137686 research outputs found
Sort by
Hubungan antara Intensitas Penggunaan Media Sosial TikTok Terhadap Citra Tubuh pada Remaja Putri Berusia 15 - 18 tahun di Kota Malang.
Citra tubuh adalah persepsi, pandangan, dan sikap seseorang terhadap
tubuhnya sendiri. Citra tubuh erat kaitannya dengan remaja putri yang cenderung
sensitif terhadap perubahan fisik yang dialami. Intensitas penggunaan media
sosial merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi pembentukan citra
tubuh pada remaja putri. Media sosial TikTok merupakan aplikasi yang paling
banyak diunduh di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara intensitas penggunaan media sosial TikTok terhadap citra tubuh pada
remaja putri berusia 15-18 tahun di Kota Malang. Penelitian ini merupakan
penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Subjek
penelitian sebesar 426 siswi SMA di Kota Malang yang dipilih menggunakan
metode multistage sampling. Metode ini menggabungkan dua atau lebih teknik
pengambilan sampel yang berbeda, yaitu stratified random sampling dan
purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner
intensitas penggunaan media sosial TikTok dan kuesioner citra tubuh. Analisis
deskriptif menunjukkan bahwa 93,9% responden berasal dari sekolah negeri dan
47,65% responden berusia 17 tahun, terdapat 50,2% responden dengan intensitas
penggunaan media sosial TikTok yang tinggi, dan 46,2% responden memiliki citra
tubuh negatif. Hasil uji Spearman rank menunjukkan adanya hubungan yang
signifikan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dan citra tubuh
(p<0,001), dengan hubungan antara kedua variabel berbanding terbalik (r=-0,292).
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu semakin tinggi intensitas penggunaan TikTok
maka semakin negatif citra tubuh yang dimiliki oleh individu tersebut. Namun,
penting diingat bahwa penelitian ini hanya menganalisis intensitas penggunaan
TikTok tanpa mempertimbangkan jenis konten yang mungkin juga berpengaruh.
Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk menganalisis jenis konten
TikTok yang diakses oleh remaja putri untuk memberikan pemahaman terkait
bagaimana berbagai jenis konten memengaruhi citra tubuh pada remaja putri
Studi Kualitatif Pengetahuan Pedoman Gizi Seimbang dan Kebiasaan Makan Remaja Putri di SMA Brawijaya Smart School Malang
Masalah gizi overweight dan underweight masih banyak dialami remaja
putri karena perilaku makan yang kurang tepat. Perilaku makan yang buruk dapat
menyebabkan terjadinya defisiensi gizi dan pola makan yang berlebihan dapat
menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas. Pedoman gizi seimbang
merupakan pengetahuan gizi yang harus dipahami oleh remaja putri, namun
konsep pedoman gizi seimbang masih belum sefamiliar 4 sehat 5 sempurna.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan pedoman gizi
seimbang dan kebiasaan makan serta faktor yang memengaruhi perilaku makan
pada remaja putri. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data
dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 6 siswa putri di Brawijaya
Smart School. Triangulasi dilakukan kepada 1 ibu informan dan 1 guru sekolah.
Hasil penelitian menunjukkan seluruh subjek penelitian lebih mengenal 4 sehat 5
sempurna daripada Pedoman Gizi Seimbang dan tidak memahami isi piringku
serta tumpeng gizi seimbang. Sebagian besar informan menunjukkan perilaku
makan melewatkan sarapan pagi, sering mengonsumsi camilan tinggi natrium,
dan kurang mengonsumsi sayur dan buah. Perilaku makan remaja putri
dipengaruhi oleh faktor individu seperti preferensi dan faktor lingkungan seperti
keluarga, teman, media, akses jarak yang mudah dan promosi, dan sekola
Pemanfaatan Mikroba Antagonis untuk Menekan Serangan Phytophthora nicotianae pada Tembakau Berdasarkan Diagnosis Serangan Berbasis Emisi Suara Tanaman.
Tembakau sebagai komoditas pertanian subsektor perkebunan yang memiliki
nilai ekonomi tinggi. Sebagian besar pengelolaan perkebunan tembakau berbentuk
perkebunan rakyat (99,72%) sehingga menjadi sektor padat karya yang banyak
menyerap tenaga kerja. Sektor tembakau menjadi salah satu penyumbang devisa
bagi negara Indonesia Rp 43 triliun/tahun. Peningkatkan produktivitas tembakau
diperlukan dengan meminimalisir timbulnya faktor yang dapat menurunkan
produktivitas seperti seperti serangan penyakit tanaman. Penyakit lanas akibat
serangan jamur P. nicotianae menyebabkan kerugian 10 – 90% pada budidaya
tembakau. Pengendalian dapat dilakukan menggunakan mikroba antagonis
Trichoderma sp. dan Bacillus amyloliquefaciens. Penentuan waktu aplikasi
mikroba antagonis dapat dilakukan berdasarkan indikator tanaman sakit, seperti
emisi suara yang dapat dideteksi dengan Plant Ultrasound Recorder. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan prototipe Plant Ultrasound Recorder guna
mendeteksi emisi suara ultrasound pada tanaman tembakau sakit karena terinfeksi
P. nicotianae sebagai informasi dasar diagnosis untuk menentukan pengendalian.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan 3 Departemen
HPT FP Universitas Brawijaya dan Laboratorium Vibrasi dan Akustik Departemen
Teknik Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember mulai bulan Februari s.d. Juni
2024. Variabel yang diamati meliputi morfologi P. nicotianae, pola gelombang
suara, fenotip tanaman, serta berat basah dan berat kering. Tahapan meliputi
perakitan pengujian rangkaian Plant Ultrasound Recorder, uji patogenisitas,
perekaman emisi suara ultrasound, dan uji pengendalian P. nicotianae berbasisi
waktu sebelum serangan. Analisis data kualitatif emisi suara ultrasound dengan
metode analisis deskriptif. Analisis data kuantitatif uji pengendalian untuk analisis
ragam (ANOVA) dengan taraf 5% dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf
5%. Data kualitatif dan kuantitatif dipadukan dengan metode cross link.
Terdapat gelombang suara yang terekam dalam eksperimen di ruang non
kedap dan semi kedap suara dengan frekuensi <20 KHz. Eksperimen di ruang semi
kedap suara diduga menunjukkan emisi suara pada tembakau terserang P.
nicotianae pada frekuensi <20 KHz dengan intensitas yang sangat rendah. Terjadi
lonjakan fluktuasi dengan frekuensi tertinggi 0,4 KHz pada 12 – 24 jam pasca
inokulasi P. niotianae. Waktu ini diduga menunjukkan proses serangan P.
nicotianae yang dimulai 12 – 24 jam pasca inokulasi yang diikuti dengan
kemunculan gejala pada tanaman. Aplikasi mikroba antagonis berbasis waktu
sebelum terjadi serangan dapat menekan serangan P. nicotianae dan menghasilkan
tanaman sehat dengan berat basah dan kering yang tinggi. Diperlukan
penyempurnaan fungsi Plant Ultrasound Recorder agar dapat spesifik mendeteksi
suara ultrasonik dan eksperimen dengan ulangan lebih banyak menggunakan sensor
suara dengan spesifikasi ultrasonik. Diperlukan eksperimen aplikasi mikroba
antagonis setelah terjadi serangan P. nicotianae untuk melihat fluktuasi pola
gelombang suara yang dihasilkan
Seleksi dan Virulensi Jamur Patogen Serangga Terhadap Hama Plutella xylostella (Lepidoptera: Plutellidae).
Jamur patogen serangga berperan sebagai agens biokontrol dalam
mengendalikan Plutella xylostella, yang merupakan hama penting pada tanaman
kubis. Tindakan pengendalian yang umumnya dilakukan menggunakan insektisida
kimia, memiliki dampak negatif terhadap lingkungan, organisme non target, dan
manusia. Jamur patogen serangga memiliki kemampuan menyebabkan infeksi dan
kematian secara spesifik pada hama tanaman. Namun untuk mengoptimalkan
penggunaannya, diperlukan penelitian untuk mengisolasi dan mengidentifikasi
jenis jamur patogen serangga. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi
virulensi jamur patogen serangga terhadap P. xylostella.
Penelitian dilakukan pada bulan September 2023 hingga Maret 2024.
Pengambilan sampel tanah dilakukan di pematang sawah yang berlokasi di Desa
Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan di
Laboratorium Pengendalian Hayati 2, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan,
Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Jamur patogen serangga diperoleh
dengan metode umpan serangga menggunakan Tenebrio molitor, kemudian
dilakukan isolasi dan identifikasi, seleksi JPS berdasarkan kerapatan, viabilitas
konidia, dan mortalitas. Setelah itu, dilakukan uji virulensi terhadap Plutella
xylostella dengan konsentrasi yang berbeda. Data mortalitas dari pengujian
konsentras yang berbeda diolah untuk menentukan nilai LT50 dan LC50. Data yang
diperoleh selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan Microsoft Excel 2016
dan analisis sidik ragam menggunakan R Studio. Apabila hasil analisis ragam
menunjukkan perlakuan berbeda nyata, maka dilakukan uji lanjut DMRT pada taraf
kesalahan 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 21 isolat diisolasi dari 15
sampel tanah, dengan rincian terdiri dari 12 spesies dalam 4 genus. Isolat
Aspergillus sp. (AsP12f) merupakan isolat JPS yang paling virulen karena memiliki
kerapatan, viabilitas, dan mortalitas tertinggi. Selanjutnya, virulensi Aspergillus sp.
pada konsentrasi 1 x 108 menyebabkan mortalitas larva Plutella xylostella sebesar
95% dan LT50 terendah sebesar 139,6 jam. Nilai LC50 sebesar 3,75 x 104 konidia/ml
Analisa Pengaruh Parameter Grid Spacing Dan Number Of Field Terhadap Nilai Indeks Kesesuaian Dan Nilai Indeks Homogenitas Pada Perencanaan Radioterapi Dengan Teknik 3dcrt Dan Teknik Imrt Terhadap Kanker Serviks Dengan Energi Foton 6 Mv Di Rs Lavalette
Kasus kanker serviks di dunia menduduki peringkat ke empat dan
peringkat kedua di indonesia. Kanker ini disebabkan oleh
pertumbuhan abnormal atau perubahan sel pada serviks. Kebanyakan
disebabkan oleh virus yang disebut Human Papillomavirus (HPV).
Untuk melakukan pengobatan pada penyakit kanker dapat dilakukan
tindakan radioterapi dimana salah satu modalitas utamanya adalah
Linear Accelerator (LINAC). Pesawat LINAC memiliki dua teknik
perencanaan pengobatan kanker yaitu Three-Dimensional Conformal
Radiotherapy (3DCRT) dan Intensity Modulated Radiotherapy
(IMRT). Penelitian dilakukan dengan mengevaluasi perbandingan
nilai indeks kesesuaian dan indeks homogenitas serta menganalisis
besar dosis serap yang diterima OAR dan PTV pada tiap-tiap teknik
pengobatan LINAC. Parameter yang dapat mempengaruhi hasil
perencanaan radioterapi dari kedua teknik tersebut adalah grid
spacing dan number of field. Pada penelitian ini dilakukan variasi
number of field yaitu dengan 4 number of field (0°, 90°, 180°, 270° )
dan 5 number of field (0°, 72°, 144°, 216°, 288°.) agar diketahui
distribusi dosis yang paling optimal. Selain itu, juga dilakukan
variasi grid spacing dengan nilai dari 1 mm – 5 mm untuk
mengetahui keakuratan perhitungan dosis. Hasil penelitian
menyatakan bahwa teknik yang paling optimal dan efektif dalam
mengobati kanker serviks dengan meminimalisir dosis OAR adalah
teknik IMRT 5 number of field dan ukuran grid spacing 5 mm
Hubungan Praktik Pemberian Makan Pada Anak Terhadap Tingkat Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah Di Kota Malang
Praktik pemberian makan adalah strategi dan tindakan khusus orang tua
dalam memberikan nutrisi kepada anak. Praktik pemberian makan sangat
penting bagi kecukupan gizi seimbang anak, terutama usia pra sekolah. Karena
pada usia pra sekolah sering disebut sebagai golden age, atau masa keemasan
dimana pondasi otak sedang dibangun. Jika gizi anak tidak tercukupi, maka akan
berdampak buruk pada perkembangan anak. Tujuan Penelitian untuk
mengetahui hubungan praktik pemberian makan pada anak dengan
perkembangan anak usia pra sekolah. Penelitian kuantitatif dengan metode
analitik korelasi dan pendekatan Cross Sectional dengan menggunakan dua
instrument. Instrument yang pertama yaitu praktik pemberian makan
menggunakan kuisioner Comprehensive Feeding Practice Questionare (CFPQ)
yang dibagikan kepada 110 responden orang tua, sedangkan instrument yang
kedua yaitu Kuisioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) yang akan diuji dan
ditanyakan kepada 110 responden anak beserta orang tua yang menjadi sampel
penelitian. Teknik sampling yang dipakai adalah Purposive Sampling dengan
menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Hasil uji korelasi menggunakan Spearman Rank menunjukkan p value 0,000
dengan koefisien korelasi 0,516. Pada penelitian ini didapatkan 83 orang tua
(75,5%) memberikan praktik pemberian makan kepada anak dengan baik dan 61
anak (55,5%) mengalami perkembangan Normal. Dapat disimpulkan bahwa
terdapat hubungan antara praktik pemberian makan dengan perkembangan anak
usia pra sekolah, dimana semakin baik praktik pemberian makan dari orang tua
maka akan berdampak baik pula pada perkembangan anak. Perawat dapat
memberikan fokus pada edukasi terkait praktik pemberian makan pada anak
yang baik, serta pentingnya deteksi dini pada perkembangan anak usia pra
sekolah dengan stimulus apa saja yang harus dilakukan orang tua kepada anak
Analisis Kelayakan Usaha Agribisnis Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) oleh CV RAJ Organik di Kota Malang.
Budidaya cacing tanah merupakan aktivitas pertanian yang terintegrasi pada
subsistem hulu, hilir, sekaligus on-farm. Rusmini et al., (2016) memaparkan,
kebutuhan terhadap cacing tanah semakin meningkat dari hari ke hari, mengingat
bahwa cacing tanah dapat diolah sebagai pakan hewan, pupuk organik, industri
kesehatan atau farmasi, hingga bahan kosmetik. Berdasarkan kegunaannya, cacing
tanah memiliki prospek usaha yang baik. Didukung oleh target pasar yang beragam,
budidaya cacing tanah berpeluang besar untuk lebih dikembangkan di Indonesia.
Cacing tanah memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat diperdagangkan serta
menghasilkan keuntungan bagi pelaku budidayanya (Qonita & Riptani, 2021).
Melihat tingginya potensi dalam membudidayakan cacing tanah, tentu akan
menarik minat calon pelaku usaha lainnya. Dalam mendukung terwujudnya hal ini,
diperlukan pembekalan ilmu terkait finansial perusahaan sehingga dapat menjadi
contoh bagi individu maupun perusahaan lainnya dalam mengambil keputusan
kedepannya. Masalah yang melatarbelakangi adanya rencana penelitian ini adalah
penelitian mengenai kelayakan usaha cacing tanah masih sedikit dilakukan.
Diperlukan adanya suatu analisis terhadap kelayakan usaha budidaya cacing tanah
untuk mengetahui sudah baik atau tidaknya manajemen finansial yang dijalani,
serta meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari seperti kerugian
perusahaan. Sangat penting bagi pelaku usaha untuk memiliki pemahaman
mengenai seberapa layak atau tidaknya bisnis atau usaha sehingga dapat diteruskan
dan mampu berkembang (Ramadhan et al., 2021).
Penelitian ini dilakukan di CV RAJ Organik, berlokasi di Kecamatan Sukun,
Kota Malang. CV RAJ Organik dipilih karena merupakan salah satu produsen
cacing tanah terbesar di Kota Malang, namun perusahaan belum mengetahui tingkat
kelakayan usahanya berdasarkan kriteria investasi. Diajukan dua hipotesis pada
penelitian ini, yaitu 1) Usaha agribisnis budidaya cacing tanah oleh CV RAJ
Organik adalah usaha yang menguntungkan karena memiliki penerimaan dan
pengeluaran melebihi total biaya yang dikeluarkan; 2) Usaha agribisnis budidaya
cacing tanah oleh CV RAJ Organik layak untuk dikembangkan berdasarkan kriteria
kelayakan usaha Net B/C, NPV, IRR, dan PP. Teknik penentuan responden
dilakukan menggunakan purposive sampling dengan memilih pemilik CV RAJ
Organik dan penanggungjawab keuangan untuk diwawancarai. Metode yang
digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan
menganalisis tingkat penerimaan dan pendapatan kemudian menganalisis
kelayakan usaha berdDidapatkan hasil analisis penerimaan dan pendapatan menunjukkan bahwa
usaha budidaya cacing tanah milik CV RAJ Organik mampu memberikan
keuntungan bagi perusahaan. Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan pada tahun
investasi adalah sebesar Rp. 332.380.000,- /ha. Dalam umur ekonomis usaha yaitu
5 tahun, total biaya yang telah dikeluarkan oleh perusahaan adalah senilai Rp.
8.417.270.000,- yang meliputi biaya variabel sejumlah Rp. 5.260.920.000,- /ha dan
biaya tetap sejumlah Rp. 3.156.350.000,- /ha. Perusahaan berhasil meraup
penerimaan sebesar Rp. 14.984.905.000,- /ha dan pendapatan sebesar Rp.
6.567.635.000,- /ha pada tahun ke-0 hingga tahun ke-5.
Berdasarkan analisis kelayakan finansial, CV RAJ Organik layak untuk
menjalankan dan mengembangkan usaha budidaya cacing tanahnya. Hal ini
dikarenakan seluruh kriteria investasi yang digunakan yaitu Net B/C, NPV, IRR dan
PP telah memenuhi kriteria kelayakan. Didapatkan hasil Net B/C adalah sebesar
1,802 > 1, NPV senilai Rp 4.376.446.001 > 0, IRR sebesar 708% > 12,75%, serta
PP selama 1 tahun 10 bulan < 5 tahun. Dengan demikian, dinyatakan bahwa
Hipotesis pertama dan hipotesis kedua diterima.asarkan kriteria investasi yaitu Net B/C, NPV, IRR dan PP
Pengaruh Pengaplikasian Lubang Resapan Biopori Terhadap Penetrasi Tanah Pada Lahan Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica) Di Desa Bambang Kecamatan Wajak Kabupaten Malang
Lokasi penelitian berada di Desa Bambang Kecamatan Wajak, Kabupaten malang,
Provinsi Jawa Timur. Desa Bambang memiliki komoditas utama pertanian tanaman kopi
dengan tekstur tanah lempung berpasir. Tanah berpasir merupakan tanah yang dengan
tekstur yang didominasi oleh fraksi pasir lebih dari 50%. Karakteristik tanah berpasir
diantaranya adalah berat isi berkisar 1-1,2 g/cm3, porositas tinggi, infiltrasi sedang hingga
cepat, bahan organik rendah, dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Berdasarkan
permasalahan pada lokasi penelitian, upaya perbaikan yang ditawarkan adalah dengan
aplikasi lubang resapan biopori dengan penambahan bahan organik. Inovasi dimaksudkan
untuk memaksimalkan ruang kosong pada lubang resapan biopori. Maka ketika air masuk
ke dalam LRB air tidak hanya menambah input air pada tanah lapisan bawah, akan tetapi
juga membawa karbon organik yang tersuspensi pada tanah sekitar LRB.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga bulan Oktober 2022 di lahan
tanaman kopi Desa Bambang, Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan
dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan, 4 ulangan
dengan 3 periode pengambilan sampel tanah. Pengamatan tanah dilakukan pada kedalaman
0-30 cm dan 30-60 cm. Perlakuan yang diuji terdiri atas 7 perlakuan yaitu, tanpa biopori
(P0), biopori kosong (BK), LRB + pupuk kompos 10 ton/ha (PK1), LRB + pupuk kompos
20 ton/ha (PK2), LRB + pupuk kandang kambing 10 ton/ha (KK1), LRB + pupuk kandang
kambing 20 ton/ha (KK2), LRB + seresah pinus 10 ton/ha (SP). Parameter dalam penelitian
ini diantaranya adalah, berat isi tanah, ketahanan Penetrasi, permeabilitas dan kadar air
aktual. Data yang telah didapatkan kemudian dilakukan analisis ragam taraf 5%. Jika
perlakuan menunjukkan pengaruh nyata terhadap hasil pengamatan, maka dilakukan uji
lanjut dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. pengaruh
pengaplikasian lubang resapan biopori terhadap penetrasi pada sifat fisik tanah lahan kopi,
dilakukan analisis korelasi.
Hasil penelitian menunjukkan penerapan LRB dengan penambahan bahan organik
tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap sifat fisik tanah pada parameter berat isi dan
ketahanan penetrasi. Akan tetapi pada parameter permeabilitas penerapan LRB dengan
bahan organik mampu meningkatkan permeabilitas pada kedalaman 30-60 cm pada
perlakuan LRB control ditunjukkan dengan nilai 55.50 cm/jam pada waktu pengamatan 5
BSA. Hubungan antara ketahanan penetrasi dengan permeabilitas tanah kopi memiliki
keeratan hubungan yang rendah dan memiliki nilai korelasi yang positif
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan
Kepatuhan diet merupakan salah satu komponen yang penting
dalam penatalaksanaan penyakit Diabetes Melitus tipe 2 dimana hal ini dapat
dipengaruhi oleh dukungan sosial terutama berasal dari keluarga. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan
kepatuhan diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan
pendekatan cross sectional study. Penentuan sampel pada penelitian dilakukan
menggunakan metode purposive sampling. Besar sampel yang didapatkan adalah
sejumlah 46 orang dengan pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis
statistik yang digunakan adalah Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan
0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien Diabetes Melitus tipe
2 rawat jalan memiliki dukungan keluarga dalam kategori baik (84,8%) dan juga
memiliki tingkat kepatuhan diet termasuk dalam kategori baik (97,8%). Hasil
analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara
dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2
rawat jalan (p = 0,016; r = 0,352). Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini
adalah terdapat hubungan yang positif antara dukungan keluarga dengan
kepatuhan diet pasien Diabetes Melitus tipe 2 rawat jalan. Hal ini menunjukkan
bahwa semakin tinggi kepatuhan keluarga maka semakin tinggi juga kepatuhan
diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 rawat jala
Implementasi Time-Based One-Time Password Menggunakan Algoritma Photon Untuk Autentikasi Dua Faktor
Di era digital yang makin maju, perlindungan terhadap akses tidak sah ke sistem
informasi menjadi sangat penting. Autentikasi dua faktor (2FA) telah menjadi salah
satu metode keamanan yang paling efektif untuk memastikan bahwa hanya
pengguna yang sah yang dapat mengakses data dan sistem sensitif. Dengan
mengharuskan pengguna untuk menyediakan dua bentuk identifikasi yang
berbeda, 2FA secara signifikan mengurangi risiko pencurian identitas dan
serangan keamanan lainnya. Salah satu metode 2FA yang umum digunakan adalah
Time-based One-Time Password (TOTP) yang menggunakan algoritma Hash-based
Message Authentication (HMAC) dengan fungsi hash SHA-1 (default) atau SHA-2.
Namun, algoritma SHA-1 telah diketahui memiliki kelemahan keamanan yang
membuatnya rentan terhadap serangan. Penelitian ini bertujuan untuk
meningkatkan keamanan TOTP dengan mengimplementasikan fungsi hash
Photon, sebuah algoritma hash ringan yang dirancang dengan keamanan yang
lebih baik dari SHA-1 dan lebih efisien dalam komputasi. Metodologi penelitian ini
melibatkan pengembangan dan pengujian sistem autentikasi dua faktor berbasis
TOTP dengan algoritma HMAC yang menggunakan fungsi hash Photon. Sistem
diuji melalui serangkaian eksperimen yang mencakup pengujian keamanan dan
pengujian kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan hash Photon
dalam TOTP memberikan keamanan yang sebanding dengan SHA-1 dan SHA-2
dengan waktu eksekusi yang lebih cepat yaitu 0,008 detik untuk Photon-160 dan
0,014 detik untuk Photon-256 berbanding 0,089 detik untuk SHA-1 dan 0,090 detik
untuk SHA-256, varian SHA-2. Dengan demikian, implementasi hash Photon dalam
algoritma TOTP dapat meningkatkan kinerja tanpa mengurangi faktor keamanan.
Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan metode
autentikasi yang lebih aman dan andal di masa depa