Prosiding Semnastek
Not a member yet
1032 research outputs found
Sort by
DETEKSI PUPIL SEDANG BERAKOMODASI BERBASIS COMPUTER VISION MENGGUNAKAN METODE INTERVAL SATU RATA-RATA
Salah satu proses penentuan visus myopia berbasis computer vision adalah penentuan nilai visus yang didapat dari deteksi mata yang sedang berakomodasi ketika membaca huruf yang ditampilkan pada program berdasarkan ketentuan ukuran baris snellen. Deteksi pupil berakomodasi ini, digunakan sejumlah data nilai pupil yang tidak berakomodasi sebagai batas pupil tidak berakomodasi. Pupil yang tidak berakomodasi tidak statis. Pupil yang tidak sedang berakomodasi secara dinamis membesar dan mengecil dalam suatu nilai interval yang tidak sebesar ketika sedang berakomodasi. Karena itu diperlukan suatu nilai ambang yang memisahkan antara nilai pupil yang berakomodasi dengan yang tidak berakomodasi. Untuk mendapatkan nilai ambang pemisah pupil yang berakomodasi dengan yang tidak berakomodasi digunakan metode interval satu rata-rata. Penggunaan metode interval satu rata-rata, menghasilkan nilai ambang yang sesuai dengan pemberian nilai confidence nya. Nilai confidence dikonversi menjadi nilai keyakinan perubahan secara dinamis dari pupil ketika sedang tidak berakomodasi. Berdasarkan percobaan dan urutan proses yang diirancang, penentuan batas nilai pupil untuk mata sedang berakomodasi dengan mata tidak sedang berkomodasi dapat dilakukan dengan menggunakan metode interval satu rata-rata
USULAN WAKTU PREVENTIVE MAINTENANCE UNTUK MENURUNKAN DOWNTIME MESIN PAPER MILL 1 DENGAN RELIABILITY BLOCK DIAGRAM (Studi Kasus: PT Indah Kiat Pulp and Paper)
PT Indah Kiat Pulp and Paper Serang mill merupakan produsen kertas. Produk yang di hasilkan di PT Indah Kiat Pulp and Paper Serang mill yaitu kertas warna cokelat (brown paper) dan kertas warna putih (white paper) dengan jumlah gramatur (gsm) yang berbeda beda. Berdasarkan laporan dari pihak maintenace perusahaan PT Indah Kiat Pulp and Paper Serang mill pada area produksi PMA terhadap kerusakan mesin yang beroperasi selama 3 tahun terakhir, didapatkan mesin yang mengalami waktu downtime tertinggi yaitu terjadi pada mesin paper mill 1. Terjadinya downtime dapat menyebabkan proses produksi terhenti serta menyebabkan produk yang di hasilkan tidak sesuai kualitas yang di tentukan. Penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan reliability block diagram untuk menentukan keandalan mesin paper mill 1 sehingga dapat di tentukan penjadwalan preventive maintenance. Penelitian ini bertujuan menentukan penjadwalan preventive maintenance pada mesin paper mill 1 untuk menurunkan waktu downtime dengan menggunakan simulasi monte carlo. Dari hasil yang di dapatkan periode waktu preventive maintenance untuk menjaga keandalan sub-equipment pada mesin paper mill 1 di PT Indah Kiat Pulp and Paper Serang mill adalah untuk sub-equipment dryer setiap 8 hari, sub-equipment wire part setiap 16 hari, sub-equipment press part setiap 18 hari, sub-equipment size press setiap 28 hari, sub-equipment rewinder setiap 44 hari, sub-equipment calender setiap 41 hari dan sub-equipment pope reel setiap 30 hari. Dengan hasil penjadwalan preventive maintenance yang sudah di dapatkan lalu di simulasikan dengan simulasi monte carlo. Hasil dari simulasi di hitung waktu avaibility, hasil avaibility preventive lebih besar dari corrective maka dengan demikian penerapan preventive maintenance yang diusulkan tidak mengurangi availability dari sistim Paper Mill 1
PEMANCAR PADA TRANSMISI ENERGI LISTRIK TANPA KABEL
Energi listrik menjadi sebuah kebutuhan penting untuk menunjang kehidupan dan aktifitas manusia. Seiring dengan pemenuhan kebutuhan energi listrik maka penelitian yang terkait dengan sistem transmisi juga semakin berkembang. Salah satu metode yang saat ini telah digunakan yakni pada pengisian baterai HP tanpa menggunakan kabel (Wireless Power Transfer WTP). Sistem tersebut tentunya didukung oleh berbagai komponen. Pemancar merupakan salah satu bagian dari sistem transmisi energi listrik tanpa kabel. Pada penelitian dibahas tentang pemancar pada frekuensi 13,7 MHz untuk transmisi energi listrik tanpa kabel. Perancangan menggunakan metode Wien Bridge yang dapat menghasilkan tegangan sebesar 17,2 Volt dengan efisiensi 90,6% pada frekuensi 13,7 MHz
ANALISIS PERBANDINGAN EFISIENSI WAKTU DAN BIAYA ANTARA METODE KONVENSIONAL SLAB, PRECAST HALF SLAB DAN PRECAST FULL SLAB PADA PROYEK BANGUNAN HOTEL BERTINGKAT DI SURABAYA
Pekerjaan struktur beton pada proyek hotel bertingkat di Surabaya, banyak menggunakan metode konvensional, salah satunya adalah pekerjaan plat lantai. Sehingga perlu dilakukan perbandingan metode kerja untuk pekerjaan plat lantai, dengan metode perbandingan antara slab konvensional ,precast half slab danprecast full slab, yang dikhususkan untuk membandingkan tingkat efisiensi waktu dan biaya. Jumlah lantai pada kasus ini adalah 39 lantai. Berdasarkan hasil perhitungan dan perbandingan, dapat disimpulkan bahwa durasi pelaksanaan menggunakan metode slab konvensional, paling lama dibandingkan dengan menggunakan metode precast full slabdan precast half slab. Durasi konvensional sekitar 229% dibanding full slab, dan half slab lebih lama 20% dibanding full slab. Sedangkan biaya termurah adalah metode slab konvensioanl dibanding 2 (dua) metode alternative lainnya, untuk harga per lantai per m², Harga pekerjaan per m² , untuk metode precast full slab Rp 500.589 , precast half slab Rp 485.851 , dan slabkonvensional Rp 444.917. Prosentase deviasi harga per m², antara precast full slab dan precast half slab adalah 3% , sedangkan bila precast full slab dan slab konvensional adalah 11%
RANCANG BANGUN PROTOTIPE SISTEM INFORMASI KONDISI GEDUNG MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINO DAN MODUL GSM
Makalah ini menguraikan tentang rancang bangun prototipe sistem informasi kondisi gedung. Kondisi gedung dinyatakan dengan tiga variabel keadaan yaitu asap, suhu, dan getaran. Jika ada indikasi kebakaran dan/atau potensi gempa maka sebuah penanda peringatan (buzzer) akan berbunyi dan informasi dikirim melalui pesan singkat ke telepon seluler yang nomor kontaknya teregistrasi dalam sistem. Informasi yang dikirim memuat alamat lengkap atau lokasi gedung sehingga pihak-pihak yang berkepentingan seperti unit pemadam kebakaran atau dinas yang bertanggung jawab dalam penanganan bencana dapat segera mengetahui lokasi kejadian. Prototipe yang dirancang dan direalisasikan menggunakan tiga buah sensor, yaitu sensor asap MQ5, sensor suhu LM35, dan sensor getaran SW420. Komponen yang berfungsi sebagai unit pemroses utama dalam sistem ini adalah mikrokontroler Arduino. Sebuah penampil LCD ditambahkan untuk memperlihatkan nilai dari variabel keadaan yang terukur oleh sensor. Modul GSM dihubungkan dengan port output mikrokontroler untuk memfasilitasi transmisi pesan singkat ke telepon seluler yang teregistrasi dalam sistem. Hasil pengujian menunjukkan sistem berfungsi sesuai tujuan perancangan. Setiap data sensor dapat ditampilkan dengan akurasi yang baik serta informasi yang menunjukkan indikasi bencana kebakaran atau gempa terkirim melalui pesan singkat ke telepon seluler yang nomornya teregistrasi dalam sistem
PENGGUNAAN BIODIESEL B30 UNTUK SEKTOR PEMBANGKIT LISTRIK DALAM RANGKA PENGHEMATAN DEVISA
Dalam semester pertama tahun 2018, neraca perdagangan RI banyak mengalami defisit. Hanya pada bulan Maret dan Juni mengalami surplus. Total selama semester pertama 2018 mengalami defisit sekitar US 642 juta atau sekitar Rp. 8,9 triliun (dengan harga solar Rp. 7.600/liter dan rate Rp. 13.800/US 500 juta (Rp. 7,25 triliun) setiap tahunnya, devisa dapat dihemat dengan penggunaan B30 untuk sektor pembangkit listrik
UNJUK KINERJA PEMBANGKIT ENERGI ELEKTRIK MEMANFAATKAN LIMBAH PANAS MESIN MOBIL CITY CAR MENGGUNAKAN MODUL TERMO ELECTRIC COOLER (TEC)
Perkembangan teknologi untuk menghemat bahan bakar menjadi isu yang menarik dalam penelitian. Energy listrik masih menjadi kebutuhan primer pada system internal combustion engine. Ditinjau secara micro dalam penggunaan elektrikal diterapkan pada system pengapian mesin yang bersumber pada battery mobil. sistem elektrikal pada mobil bersumber pada alternator. Cara kerja alternator menggunakan pulley kopel putaran mesin alternator tersebut juga berdampak membebani putaran mesin. System elektrikal yang mampu menghemat bahan bakar mesin tersebut dapat kita temukan pada modul thermoelectric. terobosan baru sistem sumber energy listrik tersebut menggunakan modul Thermo Electric (TEC) proses konversi energi dengan memanfaatkan seaback effect . Thermo Electric (TEC) ketika dialiri panas pada salah satu sisinya maka akan terjadi proses perpindaan electron di dalam modulnya kemudian terciptalah aliran listrik. Besarnya energy listrik bergantung pada kecepatan pending sisi lawan permukaannya. Proses penurunan temperature dapat dibantu dengan menggunakan alat penukar kalor berupa heat exchanger sirip dan fin. semakin lama proses pendinginan, maka semakin optimal besaran nominal arus yang dihasilkan. Dari data Hasil pengujian dapat diketahui perangkat pembangkit energi tersebut mampu bekerja dengan rate orde satuan milivolt. Selanjuttya energy listrik tersebut dapat dimanfaatkan sebagai system penerangan kendaraan. Di era yang semakin maju ini, banyak sekali lampu LED yang hemat energy diaplikasikan pada mobil citycar yang hemat bahan baka
ANALISA RISIKO PADA TAHAP KONTRUKSI PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO (PLTM) PONGKOR
PT.Aneka Tambang (ANTAM) merupakan salah satu industri tambang (BUMN) terbesar di Indonesia yang menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan memproduksi berbagai hasil jenis tambang, untuk menjalankan semua kegiatan produksi diperlukan sumber daya yang sangat besar baik itu sumber daya manusia, sumber daya alam maupun energi, PT. ANTAM tersebut Berencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM). Berada dalam lingkungan Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) pongkor, di desa Bantarkaret, kecamatan Nanggung, kabupaten Bogor. Pembangunan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) menjadi salah satu energi listrik PT. ANTAM, yang dapat bersaing dengan tarif daya listrik per kWh PLN, untuk menghindari segala bentuk risiko yang akan terjadi baik secara alami atau ketenagakerjaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mendapatkan solusi risiko yang mungkin terjadi pada tahap kontruksi PLTM Pongkor. Metode yang digunakan studi pustaka tentang manajemen risiko pada konstruksi Pembangunan Listrik Tenaga Minihidro (PLTM), mengacu pada teori-teori yang relevan dan diperlukannya pendekatan umum terhadap manajemen risiko adalah “three-tiered process” yang mengandung identifikasi risiko, evaluasi atau penilaian risiko, dan prosedur untuk kesepakatan. untuk mengoptimalkan tingkat investasi, serta menyatakan faktor faktor risiko. Dari hasil penelitian ini dapat diharapkan solusi atau penilaian risiko untuk menhindari biaya, mutu atau kualitas yang mungkin terjadi pada tahap konstruksi PLTM Pongkor
DISAIN DAN ANALISA PEMBANGKITAN LISTRIK BERBAHAN BAKAR TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT
Studi ini, fokus membahas pemanfaatan energi yang berasal dari limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berupa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) untuk menjadi bahan bakar pembangkit listrik tenaga biomasa sawit (selanjutnya disebut PLTBS) dengan kapasitas 1 x 5 MWe. Pembangkitan listrik dari TKKS, pada dasarnya merupakan proses pembakaran yang kemudian menghasilkan uap panas, sehingga menggerakkan turbin uap dan membangkitkan energi listrik. Sebelum dilakukan pembakaran, terlebih dahulu TKKS melalui dua skenario pretreatment guna mengurangi kandungan air (moisture content). Skenario pertama, TKKS dicacah menggunakan alat pencacah hingga mempunyai dimensi panjang sekitar 5 cm. Skenario kedua, TKKS setelah dicacah seperti skenario pertama, dilakukan pengeringan menggunakan peralatan pengering yang memanfaatkan udara panas dari pemanas listrik. Kedua skenario pretreatment menghasilkan penurunan kadar air dari 35%, menjadi 24,5% dan 20%, dengan hasil analisa nilai kalor 3.152 kcal/kg dan 4.185 kcal/kg untuk masing – masing skenario. Hasil dan analisa dari kedua skenario menunjukkan nilai efisiensi boiler 72,96%, energi pembangkitan yang dihasilkan 4.965,17 kcal/kWh, dan efisiensi pembangkit sebesar 17,32%. Perbedaan terdapat pada konsumsi pembakaran pada kedua skenario, yaitu masing-masing 7.587,41 kg/jam dan 5.715,19 kg/jam. Kesimpulan yang didapatkan pada studi ini adalah perbedaan nilai kalor tidak mempengaruhi unjuk kerja pembangkit dan energi yang dihasilkan. Namun, penggunaan TKKS dengan nilai kalor yang lebih tinggi, membutuhkan konsumsi pembakaran yang lebih sedikit daripada TKKS dengan nilai kalor yang rendah
PEMBUATAN INDIKATOR ALAMI ASAM-BASA DARI EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)
Kulit bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu limbah rumah tangga maupun limbah perindustrian yang jarang dimanfaatkan. Selain itu kulit bawang merah memiliki pigmen warna merah yang berasal dari antosianin. Pigmen tersebut dapat mengalami perubahan warna pada perubahan keasamannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ekstrak kulit bawang merah dapat digunakan sebagai indikator asam-basa berdasarkan pigmen warna yang dimiliki kulit bawang merah dan untuk mengetahui waktu maserasi optimal serta konsentrasi optimal dari ekstrak kulit bawang merah sebagai indikator asam-basa. Ekstraksi kulit bawang merah dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut aquadest dan alkohol 96%. Variasi yang digunakan, waktu maserasi (1, 2, 3, 4, 5) hari dan konsentrasi pelarut (0%, 25%, 50%, 75%, 100%) 200ml. Dari hasil perobaan menunjukkan bahwa waktu maserasi yang paling optimal adalah 3 hari dengan nilai absorban terbesar yaitu 1,277 dengan panjang gelombang maksimum 520nm dan trayek pH 8-9. Konsentrasi pelarut yang paling optimal adalah 50% dengan nilai absorban terbesar yaitu 1,298 dengan panjang gelombang maksimum 500nm dan trayek pH 3-5. Metode titrasi menggunakan indikator ekstrak kulit bawang merah memiliki keakuratan lebih rendah dibanding metode titrasi dengan indikator phenolphtalein dan methyl orange