137686 research outputs found
Sort by
“Urgensi Menurunkan Batas Usia Minimum Pertanggungjawaban Pidana Anak Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Seksual”
Pada skripsi ini, penulis mengangkat permasalahan Urgensi Menurunkan Batas Usia Minimum Pertanggungjawaban Pidana Anak Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Pilihan tema tersebut dilatarbelakangi karena melihat banyaknya jumlah kasus dan data statistik tahun 2016 sampai 2022 yang menunjukkan terjadinya kenaikan yang signifikan terkait anak dibawah batas usia minimum pertanggungjawaban pidana yang melakukan tindak pidana kekerasan seksual dan tidak adanya upaya hukum yang didapat korban karena tidak terpenuhinya batas usia minimum anak untuk dimintai pertanggungjawaban pidana sehingga menyebabkan tidak terpenuhinya keadilan bagi korban..
Berdasarkan hal tersebut diatas, karya tulis ini mengangkat rumusan masalah: (1 Apa Urgensi menurunkan batas usia minimum pertanggungjawaban pidana anak yang terlibat tindak pidana kekerasan seksual? (2) Bagaimana kontruksi pengaturan batas usia pertanggungjawaban anak yang berhadapan dengan hukum dalam tindak pidana kekerasan seksual?
Kemudian penulisan karya tulis ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute aproach), pendekatan konseptual (conceptual aproach), dan pendekatan perbandingan (compatarive aproach). Bahan hukum yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik interpretasi sistematis dan intrepretasi gramatikal.
Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode diatas, penulis memperoleh jawaban atas permasalahan yang ada, yaitu bahwa Dengan melihat banyaknya jumlah kasus dan data statistik tahun 2016 sampai 2022 yang menunjukkan terjadinya kenaikan yang signifikan terkait anak dibawah batas usia minimum pertanggungjawaban pidana yang melakukan tindak pidana kekerasan seksual dan tidak adanya upaya hukum yang didapat korban karena tidak terpenuhinya batas usia minimum anak untuk dimintai pertanggungjawaban pidana sehingga menyebabkan tidak terpenuhinya keadilan bagi korban. Dengan demikian maka menjadi urgensi untuk menurunkan batas usia minimum pertanggungjawaban pidana anak yang terlibat tindak pidana kekerasan seksual. Kemudian terkait kontruksi pengaturan batas usia pertanggungjawaban pidana anak yang berhadapan dengan hukum dalam tindak pidana kekerasan seksual di masa mendatang ini dapat diturunkan yang semula batas usia minimum pertanggungjawaban pidana usia 12 tahun dapat mengikuti negara Malaysia dimana batas usia pertanggungjawaban pidananya dibawah Indonesia yakni 10 tahun
Representasi Kelompok Dukungan Swabantu dalam Film Les Émotifs Anonymes karya Jean-Pierre Améris
Gangguan kesehatan mental ditandai dengan turunnya kesehatan mental sehingga
menyebabkan ketidakwajaran dalam berperilaku. Untuk menanganinya, salah satu
bantuan yang dapat dilakukan adalah dengan bergabung dalam kelompok
dukungan swabantu karena dukungan dari sesama penderita akan berperan besar
dalam proses penyembuhan. Karya sastra film Les Émotifs Anonymes
menceritakan tentang Angélique yang mengalami gangguan kesehatan mental
kemudian rutin menghadiri kelompok dukungan swabantu Émotifs Anonymes.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik
kelompok dukungan swabantu serta peran Émotifs Anonymes terhadap
penanganan gangguan kesehatan mental yang diderita oleh Angélique.
Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologis dengan teori kelompok
swabantu oleh Keith Humphreys dalam bukunya berjudul Circles of Recovery
pada tahun 2004. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Les Émotifs Anonymes
merepresentasikan kelompok dukungan swabantu Émotifs Anonymes yang sesuai
dengan karakteristik dalam teori yang dijadikan landasan yaitu tidak dipimpin
oleh profesional, tidak memungut banyak biaya, dan asosiasi sukarela. Kemudian,
peran Émotifs Anonymes terhadap penanganan gangguan kecemasan sosial yang
diderita Angélique ditunjukkan dengan saling menceritakan keadaan, saling
membantu sesama, serta saling berbagi pengalaman. Setelah rutin menghadiri
Émotifs Anonymes, Angélique pun dapat lebih mengendalikan emosinya dan
merasakan kebersamaan dengan sesama penderita.
Penulis menyarankan penelitian selanjutnya untuk mengkaji mengenai psikoterapi
konseling yang dilakukan oleh Jean-René dengan terapisnya, melihat bahwa
Jean-René juga mengidap gangguan kesehatan mental namun menggunakan cara
yang berbeda dari Angélique untuk mengobatinya
Evaluasi Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Pada SDN Sumbersari 1 Kota Malang.
Dewasa ini, kesadaran akan hak-hak asasi manusia kian meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya upaya penghormatan terhadap hak-hak penyandang disabilitas oleh PBB melalui Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan inklusif ramah disabilitas terutama dalam hal pendidikan. Kota Malang merupakan kota pelopor pendidikan inklusif di Jawa Timur dan SDN Sumbersari 1 merupakan salah satu sekolah inklusi di Kota Malang.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis evaluasi kebijakan penyelenggaraan pendidikan inklusif pada SDN Sumbersari 1 Kota Malang melalui model evaluasi CIPP. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif Miles dan Huberman yang di dalamnya memuat pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Evaluasi komponen Context ditinjau dari latar belakang penyelenggaraan pendidikan inklusif, tujuan penyelenggaraan pendidikan inklusif, dan kerjasama dengan pihak lain; 2) Evaluasi komponen Input ditinjau dari penerimaan peserta didik, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta kurikulum; 3) Evaluasi komponen Process ditinjau dari proses pembelajaran, anggaran dan monitoring; 4) Evaluasi komponen Product ditinjau dari dampaknya terhadap prestasi peserta didik dan hambatan penyelenggaraan pendidikan inklusif di SDN Sumbersari 1 Kota Malang. Saran dari peneliti yaitu bagi pemerintah kota khususnya Dinas Pendidikan Kota Malang, diharapkan untuk lebih memperhatikan penyelenggaraan pendidikan inklusif di SDN Sumbersari 1 Kota Malang. Selain itu, untuk pihak sekolah diharapkan dapat menjalin kerjasama dengan lebih banyak pihak sehingga dapat mengakomodasi kekurangan di SDN Sumbersari 1 Kota Malang
Hubungan Sikap Petugas Pelayanan Makanan Dan Mutu Organoleptik Dengan Jumlah Sisa Makanan Pasien Rawat Inap
Sisa makanan merupakan indikator penting untuk mengetahui keberhasilan penyelenggaraan makanan dalam memenuhi standar pelayanan minimal rumah sakit. Sikap petugas pelayan makanan dan mutu organoleptik merupakan faktor eksternal penyebab sisa makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap petugas pelayan makanan dan mutu organoleptik terhadap jumlah sisa makanan. Desain penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden merupakan pasien rawat inap di Gedung B yang telah memenuhi kriteria inklusi berjumlah 80 responden. Pengambilan data jumlah sisa makanan menggunakan metode digital imaging. Sikap petugas pengantar makanan dan mutu organoleptik makanan didapatkan dengan menggunakan kuesioner. Hubungan sikap petugas pelayanan makanan dan mutu organoleptik di uji dengan menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sisa makanan pada keempat jenis makanan berkisar 13.95-24.16%. Penilaian sikap petugas pelayan makanan cenderung banyak pada skala setuju dan sangat setuju, serta penilaian mutu organoleptik cenderung seimbang pada skala sesuai dan tidak sesuai. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini tidak ada hubungan antara sikap petugas pelayan makanan dengan jumlah sisa makan pasien pada semua jenis makanan (p >0.05) dan ada hubungan antara mutu organoleptik makanan yaitu rasa, tekstur, dan suhu makanan dengan jumlah sisa makanan pokok, lauk nabati, lauk hewani dan sayur. Ada hubungan antara aroma makanan dengan jumlah sisa lauk nabati dan sayur. Ada hubungan antara warna makanan dengan jumlah sisa makanan lauk nabati dan lauk hewani (p <0.05)
“Pengaruh Information Quality, User Interface Quality dan Online Customer Review Terhadap Purchase Intention pada Brand Fashion Lokal This is April di Live Streaming Shopee (Studi pada Masyarakat di Kota Malang)”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh information quality, user interface quality dan online customer review terhadap purchase intention brand fashion lokal This is April di Live Streaming Shopee. Jenis penelitian ini adalah explanatory research yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 205 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan karakteristik perempuan berusia minimal 17 tahun, berdomisili di Kota Malang dan pernah menonton live streaming brand This is April di Shopee namun belum pernah membeli produknya. Metode analisis data yang digunakan adalah uji instrumen penelitian, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, dan uji hipotesis dengan menggunakan program SPSS 26 for windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa information quality dan online customer review berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention, sedangkan user interface quality tidak berpengaruh signifikan terhadap purchase intention
Pengaruh Atribut Brand Ambassador Terhadap Minat Beli Dalam Promotion Media Sosial TikTok yang Dimediasi Karakteristik (Studi Kasus : Boy Group EXO Sebagai Brand Ambassador Scarlett Whitening)
Dalam menghadapi era persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk mengatasi tantangan dengan terus berinovasi dan merancang strategi pemasaran yang efektif. Fenomena media sosial, khususnya TikTok, menjadi sangat signifikan dengan jumlah pengguna yang mencapai 1,09 miliar per April 2023. Strategi pemasaran memanfaatkan media sosial dengan menggunakan kolaborasi bersama brand ambassador berhasil menarik perhatian. Banyak penelitian yang telah mengekplorasi pembentukan parasocial relationship (PSR) antara brand ambassador dan followers. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi parasocial relationship (PSR) yang dibangun melalui brand ambassador, mengidentifikasi atribut personal brand ambassador
yang paling berpengaruh dalam membentuk parasocial relationship (PSR), serta meneliti dampak pengikut (followers) sebagai variabel kontrol dalam media sosial terhadap pembentukan dan pengaruh parasocial relationship (PSR). Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner, menggunakan teknik non-probability sampling, dengan jenis purposive sampling. Data dikumpulkan melalui survei yang mengikuti akun TikTok Scarlett Whitening dan pernah membeli produk Scarlett Whitening, serta masyarakat di pulau Jawa dengan rentang umur 17 – 25 tahun. Penelitian ini melibatkan 122 responden, hasil analisis menunjukkan bahwa parasocial relationship (PSR) yang terbangun melalui boy group EXO memiliki dampak yang efektif dalam memacu minat beli konsumen terhadap produk. Sikap homofili dan daya tarik fisik muncul sebagai atribut personal yang signifikan dalam membentuk parasocial relationship (PSR), followers di media sosial, terutama TikTok, memberikan kontribusi langsung pada pembentukan parasocial relationship (PSR) dan memengaruhi minat beli konsumen
Pengaruh Game-Based Learning Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Kuliah Pemrograman Dasar
Kegiatan belajar dirancang dengan tujuan agar bertambahnya wawasan maupun
perilaku baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotor. Pembelajaran
diarahkan untuk memperoleh kompetensi dan jika sudah memperolehnya berarti
peserta didik sudah memiliki pemahaman, dapat memaknai dan memanfaatkan
apa yang sudah ia pelajari. Berdasarkan hasil Ujian Akhir Praktikum (UAP) mata
kuliah Pemrograman Dasar pada 70 peserta didik Program Studi S1 Pendidikan
Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (PTI FILKOM
UB), hanya 12% yang mendapatkan nilai di atas 60 dan ditemukan bahwa 54% dari
mereka masih kesulitan dalam materi perulangan yang berarti belum memenuhi
kompetensi yang diharapkan. Dalam hasil wawancara bersama dosen pengampu
mata kuliah Pemrograman Dasar mendapatkan bahwa dalam proses belajar
pendidik menerapkan Problem-Based Learning (PBL) sehingga diperlukan
penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah model pembelajaran tertentu
mempengaruhi hasil belajar dan motivasi peserta didik terutama pada aspek
psikomotorik dan kognitif. Penelitian ini bertujuan mencari pengaruh
implementasi Game Based Learning (GBL) terhadap motivasi dan hasil belajar
peserta didik. Penelitian ini berjenis eksperimen dengan design Static-Group
Pretest Posttest dimana kelas kontrol diberi treatment dengan PBL dan kelas
eksperimen diberi treatment GBL. Hasil pengumpulan data yang berupa nilai
kuesioner motivasi, nilai kognitif dan nilai psikomotorik peserta didik diuji dengan
uji normalitas jenis Shapiro-Wilk, uji homogenitas jenis Levene serta uji hipotesis
jenis Mann-Whitney U dan Wilcoxon-Signed Rank. Hasil uji beda pada motivasi
belajar, hasil belajar kognitif dan psikomotorik menunjukkan tidak ada beda
antara posttest kelas eksperimen dengan posttest kelas kontrol. Dengan demikian,
percobaan dengan design Static-Group Pretest Posttest menunjukkan bahwa GBL
tidak berpengaruh terhadap motivasi maupun hasil belajar peserta didik
Efek Pengaturan Denyut Jantung Ketat Dan Longgar Terhadap Angka Rehospitalisasi, Kualitas Hidup Dan Kapasitas Fungsional Pada Pasien Atrial Fibrilasi Dengan Mitral Stenosis Rematik
Latar belakang: Penatalaksaan Atrial Fibrillation (AF) pada Mitral Stenosis Rematik (MSR) melibatkan pengaturan denyut jantung. Studi besar saat ini menemukan tidak didapatkan perbedaan antara pengaturan denyut jantung ketat dan longgar pada populasi umum AF, namun bagi pasien AF dengan MSR masih didapatkan bukti yang kurang dan belum ada rekomendasi
Tujuan: Mengetahui efek pengaturan denyut jantung ketat dan longgar terhadap kualitas hidup dan kapasitas fungsional bagi pasien AF dengan MSR
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian prospektif multisenter di beberapa rumah sakit tersier di Jawa Timur. Sebanyak 61 pasien antara Maret hingga Agustus 2023 lalu diacak dikelompokkan ke dalam dua kelompok berbeda yaitu ketat dan longgar. Pemberian obat pengontrol denyut jantung disesuaikan untuk tercapainya target denyut jantung. Dievaluasi pada saat baseline dan tiga bulan setelah target denyut jantung ketat dan longgar tercapai.
Hasil Penelitian: Kualitas hidup mengalami penurunan pada seluruh subskala, namun pada subskala persepsi kesehatan umum dan fungsi fisik didapatkan hasil perbedaan signifikan pada kelompok denyut jantung ketat, masing-masing 0.02 dan 0.03. Uji perbedaan jarak MSWT menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p = 0.529) antara kelompok denyut jantung yang ketat dan longgar. Mets Lebih tinggi pada kelompok denyut jantung ketat namun tidak didapatkan perbedaan signifikan.
Kesimpulan: Denyut jantung ketat signifikan terhadap denyut jantung ketat pada subskala persepsi kesehatan umum dan fungsi fisik dibandingkan namun tidak signifikan terhadap SMWT pada pasien AF dengan MS
Implementasi Sistem Monitoring Tegangan dan Arus pada Solar Panel untuk Catu Daya Sistem Benam
Baterai adalah sumber energi listrik yang fleksibel bagi peralatan elektronik
yang mudah dibawa. Karena kemudahan ini, peralatan elektronik dapat digunakan
dalam jangka waktu tertentu. Namun, karena keterbasan jumlah energi yang
mampu disimpan baterai menyebabkan perangkat elektronik tidak mampu
bekerja dalam waktu yang cukup panjang. Berdasarkan hal ini diperlukan sebuah
sistem yang dapat memperpanjang daya tahan baterai diperlukan untuk
menyelesaikan masalah di atas. Sistem penelitian ini menggunakan ESP32 DEVKIT
V1 dengan sensor INA219 sebagai pembaca arus dan tegangan. Panel surya dan
sistem manajemen baterai (BMS) berfungsi sebagai pengontrol pengisian. Ada
empat sensor INA219 yang terhubung ke rangkaian sistem selama implementasi
sensor. Satu sensor akan memeriksa arus dan tegangan yang dikeluarkan panel
surya, satu lagi akan memeriksa arus dan tegangan yang dikirim ke BMS, dan dua
lagi akan memeriksa arus dan tegangan pada masingmasing
baterai. Pengguna
yang terhubung dengan sistem Bluetooth akan menerima hasil pembacaan
melalui komunikasi Bluetooth. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lingkungan
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap besar kecilnya arus dan tegangan yang
dihasilkan oleh panel surya. Hal ini menyebabkan hasil yang berbeda saat
pengisian baterai, tetapi ketika pengisian, hasilnya tetap sama. Selain itu, hasil
pengujian menunjukkan bahwa baterai dapat bertahan selama 18 jam jika sistem
tetap berjalan tanpa pengisian
Optimasi Kekuatan Bending Sambungan Las Gesek AA6061 dengan Variasi Sudut Chamfer Ganda, Waktu Gesek, dan Gaya Tekan Akhir Menggunakan Box-Behnken Design
Konsumsi tahunan aluminium sebagai logam menempati urutan kedua setelah baja dan
tertinggi di antara logam non-ferrous. Dikarenakan aluminium merupakan pilihan yang
menjanjikan dan sangat baik dalam serangkaian proses manufaktur, salah satunya proses
pengelasan. Dalam penelitian ini menggunakan jenis AA6061 dengan proses penyambungan
secara pengelasan gesek yang dipilih dikarenakan aluminium sulit untuk dilakukan las fusi.
Pengelasan gesek terjadi ketika dua material yang disambungkan, dimana satu material
diputar dengan kecepatan tetap, dan material lainnya dalam keadaan diam dan kemudian
dikontakkan dengan memberi tekanan hingga terjadi gesekan. Untuk mencapai hasil
optimasi kekuatan ataupun sifat mekanik yang baik diperlukan beberapa parameter atau
kombinasi variasi yang berpengaruh, sehingga memerlukan Response Surface Methode
untuk meminimalisir waktu dan biaya. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk
mengetahui optimasi kekuatan bending dari sambungan las gesek AA6061 menggunakan
metode respon surface yaitu design percobaan box-behnken design.
Kombinasi variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan variasi sudut
chamfer ganda tinggi 3 mm, dan sudut 30o, 45o, dan 60o, waktu gesek selama 5s, 7s, dan 9s,
kemudian gaya tekan akhir 3,5 kN, 15,75 kN, dan 28 kN. Penelitian ini menggunakan
metode true experimental untuk proses manufaktur pengelasan gesek, dan analisis Design
Of Experiment (DOE) menggunakan software minitab. Uji yang digunakan adalah uji
bending untuk mengetahui karakterisitik sifat mekanik sambungan las gesek AA6061, uji
foto makro untuk melihat luasan weld zone dan cacat di sambungan las gesek AA601, uji
foto mikro untuk melihat ukuran butiran yang terbentuk akibat proses pengelasan gesek, dan
uji XRD untuk melihat persentase fasa Mg2Si yang terbentuk di sambungan las gesek
AA6061.
Didapatkan dari hasil penelitian, kombinasi variasi untuk mengoptimalkan nilai
kekuatan bending sambungan las gesek AA601 adalah pada sudut chamfer tinggi 3 mm
dengan sudut 30o, waktu gesek 5s, dan gaya tekan sebesar 28 kN. Kombinasi ini didapat dari
hasil analisa optimasi, dan kemudian di validasi melalui pengujian experimental dan didapat
hasil kekuatan bending sebesar 176, 205 MPa. Dari penelitian ini, dapat diketahui bahwa
dengan input energi yang sedikit atau lebih kecil, dapat menghasilkan kekuatan yang hampir
mendekati kekuatan maksimum dengan nilai kekuatan bending sebesar 197,329 MPa