Teknik Mesin "TEKNOLOGI"
Not a member yet
106 research outputs found
Sort by
Analisis Getaran Pada Berbagai Jenis Bahan Kayu Dengan Metode Fungsi Transfer
Berkenaan dengan tingkat kestabilan dan kekuatan-kekuatan barang produksi dilihat dari segi penggunaan barang tersebut adalah efek redaman pada konstruksinya. Terutama bila konstruksi barang tersebut menerima beban yang berubah-ubah, beban bolak balik dan beban tiba-tiba. Efek redaman dipengaruhi oleh suatu bahan atau sistem yang bergetar. Pemelihan bahan atau material yang baik untuk suatu produk sangatlah dipengaruhi oleh karakteristik dari bahan tersebut. Kekuatan spesimen untuk semua jenis bahan kayu adalah : - Kayu ulin : 208538 N/m, faktor redaman = 0,008820 - Kayu bayam : 176422 N/m, faktor redaman = 0,008685 - Kayu jati : 132081 N/m, faktor redaman = 0,008361 Dan faktor peredam untuk bahan yang berbeda diperoleh bahwa faktor peredam tersebut terjadi pada bahan kayu uli
Unjuk Kerja Alat Pemecah Kemiri Dengan Sistem Sentrifugal
Tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk meningkatkan mutu biji kemiri melalui proses pemecahan yang cepat dan efisien sehingga dapat memenuhi kebutuhan daging kemiri dalam jumlah yang besar. Prinsip kerja dari alat ini adalah menggunakan prinsip pelempar dan tumbukan keras yang disebabkan oleh energi kinetik dengan gaya sentrifugal. Daya penggerak yang berasal dari motor listrik ditransmisikan dengan sistem sabuk poros piringan pelempar. Dengan gaya sentrifugal, biji kemiri yang dimasukkan melalui corong pemasukan menuju poros piring pelempar kemudian akan terlempar ke dinding pemecah dan selanjutnya akan keluar melalui corong pengeluaran. Modifikasi yang dilakukan pada piring pelempar kemiri menghasilkan daya dorong yang cenderung lebih cepat, serta dinding pemecah yang berbentuk limas terpancung menyebabkan biji kemiri yang terbentur pada dinding langsung jatuh pada corong pengeluaran. Berdasarkan hasil pengujian alat ini dapat disimpulkan bahwa hasil kerja mesin kurang efektif hal ini disebabkan pengeringan biji kemiri yang belum mencapai standar kekeringan yang diinginkan. Dapat dilihat lebih dominannya biji yang pecah tidak utuh dari hasil pemecahan menggunakan mesin hasil modifikasi
Analisis Kebisingan Terhadap Motor Bakar 2 Tak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar tingkat kebisingan lingkungan yang ditimbulkan oleh sepeda motor 2 tak. Selain itu juga untuk mengetahui perbedaan tingkat kebisingan lingkungan yang ditimbulkan oleh sepeda motor 2 tak merek (Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki. Data penelitian ini diperoleh dengan metode eksperimen dan menggunakan bantuan alat “Sound Level”. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. objek penelitian ini adalah kendaraan bermotor yang beroperasi di Kota Makassar merek (Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki). Hasil analisis data dapat ditarik kesimpulan bahwa besarnya tingkat kebisingan motor 2 tak, merek Yamaha sebesar 83,19 dB(A), Suzuki sebesar 84,28 dB(A), dan Kawasaki 84,98 dB(A). juga pada motor 2 tak tidak terdapat perbedaan tingkat kebisingan yang signifikan
Wastewater Treatment Technologies (a review of advantages and drawbacks)
Wastewater is resulted from residential, institutional, and commercial and industrial establishments and includes household waste liquid from toilets, baths, showers, kitchens, sinks and so forth that is disposed of via sewers. In many areas, sewage also includes liquid waste from industry and commerce. Sewage can be treated close to where it is created, a decentralised system, (in septic tanks, biofilters or aerobic treatment systems), or be collected and transported via a network of pipes and pump stations to a municipal treatment plant, a centralised system. Wastewater treatment generally involves three stages, called primary, secondary and tertiary treatment. Primary treatment consists of temporarily holding the sewage in a quiescent basin where heavy solids can settle to the bottom while oil, grease and lighter solids float to the surface. The settled and floating materials are removed and the remaining liquid may be discharged or subjected to secondary treatment. Secondary treatment removes dissolved and suspended biological matter. Secondary treatment is typically performed by indigenous, water-borne micro-organisms in a managed habitat. Secondary treatment may require a separation process to remove the micro-organisms from the treated water prior to discharge or tertiary treatment. Tertiary treatment is sometimes defined as anything more than primary and secondary treatment in order to allow rejection into a highly sensitive or fragile ecosystem (estuaries, low-flow rivers, coral reefs,...). Treated water is sometimes disinfected chemically or physically prior to discharge into a stream, river, bay, lagoon or wetland, or it can be used for the irrigation of a golf course, green way or park. Review of advantages and drawbacks of wastewater treatment are done by considering the decontamination capacity, operating cost, energy consumption, maintenance, resources needed and etc
Modifikasi Alat Penjernih Air Dengan Menggunakan Sistem 4 Jenis Media Dan Filterisasi
Air merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan manuasia di muka bumi ini, dari sekian banyak manfaat air salah satu yang paling utama adalah untuk kebutuhan rumah tangga terutama untuk air minum. Namun terkadang air yang terkandung di alam banyak mengandung partikel-partikel yang dapat membahayakan pada tubuh manusia bila tidak diolah secara baik.untuk itu dibutuhkan n alat penjernih air. Tujannya untuk mendapatkan alat penjerih yang efektif, efisien dan ekonomis sertamendapatkan kualitas air yang lebih baik untuk dikomsumsi setelah dimodifikasi dengan menggunakan sistem 4 jenis media dan filterisasi. Pengujian dilakukan dengan mengambil data sebanyak tiga kali pengujian yaitu pada volume 2 liter, 4 liter dan pada volume 6 liter, dengan cara mengalirkan air dari bak penampungan memalui alat penjernih air yang menggunakan 4 jenis media yaitu pasir silika, zeolit, karbon aktif (arang)dan manganeese greensand, kemdian dilanjutkan dengan filterisasi. Dari hasil pengjian memperlihatkan bahwa kecepatan air bersifat konstan dalam volume 2 liter air dibutuhkan waktu 46,33667 detik dengan kecepatan 0,151511 m/s sampai 0,151397 m/s dan menurnkan kadar fisik, kimia dan mikrobiologi dari air sumur menjadi air layak komsumsi. Kata Kunci: Air bersih, Media dan filterisas
Pengembangan Energi Alternatif Panas Bumi Untuk Kebutuhan Energi Listrik Di Indonesia
Kebutuhan akan energi listrik yang ramah lingkungan merupakan hal yang mutlak diperlukan oleh bangsa indonesia. Dengan besarnya cadangan panas bumi yang dimiliki oleh indonesia bahkan menjadi sumber yang terbesar didunia yang diperkirakan 40% cadangan panas bumi berada diindonesia yang dikenal dunia dengan sebutan ring of fire, sehingga pemanfaatan sumber daya alam ini sangat diperlukan serta kelebihannya yang merupakan sumber energi yang ramah lingkungan sehingga energi panas bumi merupakan primadona untuk pembangkit listrik dimasa datang. Meskipun dalam realisasinya tidaklah mudah karena adanya beberapa hambatan dan besarnya biaya investasi untuk membangun pembangkit listrik tersebut, tapi dengan meningkatnya kesadaran untuk hidup sehat serta menipisnya cadangan energi fosil diharapkan kekayaan alam indonesia berupa panas bumi ini terus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kata kunci: Panas bumi, Listrik, Ring of fire, Ramah lingkunga
Penyulingan Air Radiasi Matahari Hemat Energi dan Ramah Lingkungan
Kecukupan akan kebutuhan air baik untuk air minum, untuk keperluan pertanian maupun untuk keperluan industri, sampai saat ini masalah tersebut belum dapat dipecahkan secara tuntas. Kebutuhan akan air tersebut diperkirakan dan pasti akan terus meningkat seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta semakin bertambahnya jumlah populasi manusia. Di Indonesia, masalah keterbatasan air terjadi di hampir seluruh daerah. Di daerah-daerah yang kondisi geografisnya tergolong tandus, masalah kekurangan air tersebut sangat dirasakan, terutama untuk keperluan di bidang pertanian, industri, serta kebutuhan sehari-hari. Sebaliknya di daerah-daerah yang persediaan airnya cukup melimpa seperti di daerah pesisir pantai, namun masalah yang dihadapi adalah sulitnya mendapatkan air bersih/tawar untuk keperluan mandi, minun, dan sebagainya. Untuk mengatasi kekurangan air untuk kebutuhan air baik untuk keperluan manusia sehari-hari, keperluan untuk pertanian, maupun untuk keperluan industri, telah banyak diperkenalkan teknik memproduksi air tawar, sebagai contoh: penyulingan air, osmosa balik, dan elektrodialisis. Namun, pembuatannya memerlukan biaya cukup tinggi serta membutuhkan energi yang besar, selain itu alat tersebut relatif mengancam kelestraian/kebersihan lingkungan hidup. Untuk mengatasi masalah ini, maka beberapa peneliti mencoba memperkenalkan sistem penyulingan air dengan menggunakan radiasi matahari. Pembuatan alat ini cukup sederhana dan tidak memerlukan biaya tinggi karena kebutuhan akan energinya dapat terpenuhi oleh sinar matahari yang gratis, selain itu alat ini cukup ramah lingkungan. Dari beberapa alat penyulingan air yang telah ditemukan dan diperkenalkan oleh para peneliti terdahulu, namun tentu saja masih terdapat kelemahan sehingga unjuk kerjanya belum maksimal, terutama dari segi efisiensi penggunaan energi dan ramah terhadap lingkungan hidup. Kata kunci: Hemat energi, ramah lingkunga
Analisis Debit Aliran Air Bersih Kampus II UNM Parangtambung Makassar
Air bersih yang merupakan kebutuhan dasar hidup manusia keberadaannya kini semakin sulit didapatkan seiring dengan semakin berkembangnya peradaban manusia. Semakin terbatasnya cadangan sumber air bersih tidak saja disebabkan oleh meningkatnya populasi manusia akan tetapi kerusakan lingkungan menjadi penyebab utama rusaknya ekosistem dan keseimbangkan lingkungan sehingga berdampak pada terbatasnya produksi air tanah. Pelayanan air bersih yang baik akan berdampak langsung pada perbaikan kualitas hidup manusia sehingga ketersediaannya tidak saja untuk jangka waktu tertentu tetapi diharapkan dapat berkelanjutan sampai batas peradaban manusia itu sendiri. Untuk menjamin kontinyuitas ketersediaan air bersih pada sebuah daerah pelayanan membutuhkan perencanaan yang baik sehingga diperlukan langkah-langkah teknis dalam menghitung jumlah kebutuhan air bersih daerah tersebut. Universitas Negeri Makassar sebagai salah satu lembaga layanan masyarakat di bidang pendidikan tinggi dan merupakan perguruan tinggi negeri terbesar dalam bidang ilmu kependidikan di Indonesia timur bertanggungjawab penuh untuk menyediakan layanan air bersih yang paripurna guna menunjang aktivitas di dalamnya dapat berjalan lancar, sehingga sasaran jangka panjang yang hendak diraih untuk menjadi world class university dapat dicapai. Kata kunci: Air Bersih, Air Tana
Analisis Hydraulic Trolley Jack Kapasitas 2 Ton
Semakin banyaknya mesin pengangkat yang mengarah kepada praktis dalam hal pengoperasian adalah alat angkat yang menggerakkan tenaga fluida inkompresible sebagai media kerja yang utama. Tujuan Analisa yaitu Untuk mengetahui prinsip kerja Hydraulic pada Hidraulic Trolley Jack kapasitas 2 ton, mengetahui kemampuan system hidraulic dalam mengangkat beban maksimum dengan variasi ukuran sesuai dengan beban yang diangkat dan mengetahui karakteristik dan gaya-gaya yang terjadi dari lengan hydraulic Trolley Jack kapasitas 2 ton. Analisa yang diperoleh adalah untuk kecepatan pada batang AB, (VB) = 18,0982 mm/s, untuk kecepatan pada batang FG, (VG) = 6,6 mm/s, untuk gaya angkat batang, pada selinder angkat Wk = 19620 N, pada tuas pompa Fh = 18,5 kgf, untuk pengangkat tinggi maksimum tuas pengangkat dipompa sebanyak 49 langkah. Kata kunci: Pengangkat System Hidraulic Trolley Jack Kapasitas 2 To
Penggunaan Rotary Dryer Untuk Pengeringan Rumput Laut
Pengering putar memiliki silinder yang dapat berputar 20 rpm, berdiameter 30 cm, dengan panjang 40 cm, menggunakan briket batubara sebagai bahan bakar sumber panas, dan digerakkan oleh sebuah motor lewat perantaraan pulley. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap perubahan kadar air rumput laut dengan menggunakan pengering putar. Penelitian ini menggunakan alat pengering putar berbahan bakar briket batu bara dan bahan rumput laut Gracilaria sp. Rancangan penelitian menggunakan 3 kali perlakuan yaitu, suhu: 60 oC, 75oC, dan 90 oC, variasi lama pengeringan: 1,5 jam, 2,5 jam, 5 jam, dan 7,5 jam. Hasil rumput laut kering dilakukan uji kadar air. Hasil penelitian menunjukkkan (1)Terdapat pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap penurunan kadar air rumput laut dengan menggunakan pengering putar. (2) Untuk mencapai kadar air standar rumput laut Gracilaria sp hingga 25% diperlukan waktu sebagai berikut: (a) suhu 60 oC diperlukan waktu pengeringan 3,59 jam, (b) suhu 75 oC diperlukan waktu pengeringan 3,18 jam, (c) suhu 90 oC diperlukan waktu pengeringan 2,92 jam. (3) besarnya biaya pengeringan berbanding terbalik dengan lama waktu pengeringan, semakin cepat waktu pengeringan semakin mahal biaya yang diperlukan. Kata Kunci: Pengering putar, rumput laut, kadar air, lama pengeringan, suh