University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    “Uji Klinis Perbandingan Luaran Mortalitas Dan Morbiditas Pasien Anak Dengan Syok Sepsis Yang Mendapatkan Protokolterapi Ussm (Ultrasound-Guided Septic Shock Management) Dan Accm (American College Of Critical Care Medicine)”.

    No full text
    Latar belakang: Saat ini tatalaksana syok sepsis pada anak semakin berkembang, terutama terkait isu dampak buruk dari fluid overload dan manfaat penggunaan agen vasoaktifinotropik secara dini. Hal ini juga didukung dengan mulai digunakannya perangkat monitor hemodinamik berbasis ultrasonografi. Meskipun beberapa studi melaporkan bahwa protokol resusitasi dengan ultrasound guided menurunkan morbiditas dan mortalitas, namun hingga saat ini belum protokol terapi standar yang digunakan. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan sebuah protokol baru tatalaksana syok sepsis yaitu protokol USSM (Ultrasound-guided Septic Shock Management) yang akan dibandingkan dengan protokol standar berdasarkan ACCM (American College of Critical Care Medicine). Metode: Penelitian uji klinis dengan desain Single-blinded, Randomized Controlled Trial (RCT), Non-Inferiority Parallel Group Trial dilakukan pada pasien anak usia 1-18 tahun dengan diagnosis syok septik yang dirawat di ruang rawat intensif anak, IGD, dan bangsal anak. Luaran primer yang diukur adalah mortalitas dalam 72 jam. Sedangkan luaran sekunder yang dinilai antara lain keberhasilan resusitasi pada jam ke-6, jumlah total cairan resusitasi, kejadian fluid overload yang dinilai dengan adanya peningkatan liver span, Lung Ultrasound Score (LUS), Vasoactive-Inotropic Score (VIS), parameter mikrosirkulasi (laktat dan HCO3-) serta parameter hemodinamik Ultrasonic Cardiac Output Monitor (USCOM). Uji klinis ini telah teregistrasi dan telah lolos uji kelaikan kaji etik. Analisa data dilakukan dnegan menggunakan program SPSS fow Windows v.23 Hasil: Sebanyak 95 pasien anak dengan syok sepsis yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan dalam penelitian ini, dengan distribusi kelompok usia paling banyak usia 1 bulan - 1 tahun, diikuti kelompok usia 2 – 6 tahun dan 6 – 12 tahun. Luaran mortalitas pada jam ke-72 tidak berbeda signifikan antar kedua kelompok, 33,3% pada kelompok USSM dan 39,5% pada kelompok ACCM (p= 0,528). Namun, pada kelompok USSM didapatkan nilai median total jumlah cairan resusitasi yang lebih rendah signifikan dibandingkan dengan ACCM (10 (IQR 10-20) dan 20 (IQR 20-40), p= 0,000). Begitu juga dengan kejadian fluid overload yang dinilai dari peningkatan liver span, didapatkan angka lebih rendah pada kelompok USSM dibandingkan ACCM (masing-masing 32,5%, 42,3%, p= 0,034). Nilai VIS pada jam ke-6 lebih tinggi signifikan pada kelompok USSM dibandingkan ACCM (masingmasing 15 (IQR 5-32,5),10 (IQR 5-16,2), p= 0,045). Sedangkan parameter lain seperti Lung Ultrasound Score, parameter mikrosirkulasi (laktat dan HCO3-) serta parameter hemodinamik USCOM pada jam ke-6 tidak berbeda signifikan antara kedua kelompok (p> 0,05). Tidak didapatkan perbedaan yang signifikan antara jumlah subjek dengan syok yang teratasi pada akhir observasi pada kedua kelompok (47,6% pada kelompok USSM dan 34% pada kelompok ACCM, p= 0,117). Kesimpulan: Protokol USSM tidak lebih inferior dibandingkan dengan protokol ACCM terkait angka mortalitas dalam 72 jam dan keberhasilan tatalaksana syok sepsis. Protokol USSM menurunkan jumlah total cairan resusitasi dan kejadian fluid overload serta meningkatkan penggunaan inotropik-vasoaktif

    Fenomenologi Husserl: Studi Tentang Konstruksi Makna Pajak, Zakat dan Persepuluhan

    No full text
    Studi ini bertujuan untuk memperoleh mengungkap bagaimana orang islam memaknai PPh 21 dan zakat profesi, dan bagaimana orang kristen memaknai PPh 21 dan persepuluhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretif dengan metodologi fenomenologi. Fenomenologi yang digunakan adalah transendental Husserl. Langkah-langkah penelitian dilakukan mulai dari intentionality, noema-noesis, intersubjectivity, horizonalisation, imaginative variation, hingga sintesis makna. Informan penelitian terdiri dari dua orang beragama islam dan dua orang beragama kristen. Pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan empat rangkaian makna. Pertama, didapatkan empat makna PPh 21 yakni, makna investasi, makna tabungan, makna reward, dan makna hutang-piutang. Kedua, didapatkan dua makna zakat profesi, yakni makna materil dan makna moril. Ketiga, didapatkan dua makna persepuluhan, yakni makna kausalitas dan makna teologi. Keempat, didapatkan empat makna perbandingan antara PPh 21, zakat profesi dan persepuluhan yang terdiri dari makna spiritual, makna fisik, makna mental dan makna nasionalis

    Analisis Keunggulan Bersaing Pada Tour Dan Travel Dengan Metode Meta-Swot (Studi Pada Call Me Tour And Travel Malang)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan bersaing pada Call Me Tour and Travel Malang dengan metode Meta-SWOT. Hal yang ingin diketahui pada penelitian ini adalah analisis fenomena persaingan yang terjadi pada industri tour dan travel di Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini melibatkan enam informan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah Meta-SWOT. Dari hasil analisis penelitian, dapat disimpulkan bahwa Call Me Tour and Travel berada pada posisi kompetitif yang lebih kuat dibandingkan pesaingnya. Selain itu, ditemukan tiga alternatif strategi bersaing khususnya strategi fungsional bagi Call Me Tour and Travel yaitu, dari sisi pemasaran perusahaan perlu menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan juga serta melakukan kerja sama dengan entitas lain agar semakin dikenal. Berdasarkan segi sumber daya manusia, dapat dilakukan training secara berkala dan evaluasi rutin. Kemudian, dari segi operasi perusahaan perusahaan dapat menyediakan armada sendiri tanpa bekerja sama dengan perusahaan lain agar dapat menjamin kualitasnya secara langsung

    Pengaruh Pemahaman Konsumsi Islam, Harga, Motif Rasional Dan Motif Emosional Terhadap Keputusan Pembelian Item Virtual Online Mobile Game (Studi Kasus Generasi Z Indonesia)

    No full text
    Seiring dengan digitalisasi yang pesat, Indonesia mengalami peningkatan pengguna internet dan perkembangan sektor seperti game online. Fenomena ini mendorong pola konsumsi baru, seperti pembelian item virtual melalui top-up dalam game online, yang dapat berdampak negatif. Berdasarkan beberapa penelitian dan urgensi dari perspektif ekonomi Islam, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman konsumsi Islam, harga, serta motif rasional dan emosional terhadap keputusan pembelian item virtual dalam game mobile. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan analisis regresi logistik biner. Hasilnya menunjukkan bahwa pemahaman konsumsi Islam berpengaruh negatif signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan motif emosional berpengaruh positif signifikan. Namun, harga dan motif rasional tidak memiliki pengaruh signifikan. Penelitian ini menekankan pentingnya generasi muda, khususnya Generasi Z, untuk mempertimbangkan aspek konsumsi Islami dalam pengambilan keputusan pembelian, daripada hanya berdasarkan emosi

    Analisis Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Subsektor Telekomunikasi Yang Tercatat Di Bursa Efek Indonesia (Bei) Periode 2018-2022

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan subsektor telekomunikasi berdasarkan analisis arus kas dan analisis rasio keuangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif untuk melihat gambaran atau keadaan yang sedang terjadi tanpa adanya observasi dan perhitungan secara statistika. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 22 perusahaan dengan sampel berjumlah 4 perusahaan yang diambil menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan subsektor telekomunikasi di BEI periode 2018-2022. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah arus kas dan rasio keuangan. Variabel independen pada penelitian ini adalah arus kas yang diukur dengan free cash flow dan rasio keuangan yang diukur dengan likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas. Variabel dependen pada penelitian ini adalah kinerja keuangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perusahaan subsektor telekomunikasi dengan free cash flow positif dan negatif. Kinerja keuangan berdasarkan rasio likuiditas masih kurang baik karena berada dibawah standar industri. Kinerja keuangan berdasarkan Rasio solvabilitas masih kurang baik karena melebihi batas standar industri. Kinerja keuangan berdasarkan rasio profitabilitas terdapat perusahaan subsektor telekomunikasi yang memiliki kinerja yang baik, namun terdapat juga perusahaan subsektor telekomunikasi yang kinerjanya kurang baik karena berada dibawah standar industri. Kinerja keuangan berdasarkan rasio aktivitas masih kurang baik karena masih berada di bawah standar industri

    “Efek Glukosamin Sebagai Antibiofilm Terhadap Candida albicans Melalui Eksperimen Ex Vivo dengan Endotracheal Tube Sebagai Model VentilatorAssociated Pneumonia”.

    No full text
    Candida albicans mampu membentuk biofilm polimikroba pada endotracheal tube (ETT) yang meningkatkan risiko terjadinya ventilator-associated pneumonia (VAP). Di sisi lain, glukosamin (GlcNAc) menunjukkan potensi sebagai antibiofilm Candida albicans dengan menghambat enzim Bgl2p yang bertanggung jawab untuk membentuk matriks ekstraseluler biofilm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh glukosamin (GlcNAc) dalam menghambat pembentukan biofilm Candida albicans secara ex vivo. Desain penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan pendekatan eksperimen semu posttest-only control group design. GlcNAc dengan konsentrasi yang berbeda, yaitu 0 mg/mL, 25 mg/mL, 50 mg/mL, 100 mg/mL, 125 mg/mL, dan 150 mg/mL, dipaparkan pada biofilm imatur Candida albicans yang terbentuk pada ETT. Pembentukan biofilm diukur secara kuantitatif menggunakan optical density (OD) dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OD menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi GlcNAc. Analisis komparatif menggunakan One-Way ANOVA membuktikan adanya perbedaan signifikan dalam rata-rata OD antar kelompok (p = <0,001). Adapun uji regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Y = 3,52-0,02X yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 mg/mL konsentrasi GlcNAc akan menurunkan OD biofilm Candida albicans sebesar 0,02. Selain itu, koefisien determinasi (R2) sebesar 0,976 menunjukkan bahwa 97,6% dari variasi OD biofilm Candida albicans (Y) dipengaruhi oleh konsentrasi GlcNAc (X), sedangkan 2,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa GlcNAc terbukti dapat secara signifikan menghambat pembentukan biofilm Candida albicans dalam uji ex vivo

    ‟Hubungan antara Jumlah Konsumsi Kafein dengan Kepadatan Massa Tulang pada Masyarakat Kendalpayak”

    No full text
    Kopi dan teh merupakan jenis minuman dengan konsumsi terbanyak di dunia, dengan Indonesia menempati urutan kelima. Senyawa kafein yang terkandung didalamnya dapat memengaruhi kepadatan massa tulang dengan mengganggu keseimbangan osteoblas dan osteoklas serta meningkatkan ekskresi kalsium melalui urin. Namun hal ini masih banyak mengandung perdebatan sehingga menarik untuk dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungannya, khususnya pada masyarakat Kendalpayak. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan cross-sectional. Data mengenai konsumsi kafein diambil menggunakan kuesioner dan kepadatan massa tulang diukur menggunakan quantitative ultrasound. Analisis data menunjukkan bahwa responden dengan kepadatan massa tulang normal dan osteoporosis lebih banyak mengonsumsi kafein dalam jumlah ringan, sementara pada kategori osteopenia tidak terdapat perbedaan konsumsi kafein antara jumlah ringan dan sedang. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara jumlah konsumsi kafein terhadap kepadatan massa tulang (p = 0,328 > 0,05). Hasil ini dapat disebabkan oleh rendahnya konsumsi kafein di masyarakat dengan hampir separuh responden mengonsumsi kafein dalam jumlah rendah. Terdapat perbedaan jumlah responden yang cukup signifikan pada kategori osteoporosis (12%) dibandingkan dengan kategori normal (49%) dan osteopenia (39%) sehingga analisis yang dilakukan tidak mampu mengevaluasi antara hubungan konsumsi kafein dan kepadatan massa tulang secara optimal. Selain itu, kepadatan massa tulang juga dipengaruhi oleh interaksi berbagai macam faktor, seperti jenis kopi dan teh yang digunakan, pola nutrisi, dan gaya hidup, yang belum diperhitungkan dalam penelitian ini

    The Adaptation of Neil Gaiman’s Coraline Novel to Henry Selick’s Stop-Motion Movie.

    No full text
    Adaptasi adalah proses yang lazim dalam budaya modern, mengubah karya sastra ke dalam berbagai bentuk media seperti film, musikal, dan pertunjukan. Mengadaptasi buku-buku populer ke dalam film merupakan langkah strategis untuk menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk yang bukan pembaca. Namun, novel dan film memiliki format dan gaya yang berbeda, sehingga adaptasi merupakan penerjemahan yang pada dasarnya tidak sempurna yang membutuhkan keseimbangan antara ketepatan terhadap materi sumber dengan pilihan-pilihan kreatif. Penelitian ini mengkaji proses dan motif adaptasi novel Neil Gaiman yang berjudul Coraline ke dalam film stop-motion yang disutradarai oleh Henry Selick. Coraline adalah sebuah literatur anak bergenre gothic, menceritakan tentang seorang gadis muda yang menemukan dunia lain yang sama persis dengan kehidupan nyatanya, namun lebih baik dan lebih sesuai dengan keinginannya. Penelitian ini mengeksplorasi struktur novel dan film Coraline, dengan fokus pada plot, tema, karakter, dan latar dengan menggunakan teori fiksi dan teori film. Penelitian ini juga menggali perbandingan elemenelemen tersebut melalui lensa teori ekranisasi, yang berkaitan dengan proses pergeseran dari novel ke film. Selain itu, penelitian ini juga menemukan motif sutradara dalam mengadaptasi Coraline. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah (1) Terdapat dua motif yang mendasari sutradara dalam mengadaptasi Coraline, yaitu motif personal dan ekonomi (2) Terdapat perbedaan antara novel dan film Coraline dari segi alur, karakter dan latar (3) Perubahan yang terjadi ketika menerjemahkan novel ke dalam film, hal ini juga menjadi tujuan pembuatan film. Terlepas dari perubahan yang dilakukan untuk meningkatkan pengalaman sinematik, film Selick tetap merupakan adaptasi yang cukup setia dan dieksekusi dengan baik dari novel Gaiman

    Kualitas Fisik Dan Organoleptik Sosis Daging Ayam Kombinasi Isolat Soy Protein Dengan Penambahan Tepung Suweg Amorphophallus Campamulatus Bi

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian dimulai pada bulan 4 September – 27 Oktober 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung suweg pada sosis daging ayam terhadap kualitas fisik dan nilai organoleptik. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosis yang terbuat dari daging ayam broiler tanpa kulit dan tepung suweg yang berasal dari umbi suweg. Pengujian yang dilakukan pada sosis daging ayam dengan penambahan tepung suweg meliputi pengujian kualitas fisik yang mencakup pH, tekstur, susut masak dan daya ikat air. Pengujian organoleptik dilakukan pada 7 panelis semi terlatih yang berasal dari dosen minat Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dengan memberikan kuesioner yang terdiri atas warna, aroma, rasa dan tekstur. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah P0 (konsentrasi penambahan tepung suweg 5% dalam sosis daging ayam), P1(konsentrasi penambahan tepung suweg 10% dalam sosis daging ayam), P2 (konsentrasi penambahan tepung suweg 15% dalam sosis daging ayam), P3 (konsentrasi penambahan tepung suweg 20% dalam sosis daging ayam). Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan microsoft excel. Setelah didapatkan rata – rata dilanjutkan dengan analisis statistik menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat perbedaan pengaruh yang nyata atau sangat nyata maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisa ragam perlakuan penambahan tepung suweg dalam sosis daging ayam memberikan perbedaan yang sangat nyata (P<0,05) terhadap nilai tekstur dan daya ikat air. Penambahan tepung suweg dalam sosis daging ayam memberikan pengaruh yang nyata terhadap persentase susut masak sosis (P≤0,05). Namun penambahan tepung suweg dalam sosis daging ayam memberikan pengaruh tidak nyata (P<0,01) terhadap nilai pH. Pengujian organoleptik produk sosis pada panelis menunjukkan perbedaan yang signifikan (P<0,05) pada aroma sosis daging ayam namun tidak memberikan perbedaan yang signifikan (P<0,01) pada warna, rasa dan tekstur sosis daging ayam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan tepung suweg pada sosis daging ayam dapat meningkatkan nilai kualitas fisik yang mencakup pH, tekstur, susut masak dan daya ikat air. Sosis dengan perlakuan P3 dengan konsentrasi penambahan tepung suweg sebesar 20% memberikan kualitas terbaik ditinjau dari mencakup pH, tekstur, susut masak dan daya ikat air. Saran dari penelitian ini adalah untuk dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai masa simpan dan daya simpan sosis

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇