137686 research outputs found
Sort by
Students Perception On The Use Of Video As Learning Media in Teaching English for Eighth Grade Students
Penggunaan Video sebagai media pembelajaran sangat penting bagi siswa di
era digital saat ini. Penyediaan video membantu siswa untuk belajar dan untuk guru
dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan metode pembelajaran secara
efektif. Penelitian ini menggunakan video PowerPoint yang berisi materi
pembelajaran bahasa Inggris kelas delapan untuk menyoroti dampak negatif era
digital terhadap siswa dari latar belakang kurang mampu, termasuk berkurangnya
pendapatan keluarga, terbatasnya akses terhadap sumber daya digital, dan tingginya
biaya konektivitas internet. Sementara itu, untuk mengetahui pentingnya media
video penelitian ini menyelidiki persepsi siswa tentang penggunaan video sebagai
media pembelajaran di kelas bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif dan menggunakan kuesioner sebagai instrumen dengan empat skala
likert dan menggunakan SPSS untuk melanjutkan datanya. Hasilnya dijelaskan
secara statistik dan terdapat 120 responden kelas VIII SMPN 10 Malang. Hasilnya
video sangat mempengaruhi proses belajar siswa, namun sebagian siswa juga tidak
memiliki anggaran yang memadai untuk menyediakan jaringan internet, namun hal
ini bisa menjadi solusi dimana mereka dapat mengakses video tersebut saat berada
di sekolah atau bersama teman lain yang dapat mengakses videony
Exploring Pedagogical Competence of Preservice Teachers in Indonesian Context.
Beberapa peneliti telah membuktikan bahwa kompetensi pedagogik
merupakan salah satu kunci yang harus dimiliki guru dalam dunia pendidikan. Oleh
karena itu, posisi guru dalam proses pendidikan memegang peranan penting. Guru
merupakan faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran yang bermutu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif calon guru terhadap
kompetensi pedagogik dalam konteks Indonesia. Penelitian ini menggunakan
metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang telah
disesuaikan untuk mengumpulkan data dari mahasiswa yang dipilih secara sengaja
sebagai calon guru untuk mengetahui perspektif mereka terhadap kompetensi
pedagogik. Subjek penelitian ini adalah 106 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris
Universitas Brawijaya angkatan 2020 yang telah melakukan program praktik
mengajar. Temuan penelitian menggarisbawahi perspektif calon guru yang positif.
Selain itu, mahasiswa melaporkan tanggapan positif saat menerapkan standar
kompetensi pedagogik dalam program praktik mengajar. Penelitian selanjutnya
dapat memperluas pengalaman peserta dengan berbagai jenis tanggapan dalam
kompetensi pedagogik
Kip Kuliah Sebagai Alat Pemberdayaan Studi Mahasiswa Departemen Seni Dan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya
Penelitian ini mengkaji peran program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebagai
alat pemberdayaan bagi mahasiswa Departemen Seni dan Antropologi di
Universitas Brawijaya. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan
empat orang informan, dua orang dari jurusan Seni Rupa Murni (angkatan 2020 dan
2021) dan dua orang dari jurusan Antropologi (angkatan 2020 dan 2021). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa KIP Kuliah memberikan dampak signifikan bagi
mahasiswa dari keluarga kurang mampu, tidak hanya memberikan bantuan
finansial tetapi juga berdampak positif pada aspek psikologis dan sosial mahasiswa.
Program ini meningkatkan motivasi belajar, pengembangan karakter, dan
partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler. KIP Kuliah juga berkontribusi dalam
mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kemandirian, dan kerjasama di
antara penerimanya. Program ini membantu mahasiswa fokus pada prestasi
akademik tanpa terbebani masalah keuangan, sekaligus mendorong keterlibatan
aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Penelitian ini juga mengidentifikasi
tantangan dalam implementasi program, seperti ketepatan sasaran penerima dan
keterlambatan pencairan dana. Rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas
program meliputi peningkatan proses seleksi, penyesuaian jumlah bantuan
berdasarkan kebutuhan spesifik jurusan, perbaikan sistem pencairan dana, dan
pengenalan program pendukung seperti pelatihan kewirausahaan dan mentoring.
Penelitian memberikan saran studi lanjutan untuk memperluas cakupan dan
kedalaman pemahaman tentang dampak jangka panjang KIP Kuliah terhadap
mobilitas sosial dan karir lulusan
Kajian Pendapatan Usahatani dan Pendapatan Rumah Tangga Petani Jagung Hibrida (Di Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur).
Hasil produk nasional yang bersumber dari pertanian cukup melimpah,
terutama dalam subsektor pangan salah satunya adalah jagung. Meningkatnya
jumlah penduduk setiap tahunnya meningkatkan permintaan akan jagung. Menurut
Siagian konsumsi jagung terbesar adalah untuk industri pakan ternak, karena
sebanyak 51% bahan baku ternak adalah jagung. Panen yang melimpah dengan
pengalokasian input produksi secara efektif dan efisien akan mempengaruhi
pendapatan usahatani jagung. Persentase produksi tanaman pangan di Kecamatan
Kertosono pada tahun 2019 menurut Badan Pusat Statistik dalam Kecamatan
Kertosono dalam Angka sebanyak 53,99% adalah hasil panen produksi tanaman
jagung sedangkan 46,01% sisanya adalah hasil panen produksi tanaman padi.
Desa Pelem merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan
Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Mata pencaharian masyarakat Desa
Pelem utamanya adalah sebagai petani jagung (on farm), kegiatan bertani lainnya
(off farm), dan di luar sektor pertanian (non farm) seperti pedagang, tukang urut,
perangkat desa, sopir, kuli bangunan, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk:
(1) menganalisis pendapatan usahatani jagung di daerah penelitian, (2)
menganalisis pendapatan usahatani non jagung dan non usahatani di daerah, (3)
menganalisis kontribusi pendapatan usahatani jagung terhadap pendapatan rumah
tangga petani di daerah penelitian (4) menganalisis faktor pendidikan, usia, jumlah
anggota keluarga, pendapatan usahatani jagung, dan non usahatani jagung
mempengaruhi pendapatan rumah tangga di daerah penelitian.
Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode Simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan pada
penelitian ini adalah wawancara, obsrvasi, dan dokumentasi. Analisis Faktor-faktor
yang mempengaruhi pendapatan rumah tangga petani tujuan ini adalah tingkat
pendidikan, usia, jumlah anggota keluarga, pendapatan usahatani jagung, dan
pendapatan di luar usahatani jagung dianalisis dengan menggunakan regresi linear
berganda melalui metode OLS.
Hasil yang didapat pada rata-rata pendapatan usahatani jagung di Dusun
Klinter sebesar Rp1.985.688,-/bulan dengan menerapkan konsep biaya.
Penerimaan diperoleh dari kuantitas hasil panen dengan harga jual pada saat itu.
Sehingga, pendapatan petani jagung di Desa Pelem sebesar Rp993.389,-/MT. Nilai
NTP yang diperoleh hanya 109%. Rata-rata pendapatan usahatani non jagung
sebesar Rp1.340.749,-/bulan dan rata-rata pendapatan non usahatani sebesar
Rp898.125,-/bulan. Kontribusi tingkat pendapatan rumah tangga petani dirumuskan
dengan membagi kontribusi masing-masing sumber pendapatan dengan total
pendapatan dan dikali 100%. Total pendapatan rumah tangga didapat dengan
menjumlahkan pendapatan dari usahatani jagung, pendapatan usahatani non
jagung, dan pendapatan non usahatani sehingga hasil kontribusi yang diperoleh
adalah pendapatan usahatani jagung 47% menyumbang pendapatan rumah tangga
petani, pendapatan usahatani non jagung 32% dan pendapatan non usahatani 21%
Analisi Kesalahan Penggunaan Kakujoshi ga, wo dan e dalam Pembelajaran Bahasa Jepang oleh Mahasiswa Angkatan 2023 Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Brawijaya
Beberapa tahun belakangan ini, semakin banyak orang yang berminat
untuk mempelajari bahasa asing, salah satu bahasa yang banyak diminati
adalah bahasa Jepang. Bahasa Jepang menjadi salah satu bahasa yang
digemari karena memiliki keunikan atau perbedaan pada pengucapan
kosakata, bentuk huruf, maupun struktur bahasa dibanding bahasa asing
lainnya. Namun perbedaan yang terdapat dalam tata kalimat bahasa jepang
membuat banyak pembelajar melakukan kesalahan, salah satu kesalahan
yang biasa dilakukan ialah kesalahan penggunaan partikel, karena bahasa
jepang memiliki banyak bentuk dan jenis partikel. Setiap partikel tentunya
memiliki fungsi nya masing masing, walau ada beberapa yang terkesan
mirip. Karena itu memepelajari partikel dan tiap fungsinya merupakan hal
yang penting dalam mempelajari bahasa jepang.
Pada skripsi kali ini peneliti menggunakan metode kulitatif deskriptif dan
tehnik analisis dokumen untuk menganalisis data yang dikumpulkan berupa
hasil tes kuis shokyu bunpou I oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Brawijaya Angkatan 2023 agar dapat mengetahui bentuk bentuk
kesalahan penggunaan Kakujoshi ga, wo dan he yang biasa dilakukan
pembelajar bahasa Jepang.
Hasilnya diketahui bentuk kesalahan penggunaan kakujoshi yang sering
dilakukan mahasiswa pendidikan bahasa Jepang angkatan 2023 adalah
Fuuka (penambahan), Datsuraku (Pengurangan) dan ichii (Kesalahan
Urutan
The Use of Podcasts Media in Listening Activities: Students’ Perceptions
Dalam pengajaran menyimak di kelas EFL khususnya di tingkat sekolah
menengah atas, para guru menghadapi beberapa masalah. Hal ini karena ada
beberapa tantangan dalam mengajarkan keterampilan menyimak. Podcast dapat
digunakan sebagai salah satu media kegiatan menyimak siswa. Terbukti kegiatan
menyimak menggunakan podcast membuat siswa antusias dalam menyimak.
Penelitian ini menyelidiki persepsi siswa dalam penggunaan podcast dalam
aktivitas menyimak mereka.
Peneliti ingin menggali lebih dalam penerapan podcast sebagai media
kegiatan menyimak siswa. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixedmethod) berupa desain sekuensial eksplanatori, dengan instrumen kuesioner dan
daftar pertanyaan. Kegiatan menyimak yang dilakukan siswa di luar kelas selama
total satu bulan dengan menggunakan media podcast dan ditindaklanjuti dengan
mengisi log pendengaran dan kuesioner serta melakukan wawancara. Partisipan
penelitian ini adalah 34 siswa kelas X di salah satu SMA terbaik di Malang
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal kegiatan menyimak, siswa
masih kebingungan karena ada beberapa kosakata yang belum mereka ketahui
sebelumnya. Satu bulan setelahnya, para siswa merasakan perbedaan dalam
keterampilan menyimak serta pengetahuan kosa kata mereka. Oleh karena itu,
persepsi siswa dalam penggunaan podcast sebagai media dalam kegiatan menyimak
adalah siswa mempunyai sikap yang baik atau positif terhadapnya, karena podcast
menginspirasi mereka dalam belajar bahasa Inggris, sehingga mereka suka
menggunakan podcast sebagai media pendukungnya dalam belajar bahasa Inggris.
Podcast juga menarik minat mereka untuk belajar bahasa Inggris, serta membantu
siswa memperoleh pengetahuan baru dan memperluas pengetahuan mereka.
Podcast juga dapat membantu siswa untuk memperkaya kosa kata mereka, dan
meningkatkan keterampilan pengucapan mereka
Tinjauan Lukisan Apropriasi Potrait of Griet Karya Dadang Rukmana
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan karya seniman
Dadang Rukmana secara komprehensif, mulai dari konsep dan ide awal, proses
penciptaan, hingga teknik-teknik yang digunakan dalam lukisan berjudul "Potrait
of Griet". Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan subjek
penelitian berupa lukisan apropriasi karya Dadang Rukmana. Objek penelitian
meliputi ide, proses kreatif, dan pilihan teknik yang digunakan dalam lukisan
apropriasi "Potrait of Griet". Untuk mengumpulkan data, digunakan berbagai teknik
seperti observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini
mengungkapkan beberapa temuan penting, yaitu: (1) Dadang Rukmana adalah
seorang seniman dari Jawa Timur yang memiliki banyak prestasi dalam dunia seni
rupa; (2) Konsep penciptaan lukisan apropriasi "Potrait of Griet" oleh Dadang
Rukmana berusaha mengeksplorasi sisi lain dari seniman dengan bertolak pada
perempuan-perempuan yang menjadi objek lukisan dan memiliki kedekatan dengan
seniman tersebut; (3) Teknik yang digunakan oleh Dadang Rukmana dalam
menciptakan lukisan ini adalah teknik tetes cat air pada media kertas. Penelitian ini
memberikan wawasan yang mendalam mengenai proses kreatif dan teknik yang
digunakan oleh seniman dalam menciptakan karyany
Melihat Sebuah Hunian Dari Sudut Pandang Masyarakat Yang Direlokasi, Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana relasi antara masyarakat di
Kampung Renteng dan Kampung Njobong, Desa Sumberwuluh dengan hunian
lama serta hunian barunya di Hunian Tetap dan Hunian Sementara, Desa
Sumbermujur. Huntap Huntara merupakan sebuah program relokasi pasca
bencana berbentuk permukiman dengan jumlah 1.951 unit hunian yang diinisiasi
oleh Kementerian PUPR. Mengisi lebih dari 50% hunian di Huntap Huntara,
masyarakat di Desa Sumberwuluh ternyata kini menjadi penyumbang kekosongan
hunian di Huntap Huntara. Mayoritas masyarakat di Huntap Huntara memiliki
tendensi untuk kembali ke hunian lamanya. Penulis melakukan turun lapangan
dengan live in di dua lokasi penelitian yaitu Dusun Kebondeli Utara serta Huntap
Huntara. Hal ini dilakukan penulis agar dapat menemukan data historis yang
bersumber langsung dari wacana dan sudut pandang masyarakat Desa
Sumberwuluh yang masih tersisa. Kecenderungan untuk kembali ke hunian lama
muncul dari adanya keterikatan masyarakat dengan huniannya yang menjadi
pengaruh penerimaan mereka terhadap Huntap Huntara. akan saya jelaskan
menggunakan latar belakang dari adanya hubungan timbal balik antara
masyarakat dengan lingkungan di hunian lama mereka. Singkatnya, keterikatan
masyarakat Kampung Renteng dan Njobong dengan tempat tinggal lama mereka
tidak mudah tergantikan oleh infrastruktur baru
Colonial Gaze in Hanya Yanagihara’s The People in the Trees (2013)
Pada masa kolonial, penjajah memanfaatkan kekuasaan mereka dalam
berinteraksi dengan penduduk pribumi. Hal ini memicu munculnya pandangan
kolonialisme yang menganggap pribumi sebagai inferior. Penelitian ini
menganalisis pandangan kolonialisme terhadap pribumi dalam novel The People
in the Trees (2013) karya Hanya Yanagihara. Menggunakan pendekatan
poskolonial dan teori Orientalisme Edward Said, studi ini berfokus pada
bagaimana karakter Norton Perina dan Paul Tallent mewakili pandangan kolonial
orang-orang Barat. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan
kolonialisme dimanifestasikan oleh kedua karakter melalui produksi pengetahuan
kolonial, othering, dan ketidakseimbangan kekuasaan. Selain itu, studi ini juga
mengungkap bahwa pandangan kolonial menyebabkan eksploitasi dan
dehumanisasi masyarakat pribumi. Meskipun terdapat perbedaan dalam
perwujudan pandangan kolonial, baik Norton Perina maupun Paul Tallent turut
berkontribusi dalam dampak negatifnya terhadap masyarakat pribumi
Pengaruh Modal Sosial terhadap Produktivitas Kedelai di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.
Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan yang memberikan banyak
manfaat. Namun, produksi kedelai domestik lebih rendah daripada konsumsi,
sehingga hal tersebut menyebabkan ketergantungan impor. Memenuhi permintaan
yang tinggi kedelai dan meningkatkan daya saingnya, usahatani kedelai harus terus
ditingkatkan produktivitasnya. Salah satu faktor yang selama ini diabaikan dan
diduga berpengaruh terhadap produktivitas adalah modal sosial. Penelitian ini
diarahkan untuk menganalisis hubungan antara modal sosial dengan produktivitas
usahatani kedelai di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.
Dimensi modal sosial yang dianalisis adalah kepercayaan, norma sosial, jaringan
sosial, partisipasi sosial, timbal balik dan proaktif. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh modal sosial terhadap produktivitas petani
kedelai di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Secara umum,
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah menganalisis pengaruh modal sosial
untuk terhadap produktivitas petani kedelai. Lebih detail, rumusan masalah dalam
penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1) Bagaimana pengaruh modal
sosial yang terdiri dari variabel kepercayaan (trust), norma sosial (social norms),
jaringan sosial (social networks), partisipasi, timbal balik, dan proaktif yang ada di
Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk terhadap produktivitas
petani kedelai; 2) Variabel modal sosial apa saja yang memberikan pengaruh
terbesar dan terkecil terhadap produktivitas petani kedelai Desa Mlorah, Kecamatan
Rejoso, Kabupaten Nganjuk?
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah petani kedelai dan
petani yang pernah melakukan budidaya kedelai. Adapun teknik pengambilan
sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik simple random sampling
yaitu proses pengambilan sampel dengan cara tertentu sehingga setiap anggota
populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Hasil
perhitungan digunakan berdasarkan rumus Slovin kemudian didapatkan total
responden sebanyak 53 petani kedelai. Sedangkan metode pengumpulan data
diperoleh dari wawancara dan dokumentasi dengan dua jenis data yaitu data primer
dan sekunder. Analisis data menggunakan analisis regresi linear untuk mengetahui
nilai perbandingan antar setiap variabel.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat variabel modal sosial yang
berpengaruh signifikan dan tidak signifikan terhadap produktivitas kedelai.
Variabel yang memberikan pengaruh signifikan adalah variabel kepercayaan (X1),
jaringan sosial (X3), partisipasi sosial (X4), dan timbal balik (X5). Sedangkan
variabel yang memberikan pengaruh tidak signifikan adalah variabel norma sosial
(X2) dan proaktif (X6). Variabel yang memiliki nilai koefisiensi beta (β) terbesar
adalah variabel timbal balik (X5). Hal tersebut disebabkan oleh kesadaran petani
kedelai di Desa Mlorah mengenai pemberian peningkatan pengetahuan dikarenakan
dengan saling membantu maka petani akan mendapatkan pengetahuan baru serta cara yang dapat diterapkan pada kedelai agar produktivitasnya meningkat, sehingga
para petani yang telah menerapkan unsur modal sosial timbal balik (reciprocity)
akan menambah pengalaman pula. Variabel yang memiliki nilai koefisiensi beta
(β) terkecil adalah variabel norma sosial (X2). Hal tersebut disebabkan oleh
ketersediaan petani dalam pengeluaran sosial. Petani terlalu sibuk dengan usahatani
mereka sehingga menjadi lupa dalam melakukan pembayaran iuran sosial mereka.
Petani kedelai di desa Mlorah tidak memiliki aturan tertulis terhadap rekan kerjanya
dengan dasar kepercayaan yang dimiliki, tetapi sanksi dari melanggar norma ada.
Hanya saja petani merasa jika melanggar norma tidak ada hukumanny