137686 research outputs found
Sort by
Analisis Pengaruh Kepemimpinan Berorentasi Inovasi, Persepsi Dukungan Organisasi Dan Kecerdasan Budaya Terhadap Perilaku Kerja Inovatif Dan Berbagi Pengetahuan Sebagai Variabel Moderasi (Studi di Bank BNI Wilayah 4 Bandung)
Inovasi merupakan pendorong utama yang mendasari keunggulan kompetitif
organisasi dan perilaku inovatif karyawan merupakan fondasi mikro dari inovasi
organisasi. Organisasi inovasi mempunyai hubungan positif dengan praktek
manajemen sumber daya manusia terutama bagi industri perbankan. Organisasi
jasa yang fokus terhadap perilaku inovatif karyawan akan lebih meningkatkan
inovasi layanan, memperkuat hubungan antara pelanggan dan organisasi serta
meningkatkan kinarja dan daya saing organisasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan penelitian/research gap
tentang pentingnya membangun suatu model terintegrasi yang menempatkan
Kepemimpinan, Persepsi Dukungan Organisasi, dan Kecerdasan Budaya sebagai
tiga variabel independen yang pada penelitian-penelitian terdahulu sudah terbukti
konsisten berpengaruh terhadap Perilaku Kerja Inovatif. Selain itu, berbeda
dengan konsep Kepemimpinan pada berbagai penelitian terdahulu, dalam
penelitian
ini
variabel
Kepemimpinan dikonseptualisasikan sebagai
Kepemimpinan yang Berorentasi Inovasi
Sampel penelitian adalah karyawan Bank BNI yang bekerja di wilayah 4
Bandung. Pemilihan Sampel didasarkan pada wilayah yang memiliki cakupan area
dan kepadatan jumlah penduduk terbesar. Pengambilan sampel dilakukan dengan
proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan
menyebarkan kuesioner secara daring kepada responden sebanyak 469
kuesioner. Metode statistik yang digunakan adalah SEM-PLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Dukungan Organisasi dan
Kecerdasan Budaya terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap Perilaku Kerja
inovatif, namun Kepemimpinan Berorentasi Inovasi tidak terbukti berpengaruh
signifikan. Begitu pula halnya dengan peran moderasi variabel Berbagi
Pengetahuan yang terbukti memperkuat hubungan Persepsi Dukungan
Organisasi dan memperlemah Kecerdasan Budaya terhadap Perilaku Kerja
Inovatif, serta berbagi pengetahuan tidak memoderasi hubungan Kepemimpinan
Berorentasi Inovasi terhadap Perilaku Kerja Inovatif. Kepemimpinan yang pada
beberapa penelitian terdahulu konsisten signifikan meningkatkan perilaku kerja
inovatif, pada penelitian dengan konteks karyawan perbankan ini ternyata konsep
Kepemimpinan Berorentasi Inovasi tidak berpengaruh signifikan
PENGARUH KUALITAS DIPA DAN KETEPATAN PENYELESAIAN TAGIHAN TERHADAP KUALITAS PENYERAPAN ANGGARAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh perencanaan dan pelaksanaan
anggaran menggunakan variabel revisi DIPA, deviasi pada halaman III DIPA dan
ketepatan penyelesaian tagihan terhadap kualitas penyerapan anggaran yang ada
pada satuan kerja (satker) di wilayah pembayaran KPPN Samarinda yang didasari
pada Teori Goal Setting dan Teori Stewardship. Revisi DIPA, deviasi halaman III
DIPA dan ketepatan penyelesaian tagihan diukur menggunakan hasil perhitungan
bedasarkan PER-5/PB/2022 tentang petunjuk teknis penilaian IKPA belanja
kementerian negara/lembaga. Penelitian ini menggunakan SPSS sebagai alat bantu
untuk menganalisa data, terdapat tiga uji yang dilakukan oleh peneliti untuk
mendapatkan hasil yang dibutuhkan yaitu Uji Normalitas, Regresi Linier Berganda
dan Uji Parsial t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revisi DIPA dan deviasi
halaman III DIPA secara signifikan mempengaruhi nilai kualitas penyerapan
anggaran. Sedangkan ketepatan dalam penyelesaian tagihan secara siginifikan tidak
viii
mempengaruhi nilai kualitas penyerapan anggaran. Temuan ini diharapkan dapat
memberikan pemahanan kepada satker untuk menganalisis kebijakan yang
diterapkan agar nilai kualitas penyerapan anggaran menjadi lebih optimal
Desain Interleaved Full Bridge Circuit Dc Dc Converter Dengan Sumber Tenaga Fuel Cell Pada Kereta Api Hybrid.
Tesis ini menyajikan rangkaian Interleaved Full Bridge Circuit DC DC
Converter (IFBC) yang menggunakan sistem kendali linier bertipe Sliding Mode
Control untuk mengendalikan tegangan keluaran sistem yang diakibatkan
karakteristik Fuel Cell (FC) pada pengaplikasian kereta api hybrid. Penelitian ini
dilakukan dengan simulasi dengan software Simulink MATLAB. Spesifikasi tegangan
keluaran FC yang digunakan sebagai tegangan input IFBC sebesar 36V, sedangkan
tegangan keluaran IFBC sebesar 600V dengan daya keseluruhan sistem 1kW. Tujuan
dari penulisan ini adalah untuk mengontrol tegangan keluaran yang dihasilkan oleh
IFBC dengan tegangan input yang disuplai dari sumber FC. Proses penelitian
pertama yang dilakukan yaitu mendesain rangkaian elektrik FC. Hasil simulasi pada
tegangan dan arus keluaran pada FC memiliki karakteristik yaitu berbanding
terbalik. Adapun respon pada kedua parameter tersebut berisolasi. Hal tersebut
disebabkan respon sangat bergantung pada keluaran yaitu IFBC. Respon yang
dihasilkan IFBC berisolasi dikarenakan IFBC menerapkan sistem Switch agar
mencapai tegangan yang dinginkan. Selanjutnya dilakukan desain IFBC, dimana
respon tegangan output yang diperoleh memiliki performasi yang cukup baik.
Parameter performasi tersebut yaitu nilai setting time 0,259 s, overshoot 0%, dan
steady state error 0,5%, Error output Voltage FC sebesar 0,0225%. Sehingga untuk
mengatasi hal tersebut diperlukan kontrol dimana pada tesis ini menggunakan SMC.
Dalam desain SMC dilakukan persamaan kontrol, sehingga mendapatkan hasil
perhitungan persamaan yaitu Ka = -7.3156984714 dan Kb = -9.2589308616. Respon
tegangan keluaran memiliki performansi yang lebih baik dari sebelum dikontrol.
Adapun performansinya yaitu setting time 0,248 s, overshoot 0%, dan steady state
error 0%, Error output Voltage FC sebesar 0,0225%
Mitigasi Risiko Pada Rantai Pasok Berkelanjutan Komoditas Tembakau Di Ud Sari Makmur.
Indonesia merupakan negara agraris yang dimana sebagian besar
penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Di Indonesia sangat
banyak perkebunan tembakau. Namun tembakau hanya dapat ditanam
pada saatmusim kemarau dan tidak dapat ditanam pada saat musim
penghujan. Oleh karena itu para pelaku bisnis tembakau harus bisa
mempertahankan rantai pasoknya.
Penelitian ini di lakukan di UD Sari Makmur Kabupaten Bojonegoro
dengan responden petani, pengepul dan UD Sari Makmur. Penelitian ini
dilatar belakangi oleh oleh rantai pasok tembakau yang tidak menentu.Hal
ini membuat para pebisnis tembakau mengalami ketidak pastian stok
tembakau di setiap waktu. Upaya menyelamatkan rantai pasok tembakau
sangat dibutuhkan, karena dengan Upaya ini para pebisnis tembakau bisa
memenuhi permintaan. Dalam Upaya ini, tentunya para pebisnis tembakau
harus bisa menemukan cara yang efektif agar dapat menjaga pasokan
tembakau yang telah didapatkan agar bisa memenuhi kebutuhan para
mitranya. Para pebisnis harus bisa menimbun tembakau dengan baik dan
beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjaga kualitas timbunan
tembakau, para pebisinis harus memperhatikan bagaimana kondisi
tembakau yang ditimbun. Hal ini dilakukan untuk menjaga stok tembakau
yang dimiliki agar dapat diterima oleh para mitra.
Hasil penelitian, ada empat risiko yang ditemui oleh masing – masing
pelaku bisnis dalam menjaga stok tembakau agar dapat diterima oleh mitra
pada saat kapanpun, meskipun tidak sedang dalam musim tembakau.
Risiko paling tinggi yang di alami oleh UD Sari Makmur yaitu risiko
kerusakan / cacat produk akhir dengan nilai 8,565. Risiko yang di alami oleh
pengepul yaitu ketidaktentuan iklim selama proses penanaman dengan nilai
6,663. Kemudian risiko tertinggi yang di alami oleh petani adalah risiko
fluktuasi harga tembakau pada saat panen dengan nilai sebesar 9,861
Pengaruh Litter Size Terhadap Pertambahan Bobot Badan Harian (Pbbh) Prasapih Dan Bobot Sapih Pada Kambing Sapera Di Bhumi Nararya Farm Yogyakarta
The objective of this research was to determine and evaluate the relationship between
litter size with average daily gain pre weaning and weaning weight of Sapera goat at Bhumi
Nararya Farm Yogyakarta. This research was conducted at Bhumi Nararya Farm, Turi Sub-District
Sleman Regency on February 2021. The materials used for this research was 68 females Sapera
goats which gave birth in June 2021 with different litter sizes and 106 young sapera goats based on
the results of reproduction recordings. The data taken are primary and secondary data. The method
was used is the case study method, which is an in-depth study of a particular case. The data were
analyzed using simple correlation analysis and linier reggresion and the result of the study showed
that there are negative correlation between litter size and weaning weight r= 0,293 and R2= 8,6%
with regression Y= 12,26 – 1,05X. While the correlation result between litter size and preweaning
average daily gain showed that there no correlation between both of them. So, it can be concluded
that litter size has a significant effect on weaning weight (P<0.01) but hasn’t any effect with
preweaning average daily gai
Pengaruh Dosis Pupuk Cair Ajifol Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Fodder Padi (Oryza Sativa) Varietas Inpari 42 Hidroponik Pada Umur Panen Berbeda
The results showed that differences in fertilizer doses had a very significant effect
(P>0.01) on plant height P0 (8.47 ± 1.77 cm), P1 (11.52 ± 2.17 cm), P2 (13, 92 ± 2.06 cm), on
root length P0 (4.66 ± 0.98 cm), P1 (6.35 ± 1.17 cm), P2 (7.65 ± 1.13 cm), on material
production dry P0 (9.03 ± 1.90 tons/Ha), P1 (9.52 ± 2.37 tons/Ha), P2 (11.67 ± 3.01 tons/Ha),
on organic matter production P0 (7 .55 ± 1.73 tons/Ha), P1 (7.69 ± 1.96 tons/Ha), P2 (9.73 ±
2.64 tons/Ha), on crude fiber production P0 (3.05 ± 0.56 tons/ Ha), P1 (3.30 ± 0.47 tons/Ha),
P2 (3.98 ± 1.25 tons/Ha), on crude protein production P0 (1.10 ± 0.19 tons/Ha), P1 (1.37 ± 0.30
tons/Ha), P2 (2.05 ± 0.18 tons/Ha). Meanwhile, differences in harvest age had a very
significant influence (P>0.01) on plant height L1 (9.30 ± 2.65 cm), L2 (11.32 ± 2.62 cm), L3
(13.29 ± 2 .93 cm), on root length L1 (5.12 ± 1.46 cm), L2 (6.22 ± 1.44 cm), L3 (7.31 ± 1.61
cm), on dry matter production L1 ( 7.43 ± 0.75 tons/Ha), L2 (10.60 ± 1.81 tons/Ha), L3 (12.19
± 1.68 tons/Ha), on organic matter production L1 (6.08 ± 0.69 tons/Ha), L2 (8.63 ± 1.40
tons/Ha) L3 (10.27 ± 1.57 tons/Ha), on crude fiber production L1 (2.72 ± 0.21 tons/Ha), L2
(3.39 ± 0.58 tons/Ha), L3 (4.22 ± 0.84 tons/Ha) The conclusion from the research results is that
the use of different doses of ajifol liquid organic fertilizer of 3 ml/liter is the best dose for
growth in plant height, root length, dry matter production, water content production, organic
matter production, crude fiber production and crude protein production. The best results for
growth in plant height and root length, dry matter production, organic matter production, crude
fiber production and crude protein production are at harvest age of 20 days. Based on the
research results, it is recommended to carry out further research on the influence of planting
location and watering intervals on the growth and production of hydroponic rice (Oryza
sativa)
Studi Tentang Metode Pengadaan Pakan Hijauan Oleh Peternak Sapi Perah Di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.
Sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di Kabupaten Malang,
ketersediaan padang penggembalaan semakin terbatas, dan lahan untuk pakan
hijauan terus menyusut akibat perubahan fungsi lahan, seperti alih fungsi dari lahan
pertanian menjadi kawasan industri, termasuk pabrik, perkantoran, dan perumahan.
Kondisi ini membuat para peternak semakin sulit untuk mendapatkan pakan
hijauan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pengadaan pakan hijauan
oleh peternak sapi perah di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang dengan jumlah
pemeliharaan sapi perah yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode survei
dengan pendekatan kualitatif dan deskriptif. Metode survei merupakan penelitian
yang dilakukan di lapangan atau di lokasi penelitian, suatu tempat yang terpilih
sebagai lokasi penelitian. Penelitian kualitatif digunakan untuk mengamati obyek
secara alamiah, dimana peran peneliti menjadi instrumen utama. Survei dalam
penelitian dilakukan melalui wawancra dengan menggunakan kusioner kepada para
responden.
Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa peternak sapi yang memiliki 1-5
ekor sapi, 6-10 ekor sapi dan >10 ekor sapi di kecamatan pujon tidak menggunakan
metode pengadaan pakan hijauan dengan mengarit di lahan umum. Peternak sapi
yang memiliki 1-5 ekor sapi, 6-10 ekor sapi dan >10 ekor sapi di kecamatan pujon
menggunakan metode pengadaan pakan hijauan dengan mengarit di lahan sendiri
pada musim hujan dengan jenis hijauan yang diperoleh yaitu kolonjono. Peternak
sapi yang memiliki 1-5 ekor sapi, 6-10 ekor sapi dan >10 ekor sapi di kecamatan
pujon menggunakan metode pengadaan pakan hijauan dengan membeli di musim
kemarau dengan jenis hijauan yang diperoleh yaitu tebon jagung
Pengaruh Pemberian Modified Platelet Rich Plasma (Mprp) Terhadap Pencegahan Terjadinya Rekurensi Striktur Uretra Pada Model Hewan Coba Kelinci New Zealand Melalui Perubahan Matriks Ekstraselular, Ekspresi Inos Dan Tnf
Striktur uretra merupakan penyempitan lumen uretra karena terbentuknya
jaringan parut pada dinding uretra, sehingga mengganggu aliran urin dari kandung
kemih. Uretra normal dilapisi oleh lapisan pseudo-stratified columnar epithelium
yang menempel ke membran basalis. Pada epitel terdapat jaringan ikat yang terdiri
dari fibroblas dalam matriks ekstraseluler yang terdiri dari kolagen, proteoglikan
dan glikoprotein. Perubahan patologi yang terkait dengan striktur uretra
menunjukkan bahwa epitel normal tergantikan oleh jaringan metaplasi skuamosa.
Urethroplasty merupakan standar emas untuk tatalaksana striktur uretra.
Angka keberhasilan urethroplasty mencapai 85-95%. Kelemahannya adalah tidak
semua ahli urologi dapat melakukan dan tingkat kesulitan yang tinggi. Internal
urethrotomy dan dilatasi uretra masih merupakan prosedur yang paling sering
dipilih untuk tatalaksana striktur anterior. Namun tindakan ini mempunyai
kegagalan yang tinggi (40-60%). Selain angka kegagalan yang tinggi, angka
rekurensi terhadap striktur untuk tindakan ini juga tinggi. Untuk menekan angka
rekurensi terdapat beberapa terapi adjuvan antara lain penambahan Mitomycin C
(MMC) dan Triamcinolone. Kombinasi DVIU dan MMC dapat mencegah
pembentukan bekas luka dengan cara menghambat proliferasi fibroblas. Direct
Visual Internal Urethrotomy dan Triamcinolone sebagai antifibroblas dan anti
kolagen. Penggunaan adjuvan ini mengakibatkan rekurensi sebesar 50%. Terapi
terbaru untuk mencegah rekurensi adalah penggunaan paclitaxel. Terapi
paclitaxel mencegah terjadinya rekurensi striktur selama satu tahun pertama dan
penelitian ini terus diikuti sampai 5 tahun kedepan
Analisis Permintaan Telur Ayam Ras Di Kota Malang Jawa Timur
Penelitian ini dilakukan di Kota Malang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui
dan manganalisis kondisi permintaan telur ayam ras di Kota Malang Jawa Timur dan faktorfaktor yang mempengaruhi tingkat permintaan telur ayam ras di Kota Malang Jawa Timur.
Telur merupakan salah satu produk hasil peternakan yang kaya gizi karena mengandung
protein hewani, asam lemak tak jenuh, vitamin dan mineral. Kandungan fosfor dan vitamin A
dalam telur jauh lebih tinggi daripada kandungannya dalam daging ayam. Jenis telur yang
biasanya dikonsumsi oleh masyarakat yaitu telur ayam, telur itik dan telur puyuh. Telur ayam
ras mudah ditemukan di mana-mana, mulai dari warung, pasar tradisional, hingga swalayan.
Permintaan terhadap telur akan terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan pertambahan
penduduk. Selain itu, peningkatan pendapatan, perubahan gaya hidup dan pola konsumsi,
perbaikan tingkat pendidikan serta kesadaran gizi masyarakat juga menjadi penyebab
meningkatnya permintaan telur di pasaran. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat
sebagai bahan informasi dan pertimbangan bagi pemerintah atau pengusaha untuk mememuhi
permintaan telur ayam ras di Kota Malang.
Penelitaian ini dilakukan pada tanggal 10 November 2021 sampai dengan tanggal 01
Desember 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research).
Penelitian dilakukan dengan menganalisis data sekunder yang diperoleh dari BPS Kota Malang
yaitu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat permintaan telur ayam ras di Kota
Malang Jawa Timur. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda digunakan
untuk melakukan prediksi mengenai bagaimana variabel terikat bila nilai variabel bebas
diturunkan atau dinaikkan dan mengukur seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap
variabel terikat.
Harga telur ayam ras dan harga daging biasanya dipengaruhi fluktasi harga pakan dan
bahan baku pakan utama seperti jagung, bungkil kedelai, tepung ikan, tepung tulang dan
dedak/bekatul. Harga telur ayam ras pada penelitian ini mengalami pertumbuhan yang
signifikan terjadi pada tahun 2013 yaitu sebesar 12,15% dan terjadi penurunan pada tahun 2020
yaitu sebesar -1,64%. Harga daging pada tahun 2020 adalah pertumbuhan terbesar yaitu
sebesar 10,70% dan terendah terjadi pada tahun 2019 yaitu sebesar 0,12%.
Pendapatan perkapita pada penelitian ini bertujuan untk menentukan kesejahteraan
masyarakat suatu negara. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebesar 60,876,912
dengan persentase 10,60% dan pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2020 sebesar
71,350,340 dengan persentase -1,34%.
Harga ikan lele cenderung menunjukkan adanya peningkatan, dimana peningkatan
tertinggi terjadi pada tahun 2014 yaitu sebesar 18,75% dan terendah yaitu sebesar 2,86% terjadi
pada tahun 2021. Selanjutnya peningkatan tertinggi harga ikan mujair terjadi pada tahun 2017
yaitu sebesar 19,73% dan peningkatan terendah yaitu sebesar 1,88%. Adapun untuk harga beras
pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 6,67%.vi
Permintaan telur tertinggi yaitu terjadi pada Tahun 2014 dengan peningkatan persentase
sebesar 15,08% dan penurunan tertinggi yaitu terjadi pada tahun 2016 apabila dibandingkan
dengan tahun 2015 yaitu sebesar 6,34% dan setiap tahunnya terjadi pertumbuhan dan
penurunan yang tidak terlalu signifikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan telur ayam ras di Kota Malang Jawa
Timur tahun 2012-2021dapat diketahui bahwa permintaan tertinggi yaitu terjadi pada Tahun
2014 dengan peningkatan persentase sebesar 15,08% dan penurunan tertinggi yaitu terjadi pada
tahun 2016 apabila dibandingkan dengan tahun 2015 yaitu sebesar 6,34%. Hasil analisis
faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat permintaan telur ayam ras di Kota Malang Jawa
Timur dapat diuraikan sebagai berikut: Harga telur ayam ras, harga daging, pendapatan
konsumen, jumlah anggota keluarga, harga ikan mujair dan harga beras memiliki pengaruh
signifikan terhadap tingkat permintaan telur ayam ras di Kota Malang Jawa Timur. Harga ikan
lele tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat permintaan telur ayam ras di Kota
Malang Jawa Timur.
Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat permintaan telur ayam ras di Kota Malang
Jawa Timur di pengaruhi oleh harga telur ayam ras, harga daging, pendapatan konsumen,
jumlah anggota keluarga, harga ikan mujair, dan harga beras, sedangkan harga ikan lele tidak
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat permintaan telur ayam ras. Jumlah
permintaan telur ayam ras tertinggi yang dapat diketahui di Kota Malang Jawa Timur terjadi
pada tahun 2014 dengan persentase peningkatan sebesar 15,8% yaitu sebesar 5.516.954,42.
Saran yang dapat diberikan kepada peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan variabel lain
yang mempengaruhi tingkat permintaan telur ayam ras dengan harapan hasil penelitian ini
dapat lebih berkembang.
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai bahan informasi dan pertimbangan
bagi pemerintah atau pengusaha untuk mememuhi permintaan telur ayam ras di Kota Mal
Identifikasi Senyawa Bioaktif Polen Lebah Dan Propolis Cair Sebagai Bahan Tablet Effervescent Antioksidan
Tujuan penelitian untuk memperoleh penggunaan suhu yang tepat pada pengeringan polen
lebah dan ekstraksi dengan panas gas bio murni sehingga menghasilkan kualitas polen lebah dan
ekstraksi propolis yang memiliki kemampuan bioaktif yang dapat dijadikan sebagai sediaan tablet
effervescent sebagai suplemen kesehatan. Polen lebah dan propolis berasal dari lebah Trigona sp yang
dipelihara di wiliyah Sumatera Barat dengan tanaman pakan multi flora. Bahan pembuatan tablet
effervescent berupa bahan aktif (polen lebah, ekstraksi propolis, royal jelly), bahan asam dan basa,
bahan pengikat dan bahan pelicin. Penelitian tahap I menggunakan metode eksperimental dengan
Racangan Acak Lengkap (RAL) sebanyak 4 perlakuan dengan 3 ulangan, sedangkan pada tahap II
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebanyak 3 ulangan dan 3 perlakuan. Hasil analisis
ANOVA tahap I menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap warna
L*a*b, total fenol, aktivitas antioksidan, dan protein polen lebah, serta warna L*