya peningkatan akan bahan
baku dalam negeri, baik kuantitas maupun sumber daya alam.
Aspal Buton (Asbuton) sebagai produk dalam negeri menawarkan peluang sebagai alternatif
sumber daya alam yang akan mampu menyuplai kebutuhan aspal. Asbuton hingga saat ini
masih belum populer digunakan dikarenakan beberapa kekurangannya, antara lain
dibutuhkannya material sebagai modifier asbuton. Kebutuhan asbuton akan material ini
disebabkan asbuton telah terekspos di udara terbuka selama ratusan tahun sehingga fraksi
cairan dari maltene berkurang dan bitumen terperangkap dalam mineral asbuton.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan material yang dapat menjadi modifier untuk
asbuton sehingga dapat menggantikan penggunaan modifier konvensional dimana idealnya
material yang akan menjadi modifier juga merupakan produk lokal, mudah didapatkan,
mudah dikerjakan dan relatif tidak mahal. Kinerja modifier akan diaplikasikan pada
perkerasan CPHMA (Cold Paving Hot Mix Asbuton) dimana modifier dengan kuantitas
tertentu dicampurkan dengan agregat dan asbuton, diaduk secara manual pada suhu ruang
dan dipanaskan di oven dengan suhu dan durasi tertentu, kemudian dipadatkan. Hasil yang
didapatkan dari penelitian ini akan dapat meningkatkan kuantitas suplai aspal, peningkatan
nilai ekonomis dan pemanfaatan asbuton serta teknologi untuk produk lokal.
Metode penelitian yang akan dilakukan berpedoman pada pengujian aspal yang menguji
ketahanan campuran perkerasan dengan uji marshall, tensile strength, rutting, stiffness,
fatigue dan creep dimana tahap seleksi material didasari oleh uji coba (trial), liquid liquid
extraction (LLE), fourier transform infra red (FTIR) dan X-Ray Fluorescence (XRF).
Hasil dari penelitian yang merupakan novelty dalam pengetahuan asbuton yaitu (1)
terbuktinya potensi minyak kemiri sebagai bahan dasar modifier asbuton, (2) ditemukannya
proses seleksi minyak nabati atau material dengan titik didih tinggi sebagai modifier asbuton,
(3) ditemukannya mekanisme pelunakan dan pelarutan bitumen asbuton, (4) ditemukannya
kuantitas modifier serta durasi dan suhu pemanasan campuran CPHMA untuk mendapatkan
ketahanan yang optimal, (5) ditemukannya nilai ketahanan marshall, tensile strength, rutting,
stiffness, fatigue dan creep optimal dari campuran CPHMA dengan modifier berbasis
minyak kemiri
Optimasi Formulasi dari Bahan Teh Hitam (Camellia sinensis), Lemon (Citrus limon) dan Daging Buah Pala (Myristica fragrans) untuk Meningkatkan Antioksidan dan Pengaruhnya Terhadap Relaksasi.
Stress merupakan reaksi seseorang baik secara fisik maupun emosional (mental/psikis) apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri. Stress secara psikologi dapat mempengaruhi kondisi tubuh memicu adanya stress oksidatif. Respon otak terhadap stress menyebabkan beberapa reaksi pada tubuh seperti penuaan dini hingga kanker. Maka dari itu salah satu cara untuk mencegah terjadinya stress adalah meminum teh herbal. Teh herbal dapat berasal dari sebagian teh yang dicampur oleh bahan lain atau semuanya berasal dari bahan lain Formulasi dilakukan dengan komposisi teh hitam, lemon dan daging buah pala. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komposisi yang cocok untuk membuat teh herbal dari Teh hitam, lemon dan daging buah pala yang dapat meningkatkan antioksidan dan dapat memberikan efek relaksasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah menggunakan formulasi dengan DesignExpert lalu formulasi diuji dengan uji kadar air, aktivitas antioksidan, dan uji hedonik. Rentang formulasi dari teh hitam sebesar 65-75%,lemon 15-25% dan daging buah pala 5-10%. Dilakukan efek relaksasi yang terlebih dahulu mengetahui tingkat stress dengan Perceived Stress Questionnaire (PSQ) dan selanjutnya dilakukan uji relaksasi dengan metode Relaxation Stress Questionnaire (RSQ) sebelum dan sesudah meminum teh herbal. Kemudian tingkat relaksasi dianalisis menggunakan aplikasi minitab 19. Berdasarkan hasil penelitian formulasi terbaik adalah 75% teh hitam, 15% lemon dan 10% daging buah pala dan menghasilkan IC50 sebesar 55,39±1,44 ppm. Aktivitas antioksidan seduhan teh herbal lebih baik dari seduhan teh hitam yang sebesar 102,77 ppm. Sebanyak 54 panelis yang mengikuti evaluasi tingkat stress dan uji relaksasi hasilnya teh hitam dan teh herbal dapat meningkatkan relaksasi. Pada uji hedonik teh herbal didapatkan hasil atribut kenampakan agak suka, aroma agak suka, dan agak tidak suka rasa teh herbal
Model Bisnis dalam Rantai Nilai Kopi Taji Lereng Bromo Menggunakan Link Methodology (Studi Kasus di Perkebunan Kopi Taji)
Salah satu daerah yang sedang mengembangkan bisnis kopi di Kabupaten
Malang adalah Desa Taji. Kopi yang dihasilkan dikenal dengan “Kopi Taji Lereng
Bromo”. Pengembangan bisnis “Kopi Taji Lereng Bromo” menghadapi berbagai
kendala, seperti kondisi lingkungan yang kompleks dan ketidakpastian ekonomi.
Terlebih, saat ini kendala terbesar adalah jumlah permintaan kopi lebih tinggi
daripada jumlah produksi kopi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menganalisis kinerja rantai nilai Kopi Taji Lereng Bromo dan model bisnis
existing Kopi Taji Lereng Bromo menggunakan business model canvas (BMC).
Pendekatan yang digunakan adalah dua tahapan dari link methodology,
yaitu pemetaan rantai nilai dan Business model canvas (BMC). Pemetaan rantai
nilai dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan didukung dengan
analisis kuantitatif melalui efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran yang
terbentuk pada rantai nilai Kopi Taji Lereng Bromo. Kajian selanjutnya, yaitu
melakukan analisis deskriptif dengan menggunakan Business model canvas
(BMC) terhadap model bisnis existing pihak pengolah Kopi Taji Lereng Bromo.
Responden pada penelitian ini adalah petani, pengepul, pengolah, dan retailer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja rantai nilai Kopi Taji Lereng
Bromo efisien berdasarkan saluran pemasaran yang terbentuk. Rantai nilai terdiri
dari empat pelaku utama, yaitu petani, pengepul, pengolah dan retailer. Keempat
pelaku tersebut memiliki peran masing – masing. Aliran produk didistribusikan
melalui dua saluran pemasaran yang terbentuk. Saluran pemasaran dengan jalur
terpendek lebih efisien secara ekonomi. Model bisnis existing dilakukan dengan
menggunakan sembilan pilar dalam Business model canvas. Kebutuhan
konsumen yang berubah, perubahan tren pasar, dan ketidakpastian ekonomi
dapat menjadi ancaman bagi “Kopi Taji Lereng Bromo”, sehingga diperlukan
beberapa alternatif strategi untuk menjaga eksistensi produk tersebut.
Saran perbaikan penelitian selanjutnya adalah analisis mendalam yang
mempertimbangkan faktor eksternal terkait regulasi pemerintah, penerapan
metode lanjutan dari link methodology prinsip model bisnis baru yang difokuskan
ke petani, serta metode lanjutan lain siklus prototipe untuk mengevaluasi secara
berkelanjutan model bisnis agar dapat berkembang
Perancangan User Experience Aplikasi Go UMKM by BSI Berbasis Mobile Menggunakan Metode Human Centered Design (HCD)
Go UMKM by BSI merupakan platform digital berbasis website yang dikembangkan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) bertujuan untuk mendukung ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Sebagai pasar daring, Website Go UMKM by BSI memfasilitasi UMKM dalam mempromosikan produk dan jasa mereka secara online. Platform ini memungkinkan pengguna untuk membuat profil bisnis toko online, mengunggah informasi produk, dan informasi kontak penjual agar calon pembeli dapat berinteraksi langsung dengan penjual melalui luar sistem. Platform ini juga menyediakan pelatihan digital kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan tujuan meningkatkan visibilitas online UMKM, memperluas pasar, dan mengembangkan bisnis mereka melalui teknologi digital. Meski baru diluncurkan pada tahun 2021, BSI telah merencanakan pengembangan aplikasi mobile untuk Web Go UMKM by BSI yang dijadwalkan rilis pada tahun 2024. Inisiatif ini didorong oleh tujuan BSI dalam mendigitalisasi seluruh produknya dalam bentuk mobile. Aplikasi mobile menawarkan keunggulan aksesibilitas dan user experience yang dioptimalkan untuk perangkat mobile. Dalam mengembangkan aplikasi ini, pentingnya perancangan user experience yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan memberikan pengalaman pengguna yang memuaskan menjadi prioritas. Untuk mencapai hal ini, pendekatan Human Centered Design (HCD) dipilih karena fokusnya pada pemahaman kebutuhan, keinginan, dan kebiasaan pengguna. Tujuannya adalah menghasilkan solusi yang relevan, efektif, dan memuaskan. Penelitian ini menghasilkan rancangan desain solusi dalam bentuk prototipe high-fidelity yang telah melalui tahap pengujian menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ). Pengujian menunjukkan bahwa desain solusi mendapat persepsi positif dari pengguna, dengan skor rata-rata yang tinggi dalam berbagai aspek, termasuk daya tarik, kejelasan, efisiensi, stimulasi, ketepatan, dan kebaruan. Hasil ini menegaskan bahwa desain yang dihasilkan telah menjawab permasalahan pengguna dan siap untuk diimplementasikan lebih lanjut
Analisis Pengaruh Media Sosial Instagram Dan Influencer Marketing Terhadap Intention To Buy Brand Lecade
Kecepatan akses internet memudahkan masyarakat sebagai alat kegiatan jual beli.
Digital marketing menjadi salah satu tren pada perkembangan media pemasaran untuk mempromosikan produk. Produk lokal di era modern saat ini telah
mengalami perkembangan yang sangat pesat dengan memanfaatkan strategi digital marketing yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial Instagram dan Influencer Marketing terhadap intention to buy pada brand
Lecade. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksplanatori yang menjelaskan hubungan antar variabel dengan teknik non-probability sampling. Ukuran sampel
yang digunakan berjumlah 91 responden dengan kriteria usia minimal 18 tahun dan
pengguna aktif media sosial Instagram yang merupakan pengikut akun brand
Lecade. Metode analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS 26. Hasil pengujian terhadap dua hipotesis disimpulkan bahwa (1) variabel media sosial
Instagram berpengaruh positif terhadap intention to buy pada brand Lecade, (2) variabel influencer marketing berpengaruh positif terhadap intention to buy pada
brand Lecade
Pengaruh Penyertaan Modal dan Keuntungan BUMDes Terhadap Pendapatan Asli Desa (PAdes) Di Kabupaten Malang.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan Kelembagaan yang berbadan hukum
dikelola oleh pemerintah dan masyarakat desa yang mana sebagain modal BUMDes dimiliki oleh
desa. Kehadiran BUMDes diharapkan dapat mengurangi jumlah desa tertinggal dan
meningkatkan kemandirian desa. Penyertaan modal BUMDes diatur dalam Undang-Undang
Desa Nomor 6 tahun 2014. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, menggunakan data
sekunder berupa data cross section yang diperoleh dari Data Desa Center Provinsi jawa Timur
dan data primer dari hasil wawancara acak BUMDes di Kabupaten Malang, tempat penelitian di
Kabupaten Malang dengan objek penelitian berjumlah 270 BUMDes, untuk waktu penelitian pada
tahun 2019. Terdapat enam variable bebas dalam penelitian ini yakni, legalitas, kelembagaan,
penyertaan modal, unit usaha, kemitraan dan keuntungan. Sementara untuk variable terikatnya
Pendapatan Asli Desa (PADes). Dengan judul Pengaruh Penyertaan Modal Dan Keuntungan
BUMDes Terhadap Pendapatan Asli Desa Di Kabupaten Malang. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan variabel kelembagaan, penyertaan modal kemitraan dan keuntungan BUMDes
berpengaruh secara signifikan terhadap PADes di Kabupaten Malang.Terdapat 15 dari 35
kecamatan dengan penyertaan Modal BUMDes paling besar yakni lebih dari 500 juta rupiah dan
telah berkontribusi lebih dari 20 juta rupiah kepada PADes. Sementara itu kemitraan merupakan
variabel yang paling besar mempengaruhi PADes dengan koefisien bernilai positif
Sistem Pengelolaan Limbah B3 Berdasarkan Sudut Pandang ESG di Kawasan Industri SIER
Praktik pengelolaan limbah telah menjadi salah satu fokus utama industri, terutama
karena adanya tekanan dari investor asing dan OJK terkait tanggung jawab lingkungan yang
diungkapkan dalam Environmental, Social, and Governance (ESG) Report. Industri yang
mematuhi standar pengelolaan limbah dapat meningkatkan peringkat ESG dan reputasi
mereka. Hal ini mendorong industri-industri, termasuk PT. SIER (Surabaya Industrial Estate
Rungkut), untuk aktif melaksanakan tindakan pengelolaan limbah dan melaporkannya dalam
ESG Report. Berdasarkan ESG Report PT. SIER Tahun 2021, PT. SIER mengelola limbah
B3 melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Sementara pada kondisi lapangan, PT. SIER
juga telah melibatkan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) PT. SIER untuk menyimpan
limbah B3, sebelum limbah residu diserahkan ke pihak ketiga. Kondisi ini menjadi indikasi
adanya selisih informasi antara pelaporan dengan kondisi lapangan pengelolaan limbah B3.
Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa mereka tidak hanya memberikan
banyak informasi dalam ESG Report, tetapi juga informasi yang disajikan konsisten dan
relevan dengan kondisi lapangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi konsistensi antara pelaporan
pengelolaan limbah B3 di ESG Report PT. SIER Tahun 2021 dengan kondisi lapangan
sebenarnya. Jenis penelitian ini termasuk dalam mixed-method, dimana pengumpulan data
kualitatif dan kuantitatif dilakukan berurutan, dengan salah satu data bersifat sebagai
pendukung. Penelitian ini mengumpulkan data sekunder ESG Report PT. SIER Tahun 2021
dan dokumen pengelolaan limbah B3. Kemudian, dilengkapi dengan data primer dari indepth
interview bersama Kepala Kepala Unit Wastewater Treatment Plant dan Laboratorium
Air IPAL PT. SIER serta Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Selanjutnya,
peneliti melakukan analisis konten dengan bantuan ATLAS.ti. Analisis konten digunakan
untuk menganalisis komponen-komponen yang telah digunakan PT. SIER dalam ESG
Report serta mengevaluasi konsistensi informasi pelaporan ESG dengan kondisi lapangan
pengelolaan limbah B3 di Kawasan Industri SIER.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dari enam belas komponen pengelolaan limbah
yang dievaluasi, seluruh komponen telah diverifikasi di lapangan dan empat belas di
antaranya juga terdapat dalam ESG Report PT. SIER Tahun 2021. Artinya, terdapat dua
komponen yang sudah terverifikasi di lapangan, namun belum dilaporkan dalam ESG Report
PT. SIER Tahun 2021. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa kinerja PT. SIER sudah baik,
namun diperlukan juga perbaikan konsistensi antara kondisi lapangan dengan ESG Report
PT. SIER Tahun 2021