JUPE (Jurnal Penjaskesrek)
Not a member yet
236 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN METODE PEMBELAJARAN BAGIAN DAN KESELURUHAN TERHADAP KETERAMPILAN GERAK DASAR LOB BULUTANGKIS
This research aimed to know the comparation of the part and whole of teaching method to basic movement of lob ability to extracurricullar badminton of Elementary School 1 Pekalongan. The kind of this research was experiment with 45 student as the population. The distribution of the group was based on Ordinal Pairing. The instrument used was french stalter badminton test validity of 0.6 and reability of 0.96. While the data analysis technique was using anava. The research results showed : first, there is an increase of the basic movement ability of lob using the part of teaching method. Second, there is an increase of the basic movement ability of lob using the whole of teaching method. Third, the part of teaching method is better to increase the skill of basic movement of lob. So the conclusion is using the part of teaching method has better result than the whole of teaching method to the students badminton extraculiculer.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode pembelajaran bagian dan keseluruhan terhadap keterampilan gerak dasar lob pada siswa ekstrakurikuler bulutangkis di SD N 1 Pekalongan. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dengan populasi sebanyak 45 siswa. Pembagian kelompok berdasarkan Ordinal Pairing. Instrumen yang digunakan adalah french stalter badminton test dengan validitas 0,60 dan tingkat reliabilitas 0,96. Sedangkan teknik analisis data menggunakan anava. Hasil penelitian menunjukan: pertama, ada peningkatan keterampilan gerak dasar lob dengan menggunakan metode pembelajaran bagian. Kedua, ada peningkatan keterampilan gerak dasar lob dengan menggunakan metode pembelajaran keseluruhan. Ketiga, Metode pembelajaran bagian lebih baik dalam meningkatkan keterampilan gerak dasar lob. Maka dapat peneliti simpulkan bahwa dengan menggunakan metode pembelajaran bagian memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan metode pembelajaran keseluruhan.Kata kunci: bagian, keseluruhan, lob, metode, perbandingan
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN KOGNITIF DENGAN TINGKAT KECEMASAN PARA WASIT PROVINSI LAMPUNG
The purpose of this study is to determine the relation between cognitive ability with the level of anxietys referee while leading the match in Suratin Cup U-18. The methodology used in this research is correlation descriptive method. The sample is the referee who was leading the match of Suratin Cup U-18 which amounts 16 referees. The result of this study shows that there is a significant relationship between cognitive ability with the level of anxietys referee while leading the match. In cognitive ability, 9 referees (56.25%) with very good category, 4 referees (25%) with good category, and 3 referees (18.75%) with bad category. And there are 11 referees (68.75%) with excellent anxiety level category, 3 referees (18.75%) with good category, and 2 referees (12.5%) with bad category. The result of correlation coefficient between cognitive ability with the level of anxietys referee while leading the match is 0.827.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya hubungan antara kemampuan kognitif dengan tingkat kecemasan wasit saat memimpin pertandingan di piala Suratin U-18. Metodelogi penelitian dengan menggunakan metode deskriptif korelasional. Dengan sampel yaitu wasit yang sedang memimpin pertandingan piala Suratin U-18 yang berjumlah 16orang wasit.Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kemampuan kognitif dengan tingkat kecemasan wasit saat memimpin pertandingan. Dalam kemampuan kognitif 9 orang wasit(56,25%) dengan kategori sangat baik, 4 orang (25%) baik, dan 3 orang(18,75%) buruk. Serta ada 11 wasit(68,75%) dengan kategori tingkat kecemasan baik sekali,3 orang(18,75%) baik, 2 wasit (12,5%) masuk kategori buruk. Hasil koefisien korelasi antara kemampuan kognitif dengan tingkat kecemasan wasit saat memimpin pertandingan sebesar 0,827.Kata kunci : kemampuan kognitif, tingkat kecemasan, wasi
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN OTOT TUNGKAI DENGAN KETERAMPILAN SMASH DALAM BADMINTON
The aim of this study whether there was a significant correlation between the strength of arm muscles and leg muscles with skill smash in badminton at the students that followed extracurricular badminton in SMPN Metro City. The method of this research used descriptive correlational. The population of this research was the students of SMPN in Metro city that followed extracurricular badminton. The instrument of this research using push dynamometer arm, leg muscle strength was measured by using a dynamometer Leg, test accuracy smash with kesasaran attack with fixed and accuracy. The result of this research showed that there was significant relationship between the three variables of the study.Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dan otot tungkai dengan keterampilan smash dalam badminton pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler badminton di SMP Negeri Kota Metro. Penelitian ini menggunakan Metode deskriptif korelasional. Populasi penelitian yaitu siswa SMPN di Kota Metro yang mengikuti ekstrakurikuler badminton. Instrumen yang dipakai adalah alat push dynamometer dan Leg Dynamometer, tes ketepatan smash dengan serangan kesasaran dengan tetap dan akurasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dan otot tungkai dengan keterampilan smash dalam badminton.Kata kunci : badminton, otot lengan, otot tungkai, smas
KONTRIBUSI MINAT DAN MOTIVASI TERHADAP PEMBINAAN PRESTASI SEPAKBOLA
This study aims to determine the contribution of the interest and motivation to football coaching achievements. The method used is survey data by using correlational analysis. The collection of data is in the form of interest, motivation and coaching football achievements using a questionnaire. The sample used was a student of Physical Education amounting to 45 students. The analysis showed that the correlation coefficient of interest to coaching football achievements is 0,559. Correlation coefficient motivation to coaching football achievements is 0.639. While the correlation coefficient the interest and motivation to coaching football achievements is 0.826. This means that interest accounted to 31.2%. Motivation accounted to 40.8%. While interest and motivation give contribution to the achievement of coaching football at 68.2%. The Conclusion of this study shows that the interest and motivation have contributed very "strong" to coaching football achievements of Physical Education.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi antara minat dan motivasi terhadap pembinaan prestasi sepakbola. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan analisis data menggunakan korelasional. Pengumpulan data berupa minat, motivasi dan pembinaan prestasi sepakbola menggunakan angket. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa Pendidikan Jasmani yang berjumlah 45 mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefesien korelasi minat dengan pembinaan prestasi sepakbola 0,559. Koefesien korelasi motivasi dengan pembinaan prestasi sepakbola 0,639. Sedangkan Koefesien korelasi minat dan motivasi dengan pembinaan prestasi sepakbola 0,826. Artinya minat memberikan kontribusi sebesar 31,2%. Motivasi memberikan kontribusi sebesar 40,8%. Sedangkan minat dan motivasi memberikan kontribusi terhadap pembinaan prestasi sepakbola sebesar 68,2%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa minat dan motivasi memiliki kontribusi yang sangat kuat terhadap pembinaan prestasi sepakbola Pendidikan JasmaniKata kunci : minat, motivasi, sepakbola
KONTRIBUSI KEKUATAN LENGAN, KEKUATAN TUNGKAI, DAN KELENTUKAN TERHADAP BANTINGAN PINGGUL
This research aims to investigate the contribution of the arm muscle strength, leg muscle strength and flexibility of the hips slamming on athletes wrestling in PPLP Lampung. The method used in this study is a survey research with technique test. The samples used were all wrestling athletes of PPLP Lampung, amounting to 5 people. Data collection techniques are using test and measurement techniques and data analysis using regression techniques. The result showed that the arm muscle strength is 83,57%, leg muscle strength accounted is 83,51%, flexibility accounted is 24,42%. It can be concluded that the arm muscle strength gives contribution to the abilty of the hip dings. As implied to gain succes in the sport of wrestling hip dings, it needed to pay attention to all the physical elements, especially the strength of arm muscles.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kekuatan otot lengan, kekuatan otot tungkai dan kelentukan terhadap bantingan pinggul pada atlet gulat di PPLP lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei dengan teknik test. Sampel yang digunakan adalah seluruh atlet gulat PPLP Lampung yang berjumlah 5 orang. Teknik pengambilan data menggunakan teknik tes dan pengukuran serta teknik analisis data menggunakan regresi. Hasil penelitian menunjukan kekuatan otot lengan sebesar 83,57%, kekuatan otot tungkai memberikan kontribusi sebesar 83,51%, Kelentukan memberikan kontribusi sebesar 24,42%. Dapat disimpulkan bahwa kekuatan otot lengan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kemampuan bantingan pinggul. Sebagai implikasikan untuk memperoleh keberhasilan bantingan pinggul pada olahraga gulat, perlu memperhatikan semua unsur fisik terutama kekuatan otot lengan.Kata kunci : bantingan pinggul, gulat, kekuatan, kelentukan, otot lengan, tungka
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT BANTU TALI DAN BASKOM SEBAGAI PENGEMBANGAN SERVIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan alat bantu tali dan baskom terhadap peningkatan ketepatan servis bulutangkis pada siswa kelas IV di SDN 2 Natar Lampung Selatan tahun pelajaran 2011/2012.Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Dengan populasi sebanyak 60 siswa, terdiri dari 2 kelas : IV-A berjumlah 31 siswa dan IV-B berjumlah 29 siswa, karena populasi kurang dari 100 maka penelitian ini adalah penelitian sampel populasi. Instrumen yang digunakan The French Badminton Test dengan validitas 0,85 dan tingkat reliabilitas 0,77. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji-t.Hasil penelitian menunjukkan: pertama, ada pengaruh yang signifikan pada kelompok eksperimen setelah diberi perlakuan menggunakan alat bantu tali dan baskom sebagai model pengembangan ketepatan servis pada siswa. Kedua, tidak ada latihan yang diberikan pada kelompok kontrol maka tidak ada pengaruh atau peningkatan yang signifikan juga pada pengembangan ketepatan servis. Ketiga, pada tes awal tidak ada perbedaan ketepatan servis yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Keempat, pada tes akhir ada perbedaan hasil ketepatan servis antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan alat bantu tali dan baskom terhadap peningkatan ketepatan servis bulutangkis pada siswa kelas IV di SDN 2 Natar Lampung Selatan tahun pelajaran 2011/2012
PERSEPSI SISWA DAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH DASAR
Kompetensi adalah sesuatu yang wajib dimiliki oleh seorang guru profesional. Dan kompetensi itu sendiri meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan kompetensi profesional. Tujuan dari peneliti melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kompetensi guru pendidikan jasmani sekolah dasar di kecamatan batanghari menurut persepsi siswa dan kepala sekolah.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dan yang menjadi subjek dan objek penelitian adalah beberapa sekolah dasar, siswa dan kepala sekolah di kecamatan batanghari.Dari hasil penelitian diketahui bahwa kompetensi guru pendidikan jasmani sekolah dasar di Kecamatan Batanghari sudah memenuhi apa yang menjadi tuntutan dalam Undang-Undang Guru dan Dosen No.14 tahun 2005. Hal itu dibuktikan dengan beberapa aktifitas pendukung dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani yang dilakukan oleh beberapa guru penjas. Dan berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan langsung yang dilakukan.Kata Kunci: persepsi siswa, persepsi kepala sekolah, kompetensi guru
PENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR LEMPAR CAKRAM DENGAN MODIFIKASI ALAT
Penelitian ini bertujuan untukmemperbaikidan meningkatkan proses pembelajaran gerak dasar lempar cakram pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 23 Bandar Lampung tahun pelajaran 2011/2012, dengan menggunakan bantuan alat yang di modifikasi berupa selang yang dibentuk lingkaran dengan diameter 20 cm, piring plastik, dan cakram yang terbuat dari kayu/papan.Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) denganmenggunakantigasiklus. Dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VIII C yang berjumlah 36siswa, denganjumlah 18 laki-lakidan 18 perempuan. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan menggunakan instrumen penilaian tes gerak dasarlemparcakram.Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil tes awal gerak dasar lempar cakram dengan rerata 45,9, sedangkan yang mendapatnilai di atas rerata kelas sebanyak 16 siswa atau 44,4% dan yang mendapat nilai di bawah rerata kelas sebanyak 20 siswa atau55,5%.Berdasarkan hasil penelitian, dapat penulis simpulkan bahwa dengan modifikasi alat berupa selang yang di bentuk lingkaran, piring plastik dan cakram yang terbuat dari papan/kayu dapat meningkatkan gerak dasar lempar cakram pada siswa kelas VIII C SMP N 23 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2011/2012.kata kunci : gerak dasar lempar cakram, modifikasi alat bant
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT DAN JIGSAW TERHADAP PENGUASAAN MATERI SEKS BEBAS
Of thie research to find the comparation of learning cooperative of NHT type and jigsaw type toward the mastery of free sex material at eight grade students of SMP IT Fitrah Insani Bandar Lampung in 2010/2011 This research used comparative method. This research was conducted for 1.5 month at SMP IT Fitrah Insani Bandar lampung. Subject of this research was 20 students of eight grade. Data technique of this research used pre test and post test. The pre test and post test analysis used uji t analysis technique. Result of the research from the uji t accounting student’s learning result comparison was thitung : 0.440 ttabel = 1.734, it mean that was significant difference of learning result from whose tought by NHT type and Jigsaw type. From the research it could be conclude that learning result of cooperative learning of NHT type was better than Jigsaw type at eight grade student of SMP IT Fitrah Insani Bandar lampung in 2011/2012.Kata kunci : pembelajaran NHT, pembelajaran jigsaw, materi seks beba
DESKRIPSI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI KECAMATAN KEDATON BANDAR LAMPUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Kedaton Bandar Lampung. Pengambilan data dilaksanakan di lapangan Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah pengukuran kebugaran jasmani terhadap siswa kelas VII SMP Negeri Se-kecamatan Kedaton Bandar Lampung. Pengukuran tingkat kebugaran jasmani yang digunakan untuk anak usia 13-14 tahun yang terdiri dari 5 item tes yaitu lari 50 meter, pull-up, sit-up, loncat tegak, dan lari 800/1000 meter. Sampel penelitian ini sebanyak 156 siswa, putra 79 siswa, putri 77 siswa, yaitu kelas VII SMP Negeri Se-kecamatan Kedaton Bandar Lampung. Analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa kelas VII SMP Negeri Se-kecamatan Kedaton Bandar Lampung adalah 0 siswa (0%) dalam klasifikasi baik sekali (BS),6 siswa(3,8%) dalam klasifikasi baik,68 siswa (43,6%) dalam klasifikasi sedang (S), 78 siswa (50%) dalam klasifikasi kurang (K), 4 siswa (2,6%) dalam klasifikasi kurang sekali (KS)