Teknik Mesin "TEKNOLOGI"
Not a member yet
106 research outputs found
Sort by
Efektivitas Power Fuel Sebagai Alat Penghemat Bahan Bakar Minyak
Dengan harga/kebutuhan BBM pada alat transportasi yang semakin meningkat dengan cadangan minyak dan gas yang semakin berkurang, maka diperlukan suatu langkah penghematan. Salah satu cara yang telah dilakukan adalah dengan memasang alat penghemat bahan bakar sebelum karburator (untuk motor bensin). Pada penelitian ini, penulis akan menguji keefektipan alat penghemat bahan bakar minyak jenis magnet “Powerfuel” pada mesin bensin Enduro XL. Dalam pengujian ini akan dikaji bagaimana pengaruh pembukaan gas terhadap berbagai parameter prestasi mesin dan emisi gas buang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Powerfuel dapat meningkatkan daya mesin (Ne = 14,37 %) dan efisiensi thermal (hth = 29,81 %). Sedangkan pemakaian bahan bakar mengalami penurunan (FC = 14,34 %) dan emisi gas buang, terutama HC, CO dan NOx sebagai substansi pencemar udara masing-masing mengalami kenaikan (HC) dan mengalami penurunan (CO dan NOx). Kata kunci : Parameter prestasi mesin, emisi gas buang, alat penghemat BBM
Pengaruh Penambahan Brown’s Gas Terhadap Prestasi dan Emisi Gas Buang Motor Bensin
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Prestasi dan emisi gas buang yang dihasilkan oleh motor bensin yang berbahan bakar bensin (premium) ditambahkan dengan Brown’s gas, (2) Perbandingan prestasi dan emisi gas buang yang dihasilkan oleh motor bensin yang berbahan bakar bensin (premium) ditambah dengan Brown’s gas dibandingkan dengan yang menggunakan bahan bakar bensin (premium) murni. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Pengujian Mesin-Mesin Jurusan Teknik Mesin Universitas Muslim Indonesia Makassar. Enduro XL adalah mesin uji yang digunakan dan generator brown’s gas yang digunakan adalah generator brown’s gas dengan elektroda berbahan pelat baja tahan karat (stainless steel). Hasil penelitian menunjukkan prestasi mesin dengan pengujian menggunakan bahan bakar premium ditambah Brown’s gas lebih baik dibandingkan dengan hasil yang diperoleh pada pengujian dengan hanya menggunakan bahan bakar bensin (premium). Daya efektif (Ne) lebih tinggi 27,02%, pemakaian bahan bakar spesifik lebih rendah 27,70%, dan efisiensi thermal lebih besar 38,32%. Emisi gas buang (HC dan CO) yang dihasilkan pada mesin yang ditambahkan dengan Brown’s gas lebih baik dibandingkan dengan emisi gas buang yang dihasilkan pada mesin yang hanya menggunakan premium. Untuk HC, lebih rendah 22,81%, CO lebih rendah 35,46%.Kata kunci: Brown’s gas, hidroxy, knall gas, bahan bakar ai
Pengaruh Kondisi Kalor Masukan Evaporator Terhadap Unjuk Kerja Pompa Kalor Temperatur Tinggi
Kondisi kalor masukan pada evaporator sangat berpengaruh terhadap unjuk kerja pompa kalor. Kajian analitis telah dilakukan dengan dua variabel utama yaitu temperatur dan beban masukan pada evaporator. Refrigeran yang digunakan dalam studi ini adalah isobutana (R-600a). Kajian ini berguna sebagai penentuan kondisi kerja evaporator pada pompa kalor temperatur tinggi berbantuan pemanas energi surya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kompresor dengan tekanan kerja maksimum 25 bar maka tempeatur evaporator maksimum yang dibolehkan untuk rasio tekanan PR = 3 tidak boleh melebihi 60 °C. Sedangkan untuk PR = 2,5 tidak boleh melebihi temperatur 67 °C, untuk PR = 2 tidak boleh melebihi 78 °C, dan PR = 1,5 temperatur evaporator maksimum yang diizinkan dapat mencapai 90 °C. Koefisien performansi (COP) pompa kalor akan semakin kecil jika temperatur evaporator dan rasio tekanan semakin meningkat. Terdapat hubungan polinomial antara temperatur evaporator, rasio tekanan dan COP pompa kalor
Analisis Teknik Pembakaran Pada Turbin Uap Sebagai Energi Penggerak Mula
Pembakaran adalah proses tercampurnya oksigen dan karbon secara sangat cepat dan menghasilkan panas. Oksigen berasal dari udara, sedangkan karbon berasal dari berbagai macam bahan bakar atau yang diklasifikasikan sebagai bahan bakar.Pembakaran pada boiler diartikan sebagai proses penyatuan secara kimia dari bahan bakar dan oksigen dari udara dengan kecepatan reaksi tertentu yang menghasilkan energi. Sistem pembakaran diklasifikasikan atas; (1) pembakaran sempurna, (2) pembakaran tidak sempurna.Perhitungan proses pembakaran adalah titik awal dari perancangan dari boiler, tungku dan peralatan lain yang menghasilkan panas dari proses pembakaran, didapat; (1) jumlah unsur-unsur yang terlibat dalam rekasi kimia, (2) jumlah panas yang dihasilkan, (3) efisiensi pembakaran. Potensi konservasi energi pada proses pembakaran adalah (1) pembakar atau nosel, (2) jenis atomisasi, (3) kotak api. Kata kunci: Pembakaran, Turbin Uap,Penggerak Mul
Perbandingan Emisi Gas Buang Bahan Bakar Premium dan Pertamax Pada Kendaraan
Penelitian ini adalah penelitian experimen yang bertujuan untuk mengetahui kadar emisi gas buang yang dihasilkan bahan bakar premium dan pertamax. Mesin Exhaust Gas Analysis “Tecnotes Type 488 Plus digunakan untuk mengambil data tentang emisi gas buang yang dihasilkan oleh kedua jenis bahan bakar tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar CO yang dihasilkan premium adalah sebesar 0,4983 % vol sedangkan CO yang dihasilkan Pertamax adalah sebesar 0,4100 % vol. CO yang dihasilkan premium lebih tinggi 0.0793 % Vol dari pertamax. HC yang dihasilkan premium sebesar 372,50 ppm/vol, sedangkan HC yang dihasilkan pertamax sebesar 346.25 ppm/vol. Hasil ini menunjukkan bahwa kadar HC yang dihasilkan pertamax lebih rendah 26.25 ppm/vol dibanding kadar HC yang dihasilkan premium. Kata Kunci: Emisi Gas Buang, Premium, Pertama
Analisis Getaran Pada Balok Beda Jenis Dengan Variasi Posisi Eksiter
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi getaran setiap tumpuan dan mengetahui besaran-besaran dinamik akibat putaran yang bekerja. Secara keseluruhan besaran-besaran dinamik yang diperoleh dari hasil perhitungan dengan menggunakan fungsi transfer kecepatan untuk sistem getaran balok baja dan kuningan pada prinsipnya sama dengan hasil yang diperoleh dengan menggunakan fungsi transfer simpangan. Dari hasil penelitian diperoleh data yaitu untuk tumpuan yang berbeda pada posisi eksiter L/2 terlihat bahwa tumpuan Engsel-Roll mempunyai Frekuensi Resonansi lebih kecil yakni sebesar 115,133 rad/s, sebanding dengan tumpuan Jepit-Roll dan Jepit-Lepas yang nilai Frekuensi Resonansi (ωres) sama yakni sebesar 125,600 rad/s. Perbedaan frekuensi pribadi pada ketiga jenis tumpuan dipengaruhi oleh putaran dan kekakuan dari sistem tersebut. Sedangkan pada posisi eksiter L/4 pada masing-masing tumpuan menunjukkan bahwa nilai frekuensi resonansi untuk tumpuan Engsel-Roll dan Jepit-Lepas sama yakni sebesar 125,600 rad/s, sedanghkan untuk tumpuan Jepit –Roll lebih besar yaitu 146,533 rad/s. Kata Kunci: Getaran, Tumpuan Jepi
AnalisisPerubahan Tekanan dan Temperatur Kondensor Menggunakan Refrigeran R-22 pada AC 1 PK
Gas refrigeran AC pada tekanan dan temperatur tinggi kemudian meninggalkan kompressor AC (pemampatan gas akan menyebabkan naiknya temperatur) dan masuk ke kondensor AC dimana gas didinginkan menjadi bentuk cair. Refrigerasi adalah pengeluaran kalor dari suatu ruangan dan kemudian mempertahankan keadaannya sedemikian rupa sehingga temperaturnya lebih rendah dari temperatur lingkungannya. Suhu/temperatur pada waktu proses kondensasi ini terjadi masih lebih tinggi dari temperatur udara disekitarnya. Oleh karena itu refrigeran yang mengalir keluar dari kondensor menuju TXV melalui “filter drier” masih akan mengalami proses perpindahan kalor yang akan menurunkan suhu refrigeran lebih rendah lagi dari suhu cair jenuhnya (saturated liquid).Proses penurunan suhu setelah melalui titik “saturated liquid” ini disebut proses subcooling dan wujud refrigeran disebut “subcooled liquid”. Penelitian yang akan dilaksanakan bersifat kajian teoritis dan eksperimental eksperimental. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Penurunan tekanan masuk kondensor ke tekanan keluar kondensor terjadi tapi tidak signifikan hanya sekitar 5 Psi. sedangkan penurunan temperatur masuk ke temperatur keluar kondensor terjadi penurunan yang sangat signifikan yaitu sekitar 40 0C, dengan demikianbahwa proses kondensasi di dalam kondensor tidak mempengaruhi tekanan atau tekanan relatif tetap dan menurunkan temperatur dari temperatur tinggi ke temperatur rendah.Kata-kata kunci: AC, Kondensor, Tekanan dan temperatu
Analisis Desain Pengisian Tangki Udara Bertekanan Dengan Sistem Injeksi Silinder Pneumatik
Arus kendaraan lalulintas yang memadati jalan raya saat ini adalah sebuah investasi energi yang dapat menghasilkan gaya-gaya dinamis apabila dihubungkan ke silinder pneumatic. Selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi baru berupa udara bertekanan tanpa harus menggunakan kompressor. Yang ingin dicapai dari mekanisme ini adalah bagaimana menghemat energi dengan cara menggantikan tenaga kompresor dengan tenaga dari laju kendaraan yang melintas. Dengan demikian maka tenaga listrik dan bahan bakar yang selama ini dimanfaatkan sebagai sumber tenaga oleh kompresor untuk menghisap udara atmosfir tidak diperlukan lagi. Silinder kerja pneumatik dimanfaatkan untuk menghisap udara luar yang kemudian ditekan ke dalam tabung (tangki) peyimpanan udara bertekanan. Sebuah pelat pijakan yang ditempatkan di atas permukaan jalan akan memberikan gaya ungkit terhadap torak silinder pneumatik. Tenaga yang diperlukan untuk menekan pelat pijakan tersebut berasal dari beban dinamis kendaraan mobil yang melintasi jalan raya. Untuk mencegah terjadinya tekanan balik udara bertekanan dari dalam tangki dibutuhkan dua buah katup non balik yang terpasang seri dengan dua buah katup buang cepat. Udara bertekanan yang masuk ke dalam tangki diperlukan pendekatan teknik analisis data secara deskriptif menurut golongan atau jenis kendaraan yang melintasi jalan. Data-data tersebut selanjutnya diformulasikan ke dalam beberapa rumus untuk menghasilkan data-data perhitungan. Dari hasil –hasil perhitungan tersebut kemudian dilakukan pembahasan untuk mengetahui karakteristik dari alat tersebut. Pertambahan tekanan P1 dan P2 masuk ke dalam tangki penampungan adalah berkisar antara 0,24 sampai 0,27 untuk gerakan torak maju dan antara 0,42 sampai 0,48 untuk gerakan torak mundur. Untuk memperoleh tekanan kerja 4 sampai 8 bar dari udara betekanan maka diperlukan paling sedikit frekuensi beban dinamis dari kendaraan mobil berkisar mulai 10 sampai 20 kali. Kata kunci: Laju kendaraan, gaya dinamis, silinder pneumatik, udara bertekana
Analisis Pengaruh Variasi Temperatur Pemanasan Terhadap Kekuatan Bending Pada Baja Carbon Sedang
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh perbedaan variasi temperatur terhadap beban bending. Dan Membandingkan pengaruh perbedaan tiga media pendingin yaitu, air tawar, air asin dan oli bekas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur pemanasan sangat berpengaruh terhadap kelenturan dan kekuatan. Pada hasil penelitian yang yang telah dilakukan bahwa kekuatan bending yang terbesar terjadi pada temperatur 800ºC pada beban 4460 N dengan tegangan lentur sebesar 1475.43 N/mm² kemudian temperatur 900ºC pada beban 4780 N dengan tegangan lentur sebesar 1581.285 N/mm² untuk media pendingin air asin. Dari tiga jenis media pendingin yang digunakan bahwa pada temperatur di bawah 700ºC material normal masih lebih tinggi kelenturanya dibandingkan dengan menggunakan media air tawar, air asin dan oli bekas. Kata Kunci : Bending, Kekuatan, Baja Carbon, Pendingina
Pengaruh Temperatur Pada Campuran Minyak Kelapa Dan Bahan Bakar Solar Terhadap Sudut Injeksi Dan Dinamika Api
Berbagai sumber minyak/lemak dapat dijadikan sebagai bahan bakar biodiesel, antara lain minyak kelapa (coconut oil), minyak sawit (CPO), minyak biji jarak (jathropha curcas), minyak kedelai, minyak canola (rapessed oil), dan sebagainya.Pada penelitian ini dilakukan pencampuran minyak kelapa dan bahan bakar solar yang diberi temperatur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur pada campuran minyak kelapa dan bahan bakar solar terhadap sudut injeksi dan dinamika api. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental. Pemberian temperatur pada campuran minyak kelapa dan solar dengan suhu 40 oC, 50 oC, 60 oC, 70 oC, dan 80 oC.Dengan kenaikan temperatur pada campuran minyak kelapa dan bahan bakar solar, maka akan menurunkan viskositas dan densitas bahan bakar itu sendiri. Sudut injeksi sangat dipengaruhi oleh temperatur. Semakin tinggi temperatur, maka semakin menyebar sudut injeksinya. Sudut injeksi tertinggi pada campuran 50 % minyak kelapa dan 50 % bahan bakar solar yaitu 11.118 0 terjadi pada temperatur 80 0C. Sedangkan Sudut injeksi tertinggi pada campuran 70 % minyak kelapa dan 30 % bahan bakar solar yaitu 10.586 0 juga terjadi pada temperatur 80 0C. Temperatur juga sangat berpengaruh pada dinamika api pembakaran. Semakin tinggi temperatur, maka semakin sempurna hasil pembakaran. Kata kunci : Minyak kelapa, bahan bakar solar, sudut injeksi, dinamika api, temperatu