383 research outputs found

    DINAMIKA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA PERNAH KAWIN DI INDONESIA: ANALISIS DATA IFLS 1997, 2000, DAN 2007

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan pemakaian alat kontrasepsi dari tahun 1997-2007 pada wanita kawin usia 15-49 tahun dan alasan tidak memakai alat kontrasepsi lagi berdasarkan data Indonesia Family Life Survey (IFLS) 1997, 2000, dan 2007. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui karakteristik wanita pernah kawin yang menggunakan alat kontrasepsi, sedangkan tabulasi silang digunakan untuk mendapatkan pola penggunaan alat kontrasepsi berdasarkan karakteristik individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wanita pernah kawin yang menggunakan alat kontrasepsi berada pada kelompok umur di bawah 40 tahun dan baru memiliki 1-2 orang anak. Dari sisi pendidikan, paling banyak berpendidikan rendah dan menikah pada usia muda, sedangkan wanita yang berpendidikan tinggi cenderung menunda perkawinannya. Jenis kontrasepsi yang paling banyak dipakai adalah hormonal, baik dari tahun 1997-2000 maupun dari tahun 2000-2007. Mayoritas akseptor baru tahun 2000 dan 2007 memakai alat kontrasepsi jenis hormonal, demikian juga akseptor yang berhenti memakai sebelumnya menggunakan jenis hormonal. Alasan penghentian pemakaian alat kontrasepsi terbanyak adalah karena keinginan mempunyai anak lagi. Sebagian besar mereka berada pada kelompok umur di bawah 30 tahun dan baru memiliki 1-2 orang anak.

    BONUS DEMOGRAFI SEBAGAI MESIN PERTUMBUHAN EKONOMI: JENDELA PELUANG ATAU JENDELA BENCANA DI INDONESIA?

    Get PDF
    oai:jurnal.ugm.ac.id:article/8559Tulisan ini menganalisis korelasi bonus demografi dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Bonus demografi diasumsikan dapat mendongkrak perekonomian nasional melalui pertumbuhan tenaga kerja produktif. Dalam kasus Indonesia, bonus demografi belum dioptimalkan secara maksimal karena kebijakan pemerintah yang masih setengah hati. Ekonomi Indonesia tumbuh melalui konsumsi kelas menengah yang didapat dari bonus demografi. Namun konsumsi perlu diimbangi dengan produktivitas sehingga Indonesia terhindar dari jebakan negara berpenghasilan menengah. Tulisan ini akan mengelaborasi lebih lanjut bonus demografi dalam konteks perekonomian Indonesia

    TREN PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI DI INDONESIA 1991-2012

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tren pemakaian alat kontrasepsi di Indonesia dalam kurun waktu 1991-2012 yang dibedakan sebelum reformasi (tahun 1991-1997) dan setelah reformasi (tahun 2002/3-2012). Analisis menggunakan data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 1991, 1997, 2002/2003, dan 2012. Sampel yang digunakan adalah wanita kawin usia 15-49 tahun. Pembahasan berdasarkan dua periode, yaitu 1991-1997 dan 2002/2003-2012. Penelitian ini menemukan adanya peningkatan pemakaian kontrasepsi yang cukup signifi kan pada periode 1991-1997, tetapi peningkatan tidak cukup berarti dari tahun 2002/2003 hingga 2012. Kondisi ini juga berkorelasi dengan tren TFR di kedua periode tersebut. Perbedaan tren ini berkaitan dengan perbedaan pelaksanaan program KB di tiap daerah. Dua jenis kontrasepsi yang paling banyak digunakan sejak tahun 1991 hingga 2012 adalah pil dan suntik. Namun tren pemakaian suntik terus meningkat, sedangkan pil mengalami penurunan. Penelitian ini juga menemukan bahwa dinamika pemakaian kontrasepsi modern terus meningkat, tetapi pada saat yang bersamaan, pemakaian cara tradisional juga tetap bertahan. Pemakaian kontrasepsi modern ditemukan menurun di sebagian kecil provinsi, seperti DIY, Bali, NTT, dan Maluku

    PERAN GANDA PEDAGANG PEREMPUAN DI PASAR SENI MERTHA NADI LEGIAN, BALI

    Get PDF
    Zaman sekarang banyak perempuan telah berpartisipasi dalam sektor publik. Namun hal ini dapat menimbulkan kon ik pembagian waktu bagi perempuan, yaitu dalam tugas domestik dan aktivitas sosial sebagai perempuan Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah tanggungan keluarga, pendapatan nonkerja, dan pelaksanaan kegiatan adat istiadat terhadap alokasi waktu perempuan pedagang cenderamata di Pasar Seni Mertha Nadi Legian, baik secara simultan maupun secara parsial. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara tidak terstruktur. Teknik sampling yang digunakan adalah systematic random sampling menggunakan sampel sebanyak 70 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pendapatan nonkerja tidak memengaruhi perubahan konsumsi waktu luang dan alokasi waktu kerja perempuan di sektor publik. Jika intensitas untuk kegiatan adat sedang tinggi, maka waktu mereka untuk bekerja akan berkurang. Pedagang perempuan di Pasar Seni Mertha Nadi Legian selalu memiliki alasan untuk tetap bekerja selain banyaknya pekerjaan domestik yang seharusnya mereka lakukan demi pengembangan diri dan kesejahteraan keluarganya.

    PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI ISTRI DALAM KELUARGA

    Get PDF
    Salah satu kunci kesuksesan keluarga berencana adalah partisipasi para istri dan suami dalam pemakaian kontrasepsi. Penggunaan kontrasepsi selama ini masih didominasi oleh istri. Pembuatan keputusan dalam pemakaian kontrasepsi oleh istri dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tingkat pengetahuan dan pengalaman pemakaian kontrasepsi akan mempengaruhi pembuatan keputusan. Banyak istri tidak mengetahui jenis kontrasepsi yang terbaik buat dirinya dan bagaimana kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode kontrasepsi. Faktor istri yang bekerja di luar rumah mempunyai pengaruh dalam meningkatnya determinasi sang istri dalam pembuatan keputusan. Dalam kelompok umur di atas 24 tahun, istri juga memiliki peran yang cukup kuat. Demikian juga, determinasi pengambilan keputusan masalah-masalah dalam keluarga baik oleh istri atau bersama-sama dengan berkontribusi besar akan meningkatkan kemampuan istri untuk mengambil keputusan dalam pemakaian kontrasepsi

    SIASAT BERTAHAN, MODEL PENGELOLAAN REMITANSI, DAN USAHA MIKRO KELUARGA BURUH MIGRAN

    Get PDF
    Tulisan ini menjelaskan pemahaman para tenaga kerja migran terhadap masalah, terutama yang terkait dengan kehidupan keseharian mereka, juga strategi mereka untuk memecahkan masalah-masalah yang muncul. Data yang digunakan sebagai dasar dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara terhadap keluarga tenaga kerja migran di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Remitan dari migran, strategi mengatasi masalah dalam rumah tangga, dan institusi lokal adalah hal-hal yang penting diketahui untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh terhadap isu tenaga kerja migran. Hal-hal inilah yang perlu diketahui oleh organisasi tenaga kerja migran yang ada. Memahami persoalan tentang kondisi migran yang sebenarnya akan berimplikasi pada pengorganisasian mereka agar dapat menjadi aset di masa depan

    Pengetahuan Perempuan Indonesia Tentang HIV/AIDS

    Get PDF
    HIV/AIDS is a serious health problem in the world, including in Indonesia. It has a huge impact in economic, social and political aspects. There fore research regarding the knowledge of HIV/AIDS become important. This paper explores women’s knowledge of HIV/AIDS in Indonesua using secondary data from Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) 2007. In measuring the knowledge indicator used such as have you ever heard about HIV/AIDS, knowledge of the transmission abd HIV/AIDS prevention. Statistic descriptive, composit and binary logistic were using to answer the research problem. The result shows that women’s knowledge in HIV/AIDS is fairly good. The main factor which influence women’s knowledge of HIV/AIDS is their level of education along with their spouse. Women who have finished their education in senior high has twice better knowledge on HIV/AIDS compared to those who did not finish

    RESOLUSI KONFLIK ETNIK SAMAWA DAN ETNIK BALI Dl SUMBAWA

    Get PDF
    This study aims to understand the background of conflict between Samawa ethnic and Balinese that still undercover for more than 25 years. The objective of this study are to explore the background of Balinese movement to Sumbawa, to identify the underlying causes of conflict between Samawa ethnic and Balinese and to address the conflict resolution that had been applied. The study applied qualitative approach. This study reported that the motivation of Balinese moved to Sumbawa were to increased their standard of live. Domination of the Balinese in social, economic, political and cultural aspects became the underlying factors of conflict between Balinese and Samawanes. Community based conflict resolution were applied through involving the community leaders from both side in coordination process and increased cultural communication for the shake of harmony and tolerance among society in Kabupaten Sumbawa

    EVALUASI KEBIJAKAN PENGENDALIAN BANGUNAN Dl KABUPATEN SLEMAN

    No full text
    The implementation of 1MB Permit in Sleman just reached the number of ownership 28.65% from full scale building. This became the strong indication that 1MB permit in Sleman is not yet optimal in reaching the target. This research uses evaluation study to explain the three factors as the root causes of the policy optimalization. First, service. The research shows that there were still service uncertainty in aspects of time and expenses, limitation of officers, and complexity of the procedure. Second, society awareness. The society awareness was still low in acknowledge the benefit to have 1MB permit. This was caused by the ineffective socialization from the government. Third, law enforcement. The related law in establish the firm 1MB permit should be strengthen. There should be a clear reward and punishment involved in this case

    BANTUAN LANGSUNG TUNAI MENGATASI MASALAH DENGAN MASALAH

    No full text
    The government has been conducting the effort to eliminate poverty by performing several programs. One of them is Program Kompensasi Pengurangan Subsidi BBM (PKPS-BBM/Oil Subsidy Compensation Program) by giving direct cash transfer (Bantuan Langsung Tunai/BLT). BLTaims at reducing the proportion of poor people significantly. During the implementation, many problems accrured. The obstructed of information to the people during the implementation of BLT has caused the misunderstanding among the people. This eventually caused protests. The data of poor people did not reflect the real condition in the field since the limitation of village elites during the process of data collecting. The indicators to decide which people are poor were also not reflected the real condition which procured conflicts. Another impact from this miscollecting of data was that inaccuracy of target group who supposed to received BLT

    281

    full texts

    383

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Populasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇