137686 research outputs found
Sort by
Sistem Klasifikasi Genre Musik Berdasarkan Ritme Dan Frekuensi Menggunakan Ekstraksi Fitur Mfcc Dan F0 Dengan Algoritma Decision Tree
Musik adalah salah satu bentuk hiburan yang sangat diminati dan esensial
dalam kehidupan manusia. Dalam konteks industri musik saat ini, pengelompokan
genre musik memiliki peran penting dalam penyediaan konten musik yang lebih
terarah dan sesuai dengan preferensi pendengar. Meskipun telah banyak platform
musik canggih yang tersedia, pengguna masih mengalami kesulitan dalam
menemukan musik yang sesuai dengan preferensi mereka. Penelitian ini bertujuan
untuk mengembangkan sistem klasifikasi genre musik yang akurat dengan
menggunakan metode ekstraksi fitur ritme dan frekuensi. Menggunakan dataset
GTZAN yang terdiri dari 10 genre musik, yaitu Blues, Classical, Country, Disco, Hip�hop, Jazz, Metal, Pop, Reggae, dan Rock. Teknik ekstraksi fitur yang digunakan
adalah Mel Frequency Cepstral Coefficient (MFCC) dan F0, dengan algoritma
Decision Tree. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Decision Tree
mampu mengklasifikasikan genre musik dengan tingkat akurasi sebesar 52%. Fitur
MFCC dan F0 terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan
akurasi klasifikasi, dengan MFCC memberikan informasi yang lebih detail
mengenai spektrum frekuensi, sementara F0 membantu dalam mengenali pola
ritme yang khas dari masing-masing genre. Sistem ini mampu memprediksi genre
musik secara otomatis dengan efisien, namun tantangan masih ditemukan dalam
membedakan genre yang memiliki kemiripan dalam ritme dan melodi, seperti
Rock dan Meta
Respons Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill.) Terhadap Pemberian Giberelin Dan Pupuk Fosfor
Tanaman tomat (Solanum lycopersicum) merupakan tanaman asli Amerika
yang berasal dari famili Solanaceae dan dapat tumbuh di dataran tinggi ataupun
dataran rendah. Permasalahan yang sering kali petani hadapi pada budidaya
tanaman tomat salah satunya kualitas buah tanaman tomat yang masih rendah.
Meskipun tanaman dapat tumbuh dengan baik, namun buah yang dihasilkan
terkadang tidak mencapai standar kualitas yang diharapkan. Hal ini termasuk dari
ukuran buah yang kecil, rasa yang kurang manis, tekstur yang kurang baik, dan
kelemahan dalam daya simpan. Permasalahan tersebut dapat mengurangi nilai jual
dan kepuasan konsumen. Terjadinya penurunan kualitas pada sayur dan buah dapat
disebabkan baik oleh faktor internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan
untuk mempelajari pengaruh pemberian giberelin dan pupuk fosfor terhadap
pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Hipotesis penelitian: 1) Interaksi GA3 dan
pupuk fosfor meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat. 2) GA3 pada konsentrasi
tertentu dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat. 3) Pupuk fosfor dosis
tertentu dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat.
Penelitian dilakukan pada bulan September 2023 hingga Desember 2023
yang berlokasi di Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian
ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor:
1) Konsentrasi Giberelin: G1 (0 ppm), G2 (100 ppm), G3 (200 ppm), dan G4 (300
ppm). 2) Dosis Fosfor: F1 (0 kg P2O5 . ha-1 ), F2 (50 kg P2O5 . ha-1), F3 (100 kg
P2O5 . ha-1). Total ada 12 kombinasi perlakuan, diulang 3 kali, dengan total 36
petak percobaan. Variabel pengamatan pertumbuhan yang dilakukan dalam
penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah bunga. Variabel
pengamatan hasil yang dilakukan adalah bobot buah per tanaman, diameter buah,
dan jumlah total buah panen.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pertumbuhan tanaman tomat tidak
terjadi interaksi antara pupuk fosfor dan giberelin, tetapi pada hasil penelitian panen
terjadi interaksi antara pupuk fosfor dan giberelin. Interaksi tidak terjadi pada saat
pertumbuhan karena pemberian pupuk fosfor dan hormon seperti giberelin lebih
cenderung terlihat pada fase reproduktif yang lebih lanjut. Namun secara terpisah
parameter pupuk fosfor dengan dosis 100 kg berpengaruh dalam meningkatkan
berbagai parameter pertumbuhan dan hasil. Selain itu, pemberian giberelin dengan
dosis 300 ppm memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman,
meskipun pada pertumbuhan tinggi tanaman tidak menunjukan perbedaan yang
nyata, dan pemberian giberelin dengan dosis 300 ppm juga memberikan pengaruh
positif terhadap hasil tanaman tomat
Manajemen Risiko Agrowisata Agro Techno Park Ub Dengan Metode Failure Modeand Effect Analysis (Fmea) Dan Analytical Hierarcy Process (Ahp) Studi Kasus Di Agrowisata Agro Techno Kebun Cangar, Kota Batu, Malang
Manajemen risiko bertujuan untuk mengelola risiko yang dihadapi oleh
perusahaan dan memitigasi (mereduksi) dampak yang terjadi. Dalam
masyarakat modern, yang ditandai dengan transformasi ekonomi yang
mendalam, pariwisata merupakan faktor kunci bagi pertumbuhan dan
pembangunan ekonomi dan sosial. Salah satu unsur dari sektor pariwisata di
Indonesia yang saat ini belum tergarap secara optimal adalah agrowisata
(agrotourism). Agro- techopark Kebun Cangar adalah salah satu agrowisata
yang masih bertahan bahkan berkembang adalah Agro- techopark Kebun
Cangar. Agro Techno Park UB, saat ini sedang dalam masa uprading, dimana
dalam usaha meningkatkan dan menambah pelayanan operasionalnya. .
Berdasarkan hal tersebut, peneliti merasa penelitian ini penting untuk
dilakukan agar memitigasi risiko risiko operasional yang akan terjadi dalam
masa upgrading maupun setelahnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalis
risiko serta memitgasi risiko di Ago Techno Park UB.
Metode yang digunakan yaitu metode Failure Mode and Effect
Analysis (FMEA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode Failure
Mode and Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk mengukur dan
memprioritaskan risiko, sedangkan Analytical Hierarchy Process (AHP)
digunakan untuk menentukan strategi penanganan risiko. Strategi mitigasi
didapatkan dengan melakukan wawancara dan brainstorming dengan
responden pakar. Responden pakar yang digunakan terdiri dari manajer dan
dua orang karyawan bagian operasional. Risiko yang memiliki nilai RPN
tertinggi dilakukan strategi mitigasi menggunakan AHP.
Hasil dari penilaian risiko dengan menggunakan metode FMEA
didapatkan 3 risiko tertinggi dari 8 risiko yang harus segera ditangani. Risiko
tersebut memiliki nilai RPN tertinggi meliputi adanya bencana alam (351,84),
tidak adanya sinyal internet (272,16), dan risiko ketidakpuasan pengunjung
(177,59). Strategi mitigasi risiko dilakukan dengan pembobotan menggunakan
metode AHP terdapat 3 kriteria risiko adanya bencana alamtidak adanya
sinyal internet, dan risiko ketidakpuasan pengunjung. Setiap kriteria memiliki
beberapa alternatif strategi. Kriteria risiko adanya bencana alam menjadi
kriteria utama karena memiliki bobot tertinggi yaitu 0,637. Bobot tertinggi
alternatif strategi kriteria risiko adanya bencanca alam adalah memperbaiki
sistem drainase dengan nilai bobot 0,637. Bobot tertinggi alternatif strategi
kriteria risiko ketidakpuasan pengunjung adalah menanggapi respon
pengunjung dengan nilai bobot sebesar 0,701. Bobot tertinggi alternatif
strategi kriteria risiko tidak adanya sinyal internet adalah memakai wifi
dengan nilai bobot sebesar 0,75
Pemanfaatan Citra Satelit Spot 6 Untuk Monitoring Kesehatan Pohon Trembesi (Samanea Saman) Di Kota Malang Menggunakan Metode Ndvi
Penggunaan pohon trembesi sebagai elemen penghijauan kota di Malang juga
terinspirasi dari rekomendasi Karsten, yang menganggapnya efektif untuk
menciptakan iklim mikro yang nyaman. Namun, saat ini tantangan mengenai
kesehatan pohon, terutama trembesi, menjadi perhatian serius. Masalah yang terjadi
pada jalur hijau yang ditanami pohon trembesi sejak zaman kolonial menunjukkan
banyaknya pohon tua dengan berbagai kerusakan yang menurunkan kesehatan
pohon. Salah satu penyebab kerusakan tersebut adalah aktivitas manusia di
lingkungan hutan kota. Di Kota Malang, sering terjadi cuaca ekstrem seperti hujan
disertai angin kencang, yang memicu bencana pohon tumbang dan menimbulkan
korban jiwa. Sepanjang tahun 2018 hingga 2019, terjadi setidaknya 75 kasus pohon
tumbang yang dapat menimbulkan korban jiwa. Upaya untuk memantau kesehatan
pohon dengan metode FHM memiliki kendala. Oleh karena itu, penelitian lebih
lanjut menggunakan teknologi citra satelit SPOT 6 dilakukan untuk memantau
kesehatan pohon secara efisien menggunakan metode NDVI. Monitoring Ruang
Terbuka Hijau (RTH) di perkotaan memerlukan teknologi efisien seperti citra satelit
SPOT 6. Diluncurkan oleh Airbus Defence and Space, SPOT 6 adalah satelit
penginderaan jauh yang menyediakan data resolusi tinggi untuk pemetaan,
pemantauan lingkungan, dan survei tanah. Penelitian ini bertujuan untuk
memperkirakan kesehatan pohon trembesi (Samanea saman) menggunakan metode
penginderaan jauh serta menganalisis korelasi antara nilai kesehatan pohon
trembesi berdaun lebar dan nilai indeks vegetasi.
Penelitian dilakukan dari Maret hingga Mei 2024 di Kota Malang, Provinsi
Jawa Timur, pada empat jalan yang didominasi pohon trembesi: Jl. Bandung, Jl.
Jakarta, Jl. Tenes, dan Jl. Raya Langsep. Metode yang digunakan adalah survei dan
penginderaan jauh citra satelit dengan NDVI yang diolah menggunakan ArcGIS
10.8 dan QGIS 3.4.11. Survei digunakan untuk memvalidasi data dari pengolahan
citra. Sebanyak 25 sampel survei lapangan dikumpulkan menggunakan aplikasi
CiBORS. Analisis korelasi dilakukan untuk mengetahui derajat hubungan antara
variabel x (data transformasi indeks vegetasi) dan variabel y (hasil pengukuran
lapangan kesehatan pohon).
Berdasarkan hasil dan pembahasan, uji korelasi antara Nilai Indeks
Kerusakan (NIK) dan NDVI menunjukkan korelasi lemah (r = -0,22), karena
kerusakan pada batang dan cabang tidak mempengaruhi warna daun. NDVI
mengukur kehijauan vegetasi, sehingga tidak berkorelasi dengan penilaian
kesehatan pohon trembesi menggunakan metode FHM jika tidak ada kerusakan
pada bagian daun. Maka dapat disimpulkan indeks vegetasi NDVI tidak dapat
digunakan dalam pendugaan kesehatan pohon trembesi
"Pengaruh Environmental Knowledge dan Environmental Concern Terhadap Green Purchase lntention tVlelalui Consumer Attitucte pada Pembelian ftflinuman Kemasan Dalam Botol Plastik (Studi Terhadap Perilaku Konsumen di Provinsi Jawa Timur)"
Sebagai negara yang berkontribusi dalam menyumbang 1.4 Ton sampah plastik
ke perairan dunia, di mana sampah ini didominasi oleh kemasan makanan atau
minuman. Indonesia memerlukan penerapan green concept yang matang dari
berbagai pemangku kepentingan. Namun sangat disayangkan belum adanya
perusahaan FMCG yang memiliki strategi komprehensif untuk berkomitmen
beralih dari penggunaan plastik sekali pakai. Sedangkan konsep ini
memungkinkan perusahaan untuk bermain dalam ceruk pasar baru, yang kurang
dimanfaatkan. Penelitian ini akan mengisi celah pengetahuan dengan menyelidiki
hubungan kompleks antara pengetahuan lingkungan, kepedulian lingkungan,
sikap konsumen, dan niat pembelian produk minuman dalam kemasan botol
plastik. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner online terhadap 297
responden di wilayah Provinsi Jawa Timur. Data telah diolah menggunakan
metode analisis jalur, penelitian ini mengungkapkan hasil bahwa pengetahuan dan
kepedulian lingkungan serta sikap konsumen berhubungan secara positif dan
signifikan terhadap niat pembelian ramah lingkungan, begitu juga pengetahuan
dan kepedulian lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap
konsumen. Selain itu juga diperoleh bahwa sikap positif konsumen ini justru akan
dapat menurunkan pengaruh pengetahuan dan kepedulian lingkungan konsumen
dalam membeli produk ramah lingkungan. Ini menegaskan bahwa sikap positif
konsumen terhadap produk ramah lingkungan bukan satu-satunya faktor yang
dapat memengaruhi niat pembelian ramah lingkungan mereka
“Hubungan Jumlah Leukosit dengan Luas Lesi Tuberkulosis (TB) pada Pemeriksaan Chest X-ray”
Jumlah leukosit merupakan salah satu parameter hematologi yang dikenal
dapat membantu mendiagnosis kerusakan organ dan berperan sebagai indikator
untuk melihat kondisi imun tubuh. Jumlah leukosit dihubungkan dengan gambaran
luas lesi pada lapang paru pasien tuberkulosis pada pemeriksaan Chest X-ray (CXR).
Berdasarkan kondisi tersebut, hubungan keduanya dapat dipertimbangkan sebagai
acuan dalam deteksi awal TB dan dapat memperkirakan keparahan TB, sehingga
dapat ditemukan metode alternatif untuk deteksi dini TB tanpa melihat gambaran
CXR. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui
hubungan antara jumlah leukosit dengan luas lesi TB dari pemeriksaan Chest X-ray
(CXR). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berjenis analisis observasional
dengan desain studi cross sectional yang dilakukan pada 60 subjek penelitian yang
berasal dari data rekam medis pasien TB RSUD dr. Saiful Anwar, Malang dalam
rentang bulan Januari 2022 - Desember 2023. Data yang diperoleh dianalisis dengan
metode Chi-Square menunjukkan bahwa tidak ditemukan hubungan yang signifikan
antara jumlah leukosit dengan luas lesi TB dari pemeriksaan CXR (Chi-Square,
p=0,706). Kesimpulan dari penelitian ini adalah jumlah leukosit tidak berhubungan
dengan gambaran luas lesi pasien TB