University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Analisis Pengaruh Social Media Marketing, Harga, dan Kualitas Produk terhadap Purchase Intention (Studi Kasus Industri F&B Momytwinsss Malang)

    No full text
    Kota Malang terkenal dengan keberagaman bisnis kuliner, salah satunya Mommytwinsss merupakan industri F&B asal Malang yang berdiri sejak tahun 2021 yang menjual berbagai jenis pastry dan dessert kekinian. Dengan adanya persaingan yang ketat, para pelaku bisnis kuliner berusaha keras merancang dan menerapkan strategi terbaik untuk dapat terus berkembang khususnya melalui manajemen pemasaran. Analisis korelasi dapat digunakan Mommytwinsss untuk mengetahui pengaruh social media marketing, harga, dan kualitas produk terhadap purchase intention sebagai bahan pertimbangan dalam merancang strategi pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan untuk merancang strategi pemasaran dengan melihat pengaruh social media marketing, harga, dan kualitas produk terhadap purchase intention saat special event Idul Fitri dan hari normal. Untuk mencapai hal ini dilakukan penyebaran kuesioner terhadap 100 responden dengan kriteria penelitian yaitu pengikut media sosial Instagram (@momytwinsss) dan minimal tiga kali pernah melakukan pembelian produk Momytwinsss. Berdasarkan analisis korelasi menggunakan metode structural equation modelling partial least square path modelling (SEM-PLS) dengan software SmartPLS diketahui bahwa social media marketing, harga, dan kualitas produk secara simultan memiliki pengaruh terhadap purchase intention saat special event (Idul Fitri) yaitu sebesar 65%, sedangkan 35% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian dan saat hari normal yaitu sebesar 80%, sedangkan 20% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Analisis rekomendasi strategi pemasaran saat special event Idul Fitri yaitu menerapkan narrative marketing content dan product quality proven content sedangkan saat hari normal Momytwinsss dapat menerapkan influencer testimonials marketing dan product value proposition highlight

    Keabsahan Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Oleh Jaksa Pada Tindak Pidana Korupsi,

    No full text
    Dalam tesis ini, penulis mendalami isu terkait penghitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh jaksa dalam kasus korupsi. Tema ini dipilih karena adanya fenomena dalam penegakan hukum yang terdapat dalam beberapa putusan pengadilan, di mana jaksa melakukan penghitungan kerugian keuangan negara secara independen tanpa melibatkan audit dari BPK atau BPKP, yang merupakan lembaga yang berwenang dalam hal tersebut. Masalahnya, tidak ada aturan yang secara tegas memberikan kewenangan kepada jaksa untuk melakukan tindakan demikian. Maka dari itu terdapat kekosongan norma hukum terkait penghitungan dan penetapan kerugian keuangan negara oleh jaksa tanpa melalui audit dari lembaga yang berwenang sehingga keabsahan penghitungan tersebut patut dipertanyakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Sumber bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Penelusuran bahan hukum dilakukan melalui studi kepustakaan. Selanjutnya analisis bahan hukum dilakukan dengan menggunakan metode preskriptif melalui penafsiran secara sistematis dan gramatikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penghitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh jaksa dalam kasus korupsi, tanpa adanya proses audit dari BPK atau BPKP, tidak dapat dibenarkan. Keabsahan penghitungan kerugian keuangan negara yang ada pada putusan yang dikaji adalah tidak sah karena secara administratif cacat baik secara prosedur, wewenang, dan substansi. Konsekuensi hukum yang terjadi terkait penghitungan tersebut adalah tidak memiliki nilai sebagai suatu alat bukti karena didapatkan melalui cara yang melawan hukum. 2) Akibat hukum dari penghitungan kerugian keuangan negara yang tidak dilakukan oleh BPK atau BPKP sebagai lembaga yang berwenang danx berkompeten adalah tidak terpenuhinya unsur kerugian terhadap keuangan negara atau perekonomian negara. Artinya penghitungan yang dilakukan oleh jaksa dan majelis hakim tidak memenuhi unsur kepastian hukum. Hal tersebut terjadi disebabkan karena adanya perbedaan penerapan hukum oleh aparat penegak hukum pada tindak pidana korupsi terkait pembuktian unsur kerugian keuangan negara sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dalam pelaksanaannya

    Kepastian Hukum Tentang Kedudukan, Tugas Dan Tanggung Jawab Pejabat Sementara Notaris.”

    No full text
    Pengertian Pejabat Sementara Notaris menurut Pasal 1 Angka 2 UndangUndang Nomor 2 Tahun 2014 adalah seorang yang untuk menjabat sebagai Notaris untuk menjalankan jabatan dari Notaris yang meninggal dunia. Pada Pasal 80 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tertulis bahwa Majelis Pengawas Pusat dapat mengusulkan Pejabat Sementara Notaris untuk menggantikan Notaris yang diberhentikan sementara. Ketentuan Pasal 80 Ayat (1) ini merupakan norma yang tidak lengkap karena dalam peraturan PerundangUndangan tidak ada yang mengatur prosedur bagaimana seorang Pejabat Sementara Notaris dapat menggantikan notaris yang diberhentikan sementara. Pejabat Sementara Notaris juga tidak memiliki kewenangan untuk menggantikan jabatan Notaris yang diberhentikan sementara karena Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 memberikan definisi Pejabat Sementara Notaris hanya untuk menggantikan jabatan notaris yang meninggal dunia saja dan tidak termasuk notaris yang diberhentikan sementara. Tujuan Penelitian Tesis ini adalah untuk menganalisis dan menguju apakah kedudukan, tugas dan tanggung jawab Pejabat Sementara Notaris telah memenuhi kepastian hukum dan juga untuk menganalisis bagaimana pengaturan yang berkepastian hukum mengenai kedudukan, tugas dan tanggung jawab Pejabat Sementara Notaris. Metode Penelitian dilakukan dengan cara Yuridis Normatif yaitu penelitian dengan cara mengkaji Peraturan Perundang-Undangan dan juga teori hukum yang terdiri dari Teori Kepastian Hukum dan Teori Pembentukan Peraturan-Perundang-Undangan yang baik untuk memecahkan permasalahan hukum. Penelitian ini menggunakan 2 Pendekatan yaitu Pendekatan Perundang-Undangan dan juga Pendekatan Konseptual. Hasil Penelitian Tesis ini didapat dengan menguji Kedudukan, Tugas dan Tanggung Jawab Pejabat Sementara Notaris dengan Teori Kepastian Hukum Moh. Fadli dan Syofyan Hadi. Kedua orang tersebut berpendapat bahwa salah satu syarat adanya kepastian hukum adalah norma yang lengkap. Pengaturan tentang bagaimana prosedur seorang Pejabat Sementara Notaris menggantikan jabatan notaris yang diberhentikan sementara tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan sehingga menyebabkan ketentuan Pasal 80 Ayat (1) tidak bisa dijalankan. Pejabat Sementara Notaris tidak bisa menggantikan Notaris yang diberhentikan sementara karena tidak ada prosedur dan juga dasar hukumnya walaupun sudah diusulkan oleh Majelis Pengawas Pusat. Saran dari Penelitian Tesis ini ditujukan kepada Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat sebagai pembuat Undang-Undang agar melengkapi Pengaturan Pejabat Sementara Notaris agar Pejabat Sementara Notaris memiliki kewenangan untuk menjalankan Jabatan Notaris yang diberhentikan sementara dan juga melengkapi prosedur tentang pengangkatan Pejabat Sementara Notaris untuk menggantikan Notaris yang diberhentikan sementara

    Pengaruh Tipe Kandang Closed House Pada Pemeliharaan Ayam Pedaging Terhadap Performa Produksi Dan Penerapan Good Farming Practice Peternakan Plasma

    No full text
    Sistem pemeliharaan ayam pedaging terkini yang banyak diterapkan di Indonesia adalah sistem kandang tertutup (closed house) yang terdiri dari closed house dan semi closed house. Closed house merupakan salah satu upaya inovasi teknologi untuk menghadapi perubahan cuaca yang cukup ekstrim, sehingga diharapkan dapat meminimalisasi pengaruh buruk dari kondisilingkungan atau perubahan iklim di luar kandang. Hidayat, dkk (2020) menjelaskan bahwa tujuan penggunaan kandang closed house adalah menciptakan iklim mikro terkendali di dalam kandang, meningkatkan produktivitas, efisiensi lahan dan tenaga kerja serta menciptakanusaha peternakan yang ramah lingkungan, namun pembangunan closed house membutuhkan biaya yang sangat mahal. Metode yang digunakan pada saat penelitian adalah studi kasus (case study). Metode pengambilan sampel pada peternak plasma dengan purposive sampling yaitu dipilih peternak di kelompok sampel yang memiliki usaha peternakan ayam pedaging tipe kandang closed house dan semi closed house yang bermitra dengan PT. Mustika Jaya Lestari Madiun. Konversi Pakan pada pemeliharaan ayam pedaging tipe kandang Closed House berbeda sangat nyata dengan tipe kandang Semi Closed House (P<0,01). Mortalitas pada pemeliharaan ayam pedaging tipe kandang Closed House berbeda sangat nyata dengan tipe kandang Semi Closed House (P<0,01). Indeks Performa pada pemeliharaan ayam pedaging tipe kandang Closed House berbeda sangat nyata dengan tipe kandang Semi Closed House (P<0,01). Pencapaian performa produksi pada kandang closed house yakni meliputi; konsumsi pakan (3.329 g/ekor), bobot badan (2.164 g/ekor), konversi pakan (1,574), deplesi (3,927%) dan indeks performa (380,02). Sedangkan pada kandang semi closed house adalah konsumsi pakan (3.277 g/ekor), bobot badan (2.097 g/ekor), konversi pakan (1,646), mortalitas (5,369%) dan indeks performa (339,65). Hasil penelitian nilai GFP yang dicapai pada usaha peternakan plasma kandang semi closed house di PT Mustika Jaya Lestari Madiun sebesar 74,49%

    Analisis Dampak Modal Psikologi Dan Kepuasan Hidupatas Perubahan Cuaca Terhadap Ketahanan Umkm Produk Susu Di Kota Malang Dan Kota Batu, Jawa Timur

    No full text
    Perubahan cuaca telah menjadi isu global yang mendesak untuk ditangani karena dampaknya yang luas, termasuk pada sektor peternakan. Penurunan kualitas pakan, ketersediaan air, kesehatan ternak, dan keanekaragaman hayati merupakan beberapa dampak langsung dari perubahan cuaca yang mengancam ketahanan UMKM produk susu. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perubahan cuaca dapat mengurangi pendapatan dari ternak dan meningkatkan risiko terhadap kesehatan dan produktivitas ternak, yang pada gilirannya memengaruhi kesejahteraan psikologis pelaku UMKM. Variabel dalam penelitian terbagi menjadi 3, yaitu variabel independen yang terdiri dari modal psikologis yang meliputi; efikasi diri, harapan, optimisme, dan ketahanan psikologis. Variabel mediator yakni kepuasan hidup, dan variabel dependen berupa ketahanan UMKM. Penelitian dilakukan untuk mengetahui profil UMKM produk susu, menganalisis dampak modal psikologis terhadap ketahanan UMKM selama terjadinya perubahan cuaca, menganalisis dampak kepuasan hidup terhadap ketahanan UMKM selama terjadinya perubahan cuaca dan menganalisis peran kepuasan hidup sebagai mediator antara modal psikologis dan ketahanan UMKM selama terjadinya perubahan cuaca. Pelaksanaan penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan tambahan mengenai hubungan antara modal psikologi dan kepuasan hidup terhadap ketahanan UMKM, serta memberikan informasi berharga bagi pemilik UMKM dan pembaca umum mengenai pentingnya aspekaspek psikologis dalam menjaga ketahanan UMKM. Lebih lanjut, penelitian memberikan kontribusi pada literatur ilmiah dengan menghubungkan modal psikologis dan kepuasan hidup dengan ketahanan UMKM, khususnya dalam konteks perubahan cuaca. Hal tersebut membantu dalam memahami bagaimana pelaku UMKM dapat meningkatkan ketahanannya melalui penguatan aspek-aspek psikologis. Penelitian dilaksanakan di Kota Malang dan Kota Batu, Jawa Timur, yang dipilih secara sengaja (purposive) berdasarkan ketersediaan UMKM yang melimpah dan keanekaragaman geografis di kedua wilayah. Pada tahun 2023, terdapat 29.058 UMKM di Kota Malang dan 25.524 unit UMKM di Kota Batu. Geografis dan suhu di kedua kota berbeda, dengan Kota Malang lebih hangat (rata-rata suhu 25,3℃ pada tahun 2023) dibandingkan Kota Batu (ratarata suhu 22,2℃ pada tahun 2022). Pengumpulan data dilakukan dari 20 Mei hingga 20 Juni 2024. Populasi penelitian terdiri dari pelaku UMKM yang menjual produk susu segar maupun olahan di Kota Malang dan Kota Batu. Sampel diperoleh dengan metode total sampling, di mana seluruh populasi yang memenuhi kriteria penelitian diikutsertakan sebagai responden. Metode yang dilaksanakan memastikan semua pemilik atau pengelola UMKM produk susu di kedua kota terwakili dalam penelitian. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner yang dirancang untuk mengevaluasi modal psikologi, kepuasan hidup, dan ketahanan UMKM produk susu terhadap perubahan cuaca. Kuesioner menggunakan skala Likert 5 poin, yang memudahkan peneliti untuk mengukur respons dari responden secara kuantitatif. Setelah data dikumpulkan, analisis dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menyajikan data dalam bentuk statistik seperti frekuensi, persentase, rata-rata, dan standar deviasi

    “Penetapan Kadar Total Flavonoid Dan Skrining Fitokimia Ekstrak Ultrasonik Etanol Dan Etil Asetat Akar Manis (Glycyrrhiza glabra L.)”.

    No full text
    Masyarakat Indonesia masih menjunjung budaya turun-temurun salah satunya menggunakan bahan alam dalam pengobatan. Salah satu tanaman yang sering digunakan adalah akar manis (Glycyrrhiza glabra L.) yang memiliki banyak aktivitas farmakologi seperti antioksidan, antiinflamasi, antiviral, dan antikanker. Aktivitas tersebut dipengaruhi oleh senyawa metabolit sekunder. Metabolit ini diperoleh dari ekstraksi dengan berbagai macam pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total flavonoid dan senyawa metabolit yang terkandung dalam ekstrak ultrasonik etanol dan etil asetat akar manis. Metode ekstraksi yang digunakan adalah sonikasi selama 15 menit dan dilakukan sebanyak tiga kali untuk masing-masing pelarut etanol dan etil asetat. Ekstrak ultrasonik etanol dan etil asetat kemudian dianalisis senyawa metabolitnya menggunakan skrining fitokimia yaitu uji alkaloid, flavonoid, fenol, saponin, tanin, serta steroid dan triterpenoid. Kadar total flavonoid ditetapkan dengan metode kolorimetri alumunium klorida menggunakan spektrofotometri UV-VIS. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rendemen ekstrak ultrasonik etanol dan etil asetat berturut-turut sebesar 18,311% dan 3,743%. Senyawa metabolit yang terdeteksi dari hasil skrining pada ekstrak ultrasonik etanol adalah alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, dan triterpenoid. Kemudian senyawa metabolit yang terkandung dalam ekstrak ultrasonik etil asetat adalah flavonoid dan triterpenoid. Kadar total flavonoid ekstrak ultrasonik etanol dan etil asetat berturut-turut sebesar 149,419 ± 0,781 mg QE/g dan 273,919 ± 0 mg QE/g. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa senyawa metabolit banyak terdeteksi pada ekstrak ultrasonik etanol sedangkan nilai kadar total flavonoid lebih tinggi pada ekstrak ultrasonik etil asetat

    Karakterisasi Flavor Enhancer Dari Hidrolisat Protein Tetelan Ikan Patin (Pangasius sp.) Yang Dihidrolisis Menggunakan Enzim Papain

    No full text
    Ikan patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu ikan yang hidup di air tawar yang sangat digemari oleh masyarakat lokal dan mempunyai peluang besar di pasaran. Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir produksi ikan patin cukup tinggi yang membuat ikan tersebut menjadi bahan untuk proses pengolahan menjadi produk fillet segar maupun beku. Pemanfaatan ikan patin tidak terbatas, tidak hanya pada bentuk budidaya atau fillet semata, namun juga hasil sampingnya termasuk tetelan, sisa-sisa daging, dan kulitnya dapat dimanfaatkan dengan baik. Hasil samping diharapkan tidak dibuang begitu saja, tetapi dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi produk yang mempunyai nilai jual di pasar, sehingga dapat memberikan nilai tambah pada hasil samping tersebut. Salah satu pemanfaatannya yaitu dijadikan hidrolisat protein ikan. Hidrolisat protein ikan dihasilkan dari proses penguraian protein ikan menjadi peptida sederhana maupun asam amino melalui proses hidrolisis oleh enzim, asam, atau basa. Proses hidrolisis protein menggunakan enzim jauh lebih mudah dikendalikan, lebih spesifik memecah ikatan peptida. Hidrolisis secara enzimatis dapat dilakukan dengan menggunakan jenis enzim protease seperti enzim bromelin, enzim calotropin, dan enzim papain. Enzim yang digunakan pada penelitian ini yaitu enzim papain. Hidrolisat protein ikan memiliki peran penting dalam memperbaiki sifat fungsional penting dalam pengolahan pangan, seperti flavor enhancer. Penambahan enzim papain yang tinggi akan membuat hidrolisat protein akan memiliki rasa yang pahit. Rasa pahit yang dihasilkan dapat dihilangkan dengan diversifikasi hidrolisat protein ikan menjadi penyedap rasa atau flavor enhancer dengan penambahan ingredients seperti gula, garam, garlic powder, CMC dan STPP. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik flavor enhancer dari hidrolisat protein tetelan ikan patin (Pangasius sp.) yang diproduksi menggunakan enzim papain dengan dengan formulasi yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2024 di Laboratorium Advance, Laboratorium Perekayasaan Hasil Perikanan dan Laboratorium Nutrisi Ikan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Metode eksperimen yang dilakukan pada penelitian ini yaitu penelitian pendahuluan dengan menentukan konsentrasi enzim papain terbaik pada pembuatan hidrolisat protein tetelan ikan patin (Pangasius sp.). Konsentrasi enzim papain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0,25%, 0,5%, dan 1%. Metode eksperimen juga digunakan dalam penelitian utama yaitu untuk menentukan formulasi flavor enhancer hidrolisat protein tetelan patin (Pangasius sp.) dan mengetahui karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik berdasarkan parameter yang diuji. Formulasi yang digunakan yaitu formula 1 (HPI 0%:100% ingredients), formula 2 (HPI 25%:75% ingredients), formula 3 (HPI 50%:50% ingredients), formula 4 (HPI 75%:25% ingredients) dan formula 5 (HPI 100%:0% ingredients). Parameter derajat hidrolisis, rendemen, kadar protein, air, lemak, abu, karbohidrat dan derajat warna lightness (L*), redness (a*), yellowness (b*) dilakukan uji parametrik ANOVA (Analysis of Variance) menggunakan aplikasi SPSS 27. Sedangkan, parameter organoleptik dilakukan uji non parametrik Kruskall-Wallis menggunakan aplikasi SPSS 27. Apabila didapatkan perbedaan signifikan (p < 0,05) maka akan dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (data parametrik) dan Mann-Whitney (data non parametrik). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa hasil perlakuan formulasi rasio antara hidrolisat protein tetelan ikan patin yang dihidrolisis menggunakan enzim papain memberikan pengaruh beda nyata terhadap karakteristik flavor enhancer dari hidrolisat protein ikan patin (Pangasius sp.). Pada penelitian ini didapatkan perlakuan terbaik yaitu pada formula 3 dengan rasio hidrolisat protein ikan 50%:50% ingredients dengan hasil karakteristik fisik pada uji warna dengan nilai lightness (L*) sebesar 93,61, redness (a*) sebesar 1,58, yellowness (b*) sebesar 3,50. Hasil karakteristik kimia pada uji kadar asam glutamat yaitu sebesar 0,003%, kadar protein sebesar 6,71%, kadar air 10,53%, kadar lemak sebesar 10,59%, kadar abu sebesar 27,66%, dan kadar karbohidrat sebesar 45,76%. Hasil karakteristik organoleptik pada uji hedonik didapatkan nilai sebesar 5,17 (agak suka) untuk parameter warna, 4,83 (agak suka) untuk parameter aroma, 5,40 (agak suka) untuk parameter tekstur, dan 4,67 (agak suka) untuk parameter rasa pada produk flavor enhancer dari hidrolisat protein ikan patin yang dihidrolisis menggunakan enzim papain. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diberikan saran untuk penelitian ini yaitu dilakukan penelitian lanjutan mengenai uji indeks kelarutan air pada produk flavor enhancer dari hidrolisat protein ikan patin ini untuk memastikan kelarutan yang optimal dan kesesuaian dalam aplikasi makanan dan minuman serta memastikan produk yang dihasilkan memiliki sifat yang diinginkan dan sesuai dengan kebutuhan pas

    Pengaruh Penggunaan Polyvinylpyrrolidone (PVP) dan Gliserol dengan Konsentrasi Berbeda Terhadap Karakteristik Fisik Mekanik Biofoam Berbahan Campuran Tepung Buah Mangrove Bruguiera gymnorrhiza dan Serat Selulosa Kulit Jagung

    No full text
    Biodegradable foam merupakan salah satu kemasan alternatif pengganti styrofoam yang terbuat dari bahan baku alami yaitu pati yang mudah terurai oleh alam. Buah mangrove Bruguiera gymnorrhiza dapat menghasilkan pati yang memenuhi karakteristik dalam pembuatan biofoam yaitu memiliki kadar amilopektin yang lebih besar daripada amilosa dan memiliki kadar air kurang dari 14%. Penggunaan pati murni dalam pembuatan biofoam masih memiliki beberapa kelemahan seperti kaku dan mudah menyerap air. Oleh karena itu perlu bahan tambahan seperti serat selulosa dari kulit jagung yang dapat memperkuat matriks pati. Biofoam dengan penambahan serat selulosa diketahui masih memiliki kekurangan terutama dari segi sifat mekaniknya. Perlu adanya penambahan bahan lain seperti polimer sintetis dan zat pemlastis yang akan membuat karakteristik biofoam menjadi lebih kuat namun tetap fleksibel. PVP merupakan polimer sintetis yang memiliki kemampuan dalam pembuatan film yang baik dan memiliki fungsi sebagai perekat. Gliserol merupakan salah satu zat pemlastis yang dapat meningkatkan felksibilitas dan menurunkan kekakuan. Ketika kombinasi PVP dan gliserol berinteraksi dengan pati, maka akan membentuk ikatan hidrogen yang kuat dengan gugus hidroksil yang ada di pati sehingga dapat meningkatkan kohesi dan kestabilan struktur biofoam serta menjaga fleksibilitas dengan mengurangi kekakuan pada rantai poimer pati. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2024. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 Faktorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi polyvinylpyrrolidone (PVP) (0%, 3%, dan 6%) dan konsentrasi gliserol (0%, 3,5%, dan 7%) menggunakan 3 kali ulangan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Apabila terdapat data yang menunjukkan beda nyata, maka dilakukan uji lanjut Tukey menggunakan software Minitab 22. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi PVP dan gliserol berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik dan mekanik pada parameter daya serap air, biodegradasi, kuat tarik, elongasi, dan modulus young. Saran yang dapat diberikan pada penelitian ini yaitu diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai karakteristik fisik mekanik biofoam dengan menggunakan bahan dasar pati mangrove B.gymnorrhiza dan menambahkan uji swelling power (daya kembang) untuk mengukur kemampuan pati yang digunakan dalam mengembang

    Penerapan Digital Marketing Communication Dalam Menghadapi Fenomena Tiktok Shoppertainment Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Pada UMKM

    No full text
    Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menerapkan digital marketing communication untuk menghadapi fenomena TikTok Shoppertainment dengan menggunakan model komunikasi pemasaran 4C (Clarity, Consistency, Credibility, dan Competitiveness). Fenomena ini menunjukkan perubahan perilaku konsumen yang beralih ke konten hiburan dan belanja online di TikTok, serta adanya permainan algoritma yang dilakukan oleh pihak TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi komunikasi pemasaran yang digunakan oleh UMKM, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam penerapan digital marketing, khususnya di TikTok. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan tiga pemilik UMKM sukses dibidang fesyen yang menggunakan TikTok sebagai strategi komunikasi pemasaran serta menggunakan dokumentasi sebagai pelengkap. Hasilnya menunjukkan bahwa TikTok memberikan peluang besar bagi UMKM untuk mempromosikan produk dan meningkatkan engagement. UMKM seperti Sani Signature, By.Lumicasa, dan Arabasic berhasil beradaptasi dengan dinamika pasar digital yang kompetitif dan preferensi konsumen yang dinamis. Selain itu ketiga pelaku UMKM tersebut memahami pentingnya keterlibatan audiens dan fokus pada peningkatan kredibilitas dengan memahami konten yang relevan, informatif, dan menghibur. Namun, UMKM juga tengah menghadapi tantangan seperti persaingan dengan artis dan influencer, kompleksitas algoritma TikTok, serta keterbatasan sumber daya manusia dan keahlian. Untuk mengatasi tantangan ini, UMKM dapat meningkatkan kolaborasi antar UMKM, melakukan edukasi tentang strategi konten efektif, dan memperkuat kompetensi internal

    Motivasi Bantuan Luar Negeri Korea Selatan Melalui Proyek ACCESS ke Timor Leste

    No full text
    Selain sebagai alat untuk memberikan bantuan terhadap negara berkembang, bantuan luar negeri juga merupakan salah satu strategi penting yang digunakan oleh negara donor untuk mencapai berbagai kepentingan nasional mereka. Pada konteks ini, negara donor sering kali memiliki berbagai motivasi dan tujuan yang mendasari keputusan mereka untuk memberikan bantuan tersebut. Motivasi ini dapat berkisar dari alasan politik, ekonomi, hingga alasan kemanusiaan dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang motivasi di balik bantuan luar negeri yang diberikan oleh Korea Selatan dalam proyek ACCESS ke Timor Leste. ACCESS merupakan proyek yang bertujuan untuk memberikan akses dasar terhadap air dan listrik untuk masyarakat tertinggal di Timor Leste dengan membangun sumur dan lampu yang menggunakan energi matahari. Selain itu proyek ini juga menyediakan pelatihan dan sertifikasi solar PV kepada masyarakat sekitar. Untuk menganalisis motivasi yang dimiliki Korea Selatan, penulis menggunakan konsep motive of aid allocation milik Maria Andersson dengan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis diskursif atau Discourse Analysis (DA)

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇