137686 research outputs found
Sort by
Hubungan Antara Jenis Makroinvertebrata dan Jenis Substrat Dasar Perairan di Selat Sempu, Kabupaten Malang
Invertebrata laut, khususnya makroinvertebrata, merupakan komponen
penting dalam ekosistem perairan. Mereka sangat beragam dan sensitif terhadap
perubahan lingkungan. Keanekaragaman jenis dan kepadatan makroinvertebrata
dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah jenis substrat dasar
perairan. Perairan Selat Sempu, yang merupakan wilayah konservasi laut, menjadi
fokus penelitian karena keanekaragaman hayati lautnya. Namun, eksploitasi dan
proyek reklamasi telah menyebabkan penurunan tutupan karang hidup di wilayah
ini. Penurunan tutupan karang ini berdampak pada perubahan substrat dasar
perairan dan berpotensi mempengaruhi komposisi dan keanekaragaman
makroinvertebrata yang hidup di lokasi tersebut.
Penelitian dilaksanakan pada rentang bulan Agustus 2023 hingga Mei
2024 dengan tiga kali pengambilan data dan dilakukan di Perairan Selat Sempu,
Kabupaten Malang. Data makroinvertebrata diperoleh dengan metode transek
sabuk dengan panjang 100meter untuk mengamati dan mencatat jenis serta
jumlah makroinvertebrata. Data substrat diperoleh dengan metode transek
kuadran dan Underwater Photo Transect (UPT) untuk menganalisis jenis dan
persentase tutupan substrat. Data kualitas air diambil dengan menggunakan
berbagai alat seperti secchi disk, pH meter, dan AAQ untuk mengukur parameter
fisika dan kimia air.
Berdasarkan hasil penelitian, Stasiun Jetty menonjol dengan kepadatan
biota tertinggi 0,255. Meski demikian, keanekaragaman dan keseragaman
spesiesnya justru lebih rendah dibandingkan stasiun lainnya. Sebaliknya, Stasiun
Rumah Apung, meski memiliki kepadatan lebih rendah, menunjukkan
keanekaragaman yang lebih tinggi dan dominansi yang lebih merata. Stasiun
Banyu Tawar, Watu Meja, dan Waru-waru memiliki karakteristik yang relatif
seimbang, dengan keanekaragaman sedang, keseragaman tinggi, dan dominansi
rendah.
Analisis keterkaitan makroinvertebrata dan jenis substrat di lima stasiun
penelitian menunjukkan pola distribusi yang beragam. Stasiun Rumah Apung
didominasi oleh substrat berupa makro alga dan sedimen pasir, dengan biota
karakteristik berupa kerang Trochus, siput Drupella, dan kerang Tridacna. Pada
Stasiun Waru-waru dan Watu Meja, selain substrat makro alga dan sedimen pasir,
ditemukan pula serpihan fragmen karang. Bintang laut, lili laut mendominasi di
Stasiun Waru-waru, sementara di Stasiun Watu Meja ditemukan keragaman biota
yang lebih tinggi, termasuk beberapa jenis bintang laut, udang, dan moluska.
Stasiun Banyu Tawar dan Jetty memiliki karakteristik substrat yang didominasi
sedimen lumpur dan karang mati yang tertutup alga. Biota dominan di Stasiun
Banyu Tawar adalah Holothuroidea (teripang) dan Asteroidea (bintang laut),
sedangkan di Stasiun Jetty didominasi oleh Echinoidea (landak laut) dan berbagai
jenis molusk
: Struktur Komunitas Makrozoobenthos Pada Ekosistem Padang Lamun (Seagrass Bed) di Pulau Tabuhan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
Lamun termasuk ke dalam tumbuhan berbunga yang mempunyai akar,
rimpang, daun, bunga dan buah. Lamun juga satu-satunya tumbuhan berbunga
yang mampu beradaptasi di perairan yang bersalinitas tinggi, yaitu air laut.
Tutupan komunitas lamun adalah data mendasar dari ekosistem lamun yang perlu
diketahui. Biota laut yang tinggal di lamun salah satunya adalah komunitas
makrozoobenthos. Makrozoobenthos memiliki ketergantungan terhadap nutrien
dari lamun dan juga membutuhkan nutrien dari sedimen dasar perairan.
Penelitian dilakukan dengan metode observasi. Data yang dikumpulkan
adalah data primer dan data sekunder. Data yang diperlukan pada saat
pengamatan antara lain: kepadatan/kelimpahan, keseragaman, keanekaragaman,
dan dominansi makrozoobenthos, serta kondisi parameter kualitas air. Data
sekunder dan data lainya yang berhubungan dengan pembahasan. Analisis
dilakukan pada perangkat lunak Microsoft Excel, untuk mendapatkan indeks dari
struktur komunitas makrozoobenthos.
Berdasarkan hasil penelitian Jenis lamun di Perairan Pulau Tabuhan,
Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yakni Cymodocea rotundata, Enhalus
acoroides, Halophila spinulosa, dan Thalassia hemprichi. Dengan nilai rata-rata
tutupan lamun tertinggi berada pada Stasiun 1 yaitu sebesar 31,63% dengan
kategori sedang dan pada Stasiun 2 memiliki nilai rata-rata tutupan lamun
terendah sebesar 20,43% dengan kategori jarang.
Spesies makrozoobenthos yang paling banyak ditemukan adalah Phalium
glaucum dengan jumlah 27 individu untuk epifauna, dan Cypraea carneola
sebanyak 26 individu untuk infauna. Indeks keanekaragaman menunjukkan nilai
yang rendah untuk kedua kelompok tersebut di kedua stasiun, dengan nilai H'
epifauna yaitu 1,11 di stasiun 1 dan 1,21 di stasiun 2, untuk infauna yaitu 1,19 di
stasiun 1 dan 1,26 di stasiun 2. Indeks keseragaman juga menunjukkan nilai yang
rendah untuk epifauna yaitu 0,48 di stasiun 1 dan 0,53 di stasiun 2, sedangkan
untuk infauna yaitu 0,65 di stasiun 1 dan 0,66 di stasiun 2. Indeks dominansi untuk
kedua kelompok menunjukkan nilai rendah di kedua stasiun, dengan nilai C
epifauna yaitu 0,27 di stasiun 1 dan 0,33 di stasiun 2, untuk infauna yaitu 0,35 di
stasiun 1 dan 0,36 di stasiun 2.
Terdapat hubungan yang terjadi antara tutupan lamun dengan kondisi
struktur komunitas makrozoobenthos. Tutupan lamun yang lebih tinggi
persentasenya mampu mempengaruhi indeks ekologi. Stasiun 1 yang memiliki
tutupan lamun dalam kategori sedang memiliki nilai indeks ekologi yang lebih baik
terhadap struktur komunitas makrozoobenthos epifauna dan infauna yang
terdapat di Stasiun 2 yang dengan tutupan lamun dalam kategori jarang
Pengaruh Perbedaan Jenis Dan Berbagai Salinitas Terhadap Produksi Naupli Artemia
ABSTRAK TIDAK ADA SESUAI DENGAN ASLINY
Rekrutmen Dalam Partai Politik (Kasus Rekrutmen Politik di Partai Gerindra Kota Malang Periode 2024)
Penelitian ini membahas seputar perekrutan di dalam Partai Gerindra Kota
Malang yang membuka rekrutmen anggota partai dan juga anggota legislatif.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingkat popularitas partai ini yang unggul di
masyarakat. Partai Gerindra merupakan partai yang masih terbilang baru dengan
terbentuknya pada tahun 2008. Partai yang pembentukannya ini sangat mendesak
dengan diadakannya Pesta Demokrasi pada 2009 lalu mendapati bahwa partainya
melejit tinggi dibandingkan dengan partai yang sudah lama berdiri di Indonesia.
Partai Gerindra ini menarik perhatian masyarakat banyak termasuk Gen-Z dan
Milenial dikarenakan sosok berpengaruh di dalamnya yaitu ketua umum dari
partai, Prabowo Subianto yang naik daun saat mengikuti 4 (empat) kali pemilihan
presiden dan Gerindra mendapatkan efek elektoral dengan naiknya elektabilitas
partai. Dengan banyaknya minat para masyarakat yang bergabung dalam partai ini,
penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan dan menyelidiki lebih dalam lagi
bagaimana proses rekrutmen di dalam Partai Gerindra Kota Malang pada periode
2024 mencakup perekrutan anggota partai dan juga perekrutan anggota legislatif.
Penelitian ini dibentuk dengan menggunakan teori rekrutmen yang lebih
memfokuskan pada rekrutmen inklusif/terbuka dan juga rekrutmen
eksklusif/tertutup sebagaimana yang diungkapkan oleh Hazan dan Rahat.
Kemudian pada penelitian ini juga menggunakan metode penelitian kualitatif
dalam menganalisanya yakni pengumpulan datanya didapatkan melalui
wawancara mendalam dan juga penelusuran dokumen sebagai penambah serta
pembanding data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perekrutan yang
dilakukan Partai Gerindra ini sesuai dengan teori yang digunakan walaupun tidak
mencakup keseluruhannya. Partai baru ini merupakan partai yang bersifat terbuka
yang di mana seluruh masyarakat sesuai dengan persyaratan ini diberi kesempatan
untuk berproses di dalam program-program yang diadakan partai dan kader yang
mumpuni untuk menduduki jabatan legislatif. Dalam mekanisme perekrutan
anggota yang diharuskan melakukan penyaringan secara selektif guna
menghasilkan anggota yang berintegritas, pastinya memiliki banyak kendala yang
menjadi salah satu perumusan masalah pada penelitian ini. Hasil temuan peneliti
menyatakan bahwa faktor penghambat pelaksanaan rekrutmen 2024 ini lebih
banyak dibandingkan faktor pendukungnya antara lain permasalahan internal dari
calon anggota dan dari Partai Gerindra serta permasalahan eksternal dari Komisi
Pemilihan Umum. Walaupun terdapat hambatan yang banyak, Partai Gerindra
Kota Malang dapat mengatasinya dengan baik
Analisis Faktor Kunci dalam Peningkatan Kinerja Berkelanjutan Karyawan pada Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia
Sumber daya manusia (SDM) adalah kekayaan pokok yang memiliki peran sentral
dalam proses pembangunan Indonesia. Dalam bidang sumber daya manusia,
mengoptimalkan kinerja karyawan merupakan hal yang krusial bagi pertumbuhan
individu karyawan dan kemakmuran perusahaan. Faktor-faktor pendukung sangat
penting agar karyawan dapat memberikan kontribusi terbaiknya untuk menghasilkan
kinerja yang optimal. Kinerja karyawan adalah kunci keberhasilan organisasi. Dalam
konteks ini, memahami faktor-faktor kunci yang memengaruhi kinerja karyawan
menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing organisasi dan memastikan
kontribusi maksimal terhadap pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Oleh
karena itu, analisis mendalam terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kinerja
karyawan di Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) dapat
memberikan wawasan yang berharga untuk pengembangan strategi manajemen yang
lebih efektif dan berkelanjutan. Analisis MICMAC dapat digunakan untuk mengetahui
apa saja variabel kunci yang berpeluang dalam peningkatan kinerja karyawan
berkelanjutan, sehingga tingkat kinerja karyawan dapat meningkat.
Penelitian ini dilakukan di Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia.
Pengambilan data penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Mei
2024. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini menggunakan angket, wawancara,
observasi partisipan, dan focus group discussion. Data yang didapat dianalisis
menggunakan MICMAC.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, bahwa secara keseluruhan variabel
hanya terletak pada Kuadran II dan Kuadran IV. Sehingga faktor kunci dalam
peningkatan kinerja karyawan di Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia yaitu
terletak pada Kuadran II. Kuadran II merupakan faktor dengan pengaruh tinggi dan
juga memiliki ketergantungan yang tinggi dalam setiap variabel. Variabel pada
Kuadran II di antaranya yaitu variabel “Motivasi”, “Lingkungan Kerja”, “Budaya
Organisasi” dan “Kepemimpinan”. Hasil dari perubahan peringkat variabel
berdasarkan influence dan dependence yaitu variabel Budaya Organisasi,
Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja.
Saran yang dapat disampaikan kepada Yayasan MDPI yaitu diharapkan dapat
menerapkan hasil analisis MICMAC dalam proses pengambilan keputusan yang
mempertimbangkan posisi dan intensitas pengaruh variabel, baik berupa dampak
langsung maupun tidak langsung. Selain itu, Yayasan MDPI diharapkan dapat
mengembangkan program untuk meningkatkan kinerja karyawan dan efektivitas
organisasi
Ecotheological Theme in Studio Ghibli’s My Neighbor Totoro
This research aims to analyze the depiction of the relationship between
human and nature in the film My Neighbor Totoro and the possible existence of
non-human beings in nature. In this study, textual analysis is used to examine data
gathered from selected movie sequences using a qualitative method. Furthermore,
by incorporating theological principles known as eco-theology, Greg Garrard's idea
of ecocriticism served as the foundation for this study. In the film My Neighbor
Totoro, humans have a close relationship with the natural environment as the
context of ecocriticism. The wilderness concept of ecocriticism proves that
although there is a boundary between human areas and wilderness areas, they are
actually not really separate because humans need forests to fulfill their daily needs,
while forests in nature need humans to maintain their sustainability. Furthermore,
eco-theology as a combination of ecology and theology in this film shows that
spiritual creatures in Japanese beliefs such as Totoro, Dust Bunnies, and Catbus live
side by side with humans to preserve nature. The eco-theological value of Japanese
Shintoism can also be linked to the Indonesian Javanism belief which is connected
to spiritual beings who are usually called Sing Mbaurekso because they have
similarities in preserving natur
Perbedaan Limbah Sapi, Kelinci Dan Manure Ayam Pedaging Terhadap Tekanan Dan Laju Alir Gas Bio
Penelitian ini dilaksanakan di Laborataorium Lapang
Sumbersekar Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya yang
dimulai pada bulan Agustus – November 2022. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui produksi tekanan dan laju alir
gas bio serta bentuk dari produksi tekanan dan laju alir gas bio
yang dihasilkan limbah sapi, kelinci, dan manure ayam
pedaging.
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
limbah sapi berupa feses segar, limbah kelinci berupa feses
kering, dan manure ayam pedaging. Limbah ternak yang
digunakan dalam penelitian ini didapatkan langsung dari
kandang ternak di Laboratorium Lapang Sumbersekar Fakultas
Peternakan Universitas Brawijaya. Penelitian ini terdiri dari 7
perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang dicobakan
antara lain gas bio 100% limbah sapi (P1), 100% manure ayam
pedaging (P2), 100% limbah kelinci (P3), campuran 50%
limbah sapi dan 50% manure ayam pedaging (P4), campuran
50% limbah sapi dan 50% limbah kelinci (P5), campuran 50% limbah kelinci dan 50% manure ayam pedaging (P6), dan
campuran 33,3% limbah sapi, 33,3% limbah kelinci, dan 33,3%
manure ayam pedaging (P7). Selanjutnya, data yang diperoleh
dari hasil pengamatan akan ditabulasikan dan diuji dengan
menggunakan analisis varians (ANOVA) untuk mengetahui ada
atau tidak adanya perbedaan tekanan dan laju alir gas bio yang
dihasilkan oleh ketujuh perlakuan limbah ternak. Jika terdapat
perbedaan yang signifikan maka dilanjut dengan uji Duncan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi tekanan
gas bio yang dihasilkan ketujuh perlakuan berbeda signifikan
sebab P<0,05. Berdasarkan hasil analisis didapatkan rata-rata
tekanan gas bio yaitu P1 (20,7±0,65e cm air), P2 (16,7±0,35d
cm air), P3 (12,8±0,85a cm air), P4 (15,5±0,40c cm air), P5
(14,3±0,65b cm air), P6 (12,8±0,40a cm air), dan P7
(23,8±0,85f cm air). Hasil penelitian terhadap laju alir gas bio
yang dihasilkan ketujuh perlakuan juga berbeda signifikan
sebab P<0,05. Adapun dari hasil analisis tersebut didapatkan
rata-rata laju alir gas P1 (2,7±0,16c cm3/detik), P2 (2,5±0,21c
cm3/detik),P3(1,7±0,14acm3/detik), P4 (2,2±0,28abc cm3/detik),
P5 (1,9±0,14ab cm3/detik), P6 (1,8±0,21a cm3/detik), dan P7
(2,4±0,50bc cm3/detik). Pada awal proses fermentasi tekanan
dan laju alir gas bio cenderung rendah. Akan tetapi, semakin
bertambahnya hari tekanan dan laju alir gas bio mengalami
peningkatan yang signifikan hingga mencapai puncak
produksinya. Setelah mencapai puncak produksinya, gas bio
mulai mengalami penurunan hingga hari ke-30. Hal ini
disebabkan saat memasuki fase akhir bakteri metanogenik
mulai mengalami kekurangan nutrisi dan mengalami kematian
sehingga produksi gas bio sedikit demi sedikit mulai mengalami
penurunan. Tekanan dan laju alir gas bio dengan kualitas terbaik
dihasilkan oleh gas bio berbahan baku 100% limbah sapi (P1)
dengan rata-rata tekanan sebesar 20,7±0,65 cm air dan rata-rata
laju alir sebesar 2,7±0,16 cm3/detik serta gas bio berbahan baku
campuran 33,3% limbah sapi, 33,3% kelinci, dan 33,3% manure
ayam pedaging (P7) dengan rata-rata tekanan sebesar
23,8±0,85 cm air dan rata-rata laju alir sebesar 2,4±0,50
cm3/detik
Alih Kode Dan Campur Kode Dalam Album “Face Yourself” Oleh Boy Group Bangtan Sonyeondan (Bts)
Saat ini telah banyak fenomena penggunaan dua bahasa secara bersamaan,
tidak hanya di ranah kehidupan sosial budaya, melainkan juga digunakan pada
lagu. Salah satunya yakni yang dibahas pada penelitian ini, boygroup BTS dengan
albumnya yang berjudul "Face Yourself" dengan jumlah 12 lagu di dalamnya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis dan fungsi alih kode
dan campur kode dalam lagu album “Face Yourself” oleh BTS. Metodologi
penelitian yang dipakai adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif guna
menjelaskan fenomena yang terjadi secara naratif. Pada lagu album "Face
Yourself" ditemukan adanya peralihan dan pencampuran bahasa yang terjadi
antara bahasa Jepang dan bahasa Inggris, baik alih kode maupun campur kode
memiliki jenis dan fungsinya masing-masing. Kemudian pada 12 lagu dalam
album, ditemukan 3 jenis alih kode, 2 jenis campur kode, dan 8 fungsi alih kode
dan campur kode
Implementasi Undang-Undang No 16 Tahun 2019 Sebagai Upaya Untuk Menekan Perkawinan Usia Anak Di Kabupaten Malang
Kurang lebih sebanyak 1 juta perempuan di Indonesia menikah sebelum
umur 18 tahun, angka perkawinan usia anak tersebut masuk sebagai No-8 tertinggi
dunia. Pemerintah melakukan amandemen Undang-Undang No 1 Tahun 1974
menjadi Undang-Undang No 16 Tahun 2019 mengenai usia minimum calon
pengantin. Kabupaten Malang menjadi daerah yang difokuskan untuk menurunkan
angka perkawinan usia anak karena pada 3 tahun terakhir berada di peringkat
pertama jumlah perkawinan usia anak tertinggi di Jawa Timur dengan jumlah
perkara 1.781 (2020), 1.762 (2021), dan 1.433 (2022). Angka tersebut disebabkan
oleh faktor ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya. Demi menekan jumlah
perkawinan usia anak OPD Kabupaten Malang membuat program pendukung
implemnetasi Undang-Undang No 16 Tahun 2019. Lembaga-lembaga terkait
penanganan angka perkawinan usia anak tersebut yakni Kementrian Agama
Kabupaten Malang sebagai pelaksana sosialisasi PUSAKA, BRUS dan Bimwin
dibantu oleh KUA Kecamatan. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak (DP3A) melalui program PUSPAGA, Dinas Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana (DPPKB) melalui program Duta Generasi Berencana.
Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Teori yang digunakan adalah Teori Implementasi Kebiajakan George C
Edward III. Hasil yang didapatkan dalam penelitian mengenai implemnetasi
kebijakan Undang-Undang No 16 Tahun 2019 sebagai upaya menekan angka
perkawinan usia anak di Kabupaten Malang telah berjalan dengan baik ditandai
dengan penurunan jumlah perkawianan usia anak di Kabupaten Malang.
Implementasi Kebijakan terbagi menjadi empat poin, Komunikasi informasi yang
baik dengan masyarakat, Sumber Daya yang mumpuni dalam proses imlementasi
kebiajakan, Disposisi yang telah berjalan dengan baik dan Struktur Birokrasi yang
baik dengan adanya SOP dan Fragmentasi yang jelas dalam proses implementasi.
Keempat poin menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan optimal,
akan tetapi masih terdapat beberapa kendala terutama kendala pada anggara
Stigma Masyarakat Terhadap Geng Motor yang Bertransformasi Menjadi Organisasi Masyarakat di Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi stigma masyarakat
terhadap geng motor yang bertransformasi menjadi organisasi
masyarakat (ormas) di Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk
memberikan gambaran mendalam mengenai persepsi dan sikap
masyarakat terhadap ormas tersebut. Urgensi penelitian ini adalah
untuk memahami bagaimana ormas seharusnya berperilaku dan
bertindak di lingkungan masyarakat, serta pentingnya kepatuhan
terhadap Perppu Ormas No. 2 Tahun 2017, norma sosial, dan norma
hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat masih
merasakan ketakutan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari akibat
perilaku ormas. Namun, masyarakat tidak lagi merasa terganggu oleh
balapan liar, dan bahkan beberapa warga terlibat dalam aktivitas
tersebut karena adanya perputaran uang. Berdasarkan teori
penyimpangan primer dan sekunder dari Edwin M. Lemert, balapan liar
dikategorikan sebagai penyimpangan primer, sedangkan kegiatan
konvoi, mabuk-mabukan, dan penyerangan terhadap masyarakat masih
dikategorikan sebagai penyimpangan sekunder.Stigma dan labelling
negatif terhadap ormas diakui oleh kelompok tersebut, dan mereka
menyadari adanya kekurangan dalam internal organisasi. Ormas
berkomitmen untuk memberantas oknum yang menyebabkan citra
buruk, dengan harapan dapat memperbaiki hubungan dan persepsi
masyarakat terhadap mereka. Penelitian ini menyoroti pentingnya
ormas untuk bertindak sesuai dengan peraturan yang berlaku dan norma
sosial agar dapat diterima dan berfungsi positif dalam masyaraka