Teknik Mesin "TEKNOLOGI"
Not a member yet
106 research outputs found
Sort by
Pengaruh Debit Aliran Air Terhadap Efektivitas Radiator ef 10,52
Dalam dunia otomotif khususnya pada mesin motor bakar yang dikenal berbagai macam sistem yang bekerja. Sistem yang bekerja tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Kemajuan dibidang otomotif secara prinsip merupakan implikasi dari adanya tuntutan pengguna otomotif itu sendiri. Berdasarkan pengaruh debit aliran air terhadap efektifitas radiator, maka diperoleh efektifitas terbaik e = 0,931 dengan debit Q = 0,388 m3/s, pada putaran n = 1900 rpm, efektifitas fin ef = 10,52 dan efesisensi finh = 0,697 % Kata kunci : Debit aliran air, efektifitas radiato
Analisis Kesetaraan Nilai Kalor LPG dengan Biogas dari Biodigester Skala Rumah Tangga
Gas metana terbentuk karena proses fermentasi secara anaerobik oleh metan atau disebut juga bakteri anaerobik yang mengurai sampah-sampah yang mengandung bahan organik sehingga terbentuk gas metan (CH4) yang apabila dibakar dapat menghasilkan energi panas. Gas metana sama dengan gas LPG (Liquid Petroleum Gas), perbedaanya adalah gas metana mempunyai satu atom C, sedangkan elpiji memiliki atom C yang lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesetaraan nilai kalaor LPG dengan biogas dari biodigester skala rumah tangga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan agustus sampai dengan November 2011 di Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai kalor bersih biogas yang dihasilkan dari biodigester skala rumah tangga sebesar 19,8 Joule/cm3, setara dengan 0,33 kg LPG dan masih jauh di bawah nilai kalor LPG, demikian pula dengan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan biogas. akan tetapi cukup menguntungkan karena dapat mengurangi ketergantungan akan bahan bakar fosil yang ketersediaannya terbatas dan dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Selain itu bahan bakar gas bio bersih tidak menghasilkan asap.Kata kunci: Nilai kalor, Biogas, LP
Kajian Kendali Mutu Unit Pengantongan PT. Berdikari Sari Utama Flour Mills
Pengendalian kualitas merupakan salah satu cara untuk membantu perusahaan dalam menangani masalah kerusakan, maka dengan demikian tentunya akan mengurangi kualitas produk/barang pada kegiatan proses produksi. Dari hasil analisis perhitungan menunjukkan bahwa nilai rata-rata (P) untuk unit packers masing-masing ܲP6 = 0,0517 %, ܲP7 = 0,0874 %,ܲ P8 = 0,1251 %,ܲ P9 = 0,1244 %, ܲP10 = 0,3260 %, ܲP11 = 0,1765 %, ܲP12 = 0,3261 %
Pengaruh Kinerja Mesin Diesel Terhadap Nitrogen Oksida (NOx) pada Emisi Gas Buang
Proses pembakaran atau penguapan bahan bakar tersebut akan menghasilkan gas buang (emisi). Atmosfer yang bisa disebut udara yang terdiri dari gas utama, yaitu Oksigen (O2) sebanyak kurang lebih 21% volume dan Nitrogen (N2) sebanyak kira-kira 78% dari bagian atmosfer. Sisa 1% lainnya dari berbagai gas, yaitu Argon (Ar) sebanyak 0,94%, sisanya 0,06% terdiri dari CO2, CO, CxHy, NOx, SOx, dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kinerja mesin mesin diesel Yanmar L-40-E-DT terhadap kandungan NOx pada emisi gas buang. Pada pengujian ini dilakukan variasi pembebanan yaitu 750,1000 dan 1250 gram pada putaran mesin konstan 3000 rpm. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa daya mesin 0,349 – 0,518 (KW), oksida nitrogen berkurang dari 84% menjadi 50 %, Semakin besar pembebanan kadar oksida nitrogen juga mengalami penurunan dari 84 hingga 50 %. Perubahan Efisiensi thermal sangat mempengaruhi penurunan dan kenaikan unsur- unsur kimia yang terkandung didalam gas buang,Efisiensi Thermal 16,66 – 24,33%, kadar oksida nitrogen turun dari 84 – 50 %. Kata kunci: Kinerja mesin, Emisi gas buang NO
Design of A Control Strategy for Gantry Crane Systems
The aims of this research are to identify a gantry crane process, analyze its model, design appropriate controllers and implement them on laboratory scale. As objectives, the controllers which have been designed should meet the specifications: stable, no steady state error, no overshoot and as fast as possible of settling time. The system consists of a gantry crane and its load, an electromotor as actuator and its transmission system, an angle and velocity sensor, a box which is A/D and D/A converter and a USB interface towards a laptop. Mathematical and experimental model analyzing have been used to analyze the system. Software tools namely Matlab Simulink is used for modeling, analyzing and design the controller, and the LabView application program is used for measurements, steering signals and implementation of the controller. Specifically, the root locus method has been used in designing the controller.Simple proportional controllers have been designed for the crane and its pendulum with gains of 3 and -4 respectively. After applied the proportional controllers and some tuning to find the optimal point of the controllers, a stable system with settling time of 98 % final value about 0.825 seconds, no overshoot and zero steady state error is achieved. So, all of the controllers requirements are fulfilled. Keywords: Crane, modeling, controller
Peningkatan Kualitas Biji Kakao Pascapanen Pada Musim Hujan Melalui Modifikasi Proses Pengeringan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan mutu kekeringan biji kakao hasil perkebunan rakyat dari kadar air ± 12 % (musim kemarau) dan ± 25 % (musim hujan) menjadi < 7,5 %. Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah meningkatkan mutu biji kakao kering hasil produksi tradidisional agar dapat bersaing dengan produk kakao dari Negara eksportir lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut: penelitian direncanakan 2 tahun, kegiatan tahun pertama antara lain; melakukan pengujian mutu biji kakao hasil produksi petani, kegiatan ini meliputi analisis kandungan kadar air dengan menggunakan metoda oven 150 ºC, kandungan aroma (metil pirazin) dengan teknik kromatografi gas (perego et al. 2004). Uji lainnya seperti kadar lemak, kadar jamur, kadar kulit dan kotoran serta pengamatan fisik dan warna. Kegiatan selanjutan adalah merancang alat pengering buatan yang menggunakan uap air sebagai energi untuk mengeringkan biji kakao, temperatur dalam kotak pengering dipertahankan maksimum 60ºC. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa alat pengering biji kakao hasil penelitian dapat mengeringkan biji kakao sampai 7,15% dalam waktu 30 jam dan 5,64% dalam waktu 35 jam, serta telah memenuhi standar mutu kakao SNI 01-2323-2000. Kata Kunci: Biji kakao, pengeringan, mutu
Analisis Sifat Mampu Keras Baja Karbon Hasil Proses Karburasi
Penelitian ini bertujuan untuk mngnalisa sifat mampu keras baja yan secara umumdiketahui mempunyai nilai krbon kurang dari 0,2 % yaitu baja ST 37.Bahan mula mula dinaikkan nila karbonnya melalui proses karburasi dengan media batu bara murni. Proses peningktsn kekerasandiharapkan dapat terjadi dengan perlakuan panas untuk bahan yang sudah dikrburai dan bahan yang tidak dikarburasi yng diikuti quenching atau pendingingan dengan media yang bervariasi. Hasil analisa menuunkhan untuk pross laku panas yang sama terlihat bahwa kekerasan bahan yang melalui proses karburasi. Ini membuktikan bahwa kandungan karbon baja mempunyai pengaruh yang signidfikan terhadap sifat mampu keras baja Kata kunci : Baja Karbon, Karburasi, Kekerasan Baj
Perancangan dan Pembuatan Perkakas Pengarah dan Penuntun Gurdi (Jig Drill) Jenis Close Jig Drill
Pelaksanaan hampir setiap proses produksi didukung oleh pemakaian mesin perkakas. Supaya mesin perkakas dapat melaksanakan tugasnya dengan baik mesin perkakas itu dilengkapi dengan perkakas (sering disebut perkakas bantu) sebagai contoh; bila kita ingin membuat lubang drill pada sebuah benda, pertama yang di butuhkan adalah mesin drill, kemudian untuk membuat lubang diperlukan perkakas drill (mata drill) dan untuk mencekam benda kerja diperlukan perkakas pencekam yaitu ragum. Dengan melihat perlengkapan pengeboran tersebut dapatlah diambil kesimpulan bahwa untuk membuat lubang diperlukan mesin perkakas dan alat perkakas yang dapat menunjang pembuatan lubang tersebut. Untuk mempersingkat waktu pengerjaan, meningkatkan kepresisian baik ukuran lubang, maupun jarak antara lubang dan kemudahan dalam operaional pembuatan lubang drill maka dirancang dan dibuat suatu perkakas pengarah dan penuntun gurdi (Jig drill). Kata kunci : Mesin perkakas, Penuntun gurd
Perbandingan Penggunaan CDI AC Dengan CDI DC Terhadap Pemakaian Bahan Bakar Pada Motor Empat Tak
Otomotif sebagai salah satu pengguna energi yang cukup besar, tentunya diharapkan adanya upaya-upaya menghemat pemakaian bahan bakar. Sehubungan dengan itu diharapkan pihak-pihak yang berkecimpung dalam bidang otomotif untuk melakukan suatu terobosan melalui penelitian dan pecobaan-percobaan, sehingga menciptakan motor yang tenaganya optimal dengan pemakaian bahan bakar yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dapat atau tidaknya sepeda motor Honda Astrea Grand menggunakan CDI DC, mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pemakaian bahan bakar pada sepeda motor Honda Astrea Grand yang menggunakan CDI AC dengan yang menggunakan CDI DC, serta mengetahui seberapa besar perbedaan pemakaian bahan bakar pada sepeda motor Honda Astrea Grand yang menggunakan CDI AC dengan yang menggunakan CDI DC. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa CDI DC dapat digunakan pada sistem pengapian sepeda motor Honda Astrea Grand dengan ketentuan CDI DC yang akan digunakan harus memiliki tegangan kerja yang sama dengan tegangan sistem pengisian baterai pada Honda Astrea Grand, ada perbedaan pemakaian bahan bakar pada motor 4 tak (Sepeda Motor Honda Astrea Grand) yang menggunakan CDI AC dengan yang menggunakan CDI DC, pada setiap tingkat kecepatan pemakaian bahan bakar pada motor (Sepeda Motor Honda Astrea Grand) yang menggunakan CDI DC lebih hemat dibandingkan dengan yang menggunakan CDI AC. Perbedaan terbesar terdapat pada kecepatan 60 km/jam gigi percepatan 4 yaitu sebesar 2,499 cc atau 15,45 %. Kecepatan ideal dalam rangka pemakaian bahan bakar paling hemat terdapat pada kecepatan 60 km/jam ketika menggunakan CDI DC. Kata Kunci: CDI AC, CDI DC, Bahan Bakar, Motor Empat Ta
Perbandingan Efek Refrigerasi dan Waktu Pendinginan pada Refrigerator yang Menggunakan Variasi Pemasangan Heat Exchangers
This studyaimstocompare the refrigeratingeffect and chilling period to the refrigerator with variationsheat exchangerinstallation.Tests performed on the test section consists of two types of heat exchangers, Suction-Liquid Heat Exchanger (SLHX) and Tube in Tube Heat Exchanger (TiTHX). Test data measured at the temperature of the cooling load temperature of 60C to - 60C and the working fluid is used as a cooling medium is a refrigerant 12. As a result, it was obtained that in this research wasrefrigerating effectby system that uses TiTHX 0.6% greater than the refrigeration system that uses SLHX. This is due to there is little difference between the temperature of evaporation and temperature liquid refrigerant that will go into the expansion device on a system that uses TiTHX than refrigeration systems that use SLHX. Chilling period required to reach the steady state temperature measurements (60C) and final conditions (-60C) is shorter on a system that uses TiTHX than systems that use SLHX. Keywords : refrigerator, heat exchangers, refrigerating effect, chilling period