137686 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Kontrol Inverter One Pulse Vector Control Pada Kontrol Torsi Motor Traksi Kereta Cepat.
Teknologi saat ini semakin berkembang dengan pesat, salah satunya adalah kontrol inverter
untuk penggerak motor traksi kereta api berkecepatan tinggi. Saat ini penggerak kereta
adalah motor listrik AC. Inverter biasanya beroperasi di kecepatan tinggi. Penelitian ini
bertujuan untuk menggerakkan motor AC 3 fasa. Inverter digunakan untuk mengontrol
kecepatan putaran motor, vector control memberikan kontrol kecepatan dan torsi beban
motor untuk motor ac 3 fasa yang berjalan dengan kecepatan tinggi. Pada penelitian ini
mendesain Simulink matlab dan hardware inverter pada motor ac 3 fasa. Untuk perancangan
hardware vector control dengan program mikrokontroler Esp32. Desain hardware inverter
berbentuk modul yang berisi beberapa komponen yaitu IC driver, resistor, MOSFET,
kapasitor. Hasil Simulink matlab menunjukkan nilai kecepatan sebesar 140 RPM dan respon
torsi beban 200Nm. Untuk hasil dari hardware inverter one pulse PWM diperoleh bentuk
gelombang dengan tegangan 4,72 volt, frekuensi 224,0 Hz dan duty cycle 33,3%. Hasil
desain hardware menunjukkan variasi kecepatan putaran motor dengan nilai 360 RPM
respon torsi beban menunjukkan nilai 72,8 Nm, hingga kecepatan putaran motor 960 RPM,
respon torsi beban menunjukkan nilai 19,6 Nm. Berdasarkan hasil penelitian terdapat
perbedaan antara Simulink matlab dengan hardware
Perancangan Pusat Eko-Eduwisata Di Kampung Baran , Kota Malang.
Pariwisata merupakan salah satu sektor industri dengan kontribusi
pendapatan tertinggi di Indonesia.. Sektor pariwisata nasional mengalami
pertumbuhan pada Kota Malang. Total jumlah wisatawan di Kota Malang, baik
wisatawan domestik maupun mancanegara terus meningkat tiap tahunnya (Kota
Malang Dalam Angka, 2019). Kampung Baran merupakan sebuah kampung yang
terletak di wilayah Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Kampung Baran memiliki isu dalam hal perekonomian warganya . Namun,
kampung ini memiliki potensi ditinjau berdasarkan aspek lingkungan alam, sumber
daya manusia. Beberapa permasalahan yang ditemukan yaitu perlunya fasilitas
yang dapat mengakomodasi fungsi pariwisata, budidaya, dan edukasi tanaman
hortikultura dan lingkungan sebagai salah satu fasilitas untuk mengakselerasi
peningkatan ekonomi masyarakat lokal yang juga mengangkat “local value” dalam
langgam arsitekturalnya. Berdasarkan potensi dari aspek yang ada pada Kampung
Baran, kampung ini memiliki potensi untuk berkembang dalam sektor pariwisata
berbasis ekologi, khususnya terhadap tumbuhan. yaitu suatu obyek perancangan,
Pusat Eko-Eduwisata.
Pendekatan yang digunakan yaitu dengan Eko-Eduwisata dengan
mengelaborasikan dengan pendekatan gaya desain arsitektur hijau. Metode desain
yang digunakan yaitu metode pragmatism dengan meninjau prinsip yang digunakan
dalam pendekatan desain dan mengimplementasikannya dalam perancangan
dengan model analog.
Hasil penelitian ini menghasilkan desain obyek perancangan pusat eko�eduwisata di Kampung Baran
Aksesibilitas Fisik Pengunjung Berkursi Roda Pada Malang Creative Center.
Fasilitas publik merupakan fasilitas yang dapat diakses oleh semua orang tanpa
terkecuali, termasuk oleh penyandang disabilitas. Namun, pada kenyataannya
penyandang disabilitas masih kerap kali mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas�fasilitas di ruang publik, terutama penyandang tunadaksa dalam mobilitasnya. Selain itu,
penyandang tunadaksa kesulitan bahkan tidak bisa mengembangkan potensi dan
kemampuannya sebab adanya perlakuan ekslusi sosial dari lingkungan di sekitarnya.
Kota Malang sebagai salah satu kota yang dianggap inklusif di Indonesia memiliki
fasilitas berupa creative center yang bernama Malang Creative Center yang bisa diakses
oleh semua kalangan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Maka dari itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksesibilitas fisik pengunjung berkursi roda
pada Malang Creative Center.
Metode penelitian yang akan diterapkan pada penelitian ini adalah metode
deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif. Unit amatan penelitian akan dianalisis
berdasarkan unit analisis penelitian. Unit amatan penelitian terbagi menjadi tiga, yaitu
elemen sirkulasi horizontal, elemen sirkulasi vertikal, dan alur perpindahan pengunjung
berkrusi roda. Sementara itu, unit analisis dalam penelitian ini adalah berdasarkan
prinsip-prinsip desain universal yang telah tercantum dalam Peraturan Menteri PUPR
Nomor 14/PRT/M/2017. Dari ketujuh prinsip desain universal tersebut, dikerucutkan
lagi menjadi empat poin yang menjadi unit analisis dalam penelitian ini, yaitu kegunaan,
kemudahan, keselamatan, dan kemandirian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas fisik pada Malang Creative
Center bagi pengunjung berkursi roda belum diterapkan secara sepenuhnya, baik
berdasarkan kesesuaiannya dengan standar yang berlaku maupun berdasarkan alur
perpindahan pengunjung berkursi roda di dalam bangunan. Dari analisis berdasarkan
kesesuaian elemen sirkulasi terhadap standar, banyaknya jumlah ketidaksesuaian pada unit
analisis kemudahan dan kemandirian menunjukkan bahwa walaupun sebuah unit amatan
penelitian telah tersedia sesuai dengan standar yang berlaku, namun belum tentu dapat
dipergunakan dengan mudah dan mandiri bagi pengunjung berkursi roda. Sementara itu,
dari analisis berdasarkan alur perpindahan pengunjung berkursi roda dan hambatannya,
vi
didapatkan bahwa alur perpindahan pada lantai pertama hingga ketujuh yang melalui lift
barang merupakan alur perpindahan yang paling efektif bagi pengunjung berkursi roda.
Namun, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut terkait hal tersebut sebab lift barang sejatinya
merupakan elemen sirkulasi yang bukan seharusnya digunakan untuk sirkulasi manusia.
Sementara itu, apabila dilihat dari kategorisasi jenis hambatan yang ditemukan pada setiap
lantainya, jenis hambatan yang disebabkan oleh ketidaksesuaian ukuran baik dari dimensi,
elevasi, serta derajat kemiringan merupakan jenis hambatan yang paling banyak
ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat banyak elemen sirkulasi pada
Malang Creative Center yang memiliki ketidaksesuaian ukuran sehingga sulit untuk
diakses pengunjung berkursi roda
Perancangan Mixed-Use Building Dengan Pendekatan Arsitektur Hijau Di Kota Malang.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menetapkan sektor pariwisata sebagai tulang
punggung ekonomi kreatif Indonesia. Di Jawa Timur, Kota Malang menjadi destinasi
populer bagi wisatawan lokal dan mancanegara, dengan potensi pariwisata yang
mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Kota Malang mencapai
4,21% pada tahun 2021 dan 6,32% pada tahun 2022. Hal ini meningkatkan kebutuhan akan
fasilitas akomodasi, terutama hotel bintang 5, yang saat ini masih terbatas pada tiga hotel:
Grand Mercure Malang Mirama, Shalimar Boutique Hotel Malang, dan Hotel Tugu
Malang. Pertumbuhan ekonomi juga meningkatkan kebutuhan ruang perkantoran, terutama
jenis perkantoran sewa yang saat ini banyak dibangun dalam bentuk ruko. Meskipun
demikian, untuk efisiensi lahan, perlu dipertimbangkan pembangunan gedung perkantoran
tinggi seperti di kota besar lainnya. Perkantoran sewa menawarkan berbagai fasilitas dan
fleksibilitas yang menarik bagi perusahaan, sehingga menjadi pilihan yang menguntungkan
baik bagi pemilik gedung maupun penyewanya. Namun, perkembangan ini mengurangi
ruang terbuka hijau di Kota Malang, yang saat ini tidak mencapai 20%. Pembangunan
gedung perusahaan seringkali tidak memperhatikan aspek lingkungan, menyebabkan
masalah seperti sick building syndrome. Untuk mengatasi hal ini, arsitektur hijau menjadi
solusi dengan fokus pada efisiensi energi, kenyamanan, dan kesehatan penghuni. Konsep
bangunan hijau membantu menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan, serta
mengantisipasi perubahan iklim dengan cara yang ramah lingkungan. Untuk merancang
mixed-use building yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan dan tingginya sektor
perekonomian dengan lahan terbatas di Kota Malang, dilakukan gabungan perancangan
hotel dan kantor sewa menggunakan strukturalisme dengan strategi pattern analysis.
Pendekatan arsitektur hijau juga diterapkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan,
seperti manajemen limpasan air hujan. Kesimpulannya, rancangan ini menggabungkan
prinsip arsitektur hijau dan kebutuhan lingkungan sekitar untuk menciptakan fasilitas
mixed-use building.Sebagai kesimpulan, perancangan ini merupakan hasil kolaborasi
antara prinsip arsitektur hijau dengan lingkungan sekitar yang dituangkan ke dalam proses
perancangan yang menciptakan rancangan fasilitas pada mixed-use building
Kajian Risiko Dan Mitigasi Bencana Longsor Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi.
Indonesia, dengan morfologi beragam dan berada di jalur Sirkum Pasifik serta Sirkum
Mediterania, memiliki banyak gunung api dan curah hujan tinggi, yang menyebabkan rawan
bencana seperti longsor. Kabupaten Banyuwangi di Provinsi Jawa Timur, khususnya
Kecamatan Licin, sering mengalami longsor dengan intensitas tinggi karena kondisi topografi
dan curah hujan lebih dari 500 mm. Meskipun demikian, Kecamatan Licin memiliki potensi
wisata besar seperti Geopark Ijen dan beberapa air terjun, yang memerlukan perencanaan
berbasis mitigasi bencana untuk mengurangi risiko kerugian dan korban jiwa (BPBD, 2023).
Penelitian ini menggunakan analisis risiko bencana longsor sebagai dasar mitigasi struktural
dan non-struktural, dengan teknik Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan
prioritas mitigasi, guna mendukung pengembangan wisata yang aman dan berkelanjutan di
Kecamatan Licin. Kecamatan Licin memiliki risiko bencana longsor yang bervariasi, dengan
klasifikasi tinggi di 2450 ha (19,44%), terutama di Desa Pakel, Desa Banjar, dan Desa Licin,
akibat kerentanan tinggi, curah hujan tahunan 2000-2500 mm, dan kemiringan lereng lebih dari
25%. Risiko sedang mencakup 7503,4 ha (59,53%) di seluruh desa, dengan faktor penyebab
seperti curah hujan tinggi, kapasitas tanggap darurat sedang, dan kerentanan ekonomi serta
lingkungan sedang. Risiko rendah meliputi 3647,8 ha (28,94%) di seluruh desa, dengan
kapasitas tinggi di Tamansari dan Segobang, serta kerentanan rendah akibat minimnya lahan
hutan dan semak belukar. Analisis risiko ini penting untuk perencanaan mitigasi bencana
longsor berbasis kapasitas dan kerentanan di Kecamatan Licin. Dilanjutkan dengan
menggunakan analisis AHP dalam menentukan langkah mitigasi yang dilakukan dalam
menghadapi bencana longsor pada Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi
Rancangan Hybrid Solar Home System Menggunakan Grid Tie Inverter
Energi merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat di negara mana pun, termasuk
Indonesia. Pertumbuhan populasi Indonesia yang pesat menyebabkan peningkatan
penggunaan energi dalam berbagai sektor seperti pertanian, pendidikan, kesehatan,
transportasi, dan ekonomi. Ketergantungan pada energi tidak terbarukan semakin
mengkhawatirkan, sehingga diperlukan pemanfaatan energi baru terbarukan. Salah satu
solusi yang dapat diadopsi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS
merupakan suatu pembangkit listrik yang menggunakan sinar matahari melalui sel surya
untuk mengonversikan radiasi sinar foton matahari menjadi energi listrik. Salah satu
pengaplikasian dari PLTS yaitu Solar Home System (SHS). SHS merupakan pembangkit
listrik tenaga surya dalam skala kecil yang berdiri sendiri dan umumnya diterapkan pada
rumah. Dalam penerapan sehari-hari, SHS digunakan untuk memenuhi kebutuhan
peralatan rumah tangga seperti lampu, TV, radio, charger telepon genggam, ataupun
kipas angin.
Penelitian ini merancang Automatic Transfer Switch (ATS) untuk perpindahan dua
sumber listrik, PLN dan Grid Tie Inverter (GTI), serta merancang rangkaian agar GTI
dapat bekerja tanpa terhubung ke jaringan PLN. Rangkaian SHS menggunakan GTI
terdiri dari ATS dan inverter pemicu atau inverter low frequency. ATS menggunakan dua
relai DPDT berkapasitas arus 10A yang dikontrol oleh Arduino Nano, dilengkapi dengan
detektor tegangan yang berfungsi untuk mendeteksi tegangan sumber listrik PLN, zero
crossing detector untuk mendeteksi fasa dari dua buah sumber listrik, serta modul arus
dan tegangan yang berfungsi untuk membaca daya. Inverter low frequency menggunakan
rangkaian switching MOSFET, trafo step-up, dan rangkaian umpan balik tegangan.
Hasil dari penelitian yaitu inverter dapat bekerja sesuai perancangan yaitu
menghasilkan tegangan 229V dengan frekuensi 50Hz. Pada saat inverter low frequency
aktif, GTI juga aktif, yang ditandai dengan indikator lampu hijau pada GTI. Perpindahan
sumber listrik dari PLN ke GTI terjadi tanpa delay dan tanpa perbedaan gelombang pada
beban, meskipun terdapat sedikit penurunan tegangan yang tidak signifikan dengan
selang waktu 61ms. Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa sistem ATS dan GTI
dapat berfungsi sesuai rancangan
Aktivitas Pulmoprotektif Ekstrak Etanol Daun Tapak Liman (Elephantopus scaber L.) pada Mencit yang Dipapar Bleomycin
Fibrosis paru-paru merupakan kondisi terbentuknya jaringan parut pada paru-paru
secara progresif dan hingga saat ini belum terdapat pengobatan yang efektif untuk
menyembuhkan kondisi ini. Pengobatan fibrosis paru-paru yang tersedia adalah obat
golongan anti-fibrotik yaitu Pirfenidone dan Nintedanib, yang keduanya sangat mahal dan
belum tersedia secara luas. Selain itu, keduanya juga memiliki efek samping yang
mengganggu, seperti gangguan fungsi hati dan foto-sensitivitas kulit. Penelitian mengenai
potensi bahan alam untuk mencegah dan mengobati penyakit ini diperlukan agar terdapat
variasi pengobatan yang lebih aman dan terjangkau di masa depan. Fibrosis paru-paru sering
kali diawali dengan respons inflamasi pada organ paru-paru akibat paparan zat toksik
berulang. Oleh karena itu banyak penelitian mengenai fibrosis paru-paru menargetkan
penekanan inflamasi terutama pada fase awal penyakit. Tapak liman atau Elephantopus
scaber L. (E. scaber) merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang telah lama dipercaya
oleh masyarakat. Penelitian sebelumnya telah mengungkap kandungan bermanfaat dari
tanaman tapak liman, seperti sesquiterpene lakton, triterpenoid, steroid, dan flavonoid, yang
memiliki potensi sebagai agen anti-inflamasi, anti-kanker, dan imunomodulator. Penelitian
mengenai potensi tanaman tapak liman pada kondisi fibrosis paru-paru sangat diperlukan
untuk melengkapi informasi mengenai potensi dari tanaman ini
Pengaruh Fraksi Massa Andesit Pada Aluminum-Zinc Matrix Composite Terhadap Struktur Mikro, Porositas, Kekerasan Dan Keausan.
Aluminum Matrix Composite adalah material komposit yang menggunakan Alumunium
sebagai matrik dan partikel penguat seperti Andesit untuk meningkatkan sifat mekanik
material. Aluminum Matrix Composite merupakan pilihan yang menarik dalam industri
otomotif karena kombinasi sifat mekaniknya yang unggul, termasuk kekuatan, keuletan, dan
ketahanan terhadap keausan. Partikel penguat seperti Andesit dapat menghalangi pergerakan
dislokasi dalam matrik Alumunium, yang meningkatkan kekerasan dan kekuatan material
melalui mekanisme penguatan partikel. Selain itu, perbedaan koefisien muai termal antara
partikel penguat dan matrik Alumunium menciptakan tegangan termal yang meningkatkan
densitas dislokasi di sekitar partikel penguat, yang lebih lanjut meningkatkan kekuatan
material melalui penguatan dislokasi. Adanya partikel penguat juga menghambat
pertumbuhan butir dalam matrik, menghasilkan ukuran butir yang lebih kecil yang
meningkatkan kekuatan material melalui mekanisme penguatan ukuran butir.
Metode atau proses pembuatan Aluminum Matrix Composite dalam penelitian ini
menggunakan teknik metalurgi serbuk yang melibatkan pencampuran serbuk Aluminium,
Zinc, dan Andesit, pengepresan dengan tekanan 400 bar, dan pemanasan pada suhu 450°C
dengan variasi fraksi massa Andesit 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Pencampuran dilakukan
secara manual untuk memastikan homogenitas campuran, sementara proses kompaksi dan
pemanasan dilakukan dengan kontrol suhu dan tekanan yang ketat untuk mencapai sifat
material yang diinginkan. Penambahan Zn dalam matriks Alumunium tidak hanya berfungsi
sebagai unsur penguat tetapi juga berperan dalam pembentukan intermetallic compounds
seperti MgZn2 yang meningkatkan kekerasan dan ketahanan material terhadap deformasi.
Interaksi kimia antara Aluminium, Zinc, dan partikel Andesit menghasilkan struktur mikro
yang lebih kuat, dan partikel Andesit yang mengandung SiO2 memberikan kontribusi
tambahan terhadap kekuatan dan ketahanan aus material melalui pembentukan ikatan yang
kuat dengan matrik Aluminium. Pengujian Struktur mikro dilakukan menggunakan
mikroskop elektron untuk mengamati distribusi partikel penguat campuran, sementara
pengujian porositas dilakukan dengan metode pengukuran densitas, di mana sampel
ditimbang di udara dan dalam air untuk menentukan volume pori. Kekerasan material diuji
menggunakan uji kekerasan Rockwell (HRB), dengan berbagai pengujian dilakukan pada
setiap variasi fraksi massa andesit untuk mendapatkan nilai rata-rata kekerasan, dan
pengujian keausan dilakukan dengan mesin uji keausan, di mana sampel digosokkan pada
ring dengan beban tertentu dan keausan diukur berdasarkan berat yang hilang setelah
pengujian.
Hasil pengujian dan pembahasan menunjukkan bahwa partikel Andesit terdistribusi
secara merata dalam matriks Al-Zn pada semua variasi fraksi massa yang diuji, yang sangat
penting untuk memastikan penguatan yang efektif dalam material komposit. Pada variasi
fraksi massa Andesit 10%, partikel Andesit terdistribusi lebih merata, mengurangi
kemungkinan terjadinya aglomerasi yang dapat menyebabkan titik lemah dalam material.
Pengujian porositas menunjukkan bahwa variasi fraksi massa andesit 5% memiliki tingkat
porositas tertinggi, menunjukkan distribusi partikel yang kurang merata dan adanya
kecenderungan partikel andesit untuk berkumpul. Namun, pada variasi fraksi massa andesit
10%, meskipun terjadi peningkatan porositas, kekerasan material tetap meningkat secara
signifikan. Uji keausan menunjukkan bahwa penambahan fraksi massa andesit pada
Aluminum Matrix Composite secara signifikan mengurangi laju keausan material, dengan
variasi fraksi massa andesit 2.5% dan 7.5% menunjukkan laju keausan yang paling rendah.
Hubungan antara hasil pengujian struktur mikro, porositas, kekerasan, dan keausan
menunjukkan bahwa distribusi partikel yang merata dan peningkatan kekerasan material
secara keseluruhan berkontribusi pada peningkatan ketahanan terhadap keausan. Dengan
demikian, peningkatan fraksi massa Andesit dalam Aluminum Matrix Composite
menghasilkan material yang lebih kuat, lebih keras, dan lebih tahan terhadap keausan,
meskipun dengan sedikit peningkatan porositas. Penelitian ini memberikan kontribusi
signifikan terhadap pemahaman tentang pengaruh fraksi massa andesit dalam Aluminum
Matrix Composite, serta potensi aplikasinya dalam meningkatkan performa dan efisiensi
material untuk berbagai industri
Pengaruh Serat Daun Nanas Sebagai Bahan Aditif Campuran Lapis Aus Asbuton (Ac-Wc) Pada Karakteristik Marshall.
Kebutuhan aspal minyak di Indonesia hingga 1,2 juta ton per tahun, Namun,
pemerintah (PT. Pertamina) cuma dapat memenuhi sekitar 600.000 ton aspal minyak yang
berarti 50% sisanya harus dipenuhi dengan aspal impor (Bina Marga, 2020). Disamping itu,
Indonesia memiliki kekayaan alam yang berupa aspal alam dari Pulau Buton di Sulawesi
Tenggara. Berlimpahnya aspal buton di Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal agar
dapat menekan kebutuhan impor minyak. Namun, aspal buton masih kalah bersaing dengan
aspal minyak karena perlu melalui proses pemurnian sebelum digunakan sebagai material
perkerasan jalan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa pencampuran serat selulosa
terhadap aspal buton akan berpengaruh terhadap karakteristik aspal buton tersebut. Serat
selulosa dipakai untuk bahan menambahkan di campuran aspal untuk meningkatkan tahan
tarik (Suharjono & Lesmana, 1997). Daun nanas merupakan salah satu tumbuhan di
Indonesia dengan selulosa yang tinggi di angka 69,5-71,5% (Hidayat, 2008). Maka dari itu
penulis melakukan penelitian terkait pengaruh serat daun nanas untuk bahan aditif campuran
lapis aus asbuton (AC-WC) pada karakteristik marshall.
Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa serat daun nanas unutuk bahan aditif
campuran lapis aus asbuton (AC-WC) dengan kadar serat sebesar 0,29% dan panjang 1,2 cm
merupakan nilai dengan kinerja terbaik dan mampu menghasilkan VIM sebesar 5,34 dengan
peningkatan sebesar 13,48%. Nilai VMA senilai 17,91 dengan peningkatan sebesar 3,45%.
Nilai VFB senilai 70,24 dengan penurunan sebesar 4,18%. Nilai stabilitas sebesar 1316,04
kg yang mengalami sedikit penurunan sebesar 4,7%. Nilai kelelehan sebesar 3,9 yang
mengalami penurunan sebesar 18,75%. Serta, nilai MQ sebesar 337,29 yang mengalami
peningkatan sebesar 14,25%. Nilai peningkatan dan penurunan tersebut berdasarkan
perbandingan antara campuran lapis aus asbuton (AC-WC Asb) tanpa penambahan aditif
dan dengan penambahan aditif berupa serat daun nanas. Tambahan serat daun nanas tidak
berpengaruh signifikan dalam peningkatan nilai stabilitas, namun memiliki kecenderungan
(berpengaruh signifikan) dalam penurunan nilai kelelehan serta peningkatan nilai VIM.
Dimana semakin rendah nilai kelelehannya maka campuran menjadi semakin lentur, hingga
memiliki ketahanan terhadap retak dan fleksibilitas campuran yang cukup baik. Sebaliknya,
tingginya nilai VIM menyatakan apabila campuran memiliki banyak rongga dan bersifat
porous, sehingga campuran jadi tidak padat. Akibatnya, air dan udara bisa masuk ke rongga
rongga campuran, sehingga mempercepat proses oksidasi dan mengurangi daya tahannya.
Dapat disimpulkan bahwa konsekuensi dari penambahan bahan aditif berupa serat alam akan
meningkatkan nilai VIM, sehingga diperlukan kadar aspal yang tinggi agar rongga pada
campuran bisa berkurang dan memenuhi persyaratan yang ada
Pengaruh Perubahan Voltase dan Konsentrasi Larutan terhadap Kuat Geser dan Potensi Pengembangan pada Tanah Ekspansif dengan Metode Perbaikan Tanah Injeksi Larutan Kalsium Klorida.
Cassagrande (1939) membuktikan bahwa elektrokinetik dapat diterapkan pada
tanah yang memiliki butir halus dengan kadar air tinggi, penerapan elektrokinetik mampu
meningkatkan tegangan efektif dengan menurunkan tekanan air pori pada tanah. Hal ini
menjadikan elektrokinetik banyak digunakan sebagai metode perbaikan tanah berbutir
halus. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperbaiki tanah ekspansif dan mengetahui
pengaruh dari perubahan tegangan listrik dan konsentrasi larutan pada nilai potensi
pengembangan dan nilai kuat geser dengan metode perbaikan tanah menggunakan injeksi
elektrokimia.
Perbaikan tanah dengan metode injeksi elektrokimia merupakan perbaikan tanah
yang memanfaatkan fenomena elektroosmosis dimana air dalam tanah akan bergerak dari
anoda ke katoda apabila diberikan tegangan listrik pada tanah. Pada penelitian ini,
dilakukan injeksi larutan kimia CaCl2 dengan variasi konsentrasi sebesar 5%, 10%, dan
15% dan variasi tegangan listrik sebesar 15 volt, 18 volt, dan 24 volt. Proses injeksi larutan
CaCl2 dilakukan selama 6 hari, Setelah itu tanah hasil injeksi elektrokimia diperam selama
7 hari. Proses injeksi dilakukan pada sampel tanah dengan dimensi 150x150x400
milimeter.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya variasi konsentrasi
larutan dan tegangan listrik dapat mempengaruhi hasil pengujian. Nilai kuat geser tertinggi
pada pengujian ini terjadi pada sampel X18, yakni sampel dengan variasi konsentrasi
larutan kalsium klorida 15% dan tegangan listrik 24 volt, dengan nilai kuat geser yang
sebelumnya 3.07 kN/m2 menjadi 18.42 kN/m2. Sedangkan nilai penurunan potensi
pengembangan terjadi pada sampel X10, yakni sampel dengan variasi konsentrasi larutan
kalsium klorida 5% dan tegangan listrik 15 volt, dengan nilai potensi pengembangan yang
sebelumnya 6.48% menjadi 0.0048%