137686 research outputs found
Sort by
Evaluasi Implementasi Mesin Customer Service Digital Pada Pt. Bank Central Asia, Tbk Kcp Sukun
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan mesin customer
service digital dalam meningkatkan kinerja pelayanan pada PT. Bank Central
Asia, Tbk KCP Sukun. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis
deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan
menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui google form, wawancara,
dokumentasi, dan observasi. Dari hasil penelitian yang penulis dapatkan
adalah dengan menggunakan mesin customer service digital nasabah setuju
bahwa dapat memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi
perbankan, lalu nasabah setuju dengan menggunakan mesin customer
service digital dapat mengefisiensi waktu sehingga tidak perlu mengantri ke
bank, dan kinerja pelayanan pada customer service menjadi lebih cepat dan
efisien
Redesain Interior Lembaga Belajar Kresna Kampung Inggris Pare Mengadaptasi Arsitektur Jawa Untuk Pemenuhah Aksesbilitas
Pariwisata menjadi bagian penting di setiap daerah, termasuk
pariwisata Kabupaten Kediri. Kampung Inggris merupakan salah satu
tempat wisata yang tengah dikembangkan di Kabupaten Kediri dan
menjadi satu-satunya wisata berbasis pendidikan. Pembaharuan dan
perbaikan di berbagai aspek perlu dilakukan untuk kualitas dan
kenyamanan pengunjung Kampung Inggris Pare. Kresna Kampung Inggris
merupakan salah satu lembaga bimbingan belajar bahasa Inggris yang
berlokasi di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Lokasi berada di daerah
pedesaan dengan lingkungan sekitar berupa area persawahan sehingga
Kresna Kampung Inggris cukup asri. Dengan kondisi lingkungan tersebut
Redesain Lembaga belajar Kresna Kampung Inggris mengusung konsep
arsitektur tradisional yang mengadaptasi bentuk rumah adat joglo. Rumah
joglo memiliki keunikan yang dapat dengan mudah dikenali dari bentuk
atap yang menjulang. Pemilihan Konsep ini untuk memaksimalkan kondisi
lingkungan sekitar yang sejuk dan asri selain itu konsep ini juga sebagai
branding budaya
lokal khususnya budaya Jawa. Penelitian
ini
menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, dokumentasi
dan studi pustaka. Teknik analisa data disajikan melalui pengumpulan
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Setelah proses observasi
dan analisa data proses selanjutnya yaitu tahap perancangan desain.
Konsep desain yang menerapkan filosofi rumah adat Jawa yaitu,
penerapan konsep herarki tata ruang, berorientasi kepada filosifi kepala,
badan, dan kaki, serta ramah lingkungan. Konsep ini menggunakan
konsep makro natural, nyaman, dan bersih. Selanjutnya penjabaran
konsep mikro terkait penggunaan material
lantai, dinding, plafon,
penghawaan, pencahayaan, dan furnitur
Laporan Kasus: Penanganan Fraktur Kominutif Tertutupos. Tarsometatarsal Dextra Pada Burung Ring-Neck Pheasant (Phasianus Colchicus) Di Pet+Vet Animal Clinic Indonesia Periode 19 Februari β 9 Maret 2024
Burung mengalami fraktur karena tulang burung tersusun atas kalsium
hidroksiapatit 85% lebih banyak dan ukuran tulang burung yang kecil. Burung
memiliki banyak variasi spesies sehingga penanganan fraktur pada burung cukup
beragam. Pada studi kasus, seekor burung ring-neck pheasant datang ke klinik
karena berjalan dengan pincang. Kaki kanan burung diangkat dan kaki mengalami
pembengkakan. Selanjutnya, burung melakukan pemeriksaan radiografi X-ray
ekstremitas. Pada hasil pencitraan, burung mengalami fraktur Os. tarsometatarsal
kominutif tertutup dextra. Sebelum dilakukan proses pembedahan, burung
melakukan pemeriksaan biokimia darah dengan tujuan mengetahui fungsi organ
ginjal, hepar, dan mengetahui derajat dehidrasi pada pasien. Hasil dari pemeriksaan
biokimia darah burung menunjukkan adanya hipourisemia , hipoalbuminemia , dan
hiperglobulinemia . Selanjutnya, reposisi tulang dilakukan dengan proses bedah dan
memasangkan eksternal skeletal fixator type II. Agen anestesi yang digunakan
adalah anestesi isoflurane. Pasca operasi, burung diinjeksi NSAIDS meloxicam 2
mg/kg BB intramuskular q24h. Perawatan pascaoperasi meliputi pemberian
antibiotik topical silver sulfadiazine 1% secukupnya q12h. Pemasangan fiksator
dipasang selama 4 minggu. Selanjutnya, pemeriksaan radiografi X-ray ekstremitas
dilakukan kembali setelah fiksator dilepas dan pada hasil pemeriksaan radiografi
menunjukkan kallus periosteal tidak terlihat dan tulang berhasil disambungkan
Pengaruh Solvabilitas, Likuiditas, dan Harga Komoditas Terhadap Harga Saham Melalui Profitabilitas Sebagai Variabel Mediasi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kinerja keuangan
perusahaan dan harga komoditas terhadap harga saham perusahaan tambang yang terdaftar dalam
Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2015-2022. Metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan regresi linier berganda. Fokus penelitian ini
mencakup Debt to Equity Ratio (DER), Current Ratio (CR), Return on Assets (ROA), dan Harga
Batu bara. melalui metode analisis jalur, hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA mampu
memediasi DER, CR, dan Harga batu bara terhadap harga saham perusahaan tambang batu bara
secara signifikan. Temuan ini memberikan kontribusi dalam pemahaman faktor-faktor yang
mempengaruhi harga saham perusahaan tambang batu bara dan memiliki implikasi bagi para
investor, memberikan informasi sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan
investasi
βEfektivitas Point Reward Terhadap Loyalitas Nasabah Prioritas PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Malangβ
Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Bank Tabungan Negara (BTN)
sebagai entitas dengan sejarah panjang yang dimulai dari era kolonial
Belanda dengan Postspaarbank, yang kemudian evolusi menjadi Bank
Tabungan Negara pada tahun 1950. Bank ini memiliki visi menjadi
pemimpin dalam pembiayaan perumahan dan misi yang kuat untuk
memberikan layanan unggul dalam berbagai sektor, termasuk pembiayaan
perumahan, industri, dan usaha kecil menengah, didukung oleh budaya
organisasi AKHLAK yang mencakup amanah, kompeten, harmonis, loyal,
adaptif, dan kolaboratif. Program point reward BTN terbukti efektif dalam
meningkatkan loyalitas nasabah dengan indikator peningkatan dana bank,
loyalitas nasabah yang konsisten, dan keuntungan timbal balik antara bank
dan nasabah melalui hadiah dan insentif. Meskipun dihadapkan pada
tantangan seperti persaingan ketat dan risiko penipuan, BTN mengambil
langkah dengan meningkatkan kualitas hadiah, memperbarui keamanan
sistem, dan melakukan edukasi nasabah untuk menjaga kepercayaan dan
keamanan transaksi. Dengan demikian, BTN tidak hanya beradaptasi
dengan perubahan lingkungan perbankan, tetapi juga aktif memperkuat
posisinya dalam memberikan nilai tambah bagi nasabah dan masyaraka
Inovasi Penggunaan Mesin E-service dalam kecepatan dan kemudahan pelayanan di PT Bank Central Asia Tbk cabang pembantu Kertosono
Mesin E-service pertama kali diluncurkan pada tahun 2019 untuk mengembangkan konsep model cabang yang lebih efisien dengan teknologi dan mesin-mesin digital yang dapat digunakan oleh nasabah secara mandiri atau self service karena menggunakan teknologi yang user friendly. Dengan adanya Mesin E-service tersebut akan mempermudah nasabah dalam bertransaksi dan memberikan nilai terhadap kualitas pelayanan pada bank. Karena bank berusaha menjaga kepuasan nasabah, melalui media digital sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah. Untuk mempertahankan dari kualitas pelayanan mesin e-service memberikan kecepatan kemudahan dan kepuasan.
Sehingga hasil penelitian ini akan membantu perusahaan dalam memutuskan keberlanjutan penerapan pelayanan berbasis teknologi. Hal ini dilakukan agar perusahaan sanggup bertahan dalam persaingan antar perusahaan sektor perbankan. Dengan demikian, tujuan penelitian ini untuk menganalisis kecepatan dan kemudahan mesin e-service dalam membantu pelayanan di BCA KCP Kertosono. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan wawancara dan kuisioner melalui google form
Kajian Biologi Cumi-cumi (Loligo spp.) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Bulu, Tuban, Jawa Timur
Cumi-cumi (Loligo spp.) adalah hasil laut yang memiliki signifikansi ekonomis dan menduduki peringkat ketiga setelah ikan dan udang. Dari adanya peningkatan produksi cumi-cumi di Indonesia pemerintah, nelayan, dan pelaku usaha penangkapan cumi-cumi di Indonesia harus memberikan perhatian serius terhadap peningkatan produksi cumi-cumi dalam beberapa tahun terakhir. Sehingga perlu adanya informasi sebagai dasar untuk pengambilan kebijakan bagi pemerintah setempat. Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah untuk menjaga keberlanjutan populasi cumi-cumi di perairan Indonesia dengan melakukan kajian biologi terhadap cumi-cumi.
Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan, dalam rentang waktu Januari -Maret 2024 di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bulu Tuban, Jawa Timur. Data yang dibutuhkan pada penelitian ini yaitu hasil tangkapan cumi-cumi dan hasil tangkapan lainnya yang dicatat pada form lapang, panjang cumi-cumi yang diukur pada bagian Dorsal Mantle Length (DML), berat cumi-cumi, jenis kelamin cumi-cumi yang dilihat pada bagian lengan hektokotilus atau dengan melakukan pembedahan dan tingkat kematangan gonad pada cumi-cumi dengan melihat gonad berdasarkan bentuk dan warna. Pada penelitian ini, analisis yang dilakukan yaitu komposisi hasil tangkapan, hubungan panjang berat, nisbah kelamin serta hubungan panjang ikan pertama kali matang gonad dan panjang ikan pertama kali tertangkap.
Hasil dari Identifikasi cumi-cumi yang didaratkan yaitu terdapat dua spesies yaitu cumi-cumi jamak (Photololigo duvaucelli) dan cumi-cumi sirip besar (Sepioteuthis lessoniana). Hasil analisis komposisi cumi-cumi terhadap hasil tangkapan purse seine selama periode penelitian adalah 1,29% dan 2,91% pada alat tangkap payang. Hasil analisis hubungan panjang-berat cumi-cumi (Loligo spp.) adalah alometrik negatif. Hasil analisis nisbah kelamin pada 135 sampel cumi-cumi jamak (Photololigo duvaucelli) dan cumi-cumi sirip besar (Sepioteuthis lessoniana) menunjukkan bahwa proporsi antara jenis kelamin betina dan jantan adalah tidak beda nyata. Hasil analisis hubungan panjang ikan pertama kali matang gonad dan panjang ikan pertama kali tertangkap didapatkan nilai Lm > Lc yang bermakna bahwa cumi-cumi yang dominan tertangkap merupakan cumi-cumi yang belum matang gonad.
Pertumbuhan cumi-cumi di Perairan Tuban menunjukkan alometrik negatif diduga akibat ketersediaan makanan melimpah dan suhu hangat. Analisis tingkat kematangan gonad menunjukkan ukuran cumi-cumi yang layak ditangkap. Tingkat tangkapan yang aman tertinggi terjadi di bulan Februari, namun penangkapan cumi-cumi di Perairan Tuban kurang baik karena banyak cumi-cumi ditangkap saat belum matang gonad (Lc < Lm). Penangkapan cumi-cumi yang tidak terkendali dapat mengancam kelestarian populasi cumi-cumi. Pengelolaan perikanan cumi-cumi di Perairan Tuban perlu ditingkatkan dengan menargetkan cumi-cumi yang sudah matang gonad (minimal 90%) atau mencapai ukuran optimal
Analisis Tingkat Kematangan Gonad Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis, Linnaeus 1758) Yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Pantai (Ppp) Pondokdadap
Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah salah satu komoditas highly commercial, yaitu bernilai ekonomi penting di perikanan tangkap. Maka, ikan cakalang keberlanjutannya dapat terancam karena menjadi target utama penangkapan nelayan Penelitian direncanakan pada kajian biologi analisis tingkat kematangan gonad (TKG) berdasarkan morfologi dan dengan pengujian histologi diharapkan dapat menjadi tolak ukur keberlanjutan penangkapan perikanan cakalang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Analisis Tingkat kematangan gonad ikan Cakalang secara morfologis dan histologis, (2) Analisis hubungan Panjang dan berat ikan Cakalang, (3) Analisis pendugaan panjang ikan saat pertama kali matang gonad (Lm) dan tertangkap (Lc).
Hubungan panjang (FL,cm) dan berat (g) dianalisis melalui data panjang dari 2.036 data. Pendugaan panjang ikan saat pertama kali matang gonad dianalisis secara makroskopis melalui pengamatan morfologi dan dikonfirmasi dengan metode pengujian histologi dengan indikator proses oogenesis yang dapat diidentifikasi dengan keberadaan: nukleus, lipid vesicles, coalesed lipids, zona radiata, dan gonadβs shape. Pendugaan panjang ikan saat pertama kali tertangkap dianalisis dari data sebaran frekuensi panjang terhadap 2.036 data pada 12 selang kelas. Sedangkan pendugaan panjang ikan saat pertama kali matang gonad dianalisis dari data sebaran frekuensi 53 data pada 7 selang kelas.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa (1) hasil analisis pola pertumbuhan mendapatkan pola pertumbuhan alometrik positif yang berarti pertumbuhan berat lebih cepat daripada panjang dengan persamaan (W=0,0074L3.2249 (n=2036, r2 = 0,95) serta penelitian masih berada dalam current spesies. (2) Pengamatan TKG secara visual berbanding lurus dengan hasil pengujian histologi. Secara histologi fase primary growth berdiameter sel 20 ΞΌmβ80 ΞΌm dan rataan 50,52 ΞΌm. Fase yolk vesicle berdiameter 100 ΞΌmβ200 ΞΌm dan rataan 150 ΞΌm. Fase vitellogenesis berdiameter sel 300 ΞΌmβ400 ΞΌm dengan rataan. Fase maturation berdiameter sel 400 ΞΌmβ550 ΞΌm dan rataan 500 ΞΌm. Fase post spawning dengan diameter sel 550 ΞΌmβ850 ΞΌm dan rataan 650 ΞΌm. Analisis data tingkat kematangan gonad ikan Cakalang yang ditemukan 81% belum matang gonad dan 19% telah matang gonad. Mayoritas ikan yang tertangkap belum matang gonad, diperlukan perhatian mengenai pemanfaatan ikan Cakalang di Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap. (3) Pendugaan panjang ikan pertama kali matang gonad (Lm) yaitu 47,78 cm (FL). Penelitian menunjukkan bahwasannya panjang ikan pertama kali tertangkap (Lc) 36,08 cm (FL). Maka, hasil penelitian menunjukkan ikan belum layak untuk ditangkap. Masukkan untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan studi pada puncak produksi agar memaksimalkan jumlah data dan dilakukan studi mengenai dismorfisme seksual antara ikan Jantan dan betina sehingga dapat mengetahui jenis kelamin berdasarka bentuk morfologi ikan
Phytochemical Screening, Antioxidant Activity, And AlphaοΏ½Glucosidase Inhibition Investigations Of Ceiba Pentandra And Basella Rubra Leaf Extracts
Ceiba pentandra also known as βKapuk Randuβ and Basela rubra also known as
βGendolaβ are commonly used as a traditional medicine in Indonesia to treat several ailments
due to the potential antioxidant contains in the leaves. These antioxidants contribute to
counteract the free radicals that caused the diseases such as cells demage, which implicated
in diabetes. In this research, Ceiba pentandra and Basella rubra leaves powder macerate
Microwave-Assisted Synthesis and Characterization of Carbon Dots (CDs) from Citronella Grass Oil Distillation Solid Waste as Potent Antifungal and pH Sensing Agent
Carbon dots (CDs) have gained significant attention in the scientific
community because of their unique physical and chemical properties.
Various approaches have been applied to the production of CDs.
However, there are several limitations, such as harsh experimental
conditions and inefficient synthesis time. Therefore, novel efficient
synthesis techniques such as microwave-assisted synthesis (MAS) are
widely explored. Aside from the synthesis method, CQDs are
commonly synthesized from biomass as their precursor. Citronella
grass, which is one of the commodities commonly used in Indonesia to
make citronella grass essential oil, holds great potential as a precursor
for CDs because of its high carbon content. Despite its potential, the
usage of citronella grass oil distillation solid waste (CGSW) as a
precursor for CDs is unreported. In this research, CGSW ability as a
precursor for CDs and its application as antifungal and pH-sensing
agents are explored. The synthesis approach involves open-vessel
MAS, the utilization of CGSW as a carbon source, and aqueous NaOH
as the solvent. From the results, Citronella CDs (CCDs) with the most
optimum condition and highest quantum yield (QY) are 800 W with an
N-doping concentration of 0.20 g/ 10 mL and a QY of 41.83%. From
characterization, CCDs have a maximum emission wavelength of 447
nm (Ξ»ex = 335 nm) and show high stability against prolonged exposure
to light and temperature. The synthesized CQDs exhibit great fungal
inhibition ability and high linear corelation (R2 = 0.9993) within
different ranges of pH (4.0β11.0). These results showed that CCDs have
an excellent capability to become cellular pH sensing agents for
biomedical and biological applications