Prosiding Semnastek
Not a member yet
1032 research outputs found
Sort by
Upaya Untuk Menurunkan Defect pada Kemasan Sachet Minuman Berenergi dengan Metode Six Sigma di PT BTJ
PT. BTJ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang farmasi, produk-produk yang dihasilkan tentu memerlukan kemasan dengan kualitas terbaik untuk menjaga kondisi produk tetap stabil sampai ke tangan konsumen Pada kegiatan produksi disetiap proses masih ditemukan produk yang reject. Produk yang reject tersebut merupakan pemborosan yang tidak memberikan nilai tambah pada perusahaan. Six Sigma dapat dipahami merupakan suatu sistem perbaikan terus menerus (kaizen) dengan perhitungan statistika untuk mencapai level six sigma 6. Selain itu dalam metode ini menggunakan FMEA (Failure Mode and Effect Analisyst) untuk mengetahui kegagalan proses pada lini produksi. Dari data yang diolah didapatkan jumlah cacat terbesar ada pada sachet rusak dan sealing halus sehingga dilakukan improvement berupa pembuatan alat pendukung dan mengubah metode tekanan angin pada mesin sehingga merubah nilai six sigma sebelum yaitu 3.82 menjadi dilevel 3.92 dengan penurunan cacat produksi berkurang hingga 36,16%
Studi Perencanaan Pengembangan Sistem Perpipaan IPAL Komunal Di Kelurahan Sindangbarang Kota Bogor
Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal menjadi perhatian di daerah padat penduduk, seperti di RT 03 RW 01 Kelurahan Sindangbarang, Kota Bogor dengan luas ±1,82 ha yang dikategorikan sebagai daerah dengan kepadatan tinggi dengan angka kepadatan penduduk 200–400 jiwa/ha. Terdapat 139 bangunan rumah, sebuah IPAL dan MCK umum disana. Namun rumah yang sudah terlayani IPAL baru 58 rumah dengan rincian 308 jiwa. Penyebab kurang optimalnya pelayanan IPAL yaitu posisi buangan air limbah dari rumah warga yang berada dibawah bak inlet IPAL, tidak bersedianya pemilik rumah untuk dilakukan pemasangan perpipaan ke IPAL, dan terbatasnya biaya. Bagi sebagian masyarakat disana, pembuangan air limbah seperti grey water dan black water masih menggunakan saluran terdekat dan cubluk. Maka dari itu diperlukan pengembangan sistem perpipaan induk IPAL guna menjaga lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur, observasi, daninterview. Terdapat 19 rumah dengan rincian 74 jiwa yang akan direncanakan untuk mengoptimalkan layanan IPAL. Pengembangan layanan IPAL pada sistem perpipaan induk terbagi menjadi 11 segmen, menggunakan pipa Ø4” dan Ø6” masing-masing sepanjang ±60 m dan ±120,7 m, dengan kemiringan sebesar 0,7%. Mayoritas kecepatan aliran pada pipa sudah memenuhi standar self cleansing yaitu minimal 0,6 m/detik dan maksimal 3 m/detik. Anggaran biaya yang diperlukan adalah Rp. 41.709.110,-
Eksperimental Uji Kekeruhan Air Berbasis Internet of Things Menggunakan Sensor DFRobot SEN0189 dan MQTT Cloud Server
Kualitas air menjadi faktor penting untuk menunjang kebutuhan mahluk hidup. Faktor yang harus diperhatikan adalah kejernihan air. Tingkat kekeruhan air dapat menentukan tingkat kelayakan air yang digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk memantau tingkat kekeruhan air dengan metode hamburan cahaya yang tersuspensi oleh partikel di dalam air menggunakan sensor kekeruhan DFRobot SEN0189. DFRobot SEN0189 mampu mendeteksi perubahan instensitas cahaya yang diakibatkan oleh adanya partikel-partikel dalam air yang kemudian diolah oleh mikrokontroller NodeMCU ESP8266 dan mengirimkan data secara aktual ke smartphone menggunakan protokol MQTT. Uji Eksperimental skala laboratorium menghasilkan tingkat presentase rata-rata penyimpangan sensor turbidity DFRobot SEN0189 adalah < 6.7%.Sistem monitoring kekeruhan berbasis IoT dan aplikasi smartphone telah diuji menghasilkan updating delay 10 hingga 30 detik dengan sample kekeruhan air dijaga maksimum 5 NTU
Pengaruh Waktu Sentrifugasi Terhadap Kadar ɣ-Oryzanol Hasil Ekstraksi Rice Bran Dengan Metode Ultrasonic Bath
Rice bran mengandung banyak bioaktif salah satunya adalah γ-Oryzanol. γ-Oryzanol merupakan antioksidan alami yang sangat kuat dalam mencegah oksidasi dan lebih efektif mencegah radikal bebas dibandingkan dengan vitamin E. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh waktu sentrifugasi pada ekstraksi γ-Oryzanol dari rice bran menggunakan metode ultrasonic bath. Pelarut yang digunakan dalam ekstraksi ialah n-Heksana : Isopropanol dengan perbandingan 1:3 (v/v). Hasil ekstraksi disentrifugasi untuk memperoleh supernatan ekstrak γ-Oryzanol dengan variasi waktu sentrifugasi 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Pada sampel ekstrak γ-Oryzanol dilakukan uji kualitatif dan kuantitatif dengan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Semakin lama waktu sentrifugasi maka semakin banyak rendemen yang diperoleh sampai waktu 25 menit. Hasil uji kualitatif menggunakan metode HPLC menunjukan bahwa semua sampel mengandung ɣ-Oryzanol. Hasil uji kuantitatif sampel ɣ- Oryzanol dengan waktu sentrifugasi 25 menit memiliki kadar ɣ-Oryzanol tertinggi 2,84 mg/g. Hasil ini menunjukkan semakin lama waktu sentrifugasi maka semakin tinggi kadar ɣ-Oryzanol yang diperoleh
Evaluasi Kapasitas Tali-Tali Air di Jalan Pulo Nangka Jakarta Timur (Study Kasus Jalan Pulo Nangka Jakarta Timur)
JalanPulo Nangka ini terletak di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Kota Administrasi Jakarta Timur. Jalan tersebut merupakan jalan lokal namun sebagai penghubung antara wilayah Kayu Putih dengan Pulomas, dimana warga biasa melintas melalui jalan tersebut untuk menuju pusat kota. Jalan ini mempunyai saluran pada masing-masing sisinya, namun hanya satu sisi yang memiliki trotoar. Pada sebelah kiri, terdapat trotoar dengan saluran u-ditch di bawahnya,sedangkan pada sebelah kanan, tidak terdapat trotoar melainkan langsung terdapat saluran dengan lebar kurang lebih hingga 5 meter. Aliran air yang ada pada jalan ini, harus melewati mulut air pada kanstin dahulu, kemudian di salurkan ke saluran uditch, barulah di salurkan lagi ke saluran yang lebih besar melalui box culvert. Jarak antar mulut air yang terbilang berjauhan, menyebabkan surutnya genangan air menjadi lambat. Jarak antar mulut air eksisting yaitu 6 meter. Hasil analisa dihasilkan dengan menggunakan metode distribusi gumbel dihasilkan intensitas curah hujan yaitu 119,33 mm/jam dan diperlukan jarak antar tali-tali air tiap 2 m dengan ukuran tali-tali air 15 cm x 7.5 cm. dengan waktu surut air lebih cepat 50% dari tali-tali air dengan jarak eksisting 6 m
Analisa Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-X Radiografi
Dalam rangka melakukan pemenuhan terhadap persyaratan standar yang sesuai, maka perlu dilakukan uji kesesuaian terhadap pesawat sinar-X yang digunakan untuk paparan medik. Hal tersebut sesuai dengan peraturan pemerintah No. 33 Tahun 2007 tentang “Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif”.Akurasi tegangan tabung pesawat sinar-X tersebut memiliki penyimpangan terbesar pada titik 70 kV sebesar 2,47 % sedangkan nilai lolos uji yaitu <10 % berarti akurasi tegangan pesawat sinar-X tesebut memiliki kualitas yang baik .Akurasi waktu penyinaran pesawat sinar-X tersebut memiliki penyimpangan terbesar pada titik 100 ms sebesar 1 % sedangkan nilai lolos uji yaitu <10 % berarti akurasi waktu penyinaran pesawat sinar-X tesebut memiliki kualitas yang baik .Pengujian kualitas berkas sinar-X (HVL) memiliki nilai sebesar 2,639 mmAl pada tegangan 70 kV sedangkan nilai lolos uji yaitu ≥ 2,1 mmAl dan pada tegangan 80 kV memiliki nilai sebesar 3,068 mmAl sedangkan nilai lolos uji yaitu ≥ 2,3 mmAl . Hal ini menandakan bahwa pesawat sinar-X tersebut memiliki kualitas yang baik. Pengujian kebocoran tabung dilakukan sebanyak lima sisi yaitu kiri , kanan , depan , belakang dan atas . Dengan mengukur disemua titik tersebut terdapat nilai rata-rata yaitu0,0245 mGy/jam sedangkan nilai lolos uji yang diijinkan yaitu ≤ 1 mGy/jam . Hal ini menandakan bahwa pesawat sinar-X tersebut masih dalam batas aman
Analisis Sains Rumah Tradisional Bekasi Berdasarkan Pola Pikir Budaya Masyarakatnya Sebagai Teknologi Relevan Masa Kini
Tujuan penelitian yaitu ilmu pengetahuan tentang filosofis dalam teknologi yang relevan dimasa kini dalam artefak rumah tradisional. Kebudayaan suatu masyarakat Sunda khususnya masyarakat Bekasi yang pada dasarnya tak nampak, karena adanya didalam pikiran masyarakatnya, namun yang tidak nampak itu dapat diketahui dari yang terlihat berupa artefak yang adanya di wilayah Sunda Melalui artefak rumah tradisional Bekasi dengan menyusun kronologinya kemudian ditafsirkan atau dimaknai maka adanya pola berfikir atau rasionalitas budaya masyarakatnya. Menggunakan teori estetika primodial di Indonesia atau pemikiran paradoks yang ada di mana-mana diwilayah budaya primodial Indonesia dikenal dengan Azas Tritangtu. Penafsiran ini suatu upaya memahami identitas budaya masyarakat tersebut sebagai dasar filosofis dalam mendesain sebuah konsep rumah tinggal dimasa kini.Menggunakan metode kualitatif yaitu menggunakan data berupa literatur dan kajian informasi berupa Studi Literatur, Internet dan wawancara dari berbagai narasumber.Dalam pengambilan tema Rumah Tradisional Masyarakat Bekasi atau Melayu Betawi melalui proses pengumpulan data sampai menganalisis mendalami konsep pola pikir yang ada didalam masyarakatnya untuk dijadikan dasar konsep filosofis dalam mendesain rumah tinggal dimasa kini serta menganalisis teknis prinsip teknologi mendasar yang digunakan dalam pembangunan rumah tradisional yang masih relevan dimasa kini. Perlunya pemeliharaan rumah tradisional Bekasi tersebut agar identitas budaya Bekasi dapat dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya. Hasil dari penelitian ini adalahmengetahui prinsip dasar teknis pembangunan yang berlandaskan filosofis rumah tradisional merupakan sebuah teknologi masa lalu yang relevan dimasa kini untukmengikuti kemajuan perkembangan zaman dan teknologi maka pemakaian bahan bagunan dapat digantikan dengan bahan bangunan kekinian tanpa meninggalkan unsur filosofisnya sebagai identitas budaya masyarakat Bekasi
Pemilihan Supplier Part Cover Transmision Case Menggunakan Metode Analitical Hierarcy Process di PT XHI
Pemilihan pemasok yang tepat adalah kunci keberhasilan perusahaan dalam memenuhi permintaan konsumen dengan cepat dan berkualitas. PT XHI merupakan perusahaan yang bergerak dalam penyedia suku cadang otomotif, salah satunya adalah part cover transmission case. Permasalahan pemilihan pemasok menjadi penting karena banyak temuan pada kualitas material yang dikirim oleh pemasok penulisan artikel ini adalah mengidentifikasi kriteria yang dibutuhkan perusahaan dalam memilih supplier, menentukan bobot kriteria dan mendapatkan prioritas supplier terbaik. Metode yang digunakan dalam memilih pemasok adalah Analisis Hirarki Proses. Metode ini digunakan dalam mengambil keputusan dengan menentukan kriteria-kriteria dan menyusunnya ke dalam hierarki. Pemilihan prioritas keputusan dilakukan dengan membuat matrik perbandingan berpasangan. Hasil penelitian berupa kriteria yang dipilih perusahaan dalam pemilihan supplier, diantaranya adalah Kualitas dengan bobot 0,206 , Kapabilitas dengan bobot 0,177, harga dengan bobot 0,163, garansi dengan bobot 0,138, kinerja dengan bobot 0,102, pengiriman dengan bobot 0,101, pelayanan dengan bobot 0,067, dan fleksibelitas dengan bobot 0,042. Kemudian untuk urutan alternative sebagai berikut : Prioritas 1 supplier PT.C(0.406), Prioritas 2 supplier PT.D(0.323), Prioritas 3 supplier PT.A(0.316), Prioritas 4 supplier PT.E(0.197)dan Prioritas 5 supplier PT.B (0.158)
Transformasi Fisik dan Teritori Hunian Sekitar Kawasan Industri Pulogadung
Keberadaan kawasan industri Pulogadung melatarbelakangi perubahan karakter kawasan hunian di sekitarnya. Perubahan karakter kawasan dapat dilihat berdasarkan perubahan dari unit-unit hunian yang menyusunnya. Transfromasi merupakan sebuah proses yang terjadi pada aspek fisik maupun non fisik bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mencaritahu transformasi fisik dan teritori pada hunian di sekitar kawasan industri Pulogadung. Data fisik dan teritori hunian didapat melalui observasi dan wasancara. Kemudian data tersbut dianalisis menggunakan narasi deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa hunian di sekitar kawasan industri mengalami perubahan fisik yaitu penambahan ruangan yang memfasilitasi fungsi komersial dan perluasan bangunan. Transformasi hunian berkaitan erat dengan transformasi fisik. Transformasi teritori hunian sekitar kawasan industri Pulogadung terwujud dalam perubahan luas teritori, jumlah ruangan penyusun teritori, dan jenis teritori dari masing-masing ruang
Pembentukan Biodiesel Melalui Proses Transesterifikasi Dengan Katalis Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit (ATKKS)
Biodiesel merupakan pengganti bahan bakar solar yang menggunakan bahan nabati sebagai bahan bakunya. Crude Palm Oil (CPO) merupakan salah satu bahan nabati yang akan menghasilkan Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Biodiesel ini mempunyai keunggulan untuk mengurangi emisi gas di udara dan bahan baku yang renewable. Pada penelitian ini pembentukan biodiesel diolah dengan dua reaksi yaitu esterifikasi dan transesterifikasi. Proses esterifikasi menggunakan CPO, metanol teknis sebanyak 15% (b/b) dan katalis homogen 98% sebanyak 0,5% (b/b) berguna untuk menurunkan Free Fatty Acid (FFA). Sedangkan transesterifikasi menggunakan katalis Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit (ATKKS) yang mempunyai kandungan dengan rasio 2%, 5%, dan 8% berbandingan dengan parameter uji SNI yang dihasilkan. Pada penelitian ini Standar Nasional Indonesia yang dicapai belum memenuhi syarat, dikarenakan pembakaran abu tandan kosong yang belum sempurna