JUPE (Jurnal Penjaskesrek)
Not a member yet
236 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI DAN FAKTOR LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA PADA PEMAIN SEPAKBOLA
Purpose of study comparison of the level of physical fitness and socio-cultural environment factors on football players of Catur Tunggal football school Bandar Lampung and football playersof amor junior football school Metro under 12 yearsto determine the differences in the level of physical fitness and environmental factors, social and cultural life of football players of amor junior school Metro with football player of Catur Tunggal school Bandar Lampung. This study method is using qualitative descriptive study for the process of collecting research using triangulation, member checking and expert opinion. The result of this study showed differences in physical fitness respondents football players of Amor Junior school as good category(18,5) and respondents of football players of Catur Tunggal school as less category(15,1). Social and culture environment of the football players Amor Junior school as high physical activity and football players Catur Tunggal school in the urban shows low physical activity.Tujuan penelitian perbandingan tingkat kebugaran jasmani dan faktor lingkungan sosial budaya pada pemain sepakbola sekolah sepakbola catur tunggal kota bandar lampung dan pemain sepakbola sekolah sepakbola amor junior metro di bawah usia 12 tahun untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani dan faktor lingkungan sosial budaya pemain Sekolah Sepakbola Amor Junior Metro dengan pemain Sekolah sepakbola Catur Tunggal Bandar Lampung. Metodologi penelitian ini menggunakan metode deskriptif kulitatif untuk proses pengumpulan data menggunakan triangulasi, member checking dan expert opinion. Hasil penelitian ini menunjukan perbedaan kebugaran jasmani responden pemain sekolah sepakbola Amor Junior termasuk kategori bagus (18,5) dan responden pemain sekolah sepakbola Catur Tunggal termasuk kategori kurang (15,1). Lingkungan sosial budaya pemain sekolah sepakbola Amor Junior di pedesaan dengan aktivitas fisik yang tinggi dan pemain sekolah sepakbola Catur Tunggal di perkotaan menunjukan aktivitas fisik yang rendah.Kata kunci: kebugaran jasmani, lingkungan sosial budaya, sepakbol
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERPASANGAN DAN PERSEORANGAN TERHADAP KETERAMPILAN GERAK DASAR DROPSHOT
This study aimed to determine how much influence of the pairs and individual learning models for basic motor skills of dropshot. The research methodology used in this study was a comparative experimental method, with a population of 120 students, and a sample of 30 students. The results showed: first, there was a significant effect of paired learning models to the basic motor skills of dropshot. Secondly, there was a significant effect of individual learning models for basic motor skills of dropshot. Third, there are significant differences on basic motor skills of dropshot. Fourth, learning model that has better influence on basic motor skills of dropshot. It can be concluded that this study gives both models a significant influence on the basic motor skills dropshot in badminton, but pairs learning model has a better effect than individual learning model for basic motor dropshot skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran berpasangan dan perseorangan terhadap kemampuan gerak dasar dropshot. Metodologi penelitian yang diunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen komparatif, dengan populasi sebanyak 120 siswa, dan sampel sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian menunjukan: pertama, ada pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran berpasangan terhadap kemampuan gerak dasar dropshot. Kedua, ada pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran perseorangan terhadap kemampuan gerak dasar dropshot. Ketiga, ada perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan gerak dasar dropshot. Keempat, model pembelajaran yang lebih baik pengaruhnya terhadap kemampuan gerak dasar dropshot. Maka dapat simpulkan bahwa kedua model pembelajaran ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan gerak dasar dropshot dalam bulutangkis, tetapi model pembelajaran berpasangan memiliki pengaruh yang lebih baik dibandingkan model pembelajaran perseorangan terhadap kemampuan gerak dasar dropshotKata kunci : berpasangan, dropshot, model, pengaruh, perseorangan
KONTRIBUSI DAYA LEDAKTUNGKAI POWER LENGAN DAN KEKUATAN PUNGGUNG TERHADAP KECEPATAN RENANG
This study aimed to determine the contribution of leg muscle explosive power, armpower and back muscle strength against the speed of freestyle swimming at Lampung University Students Penjaskesrek academic year 2015. The method used was survey. Samples were people. Data analysis using regression techniques. The results showed that the explosive power of leg muscle has a correlation coefficient of 0.301 with a contribution of 30.1%, a power arm has a correlation was of 0.468 with a contribution of 46.8%, the strength of the back muscles have a correlation coefficient of 0.188 with a contribution of 18.8%, while explosive power of leg muscle, power arm and back muscle strength had a correlation coefficient of 0.562 with a contribution of 56.2%. From the analysis it can be concluded that the combination of leg muscle explosive power, armpower and back muscle strength contributed most to swimming freestyle.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi daya ledak otot tungkai, power lengan dan kekuatan otot punggung terhadap kecepatan renang gaya bebas pada Mahasiswa Penjaskesrek Universitas Lampung tahun angkatan 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Sampel berjumlah 71 orang. Analisis data menggunakan teknik regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya ledak otot tungkai memiliki koefisien korelasi 0,301 dengan kontribusi sebesar 30,1%, power lengan memiliki koefisien korelasi 0,468 dengan kontribusi sebesar 46,8%, kekuatan otot punggung memiliki koefisien korelasi 0,188 dengan kontribusi sebesar 18,8%, sedangkan daya ledak otot tungkai, power lengan dan kekuatan otot punggung memiliki koefisien korelasi 0,562 dengan kontribusi sebesar 56,2%. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa gabungan antara daya ledak otot tungkai, power lengan dan kekuatan otot punggung memberikan kontribusi yang paling besar terhadap renang gaya bebas.Kata kunci : daya ledak otot tungkai, kecepatan renang gaya bebas, kekuatan otot punggung, power lengan
KONTRIBUSI KELENTUKAN TUBUH , KEKUATAN OTOT LENGAN, KEKUATAN OTOT TUNGKAI DENGAN KEMAMPUAN KAYANG
The purpose of making this observation is to learn the contribution of body flexibility, arm muscle power and leg muscle power to the student of grade VII SHS Nusantara Gedongtataan Pesawaran. Kinds of observation is used is correlational descriptive observation with population is the student of grade VII at SHS Nusantara Gedong tataan which are 20 people, and then taked 20 sample for the observation. The taking sample style is using Total Sampling methods. Data analysis calculation of body flexibility contribution and the powers compare to kayang ability using correlation person product moment analysis style. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui kontribusi dari kelentukan tubuh, kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai pada siswa kelas VII SMP Nusantara Gedongtataan Pesawaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional dengan populasi adalah siswa kelas VII di SMP Nusantara Gedong tataan yang berjumlah 20 orang, kemudian diambil sampel penelitian berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling. Analisis data hasil perhitungan kontribusi kelentukan dan kekuatan dengan kemampuan kayang menggunakan teknik analisis korelasi pearson product moment. Kata kunci : kontribusi, kelentukan, kekuatan, otot, kayan
Pengaruh Workshop Ilmu Keolahragaan Terhadap Peningkatan Kemampuan Kognitif Tentang Ilmu Faal Olahraga Pada Guru Penjasorkes
The purpose of this research is to know how the influence of workshop to increase the knowledge of physiology science at teacher of SMP junior high school in West Lampung regency. The research method used is Pre-Experimental Design with The One Group Pretest-Posttest Design type. In this research, the average value of pre test is 53,5 which is categorized quite good, while the average value of post test is 76,4 which is categorized very good. The result of data analysis shows that there is an increase of cognitive ability of teacher penjasorkes about sports physiology after attending workshop of sports science. The conclusion of this research is the influence of physiology workshop on the improvement of cognitive ability about sports physiology at the junior high school teacher in West Lampung district, which is indicated by the increase of the average score before and after the workshop.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh workshop terhadap peningkatan pengetahuan ilmu faal olahraga pada guru penjasorkes SMP di Kabupaten Lampung Barat. Metode Peneltian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan tipe The One Group Pretest-Posttest Design. Dalam penelitian ini diperoleh data nilai rata-rata pre test adalah 53,5 yang dikategorikan cukup baik, sedangkan nilai rata-rata post test adalah 76,4 yang dikategorikan sangat baik. Hasil analisis data menunjukkan ada peningkatan kemampuan kognitif guru penjasorkes tentang ilmu faal olahraga setelah mengikuti workshop ilmu keolahragaan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh workshop ilmu faal olahraga terhadap peningkatan kemampuan kognitif tentang ilmu faal olahraga pada guru penjasorkes SMP se-kabupaten Lampung Barat, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata sebelum dan sesudah mengikuti workshop.Kata kunci : ilmu faal olahraga, kemampuan kognitif, workshop
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KELOMPOK DAN BERPASANGAN TERHADAP KETERAMPILAN GERAK DASAR SERVIS SEPAKTAKRAW
The purpose of the study was to find out which is more influential among pairs of group learning and skills service to the students of class V sepaktakraw 2 Long Elementary School North. Methodology of research is Methodology experimental. Population of 36 students and the samples were taken using a total sampling technique. Data collection techniques using basic motor skills test sepaktakraw service. After the initial tests and the final effect of group and paired learning model to servicing skills using data analysis techniques t-test. The results showed that no significant effect of group and paired learning model to serve sepaktakraw basic movement skills in class V Long Elementary School 2 North.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui manakah yang lebih berpengaruh antara pembelajaran kelompok dan berpasangan terhadap keterampilan servis sepaktakraw siswa kelas V SD Negeri 2 Panjang Utara. Metodologi yang digunakan adalah Metodologi eksperimen. Populasi berjumlah 36 siswa dan sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes keterampilan gerak dasar servis sepaktakraw. Setelah tes awal dan akhir pengaruh model pembelajaran kelompok dan berpasangan terhadap keterampilan servis menggunakan teknik analisis data uji-t. Hasil penelitian menunjukkan: bahwa ada pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran kelompok dan berpasangan terhadap keterampilan gerak dasar servis sepaktakraw pada siswa kelas V SD Negeri 2 Panjang Utara.Kata kunci : berpasangan, gerak dasar, model pembelajaran kelompok, servis
KONTRIBUSI POWER TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT PUNGGUNG TERHADAP HASIL BANTINGAN PINGGANG PADA ATLET GULAT PUTRA LAMPUNG
The purpose of this study was to determine the of power leg and back muscle strength against dings waist results in wrestling athletes man Lampung in 2016. The method used in the implementation of this study was descriptive correlational. Samples used as many as 20 athletes. Sampling using total sampling technique. Data collected by engineering test and measurement and data analysis technique using product moment correlation.From the research results can be found in the power leg strength and back muscle strength had a significant association with outcome dings waist wrestling. The results showed a correlation power leg with the result of 44.89% kickback waist and then the correlation coefficient back muscle strength with the result of 34.81% kickback waist. From both of these variables can be concluded that the greatest contribution to the waist dings on the leg wrestling is power that is equal to 44.89%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya kontribusi power tungkai dan kekuatan otot punggung terhadap hasil bantingan pinggang pada atlet gulat putra Lampung tahun 2016. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Sampel yang digunakan sebanyak 20 atlet. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan teknik tes dan pengukuran serta teknik analisis data menggunakan korelasi product moment.Dari hasil penelitian di dapat bahwa kekuatan power tungkai dan kekuatan otot punggung memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil bantingan pinggang gulat. Hasil penelitian menunjukan korelasi power tungkai dengan hasil bantingan pinggang sebesar 44,89% kemudian koefesien korelasi kekuatan otot punggung dengan hasil bantingan pinggang sebesar 34,81% . Dari kedua variabel tersebut dapat disimpulkan bahwa kontribusi terbesar terhadap bantingan pinggang pada gulat adalah power tungkai yaitu sebesar 44,89%.Kata kunci : bantingan pinggang, kekuatan otot punggung , power tungka
KONTRIBUSI KEKUATAN LENGAN TUNGKAI, PERUT, KELENTUKAN, DAN KOORDINASI TERHADAP HASIL NECK KIP
The purpose of this research was to know how much the contribution of arm strength, limbs strength, abdominal strength, suppleness, and the coordination of eye-hand-foot to neck kips result. This research used survey method. The samples used were the whole students with a total of 32 students which consisted of 16 males and 16 females. Sampling was using proporsional random sampling techniques. Data was obtained by using test and measuring techniques. Data was analyzed by using regression test. The result of this research showed that the strength of the arm has a contribution of 16,9% for male and female, the strength of limbs have a contribution of 16,4% for male and 16,1% for female, the strength of abdominal has a contribution of 25,1% for male and 19,4% for female, the suppleness has a contribution of 28,9% for male and 31,2% for female, the coordination of eye-hand-foot have a contribution of 10,3% for male and 9,5% for female.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya kontribusi kekuatan lengan, kekuatan tungkai, kekuatan perut, kelentukan, dan koordinasi mata-tangan-kaki terhadap hasil neck kip. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Sampel yang digunakan adalah Seluruh siswa kelas VII SMP N 1 Punggur Lampung Tengah dengan jumlah 32 siswa terdiri dari 16 putra dan 16 putri. Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling. Data dikumpulkan dengan teknik tes dan pengukuran serta teknik analisis data menggunakan regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekuatan lengan memiliki kontribusi sebesar 16,9% putra dan 16,9% putri, kekuatan tungkai memiliki kontribusi sebesar 16,4% putra dan 16,1% putri, kekuatan perut memiliki kontribusi sebesar 25,1% putra dan 19,4% putri, kelentukan memiliki kontribusi sebesar 28,9% putra dan 31,2% putri, koordinasi mata-tangan-kaki kontribusi sebesar 10,3% putra dan 9,5% putri.Kata kunci : kekuatan, kelentukan, kontribusi, koordinasi, neck kip
PENGARUH LATIHAN BENCH PRESS DAN FULL OVER TERHADAP HASIL OVER HEAD PASS
The objective of the research result is to know the influence of training programs bench press and full over for the result over head pass of basket ball to ward of the student of class X grade in SMA PERSADA Bandar Lampung. The type of Research used by research of exsperimental with the population of students ekstracurikuler of X grade in SMA Persada Port Float amounting to 24 person. The Technique sampel used by sreatifieldrandom sampling The Result of the research showed: first, t count/calculate = 13,140> t of[is tables of = its 2,131 meaning there are the influences which significant of the program of practice of bench press as big 133%. Second,T [count/calculate] = 27,843> t of[is tables of = 2,131 get influence which signifikan of at program of practice of full over as big 115,15%.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh program latihan bench press dan full over terhadap hasil over head pass bola basket pada siswa kelas X di SMAPersada Bandar Lampung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan populasi adalah siswi ekstrakulikuler kelas X di SMA Persada Bandar Lampung yang berjumlah 24 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sreatifield random sampling. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, t hitung = 13,140> t tabel = 2,131 artinya terdapat pengaruh yang signifikan pada program latihan bench press sebesar 133%. Kedua,t hitung = 27,843> t tabel = 2,131 terdapat pengaruh yang signifikan pada program latihan full oversebesar 115,15%.Kata kunci : bench press, full over, over head pas
Kontribusi Power Tungkai Dan Kecepatan Reaksi Terhadap Tendangan Mae Gery Pada Atlet Karate Putri
This study aims to find out the contribution between power limbs to the results of the mae gery kick on the independent jaya star athlete Tanjung Bintang. The type of research used is descriptive correlational with a sample of 30 female athletes. data collection techniques using tests and measurements. The results of the study and analysis showed that the average results of the measurement of female athlete's limb strength were 2.19, reaction speed of 59.73, the ability to shoot the mae gery 0.267. The results of the study concluded that the limb power contributed to the mae gery kick of 14.60% in female karate athletes in the independent Jaya star Tanjung Bintang. Reaction Speed gives contribution to mae gery kicks in the amount of 18.7% in female karate athletes independent jaya star Tanjung Bintang.Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kontribusi antara power tungkai terhadap hasil tendangan mae gery pada atlet putri bintang jaya mandiri tanjung bintang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan sampel sebanyak 30 atlet putri. teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Hasil penelitian dan analisis menunjukkan rata-rata hasil pengukuran power tungkai atlet putri adalah 2,19, kecepatan reaksi 59,73, kemampuan tendangan mae gery 0,267. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa power tungkai memberikan kontribusi terhadap tendangan mae gery sebesar 14,60% pada atlet karate putri bintang jaya mandiri Tanjung Bintang. Kecepatan Reaksi memberikan komtribusi terhadap tendangan mae gery sebesar 18,7% pada atlet karate putri bintang jaya mandiri Tanjung Bintang. kata kunci : karate, kontribusi power tungkai, kecepatan reaksi, tendangan mae ger