University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Analisis Komunikasi Antarpribadi Peer Educator (PE) dalam Pendampingan Pasien Tuberkulosis Resistan Obat (TBC-RO) (Studi Deskriptif Kualitatif pada Komunitas Sekawan’s TB Jember)

    No full text
    Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara dengan penderita Tuberkulosis terbanyak di dunia sejak tahun 2022. Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan memiliki sifat yang mudah menular. Jember, sebagai wilayah dengan jumlah pengidap penyakit Tuberkulosis terbanyak ketiga di Indonesia memiliki kelompok pegiat TBC bernama Komunitas Sekawan’s TB Jember yang bersinergi untuk mengeliminasi penyakit TBC Resistan Obat di Jember, Jawa Timur. Peer educator menerapkan komunikasi antarpribadi dalam melakukan pendampingan guna menciptakan kenyamanan kepada pasien agar lebih terbuka sehingga peer educator dapat mencapai tujuannya untuk memelihara kepatuhan pasien dalam minum obat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan yang terjalin antara peer educator dengan pasien TBC-RO serta untuk mengetahui pesan percakapan peer educator dalam komunikasi antarpribadi pada pendampingan pasien TBC Resistan Obat. Jenis dan tipe penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk memaparkan secara dalam mengenai bagaimana hubungan yang terjalin antara peer educator dengan pasien TBC-RO serta bagaimana komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh peer educator dalam pendampingan untuk memelihara kepatuhan pasien untuk minum obat. Berdasarkan data yang diperoleh, hubungan yang terjalin antara peer educator dengan pasien TBC-RO merupakan hubungan yang membantu pasien untuk memelihara kepatuhannya dalam minum obat guna perkembangan kondisi pasien yang lebih baik. Ketika melakukan pendampingan, peer educator menerapkan pinsip-prinsip dalam pesan percakapan pada komunikasi antarpribadi yang dilakukannya, yaitu the principle of process, the principle of cooperation, the principle of politeness, the principle of dialogue, dan the principle of turn-taking. Dengan adanya prinsip-prinsip tersebut dalam percakapan pendampingan, peneliti melihat bahwa tujuan komunikasi yang dilakukan oleh peer educator dapat terwujud

    Komposisi Hasil Tangkapan Berdasarkan Daerah Penangkapan dan Alat Tangkap di Daerah Aliran Sungai Brantas Wilayah Malang Raya, Jawa Timur

    No full text
    Ekosistem perairan darat di Indonesia, termasuk Jawa Timur yang memiliki sungai-sungai seperti Brantas, sangat potensial untuk perikanan tangkap dan budidaya ikan, memiliki luas mencapai 13,85 juta hektar, ekosistem ini terdiri dari sungai, danau alam, dan danau buatan. Potensi sumber daya ikan mencapai 3,5 juta ton per tahun, yang bisa menambah lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan daerah. Meski demikian, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perikanan di perairan darat masih kurang berkembang, sehingga perlu optimalisasi melalui kebijakan yang tepat dan penyediaan fasilitas pendukung. Sungai Brantas, sebagai salah satu contoh, tidak hanya menyediakan air untuk industri dan PDAM, tetapi juga menjadi habitat penting bagi berbagai spesies ikan, meskipun pengelolaannya masih didominasi oleh nelayan skala kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan berdasarkan daerah penangkapan dan alat tangkap di daerah aliran sungai brantas wilayah Malang Raya, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode deskriptif, yaitu suatu studi yang dipusatkan pada suatu kasus secara mendetail dan intensif. Metode deskriptif bertujuan untuk mengambil gambaran secara sampling acak. Sampel pada penelitian ini digunakan untuk mengasumsikan bahwa dengan sampel yang diambil sudah bisa mewakili keseluruhan populasi, maka sampel diambil secara acak. Sampel didapatkan dari nelayan Sungai Brantas di tiga stasiun sungai yang berbeda. Pengambilan dan pengumpulan data pada penelitian yang berlokasi di daerah aliran Sungai Brantas Wilayah Malang Raya bersumber dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumenstasi lapang dan partisipasi langsung. Metode analisis menggunakan software microsoft excel dan Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 27. Variasi stasiun penangkapan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap komposisi spesies hasil tangkapan. Nilai rata-rata tertinggi didapatkan pada Stasiun 4 dan Stasiun 7 sebanyak 21 ekor. Nilai rata-rata terendah didapatkan pada Stasiun 3 sebanyak 4 ekor. Variasi alat tangkap berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap komposisi spesies hasil tangkapan. Nilai rata-rata tertinggi didapatkan oleh penangkapan menggunakan pancing sebanyak 14 ekor. Nilai terendah didapatkan pada penangkapan menggunakan serok sebanyak 1 ekor

    Strategi Peningkatan Aksesibilitas Museum Brawijaya bagi Wisatawan Penyandang Disabilitas.

    No full text
    Fasilitas wisata yang disiapkan sebagai daya tarik wisata melibatkan lima elemen krusial yang memiliki potensi untuk memuaskan para pengunjung, yaitu (1) atraksi, (2) sarana dan prasarana, (3) transportasi, dan (4) fasilitas. Kategori kepuasan pengunjung, termasuk pengunjung penyandang disabilitas, merupakan hal yang perlu diwujudkan melalui komponen aksesibilitas objek wisata. Dengan memeriksa fasilitas wisata yang ditawarkan oleh Museum Brawijaya, kita dapat menilai ketersediaan fasilitas wisata serta faktor-faktor yang mendukung atau menghambat upaya penyediaan fasilitas bagi pengunjung dengan disabilitas. Metode penelitian kualitatif deskriptif diaplikasikan pada penelitian ini. Data akan diperoleh dari berbagai sumber, termasuk informan, wawancara, observasi, dan dokumen. Proses analisis data terdiri dari empat langkah, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam tahap analisis data, peneliti akan mengacu pada kriteria dan ketersediaan fasilitas inklusif sebagaimana diadopsi dalam studi Pusat Studi dan Pelayanan Disabilitas Universitas Brawijaya. Hasil riset menunjukkan bahwa: (1) hanya dua fasilitas wisata di Museum Brawijaya Kota Malang yang memenuhi kriteria dan ketersediaan fasilitas inklusif untuk wisatawan penyandang disabilitas. Sebaliknya, empat fasilitas pariwisata lainnya masih belum mencapai standar atau ketersediaan fasilitas inklusif. Selanjutnya, (2) terdapat faktor-faktor yang mendukung dan menghambat upaya Museum Brawijaya Kota Malang dalam menyediakan fasilitas wisata bagi wisatawan penyandang disabilitas. Faktor pendukung melibatkan misi Museum Brawijaya, kelengkapan fasilitas pendukung yang diberikan kepada pengunjung penyandang disabilitas. Sebaliknya, faktor yang mempengaruhi ketersediaan sumber daya wisata di Museum Brawijaya Kota Malang bagi pengunjung penyandang disabilitas melibatkan kurangnya pelatihan khusus bagi pegawai mengenai pelayanan terhadap pengunjung penyandang disabilitas dan kurangnya data mengenai industri pariwisata di Museum Brawijaya Kota Malang yang disediakan oleh Dinas Keolahragaan dan Kepemudaan, Pariwisata Kota Malang. Penelitian ini bertujuan menjadi panduan bagi pengelola Museum Brawijaya dalam meningkatkan pelayanan wisata tambahan bagi pengunjung penyandang disabilitas di Museum Brawijaya Kota Malang

    “Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Batang Songga (Strychnos lucida R. Br) Terhadap Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)”.

    No full text
    Resistensi antibiotik akibat Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) masih menjadi permasalahan kesehatan global. Sebagian besar penggunaan antibiotik untuk terapi MRSA telah resisten sehingga diperlukan terapi alternatif dari bahan alam seperti Songga. Songga (Strychnos lucida R. Br) merupakan tanaman yang dijadikan sumber bahan obat untuk mengobati infeksi kulit oleh masyarakat Timor. Batang Songga mengandung berbagai metabolit sekunder dengan mekanisme antibakteri yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis profil metabolit sekunder, aktivitas antibakteri, dan perbedaan potensi pada ekstrak Etanol 80%, fraksi Air, dan fraksi N-butanol batang Songga terhadap MRSA. Ekstrak Etanol 80% batang Songga diperoleh dengan metode Ultrasound-Assisted Extration (UAE). Fraksi batang Songga diperoleh dengan metode Fraksinasi Cair-Cair. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran dengan teknik pour plate pada konsentrasi 100 mg/mL, 200 mg/mL, 300 mg/mL, 400 mg/mL, dan 500 mg/mL. Hasil identifikasi senyawa metabolit sekunder batang Songga adalah Alkaloid, Flavonoid, Terpenoid, Fenolik, Steroid, dan Antrakuinon. Uji antibakteri menunjukkan efek antibakteri berturut-turut pada eksktrak Etanol 80%, fraksi Air, dan fraksi N-butanol (p = 0,000 dan r = 0,938; p = 0,000 dan r = 0,824; p = 0,000 dan r = 0,912). Diameter zona hambat paling luas adalah ekstrak Etanol 80% pada konsentrasi 500 mg/ml (Kruskal Wallis p = 0,002). Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak Etanol 80% batang Songga konsentrasi 500 mg/ml memiliki aktivitas antibakteri yang terbaik terhadap MRSA dengan diameter zona hambat 20,25 mm

    Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix) untuk Menghambat Pertumbuhan Bakteri Vibrio harveyi Secara In Vitro.

    No full text
    Majunya bidang perikanan budidaya di Indonesia terdapat juga beberapa permasalahan, salah satunya penyakit. Penyakit yang sering menyerang udang adalah penyakit vibriosis yang disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi. Pengendalian penyakit vibriosis dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik. Pemberian antibiotik secara terus-menerus akan berdampak negatif bagi udang dan lingkungan. alternatif lain pengganti antibiotik adalah memanfaatkan bahan alami, salah satunya daun jeruk purut (Citrus hystrix). Daun jeruk purut memiliki kandungan senyawa aktif yang bersifat anti bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik dan pengaruh pemberian ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio harveyi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - April 2024 di laboratorium Ilmu Teknologi Hasil Perikanan Divisi Perekayasaan Hasil Perikanan dan Keamanan hasil perikanan, dan Laboratorium Budidaya Ikan divisi Penyakit dan Kesahatan Ikan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan yaitu dengan pemberian ekstrak daun jeruk purut menggunakan dosis 1000 ppm (A), 1050 ppm (B), 1100 ppm (C), 1150 ppm (D), 1200 ppm (E), kontrol positif (K+) menggunakan antibiotik tetracycline sebesar 30 ppm, dan kontrol negatif K (-) menggunakan akuades dan tanpa pemberian ekstrak daun jeruk purut. Setiap perlakuan menggunakan 3 kali ulangan. Parameter utama penelitian ini adalah diameter zona bening dan parameter penunjang adalah suhu dan waktu inkubasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio harveyi. Hasil rata-rata diameter zona bening pada uji cakram pada perlakuan A sebesar 8,16 ± 0,41 mm, perlakuan B sebesar 8,63 ± 0,28 mm, perlakuan C sebesar 9,13 ± 0,37 mm, perlakuan D sebesar 10,03 ± 0,47 mm, dan perlakuan E sebesar 11,00 ± 0,20 mm. Hubungan antara peningkatan dosis perlakuan ekstrak daun jeruk purut terhadap diameter zona hambat bakteri menunjukan pola linier dengan persamaan y = - 6,1167 + 0,0141x dengan koefisien R 2 = 0,8960. Pemberian ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio harveyi memiliki hubungan yang berbanding lurus, dimana semakin tinggi dosis semakin besar ukuran diameter zona bening. Dosis terbaik ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio harveyi yaitu pada perlakuan E dengan dosis 1200 ppm dan nilai rata-rata sebesar 11 mm

    Strategi Pengembangan Usaha Pembesaran Ikan Nila (Oreochromis sp.) Sistem Bioflok di UD Nila Kudus Farm, Kabupaten Kudus

    No full text
    Budidaya ikan nila adalah bagian penting dari sektor perikanan dan kelautan Indonesia. Khususnya, karena ada peluang besar di pasar dan harga jual yang tinggi, meningkatkan produksi ikan nila dalam negeri menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan usaha budidaya ikan nila di daerah yang memiliki potensi untuk pengembangan tersebut. Salah satunya adalah di unit usaha budidaya Nila Kudus Farm, Kabupaten Kudus, di mana mereka membutuhkan strategi yang efektif untuk mengembangkan usaha pembesaran ikan nila (Oreochromis sp.). Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan dan menganalisis keberhasilan usaha melalui tinjauan aspek finansial dan nonfinansial dalam pembesaran ikan nila. 2) Menilai tingkat sensitivitas dari usaha pembesaran ikan nila. 3) Mengembangkan alternatif strategi yang diperlukan untuk memajukan usaha pembesaran ikan nila. 4) Menetapkan prioritas strategi yang penting dalam pengembangan usaha pembesaran ikan nila. Penelitian akan dilakukan pada bulan Januari – Februari 2024. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Jenis dan sumber data berupa data primer dan sekunder. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling (sampling jenuh). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode Analisis data dilakukan dengan 1) analisis kelayakan usaha aspek nonfnansial dan finansial, 2) evaluasi tingkat sensitivitas menggunakan tiga skenario, 3) analisis strategi pengembangan usaha menggunakan SWOT (Strengths Weaknesses Opportunities Threats), dan 4) analisis prioritas strategi menggunakan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Usaha ini memiliki aspek non-finansial yang menunjukkan ketidaksesuaian dalam pengelolaan sesuai standar yang ditetapkan, termasuk manajemen, pemasaran, kepatuhan hukum, dampak lingkungan, dan aspek sosial-ekonomi yang sejalan dengan manfaat yang diperoleh. Secara finansial, proyek ini menguntungkan dalam jangka pendek dengan R/C (1,09 > 0), RTC (12,14% > suku bunga), NPV sebesar Rp112.647.964, B/C sebesar 1,99, IRR sebesar 43%, dan PP adalah 2,37 tahun. Usaha ini memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap kenaikan biaya pakan dalam tiga skenario berbeda. Dari perspektif pengembangan alternatif strategi, usaha ini memiliki skor IFAS 3,02 dan EFAS 2,76. Berdasarkan Matriks IE, posisi usaha berada di divisi IV, menunjukkan potensi untuk tumbuh dengan strategi SO dari matriks SWOT. Prioritas strategi pengembangan utama adalah pemanfaatan lokasi strategis usaha untuk meningkatkan daya saing produksi yang didukung oleh pemerintah, dengan total skor analisis strategi sebesar 5,19. Saran dari penelitian untuk perusahaan adalah engimplementasikan prioritas strategi, memanfaatkan teknologi untuk efisiensi produksi, perencanaan v anggaran keuangan dengan baik, menetapkan SOP pada proses produksi disertai monitoring, memanfaatkan pelatihan dari pemerintah dan pihak lain. Untuk pemerintah, disarankan untuk menyelenggarakan pelatihan teknologi guna meningkatkan efisiensi produks

    Implementasi Standar Perpustakaan Perguruan Tinggi Berdasarkan Perka Perpustakaan Nasional Nomor 13 Tahun 2017 (Studi pada Perpustakaan Politeknik Negeri Malang)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi standar perpustakaan perguruan tinggi berdasarkan Perka Perpustakaan Nasional Nomor 13 Tahun 2017 beserta faktor penghambatnya di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan berlokasi di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang. Fokus penelitian ini adalah menganalisis implementasi standar perpustakaan perguruan tinggi yang pada penelitian ini terbagi menjadi delapan bidang, yaitu (1) koleksi perpustakaan, (2) pelayanan perpustakaan, (3) laporan perpustakaan, (4) kerja sama perpustakaan, (5) tenaga perpustakaan, (6) penyelenggaraan perpustakaan, (7) pengelolaan perpustakaan, dan (8) teknologi informasi dan komunikasi pada perpustakaan. Teori analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif yang digagas oleh Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi standar yang dilakukan oleh Perpustakaan Politeknik Negeri Malang telah mencapai sebanyak 35 dari 45 indikator standar yang digunakan. Faktor yang menghambat Perpustakaan Politeknik Negeri Malang dalam mengimplementasi standar perpustakaan perguruan tinggi dapat dibagi menjadi tiga faktor, yaitu kurangnya sumber daya manusia di Perpustakaan Polinema yang berupa kurangnya pustakawan dan tidak adanya tenaga IT, perubahan kebijakan yang terjadi di Perpustakaan Polinema yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 seperti perubahan jam layanan dan denda, dan tidak terpenuhinya standar perpustakaan perguruan tinggi yang ditetapkan pada Perka Perpustakaan Nasional Nomor 13 Tahun 2017

    Pengaruh Perceived Waiting Time Dan Service Quality Terhadap Kepuasan Pelanggan (

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meninjau sejauh mana perceived waiting time dan Service Quality berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dengan objek penelitian pada Resto New Rivermoon di Klaten. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran angket kuesioner pada Resto New Rivermoon dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan SPSS versi 26 yang mencakup Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Asumsi Klasik ( Uji Normalitas, Uji Multikolinieritas, dan Uji Heterokedastistas), Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Koefisien Determinasi, Uji-f, dan Uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada hasil Uji-t diketahui bahwa variabel Perceived Waiting Time tidak berpengaruh secara signifikan, sedangkan pada variabel Service Quality memiliki pengaruh yang signifikan. Pada Uji-f diperoleh bahwa hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 0,543. Artinya bahwa Kepuasan Konsumen akan dipengaruhi sebesar 53,4% oleh variabel Perceived Waiting Time dan Service Quality. Sedangkan sisanya atau 46,6% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas pada penelitian ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Perceived Waiting Time dan variabel Service Quality berpengaruh secara simultan terhadap variabel Kepuasan Pelanggan

    Faktor-faktor yang Memengaruhi Niat Membayar Pajak Kendaraan Bermotor melalui Pihak Ketiga (Survei pada Wajib Pajak Kendaraan Bermotor di Kabupaten Ponorogo).

    No full text
    E-Samsat merupakan sistem layanan Samsat secara online yang menyediakan layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui pihak ketiga. Latar belakang peluncuran E-Samsat adalah meningkatnya kebutuhan atas layanan Samsat, keterbatasan pegawai dan lokasi pelayanan Samsat serta mendorong kemudahan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor. Pada kenyataannya, permasalahan tentang penerimaan layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui pihak ketiga selaku mitra E-Samsat di Kabupaten Ponorogo yang pada tahun 2021 hingga 2023 mengalami penurunan pertumbuhan pada pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui pihak ketiga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi niat penggunaan layanan pihak ketiga dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor pada Wajib Pajak Kendaraan Bermotor yang membayar Pajak Kendaraan Bermotor melalui pihak ketiga di Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Terdapat 6 (enam) variabel yang digunakan pada penelitian, yaitu ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, kondisi yang memfasilitasi, dan niat penggunaan dari teori Unified Theory of Acceptance and Use of Technology serta menggunakan variabel kepercayaan kepada pemerintah. Sampel penelitian ini adalah pengguna E-Samsat di Kabupaten Ponorogo. Sebanyak 142 responden dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara online melalui Google Form. Teknik pengumpulan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan penentuan sampel menggunakan convenience. Data yang telah diperoleh diolah menggunakan software IBM SPSS 27. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh sosial dan kepercayaan kepada pemerintah berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan layanan pihak ketiga dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor. Namun, ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, dan kondisi yang memfasilitasi tidak berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan layanan pihak ketiga untuk pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇