137686 research outputs found
Sort by
Studi Perencanaan Gully Plug Penahan Sedimen Menggunakan Ban Bekas di Agrotechnopark Sumber Brantas Kota Batu
Erosi merupakan masalah lingkungan yang disebabkan adanya faktor alih fungsi lahan, kemiringan lereng, karakteristik tanah serta aktivitas manusia yang juga menyebabkan merosotnya produktivitas tanah. Dari alih fungsi lahan tersebut mengakibatkan lahan yang semula berfungsi sebagai resapan air menjadi berkurang karena tanah tidak dapat menahan limpasan permukaan secara optimal. Sebagai contoh peristiwa tanah longsor di Kota Batu pada tahun 2021. Penggunaan lahan di kawasan hulu DAS Brantas menimbulkan dampak erosi yang tinggi di kawasan Sumber Brantas. Erosi ini membawa material di daerah sumber Curah Krecek sehingga menutup saluran sungai yang akan membawa aliran air dan material sampai ke hilir yang menimbulkan kerusakan lahan sehingga memerlukan infrastruktur untuk menahan erosi namun dalam hal ini membutuhkan investasi waktu dan biaya yang signifikan.
Dengan adanya hal tersebut maka diperlukan alternatif bangunan penahan erosi yang ramah lingkungan dengan meninjau aspek ramah lingkungan, pembiayaan ringan, dan pemanfaatan bahan bekas yang merupakan bagian dari pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Perencanaan bangunan penahan erosi berupa gully plug direncanakan dengan konstruksi berupa ban bekas truk tipe 7.50-16 14PR diameter velg 16 inchi dan lebar 7.50 inchi serta batu kali dan campuran beton K175 menggunakan semen portland (mortar), pasir dan kerikil sebagai bahan pengisinya. Perencanaan gully plug didasarkan dengan berbagai faktor, yaitu debit banjir rancangan, laju erosi, sedimentasi, hidrolika, dan juga aspek stabilitas.
Dari hasil perencanaan gully plug dengan luas lokasi perencanaan pada daerah tangkapan air sebesar 3,11 ha maka didapatkan debit banjir rancangan sebesar 0,896 m3/dt. Dengan hasil laju erosi sebesar 0,038 mm/tahun dengan nilai tingkat bahaya erosi 0,346 maka diklasifikasikan dalam tingkat bahaya erosi rendah dan sedimen yang akan mengendap di dalam gully plug berdasarkan luas daerah tangkapan air sebesar 29,2% dari total erosi sehingga sedimen yang akan mengendap didalam gully plug sebesar 0,907 ton/ha/tahun atau 1,35 m3/tahun. Berdasarkan hasil perencanaan terhadap hidrolika didapatkan tinggi efektif gully plug (h) sebesar 5 m, tinggi total gully plug (H) sebesar 5,6 m, lebar dasar pelimpah gully plug (B1) sebesar 0,2 m, tinggi limpasan diatas pelimpah gully plug sebesar (h3) 1 m, tinggi jagaan gully plug (f) sebesar 0,6 m, lebar pelimpah atas gully plug (B2’) sebesar 1,8 m, lebar mercu pelimpah (b2) sebesar 1,5 m, lebar limpasan pelimpah gully plug (B2) sebesar 1,2 m, kemiringan hulu gully plug (m) sebesar 0,8 serta kemiringan hilir gully plug (n) sebesar 0,2. Berdasarkan hasil perencanaan terhadap aspek stabilitas dari berbagai kondisi untuk safety factor terhadap guling, geser dan total displacement aman serta rencana anggaran biaya untuk membangun gully plug sebesar Rp 52.366.963,66 dengan jumlah ban bekas truk 690 buah
Efektivitas dan Efisiensi Strategi Kolaborasi Bisnis Dalam Meingkatkan Value Chain (Studi pada Kopi Dari Hati Sudimoro dan Mikane)
Penelitian ini memiliki latar belakang berupa meningkatnya bisnis coffee shop dan
restoran mi di Kota Malang yang menyebabkan Kopi Dari Hati Sudimoro dan
Mikane melakukan Strategi Kolaborasi Bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk
menjelaskan dan menganalisis efektivitas dan efisiensi Strategi Kolaborasi Bisnis
dalam meningkatkan Value Chain pada kolaborasi bisnis Kopi Dari Hati Sudimoro
dan Mikane
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Mixed Methods Concurrent
Embedded yaitu Kualitatif sebagai metode primer dan Kuantitatif hanya berperan
sebagai data pendukung. Pengumpulan data menggunakan Wawancara Semiterstruktur,
Observasi, dan Dokumentasi. Validitas penelitian menggunakan
Triangulasi Teknik. Analisis data Kualitatif menggunakan model analisis data
Miles dan Huberman. Analisis data Kuantitatif menggunakan Uji t-independent.
Hasil dari penelitian ini adalah strategi kolaborasi bisnis menigkatkan efektivitas
dan efisiensi pada aktivitas Value Chain. Kopi Dari Hati Sudimoro dan Mikane
dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas Value Chain mereka melalui
integrasi sistem, berbagi informasi, dan penggabungan beban biaya. Diketahui
bahwa terdapat perbedaan Omzet yang tidak signifikan antara Mikane kolaborasi
dengan tidak kolaborasi sedangkan terdapat terdapat perbedaan Omzet dan
Keuntungan yang signifikan antara Kopi Dari Hati Sudimoro dan Mikane sebelum
kolaborasi dengan tidak kolaborasi.
Saran bagi Kopi Dari Hati Sudimoro adalah melakukan pembuatan konten
Instagram yang lebih bervariasi dengan melakukan berbagi ide konten bersama
Mikane. Mikane dan Kopi Dari Hati Sudimoro dapat membuat Strategi Maketing
untuk membujuk konsumen yang hanya membeli produk Kopi Dari Hati Sudimoro
juga membeli produk Mikane agar saling meningkatkan penjualan. Variabel
keuntungan memberikan perbedaan yang signifikan pada Mikane dan Kopi Dari
Hati, sehingga perlu dilanjutkan kembali kolaborasi yang sudah dijalankan. Saran
untuk penelitian selanjutnya diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan
sebagai referensi untuk memperdalam pengetahuan mengenai Strategi Kolaborasi
Bisnis dan Analisis Value Chain yang lebih luas, terutama terkait kolaborasi bisnis
masih sedikit diteliti dan diperdalam
“Pengaruh Green Brand Image, Green Perceived Value, Green Product Quality Terhadap Customer Loyalty (Studi pada Konsumen The Body Shop Kota Malang)”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh green brand image,
green perceived value, dan green product quality terhadap customer loyalty pada
konsumen The Body Shop di Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah explanatory
research yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui
pengujian hipotesis dengan metode analisis kuantitatif. Penelitian ini menggunakan
sampel sebanyak 202 responden yang diambil dari populasi konsumen The Body
Shop di Kota Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive
sampling. Karakteristik sampel yang dipilih yaitu, minimal berusia 17 tahun dan
sedang menggunakan atau pernah melakukan pembelian produk lebih dari dua kali
di The Body Shop Kota Malang. Alat uji yang digunakan untuk menguji instrumen
penelitian ini berupa analisis regresi linier berganda yang ditunjang dengan uji
validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik. Uji hipotesis dilakukan menggunakan
uji F dan uji t dengan menggunakan program SPSS 25.0. Dari hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa variabel green brand image, green perceived value, dan green
product quality mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap customer loyalty
pada konsumen The Body Shop di Kota Malang
Pengaruh Edukasi Kesehatan Reproduksi Melalui Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Dalam Mencegah Perilaku Seksual Berisiko Pada Mahasiswa.
Remaja mengalami masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, biologis, dan psikologis. Kecenderungan remaja dalam berperilaku seksual dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap remaja terkait kesehatan reproduksi untuk mencegah perilaku seksual berisiko dapat dilakukan dengan edukasi kesehatan reproduksi menggunakan media audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan reproduksi melalui media audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap remaja dalam mencegah perilaku seksual berisiko. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan metode nonrandomized pretest-posttest control group design. Responden penelitian ini terdiri dari 260 mahasiswa Administrasi Bisnis, Fakultas Vokasi, Universitas Brawijaya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah media edukasi kesehatan reproduksi berupa video dan leaflet, serta kuesioner pengetahuan dan sikap remaja. Uji pengaruh penggunaan media edukasi kesehatan reproduksi menggunakan uji paired t test dengan nilai p-value 0.000 untuk pengetahuan kelompok intervensi dan kontrol dan nilai p-value 0.000 untuk sikap kelompok intervensi dan kontrol yang artinya terdapat pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja. Uji perbedaan pengaruh penggunaan media edukasi kesehatan reproduksi menggunakan uji independent t test dengan nilai p-value 0.866 untuk pengetahuan dan p-value 0.653 untuk sikap yang artinya tidak ada perbedaan pengetahuan dan sikap pada kelompok yang diberikan edukasi melalui media audiovisual dengan kelompok yang diberikan edukasi melalui leaflet. Dengan demikian, untuk mencegah perilaku seksual berisiko pada mahasiswa dapat dilakukan edukasi melalui media audiovisual yang dapat dikombinasikan dengan metode diskusi kelompok dan pemberian edukasi dengan durasi waktu yang cukup
Evaluasi Desain Sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Harapan Bunda Lampung Tengah
Rumah Sakit dalam menjalankan fungsi operasionalnya menghasilkan limbah, baik itu limbah padat, limbah domestik, limbah cair, dan juga limbah radioaktif. Limbah yang dikeluarkan fasilitas pelayanan kesehatan dapat menjadi media penyebaran penyakit bagi petugas, pasien, dan masyarakat. Apabila limbah medis tidak dikelola dengan baik maka akan berdampak buruk dan merugikan masyarakat yang berada di sekitar puskesmas seperti gangguan kesehatan dan pencemaran lingkungan. Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor KEP-58/MENLH/12/1995, tentang baku mutu limbah cair bagi kegiatan rumah sakit, bahwa rumah sakit diwajibkan menyediakan sarana pengelolaan limbah cair maupun limbah padat agar seluruh limbah yang akan dibuang ke saluran umum memenuhi baku mutu limbah yang ditetapkan menurut peraturan yang berlaku. Rumah Sakit Harapan Bunda sudah memiliki sistem IPAL yang menurut peraturan sudah memenuhi standar dan berdasarkan hasil evaluasi tiap unit IPAL diperoleh hasil persen efisiensi removal BOD pada sedimentasi, aerob, anaerob, dan klorinasi berturut-turut adalah 6,38%; 13,63%; 21,05%, 16,66%. Persen efisiensi removal COD pada bak sedimentasi, aerob, anaerob, dan klorinasi berturut-turut adalah 17,26%; 6,77%; 16,56%, 17,35%. Persen efisiensi removal TSS pada sedimentasi, aerob, anaerob, dan klorinasi berturut-turut adalah 26,87%; 10,20%; 15,91%, 5,40%. Hasil waktu detensi pada bak inlet, bak pengumpul, bak sedimentasi, bak aerob, bak anaerob, dan bak klorinasi berturut-turut 1,8 jam; 1,6 jam; 3,88 jam; 1,8 jam; 1,8 jam; 98,4 menit dengan kriteria desain untuk waktu detensi minimal berturut-turut adalah 6 jam; 6 jam; 1,5 jam; 2 jam; 3 jam; dan 10 menit. Kinerja IPAL pada Rumah Sakit Harapan Bunda sudah bagus dalam pengolahan limbah karena pada outlet sudah memenuhi baku mutu yang sesuai dengan Permen LHK No. 68 Tahun 2016, Hal ini menunjukkan bahwa parameter yang berada pada air limbah telah memenuhi baku mutu selain parameter TSS, sehingga dapat disimpulkan bahwa IPAL pada rumah sakit perlu meningkatkan efektivitas pengolahan pada bak sedimentasi untuk menurunkan kadar TSS pada limbah. Selain parameter TSS, parameter lainnya sudah tergolong aman untuk dibuang di badan air selanjutnya dan tidak akan merusak lingkungan
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Karyawan: Peran Mediasi Organizational Citizenship Behavior (Studi di PT Telkom Witel Riau Kepulauan)
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh kepemimpinan transformasional, Organizational Citizenship Behavior (OCB), dan kinerja karyawan di PT Telkom Witel Riau Kepulauan yang sedang mengalami transformasi bisnis. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk memperoleh data dari sampel jenuh sebanyak 38 karyawan. Metode SEM berbasis PLS digunakan dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh positif dan signifikan pada OCB. OCB, sebagai mediasi, juga terbukti memainkan peran sentral dalam meningkatkan kinerja karyawan. Temuan ini mendukung teori dan penelitian sebelumnya, memberikan wawasan tambahan tentang peran penting kepemimpinan transformasional dan OCB dalam konteks perubahan organisasi. Implikasi manajerialnya menekankan pentingnya pengembangan kepemimpinan transformasional dan pendorong OCB untuk meningkatkan kinerja karyawan selama proses transformasi di PT Telkom Witel Riau Kepulauan
penelitian Perlindungan Hukum Bagi Debitur Atas Perbuatan Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik van Omstandigheden) yang Dilakukan Oleh Kreditur,
Pada penelitian tesis ini, Peneliti mengangkat permasalahan hukum mengenai kekosongan hukum penyalahgunaan keadaan yang dilakukan kreditur kepada debitur dalam konstruksi hukum perjanjian jual-beli yang menyelubungi perjanjian utang-piutang dengan jaminan hak atas tanah. Peneliti menggunakan dua rumusan masalah, yaitu konstruksi hukum perjanjian utang-piutang yang berubah menjadi perjanjian jual-beli memenuhi karakteristik penyalahgunaan keadaan dan wujud perlindungan hukum bagi debitur terhadap penyalahgunaan keadaan yang dilakukan oleh kreditur.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, pendekatan kasus, dan pendekatan perbandingan, yang berdasarkan bahan hukum primer yang diteliti yaitu Pasal 1320 angka 1, Pasal 1321, Pasal 1754, Pasal 1457 KUH Perdata, Pasal 5 Undang-Undang Pokok Agraria, Boeken 3 Art. 44 (1) dan Boeken 3 Art. 44 (4) Nieuw Burgerlijk Wetboek, Putusan MA No. 1395 K/Pdt/2017, Putusan MA No. 1390 K/Pdt/2016, Putusan MA No. 2237 K/Pdt/2017, dan Putusan MA No. 2878 K/Pdt/2013. Bahan-bahan hukum dikumpulkan menggunakan teknik pengumpulan data berupa penelusuran dan pengumpulan melalui perpustakaan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis berupa interpretasi teleologis dan interpretasi sistematis.
Dengan metode penelitian tersebut, Peneliti mendapatkan hasil penelitian, bahwa konstruksi hukum perjanjian utang-piutang yang berubah menjadi perjanjian jual-beli telah melanggar syarat subyektif yang terdapat pada Pasal 1320 angka 1 KUH Perdata dan telah memenuhi karakteristik terjadinya penyalahgunaan keadaan secara ekonomi. Bentuk perlindungan hukumnya adalah debitur dapat mengajukan kepada pengadilan untuk diminta pembatalannya, yang apabila dikabulkan oleh pengadilan maka debitur akan mendapatkan pengakuan hak atas kepemilikan obyek jaminan hak atas tanah tersebut dan pengalihan melalui perjanjian jual beli tersebut menjadi tidak sah
Analisis Pembelajaran Kurikulum Cambridge Berbaisis International Class Programme Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa (Studi Pada SD Laboratorium UM Malang)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kendala yang sering dihadapi jenjang sekolah dasar khususnya pada sekolah yang menerapkan kurikulum Cambridge berbasis International Class Programme dalam pengelolaan pembelajaran, sebagian dari tenaga didik masih menerapkan pembelajaran berbasis teacher center dan menafikan student centered. Upaya sekolah, khususnya guru perlu ditingkatkan melalui tata kelola pembelajaran mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penerapan, serta evaluasi dengan strategi pembelajaran inkuiri dalam upaya meningkatkan prestasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi (metode dan sumber), peningkatan ketekunan, penggunaan bahan referensi, dan member-check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran di SD Laboratorium UM mulai dari silabus, RPP, modul, bahan ajar dikembangkan oleh guru dengan pedoman framework, pengorganisasian pembelajaran dilakukan secara optimal yang meliputi sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta pembagian waktu pembelajaran baik waktu ajar guru, kegiatan siswa dalam pembelajaran serta pembagian rombel. penerapan pembelajaran terdiri atas kegiatan awal, inti dilakukan dengan mengacu pada strategi pembelajaran inkuiri.Evaluasi penilaian pembelajaran melibatkan penilaian tugas,tanya jawab,sikap,progression dan check point tes. Faktor pendukung dalam pembelajaran di SD Laboratorium UM mencakup fasilitas memadai, pengantar pembelajaran menggunakan bahasa Inggris, keterlibatan guru dalam workshop dan integrasi kurikulum Nasional dengan Cambridge. Sedangkan faktor penghambat yakni kurangnya konsistensi guru dalam menerapkan dan berlatih bahasa Inggris, perubahan kurikulum dan tingkat kompetensi pemahaman siswa yang berbeda
Perpustakaan Urgensi Pembentukan Pengaturan National Dna Database
pembentukan basis data DNA nasional di Indonesia. Pilihan tema ini dilatar
belakangi oleh lambatnya proses penyidikan, hal ini dikarenakan proses
pengidentifikasian korban maupun tersangka masih menggunakan pencocokan
data ante mortem dengan post mortem sebagai metode utama. Sehingga saat ini
asas peradilan cepat, sederhana, dan biaya ringan susah untuk dipenuhi karena
lambatnya proses pengidentifikasian dan biaya tes DNA di Indonesia yang
terlampau tidak murah, lambatnya proses pengidentfikasian dipengaruhi salah satu
faktor terdapat upaya penghilangan barang bukti data genetik yaitu DNA oleh
pelaku tindak pidana, dikhawatirkan terjadi suatu peningkatan yang signifikan
apabila pelaku tindak pidana memahami cara penghilangan barang bukti namun
tingkat penanganan akan kasus masih tergolong lambat, terutama pada kasus
pemerkosaan di mana alat bukti susah ditemukan. Maka pengaturan terkait basis
data DNA nasional selaku alat yang telah terbukti membantu mempercepat proses
penyidikan dan meminimalisir upaya salah tangkap harus segera dibentuk sesuai
dengan prosedur hukum.
Berdasarkan hal yang tertera di atas, maka penelitian ini merumuskan dua
rumusan masalah, yaitu: (1) Apa urgensi pengaturan basis data nasional
Deoxyribonucleic Acid (DNA) di Indonesia? (2) Bagaimana alternatif pengaturan
basis data nasional Deoxyribonucleic Acid (DNA) di Indonesia?
Kemudian penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan metode
pendekatan Pendekatan Perundang-Undangan (statue approach), Pendekatan
Perbandingan Hukum (comparative approach), dan Pendekatan Konseptual
(conceptual approach). Kemudian, dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier
yang diperoleh akan menganalisis dengan menggunakan metode penafsiran
bahasa (gramatikal), penafsiran sistematis, dan penafsiran komparatif.
Dari hasil penelitian ini dengan menggunakan metode di atas, diperoleh jawaban
atas rumusan masalah bahwa National DNA Database perlu dibentuk guna untuk
mempercepat proses penyidikan, dan mencegah upaya recidive karena
mengalihkan metode pengidentifikasian pencocokan data post mortem dengan
data mortem sebagai metode utama menjadi pencocokan data post mortem
dengan data di dalam database DNA nasional. Termasuk upaya mencegah
terjadinya pengulangan tindak pidana dengan cara mempercepat proses
pengidentifikasian untuk menggagalkan upaya yang dilakukan oleh recidiver untuk
menghindari gagalnya sistem hukum karena suatu tindak kriminil yang dilakukan
berulang tanpa adanya payung hukum yang dapat mengatasinya. Lalu melakukan
studi perbandingan bahan hukum National DNA Database menjadikan UK dan US
sebagai negara pembanding. Selanjutnya dilakukan perumusan alternatif
pengaturan basis data DNA nasional di Indonesia dari hasil perbandingan
pengaturan pembentukan basis data DNA nasional di UK dan US
Pengaruh Teknik Budidaya Pada Pertanaman Hortikultura Terhadap Keanekaragaman, Kelimpahan, Dan Komposisi Laba-Laba
Pertanian organik merupakan teknik budidaya yang menerapkan bahan alami serta tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia dalam teknik budidaya. Perbedaan teknik budidaya dapat mempengaruhi keanekaragaman, kelimpahan, serta komposisi laba-laba. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kelimpahan, serta komposisi laba-laba dapat dipengaruhi oleh teknik budidaya yang berbeda.
Penelitian dilaksanakan pada Bulan September higga Oktober 2023. Pengamatan dilakukan pada lahan kubis konvensional dan lahan polikultur hortikultura organik. Kegiatan identifikasi laba-laba dilakukan di Laboratorium Hama Tanaman Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Kota Malang. Pengambilan data teknik budidaya dilakukan dengan wawancara pada masing-masing petani pengelola lahan. Pengumpulan data populasi dan keanekaragaman dilakukan setiap 5 hari sekali sebanyak 6 kali pengamatan. Pengambilan spesimen laba-laba dilakukan dengan metode pasif dan aktif, Identifikasi dilakukan menggunakan mikroskop untuk mengetahui morfospesies dan famili. Dilakukan tabulasi data pada Microsoft Excel, lalu dianalisis menggunakan Rstudio. Pada analisis Rstudio dilakukan uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui normalitas agar dapat memenuhi syarat uji parametrik suatu data, kemudian dilakukan uji lanjut BNJ taraf 5%. Analisis data yang dilakukan berupa analisis ragam atau dan ANOSIM menggunakan uji Bray-Curtis.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, jumlah laba-laba pada lahan organik lebih banyak yaitu 65 individu terdiri dari 5 ordo dan 9 morfospesies. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan teknik budidaya berpengaruh terhadap keanekaragaman dan kelimpahan laba-laba. Sedangkan hasil ANOSIM menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang cukup signifikan namun terdapat bagian beririsan yang menandakan adanya kesamaan pada komposisi laba-laba. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa lahan organik memiliki keanekaragaman, kelimpahan, serta komposisi laba-laba yang lebih beragam dibandingkan lahan konvensional