Prosiding Semnastek
Not a member yet
1032 research outputs found
Sort by
PERCOBAAN PENDAHULUAN PROSES PRESIPITASI UDARA PANAS TERHADAP BENTUK KRISTAL MAGNESIUM KARBONAT
Mineral Dolomit jika diproses menjadi produk magnesium karbonat akan meningkatkan nilai jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan untuk pupuk dan bahan bangunan. Mineral dolomit dikenal dengan sebutan batu kumbung merupakan salah satu bentuk batuan karbonat yang tersusun dari senyawa magnesium karbonat dan kalsium karbonat dengan beragam variasi komposisi antar keduanya. Hingga saat ini mineral dolomit hanya sebatas dimanfaatkan untuk bahan bangunan rumah dan untuk pupuk dolomit dengan nilai jual yang rendah. Pada paper ini akan dipaparkan perbandingan bentuk kristal magnesium karbonat hasil proses presipitasi larutan magnesium bikarbonat melalui pemanasan larutan magnesium bikarbonat dan presipitasi dengan larutan magnesium bikarbonat disemprot dalam udara panas . Hasil proses presipitasi dengan pemanasan larutan bikarbonat dalam water bath diperoleh kristal berbentuk serpihan yang mengumpal tidak beraturan seperti bunga karang. Hasil proses presipitasi dalam udara panas diperoleh butiran magnesium karbonat berbentuk bulat sempurna dengan berat jenis yang ringan yaitu 0,0539 g/ml dan kadar magnesium 24,4 % berat
KARAKTERISTIK BETON RINGAN MENGGUNAKAN FOAM AGENT (Sodium Lauryl Sulfate) SEBAGAI BUSA
Implementasi beton sebagai bahan konstruksi merupakan elemen dominan yang digunakan dan dikembangkan dengan berbagai penelitian yang dirancang untuk mendapatkan beton yang memiliki ketahanan terhadap perubahan konfigurasi akibat gaya kerja dan pengaruh lingkungan, beton ringan umumnya memiliki berat jenis di bawah 2,0 N/mm2, penerapan foam agent dalam mortar menjadi beton ringan, bertujuan untuk mengurangi berat beton dan memiliki massa yang rendah dengan menggunakan bahan berupa sodium lauryl sulfate yang telah diekspansi menjadi busa pada campuran mortar apa adanya. Diketahui bahwa penerapan material konstruksi bermassa rendah akan mengurangi berat struktur yang tentunya akan mempengaruhi konstruksi secara keseluruhan. Sehingga potensi penggunaan material konstruksi bangunan yang ringan dan ramah lingkungan merupakan salah satu upaya untuk mendukung konstruksi dan mendukung program pemerintah dalam meminimalisir eksploitasi material alam. Campuran beton dan karakteristik kuat tekan beton silinder 100 mm x 200 mm dengan kuat tekan rata-rata 5,702 MPa, kuat tarik diperoleh 0,522 MPa, modulus elastisitas 3,823 MPa dan kuat lentur balok 1,232 MPa. Penelitian eksperimental untuk mengetahui karakteristik kekuatan beton ringan berbahan busa mengacu pada Standar Nasional Indonesi
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA GARMEN GARAGE EIGHT UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PADA MASA PANDEMI COVID 19
Industri garmen memiliki kontribusi yang besar dalam ekspor Indonesia. Kemampuan industri pakaian jadi untuk berkompetisi tidak hanya di pasar domestik namun terlebih dipasar internasional. Garmen juga menjadi salah satu penopang perkembangan industri tekstil di Indonesia, yang merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar ke-3 di Indonesia. Permintaan pakaian di masa pandemi mengalami penurunan seiring tutupnya pusat perbelanjaan hingga pusat tekstil. Usaha Garmen Garage Eight adalah salah satu dari sekian banyak pelaku IKM (Industri Kecil menengah) yang bertahan untuk tetep eksis dalam memproduksi kaos bordir, kaos sablon, totebag dan topi. Dari data penjualan terjadi penurunan penjualan sebanyak 90 persen. Penurunan penjualan disebabkan karena daya beli konsumen menurun dan mitra usaha seperti dinas pariwisata, korlantas, dinas perhubungan tidak melakukan pesanan. Usaha Garmen Garage Eight mengurangi jumlah produksi dan mengurangi jumlah tenaga kerja untuk bisa menutup biaya operasional yang ada. Oleh karena itu sangat dibutuhkan strategi yang tepat untuk perkembangan Usaha Garmen Garage Eight. Tujuan penelitian yaitu merumuskan strategi pengembangan usaha garmen agar bisa meningkatkan pendapatan pada masa pandemi covid 19. Adapun Metode yang digunakan yaitu observasi, wawancara, analisis dan identifikasi SWOT, pembobotan IFAS dan EFAS. Hasil dari pengolahan data didapatkan bahwa analisis SWOT yang diperoleh dari total skor matriks IFE sebesar 2,88 dan matriks EFE sebesar 2,96 menempatkan posisi Usaha Garmen Garage Eight pada posisi V matriks IE yaitu pertumbuhan dan stabilitas. Pada pengolahan matriks SWOT menghasilkan sebelas rumusan strategi alternatif
INOVASI RANCANG BANGUN MESIN PENCUCI GARAM YANG MENGAPLIKASIKAN 2 (DUA) WADAH SEBAGAI FILTER DAN BALING-BALING PENGADUK DENGAN ROTARY SEARAH
Garam terbentuk dari hasil reaksi asam yang mengandung ion positif (kation) dan basa yang mengandung ion negatif (anion) dimana campuran ini akan membentuk senyawa netral (Tanpa bermuatan). Dan kenyataannya cairan air laut ini sebelum membentuk garam juga banyak mengandung ion-ion lainnya, maka setelah air laut diuapkan akan terbentuklah garam dimana garam ini merupakan kebutuhan pokok dalam proses pembuatan makanan baik sebagai makanan pelengkap ataupun pembuatan kue/snack. Melihat fenomena tersebut maka dibuatlah alat pencuci garam dengan inovasi menggunakan 2(dua) wadah sebagai filter pembuang kotoran dengan menggunakan baling-baling sebagai pengaduknya. Mesin pencuci yang telah ada hanya menggunakan 1(satu) wadah saja dengan system hanya di guncang-guncang sedangkan mesin yang akan diinovasi ini mengubah sistem mekanikalnya dengan cara di aduk dengan baling-baling di wadah ke-1 lalu kotoran akan terfilter di wadah ke-2 sehingga garam yang sudah bersih tersisa di wadah ke-1 saja dan untuk analisis desainnya menggunakan software SOLIDWORK 2019 sehingga hasil pencucian tadi akan menghasilkan garam yang bersih, sehat dan mengandung yodium dengan output sebanyak 25 kilogram/jam. Hampir sekitar 84% tambak garam di Indonesia dikelola oleh BUMN dan cirebon merupakan daerah terbesar penghasil garam nasiona
IDENTIFIKASI KELUHAN RASA SAKIT BAGIAN TUBUH ATAS OPERATOR DEPARTEMEN TWISTING
Postur kerja merupakan indikator penting yang harus diperhatikan dalam melakukan aktivitas. Mengacu kepada hasil pengamatan yang dilakukan secara langsung terhadap operator departemen twisting didapatkan bahwa keluhan rasa sakit pada bagian atas tubuh yang meliputi punggung, pinggang dan tangan kanan mengalami rasa sakit yang diakibatkan oleh kegiatan mengangkat bahan baku seberat 16 kg yang diambil dari lantai kemudian diangkat dan diletakan pada pot change yang berada pada ketinggian bagian atas kepala operator. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan untuk mengurangi keluhan akibat rasa sakit yang dirasakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui batas beban yang direkomendasikan dengan metode RWL yang mengacu kepada NIOSH dan mengetahui tindakan perbaikan mengenai postur tubuh operator dengan metode RULA. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa nilai batas beban melebihi nilai yang direkomendasikan oleh NIOSH, tindakan perbaikan mengenai aktivitas mengangkat bahan baku yaitu perlu dilakukannya tindakan, sedangkan pada aktivitas menaruh bahan baku yaitu mungkin perlu dilakukan perbaikan dan usulan rancangan desain alat bantu berupa meja menggunakan sistem hidrolik
KAJIAN KONSEP MODERN VERNAKULAR PADA QUBIKA BOUTIQUE HOTEL SERPONG
Arsitektur modern vernakular merupakan sebuah konsep yang berasal dari aliran post modern. Modern vernakular merupakan perpaduan dari arsitektur modern dan arsitektur vernakular. Modern vernakular merupakan desain bangunan yang mengutamakan kesederhanaan dalam segi bentuk dan meninggalkan macam-macam ornamen. Hunian vertikal hotel merupakan salah satu bangunan yang terdapat nilai-nilai modern vernakular karena adanya penerapan unsur budaya sekitar pada bangunan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan konsep modern vernakular pada hunian vertikal hotel. Pada penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Dengan adanya penelitian ini mampu mendeskripsikan penerapan konsep modern vernakular pada hunian vertikal hotel. Penelitian ini memiliki studi kasus yaitu bangunan Qubika Boutique Hotel Serpong. Dengan menerapkan ciri-ciri arsitektur modern vernakular pada penelitian ini maka dapat mempertahankan budaya lokal dengan era yang canggih. Pada penerapannya memiliki bentuk-bentuk standar yang memiliki arti baru, menampilkan bentuk tradisional yang dikemas secara modern, menyatukan bagian dalam ruangan dengan bagian luar, dan penggunaan material lokal pada setiap ruang
PEMETAAN TINGKAT KEBISINGAN PADA BENGKEL PIPA DAN MESS KARYAWAN I DENGAN METODE PETA KONTUR
Penelitian dilakukan pada bengkel pipa pembuatan sistem perpipaan kapal laut. Pada bengkel terdapat mesin blower yang menyebabkan bising dan didapatkan hasil tingkat kebisingan tertinggi adalah 89,9 dB yaitu sudah melewati ambang batas kebisingan sesuai dengan PERMENKES No. 70 Tahun 2016 yaitu sebesar 85 dB. Aktivitas produksi pada bengkel ini menyebabkan bising yang terdengar hingga area mess karyawan, maka dari itu penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat kebisingan dan sebaran tingkat kebisingan yang dihasilkan dari aktivitas bengkel pipa kepada area mess menggunakan metode peta kontur yang diolah dari Surfer Software dan menentukan alat pelindung pendengaran yang tepat bagi karyawan bengkel pipa dan penghuni mess. Lokasi titik sampling terbagi menjadi tiga bagian, yaitu di area bengkel pipa, area warehouse dan area mess karyawan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nilai tingkat kebisingan tertinggi pada area mess karyawan yaitu sebesar 70,8 dB, area warehouse sebesar 77,4 dB dan area bengkel pipa sebesar 86 dB. Area mess dan bengkel pipa telah melewati ambang batas kebisingan, maka upaya pengendalian kebisingan dapat dilakukan dengan digunakannya alat pelindung pendengaran atau dibuatnya peredam pada mess
PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE (SCOR) DAN (AHP) (Studikasus di PT MGP)
PT. MGP ialah industri manufaktur yang memproduksi cat semprot untuk otomotif, peningkatan permintaan baik dari segi kuantitas, ragam produk, dan jumlah customer membuat perusahaan harus bisa melakukan terobosan baru agar bisa dilakukan secara maksimal. Salah satu cara untuk memenuhi permintaan customer yaitu, dengan mengevaluasi dan mengendalikan kinerja Supply Chain. Selama ini, PT. MGP belum memiliki sistem pengukuran kinerja supply chain yang lengkap, hanya mengukur matrik secara fungsional saja. Hal tersebut dinilai belum lengkap karena tidak mencakup seluruh permasalahan perusahaan sehingga dibutuhkan suatu metode yang bisa menganalisa kinerja perusahaan secara keseluruhan. Pada penelitian ini akan dibahas suatu metode pengukuran kinerja dengan menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) yang dinilai lebih lengkap, sistematis dan lebih terintegrasi. Selain SCOR digunakan juga metode Analytical Hierarchy Proces (AHP). Metode ini bertujuan untuk memberikan bobot pada setiap matriknya sehingga dapat diketahui performance attribute mana yang paling penting dalam menunjang efektifitas supply chain. Dari 38 indikator kinerja yang di ajukan untuk diukur, terdapat 28 KPI yang valid, nilai kinerja tertinggi ada pada proses Make sebesar 20.089, sedangkan nilai terendah adalah Return 9.030 dan hasil rekapitulasi total kinerja SCM adalah sebesar 84,438 (Bagus)
PERENCANAAN PERKERASAN LENTUR JALAN RAYA MENGGUNAKAN METODE SNI1932-1989-F DIBANDINGKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE AASTHO 1993, PADA RUAS JALAN RAYA RANGKASBITUNG - CITERAS
Lokasi Studi perencanaan ini pada ruas Jalan Rangkasbitung - Citeras merupakan jalan kolektor dengan tipe jalan 1 jalur 2 arah. Lebar perencanaan jalan 11 m yang terdiri dari dari jalur Lalu Lintas 7 m dan bahu jalan kiri-kanan masing-masing 2 m sesuai dengan persyaratan teknis jalan untuk ruas jalan dalam sistem jaringan jalan primer peraturan Menteri pekerjaan umum tahun 2011, berdasarkan kelas jalan, jalan ini termasuk jalan kelas III. Persyaratan ruang jalan diperlukan dalam rangka untuk menentukan batas-batasan ukuran setiap bagian jalan agar sesuai dengan klasifikasi jalan yang direncanakan. Seperti halnya klasifikasi jalan, persyaratan ruang juga telah diatur dalam perundang-undangan yang berlaku terutama dalam PP no. 34 Tahun 2006, ruang jalan yang dimaksud meliputi: Ruang manfaat jalan (Rumaja), Ruang milik jalan (Rumija) dan Ruang pengawas jalan (Ruwasja). Berdasarkan perhitugan perkerasan lentur dari kedua metode yaitu : Metode SNI 1932-1989-F adalah sebagai berikut : Lapis Permukaan 7,5 cm ; Lapis Pondasi Atas 20 cm ; Lapis Pondasi Bawah 15 cm. Metode AASTHO 1993 adalah sebagai berikut : Lapis Permukaan 15 cm ; Lapis Pondasi Atas 18 cm ; Lapis Pondasi Bawah 16 cm
IMPLEMENTASI TRANSFORMASI MODEL KONVENSIONAL MENUJU PENDEKATAN DIGITAL DIBIDANG PENDIDIKAN
Perkembangan teknologi dan komunikasi telah mempengaruhi berbagai sektor industri, salah satunya adalah sektor pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan terus berkembang dimana setelah sekian lama diperkenalkan dengan metode pembelajaran konvensional tatap muka, saat ini berkembang dan bertransformasi menuju pendidikan online atau virtual. Pandemi COVID-19 juga memaksa masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan pendidikan virtual, yang kini sudah menjadi hal yang lumrah. Efektivitas pendidikan virtual harus dibuktikan, bagaimana kegiatan pembelajaran dapat diadopsi ke dalam metode virtual termasuk kelas virtual, pembagian tugas virtual, pengelolaan pencatatan akademik, hingga bagaimana hal itu dapat membantu dalam membuat prediksi akademik yang bermanfaat. Harapannya pendidikan virtual akan membantu interaksi akademik antara siswa dan guru menjadi lebih efektif karena tidak lagi terbatas ruang dan waktu. Privasi akses juga menjadikan pendidikan virtual lebih aman dengan mekanisme Single Sign On (SSO) yang memungkinkan setiap pengguna hanya dapat melakukan satu kali login dalam satu waktu. Berdasarkan evaluasi awal dalam penelitian ini memperlihatkan sebanyak 85% siswa menyatakan efektif dan mudah dalam pelaksanaannya, 15% menyatakan masih kesulitan dalam memahami materi yang dilaksanakan secara virtual. Evaluasi dilakukan dengan melibatkan sebanyak 100 siswa sekolah tingkat menengah