ELKHA
Not a member yet
182 research outputs found
Sort by
Dukungan Teknologi Pada Integrasi Tanaman Hortikultura-Ternak Sapi Untuk Pengembangan Agribisnis Yang Berkelanjutan
Abstract– Konsep pertanian terpadu yang melibatkan tanaman dan ternak sudah lama diterapkan oleh petani di Indonesia, namun penerapannya masih secara tradisional, tanpa memperhitungkan dari aspek secara finansial maupun dalam konteks pelestarian lingkungan hidup. Konsep sistem tanaman-ternak dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek keberlanjutan (sustainable) yang ramah lingkungan (environmentally tolerable), secara sosial diterima masyarakat (socially acceptable) dan secara ekonomi layak (economically feasible). Pendekatan yang dilakukan adalah penggunaan input dari luar yang rendah yang dikenal sebagai LEISA (low external input sustainable agriculture). Adanya dukungan teknologi dalam pendekatan LEISA untuk integrasi usahatani tanaman hortikultura-ternak diharapkan dapat mengembangkan agribisnis yang berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja yang bersumber pada usaha dengan memanfaatkan sumberdaya lokal khususnya limbah peternakan dan pertanian secara lebih efisien. Limbah kotoran ternak sapi dapat diolah menjadi energi dan pupuk organik sehingga dapat mendukung usahatani tanaman hortikultura. Sedangkan limbah usahatani tanaman hortikultura dapat diolah menjadi sumber pakan ternak bagi peternakan sapi. Apabila proses integrasi tanaman hortikultura dan ternak sapi dapat berhasil dengan baik, tidak mustahil akan terjadi peningkatan produksi dan produktivitas, yang pada gilirannya akan tercapai pengembangan agribisnis yang berkelanjutan. Keywords–Limbah, Biogas, Pakan Terna
Rancang Bangun Alat Pengering Udang Ebi Tenaga Biomass Di Kecamatan Sungai Kunyit
Abstract– Most of the people in the district of Sungai Kunyit are engaged in the business of seafood including udang ebi. Udang ebi's monthly production in this district reached 5000 kg. Although the potential of udang ebi processing in Sungai Kunyit dsitrict is quite large, it's benefits still not improve the lives and welfare of the local fishermen. The low of education level may directly affect welfare of society that in general are still categorized as underprivileged families. Partners in this community service activities are the drying group of udang ebi in the territory of Sungai Kunyit district. The partners were Usaha Bahari Terpadu and Karya Bersama. These drying groups of udang ebi are generally running their business still use the traditional way by relying on the natural sunlight for drying udang ebi catches. So that during the rainy season, where the sun shines not too good and often cloudy, their income declined up to 40%. The above problem encouraged the team Community Services in the Sungai Kunyit district to conduct socialization and pilot project in construction drying oven for udang-ebi. Through this science and technology for Society (Ibm) program funded by Directorate of Research and Community Service (DP2M), it is expected to give significant effect on improvement in live and welfare of the local fishermen, especially drying group of udang-ebi, and finally increases the health, education and economic levels of society in general. Keywords– Nelayan, Ebi, Mesin pengering, Biomass
Realisasi Saklar Lampu Otomatis
Abstract– Pada saat ini pengendalian on/off berbagai piranti listrik kebanyakan masih dikendalikan secara manual, yaitu dengan menggunakan saklar. Perkembangan gaya hidup dan dinamika sosial saat ini menunjukkan semakin pentingnya kepraktisan dan efisiensi khususnya bidang energi listrik. Orang yang masuk ruangan gelap tentunya akan menyalakan lampu untuk melakukan aktivitas. Namun apabila orang tersebut akan keluar ruangan, belum tentu orang tersebut memadamkan lampu-lampu yang menyala, terutama lampu-lampu pada fasilitas umum seperti pada ruang Toilet, kantor maupun kelas. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya rasa memiliki, malas atupun lupa untuk memadamkan lampu tersebut. Apabila hal tersebut diatas sering terjadi dalam waktu yang lama, maka akan terjadi pemborosan penggunaan energi listrik Penelitian ini membahas mengenai sistem hidup-mati beban listrik khusunya lampu penerangan secara otomatis berdasarkan panas tubuh manusia. Sistem yang berbentuk saklar on/off ini dibangun dengan menggunakan IC 555 sebagai pewaktu penyalaan lampu, dilengkapai dengan sensor Pasif Infra Red (PIR) yang dapat mendeteksi adanya gerakan manusia disekitar sensor. Selain itu saklar ini juga dilengkapi dengan sensor Light Dependent Resistor (LDR) untuk mendeteksi intensitas cahaya sekittar. Berdasarkan pengujian rangkaian saklar otomatis diperoleh bahwa rangkaian saklar dapat menghidupkan lampu secara otomatis apabila ada gerakan manusia dan intensitas cahaya ruangan dalam keadaan gelap/redup. Besar arus yang dikonsumsi oleh rangkaian saklar otomatis sebesar 22mA, nilai arus ini sangat kecil jika dibandingkan dengan pemborosan yang terjadi. Rangkaian saklar otomatis dapat mendeteksi adanya gerakan manusia pada jarak sekitar 5 meter dan daerah jangkauan sebesar 50°. Keywords– IC 555, Pewaktu, saklar, PIR, LD
Migrasi Baterai Lithium dari Mode Otomotif ke Mode Penyimpan Energi untuk Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Abstract– Baterai Lithium dapat bekerja pada dua mode operasi, yaitu: mode otomotif (MO) dan mode penyimpan energi (MP). Kerja MO untuk mengasut mesin kendaraan dengan arus besar pada periode sesaat, sedangkan kerja MP berfungsi menyimpan dan memasok energi listrik kepada beban dalam jangka waktu tertentu. Karena beroperasi pada arus besar, maka siklus pakai baterai MO akan berkurang lebih cepat daripada MP. Pada makalah ini diperkenalkan model dua-fasa MO-MP dan strategi untuk mendapatkan titik alih terbaik dari MO ke MP pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan memperhitungkan tingkat efisiensi dan State of Health (SOH) baterai. Hasil analisis menunjukkan bahwa model-400 (MO 400 siklus/MP 800 siklus) memiliki kinerja terbaik ditinjau dari tingkat efisiensi dan SOH. Keywords– Baterai lithium, SOH, mode otomotif, mode penyimpan, tenaga sury
Pemanfaatan Zat Warna Alam Kayu Jambal (Pelthophorumferugineum) sebagai Sensitizer pada Sel Surya Fotoelektrokimia
Abstract– The Natural dye of Jambal wood (Pelthophorumferugineum) was used as sensitizer in the fabrication of dye sensitizer solar cell (DSSC). The dye was extracted by using solid-liquid extraction method with ethanol as a solvent. UV-Vis spectrophotometer was used to measure the absorbance of dye solution. TiO2 thin-layer was prepared by slip coating method which the pH 5 suspension of TiO2 Degussa on HCl deposited on a glass substrate Fluorine-doped Tin Oxide (FTO).Dye adsorption was done by the immersion TiO2 thin layer in the dye solution in ethanol for 24 hours after calcination, then used as the working electrode. Counter electrode was prepared by the deposition of gold on the glass substrate.The performance of solar cells sensitized of natural Jambal wood dye was investigated through the measurements of Isc (short circuit currents) and Voc (open circuit voltage on) during irradiation with sun simulated Philips Powertone lamp. The measurement results showed that the solar cell has Isc and Voc by 56 ηA/cm2 and 394 mV respectively. Keywords– Fotoelektrokimia, Dye Sensitized Solar Cell, zatwarnaalam, Jambal
Rancang Bangun Mesin Pengiris Tempe Untuk Kelompok Usaha Dusun Karya I
Abstract– Permasalahan yang dihadapi kelompok Usaha di Dusun Karya I, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya berkaitan dengan proses pemotongan bahan baku tempe yang akan dibuat menjadi keripik tempe. Proses pemotongan yang dilakukan menggunakan cara manual sehingga ketebalan produk menjadi tidak seragam. Pemotongan tempe memerlukan ketelitian yang tinggi karena tempe mudah hancur. Untuk mempercepat proses pemotongan tempe, maka diperlukan mesin pengiris tempe.Rancang bangun Mesin Pengiris Tempeini dibuat untuk membantu Kelompok Usaha Kenanga untuk mengatasi permasalahan yang mereka hadapi.Mesin Pengiris Tempe dibuat menggunakan tenaga listrik dengan kapasitas ±10-20kg/jam. Keywords– Rancang Bangun, Mesin Pengiris Tempe, Kelompok Usah
Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Jalan Desa Di Kabupaten Kapuas Hulu
Abstract– This research aim to develop information system management of countryside road in Kapuas Hulu. This study requires countryside roads data obtained from relevant agencies, field surveys and various reference sources. The study resulted a geographical information system management of countryside road in Kapuas Hulu. This system can give information countryside road pursuant to condition of road, and street function, and can show of countryside road pursuant to name of district, and equiped by program information conservancy of countryside road. Keywords– Countryside Rood, Geographical Informastion System. Program Information Conservanc
Rancang Bangun Alat Pengering Jagung Untuk Kelompok Tani Desa Kuala Dua
Abstract– Kelompok tani Jagung Desa Kuala Dua memiliki permasalahan pasca panen. Setelah di panen jagung yang akan dijual untuk pakan ternak, harus dikeringkan terlebih dahulu. Proses pengeringan yang selama ini dilakukan petani dengan menjemur jagung menggunakan sinar matahari langsung. Proses pengeringan memakan waktu 2-3hari. Cara ini memiliki kelemahan yaitu hanya dapat dilakukan pada siang hari dan cuaca yang mendukung. Proses pengeringan yang tidak sempurna akan menyebabkan jagung terkena serangan cendawan Aspergillus sp. Hal ini menyebabkan kerugian bagi petani, karena jagung yang bercendawan tidak laku dijual. Belum ada Alat pengering jagung yang digunakan petani.Rancang bangun Alat PengeringJagungini dibuat untuk membantu Kelompok Tani Desa Kuala Dua untuk mengatasi permasalahan yang mereka hadapi.Alat Pengering Jagung yang dihasilkan menggunakan sumber panas dari LPG sehingga dapat dioperasikan pada musim hujan, kabut asap dan kondisi cuaca yang tidak mendukung untuk dilakukan pengeringan jagung secara konvensional. Keywords– Rancang Bangun, Alat Pengering Jagung, Kelompok Tani
Mereduksi Harmonisa Arus Dan Rugi Daya Akibat Beban Non Linier Dengan Memanage Penggunaan Beban Listrik Rumah Tangga
Abstract– Peralatan listrik rumah tangga sebagian besar adalah peralatan elektronik yang merupakan beban non linier. Beban ini akan menimbulkan harmonisa yang dapat menyebabkan terdistorsinya arus pada sistim distribusi tenaga listrik. Distorsi arus ini dapat menyebabkan rugi daya dan menurunnya kualitas daya. Untuk mengurangi distorsi arus dan mengurangi rugi daya akibat beban non linier dapat dilakukan dengan tanpa menggunakan filter, salah satu caranya yaitu dengan memanage/mengkombinasikan beban resistif dan induktif. Dari hasil simulasi beban yang dilakukan dengan mengkombinasikan beban resistif dan induktif, THDi dapat direduksi berkisar antara 37,45% - 44,75%, faktor daya dapat diperbaiki berkisar antara 14,81% -19,23, rugi daya akibat harmonisa dapat dikurangi berkisar antara 54,07%-97,70% dan rugi daya paling kecil ketika kombinasi beban listrik yang terhubung adalah TV LED, Laptop, lampu LED, rice cooker, kipas angin. Keywords– Harmonisa, rugi daya, reduksi, beban resistif dan induktif
Peningkatan Efisiensi Energi Menggunakan Baterai Dengan Kendali Otomatis Penerangan Ruang Kelas Berbasis PLTS
Abstract– This paper shows a simulation result from automatic lighting control system prototype. This system using AC voltage source coming from energy supply battery based Solar Power Plants (PLTS). Automatic lighting control system aimed to minimize the energy consumption of the battery use for room lighting lamp by utilizing the light came from outdoor. The Controller used in this system was microcontroller ATMega16. The Controller system main function was to regulate the use of the lighting lamp in accordance with room by turning on or turning off the light as needed.The system maintained the room illumination light in a range of 250 – 300 lux. This range was based on the Indonesian National Standard (i.e. SNI 03-2396-2001) where the illumination for a classroom was standardized to be 250 lux. The system controlled the battery energy consumption in two way. Firstly, if there were people in the room, then the system would turn on the lighting lamp automatically or vice versa. Secondly, the system turned on or turned off some lamps by adjusting amount of light entering from the outside room. These calculations were compared the power needed when there is no interfere lighting from outside to the room (classification I) or in this case the control device was not functioning. Average efficiency number of battery energy consumption for 6 hours base on 6 classification load was classification II was 1,48 Watt/hour, classification III was 2,46 Watt/hour, classification IV was 3,65 Watt/hour, classification V was 4,67 Watt/hour, classification VI was 6,3 Watt/hour and classification VII was 8,59 Watt/hour. Relationship of energy consumption and battery supply endurance was as follows (classification II (6-7 hour), classification III (8-9 hour), classification IV (10-11 hour), classification V (12-13 hour), classification VI (18-19 hour). 10 Wp solar cell was used to recharge battery with a capacity of 5Ah and take 8 requires hours with 1,171 charging current average. Keywords– Battery, automation, led, prototype, solar power plant