Populasi
Not a member yet
383 research outputs found
Sort by
KEPENDUDUKAN: MENUJU SUATU ILMU KEMANUSIAAN TERPADU
Sesuai dengan naskah aslinya, tulisan belum dilengkapi dengan abstraksi
STUDI PERBANDINGAN EKONOMI REGIONAL KALIMANTAN TIMUR DAN RIAU
A financially constrained central goverment no longer has the capacity to fund major development projects throughout the country. Jakarta must look more to the regions for ideas,money and initiatives.Reforms are required in regional authority, and innational programmes-from rice to foods policies and transmigration-which have a regional impact. The "unity" of the last twenty years of strong central government has to be complemented more effetively by the "diversity" which flows from a greater emphasis inregional initiative and self reliance
TRANSMIGRATION AND REGIONAL DEVELOPMENT IN INDONESIA; POLICY OPTIONS BETWEEN MYTH AND REALITY
Pelaksanaan program transmigrasi di Indonesia terkesan sangat ambisius dengan berorientasi kepada masalah demografl. Tiap Pelita ditargetkan pengiriman sejumlah transmigran ke luar Jawa dan Bali sering tidak realistik dan menimbulkan permasalahan yang besar. Untuk mengatasi masalah ini disarankan hal-hal sebagai berikut. Jumlah transmigran yang dikirim tidak didasarkan kepada target kesesuaian daya tampung di daerah tujuan. Pemindahan penduduk diprioritaskan bagi daerah kritis, bencana alam, atau wilayah yang terkena proyek pembangunan. Penduduk lokal dengan keragaman sosial budaya perlu diikutkan dalam program ini. Usahakan peningkatan pengiriman transmigran spontan
FARMING SYSTEM AND DEMOGRAPHIC BREAK POINTS
Propinsi Lampung sampai pertengahan tahun 1970-an masih daerah penerima. Sejak lima belas tahun beberapa bagian propinsi ini menjadi daerah pengirim. Untuk menguraikan kejadian itu, suatu angka "tekanan penduduk" dipakai. Angka tekanan penduduk dihitung dari kepadatan penduduk dan penggunaan tanah. Kalau "tekanan penduduk" mencapai suatu tingkat yang tinggi (demographic break point) untuk kepala keluarga ada dua kemungkinan - mengganti cara pengolahan/penggunaan tanah, atau pindah. Untuk peilihan penggunaan tanahh tersebut faktor budaya (suku bangsa) lebih berpengaruh daripada kesuburan tanah. Untuk sistem perkebunan tingkat tekanan penduduk adalah 300j./km2, untuk persawahan: 600s.d. 1.000/km2, dan untuk tegalan: 300 s.d. 350j./km2.
KARAKTERISTIK RUMAH TANGGA MISRIN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
The proximate of poverty level is based on expenditure per individual member of a household. The low expenditures are primarily found among households engaged in labouring activities or in agricultural sector. The cousequences of a low expenditure or income is the inability of the household in providing appropriate needs for its members, including access to informations and schooling.An enhancement of humanresources development and promotionof equal access to the remunerative activities are among alternatives of raising the low income households
THE IMPLEMENTATION OF SLUM AND SQUATTER IMPROVEMENT PROGRAMS IN THE RIVER BASINS OF YOGYAKARTA*
Permukiman di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) merupakan masalah yang tidak bisa dihindarkan di kota-kota besar di Indonesia. Kota Yogyakarta dialiri tiga sungai yang kiri-kanannya terdapat hunian yang padat. Selain padat, kualitas permukiman juga buruk. Pihak penguasa tidak lagi berusaha untuk menghilangkan permukiman itu karena dianggap tidak akan memecahkan masalah. Sebaliknya, telahdiimplementasikan kebijakan yang tujuannya untuk memperbaiki kualitas permukiman tersebut, baik dari sisi fisik maupun nonfisik. Tidak kurang dari tujuh program telah dilaksanakan di sepanjang aliran sungai di Yogyakarta. Sayangnya, sebagian besar program tersebut belum bisa dikatakan sukses. Sifat program yang sporadis atau tidak berkesinambungan, kurang terlibatnya pemimpin informal setempat, dan lemahnya upaya menggalang partisipasi masyarakat adalah sebagian penyebab kurang berhasilnya program-program yang dilaksanakan