137686 research outputs found
Sort by
Analisis Komunikasi Antarpribadi Peer Educator (PE) dalam Pendampingan Pasien Tuberkulosis Resistan Obat (TBC-RO) (Studi Deskriptif Kualitatif pada Komunitas Sekawan’s TB Jember)
Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara dengan penderita
Tuberkulosis terbanyak di dunia sejak tahun 2022. Tuberkulosis (TBC) adalah
penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan memiliki
sifat yang mudah menular. Jember, sebagai wilayah dengan jumlah pengidap
penyakit Tuberkulosis terbanyak ketiga di Indonesia memiliki kelompok pegiat
TBC bernama Komunitas Sekawan’s TB Jember yang bersinergi untuk
mengeliminasi penyakit TBC Resistan Obat di Jember, Jawa Timur. Peer educator
menerapkan komunikasi antarpribadi dalam melakukan pendampingan guna
menciptakan kenyamanan kepada pasien agar lebih terbuka sehingga peer educator
dapat mencapai tujuannya untuk memelihara kepatuhan pasien dalam minum obat.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan tujuan penelitian
yaitu untuk mengetahui hubungan yang terjalin antara peer educator dengan pasien
TBC-RO serta untuk mengetahui pesan percakapan peer educator dalam
komunikasi antarpribadi pada pendampingan pasien TBC Resistan Obat. Jenis dan
tipe penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk
memaparkan secara dalam mengenai bagaimana hubungan yang terjalin antara peer
educator dengan pasien TBC-RO serta bagaimana komunikasi antarpribadi yang
dilakukan oleh peer educator dalam pendampingan untuk memelihara kepatuhan
pasien untuk minum obat. Berdasarkan data yang diperoleh, hubungan yang terjalin
antara peer educator dengan pasien TBC-RO merupakan hubungan yang
membantu pasien untuk memelihara kepatuhannya dalam minum obat guna
perkembangan kondisi pasien yang lebih baik. Ketika melakukan pendampingan,
peer educator menerapkan pinsip-prinsip dalam pesan percakapan pada komunikasi
antarpribadi yang dilakukannya, yaitu the principle of process, the principle of
cooperation, the principle of politeness, the principle of dialogue, dan the principle
of turn-taking. Dengan adanya prinsip-prinsip tersebut dalam percakapan
pendampingan, peneliti melihat bahwa tujuan komunikasi yang dilakukan oleh peer
educator dapat terwujud
Komposisi Hasil Tangkapan Berdasarkan Daerah Penangkapan dan Alat Tangkap di Daerah Aliran Sungai Brantas Wilayah Malang Raya, Jawa Timur
Ekosistem perairan darat di Indonesia, termasuk Jawa Timur yang memiliki
sungai-sungai seperti Brantas, sangat potensial untuk perikanan tangkap dan
budidaya ikan, memiliki luas mencapai 13,85 juta hektar, ekosistem ini terdiri dari
sungai, danau alam, dan danau buatan. Potensi sumber daya ikan mencapai 3,5
juta ton per tahun, yang bisa menambah lapangan pekerjaan dan meningkatkan
pendapatan daerah. Meski demikian, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya
perikanan di perairan darat masih kurang berkembang, sehingga perlu
optimalisasi melalui kebijakan yang tepat dan penyediaan fasilitas pendukung.
Sungai Brantas, sebagai salah satu contoh, tidak hanya menyediakan air untuk
industri dan PDAM, tetapi juga menjadi habitat penting bagi berbagai spesies ikan,
meskipun pengelolaannya masih didominasi oleh nelayan skala kecil.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan
berdasarkan daerah penangkapan dan alat tangkap di daerah aliran sungai
brantas wilayah Malang Raya, Jawa Timur.
Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode
deskriptif, yaitu suatu studi yang dipusatkan pada suatu kasus secara mendetail
dan intensif. Metode deskriptif bertujuan untuk mengambil gambaran secara
sampling acak. Sampel pada penelitian ini digunakan untuk mengasumsikan
bahwa dengan sampel yang diambil sudah bisa mewakili keseluruhan populasi,
maka sampel diambil secara acak. Sampel didapatkan dari nelayan Sungai
Brantas di tiga stasiun sungai yang berbeda. Pengambilan dan pengumpulan data
pada penelitian yang berlokasi di daerah aliran Sungai Brantas Wilayah Malang
Raya bersumber dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan
dengan cara observasi, wawancara, dokumenstasi lapang dan partisipasi
langsung. Metode analisis menggunakan software microsoft excel dan Statistical
Product and Service Solution (SPSS) versi 27.
Variasi stasiun penangkapan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap komposisi
spesies hasil tangkapan. Nilai rata-rata tertinggi didapatkan pada Stasiun 4 dan
Stasiun 7 sebanyak 21 ekor. Nilai rata-rata terendah didapatkan pada Stasiun 3
sebanyak 4 ekor. Variasi alat tangkap berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap
komposisi spesies hasil tangkapan. Nilai rata-rata tertinggi didapatkan oleh
penangkapan menggunakan pancing sebanyak 14 ekor. Nilai terendah didapatkan
pada penangkapan menggunakan serok sebanyak 1 ekor
“Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu serta Usia Pemberian MPASI dengan Status Gizi Balita Usia 1-5 Tahun”.
ABSTRAK TIDAK ADA SESUWAI FIL
Strategi Peningkatan Aksesibilitas Museum Brawijaya bagi Wisatawan Penyandang Disabilitas.
Fasilitas wisata yang disiapkan sebagai daya tarik wisata melibatkan lima elemen
krusial yang memiliki potensi untuk memuaskan para pengunjung, yaitu (1) atraksi,
(2) sarana dan prasarana, (3) transportasi, dan (4) fasilitas. Kategori kepuasan
pengunjung, termasuk pengunjung penyandang disabilitas, merupakan hal yang
perlu diwujudkan melalui komponen aksesibilitas objek wisata. Dengan memeriksa
fasilitas wisata yang ditawarkan oleh Museum Brawijaya, kita dapat menilai
ketersediaan fasilitas wisata serta faktor-faktor yang mendukung atau menghambat
upaya penyediaan fasilitas bagi pengunjung dengan disabilitas. Metode penelitian
kualitatif deskriptif diaplikasikan pada penelitian ini. Data akan diperoleh dari
berbagai sumber, termasuk informan, wawancara, observasi, dan dokumen. Proses
analisis data terdiri dari empat langkah, yaitu pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam tahap analisis data, peneliti akan
mengacu pada kriteria dan ketersediaan fasilitas inklusif sebagaimana diadopsi
dalam studi Pusat Studi dan Pelayanan Disabilitas Universitas Brawijaya. Hasil
riset menunjukkan bahwa: (1) hanya dua fasilitas wisata di Museum Brawijaya
Kota Malang yang memenuhi kriteria dan ketersediaan fasilitas inklusif untuk
wisatawan penyandang disabilitas. Sebaliknya, empat fasilitas pariwisata lainnya
masih belum mencapai standar atau ketersediaan fasilitas inklusif. Selanjutnya, (2)
terdapat faktor-faktor yang mendukung dan menghambat upaya Museum
Brawijaya Kota Malang dalam menyediakan fasilitas wisata bagi wisatawan
penyandang disabilitas. Faktor pendukung melibatkan misi Museum Brawijaya,
kelengkapan fasilitas pendukung yang diberikan kepada pengunjung penyandang
disabilitas. Sebaliknya, faktor yang mempengaruhi ketersediaan sumber daya
wisata di Museum Brawijaya Kota Malang bagi pengunjung penyandang disabilitas
melibatkan kurangnya pelatihan khusus bagi pegawai mengenai pelayanan terhadap
pengunjung penyandang disabilitas dan kurangnya data mengenai industri
pariwisata di Museum Brawijaya Kota Malang yang disediakan oleh Dinas
Keolahragaan dan Kepemudaan, Pariwisata Kota Malang. Penelitian ini bertujuan
menjadi panduan bagi pengelola Museum Brawijaya dalam meningkatkan
pelayanan wisata tambahan bagi pengunjung penyandang disabilitas di Museum
Brawijaya Kota Malang
“Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Batang Songga (Strychnos lucida R. Br) Terhadap Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)”.
Resistensi antibiotik akibat Methicillin Resistant Staphylococcus aureus
(MRSA) masih menjadi permasalahan kesehatan global. Sebagian besar
penggunaan antibiotik untuk terapi MRSA telah resisten sehingga diperlukan terapi
alternatif dari bahan alam seperti Songga. Songga (Strychnos lucida R. Br)
merupakan tanaman yang dijadikan sumber bahan obat untuk mengobati infeksi
kulit oleh masyarakat Timor. Batang Songga mengandung berbagai metabolit
sekunder dengan mekanisme antibakteri yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini
adalah menganalisis profil metabolit sekunder, aktivitas antibakteri, dan
perbedaan potensi pada ekstrak Etanol 80%, fraksi Air, dan fraksi N-butanol
batang Songga terhadap MRSA. Ekstrak Etanol 80% batang Songga diperoleh
dengan metode Ultrasound-Assisted Extration (UAE). Fraksi batang Songga
diperoleh dengan metode Fraksinasi Cair-Cair. Identifikasi senyawa metabolit
sekunder dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Uji antibakteri
dilakukan dengan metode difusi sumuran dengan teknik pour plate pada
konsentrasi 100 mg/mL, 200 mg/mL, 300 mg/mL, 400 mg/mL, dan 500 mg/mL.
Hasil identifikasi senyawa metabolit sekunder batang Songga adalah Alkaloid,
Flavonoid, Terpenoid, Fenolik, Steroid, dan Antrakuinon. Uji antibakteri
menunjukkan efek antibakteri berturut-turut pada eksktrak Etanol 80%, fraksi Air,
dan fraksi N-butanol (p = 0,000 dan r = 0,938; p = 0,000 dan r = 0,824; p = 0,000
dan r = 0,912). Diameter zona hambat paling luas adalah ekstrak Etanol 80% pada
konsentrasi 500 mg/ml (Kruskal Wallis p = 0,002). Berdasarkan uraian tersebut
dapat disimpulkan bahwa ekstrak Etanol 80% batang Songga konsentrasi 500
mg/ml memiliki aktivitas antibakteri yang terbaik terhadap MRSA dengan diameter
zona hambat 20,25 mm
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix) untuk Menghambat Pertumbuhan Bakteri Vibrio harveyi Secara In Vitro.
Majunya bidang perikanan budidaya di Indonesia terdapat juga beberapa
permasalahan, salah satunya penyakit. Penyakit yang sering menyerang udang
adalah penyakit vibriosis yang disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi.
Pengendalian penyakit vibriosis dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik.
Pemberian antibiotik secara terus-menerus akan berdampak negatif bagi udang
dan lingkungan. alternatif lain pengganti antibiotik adalah memanfaatkan bahan
alami, salah satunya daun jeruk purut (Citrus hystrix). Daun jeruk purut memiliki
kandungan senyawa aktif yang bersifat anti bakteri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik dan pengaruh
pemberian ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix) dalam menghambat
pertumbuhan bakteri Vibrio harveyi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
Februari - April 2024 di laboratorium Ilmu Teknologi Hasil Perikanan Divisi
Perekayasaan Hasil Perikanan dan Keamanan hasil perikanan, dan Laboratorium
Budidaya Ikan divisi Penyakit dan Kesahatan Ikan, Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan, Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen
dan rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap
(RAL). Perlakuan yang digunakan yaitu dengan pemberian ekstrak daun jeruk
purut menggunakan dosis 1000 ppm (A), 1050 ppm (B), 1100 ppm (C), 1150 ppm
(D), 1200 ppm (E), kontrol positif (K+) menggunakan antibiotik tetracycline sebesar
30 ppm, dan kontrol negatif K (-) menggunakan akuades dan tanpa pemberian
ekstrak daun jeruk purut. Setiap perlakuan menggunakan 3 kali ulangan.
Parameter utama penelitian ini adalah diameter zona bening dan parameter
penunjang adalah suhu dan waktu inkubasi.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak daun
jeruk purut (Citrus hystrix) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio harveyi.
Hasil rata-rata diameter zona bening pada uji cakram pada perlakuan A sebesar
8,16 ± 0,41 mm, perlakuan B sebesar 8,63 ± 0,28 mm, perlakuan C sebesar 9,13
± 0,37 mm, perlakuan D sebesar 10,03 ± 0,47 mm, dan perlakuan E sebesar 11,00
± 0,20 mm. Hubungan antara peningkatan dosis perlakuan ekstrak daun jeruk
purut terhadap diameter zona hambat bakteri menunjukan pola linier dengan
persamaan y = - 6,1167 + 0,0141x dengan koefisien R
2 = 0,8960. Pemberian
ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix) dalam menghambat pertumbuhan bakteri
Vibrio harveyi memiliki hubungan yang berbanding lurus, dimana semakin tinggi
dosis semakin besar ukuran diameter zona bening. Dosis terbaik ekstrak daun
jeruk purut (Citrus hystrix) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio harveyi
yaitu pada perlakuan E dengan dosis 1200 ppm dan nilai rata-rata sebesar 11 mm
Strategi Pengembangan Usaha Pembesaran Ikan Nila (Oreochromis sp.) Sistem Bioflok di UD Nila Kudus Farm, Kabupaten Kudus
Budidaya ikan nila adalah bagian penting dari sektor perikanan dan
kelautan Indonesia. Khususnya, karena ada peluang besar di pasar dan harga jual
yang tinggi, meningkatkan produksi ikan nila dalam negeri menjadi suatu
keharusan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan usaha budidaya
ikan nila di daerah yang memiliki potensi untuk pengembangan tersebut. Salah
satunya adalah di unit usaha budidaya Nila Kudus Farm, Kabupaten Kudus, di
mana mereka membutuhkan strategi yang efektif untuk mengembangkan usaha
pembesaran ikan nila (Oreochromis sp.).
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan dan menganalisis
keberhasilan usaha melalui tinjauan aspek finansial dan nonfinansial dalam
pembesaran ikan nila. 2) Menilai tingkat sensitivitas dari usaha pembesaran ikan
nila. 3) Mengembangkan alternatif strategi yang diperlukan untuk memajukan
usaha pembesaran ikan nila. 4) Menetapkan prioritas strategi yang penting dalam
pengembangan usaha pembesaran ikan nila.
Penelitian akan dilakukan pada bulan Januari – Februari 2024. Pendekatan
penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Jenis dan sumber data
berupa data primer dan sekunder. Teknik pengambilan sampel menggunakan
nonprobability sampling (sampling jenuh). Teknik pengumpulan data
menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode Analisis data
dilakukan dengan 1) analisis kelayakan usaha aspek nonfnansial dan finansial, 2)
evaluasi tingkat sensitivitas menggunakan tiga skenario, 3) analisis strategi
pengembangan usaha menggunakan SWOT (Strengths Weaknesses
Opportunities Threats), dan 4) analisis prioritas strategi menggunakan QSPM
(Quantitative Strategic Planning Matrix).
Usaha ini memiliki aspek non-finansial yang menunjukkan
ketidaksesuaian dalam pengelolaan sesuai standar yang ditetapkan, termasuk
manajemen, pemasaran, kepatuhan hukum, dampak lingkungan, dan aspek
sosial-ekonomi yang sejalan dengan manfaat yang diperoleh. Secara finansial,
proyek ini menguntungkan dalam jangka pendek dengan R/C (1,09 > 0), RTC
(12,14% > suku bunga), NPV sebesar Rp112.647.964, B/C sebesar 1,99, IRR
sebesar 43%, dan PP adalah 2,37 tahun. Usaha ini memiliki tingkat sensitivitas
yang tinggi terhadap kenaikan biaya pakan dalam tiga skenario berbeda. Dari
perspektif pengembangan alternatif strategi, usaha ini memiliki skor IFAS 3,02 dan
EFAS 2,76. Berdasarkan Matriks IE, posisi usaha berada di divisi IV, menunjukkan
potensi untuk tumbuh dengan strategi SO dari matriks SWOT. Prioritas strategi
pengembangan utama adalah pemanfaatan lokasi strategis usaha untuk
meningkatkan daya saing produksi yang didukung oleh pemerintah, dengan total
skor analisis strategi sebesar 5,19.
Saran dari penelitian untuk perusahaan adalah engimplementasikan
prioritas strategi, memanfaatkan teknologi untuk efisiensi produksi, perencanaan
v
anggaran keuangan dengan baik, menetapkan SOP pada proses produksi disertai
monitoring, memanfaatkan pelatihan dari pemerintah dan pihak lain. Untuk
pemerintah, disarankan untuk menyelenggarakan pelatihan teknologi guna
meningkatkan efisiensi produks
Implementasi Standar Perpustakaan Perguruan Tinggi Berdasarkan Perka Perpustakaan Nasional Nomor 13 Tahun 2017 (Studi pada Perpustakaan Politeknik Negeri Malang)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi standar perpustakaan
perguruan tinggi berdasarkan Perka Perpustakaan Nasional Nomor 13 Tahun 2017
beserta faktor penghambatnya di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
deskriptif dan berlokasi di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang. Fokus
penelitian ini adalah menganalisis implementasi standar perpustakaan perguruan
tinggi yang pada penelitian ini terbagi menjadi delapan bidang, yaitu (1) koleksi
perpustakaan, (2) pelayanan perpustakaan, (3) laporan perpustakaan, (4) kerja sama
perpustakaan, (5) tenaga perpustakaan, (6) penyelenggaraan perpustakaan, (7)
pengelolaan perpustakaan, dan (8) teknologi informasi dan komunikasi pada
perpustakaan. Teori analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model
interaktif yang digagas oleh Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil dari penelitian
ini menunjukkan bahwa implementasi standar yang dilakukan oleh Perpustakaan
Politeknik Negeri Malang telah mencapai sebanyak 35 dari 45 indikator standar
yang digunakan. Faktor yang menghambat Perpustakaan Politeknik Negeri Malang
dalam mengimplementasi standar perpustakaan perguruan tinggi dapat dibagi
menjadi tiga faktor, yaitu kurangnya sumber daya manusia di Perpustakaan
Polinema yang berupa kurangnya pustakawan dan tidak adanya tenaga IT,
perubahan kebijakan yang terjadi di Perpustakaan Polinema yang diakibatkan oleh
pandemi Covid-19 seperti perubahan jam layanan dan denda, dan tidak
terpenuhinya standar perpustakaan perguruan tinggi yang ditetapkan pada Perka
Perpustakaan Nasional Nomor 13 Tahun 2017
Pengaruh Perceived Waiting Time Dan Service Quality Terhadap Kepuasan Pelanggan (
Penelitian ini bertujuan untuk meninjau sejauh mana perceived waiting time
dan Service Quality berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dengan objek
penelitian pada Resto New Rivermoon di Klaten. Jenis penelitian yang digunakan
yaitu deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
primer yang diperoleh melalui penyebaran angket kuesioner pada Resto New
Rivermoon dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan SPSS
versi 26 yang mencakup Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Asumsi Klasik ( Uji
Normalitas, Uji Multikolinieritas, dan Uji Heterokedastistas), Analisis Regresi
Linier Berganda, Uji Koefisien Determinasi, Uji-f, dan Uji-t.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada hasil Uji-t diketahui bahwa
variabel Perceived Waiting Time tidak berpengaruh secara signifikan, sedangkan
pada variabel Service Quality memiliki pengaruh yang signifikan. Pada Uji-f
diperoleh bahwa hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 0,543. Artinya bahwa
Kepuasan Konsumen akan dipengaruhi sebesar 53,4% oleh variabel Perceived
Waiting Time dan Service Quality. Sedangkan sisanya atau 46,6% lainnya
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas pada penelitian ini. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa variabel Perceived Waiting Time dan variabel Service
Quality berpengaruh secara simultan terhadap variabel Kepuasan Pelanggan
Faktor-faktor yang Memengaruhi Niat Membayar Pajak Kendaraan Bermotor melalui Pihak Ketiga (Survei pada Wajib Pajak Kendaraan Bermotor di Kabupaten Ponorogo).
E-Samsat merupakan sistem layanan Samsat secara online yang menyediakan
layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui pihak ketiga. Latar
belakang peluncuran E-Samsat adalah meningkatnya kebutuhan atas layanan
Samsat, keterbatasan pegawai dan lokasi pelayanan Samsat serta mendorong
kemudahan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor. Pada kenyataannya,
permasalahan tentang penerimaan layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor
melalui pihak ketiga selaku mitra E-Samsat di Kabupaten Ponorogo yang pada
tahun 2021 hingga 2023 mengalami penurunan pertumbuhan pada pembayaran
Pajak Kendaraan Bermotor melalui pihak ketiga.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi niat
penggunaan layanan pihak ketiga dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor
pada Wajib Pajak Kendaraan Bermotor yang membayar Pajak Kendaraan Bermotor
melalui pihak ketiga di Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah penelitian
eksplanatori dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Terdapat 6 (enam)
variabel yang digunakan pada penelitian, yaitu ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha,
pengaruh sosial, kondisi yang memfasilitasi, dan niat penggunaan dari teori Unified
Theory of Acceptance and Use of Technology serta menggunakan variabel
kepercayaan kepada pemerintah.
Sampel penelitian ini adalah pengguna E-Samsat di Kabupaten Ponorogo.
Sebanyak 142 responden dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara online
melalui Google Form. Teknik pengumpulan sampel menggunakan nonprobability
sampling dengan penentuan sampel menggunakan convenience. Data yang telah
diperoleh diolah menggunakan software IBM SPSS 27.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh sosial dan kepercayaan kepada
pemerintah berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan layanan pihak ketiga
dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor. Namun, ekspektasi kinerja,
ekspektasi usaha, dan kondisi yang memfasilitasi tidak berpengaruh signifikan
terhadap niat penggunaan layanan pihak ketiga untuk pembayaran Pajak Kendaraan
Bermotor