137686 research outputs found
Sort by
Pengaruh Efikasi Diri Aparat Desa terhadap Pengelolaan Keuangan Desa. Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Digitalisasi sebagai Pemoderasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri aparat desa
dengan mensinergisitaskan antara konsep kognisi sosial dan kognisi personal
terhadap pengelolaan keuangan desa. Selain itu, untuk mengetahui juga dengan
kehadiran aspek pendidikan dan pelatihan (diklat) berbasis digitalisasi, apakah
mampu memperkuat atau memperlemah pengaruh efikasi diri aparat dengan
terhadap pengelolaan keuangan desa. Hasil pengujian secara statistik
menunjukkan bahwa kedua faktor kognisi sosial yaitu pengalaman dan
kecerdasan dapat disenergikan dengan faktor kognisi personal yaitu dorongan
kemauan dan regulasi diri, sehingga keempat faktor ini masing-masing mampu
meningkatkan pengelolaan keuangan desa. Pemerintah desa dalam perekrutan
maupun mutasi jabatan harus mampu memperhatikan keempat faktor ini. Selama
ini persyaratan perekrutan atau mutasi jabatan sangat ditentukan oleh
pembuktian legalitas formal (portofolio), tetapi harus juga memperhatikan faktor
lain yang belum bisa diukur karena faktor lain ini dapat dipertimbangkan melalui
hubungan kekerabatan dan kenalan yang mengetahui kepribadian dari calon.
Untuk meningkatkan pengelolaan keuangan desa, maka dapat dilakukan dengan
pendidikan dan pelatihan berkelanjutan seperti dengan bantuan teknologi digital.
Alasan penggunaan teknologi ini adalah untuk efisien dan efektif dari sisi biaya,
waktu dan tenaga. Hasil pengujian menunjukkan hanya ada satu berpengaruh
signifikan yaitu pendidikan dan pelatihan berbasis digitalisasi dapat memperkuat
pengaruh regulasi diri terhadap pengelolaan keuangan desa. Sedangkan ketiga
faktor lain menunjukkan hasil pengujian berpengaruh tidak signifikan yaitu
pendidikan dan pelatihan berbasis digitalisasi tidak dapat memperkuat, baik itu
pengalaman, kecerdasan maupun dorongan kemauan terhadap pengelolaan
keuangan desa. Oleh karena itu, diklat berbasis teknologi digital tidak saja
memberi dampak positif tetapi juga negatif dalam pengelolaan keuangan desa
Implementasi Prosedur Penanganan Dapur Dalam Bisnis Makanan Dan Minuman: Studi Kasus Di Nyore Cafe
Dalam bisnis makanan dan minuman, kualitas dan kebersihan dapur
menjadi aspek yang sangat penting untuk memastikan keselamatan dan
kepuasan pelanggan. Nyore Cafe, sebagai salah satu bisnis kuliner yang
sedang berkembang, menerapkan prosedur penanganan dapur yang ketat
untuk menjaga kualitas produk dan layanan yang diberikan. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis implementasi prosedur penanganan dapur di
Nyore Cafe, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data
dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan
staf dan manajemen Nyore Cafe, serta analisis dokumen terkait prosedur
penanganan dapur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis
tematik. Hasil penelitian menunjukkan Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan di Nyore Cafe terkait prosedur penanganan dapur dalam bisnis
makanan dan minuman, dapat disimpulkan bahwa implementasi prosedur
yang ketat sangat penting untuk menjaga efisiensi operasional dan
kepatuhan terhadap standar keamanan pangan. Nyore Cafe berhasil
mengintegrasikan SOP yang jelas dari penerimaan bahan baku hingga
penyajian makanan dengan pengawasan langsung dari kepala dapur.
Kendala yang dialami oleh karyawan dalam penanganan dapur di Nyore
Cafe meliputi keterlambatan dan ketidaksesuaian kualitas bahan baku, serta
kurangnya koordinasi antar staf terutama saat jam sibuk. Untuk mengatasi
kendala ini, Nyore Cafe telah menerapkan solusi seperti briefing pagi untuk
koordinasi tugas, penggunaan pemasok cadangan, komunikasi yang baik
antar staf, dan sistem pencatatan yang membantu pengelolaan bahan
Pengaruh Kualitas Layanan, Kualitas Produk, Dan Kenyamanan Terhadap Kepuasan Pelanggan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas layanan, kualitas
produk dan kenyamanan terhadap kepuasan pelanggan. Jenis penelitian ini adalah
explanatory research yang menjelaskan hubungan antara variable bebas dan
variabel terikat melalui pengujian hipotesis dengan metode analisis kuantitatif.
Penelitian ini memiliki 129 responden, 129 responden tersebut diambil dari
populasi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Karakterisitik
responden yang dipilih adalah berdasarkan minimal berusia 18 tahun, pernah
melakukan pembelian di Mie Gacoan dan pernah melakukan pembelian berulang
di Mie Gacoan. Alat uji yang digunakan untuk menguji instrumen penelitian ini
berupa analisis deskriptif, uji asumsi klasik, analisis linear berganda dengan
menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil
penelitian terhadap empat variabel, disimpulkan bahwa kualitas layanan, kualitas
produk dan kenyamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan
pelanggan Mie Gacoan Malang
Analisis Kualitas Pelayanan Klaim Asuransi Meninggal Dunia Di PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia”
Salah satu sektor lembaga keungan syariah yang mengalami peninggakatan setelah perbankan syariah adalah Industry Asuransi Syariah. Asuransi dengan prinsip syariah merupakan sebuah lembaga keuangan yang menawarkan jasa pengelolaan risiko dengan prinsip syariah. Asuransi syariah merupakan salah satu caya yang dapat dipilih dan digunakan masyarakat untuk membantu mereka dalam penyediaan jaminanan finansial. Sebagian masyarakat menyadari pentingnya memiliki jaminan finansial, sehingga kemudia memilih asuransi. Memiliki asuransi berarti mempersiapkan diri dan keluarga jika terjadi musibah ataupun hal yang lain yang berhubungan dengan finansial di kemudian hari. Namun demikian ada juga yang tidak menyadari pentingnya asuransi dikarenakan masyarakat masih memiliki keterbatasan pengetahuan serta kemampuan teknis untuk melakukan transaksi di asuransi syariah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui startegi pemasaran produk Aku Berbagi dan dampaknya terhadap perusahaan. Jenis penlitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptrif
Urgensi Pengaturan Perbuatan Catfishing Sebagai Tindak Pidana
Pada penelitian ini, penulis mengangkat isu hukum terkait ketidaklengkapan
hukum mengenai pengaturan perbuatan catfishing yang marak terjadi di
Indonesia. Catfishing adalah pemalsuan identitas secara daring yang merupakan
pelanggaran dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial sehingga
dibutuhkan peraturan yang jelas. Di Indonesia masih belum mengatur secara tegas
terkait catfishing. Berbeda halnya dengan negara bagian Amerika Serikat yaitu
New York, Texas dan California yang telah memiliki aturan mengenai catfishing.
Aturan di Indonesia belum mengatur catfishing secara tegas dalam regulasinya.
Indonesia memiliki Pasal 35 UU ITE tentang pemalsuan akan tetapi peraturan
tersebut masih memiliki kekurangan dan kelemahan untuk mengkriminalisasi
perbuatan catfishing. Ketidaklengkapan peraturan mengenai perbuatan catfishing
dapat menimbulkan ketidakpastian hukum karena undang-undang saat ini tidak
cukup sebagai acuan.
Berdasarkan hal tersebut, skripsi ini mengangkat rumusan masalah: (1) Apa
urgensi pengaturan perbuatan catfishing sebagai tindak pidana? (2) Bagaimana
alternatif pengaturan perbuatan catfishing di masa yang akan datang?
Kemudian penulisan skripsi ini menggunakan metode yuridis normatif dengan
metode pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan
perbandingan (comparative approach). Bahan hukum primer dan sekunder yang
diperoleh penulis akan dianalisis dengan menggunakan metode Teknik Interpretasi
Gramatikal dan Komparatif. Penelitian hukum yuridis normatif ini dilakukan dengan
cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder sebagai dasar untuk diteliti
dengan cara melakukan penelusuran serta menganalisis mengenai peraturan�peraturan dan literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.
Dari hasil penelitian dengan metode di atas, penulis memperoleh jawaban atas
permasalahan yang ada bahwa urgensi diperlukannya pengaturan catfishing yakni
catfishing dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat baik kerugian materiil
maupun immateriil. Ketidaklengkapan pengaturan catfishing dapat dilakukan
dengan menyisipkan pasal baru yakni Pasal 35A yang merupakan perluasan dari
Pasal 35 UU ITE. Pada Pasal 35 UU ITE normanya hanya pada perbuatan
memalsukan saja tetapi tidak dilanjutkan dengan perbuatan penyalahgunaan dari
pemalsuan tersebut sehingga Pasal 35A akan melengkapi ketidaklengkapan
tersebut dengan menambahkan norma penyalahgunaan dari pemalsuan tersebut.
Dalam membuat formulasi Pasal 35A menggunakan rekonstruksi seperti Pasal 263
KUHP serta pengaturan catfishing dari negara bagian Amerika Serikat seperti New
York, Texas dan California. Dengan adanya aturan hukum yang baik, masyarakat
dapat memiliki pedoman yang jelas tentang apa yang diperbolehkan dan tidak
diperbolehkan dalam konteks online. Selain itu, adanya sanksi dan hukuman yang
diterapkan dapat menjadi mencegah potensi pelaku catfishing. Oleh karena itu
pembuatan aturan hukum dapat berperan sebagai alat perlindungan hukum yang
efektif baik secara preventif maupun represi
PENYELESAIAN SENGKETA MELALUI MEDIASI OLEH NOTARIS
Penyelesaian sengketa melalui mediasi oleh notaris merupakan alternatif yang efektif
dalam menyelesaikan konflik hukum di Indonesia. Mediasi notaris tidak hanya
menyediakan ruang dialog antara pihak yang bersengketa, tetapi juga menjamin
keabsahan dan keterikatan hasil kesepakatan yang dicapai. Penelitian ini menganalisis
proses mediasi yang dilakukan oleh notaris, peran dan tanggung jawab notaris dalam
menjaga netralitas, serta dampaknya terhadap penyelesaian sengketa. Dengan
pendekatan kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi notaris dapat
mempercepat penyelesaian sengketa, mengurangi biaya, dan menciptakan hubungan
yang lebih baik antar pihak. Kesimpulan ini menekankan perlunya peningkatan
pemahaman masyarakat tentang mediasi notaris sebagai solusi alternatif dalam
penyelesaian sengket
Public Value Dalam Pelayanan Keluarga Berencana (Studi Pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Jambi)
Salah satu bidang pelayanan publik yang memiliki peranan penting adalah
pelayanan Keluarga Berencana. Pemerintah Kota Jambi menunjuk Dinas
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana sebagai upaya pengendalian
penduduk dan pelaksanaan program keluarga berencana di Kota Jambi.
Pengelolaan pelayanan KB memiliki implikasi besar terhadap perkembangan dan
pertumbuhan penduduk di Kota Jambi. Namun, Kota Jambi mengalami
permasalahan yaitu angka kebutuhan ber-KB (unmet need) yang masih tinggi dan
tidak mencapai target, cakupan peserta KB modern aktif (mCPR) yang terus
menurun dari tahun 2018-2022, angka peserta KB MKJP aktif yang tidak mencapai
target. Hal ini mengindikasikan kurangnya atau tidak terciptanya public value
dalam pemberian layanan KB kepada masyarakat. Berdasarkan permasalahan
tersebut, penelitian ini akan mendeskripsikan, menganalisis dan menjelaskan
public value dalam pelayanan KB, faktor pendukung dan penghambat dalam
pelayanan KB serta dampak dalam pelayanan KB di Dinas Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi
Untuk menjawab bagaimana public value di DPPKB Kota Jambi, peneliti
menggunakan teori public value menurut Moore (2013) dan Greg & Partson (2006)
yang terdiri dari beberapa dimensi yaitu legitimacy and support, operational
capacity, substantial value, keadilan dan kesetaraan serta kesinambungan jangka
panjang. Peneliti juga mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat
dalam pelayanan KB serta melihat dampak dalam pelayanan KB di DPPKB Kota
Jambi. Untuk mengidentifikasi dampak pada pelayanan KB, peneliti menggunakan
teori Rossi dan Freeman dalam Parson (2008:604) dengan komparasi situasi dan
kondisi sebelum dan setelah adanya pelayanan KB, pendekatan kualitatif dan
judgemental sebagai evaluasi tingkat kesuksesan pelayanan KB, serta komparasi
realita dengan tujuan dan sasaran pelayanan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus.
Data penelitian dikumpulkan dengan cara wawancara, dokumentasi dan
observasi. Data dianalisis sesuai dengan teori Miles, Huberman, dan Saldana
(2014: 12-14) yang dikenal dengan model interaktif yang terdiri dari pengumpulan
data, penyajian data, kondensasi data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelayanan Keluarga Berencana di
DPPKB Kota Jambi tidak terlaksana dengan baik karena dalam pelaksanaannya
tidak terciptanya nilai publik atau public value secara optimal karena terdapat dua
dimensi yang tidak terpenuhi yaitu dimensi substantial value dan dimensi
kesinambungan jangka panjang. Berdasarkan dimensi legitimasi dan dukungan,
sudah terpenuhi dengan baik karena dikuatkan dengan dasar hukum pasal 78 UUD RI No. 36 Tahun 2009 tantang SOP dan pelaksanaan program KB serta
mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Jambi. Berdasarkan dimensi kapasitas
organisasi, sudah terpenuhi dengan baik karena memiliki kader-kader disetiap
Kelurahan dan tenaga kesehatan untuk melaksanakan pelayanan KB di Klinik
Angso Duo DPPKB Kota Jambi. Serta inovasi layanan berupa aplikasi SIDAKA
(Sistem Informasi Pendaftaran dan Konsultasi KB), AJAK (Antar Jemput Alat
Kontrasepsi) dan MUYAN (Mobil Unit Pelayanan KB). Berdasarkan dimensi
substantial value, tidak terpenuhi dengan baik karena masyarakat menganggap
bahwa DPPKB Kota Jambi tidak mampu mewujudkan substansi nilai sosialbudaya,
tidak pernah ada sosialisasi khusus dalam penyebarluasan informasi
program dan inovasi layanan KB oleh pihak pegawai DPPKB langsung.
Berdasarkan dimensi keadilan dan kesetaraan, sudah terpenuhi dengan baik
karena DPPKB Kota Jambi menunjuk kader KB untuk setiap kelurahan dan digaji
setiap bulannya, mendirikan klinik Angso Duo dengan tarif 100% gratis untuk
pelayanan KB. Berdasarkan dimensi kesinambungan jangka panjang, tidak
terpenuhi dengan baik karena tidak tercapainya target pengguna KB aktif MKJP,
angka unmet need KB yang tinggi, serta kurangnya sosialisasi secara masif
inovasi-inovasi yang diciptakan DPPKB Kota Jambi
Adapun faktor pendukung dalam pelayanan KB di DPPKB Kota Jambi
adalah pertama, adanya dukungan pemerintah, kedua ketersediaan Dokter,
Perawat dan Bidan di DPPKB Kota Jambi, ketiga adanya sarana dan pra-sarana
berupa Klinik Angso Duo, Mobil KB, peralatan kesehatan penunjang Program KB,
keempat adanya teknologi yang inovatif misalnya SIDAKA KB (Aplikasi/web
gratis), AJAK KB (Antar Jemput Alat Kontrasepsi), dan Mobil KB Keliling. Adapun
faktor penghambat dalam pelayanan KB di DPPKB Kota Jambi adalah pertama
masyarakat berupa stigma dan persepsi negatif terhadap KB, kurangnya
kesadaran dan pendidikan dalam ber-KB, serta rendahnya partisipasi ber-KB di
Kota Jambi), kedua keterbatasan Kader KB yang hanya terdiri dari 1-2 orang tiap
Kelurahan di Kota Jambi, ketiga faktor budaya dan agama dimana individu/
komunitas tertentu memiliki kepercayaan agama dan budaya yang tidak sejalan
dengan konsep KB/ agama mengharamkan KB.
Masih terdapat dampak yang tidak diharapkan dalam pelayanan Keluarga
Berencana (KB) di DPPKB Kota Jambi seperti tingkat kesuksesan pelayanan KB
yang diukur melalui angka unmet need KB masih tinggi dan tidak mencapai
sasaran, angka mCPR yang mengalami penurunan setiap tahun, serta realisasi
MKJP yang tidak mencapai target sehingga DPPKB kurang optimal dalam
menghasilkan efek yang diharapkan terutama kepada masyarakat.
Berdasarkan temuan permasalahan dalam pelayanan KB di DPPKB Kota
Jambi, peneliti memberikan rekomendasi dan saran berupa edukasi KB melalui
kolaborasi dengan Tokoh-tokoh Agama dan Adat, pelatihan dan sosialisasi
pemahaman peran Kader KB, penambahan jumlah Kader KB disetiap Kelurahan
dan menaikkan Gaji/ Upah Kader KB serta meningkatkan kesertaan KB pria
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Biji Labu Kuning (Cucurbita pepo L.) terhadap Ekspresi Ki-67 dan Jumlah Sel Stroma pada Endometrium Tikus Model Hipoestrogen dengan Injeksi DMPA
Kontrasepsi hormonal Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) dengan
kandungan progesteron, bekerja dengan cara menghambat pelepasan GnRH di
hipotalamus sehingga menyebabkan penurunan terhadap FSH (Follicle Stimulating
Hormone) yang berperan terhadap pematangan folikel untuk memproduksi dan
melepaskan hormon estrogen. Terhambatnya perkembangan folikel selama fase
preovulatory, menyebabkan estrogen endogen yang dihasilkan menjadi lebih rendah
(hipoestrogen). Efek samping penggunaan jangka panjang adalah sukar pulih subur
kembali. Pulih subur membutuhkan waktu 8 hingga 12 bulan, bahkan lebih dari 1 tahun
dan lebih pada beberapa wanita. Rendahnya estradiol mempengaruhi ekspresi proliferasi
sel yang berakibat pada rendahnya jumlah sel-sel yang tidak mengalami regenerasi,
berefek pada penipisan endometrium bahkan atrofi, sehingga endometrium menjadi tidak
kompatibel untuk implantasi. Terapi pulih yang digunakan selama ini berupa Hormone
Replacement Therapy (HRT) estrogen sintetik, asam amino serta vitamin berupa
antioksidan. Namun penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan resiko kanker
payudara, endometrium dan ovarium. Dengan adanya resiko tersebut, maka perlu mencari
terapi alternatif yang minim efek samping. Alternatif terapi yang saat ini sedang
dikembangkan adalah dari bahan alam berupa fitoestrogen. Bahan alami seperti biji labu
kuning (Cucurbita pepo L.) yang mengandung senyawa isoflavon dan flavonoid dengan
struktur kimia dan fungsional menyerupai 17β-estradiol. Tujuan pada penelitian ini adalah
mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol biji labu kuning (Cucurbita pepo L.)
terhadap ekspresi ki-67 proliferasi dan jumlah sel stroma pada endometrium tikus model
hipoestrogen dengan injeksi DMPA.
Penelitian dilakukan secara true experimental post test only control group design.
Sampel 25 ekor tikus putih betina (Rattus norvegicus) dibagi dalam 5 kelompok
pengamatan yang terdiri dari satu kelompok kontrol negatif (tanpa diberi DMPA dan ekstrak
bengkuang) dan 4 kelompok perlakuan (diberi injeksi DMPA sebanyak 2,7 mg setiap 3 hari
dan diulang sebanyak 7 kali). Setelah paparan DMPA dilanjutkan dengan pemeriksaan
apusan vagina dan analisa kadar estrogen serum untuk menentukan kondisi hipoestrogen,
kemudian 3 kelompok perlakuan diberikan terapi ekstrak etanol biji labu kuning dengan
dosis (P1) 50mg/kgBB/hari, (P2) 100 mg/kgBB/hari, dan (P3) 200mg/kgBB/hari. Setelah
pemberian terapi, dilakukan pembedahan pada fase proestrus dan dilanjutkan pada
pemeriksaan pengamatan imunohistokimia (IHK) terhadap ekspresi Ki-67 dan pengamatan
histopatologi jumlah sel stroma endometrium dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE).
Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan ekspresi Ki-67 proliferasi dan
penurunan jumlah sel stroma endometrium pada kelompok kontrol positif (KP) yang di
injeksi DMPA dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (KN) yang tidak diberikan
injeksi DMPA. Penurunan ekspresi Ki-67 proliferasi sel stroma terjadi akibat rendahnya
kadar estrogen dalam tubuh akibat paparan injeksi DMPA dalam waktu yang lama.
Paparan DMPA jangka panjang dapat mempengaruhi perubahan molekuler dan struktural
pembuluh darah serta sel-sel endometrium. Kondisi hipoestrogen menurunkan ekspresi
Ki-67 proliferasi, dimana kadar normal hormon estrogen pada fase proliferasi akan memicu
terjadinya proliferasi sel dan meningkatkan jumlah sel-sel endometrium. Sebaliknya, kadar
estrogen yang rendah menghambat ekspresi Ki-67 proliferasi sel, tidak memicu terjadinya
proliferasi pada sel-sel endometrium. Sedangkan pada kelompok perlakuan P1, P2, dan
P3 menunjukkan adanya peningkatan ekspresi Ki-67 proliferasi dan jumlah sel stroma
endometrium, dibandingkan kelompok kontrol positif (KP). Ekstrak etanol biji labu kuning
(Cucurbita pepo L.) mengandung fitoestrogen yang memiliki struktur senyawa dan fungsi
serupa dengan 17β-estradiol. Fitoestrogen termasuk dalam kelompok isoflavon dan
flavonoid yang merupakan senyawa turunan dari tumbuhan yang memiliki afinitas mengikat yang signifikan terhadap reseptor estrogen baik ERα maupun ERβ meskipun
lebih lemah daripada estrogen endogen. Ekstrak biji labu kuning (Cucurbita pepo L.) juga
dapat meningkatkan proliferasi sel endometrium sehingga meningkatkan ketebalan
endometrium. Senyawa fitoestrogen dalam biji labu kuning dapat digunakan sebagai terapi
alternatif pada tikus dengan kondisi hipoestrogen. Sehingga pemberian ekstrak etanol biji
labu kuning (Cucurbita pepo L.) dapat meningkatkan ekspresi Ki-67 proliferasi dan jumlah
sel stroma endometrium pada tikus model hipoestrogen dengan diinjeksi DMPA
Perbandingan Efektivitas Pemberian Jantung Pisang Kepok dan Pijat Oksitosin Pada Ibu Menyusui terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang
Memberikan Air Susu lbu (ASl) eksklusif pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan
dianggap sebagai norma standar dalam memberi makan dan memenuhi kebutuhan gizi
untuk tumbuh kembang bayi. Namun, tidak semua ibu menyusui mengalami proses yang
lancar. Ibu primipara sering menghadapi kendala, seperti kurangnya pengalaman,
produksi ASI yang kurang, dan persepsi yang salah terhadap kebutuhan bayi akan ASI.
Oleh karena itu, penting bagi ibu, keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan untuk
memberikan perhatian yang cukup terhadap pemberian ASI eksklusif dengan benar. Ini
termasuk memberikan ASI secara eksklusif hingga usia 6 bulan dan melanjutkan hingga
usia 24 bulan, sambil memberikan makanan pendamping yang bergizi sesuai kebutuhan
tumbuh kembang bayi.
Penerapan ASI eksklusif pada bayi merupakan salah satu cara yang dianjurkan
untuk menangani masalah gizi pada balita di Indonesia, hal ini telah diatur dalam
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2014 tentang upaya perbaikan gizi.
Pentingnya pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi melalui pemberian ASI
eksklusif menjadi perhatian utama dalam upaya kesehatan anak. Kenaikan berat badan
merupakan salah satu indikator yang mencerminkan efektivitas pemberian ASI pada
bayi. Metode stimulasi seperti mengkonsumsi jantung pisang kepok dan pijatan oksitosin
telah menarik perhatian sebagai potensi peningkatan produksi ASI. Namun,
perbandingan efektivitas keduanya, terutama dalam kaitannya dengan peningkatan berat
badan bayi, masih memerlukan penelitian lebih lanjut, dan diharapkan memberikan
pemahaman yang lebih jelas tentang kontribusi kedua metode tersebut terhadap
peningkatan berat badan bayi dalam konteks promosi pemberian ASI eksklusif.
Berdasarkan data cakupan pemberian ASI eksklusif di Provinsi Jawa Timur
mengalami penurunan dari 79% pada tahun 2020 menjadi 71,7% pada tahun 2021.
Meskipun demikian, angka ini masih di bawah target WHO untuk mencapai 80% pada
2025. Di Kota Malang, dari 6.455 bayi di bawah 6 bulan, hanya 4.968 yang mendapat
ASI eksklusif pada tahun 2021, menyisakan 1.487 bayi yang tidak mendapat ASI
eksklusif. Puskesmas Dinoyo di Kota Malang memiliki prevalensi ASI eksklusif terendah
pada tahun 2022, dengan 48,82% bayi tidak mendapat ASI eksklusif dari total 465 bayi
usia 6 bulan.
Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan efektivitas menkgonsumsi
jantung pisang kepok dan pijatan oksitosin bagi ibu menyusui dalam meningkatkan berat
badan bayi di wilayah kerja Puskesmas Dinoyo Malang. Desain penelitian ini adalah true
eksperimetal dengan desain pre dan post test pada kedua kelompok intervensi. Sampel
penelitian ini adalah 32 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Penelitian
ini dilakukan selama 7 hari, yaitu dari hari ke-4 hingga ke-10 postpartum. Pada kelompok
pijatan oksitosin dilakukan pemijatan sebanyak 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari, dan
pada kelompok jantung pisang kepok diberikan tumis jantung pisang kepak sebanyak
200 gram per hari. Kedua kelompok penelitian diberikan fasilitas pemenuhan nutrisi, yaitu
3 kali makan utama dan 2 kali makan pelengkap per hari selama 7 hari proses penelitian.
Berdasarkan temuan ini, ditemukan bahwa berat badan bayi setelah diberikan
pijatan oksitosin meningkat sebesar 215.938 gram dengan nilai p-value 0,000 dan berat
badan bayi setelah ibu mengkonsumsi jantung pisang kepok meningkat sebesar 246.750
gram dengan nilai p-value 0,000. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji
independent t-test, hasilnya menunjukkan adanya perbedaan peningkatan berat badan
bayi antara kelompok ibu yang diberikan pijatan oksitosin dan ibu yang mengkonsumsi
jantung pisang kepok sebesar 28.938 gram, di mana perbedaan ini secara statistik
dianggap sebagai perbedaan yang bermakna dengan nilai p-value 0,045. Jantung pisangvii
kepok dan pijat oksitosin terbukti dapat meningkatkan produksi ASI ibu menyusui. Pada
jantung pisang kepok memiliki kandungan laktagogum yang memiliki potensi dalam
menstimulasi hormon oksitosin dan prolaktin seperti flavonoid dan substansi lainnya yang
efektif dalam memproduksi dan memperlancar produksi ASI. Selanjutnya pada pijat
oksitosin merupakan salah satu perawatan non farmakologis yang dapat digunakan
untuk membantu pembentukan ASI melalui neurotransmiter, pijat oksitosin akan
langsung mengaktifkan medula oblongata, menyampaikan pesan ke hipotalamus ke
hipofisis anterior untuk memproduksi ASI, dan juga pada hipofisis posterior untuk
melepaskan oksitosin sehingga menyebabkan payudara mengeluarkan susu.
Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan bahwa mengkonsumsi jantung pisang kepok
pada ibu menyusui lebih efektif dalam meningkatkan berat badan bayi dibandingkan
dengan pijat oksitosin
“Perbandingan efek Valsartan Dan Irbersartan Terhadap Ekspresi NF-KB Pada Ginjal Tikus Model Diabetik Yang Mendapatkan Asam Rosmarinat”
Salah satu komplikasi medis terpenting pada populasi diabetes
adalah nefropati diabetic. NF-κβ terlibat dalam transkripsi molekul proinflamasi dan
inflamasi. Asam rosmarinat secara positif memengaruhi beberapa parameter
terkait stres oksidatif. valsartan dapat mengurangi jumlah protein urin,
memperbaiki kerusakan ginjal. Irbesartan merupakan penghambat angiotensin II
yang memiliki efek renoprotektan.
Tujuan: Mengetahui perbedaan efek pemberian valsartan dibandingkan
irbesartan terhadap ekspresi NF-kB pada tikus model nefropati diabetik yang
mendapatkan asam rosmarinate.
Metode: Penelitian eksperimeental laboratorik dengan desain true experimental
laboratory dan metode randomized posttest only controlled group design. Tikus
dibagi menjadi 4 kelompok yang teridiri dari kontrol negatif, positif, perlakuan 1
(AR+Valsartan), dan perlakuan 2 (AR+Irbesartan). Ekspresi NF-κβ dihitung
menggunakan imunohistokimia jaringan ginjal. Analisa data menggunakan uji
One-way ANOVA dan Post hoc test (Least Significant Difference) dengan tingkat
signifikasi p<0,05.
Hasil: Pemberian Valsartan (16,25±4,34 %) dan Irbesartan (18,25±2,98%)
menurunkan ekspresi NF-Kβ signifikan dibandingkan kontrol positif
(29,25±10,01%) (p<0,05). Pemberian Valsartan (16,25±4,34 %) dan Irbesartan
(18,25±2,98%) tidak berbeda secara nyata untuk menurunkan ekspresi NF-Kβ
(p>0,05).
Kesimpulan: Pemberian irbesartan maupaun valsartan menurunkan ekspresi NFKβ pada tikus nefropati diabetik yang terpapar asam rosmarinat