Prosiding Semnastek
Not a member yet
    1032 research outputs found

    Optimalisasi Pengelolaan Limbah Cair Tahu melalui Produksi Nata de Soya dengan Pendekatan GVSM

    Full text link
    Industri tahu merupakan salah satu sektor pangan utama di Indonesia yang menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar. Pengelolaan limbah yang tidak efisien dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses produksi tahu dan pemanfaatan limbah cairnya untuk menghasilkan Nata de Soya sebagai produk alternatif bernilai ekonomi dengan menggunakan pendekatan Green Value Stream Mapping (GVSM). Melalui analisis GVSM, penelitian ini mengidentifikasi efisiensi produksi, aliran limbah, dan potensi penggunaan ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GVSM meningkatkan efisiensi produksi dengan meminimalkan limbah dan memaksimalkan pemanfaatan limbah cair. Melalui fermentasi menggunakan Acetobacter xylinum, limbah cair tahu berhasil dikonversi menjadi Nata de Soya yang kaya serat dan bernilai komersial. Studi ini menegaskan bahwa pendekatan GVSM tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan industri pangan melalui praktik ekonomi sirkular

    Peran Manajemen Energi terhadap Efisiensi Konsumsi Listrik Rumah Tangga di Indonesia

    Full text link
    Peningkatan jumlah penduduk Indonesia dari 255,88 juta jiwa pada tahun 2015 menjadi 281,6 juta jiwa pada tahun 2024 telah mendorong pertumbuhan konsumsi listrik rumah tangga secara signifikan. Sektor ini menyumbang sekitar 42% dari total konsumsi listrik nasional, menjadikannya sasaran strategis dalam upaya efisiensi energi. Namun, pertumbuhan konsumsi tersebut belum sepenuhnya diiringi oleh praktik penggunaan energi yang efisien, sehingga berpotensi menimbulkan krisis energi dan tekanan terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran manajemen energi dalam meningkatkan efisiensi konsumsi listrik di sektor rumah tangga melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan penelusuran berbagai sumber ilmiah, data statistik nasional, serta laporan kebijakan energi. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi listrik per kapita Indonesia meningkat dari 0,84 MWh pada tahun 2013 menjadi 1,20 MWh pada tahun 2023, namun masih tertinggal dibandingkan negara-negara anggota G20, seperti Korea Selatan (11 MWh) dan Jepang (8,2 MWh). Penerapan manajemen energi melalui edukasi literasi energi, pemanfaatan peralatan hemat energi, penerapan teknologi rumah pintar, sistem tarif berbasis waktu, serta integrasi energi terbarukan seperti panel surya atap terbukti mampu menekan pemborosan energi secara signifikan. Meski demikian, implementasi strategi ini masih menghadapi tantangan berupa rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur, dan kendala finansial. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mewujudkan ekosistem energi rumah tangga yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mencapai ketahanan energi nasional

    Potensi Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai Bahan Adsorben untuk Mengatasi Pencemaran Zat Warna Sintetis di Limbah Industri

    Full text link
    Pertumbuhan industri tekstil yang pesat telah menyebabkan peningkatan limbah cair yang mengandung zat pewarna sintetis. Zat pewarna ini dikenal sulit terurai serta berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Berbagai metode pengolahan limbah telah dikembangkan, salah satunya adalah metode adsorpsi yang dinilai efisien dan ramah lingkungan. FABA yang merupakan limbah padat dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), kini tidak lagi dikategorikan sebagai limbah B3 dan berpotensi dimanfaatkan sebagai material adsorben. Artikel ini mengkaji karakteristik FABA, efektivitasnya dalam mengadsorpsi zat pewarna, serta faktor-faktor yang memengaruhi kinerjanya. Hasil kajian menunjukkan bahwa FABA mampu menurunkan konsentrasi zat pewarna seperti Rhodamine B (RhB), Direct Blue 78 (DB 78), Crystal Violet (CV), dan Direct Fast Scarlet 4BS (DFC 4BS) secara signifikan, dengan efisiensi penyisihan mencapai lebih dari 90%. Pemanfaatan FABA sebagai adsorben tidak hanya menawarkan solusi pengolahan limbah cair industri yang lebih ekonomis dan berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah padat PLTU. Kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah industri yang lebih ramah lingkungan di masa depan

    Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Area Laboratorium Di PT. ARC FARMA

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis identifikasi bahaya dan pengendalian risiko pada WWTP di Laboratorium. Tujuan dari metode perencanaan menggunakan metode HIRARC adalah untuk mengetahui potensi bahaya dan pengendalian risiko kecelakaan. Hasil penelitian menunjukkan potensi bahaya yang teridentifikasi di tahap pembuatan pelarut zat kimia sebagai pereaksi adalah bahaya fisika  seperti iritasi pada kulit, dan gatal gatal apabila terpapar zat kimia pekat/berbahaya. Bahaya yang kedua yaiu bahaya kimia seperti gangguan pernafasan apabila zat kimia terhirup oleh pekerja. Potensi bahaya yang teridentifikasi di tahap  pemijaran sampe yaitubahaya fisika seperti luka bakar pada tubuh, lalu bahaya ergonomic dimana pekerja berdiri selama proses pemijaran sampel berlangsung untuk memegang pencapit cawan porselin agar tidak jatuh, aktivitas ini tentu saja mengakibatkan pegal pegal diarea pinggang dan kaki karena berdiri dengan waktu yang cukup lama. Potensi  bahaya yang teridentifikasi di tahap pelarutan sampel menggunakan alat ultrasonic adalah bahaya ergonomic yaitu menimbulkan suara bising terhadap lingkungan yang dapat mengganggu pendengaran para pekerja pada saat melakukan dan menunggu proses pelarutan sampel ini  selesai. Berdasarkan penelitian dan pengamatan yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran yang bisa dijadikan sebagai upaya perbaikan kedepannya, yaitu: Memastikan setiap pekerja yang mengalangami kecelakaan kerja melaporkan peristiwa yang terjadi kepada yang berwewenang.  Memberikan fasilitas kepada pekerja untuk melakukan medical checkup agar dapat memastikan atau menjamin kesehatan pekerja. Perlu dilakukannya inspeksi berkala dari pihak k3l terkait pentingnya menggunakan alat pelindung diri pada area kerja. Mencantumkan sop pemakaian alat pelindung diri pada setiap ruangan agar pekerja aware terhadapa pemakaian alat pelindung diri

    PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA : RANCANG BANGUN MESIN PENYANGRAI KACANG TELUR DENGAN KAPASITAS 30 KILOGRAM

    Full text link
    Salah satu produk hasil pertanian yang dihasilkan oleh petani adalah kacang tanah. Permasalahan yang sering terjadi di tingkat petani adalah ketika panen raya harga komoditi pertanian cenderung turun termasuk kacang tanah. Untuk menyiasati hal tersebut kacang tanah dapat dijadikan makanan olahan untuk menambah nilainya. Salah satu produk olahan yang dapat dibuat adalah kacang telur. Proses pembuatan kacang telur biasanya dilakukan dengan menggoreng adonan kacang. Pada penelitian digunakan mesin penyangrai bertujuan menggantikan penggunaan minyak goreng untuk memasak adonan kacang telur. Rancang bangun alat ini menggunakan software solidworks 2014 dan sekaligus menghitung komponen mesin. Mesin penyangrai ini menggunakan motor listrik dengan kecepatan 1400 rpm yang kemudian untuk mengatur kecepatan rendah digunakan gearbox yang sesuai. Penyangraian kacang telur dilakukan dengan memasukkan adonan pada suhu ruang dengan diikuti menyalakan kompor serta menghidupkan mesin dengan waktu 10 menit dan 20 menit dengan variasi suhu 140°C, 160°C, 180°C. Dari hasil penelitian ini didapatkan kacang telur dengan warna, Tingkat kematangan dan rasa terbaik pada variasi suhu 160°C dengan waktu 20 menit

    Transformasi Manajemen Energi di Gedung Perkantoran Modern melalui Teknologi Cerdas

    Full text link
    Transformasi manajemen energi di gedung perkantoran modern semakin bergantung pada teknologi cerdas untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan. Artikel ini mengkaji berbagai teknologi seperti sensor pintar, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan sistem otomasi bangunan yang diterapkan guna mengoptimalkan konsumsi energi tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur dengan menelusuri dan menganalisis sumber-sumber ilmiah terpercaya yang membahas penerapan teknologi cerdas dalam manajemen energi gedung. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi cerdas mampu mengurangi konsumsi energi secara signifikan, menekan biaya operasional, serta mendukung pengelolaan energi yang adaptif dan berkelanjutan. Dari berbagai literatur yang dianalisis, Building Energy Management System (BEMS) dinilai sebagai solusi paling efisien karena mampu memantau dan mengontrol penggunaan energi secara real-time, terutama pada sistem HVAC dan pencahayaan yang merupakan komponen utama konsumsi energi di gedung. IoT mendukung otomatisasi dan pemantauan cerdas melalui konektivitas antar perangkat, sementara AI menambahkan lapisan kecerdasan dalam sistem melalui kemampuan mendeteksi anomali, memprediksi pola penggunaan energi, dan memberikan rekomendasi otomatis. Studi ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan strategi dan kebijakan energi di sektor bangunan perkantoran modern. Pengelola gedung perlu mengadopsi teknologi cerdas yang sesuai. Riset lanjutan diarahkan pada evaluasi jangka panjang dan pengembangan AI untuk efisiensi energi berkelanjutan

    Identifikasi Risiko pada Rantai Pasok Porang di Kabupaten Madiun

    Full text link
    Rantai pasok produksi porang di Kabupaten Madiun menghadapi berbagai permasalahan seperti ketersediaan bibit berkualitas, fluktuasi harga, serta risiko kerusakan produk pada setiap fase produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan risiko-risiko yang terjadi dalam setiap tahapan rantai pasok porang, mulai dari fase pembibitan, penanaman, hingga pengolahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR) yang mencakup lima aktivitas utama yaitu Plan, Source, Make, Delivery, dan Return. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka, observasi lapangan, serta penyebaran kuesioner kepada pelaku rantai pasok di tiga kecamatan dan sembilan desa di Kabupaten Madiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase pembibitan teridentifikasi 12 sub risiko yang meliputi keterbatasan lahan, kualitas bibit rendah, serta distribusi dan pengembalian bibit yang tidak efisien. Pada fase penanaman ditemukan 18 sub risiko, seperti keterlambatan pengiriman pupuk, serangan hama, kerusakan tanaman akibat cuaca ekstrem, dan keterbatasan tenaga kerja saat panen. Sementara itu, fase pengolahan mengandung 13 sub risiko, antara lain kegagalan proses produksi, kadar air tinggi pada chips, serta keterlambatan distribusi produk ke pasar. Temuan ini memberikan kontribusi dalam bentuk pemetaan risiko yang komprehensif dan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi mitigasi risiko yang lebih efektif, guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan rantai pasok porang di Kabupaten Madiun

    Peran Material Lokal Dalam Ketahanan Termal Rumah Adat Honai

    Full text link
    Rumah adat Honai merupakan representasi arsitektur vernakular suku Dani di Papua yang dibangun dari material alami seperti kayu, bambu, dan jerami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran material lokal dalam menunjang ketahanan termal rumah Honai, khususnya dalam menghadapi kondisi geografis dan iklim ekstrem wilayah Pegunungan Papua. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif penelitian ini menemukan bahwa pemanfaatan material setempat berkontribusi signifikan terhadap kenyamanan termal pasif. Struktur bangunan yang kompak dan teknik konstruksi tradisional tanpa paku turut memperkuat efisiensi energi termal, menjaga suhu ruangan tetap hangat pada malam hari dan sejuk di siang hari. Selain itu, karakter material yang memiliki konduktivitas termal rendah memungkinkan terjadinya isolasi alami yang efektif terhadap fluktuasi suhu harian. Penggunaan material lokal tidak hanya memperkuat daya tahan termal bangunan, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan

    Aplikasi Pisau Crusher Dan Screw Serta Pisau Potong Pada Mesin Pencetak Pakan Unggas

    Full text link
    Pelet unggas merupakan pakan ternak yang dibuat dari komposisi yang terdiri dari jagung atau dedak, konsentrat dan air mineral. Diolah menjadi bentuk butiran kecil dan padat. Penelitian ini bertujuan untuk membantu peternak unggas agar secara mandiri dapat membuat sendiri pakan ternaknya dikarenakan menurut perhitungan akan menghemat 50% biaya  operasional dibandingkan dengan membeli pakan di luaran oleh karena itu langkah awal penelitian ini selain observasi kebutuhan pemakaian pakan juga mendesain ulang pisau Crusher dan Screw pada saat menghancurkan jagung serta mendesain ulang juga pisau pada mesin pencetak pakan unggas berkapasitas 10 kg/jam agar dapat menghemat waktu seeefisien mungkin serta mampu menghasilkan pelet berkualitas tinggi. Alat ini nantinya menggunakan motor listrik sebagai tenaga penggerak untuk menggerakkkan pisau dan screw. Perhitungan mekanis mencakup penentuan daya motor, torsi, volume hooper, Screw penggiling, serta kecepatan potong mata pisau. Uji coba dilakukan untuk proses evaluasi untuk menilai kinerja mesin pencetak pakan unggas ini.Hasil perhitungan hooper mesin Crusher dengan kapasitas 5 Kilogram, mesin Crusher dengan daya 820,8 watt serta dengan kecepatan putaran sinkron sebesar 1400 rpm dan torsi listrik sebesar 5,0843 N/m. Sedangkan mesin pencetak pelet memiliki putaran sinkron sebesar 600 rpm. Mesin Crusher dan mesin pencetak pakan unggas ini dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pakan, serta mengurangi biaya produksi untuk peternak skala kecil

    Analisis Stakeholder : Perawatan Jembatan Kereta Api yang Optimal

    Full text link
    Jembatan kereta api adalah komponen krusial dalam infrastruktur transportasi yang mendukung distribusi barang dan mobilitas penumpang. Keberlanjutan dan keandalannya sangat bergantung pada sistem perawatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan pengaruh berbagai pemangku kepentingan dalam pemeliharaan jembatan kereta api, guna merumuskan strategi perawatan yang optimal. Melalui analisis stakeholder, penelitian ini mengidentifikasi tujuh pihak utama, di mana PT KAI dan Balai Teknik Perkeretaapian dikategorikan sebagai key player dengan pengaruh dominan. Hasil analisis menunjukkan pentingnya penguatan kolaborasi antara stakeholder utama dan marginal. Sebagai implementasi, forum kolaboratif antara PT KAI, Balai Teknik Perkeretaapian, dan perguruan tinggi diusulkan untuk mengadopsi riset terkini seperti pemantauan IoT dan penggunaan material inovatif. Model dari Kementerian PUPR dapat menjadi acuan kolaborasi, sementara transparansi dapat ditingkatkan melalui sistem "Open Project Dashboard" seperti yang diterapkan di proyek jalan tol. Rekomendasi lain mencakup pengembangan regulasi yang lebih komprehensif, platform digital kolaboratif, serta pemberian insentif bagi stakeholder dengan kinerja terbaik. Temuan ini diharapkan menjadi landasan bagi kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam perawatan jembatan kereta api. Kata kunci: perawatan, jembatan, kereta api, stakeholder

    1,023

    full texts

    1,032

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Prosiding Semnastek
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇