Prosiding Semnastek
Not a member yet
1032 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN DESAIN MODEL DAN PROTOTIPE MESIN SIKAT KARPET MEKANIK DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK
Desain mesin sikat karpet mekanik ini merupakan pengembangan pada alat konvensional. Pengembangan mesin ini ditujukan untuk membantu industri kecil yang masih menggunakan alat konvensional untuk beralih ke mesin sikat karpet mekanik agar dapat menghasilkan kerja yang lebih cepat dan efektif pada saat proses mencuci karpet. Tujuan penelitian ini adalah untuk pengembangan desain model dan prototipe mesin sikat karpet mekanik dengan penggerak motor listrik, skala pencucian karpet rumah tangga. Perancangan alat sikat karpet mekanik ini di buat dengan menggunakan Computer Aided Design (CAD) Solidworks. Hasil perhitungan teoritis, kecepatan output motor listrik 1330 rpm dengan perbandingan pully 1:3 maka putaran akhir 443,3 rpm dan torsi yang di peroleh sebesar 2,675 Nm dengan tingkat slip 11,3%. Hasil eksperimen alat didapat dengan lebar karpet 200 x 140 cm tebal 3 mm didapat hasil dalam 3 kali pencucian karpet diperlukan waktu 332 detik, dan dengan lebar karpet 200 x 160 cm tebal 6 mm didapat hasil dalam 3 kali pencucian karpet diperlukan waktu 210 detik, dan dengan lebar karpet 310 x 210 cm tebal 1 cm didapat hasil dalam 3 kali pencucian karpet diperlukan waktu 373 detik
FLY ASH SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEMEN PADA BETON
Pemanfaatan fly ash sebagai material pembentuk beton memberikan dampak positif jika ditinjau dari segi lingkungan. Fly Ash merupakan sisa pembakaran batu bara yang sangat halus. Kehalusan butiran fly ash ini berpotensi terhadap pencemaran udara. Penanganan fly ash pada saat ini masih terbatas pada penimbunan di lahan kosong. Dalam penelitian ini, akan mengidentifikasi manfaat fly ash sebagai material pengganti semen pada beton. Identifikasi material fly ash menitikberatkan pada pengaruh penggunaan material ini terhadap kuat tekan beton khususnya pada awal umur beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan fly ash sebagai bahan pengganti semen terhadap kuat tekan beton. Persentase fly ash yang digunakan bervariasi, mulai dari 5% sampai 12,5% dengan interval penggunaan Fly ash sebesar 2,5%. Beton akan diuji pada umur 3, 7, 14 dan 28 hari setelah terlebih dahulu dilakukan curing. Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk kubus sebanyak 96 benda uji dimana untuk setiap variasi sebanyak 12 benda uji. Dari penelitian ini diperoleh bahwa nilai kuat tekan tertinggi pada penggunaan 12,5% fly ash, yaitu 404,03 Kg/cm2 pada umur 28 hari dengan persentase peningkatan 27,95%. Pada awal umur beton nilai kuat tertinggi pada penggunaan fly ash 12,5%, sebesar 231,04 Kg/cm2 dengan persentase peningkatan sebesar 60% terhadap beton normal. Dapat disimpulkan bahwa pada awal umur beton, penggunaan fly ash mempengaruhi kekuatan beton. Persentase penggunaan fly ash 12,5% pada beton,akan menghasilkan beton dengan kuat tekan maksimum
KAJIAN PENGGUNAAN HELICAL STATIC MIXER PADA IN-LINE BLENDING DALAM PROSES PENCAMPURAN BIODIESEL DAN MINYAK SOLAR DI AREA PERTAMBANGAN
Proses pencampuran biodiesel dengan minyak solar merupakan salah satu hal penting dalam mendukung implementasi penggunaan campuran biodiesel berkualitas di area pertambangan secara maksimal. Salah satu metode pencampuran yang banyak diminati yaitu metode in line blending menggunakan static mixer terutama untuk proses pencampuran dengan kapasitas besar. Kajian ini akan mengukur efisiensi penggunaan helical static mixer dalam pencampuran biodiesel dan minyak solar dengan melakukan analisa pada pola aliran, pressure drop hingga karakteristik pencampuran dengan menggunakan computational fluid dynamic (CFD). Sampel campuran B-XX di area pertambangan juga diambil untuk perbandingan data secara aktual. Dari hasil simulasi, aliran dari metode ini memiliki nilai reynold (Re) 57236 yang menandakan aliran tersebut merupakan aliran turbulen yang memiliki nilai densitas 850.67 kg/m3 (mendekati nilai densitas hasil pengujian laboratorium 851 kg/m3). Dimana dari hasil blending kedua fluida menunjukkan kandungan minyak solar 90.4 % dan biodiesel 9.6 % yang menandakan campuran tersebut merupakan B-10. Penurunan tekanan yang disebabkan oleh helixal static mixer tidak terlalu tinggi hanya sekitar 3236 Pa. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan helical static mixer dapat memaksimalkan efisiensi campuran biodiesel dengan minyak solar yang memiliki densitas tinggi tanpa membuang energi yang berlebih
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI PANJANG RESONATOR TERHADAP TEMPERATUR ONSET TERMOAKUSTIK GENERATOR GELOMBANG BERDIRI PADA POSISI VERTIKAL
Termoakustik generator merupakan salah satu piranti konversi energi yang dapat mengubah energi kalor menjadi kerja dalam bentuk gelombang akustik. Alat ini dapat memanfaatkan energi kalor yang terbuang atau tidak terpakai dari industri, geotermal, motor bakar, dan energi surya. Temperatur onset dapat merepresentasikan kinerja piranti ini dilihat dari input energi yang digunakan dalam aplikasinya. Semakin rendah temperatur onset yang terjadi, maka semakin sedikit pula energi yang digunakan untuk membangkitkan gelombang akustik. Metode pengukuran temperatur onset adalah dengan menempatkan dua termokopel pada kedua sisi stack. Perbedaan Temperatur keduanya merupakan temperatur onset (ΔTonset) yang terjadi tepat saat pertama kali gelombang akustik muncul. Pada penelitian ini telah dilakukan penelitian dengan variasi panjang resonator 390, 780, dan 1170 mm pada posisi vertikal. Hasilnya pada panjang resonatordari 390 mm ke 780 mm temperatur onset mengalami penurunan, yaitu 206ºC ke 203ºC setelah itu mengalami peningkatan pada 1170 mm, yaitu 216 ºC. Pada penelitian ini, jika dilihat dari input energinya, kinerja termoakustik generator terbaik adalah resonator dengan panjang 780 mm
PENGARUH KECEPATAN SENTRIFUGASI TERHADAP KARAKTERISTIK EKSTRAK ALOE CHINENSIS BAKER
Aloe vera jenis Aloe Chinensis Baker dapat dimanfaatkan untuk kosmetik dan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan sentrifugasi dan evaporasi terhadap karakteristik ekstrak Aloe vera dan melakukan analisis terhadap formulasi ekstrak aloe vera yang dihasilkan. Metode yang dilakukan adalah sentrifugasi, yaitu memisahkan air dan ekstrak gel lidah buaya. Metode sentrifugasi ini dilakukan dengan variasi kecepatan, yaitu pada kecepatan 4000 rpm (Speed 4), kecepatan 6000 rpm (Speed 6), kecepatan 8000 rpm (Speed 8) dan kecepatan 10000 rpm (Speed 10) selama 30 menit. Evaporasi vakum dengan menggunakan alat Vacuum Rotary Evaporator untuk memekatkan ekstrak gel Aloe vera yang didapatkan. Setelah itu, dilakukan analisis terhadap karakteristik ekstrak gel Aloe vera yang telah dibuat meliputi pH, densitas, viskositas, saponin, indeks bias, vitamin C, dan protein. Hasil rendemen sentrifugasi ekstrak gel Aloe Vera terbaik adalah 99,22% pada kecepatan sentrifugasi 10000 rpm (Speed 10) dengan durasi waktu 30 menit dengan karakteristik nilai indeks bias 1,567, densitas 1,01 gram/ml, viskositas 21,24 cP, pH 5,00, tinggi saponin 0,5 cm, protein 0,09%, dan vitamin C 0,5 ml (0,44 mg). Dengan pemilihan kecepatan sentrifugasi pada 10000 rpm (Speed 10) maka hasil gel ekstrak Aloe vera yang didapatkan akan lebih baik
ANTENA MIKROSTRIP BAHAN TEKSTIL FREKUENSI 2,45 GHz UNTUK APLIKASI TELEMEDIS
Telemedis merupakan salah satu aplikasi teknologi telekomunikasi di bidang kesehatan. Dalam aplikasi telemedis yang menggunakan teknologi wireless diperlukan sebuah antena yang sesuai. Saat ini banyak dikembangkan teknologi wearable antenna yang diharapkan bisa membuat nyaman untuk digunakan oleh penggunanya. Tekxtile Antenna merupakan jenis wearable antenna yang menggunakan bahan tekstil, penggunaan bahan tekstil tersebut sangat baik untuk diterapkan di bidang telemedis karena sifat bahan tekstil yang ringan, lembut dan fleksibel. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan, simulasi dan realisasi antena tekstil mikrostrip patch sirkular dengan 4 lapis kain jeans yang digunakan sebagai substrat dan copper tape sebagai konduktor. Antena dipasang di pergelangan tangan dan bekerja di frekuensi Industrial, Scientific and Medical (ISM) 2,45 GHz. Dari hasil pengukuran didapatkan antena bisa bekerja dengan baik di frekuensi 2,380 – 2,498 GHz dengan gain sebesar 5,03 dB serta pola radiasi unidirectional
REKAYASA ARSITEKTUR BERKELANJUTAN BERDASARKAN NILAI-NILAI DASAR KEISLAMAN
Isu lingkungan berkelanjutan merupakan jargon paling hangat dibicarakan saat ini. Arsitektur merupakan bagian rekayasa lingkungan yang turut berpengaruh terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. Arsitektur menjadi ranah yang strategis untuk melihat seberapa pendekatan pembangunan berkelanjutan menjadi bagian dari suatu proses pembangunan. Tantangannya adalah bagaimana proses rekayasa arsitektur berkelanjutan mempertimbangkan nilai-nilai lingkungan hidup sekaligus mempertimbangkan nilai-nilai keislaman. Untuk itu perlu didapatkan nilai-nilai dasar keislaman terkait lingkungan hidup yang dapat dijadikan pendekatan dalam rekayasa arsitektur berkelanjutan. Tulisan ini menggunakan metode diskriptif dengan studi literatur terutama kitab suci Al Qur’an yaitu dengan cara mencari ayat ayat Al Qur’an yang terkait dengan lingkungan yang berkelanjutan kemudian diuraikan agar dapat menjadi dasar pendekatan dalam rekayasa arsitektur berkelanjutan. Dari hasil ekplorasi ayat-ayat Al Qur’an terdapat nilai-nilai dasar keislaman yang memberikan peringatan dan petunjuk cara bagaimana mengelola lingkungan hidup yang baik termasuk rekayasa arsitektur berkelanjutan. Kesimpulan yang diperoleh dari kajian ini adalah bahwa rekayasa arsitektur berkelanjutan yang didasari nilai-nilai keislaman senantiasa menjaga keseimbangan dan keselarasan antara manusia dan lingkungan; berlaku bijaksana dalam pemanfaatan sumberdaya alam, misalnya: pemanfaatan sumberdaya yang efisien, tidak boros, tidak berlebih-lebihan dan tidak melampaui batas
METODE PERBANDINGAN EKSPONENSIAL (MPE) UNTUK MENENTUKAN SUPPLIER DAN ACTIVITY BASED COSTING (ABC) UNTUK MENENTUKAN PRODUK YANG MENGUNTUNGKAN SERTA UJI HEDONIK UNTUK MENGETAHUI PENGARUH BAHAN BAKU DARI SUPPLIER YANG BERBEDA TERHADAP ORGANOLEPTIK PRODUK DI PT. XYZ
Sistem pengambilan keputusan untuk memilih supplier merupakan salah satu aktivitas dalam rangkaian rantai pasok di PT. XYZ. Aktivitas ini merupakan aktivitas awal untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu mendapatkan laba sebesar-besarnya. oleh karena itu perusahaan harus mengetahui harga pokok produk sehingga perusahaan dapat menentukan harga jual produk. Selain itu perusahaan juga harus mempertahankan kualitas produk untuk mendapatkan kepercayaan konsumen. Dalam penelitian ini, digunakan tiga metode yaitu metode perbandingan eksponensial (MPE) yang digunakan untuk pemilihan supplier. Metode activity based costing (ABC) digunakan untuk mengetahui harga pokok produk yang selanjutnya dikembangkan untuk mengetahui produk yang menguntungkan. Pengujian organoleptik dengan uji hedonik untuk mengetahui signifikansi perbedaan hasil uji organoleptik produk berdasarkan perbedaan supplier bahan baku gula kristal. Setelah dilakukan penelitian dapat diketahui dari empat alternatif calon supplier bahan baku gula kristal terdapat dua supplier yang memiliki nilai MPE tertinggi yaitu alternatif 1 dan alternatif 3. Berdasarkan perhitungan ABC terhadap sepuluh produk yang sering diproduksi di tahun 2017 dapat diketahui tiga produk yang menguntungkan yaitu sweet corn 104, balado 133 dan balado 020. Berdasarkan uji hedonik pada sweet corn 104 dan balado 020 disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan organoleptik yang signifikan terhadap sampel yang disajikan, sedangkan pada uji hedonik balado 133 terdapat perbedaan organoleptik yang signifikan terhadap sampel yang disajikan, sehingga perlu dilakukan analisa posthoc
PENGEMBANGAN MODEL TATA LETAK FASILITAS KAMAR RUKOST COLUMBUS (Studi Kasus di Sasahomestay Karawang)
Dewasa ini Karawang dikenal sebagai daerah industri yang paling berpotensi di propoinsi Jabar. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya enam kawasan industri besar yaitu Indotaisei, KIIC, Mitra Karawang, Timor Putra, Kujang Cikampek dan Surya Cipta. Dengan kondisi tersebut maka tidak dapat dipungkiri semakin meningkatnya kebutuhan akan hunian terutama untuk kalangan menengah atas yaitu para pekerja, ekspatriat dan mahasiswa yang stay di Karawang hanya pada weekday saja. Salah satu properti yang inovatif adalah RuKost (rumah kost) Columbus yang dibangun dengan konsep rumah kost yang terbilang baru di industri properti. Berdasarkan penelitian pendahuluan ditemukan bahwa tingkat kepuasan konsumen masih dibawah standar yaitu 64%, hal ini disebabkan karena RuKost yang beroperasi saat ini mempunyai fasilitas yang belum cukup memadai apabila dikonsumsi oleh kalangan menengah atas, dimana kalangan ini sudah lebih memperhatikan etika ruangan dan mempertimbangkan prinsip-prinsip ergonomik dibanding sekedar tempat tidur. Berdasarkan kondisi di atas maka akan dilakukan suatu redesign terhadap tata letak interior kamar RuKost. Metode perancangan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode antropometri. Selanjutnya hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah model tata letak fasilitas kamar RuKost yang dapat dimanfaatkan oleh pemilik RuKost Columbus ataupun kamar kos lainnya pada segmen pasar kelas menengah atas
STUDI PENERAPAN ENERGY SAVING PERFORMANCE CONTRACT DALAM EFISIENSI ENERGI LISTRIK SEKTOR BANGUNAN GEDUNG DI INDONESIA
Sektor bangunan gedung merupakan salah satu pengguna energi listrik terbesar. Sistem pada bangunan gedung yang menggunakan energi listrik terbesar, antara lain adalah sistem tata udara, sistem pencahayaan, dan sistem transportasi gedung. Energy Saving Performance Contract (ESPC) dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung implementasi efisiensi energi pada sektor bangunan gedung hingga 10-30%. Studi ini menginvestigasi penerapan ESPC dalam retrofit perangkat sistem tata udara pada gedung, yaitu Chiller. Retrofit perangkat Chiller dapat menghasilkan efisiensi energi listrik sebesar 210 MWh/tahun atau mengurangi konsumsi energi listrik hingga 30% dengan investasi payback period 5 tahun. Studi ini dapat diperluas untuk mengembangkan penerapan ESPC di Indonesia